0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan3 halaman

Arsitektur Masjid di Indonesia

1. Masjid memiliki peran penting dalam masyarakat Muslim sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. 2. Terdapat berbagai jenis masjid di Indonesia seperti masjid, mushola, dan diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan tingkatannya. 3. Arsitektur masjid di Indonesia berkembang dengan adanya pengaruh dari Timur Tengah dan budaya lokal, antara lain berkubah dan bermustaka.

Diunggah oleh

Muhammad Hafidz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan3 halaman

Arsitektur Masjid di Indonesia

1. Masjid memiliki peran penting dalam masyarakat Muslim sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. 2. Terdapat berbagai jenis masjid di Indonesia seperti masjid, mushola, dan diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan tingkatannya. 3. Arsitektur masjid di Indonesia berkembang dengan adanya pengaruh dari Timur Tengah dan budaya lokal, antara lain berkubah dan bermustaka.

Diunggah oleh

Muhammad Hafidz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Masjid Di Indonesia

Pengertian dan Fungsi Masjid di Indonesia


Masjid adalah salah satu lambang Islam. Ia adalah barometer atau ukuran dari suasana
dan keadaan masyarakat muslim yang ada di sekitarnya. Maka pembangunan masjid
bermakna pembangunan Islam dalam suatu masyarakat. Keruntuhan masjid bermakna
keruntuhan Islam dalam masyarakat.1
Memahami masjid secara universal berarti juga memahaminya sebagai sebuah
instrumen sosial masyarakat Islam yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Islam itu
sendiri. Keberadaan masjid pada umumnya merupakan salah satu perwujudan aspirasi umat
Islam sebagai tempat ibadah yang menduduki fungsi sentral. Mengingat fungsinya yang
strategis, maka perlu dibina sebaik- baiknya, baik segi fisik bangunan maupun segi kegiatan
pemakmurannya.2
Pada masa Nabi saw. ataupun di masa sesudahnya, masjid menjadi pusat atau sentral
kegiatan kaum muslimin. Kegiatan di bidang pemerintahan pun mencakup, ideologi, politik,
ekonomi, sosial, peradilan dan kemiliteran dibahas dan dipecahkan di lembaga masjid.
Masjid berfungsi pula sebagai pusat pengembangan kebudayaan Islam, terutama saat gedung-
gedung khusus untuk itu belum didirikan. Masjid juga merupakan ajang halaqah atau diskusi,
tempat mengaji, dan memperdalam ilmu-ilmu pengetahuan agama ataupun umum. 3
Masjid memiliki fungsi edukasi diantaranya adalah berfungsi untuk pengembangan
nilai-nilai humanis dan kesejahteraan umum. Fungsi tersebut bisa disebut sebagai fungsi
edukasi. Fungsi edukasi ini seringkali terlewatkan dari perhatian umat meski tetap disadari
bahwa fungsi tersebut penting untuk dikembangkan. Mengembangkan fungsi edukasi masjid
dimulai dari pemahaman tentang konsep pendidikan Islam secara benar dan tidak dimaknai
secara sempit. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang secara komprehensif-integratif
mengembangkan potensi manusia baik fisik-material, emosi, dan juga spiritualnya.
Macam Masjid di Indonesia
MASJID adalah sebutan umum untuk rumah ibadah umat Islam. Masjid yang berukuran kecil
Biasa disebut Mushola Perbedaan masjid dan mushola biasanya dari segi luas/ukuran
bangunan dan kapasitas jamaah. Masjid biasanya berukuran besar dan menampung sekitar
100 lebih jamaah. Mushola berukuran Kecil dan hanya menampung jumlah jamaah 50 orang
ke bawah. Selain itu, masjid biasanya digunakan shalat Jumat Mushola tidak digunakan
sebagai tempat Shalat Jumat karena ukurannya yang kecil Tingkatan/Klasifikasi Masjid di
Indonesia
Di era Orde Baru, pihak Departemen Agama (kini Kemenag) mengeluarkan ketentuan untuk
memberikan sebutan yang berbeda kepada masjid Menurut ketentuan itu dan menurut
klasifikasi yang ditetapkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI), untuk masjid jami utama di
tingkat kecamatan diberi sebutan Masjid Besar. Untuk masjid Jami utama di tingkat
kabupaten/kota diberi sebulan Masjid Agung. Untuk mesjid jami utama di Tingkat provinsi
diberi sebutan Masjid Raya. Untuk tingkat desa/kelurahan disebut Masjid Jami.
1
Sidi Gazalba, Mesjid Pusat (badat dan Kebudayaan Islam, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1994), hal. 268.
2
A. Bachrun Rifa"i dan Moch, Fakhruroji, Manajemen Masjid, (Bandung: Benang Merah Press, 2005), hal, 14.
3
Moh. E. Ayub, Manajemen Mosjid, Jakarta: Gema Insani Press, 1996), hal. 2.
1. Masjid Raya – Tingkat Provinsi
2. Masjid Agung-Tingkat Kabupaten/Kota
3. Masjid Besar – Tingkat Kecamatan
4. Masjid Jami – Tingkat Desa/Kelurahan
Berikut ini strata masjid yang telah ditetapkan menjadi 7 klasifikasi yakni
1. Masjid Negara disebut sebagai Masjid Negara dan istiqlal ditetapkan sebagai satu-
satunya masjid negara
2. Masjid Akbar dengan status Masjid Nasional
3. Masjid Raya dengan status Masjid Provinsi
4. Masjid Agung dengan status masjid Kabupaten/Kota
5. Masjid Besar dengan status Masjid Kecamatan
6. Masjid Jami’ dengan status sebagai Masjid Kelurahan
7. Masjid biasa – untuk yang tidak masuk tingkatan 1-6
Masjid di Indonesia juga diklasifikasikan dengan memberikan tipe bagi masing-masing strata
Masjid tersebut:
1. Tipe A untuk Masjid Negara
2. Tipe B untuk Masjid Akbar
3. Tipe C untuk Masjid Raya
4. Tipe D untuk Masjid Agung
5. Tipe E untuk Masjid Besar
6. Tipe F untuk Masjid Jami
7. Tipe G untuk Masjid RW
Perkembangan Masjid Di Indonesia
Secara umum, arsitektur masjid di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua gaya utama, yaitu
masjid berkubah dan masjid bermustaka¹. Masjid berkubah adalah masjid yang memiliki atap
berbentuk kubah yang menjadi simbol arsitektur Islam sejak dibangunnya Qubbat A- Sakhrah
atau Kubah Batu di kompleks Masjid Al- Aqsha di Jerusalem. Masjid bermustaka adalah
masjid yang memiliki atap berbentuk tumpang atau limas yang bersusun dan ditutupi oleh
kemuncak atau mustaka yang merupakan pengaruh dari arsitektur Hindu-Buddha.
Masjid berkubah baru muncul di Indonesia pada sekitar abad ke-19, sebagai hasil dari
pengaruh Timur Tengah dan Eropa yang dibawa oleh para pedagang, ulama, dan penjajah.
Contoh masjid berkubah pertama di Indonesia adalah Masjid Sultan di Riau yang dibangun
pada masa kekuasaan Raja Abdul Rahman (1833-1843). 4 Masjid berkubah biasanya memiliki
bentuk geometris seperti lingkaran, persegi, atau segi delapan, dan dilengkapi dengan menara
sebagai tempat adzan. Masjid berkubah juga sering menggunakan ornamen-ornamen seperti
kaligrafi, ukiran, mozaik, dan geometri yang menunjukkan keindahan dan kemegahan Islam.
Masjid bermustaka lebih tua daripada masjid berkubah dan merupakan hasil dari akulturasi
budaya lokal dengan budaya Islam. Contoh masjid bermustaka tertua di Indonesia adalah

4
Gaya Arsitektur Bangunan Masjid di Indonesia – Kompas.com.
https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/17/ arsitektur-bangunan-masjid-di-indonesia. Di akses pada 13
September 2023 pukul 15.41 WIB
Masjid Agung Demak yang dibangun pada abad ke-15. 5 Masjid bermustaka biasanya
memiliki bentuk sederhana dan terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, atau
batu. Masjid bermustaka tidak memiliki menara, tetapi menggunakan bedug atau kentongan
sebagai alat panggil sholat. Masjid bermustaka juga sering menggunakan simbol-simbol lokal
seperti naga, burung garuda, atau bunga teratai yang menunjukkan kearifan dan keselarasan
dengan alam.
Selain dua gaya utama tersebut, arsitektur masjid di Indonesia juga mengalami perkembangan
dan inovasi seiring dengan zaman. Beberapa masjid di Indonesia memiliki gaya arsitektur
yang unik dan artistik yang mencerminkan kreativitas dan nilai seni para arsiteknya. Berikut
adalah beberapa contoh masjid dengan arsitektur yang istimewa di Indonesia:
1. Masjid Menara Kudus: Masjid ini dibangun pada tahun 1549 oleh Sunan Kudus, salah
satu wali sanga yang menyebarkan Islam di Jawa. Masjid ini memiliki menara
setinggi 18 meter yang berbentuk seperti candi Hindu-Buddha dengan hiasan relief
naga dan singa. Menara ini merupakan simbol toleransi antara agama- agama yang
hidup berdampingan di Kudus.
2. Masjid Baiturrahman: Masjid ini dibangun pada – tahun 1879 oleh pemerintah
kolonial Belanda sebagai ganti dari masjid lama yang dibakar saat Perang Aceh.
Masjid ini memiliki tujuh kubah besar dan delapan kubah kecil yang berwarna putih
bersih. Kubah-kubah ini melambangkan tujuh lapis langit dan delapan pintu surga
dalam Islam. Masjid ini juga memiliki pintu masuk yang besar dan bercelah-celah
yang membiarkan cahaya masuk ke dalam masjid.
3. Masjid Dian Al-Mahri: Masjid ini dibangun pada tahun 2006 oleh Hj. Dian Djuriah
Maimun Al- Rasyid, seorang pengusaha wanita yang bermimpi membangun masjid
megah. Masjid ini memiliki lima kubah yang dilapisi emas murni yang berkilau di
bawah sinar matahari. Kubah- kubah ini melambangkan lima rukun Islam. Masjid ini
juga memiliki interior yang mewah dan indah dengan hiasan kristal, marmer, dan
ukiran kayu.6

5
Perkembangan Arsitektur Masjid di Indonesia dan Contohnya.
https://www.arsitur.com/2017/03/perkembangan-arsitektur-masjid-di.html. Di akses Pada 13 September 2023
pukul 16.02 WIB
6
5 Arsitektur Masjid Bersejarah di Indonesia yang Penuh Filosofi. https://kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-
kreatif/5-Arsitektur-Masjid-Bersejarah-di- Indonesia-yang-Penuh-Filosofi. Di akses pada 13 September 2023
pukul 18.35 WIB

Anda mungkin juga menyukai