Anda di halaman 1dari 10

Masjid

Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid berarti tempat beribadah. Akar kata dari masjid adalah sajada dimana sajada berarti sujud atau tunduk. Kata masjid sendiri berakar dari bahasa Aram. Kata masgid (m-s-g-d) ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 Sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti "tiang suci" atau "tempat sembahan. Masjid kemudian dibangun di daerah luar Semenanjung Arab, seiring dengan kaum Muslim yang bermukim di luar Jazirah Arab. Mesir menjadi daerah pertama yang dikuasai oleh kaum Muslim Arab pada tahun 640. Sejak saat itu, ibu kota Mesir, Kairo dipenuhi dengan masjid. Maka dari itu, Kairo dijuluki sebagai kota seribu menara.[4]Beberapa masjid di Kairo berfungsi sebagai sekolah Islam atau madrasah bahkan sebagai rumah sakit.[5]Masjid di Sisilia dan Spanyol tidak menirukan desain arsitektur Visigoth, tetapi menirukan arsitektur bangsa Moor.[6]Para ilmuwan kemudian memperkirakan bahwa bentuk bangunan pra-Islam kemudian diubah menjadi bentuk arsitektur Islam ala Andalus dan Magribi, seperti contoh lengkung tapal kuda di pintu-pintu masjid.[7] Masjid pertama di Cina berdiri pada abad ke 8 Masehi di Xi'an. Masjid Raya Xi'an, yang terakhir kali di rekonstruksi pada abad ke 18 Masehi, mengikuti arsitektur Cina. Masjid di bagian barat Cina seperti di daerah Xinjiang, mengikuti arsitektur Arab, dimana di masjid terdapat kubah dan menara. Sedangkan, di timur Cina, seperti di daerah Beijing, mengandung arsitektur Cina.[8] Masjid mulai masuk di daerah India pada abad ke 16 semasa kerajaan Mugal berkuasa. Masjid di India mempunyai karakteristik arsitektur masjid yang lain, seperti kubah yang berbentuk seperti bawang. Kubah jenis ini dapat dilihat di Masjid Jama, Delhi. Masjid pertama kali didirikan di Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke 11 Masehi, dimana pada saat itu orang-orang Turki mulai masuk agama Islam. Beberapa masjid awal di Turki adalah Aya Sofya, dimana pada zaman Bizantium, bangunan Aya Sofya merupakan sebuah katedral. Kesultanan Utsmaniyah memiliki karakteristik arsitektur masjid yang unik, terdiri dari kubah yang besar, menara dan bagian luar gedung yang lapang. Masjid di Kesultanan Usmaniyah biasanya mengkolaborasikan tiang-tiang yang tinggi, jalur-jalur kecil di antara shaf-shaf, dan langit-langit yang tinggi, juga dengan menggabungkan mihrab dalam satu masjid.[9] Sampai saat ini, Turki merupakan rumah dari masjid yang berciri khas arsitektur Utsmaniyah. Secara bertahap, masjid masuk ke beberapa bagian di Eropa. Perkembangan jumlah masjid secara pesat mulai terlihat seabad yang lalu, ketika banyak imigran Muslim yang masuk ke Eropa. Kota-kota besar di Eropa, seperti Mnchen, London dan Paris memilki masjid yang besar dengan kubah dan menara. Masjid ini biasanya

terletak di daerah urban sebagai pusat komunitas dan kegiatan sosial untuk para muslim di daerah tersebut. Walaupun begitu, seseorang dapat menemukan sebuah masjid di Eropa apabila di sekitar daerah tersebut ditinggali oleh kaum Muslim dalam jumlah yang cukup banyak.[10] Masjid pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke 20. Masjid yang pertama didirikan di Amerika Serikat adalah di daerah Cedar Rapids, Iowa yang dibangun pada kurun akhir 1920an. Bagaimanapun, semakin banyak imigran Muslim yang datang ke Amerika Serikat, terutama dari Asia Selatan, jumlah masjid di Amerika Serikat bertambah secara drastis. Dimana jumlah masjid pada waktu 1950 sekitar 2% dari jumlah masjid di Amerika Serikat, pada tahun 1980, 50% jumlah masjid di Amerika Serikat didirikan. Bentuk masjid telah diubah di beberapa bagian negara Islam di dunia. Gaya masjid terkenal yang sering dipakai adalah bentuk masjid Abbasi, bentuk T, dan bentuk kubah pusat di Anatolia. Negara-negara yang kaya akan minyak biasanya membangun masjid yang megah dengan biaya yang besar dan pembangunannya dipimpin oleh arsitek non-Muslim yang dibantu oleh arsitek Muslim. Masjid di Kobe, Jepang Arab-plan atau hypostyle adalah bentuk-bentuk awal masjid yang sering dipakai dan dipelopori oleh Bani Umayyah. Masjid ini berbentuk persegi ataupun persegi panjang yang dibangun pada sebuah dataran dengan halaman yang tertutup dan tempat ibadah di dalam. Halaman di masjid sering digunakan untuk menampung jamaah pada hari Jumat. Beberapa masjid berbentuk hypostyle ayau masjid yang berukuran besar, biasanya mempunyai atap datar diatasnya, dan digunakan untuk penopang tiang-tiang.[1] Contoh masjid yang menggunakan bentuk hypostyle adalah Masjid Kordoba, di Kordoba, yang dibangun dengan 850 tiang.[33] Beberapa masjid bergaya hypostyle memiliki atap melengkung yang memberikan keteduhan bagi jamaah di masjid. Masjid bergaya arab-plan mulai dibangun pada masa Abbasiyah dan Umayyah, tapi masjid bergaya arab-plan tidak terlalu disenangi. Masjid El Rahman diCherchell di Aljazair (dibangun tahun 1574 di masa Kesultanan Utsmaniyah) Kesultanan Utsmaniyah kemudian memperkenalkan bentuk masjid dengan kubah di tengah pada abad ke-15 dan memiliki kubah yang besar, dimana kubah ini melingkupi sebagian besar area salat. Beberapa kubah kecil juga ditambahkan di area luar tempat ibadah.[34] Gaya ini sangat dipengaruhi oleh bangunan-bangunan dari Bizantium yang menggunakan kubah besar.[1] Masjid gaya Iwan juga dikenal dengan bagian masjid yang dikubah. Gaya ini diambil dari arsitektur Iran pra-Islam. Bentuk umum dari sebuah masjid adalah keberadaan menara. Menara asal katanya dari bahasa Arab "nar" yang artinya "api"( api di atas menara/lampu) yang terlihat dari kejauhan. Menara di masjid biasanya tinggi dan berada di bagian pojok dari kompleks masjid. Menara masjid tertinggi di dunia berada di Masjid Hassan II, Casablanca, Maroko.[35] Masjid-masjid pada zaman Nabi Muhammad tidak memiliki menara, dan hal ini mulai diterapkan oleh pengikut ajaran Wahabiyyah, yang melarang pembangunan menara dan menganggap menara tidak penting dalam kompleks masjid. Menara

pertama kali dibangun di Basra pada tahun 665 sewaktu pemerintahan khalifah Bani Umayyah, Muawiyah I, yang mendukung pembangunan menara masjid untuk menyaingi menara-menara lonceng pada gereja. Menara bertujuan sebagai tempat muazin mengumandangkan azan. Untuk Kriteria pengajuan lokasi pembangunan masjid/mushola : 1. Status Tanah : Wakaf dan/atau Fasos/Fasum (Ada surat serah terima pengelolaan fasos/fasum dari PENGEMBANG) 2. Jarak masjid yang ada min 1 KM 4. Padat penduduk 5. Pembangunan di mulai dari awal (tanah kosong), bukan rehab atau renovasi 6. Akses mudah di jangkau 7. Jika memungkinkan lokasi di pinggir jalan

Keberadaan Masjid dalam sebuah lingkungan perumahan dengan aktifitas sholat berjamaah yang selalu ramai dan makmur, memiliki kondisi bangunan yang bersih, asri dan terawat dengan benar menjadi indikator langsung untuk menilai tingkat keberadaan dan keber-agama-an umat islam di lingkungan perumahan tersebut. Karena masjid tidak hanya berfungsi secara Spiritual tetapi harus juga dapat berfungsi secara educational dan sosial. Masjid merupakan tempat yang tepat bagi masyarakat banyak dalam membentuk, memperkuat serta memperkokoh tali Silatur-rahiim dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan tersebut. Masjid juga dapat berfungsi sebagai tempat terjadinya interaksi langsung antara anggota masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, status sosial, pangkat dan kekudukan. Artinya masjid menjadi tempat berkumpulnya umat islam untuk beribadah kepada Allah dan bersosialisasi antara sesamanya. Masjid dapat dikatakan representatif / layak apabila di masjid tersebut masyarakat dapat melaksanakan shalat secara berjamaah dengan tenang, nyaman, khusyu dan dapat juga melaksanakan kegiatan pendidikan keagamaan serta menampung berbagai kegiatan atau aktivitas sosial bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Masjid yang baik harus berada pada lingkungan yang baik, aman, nyaman, asri dan tertata dengan benar, strategis, mudah diakses, dan mudah diketahui keberadaannya. Komposisi bangunan terhadap lahan idealnya antara 30% luas bagunan - 70% luas lahan atau setidaknya 40% luas bangunan - 60% luas lahan. Lahan-lahan yang terbuka hendaknya dibuat penghijauan dengan menanam berbagai Tumbuhan yang dapat menyerap dan menampung air.

LATAR BELAKANG Penataan ulang dan Pembangunan sebuah Masjid perlu dilakukan segera, mengingat :

1. Arah bangunan Masjid Al Barokah saat ini melenceng 25 derajat dari Kabah di Masjidil Haram sebagai Qiblat masjid seluruh dunia. 2. Tata ruang masjid berantakan secara estetika. 3. Fungsi Masjid sebagai tempat shalat dan ruang Kemashlahatan masjid (Ruang Penunjang kegiatan masjid selain shalat) belum terdefinisikan dengan jelas. Sebagai contoh kita sering merasa bingung bahwa sebenarnya kita sedang shalat di WC atau sedang buang hajat di masjid. 4. Pertumbuhan aktifitas keagamaan masyarakat yang terus meningkat menjadikannya harus berbenah diri dan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas berbagai kegiatan peribadatan dan aktivitas sosial lainnya dan selalu berkembang mengikuti tuntutan zaman. 5. Potensial sebagai Pusat Dawah Islamiyyah. 6. Potensial sebagai sarana ibadah, pendidikan dan kegiatan sosial. 7. Potensial sebagai Pusat Ukhuwah Islamiyyah. 8. Potensial sebagai Pusat Interaksi sosial dan Budaya. 9. Sarana ibadah yang aplikatif dan sarana pendidikan dan sosial kemasyarakatan yang Efektif. 10. Gaya hidup warga di sekitarnya yang Spiritual, bersih, rukun, elegan dan Sportif.

TUGASPOKOK 1. Menata ulang bangunan masjid ke arah qiblat secara benar. 2. Memberikan tata ruang bangunan masjid terhadap lingkungan yang sehat dan representatif. 3. Meningkatkan kenyamanan, kekhusyuan beribadah baik perorangan maupun berjamaah. 4. Menciptakan suasana masjid yang mamur oleh berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. 5. Menciptakan lingkungan masjid yang aman dan nyaman.

TUJUAN DAN SASARAN Tujuan dari renovasi masjid ini adalah terwujudnya bangunan Masjid yang representatif dengan penataan ruang yang optimal sehingga tujuan dan fungsi Masjid dapat tercapai. Sasaran yang hendak dicapai adalah : 1. Meningkatkan kualitas ibadah jamaah dan masyarakat di sekitar masjid. 2. Menjadikan Lingkungan masjid bersih, asri, tertib dan menunjang kekhusyuan ibadah. 3. Terpenuhinya semua ruang yang dibutuhkan. 4. Meningkatkan kekhusyuan peribadatan, fungsi pendidikan keagamaan dan fungsi sosial . 5. Memamurkan masjid.

6. Pemanfaatan lahan yang efektif. 7. Terciptanya tata ruang hijau dan ruang terbuka sebagai peresapan air. 8. Terciptanya rasio luas ruang terhadap jumlah jamaah yang seimbang dan proposional. HASIL YANG DIHARAPKAN Bangunan Masjid yang tertata rapi dan memiliki ruang-ruang yang dapat menampung seluruh kegiatan masjid. 1. Mempunyai ruang Kemashlahatan (Ruang Penunjang kegiatan masjid selain shalat) dan terpisah dengan jelas. 2. Meningkatkan kekhusyuan beribadah. 3. Memiliki Fasilitas Pendidikan Keagamaan, fasilitas Sosial dan Fasilitas Penunjang yang memadai. 4. Semua kegiatan masjid terfokus dan terintegrasi sehingga mudah melakukan evaluasi dan perbaikan yang dibutuhkan. 5. Memberikan aksesibilitas yang tinggi bagi jamaahnya. 6. Memberikan pelayanan yang aman, nyaman, tertib, dan tentram. LOKASI 1. Mudah dijangkau dari berbagai arah. 2. Aman, Nyaman, Asri dan bebas banjir. 3. Lokasi memiliki air tanah dengan kualitas yang baik dan layak dikonsumsi. 4. Lahan Datar, Rata, sedikit Berkontur. 5. Lahan terletak di Lokasi Strategis. 6. Lahan berada di Tepi Jalan. 7. Jalan menuju Lokasi Lahan Sudah diaspal HOTMIX. 8. Jalan ke Lokasi Lahan selebar 4 M hingga 6 M. 9. Aksesibilatas jamaah menuju Lokasi Lahan masjid Mudah. 10. Lokasi masjid terdapat di daerah yang terus tumbuh dan berkembang dan makin bertambahnya jumlah jamaah di sekelilingnya. Dengan berbagai keunggulan tersebut di atas, pemilihan lokasi yang telah ditetapkan sangat ideal, strategis, potensial dan memiliki berbagai keunggulan apabila dikembangkan untuk Pusat Peribadatan, Pendidikan dan aktifitas sosial keagamaan umat Islam dan di sekitarnya.

ASPEK LEGAL Aspek Legal yang mendasari Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) tersebut antara lain: 1. Rencana Tata Ruang Wilayah. 2. Rencana Umum Tata Ruang Kota. 3. Status Tanah dan Bangunan. Aspek Legal ini tidak kalah pentingnya dengan aspek lainnya, mengingat Legalitas merupakan dasar dari perencanaan yang memiliki kekuatan hukum. Sehingga penggunaan lahan, bangunan dan pemanfatannya sesuai dengan arah

perkembangan kota, serta dapat menimbulkan efek positif bagi warga di sekitarnya dan jamaah yang akan menggunakannya. KONSEP DASAR Sesuai dengan Karakteristik wilayah tersebut merupakan daerah yang masih hijau dan asri, Maka pembangunannya dikembangkan dengan mempertahankan lingkungan yang khusyu, hijau yang bersih, nyaman, aman, mencerminkan warga di sekitarnya yang agamis, displin dan cinta kebersihan dan keindahan. 1. Bangunan memiliki nilai-nilai filosofi yang islami. 2. Kesesuaian dengan fungsi masjid dan lingkungan adalah pertimbangan yang ideal bagi Perencanaan yang selaras dan Harmonis. 3. Tampilan disain diharapkan mencerminkan nilai-nilai islam, kesatuan dengan lingkungan, minimalis dan tidak lekang dimakan zaman. MASTER PLAN Tahapan pembangunan dan Rencana pemanfaatan ruang dirancang sesuai dengan misi dan visi yang dibutuhkan dengan komposisi sebagai berikut : A. Sarana dan Prasarana, 1. Kapasitas parkir yang cukup, khususnya untuk kendaraan roda dua. 2. Adanya ruang Kemashlahatan Masjid (Ruang penunjang kegiatan masjid selain shalat). 3. Ruang wudhu yang terintegrasi dengan bangunan utama. 4. WC yang terpisah dari bangunan utama. 5. Memiliki Halaman Luas. 6. Masjid tidak berpagar agar terkesan Luas dan mudah diakses dari berbagai sudut. 7. Fasilitas jalan yang memadai, aman dan nyaman. 8. Fasilitas Kegiatan Outdoor. 9. Saluran air kotor dan air hujan. 10. Resapan Air Hujan. 11. Fasilitas Taman atau Landscape. B. Spesifikasi Teknis 1. Pondasi, Sloof, kolom dan ring balok dengan beton bertulang mutu K 225 - K 250. 2. Dinding bata merah diplester / aci dengan finishing cat, sebagian besar dinding Preecast untuk efisiensi biaya, waktu pelaksanaan pembangunan. 3. Dinding luar dilapis granite atau batu alam. 4. Dinding Kamar mandi dilapis Keramik Roman atau setara. 5. Lantai teras dilapis keramik Type Oscar Roman atau setara. 6. Lantai kamar mandi dilapis keramik type kulit jeruk Roman. 7. Kaca 5 mm 10 mm rayban atau bening merk Asahi Mas atau setara. 8. Atap beton bertulang, kubah beton Pra cetak, Preecast atau GRC. 9. Plat lantai menggunakan beton. 10. Kamar mandi dan WC lengkap dengan septic-tank dan rembesan.

11. Philosophy Bangunan, 12. Entrace (Pintu masuk utama) ada tiga, melambangkan Rukun Agama yang terdiri dari tiga bagian. Iman, Islam dan Ihsan. 13. Tangga naik ada dua, melambangkan Pedoman Hidup yaitu Alquran dan As sunnah. 14. Jumlah anak tangga di setiap tangga ada 30, melambangkan Alquran yang terdiri dari 30 Juz. 15. Pintu lantai dasar ada dua puluh pintu, melambangkan Sifat dua puluh Allah Swt. (Wujud, Qidam, Baqa, dst). 16. Kolom Artifisial Entrance dan Mihrab Imam ada 4, melambangkan sifatsifat wajib yang ada pada rasul (Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah). 17. Kolom Artifisial tempat kubah kecil ada 4, melambangkan empat sifat mustahil yang ada pada rasul (Kidzib, Khiyanat, Kitman, dan Baladah). 18. Kubah besar ada satu melambangkan Keesaan Allah Swt. 19. Kubah kecil ada lima, melambangkan Rukun Islam yang lima. 20. Kubah besar ada satu ditambah kubah kecil yang ada lima seluruh kubah berjumlah enam, melambangkan Rukun Iman yang enam. 21. Jendela atas dan bawah berjumlah 17, melambangkan jumlah bilangan rakaat dalam shalat wajib sehari semalam. Masing-masing jendela memiliki dua daun jendela, melambangkan dua kali sujud dalam setiap rakaat shalat. 22. Jumlah Ornamen bidang plafond di lantai dasar ada 17, melambangkan jumlah rakaat shalat wajib sehari semalam. 23. Jumlah Ornamen bidang plafond di lantai atas ada 20, melambangkan dua puluh sifat mustahil yang ada pada Allah. 24. Jumlah titik lampu plafond di lantai dasar ada 99 dan di lantai atas juga 99, melambangkan Asmaaul Husna. KESIMPULAN Berbagai alasan yang mendasari renovasi dan pembangunan masjid ini dapat disimpulkan telah memenuhi syarat dan kelayakan pembangunan, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Latar belakang renovasi dan pembangunan Masjid. Perencanaan yang matang, tepat dan terukur. Lokasi strategis dan potensial. Aspek Legal baik. Dikelola secara Profesional, terarah, terpadu dan Accountable. Konsep Dasar jelas dan terarah. Kesadaran beribadah Jamaahnya dan masyarakat sekitar masjid yang terus berkembang. 8. Berbagai permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dan dicari solusinya. 9. Perencanaan Pembangunan, tahapan pekerjaan dan aspek teknis lainnya menggunakan tenaga ahli dan profesional di bidangnya.

Data Kecamatan dan Kelurahan di Makassar

Kecamatan/Kelurahan Kecamatan Mariso Kelurahan Kunjung Mae Kelurahan Panambungan Kelurahan Tamarunang Kelurahan Kampung Buyang Kelurahan Bontorannu Kelurahan Mariso Kelurahan Mattoanging Kelurahan Lette Kelurahan Mario Kecamatan Mamajang Kelurahan Parang Kelurahan Labuang Baji Kelurahan Mamajang Dalam Kelurahan Maricaya Selatan Kelurahan Mandala Kelurahan Bonto Biraeng Kelurahan Karang Anyer Nyawa Kelurahan Sambung Jawa Kelurahan Tamparang Keke Kelurahan Baji Mappakasunggu Kelurahan Pa'batang Kelurahan Bonto Lebang Kelurahan Mamajang Luar Kecamatan Makassar Kelurahan Barabaraya Selatan Kelurahan Barabaraya Utara Kelurahan Maradekaya Selatan Kelurahan Maccini Kelurahan Maricaya Kelurahan Maricaya Baru Kelurahan Maccini Gusung Kelurahan Barabaraya Timur Kelurahan Barabaraya Kelurahan Lariang Bangi Kelurahan Barana Kelurahan Maradekaya Utara Kelurahan Maradekaya Kelurahan Maccini Parang Kecamatan Ujung Pandang Kelurahan Lajangiru Kelurahan Lae-lae Kelurahan Mangkura Kelurahan Losari Kelurahan Bulo Gading Kelurahan Baru Kelurahan Maloku Kelurahan Sawerigading Kelurahan Pisang Selatan Kelurahan Pisang Utara Kecamatan Wajo Kelurahan Pattunuang Kelurahan Malimongan Kelurahan Butung Kelurahan Malimongan Tua Kelurahan Ende Kelurahan Mampu Kelurahan Melayu Kelurahan Melayu Baru Kecamatan Ujung Tanah Kelurahan Tabaringan Kelurahan Mamalabba Kelurahan Pattingalloang Kelurahan Totaka Kelurahan Camba Berua Kelurahan Pattingaloang Baru Kelurahan Kodingareng Kelurahan Ujung Tanah Kelurahan Cambaya Kelurahan Barang Caddi Kelurahan Barang lompo Kelurahan Gusung Kecamatan Bontoala

Alamat Jl. Dahlia Jl. Cendrawasih no. 19 Jl. Cendrawasih No. 28/44 Jl. Nuri Baru No. 103 Jl. Seroja No. 5 Jl. Anggrek III/2 Jl. Nuri Lr. 302/14 Jl. Culang no. 3 872 815 Jl. Rajawali No. 71 Jl. Mappanyuki Lr 131/14 Jl. Lanto Dg Pasewang Jl. Kakatua II No. 51 Jl. Landak I No. 21 Jl. Landak Baru No. 5 Jl. Veteran No. 152 Jl. Lanto Dg Pasewang Jl. Badak N0. 52 872 815 Jl. Baji Jl. Cendrawasih N. 454 Jl. Baji Pangasseng No. 59 A Jl. Baji Ati No. 2 Jl. Kakatua II No. 54 A Jl. Inspeksi Kanal No. 14 Jl. Onta Lama No. 1 Jl. Gunung Nona Jl. Abubakar Lambogo II No. 35 Jl. Dg Situju No. 38 Jl. Sungai Saddang IV No. 13 Jl. Urip Sumoharjo No. 10 Jl. Kijang No. 35 Jl. Monginsidi Baru No. 2 A Jl. Maccini Baru A2 Jl. Inspeksi Kanal Sumpah Jl. Kerung-Kerung Lr. 12 No 35 Jl. Bambapuang II No.2 Jl. Balana I No. 45 Jl. Kerung-Kerung Jl. Veteran Utara Jl. Kesatuan III No. 17 Jl. Kompleks PDAM Jl. Sungai Limboto Lr.55 No.16 Pulau Lae-Lae Jl. Batu Putih Bundar No. 3 Jl. Arif Rate No. 1 A Jl. W.R Supratman No. 7 Jl. Samiun No. 15 Jl. Datumuseng No. 30 Jl. Bontolempangan No. 8 Jl. Gunung Merapi No. 176 Jl. Sungai Cilendu No. 1 Jl. Sarappo Jl. R.S Akademis No. 17 Jl. Da'wah No. 7A Jl. Sarappo No. 100 Jl. Salemo No. 60 Jl. Timor No, 79 Jl. Sarappo No. 209 Jl. Buru No. 12 Jl. Ternate No. 4 Jl. Sabutung Baru Jl. Cakalang No. 17 Jl. Satando No. 55 Jl. Barukang II Jl. Serda Usman Ali No 12 Jl. Pondik Kasih Ibu Jl. Pulau Kodongareng Jl. Kalimantan No. 105 A Jl. Barukang Utara Pulau Barang Caddi Pulau Barang Lompo Jl. Barukang Utara No. 127 Jl. Lobak No.2

Kelurahan Baraya Kelurahan Bontoala Kelurahan Parang Layang Kelurahan Wajo Baru Kelurahan Timungan Lompoa Kelurahan Bontoala Parang Kelurahan Bontoala Tua Kelurahan Bunga Ejaya Kelurahan Tompo Balang Kelurahan Layang Kelurahan Gaddong Kelurahan Malimongan Baru Kecamatan Tamalate Kelurahan Parang Tambung Kelurahan Tanjung Merdeka Kelurahan Pa'baeng-baeng Kelurahan Bungaya Kelurahan Balang Baru Kelurahan Mangasa Kelurahan Jongaya Kelurahan Mannuruki Kelurahan Maccini Sombala Kelurahan Barombong Kecamatan Tallo Kelurahan Lembo Kelurahan Rappo Jawa Kelurahan Kaluku Bodoa Kelurahan Bunga Eja Beru Kelurahan Tallo Kelurahan Tammua Kelurahan Buloa Kelurahan Rappokalling Kelurahan Kalukuang Kelurahan Lakkang Kelurahan Ujung Pandang Baru Kelurahan Pannampu Kelurahan La'latang Kelurahan Suangga Kelurahan Walawalaya Kecamatan Rappocini Kelurahan Gunung Sari Kelurahan Buakana Kelurahan Banta-bantaeng Kelurahan Rappocini Kelurahan Karunrung Kelurahan Tidung Kelurahan Ballaparang Kelurahan Mappala Kelurahan Bonto Makkio Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Panakkukang Kelurahan Tamamaung Kelurahan Panaikang Kelurahan Sinrijala Kelurahan Masale Kelurahan Karuwisi Utara Kelurahan Karuwisi Kelurahan Pampang Kelurahan Pandang Kelurahan Karampuang Kelurahan Tello Baru Kelurahan Paropo Kecamatan Manggala Kelurahan Batua Kelurahan Borong Kelurahan Bangkala Kelurahan Antang Kelurahan Tamangapa Kelurahan Manggala Kecamatan Biringkanaya Kelurahan Daya Kelurahan Bulurokeng Kelurahan Sudiang Raya Kelurahan Untia Kelurahan Sudiang Kelurahan Pai

Jl. Kandea No. 5 Jl. Bandang No. 3 Jl. Bandang IV No. 2 Jl. Bayam No. 65 Jl. Kalumpang No. 33 Jl. Satangnga No. 63 Jl. Kandea 118/25 Jl. Tinimbu No. 15 Jl. Gunung Bawakaraeng Lr.15 e Jl. Tinumbu Lr.149 No.21 Jl. Gunung Latimojong III No.25 Jl. Sultan Dg Raja N. 34 Jl. Tanjung Merdeka No. 181 Jl. Dg. Tata III No. 74 Tanjung Merdeka Jl. Andi Tonro II No. 18 Jl. A. Mangerangi Lr. II No.12 Jl. Tanggul Patompo No. 18 Jl. Sultan Alauddin II No. 134 Jl. Dg Ngeppe No. 43 BTN Tabaria Blok D. 1 Jl. Manunggal 31 No. 54 Jl. Perjanjian Bungaya N. 11 Jl. Ade Irma Nasution No.2 Jl. Sunu (Komp Unhas) Jl. Dg Regge II Lr. II. No.2 Jl. Kelurahan No. 42 Jl. Kandea III Lr. 6 Jl. Sultan Abdullah I No. 19 Jl. Rappokalling Raya Jl. Sultan Abdullah Raya No. 11 Jl. Dg Lanto 47 Jl. Petta Punggawa No,95 Jl. Nurul Ansar No. 51 Jl. Ade Irma Nasution No.2 Jl. Inda Raya No. 1 Jl. Korban 40.000 Ribu Jiwa No.10 Jl. Sunu Blok M. No.14 Komp Unhas Jl. Ade Irma Nasution No.30 Jl. Teduh Bersinar Jl. Tala'salapang Jl. Cilallang Raya Jl. R.S Faisal XIV No. 1 Jl. Inspeksi Kanal Jl. BTN Minasa Upa Jl. Mappala II No. 38 Jl. Timah Raya No. 3 Jl. Tamalate II No. 1 Jl. Tamalate I No. 2 Jl. Tamalate IX No.1 Jl. Batua Raya Jl. Abdullah Dg. Sirua No. 10 Jl. H. Kallla No. 1 Jl. Suka Damai Jl. Ance Dg Ngoya Jl. Urip Sumoharjo Jl. Gembira No. 82 Jl. Pampang II Jl. Abdullah Dg. Sirua No. 192 Jl. Racing Centre Blok G.1 Jl. Urip Sumoharjo No. 2 Jl. Toddo[puli Raya No. 100 Perumnas Antang Jl. Abdullahn Dg Sirua Jl. Toddopuli IV No. 25 BTN Makkio Baji Jl. Antang Raya Jl. Tamangapa Raya No. 126 Jl. Batua Raya Jl. Prof. Dr. Sutami Jl. Perintis Kemerdekaan Jl. Prof. Dr. Sutami No. 71 Jl. Manuruki 41 Kompleks Perkampungan Nelayan Jl. Perintis Kemerdekaan Taman Sudiang Indah

Kelurahan Paccerekkang Kecamatan Tamalanrea Kelurahan Tamalanrea Indah Kelurahan Tamalanrea Jaya Kelurahan Parangloe Kelurahan Tamalanrea Kelurahan Kapasa Kelurahan Bira

BTN Mangasa III permai Jl. Perintis Kemerdekaan BTN Antara D/10 Perumahan Dosen UNHAS Jl. Batua Raya Jl. Tamalanrea Raya No. 1 Jl. Biring Romang Jl. Prof Dr. Sutami