0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Makalah Metode Keselamatan

Makalah ini membahas tentang Process Hazard Analysis (PHA) yang merupakan metode untuk mengidentifikasi bahaya pada fasilitas proses dan menilai risikonya secara kualitatif atau semi-kuantitatif. Beberapa metode PHA dijelaskan seperti HAZOP, What-If Analysis, FMEA, dan LOPA beserta langkah-langkah untuk melakukan analisis bahaya proses."

Diunggah oleh

bebenanf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Makalah Metode Keselamatan

Makalah ini membahas tentang Process Hazard Analysis (PHA) yang merupakan metode untuk mengidentifikasi bahaya pada fasilitas proses dan menilai risikonya secara kualitatif atau semi-kuantitatif. Beberapa metode PHA dijelaskan seperti HAZOP, What-If Analysis, FMEA, dan LOPA beserta langkah-langkah untuk melakukan analisis bahaya proses."

Diunggah oleh

bebenanf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH KESELAMATAN KERJA

METODE KESELAMATAN
PROCESS HAZARD ANALYSIS (PHA)

Benyamin Shajira
(23230100003)

UNIVERSITAS INDONESIA MAJU


FAKULTAS VOKASI
PRODI SARJANA TERAPAN
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

i
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Process Hazard
Analysis”
Adapun maksud dilaksanakannya penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata kuliah Keselamatan Kerja yang diberikan oleh dosen pembimbing saya. Saya
sebagai penyusun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu
penyusunan makalah ini.
Saya mengharapkan kritik dan saran yang bermanfaat. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta, April 2024

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii


DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................................... 2
BAB II PROCESS HAZARD ANALYSIS (PHA) ...................................................... 3
2.1 Pengertian PHA ........................................................................................................3
2.2 Metode PHA ........................................................................................................ 4
2.3 Langkah PHA ............................................................................................................ 5
BAB III PENUTUP ...................................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik,
sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan
terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat
dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya
kerugian ekonomi atau kesehatan.

Menurut International Labour Organization (ILO) kesehatan keselamatan kerja atau


Occupational Safety and Health adalah meningkatan dan memelihara derajat tertinggi
semua pekerja baik secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial di semua jenis pekerjaan,
mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pekerjaan, melindungi
pekerja pada setiap pekerjaan dari risiko yang timbul dari faktor-faktor yang dapat
mengganggu kesehatan, menempatkan dan memelihara pekerja di lingkungan kerja yang
sesuai dengan kondisi fisologis dan psikologis pekerja dan untuk menciptakan kesesuaian
antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap orang dengan tugasnya.

Tujuan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) antara lain, menciptakan
lingkungan kerja yang selamat dengan melakukan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif
dan menciptakan kondisi yang sehat bagi karyawan, keluarga dan masyarakat sekitarnya
melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Keselamatan proses merupakan faktor utama yang sering dibahas oleh industri-industri
kimia beberapa tahun terakhir ini. Salah satu metode semi-kuantitatif yang dapat digunakan
untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan tingkat risiko bahaya yaitu dengan
Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA). Hazard and
Operability Studies (HAZOP) dan What-If Analysis merupakan metode identifikasi bahaya
kualitatif yang sering diterapkan secara simultan untuk PHA-SOA.

1.2 Rumusan masalah

a. Apa yang dimaksud dengan Process Hazard Analysis (PHA)?


b. Apa metode yang digunakan untuk melakukan PHA?

1
c. Apa langkah yang dapat diambil untuk melakukan PHA?

1.3 Tujuan

a. Mengetahui pengertian Process Hazard Analysis (PHA)


b. Mengetahui metodologi untuk melakukan PHA
c. Mengetahui langkah-langkah untuk melakukan PHA

2
BAB II

PROCESS HAZARD ANALYSIS (PHA)

2.1 Pengertian PHA

Analisis bahaya proses (PHA) atau evaluasi bahaya proses adalah latihan untuk
mengidentifikasi bahaya pada fasilitas proses dan penilaian kualitatif atau semi-kuantitatif
terhadap risiko terkait. PHA memberikan informasi yang dimaksudkan untuk membantu
manajer dan karyawan dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan
mengurangi konsekuensi pelepasan bahan berbahaya yang tidak diinginkan atau tidak
direncanakan. PHA diarahkan untuk menganalisis potensi penyebab dan konsekuensi
kebakaran, ledakan, pelepasan bahan kimia beracun atau mudah terbakar, dan tumpahan
besar bahan kimia berbahaya, dan fokus pada peralatan, instrumentasi, utilitas, tindakan
manusia, dan faktor eksternal yang mungkin berdampak pada proses tersebut. Ini adalah
salah satu elemen program OSHA untuk Manajemen Keamanan Proses.

Ada beberapa metodologi yang dapat digunakan untuk melakukan PHA, termasuk daftar
periksa, tinjauan identifikasi bahaya (HAZID), tinjauan What-If dan SWIFT, studi bahaya
dan pengoperasian (HAZOP), analisis mode kegagalan dan efek (FMEA), dll. Metode ini
bersifat kualitatif atau bersifat semikuantitatif. Elemen sederhana dari kuantifikasi risiko
sering kali diperkenalkan dalam bentuk matriks risiko, seperti dalam analisis bahaya
pendahuluan (PreHA). Pemilihan metodologi yang akan digunakan bergantung pada
sejumlah faktor, termasuk kompleksitas proses, lamanya waktu suatu proses dijalankan dan
apakah PHA telah dilakukan pada proses tersebut sebelumnya, dan apakah prosesnya unik
atau umum secara industri. Metode kuantitatif untuk penilaian risiko, seperti analisis lapisan
perlindungan (LOPA) atau analisis pohon kesalahan (FTA) dapat digunakan setelah PHA,
jika tim PHA tidak dapat mengambil keputusan risiko untuk skenario tertentu.

PHA diwajibkan oleh peraturan PSM OSHA dan RMP EPA di AS serta peraturan
keselamatan proses dan manajemen risiko di seluruh dunia. Ini adalah praktik teknik yang
baik. Perusahaan yang menangani atau mengolah bahan kimia yang sangat berbahaya
mempunyai tanggung jawab untuk melindungi karyawan, masyarakat dan lingkungan dari
paparan terhadap pelepasan yang tidak disengaja. PHA juga membantu melindungi terhadap

3
waktu henti proses, kerusakan properti, masalah kualitas produk, dan publisitas buruk akibat
kecelakaan.

2.2 Metode PHA

Ada beberapa metode untuk melakukan analisis bahaya proses, yang masing-masing
memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Metode analisis bahaya proses yang paling
umum digunakan adalah:

1. Studi Bahaya dan Pengoperasian (HAZOP)

HAZOP adalah pendekatan terstruktur dan sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya
dalam suatu proses. Ini melibatkan tim ahli yang secara sistematis memeriksa setiap elemen
proses dan mengidentifikasi potensi penyimpangan dari operasi yang dimaksudkan.

2. Analisis What-If

Analisis What-If adalah metode kualitatif yang melibatkan pengajuan skenario hipotetis dan
memeriksa konsekuensi dari setiap skenario. Ini adalah metode sederhana dan efektif untuk
mengidentifikasi potensi bahaya dan mengevaluasi efektivitas pengendalian yang ada.

3. Analisis Mode dan Efek Kegagalan (FMEA)

FMEA adalah metode kuantitatif yang melibatkan evaluasi setiap komponen sistem atau
proses untuk mengidentifikasi potensi mode kegagalan dan dampaknya. Review dimulai
dengan diagram operasi, termasuk setiap komponen yang mungkin gagal dan mempengaruhi
keselamatan operasi.

4. Analisis Lapisan Perlindungan (LOPA)

LOPA adalah teknik penilaian risiko yang mengevaluasi efektivitas perlindungan berlapis
untuk mencegah atau memitigasi potensi bahaya. Hal ini melibatkan identifikasi potensi
bahaya, menentukan kemungkinan dan konsekuensi dari setiap bahaya, dan mengevaluasi
efektivitas upaya perlindungan dan mitigasi yang ada.

5. Analisis Pohon Kesalahan (FTA)

FTA adalah pendekatan top-down yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan
sistem dan penyebabnya. Ini melibatkan pengembangan diagram logis yang menggambarkan
hubungan antara kejadian awal, komponen sistem, dan mode kegagalan potensial. Misalnya,
jika salah satu bagian mesin rusak, FTA dapat digunakan untuk melihat bagaimana kerusakan

4
tersebut mempengaruhi bagian lain dan apakah bagian tersebut masih berfungsi dengan baik
atau tidak adalah pendekatan terstruktur untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara
peristiwa yang mengarah pada hasil yang tidak diinginkan.

6. Analisis Pohon Peristiwa (ETA)

ETA adalah pendekatan bottom-up yang digunakan untuk mengevaluasi potensi konsekuensi
dari suatu peristiwa. Di sini pengembangan diagram logis menggambarkan kemungkinan
hasil suatu peristiwa dan probabilitas terkait.

7. Analisis Bow Tie

Analisis Bow Tie adalah pendekatan visual yang mengidentifikasi potensi bahaya,
penyebabnya, dan konsekuensi dari setiap bahaya. Dalam pendekatan ini, para insinyur akan
mengembangkan diagram yang terlihat seperti dasi kupu-kupu, dengan potensi penyebab
bahaya di satu sisi dan potensi konsekuensi di sisi lain.

8. Analisis Bahaya Berbasis Daftar Periksa

Ini adalah pendekatan sistematis yang menggunakan daftar periksa untuk mengidentifikasi
potensi bahaya dan risiko yang terkait. Daftar periksa ini mencakup kategori utama bahaya
dan risiko yang relevan dengan proses tersebut.

9. Identifikasi Bahaya (HAZID)

Identifikasi Bahaya (HAZID) adalah teknik kualitatif yang mengidentifikasi potensi bahaya
dan menilai kemungkinan serta konsekuensinya. Metode ini mengidentifikasi seluruh potensi
bahaya yang terkait dengan suatu proses dan penilaian terhadap kemungkinan dan
konsekuensi dari setiap bahaya.

2.3 Langkah PHA

Proses melakukan PHA melibatkan beberapa langkah, yaitu :

1. Tentukan Ruang Lingkup dan Tujuan

Langkah pertama dalam melakukan PHA adalah menentukan ruang lingkup dan tujuan
analisis. Hal ini mencakup identifikasi proses yang akan dianalisis, anggota tim yang terlibat
dalam analisis, dan tujuan spesifik analisis.

2. Bentuk Tim

5
Langkah selanjutnya adalah membentuk tim ahli keselamatan proses yang akan melakukan
analisis. Tim tersebut harus mencakup individu-individu yang ahli dalam proses yang
dianalisis, serta ahli dalam manajemen risiko dan metodologi PHA.

3. Identifikasi Bahaya

Tim kemudian mengidentifikasi semua potensi bahaya yang terkait dengan proses yang
dianalisis. Hal ini mencakup kegagalan peralatan, kesalahan manusia, faktor eksternal, dan
sumber risiko potensial lainnya.

4. Menilai Risikonya

Setelah bahaya diidentifikasi, tim menilai risiko yang terkait dengan setiap bahaya. Hal ini
melibatkan penentuan kemungkinan dan konsekuensi dari setiap bahaya dan evaluasi
efektivitas pengendalian dan langkah-langkah mitigasi yang ada.

5. Mengembangkan dan Menerapkan Pengendalian

Berdasarkan hasil penilaian risiko, tim mengembangkan dan menerapkan pengendalian untuk
memitigasi risiko yang terkait dengan setiap bahaya. Ini mungkin termasuk pengendalian
teknik, pengendalian administratif, atau peralatan pelindung diri.

6. Tinjau dan Perbarui PHA

Terakhir, tim meninjau dan memperbarui PHA secara rutin untuk memastikan bahwa PHA
tetap mutakhir dan efektif dalam mengelola risiko yang terkait dengan proses tersebut.

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Analisis bahaya proses adalah hal yang harus dimiliki untuk mengidentifikasi dan
mengatasi potensi bahaya dalam proses. Dengan melakukan PHA secara menyeluruh dan
sistematis, perusahaan dapat melindungi karyawan, lingkungan, dan operasionalnya dari
potensi bahaya dan kerusakan. Dengan berbagai metodologi PHA yang tersedia, perusahaan
dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan memastikan
keamanan dan keandalan proses mereka.

7
DAFTAR PUSTAKA

https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/download/5546/1597

https://en.wikipedia.org/wiki/Process_hazard_analysis

https://synergenog.com/conduct-process-hazard-analysis-methods/

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)

Anda mungkin juga menyukai