PROCESS
HAZARD
ANALYSIS
Kelompok
1
Nama Anggota :
1. Labib Akbar Raharjo
(F0023007)
2. Maulidyah Putri Sekar A.
(F0023026)
3. Satrio Dimas Bela
Samudra (F0023031)
Definisi Increase Awareness: Recognize
Process Hazard Analysis (PHA)
potential hazards and how to
PHA adalah metode avoid sistematis
them.
mengidentifikasi dan mengevaluasi
untuk
potensi bahaya dalam proses industri
guna mencegah insiden seperti
kebakaran, ledakan, atau pelepasan
zat berbahaya. PHA bertujuan
meningkatkan keselamatan
operasional, melindungi lingkungan,
Create a Safe Work
Environment: Enhance
dan memastikan kepatuhan terhadap
productivity through safety.
regulasi.
Tahapan Dalam
Physical Accidents: Falls, being struck
by objects, machine injuries.
PHA
Tahapan dalam Process Hazard
Analysis (PHA) merupakan
Chemical Exposure: Toxicity, allergic
serangkaian langkahreactions. sistematis
yang bertujuan untuk
mengenaliPhysical
danExposure:
menganalisis
Noise,
potensi bahayaradiation.
dalam suatu
proses industri, sekaligus
menentukan tingkat risiko serta
tindakan pengendalian yang
diperlukan.
Tahapan dalam PHA
1. Identifikasi
PhysicalBahaya
Accidents: Falls, being struck
by objects, machine injuries.
Pada tahap ini dilakukan pencatatan terhadap seluruh potensi bahaya
yang mungkin terjadi dalam proses. Proses ini bisa melibatkan
brainstorming, studi kasus, dan penelaahan data yang relevan. Metode
yang umum digunakan meliputi What-If analysis, Checklist analysis,
HAZOP (Hazard and Operability Analysis), dan HAZOB (Hazard
Observation).Physical
HAZOP lebih berfokus
Exposure: Noise,
pada sistem dan operabilitas
proses, sedangkanradiation.HAZOB lebih mengandalkan pengamatan langsung
terhadap kondisi lapangan untuk mengidentifikasi bahaya.
2. Penilaian Risiko
Bahaya yang telah diidentifikasi dievaluasi untuk menilai kemungkinan
dan dampaknya, sehingga diketahui tingkat risikonya. Metode seperti
LOPA digunakan untuk menilai efektivitas perlindungan yang ada.
Tahapan dalam PHA
3. Pengendalian dan Implementasi
Physical Accidents: Falls, being struck
Setelah risiko dianalisis,
by objects, dilakukan perancangan dan penerapan
machine injuries.
pengendalian seperti perbaikan desain, prosedur operasional,
dan sistem pemantauan untuk mencegah atau meminimalkan
dampak bahaya.
4. Verifikasi Efektivitas Pengendalian
Pengendalian perlu
Physical diverifikasi
Exposure: Noise, melalui audit, studi ulang, atau
analisis lanjutan untuk memastikan risiko telah dikelola dengan
radiation.
efektif.
5. Review dan Pemantauan
PHA perlu ditinjau secara berkala untuk menyesuaikan dengan
kondisi terbaru, mendeteksi perubahan yang berisiko, dan
METODE
PHA
1.Hazard and Operability Study
(HAZOP)
2.What-If Analysis
3.Failure Modes and Effects
Analysis (FMEA)
4. Layer Of Protection Analysis
(LOPA) Fire Risks: Common causes,
5.Fault Tree Analysis (FTA) prevention, and emergency actions.
6.Event Tree Analysis (ETA)
7.Bow Tie Analysis Explosion Risks: Handling chemicals
8.Checklist-Based Hazard and gases that may explode.
Analysis
9.Hazard Identification (HAZID)
METODE
1. Hazard and Operability Study (HAZOP)
HAZOP adalah metode terstruktur dan PHA
sistematis yang melibatkan tim ahli untuk
mengidentifikasi potensi bahaya dengan memeriksa setiap elemen proses dan
penyimpangan dari operasi yang direncanakan.
2. What-If Analysis
What-If Analysis adalah metode kualitatif yang menggunakan skenario hipotetis
untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengevaluasi efektivitas
pengendalian secara sederhana dan efektif.
3. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA)
FMEA adalah metode kuantitatif untuk mengevaluasiFire Risks:setiap
Common komponen
causes, dalam
prevention, and emergency actions.
sistem atau proses guna mengidentifikasi potensi kegagalan dan dampaknya
terhadap keselamatan operasi.
4. Layer Of Protection Analysis (LOPA) Explosion Risks: Handling chemicals
LOPA adalah teknik penilaian risiko yang menilaiand
efektivitas lapisan
gases that may perlindungan
explode.
dalam mencegah atau mengurangi bahaya, dengan mengevaluasi kemungkinan,
konsekuensi, dan langkah mitigasi yang ada.
METODE
5. Fault Tree Analysis (FTA)
FTA adalah metode top-down PHA
yang mengidentifikasi potensi kegagalan sistem dan
penyebabnya melalui diagram logis yang menunjukkan hubungan antar komponen
dan kejadian awal.
6. Event Tree Analysis (ETA)
ETA adalah metode bottom-up yang mengevaluasi konsekuensi suatu peristiwa
dengan menggunakan diagram logis untuk menunjukkan kemungkinan hasil dan
probabilitasnya.
7. Bow Tie Analysis
Bow Tie Analysis adalah metode visual yang menggambarkan potensi bahaya,
Fire Risks: Common causes,
penyebab, dan konsekuensinya dalam diagram berbentuk
prevention, dasi kupu-kupu,
and emergency actions. untuk
mempermudah pemahaman dan pengelolaan risiko.
8. Checklist-Based Hazard Analysis
Checklist Analysis adalah pendekatan sistematis yang Risks:
Explosion menggunakan daftar periksa
Handling chemicals
and gases that may
untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko berdasarkan explode.
kategori yang relevan
dengan proses.
9. Hazard Identification (HAZID)
CONTOH PHA -
HAZOP
Work Stress: Identifying
symptoms and managing
them
KESIMPULAN
Process Hazard Analysis (PHA) adalah metode penting dalam manajemen
keselamatan proses yang bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan
mengendalikan bahaya di industri. Melalui tahapan seperti identifikasi
bahaya, penilaian risiko, pengendalian, verifikasi, dan pemantauan, PHA
membantu menurunkan risiko terhadap pekerja, lingkungan, dan aset.
Metode seperti HAZOP, What-If, FMEA, dan LOPA dipilih sesuai karakteristik
proses. Contoh penerapan di industri pangan menunjukkan efektivitas PHA
dalam mendeteksi bahaya dan menetapkan tindakan pencegahan.
Penerapan PHA secara menyeluruh mendukung tercapainya tujuan Process
Safety Management (PSM).
THANK
YOU.