BAB III
COMPACTION TEST
A. LATAR BELAKANG
Pada pembuatan timbunan jalan raya dan banyak struktur lainnya, tanah yang
lepas (renggang) harus dipadatkan untuk meningkatkan daya dukung pondasi di atasnya.
Juga dapat mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak diinginkan dan
meningkatkan kemantapan lereng timbunan.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Berapa besar berat isi tanah basah ( γ b) di lapangan?
2. Berapa besar kadar air di lapangan (w)?
3. Berapa besar berat isi tanah kering ( γ d)?
4. Berapa besar tingkat kepadatannya (P)?
C. TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui berat isi kering pemadatan di lapangan pada compaction test ada 2
macam yaitu :
1. Cara sand cone
2. Cara tabung ASTM
Percobaan ini dilakukan di lapangan berguna untuk menghitung :
1. Berat isi tanah basah ( γ b)
2. Kadar air tanah (w)
3. Berat isi tanah kering ( γ d) lapangan
4. Tingkat kepadatan (P)
D. INTRODUKSI TEORI
Dalam pemadatan tanah seperti pembuatan tanggul, bendungan tanah/dasar jalan
itu berguna untuk :
1. Menaikkan kekuatan.
2. Memperkecil compressibility daya rembesan air.
3. Memperkecil pengaruh air terhadap tanah tersebut.
27
Pemadatan adalah suatu proses dimana udara pada pori tanah dikeluarkan dengan
salah satu cara mekanis. Untuk setiap daya pemadatan tertentu kepadatan yang tercapai
tergantung pada banyaknya air dalam tanah tersebut.
Bila kadar air suatu tanah itu rendah, maka tanah itu keras dan sukar dipadatkan.
Bila kadar air itu ditambah maka kadar air berguna sebagai pelumas, sehingga tanah
mudah dipadatkan dan ruang kosong antara butir tadi akan menjadi lebih kecil. Pada air
yang tinggi kepadatannya akan turun lagi karena pori–pori tanah akan terisi air yang tidak
dapat dikeluarkan dengan cara pemadatan. Dari setiap pemadatan kita akan mendapatkan
kadar air yang berbeda, kadar air itu adalah kadar air yang paling cocok untuk data
pemadatan tersebut dan biasanya kadar air optimum.
Sand Cone
- Dry Density pasir = ρ d = berat pasir dalam gelas ukur (gr/cm²)
volume gelas ukur
W1 − W2 − W3
- Volume tanah = volume pasir = cm 3
X
Dimana : W 1 = berat pasir semula dalam botol (gr)
W 2 = berat pasir sisa (gr)
W 3 = berat pasir dalam cone (gr)
W
- Bulk Density tanah ( γb ) = (gr/cm3)
V
Dimana : W = berat tanah dari lubang (gr)
V = volume tanah ( cm³)
γb
- Dry Density tanah ( γd ) = (gr/cm³)
1+ w
Dimana : w = kadar air tanah (%)
b−c
- Kadar air tanah (w) = x100%
c−a
Dimana : a = berat cawan kosong (gr)
b = berat tanah basah (gr)
c = berat tanah kering (gr)
28
Dari hasil dry density lapangan diperoleh dan dipresentasikan terhadap dry
density standart hasil percobaan laboratorium. ( γd max proctor). Didapatkan prosentase
kepadatan di lapangan :
γdlapangan
P= x100%
γds tan dard
Syarat : P < 90 % maka pemadatan tidak baik (tidak padat)
P > 90 % maka pemadatan baik (tanah padat)
E. METODOLOGI PENELITIAN
Sand Cone
b. Alat–alat :
1. Standart cone dan Kalibrating cone
2. Pasir standar
3. Plat dengan lubang untuk dudukan cone
4. Pahat, paku, sendok, palu
5. Timbangan dan oven
c. Persiapan :
1. Alat dalam kondisi baik, agar hasil yang didapat sempurna.
2. Pilih tempat pengetesan yang rata.
d. Cara kerja :
1. Timbang cone + tabung kosong (Wa)
2. Timbang cone kosong (a) Plat sand cone diisi dengan pasir standar hampir penuh
dan ditimbang.
3. Isi cone dengan pasir standart sampai penuh, ratakan dan timbang (b). Hitung
berat pasir dalam cone (W 3 ) = (b) – (a)
4. Timbang berat gelas ukur kosong (ag)
5. Isi gelas ukur dengan pasir dan timbang (bg). Dimana volume pair = volume
gelas ukur, dan hitung berat pasir dalam gelas ukur (gb – ag)
6. Hitung berat isi pasir ( ρd )
7. Isi cone + tabung dengan pasir dan timbang (Wb)
29
8. Hitung berat pasir awal (W 1 ) = {(Wb ) − (Wa )}
9. Letakan plat sand cone pada tanah yang rata. Buat lubang dengan kedalaman 10-
15 cm
10. Tanah galian dikumpulkan dan ditimbang (W). Tanah diuji kadar airnya :
a. Timbang cawan kosong (a)
b. Tanah yang digali + cawan ditimbang (b)
c. Sampel tanah dioven 24 jam
d. Sampel kering + cawan ditimbang (c)
e. Kadar air dapat dicari
11. Lubang galian dilapisi dengan plastik agar pasir standart dalam keadaan bersih.
12. Alat sand cone diletakkan terbalik diatas lubang dan plat
13. Kran pengurai alat sand cone dibuka dan pasir akan mengisi lubang dan corong
sampai penuh.
14. Tutup kembali kran pengurai. Timbangan pasir sisa + cone + tabung (Wc)
15. Hitung pasir sisa sesudah test (W 2 ) = (Wc – Wa)
16. Berat pasir dalam lubang (W 1 -W 2 - W 3 ), volume pasir, γb dan γd dalam lubang
dapat dihitung.
17. Semua pasir bersih dikumpulkan kembali.
F. PERHITUNGAN
1. Sand Cone
a. Berisi tanah basah ( γb )
− Berat pasir dalam gelas ukur = 331,30 gram
− Volume pasar dalam gelas ukur = 200 cm³
Berisi pasir ( γ pasir )
γ pasir = Berat pasir
Volume pasir
331,30
=
200
= 1,656 gr/cm³
− Berat pasir semula (w 1 ) = 6750 gr
− Berat pasir sesudah test (w 2 ) = 4310 gr
30
− Berat pasir dalam cone (w 3 ) = 525 gr
− Berat tanah dari lubang (w) = 1890 gr
Volume lubang ( V )
w1 − w2 − w3
V =
γpasir
= ,
= 1156,40 cm³
γb = Berat pasir
Volume pasir
= = 1,634 gr/cm3
,
b. Kadar air (w)
- Berat cawan kosong (a) = 7,70 gr
- Berat cawab + sampel basah (b) = 68,5 gr
- Berat cawan + sampel kering (c) = 53,2 gr
b−c
W= x100%
c−a
, ,
= , ,
100%
= 33,626 %
c. Berat isi kering ( γd )
- Berat isi basah ( γb ) = 1,633 gr/cm³
- Kadar air (w) = 33,626 %
,
γd = =
,
= 1,222 gr/cm³
d. Tingkat kepadatan (P)
- γd lapangan = 1,222 gr/cm³
- γd standar/proktor :
γlapangan
P= x100%
γproctor
,
= 100% = 0,8952%
,
31
32
33