.
METODE TITIK TETAP
Metode titik tetap adalah salah satu metode numerik yang digunakan untuk
mencari solusi dari suatu persamaan atau sistem persamaan nonlinier. Prinsip dasarnya
adalah dengan mengubah persamaan tersebut menjadi bentuk yang sesuai dengan
rumus iteratif, lalu melakukan iterasi atau perulangan sampai mendapatkan solusi yang
konvergen atau stabil.
Pertama-tama, mari kita lihat bentuk umum dari suatu persamaan nonlinear:
f (x)=0
x
Di sinilah kita ingin menemukan nilai yang memenuhi persamaan tersebut. Namun,
seringkali tidak mungkin atau sulit untuk menemukan solusi eksplisit secara analitis.
Oleh karena itu, metode numerik seperti metode titik tetap digunakan untuk mendekati
solusi secara iteratif.
Metode titik tetap memulai dengan menebak suatu titik awal, katakanlah x 0 dan
kemudian menggunakan suatu fungsi literasi untuk menghasilkan nilai baru x 1. Proses
ini diulang berulang kali sampai diperoleh nilai yang konvergen atau mendekati solusi
sejati.
Ada beberapa bentuk umum dari metode titik tetap, di antaranya adalah:
1. Metode Literasi Fungsi tunggal:
Dalam metode ini, kita mendefinisikan suatu fungsi iterasi g(x ) sedemikian rupa
sehingga x n+1=g ( x n). Literasi dilakukan sampai diperoleh, ¿ x n+1−x n ∨¿ ε di mana ε
adalah toleransi kesalahan yang ditetapkan.
2. Metode Literasi Sistem Persamaan:
Untuk sistem persamaan nonlinear dengan lebih dari satu variabel, metode titik
tetap juga bisa diterapkan dengan melakukan iterasi untuk setiap variabel satu
per satu, mempertahankan nilai variabel lainnya tetap pada setiap iterasi.
3. Metode Literasi Gauss-Seidel:
Ini adalah salah satu metode iteratif yang digunakan untuk menyelesaikan sistem
persamaan linear atau non-linear. Metode ini sering digunakan dalam konteks
sistem persamaan linear karena konvergensi cenderung lebih cepat daripada
metode iteratif umum lainnya.
Proses literasi terus dilakukan sampai diperoleh nilai yang dianggap cukup
mendekati solusi sejati. Konvergensi metode titik tetap dapat dipengaruhi oleh
pemilihan fungsi iterasi, kondisi awal, dan sifat persamaan yang diselesaikan.
Namun, perlu diingat bahwa metode titik tetap tidak selalu konvergen, terutama
jika fungsi iterasinya tidak dipilih dengan benar atau jika kondisi awal yang digunakan
terlalu jauh dari solusi sejati. Oleh karena itu, pemilihan fungsi iterasi yang tepat dan
pemilihan kondisi awal yang cermat sangat penting untuk keberhasilan metode ini.
Contoh Soal beserta Penyelesaiannya
1. Carilah akar persamaan f ( x )=x 2−2 x−3=0 dengan metode titik tetap. Gunakan ε
= 0,00001
Penyelesaian :
Mengubah bentuk fungsinya
2 2 2
x −2 x−3=0 x −2 x−3=0 x −2 x−3=0
2
x =2 x+3 x ( x −2 )=3 2
2 x=x −3
2
3 x −3
x=√ 2 x+3 g ( x )= x=
x −2 2
2
x −3
g(x )=√ 2 x +3 g(x )=
2
Penentuan Konvergen atau Divergen
Jika 0< g ' (x)<1 → konvergen monoton
Jika −1< g '(x )<0 → konvergen berosilasi
Jika g '(x )>1→ divergen monoton
Jika g' ( x ) ←1 → divergen berosilasi
Pengecekan konvergensi
g(x )=√ 2 x +3
1 1
g '( x )=(2 x +3) 2 x=0 → =0,57735
√2.0+3
1
1 −1
¿ (2 x +3) 2 ×2
2
−1 1
¿(2 x +3) 2 x=1 → =0,447214
√ 2.1+3
1
¿
√2 x +3
0< g ' (x)<1 → konvergen monoton
3
g ( x )=
x −2
U =3 V =x −2
'
U '=0 V =1
'
U V −UV ' −3
'
g (x )= 2
x=0 → 2
=−0 , 75
V 0 −4 (0)+4
0(x−2)−3 ∙ 1 −3
¿ x=1 → 2 =−3
(x−2)2 1 −4(1)+4
−3
¿ 2
x −4 x +4
−1< g '(x )<0 → konvergen berosilasi
2
x −3
g(x )=
2
2
U =x −3 V =2
' '
U =2 x V =0
'
' U V −UV '
g (x )= 2 x=0 → x=0
V
2
2 x ∙2−(x −3) ∙0
¿ x=1 → x=1
22
4x
¿ =x Divergen
4
Langkah selanjutnya yaitu perhitungan dengan Ms. Excell, dan diperoleh :
g(x
) sqrt(2x+3)
r Xr Xr+1 - Xr
0 4
1 3.31662479 0.68337521
2 3.103747667 0.212877123
3 3.034385495 0.069362172
4 3.011440019 0.022945476
5 3.003810919 0.0076291
6 3.001270038 0.002540882
7 3.000423316 0.000846722
8 3.000141102 0.000282214
9 3.000047034 0.000094068
1
0 3.000015678 0.000031356
1
1 3.000005226 0.000010452
Pada literasi ke 11, nilai ε =0. 000010452 dan didapatkan x 11 ≈ 3.000005226
g(x
) 3/(x-2)
r Xr Xr+1 - Xr
0 4
1 1.5 2.5
2 -6 7.5
3 -0.375 5.625
4 -1.263157895 0.888157895
5 -0.919354839 0.343803056
6 -1.027624309 0.108269471
7 -0.990875912 0.036748397
8 -1.003050641 0.012174728
9 -0.998984153 0.004066488
10 -1.00033873 0.001354578
11 -0.999887103 0.000451628
12 -1.000037634 0.000150531
13 -0.999987456 0.000050178
14 -1.000004182 0.000016726
Pada literasi ke 14, nilai ε =0.000016726 dan didapatkan x 1 4 ≈−1.000004182
Kesimpulan, akar akar persamaan f ( x )=x 2−2 x−3=0 dengan metode titik tetap
(menggunakan ε = 0,00001) yaitu x 11 ≈ 3.000005226 dan x 14 ≈−1.000004182