0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan8 halaman

Makalah Ilmu Kalam (Arjun)

Diunggah oleh

berhatiteran999
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan8 halaman

Makalah Ilmu Kalam (Arjun)

Diunggah oleh

berhatiteran999
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SEJARAH MUNCULNYA ALIRAN ALIRAN DALAM


ILMU KALAM

Dosen pengampu : Ali Rohmat M.Hum

Arjun Jonedi (23020067115663)

PROGAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS ILMU KALAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYUBBANUL


WATHON
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah
tentang "Sejarah munculnya aliran aliran dalam ilmu kalam".

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunanmakalah ini. Tentunya,
tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik


dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam karya ilmiah ini.
Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari
pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat
dan juga inspirasi untuk pembaca

Magelang ,25 Januari 2023

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Ilmu Kalam diawali sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW, yang kala itu
muncullah persoalan di kalangan umat Islam mengenai siapa yang hendak
menjadi pengganti Nabi (Khalifatul Rasul). Hal tersebut kemudian diatasi
dengan diangkatnya Abu Bakar As-Shiddiq sebagai khalifah. Setelah Beliau
wafat, kekhalifahan dipimpin oleh Umar bin Khattab yang pada kala itu
umat Islam tampak tegar dalam mengalami ekspansi seperti kejazirahan dari
Arabian, Palestina, Syiria, sebagian wilayah Persia, hingga Romawi dan
Mesir.

Setelah masa kekhalifahan Umar bin Khattab berakhir, maka diangkatkan


Utsman bin Affan menjadi khalifah pengganti Umar. Setelah Utsman wafat,
maka Ali Abi Thalib terpilih sebagai calon khalifah selanjutnya. Namun,
Beliau langsung mendapatkan tantangan dari pemuka-pemuka lainnya yang
juga ingin menjadi khalifah, sebut saja ada Thalhah, Zubair, dan Aisyah.
Peristiwa tersebut dikenal dengan Perang Jamal. Kemudian, ada juga
tantangan yang datang dari Muawiyah bin Abi Sufyan yang kala itu ingin
menjadi khalifah dan menuntut Ali supaya menghukum para pembunuh-
pembunuh dari Utsman. Atas adanya peristiwa-peristiwa itu muncullah
Teologi mengenai asal muasal sejarah keberadaan Ilmu Kalam.

B.Rumusan masalah

1. Kapan awal mula munculnya aliran aliran dalam ilmu kalam ?


2. Apa saja aliran aliran dalam ilmu kalam ?

C.Tujuan
BAB II

PEMBAHASAN

A.SEJARAH MUNCULNYA ALIRAN DALAM ILMU KALAM

Pada masa awal Islam, ilmu kalam ini tidak menjadi sesuatu yang
dirasa perlu untuk dikaji dan dijadikan sebagai sebuah disiplin ilmu.
Maklumlah, pada saat itu keimanan para Sahabat sepeninggal Nabi
Muhammad Saw masih kuat dan belum tercampuri dengan berbagai
syubhat dan bid’ah. Hingga kemudian muncul peristiwa tahkim
yang membuat kaum muslimin tercerai berai dan menciptakan
pehamahan-pemahaman keyakinan keislaman yang berbeda-beda.

Tahkim itu sendiri bermakna menyerahkan keputusan pada


seseorang atau menerima putusan tersebut. Dengan menggunakan
metode tahkim, dua orang atau lebih menyerahkan urusan atau
kepentingan mereka pada seseorang di antara mereka agar
diselesaikan sengketanya dan diterapkan hukum syara’ atas
sengketa tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada saat perang Shiffin antara kubu Ali Ra
yang menjabat sebagai khalifah resmi dan kubu Muawiyah yang
menjadi oposisi dan menentang kebijakan Ali Ra bisa dikatakan
bahwa peristiwa ini adalah puncak rentetan perselisihan yang
terjadi di masa pemerintahan Ali Ra selama menjabat sebagai
khalifah.

Pokok persoalannya ialah banyak pihak yang tidak setuju dengan


sikap Ali Ra yang tidak segera menyelesaikan kasus pembunuhan
khalifah sebelumnya yaitu Utsman bin ‘Affan.

Kelompok pertama yang melakukan protes ialah Sahabat Talhah


Ra, Sahabat Zubair Ra dan Ibunda Kaum Mukminin Aisyah Ra
pada saat itu Ibunda Aisyah menaiki unta (Arab: jamal) dan perang
yang terjadi dikenal dengan nama perang Jamal.
Setelah itu, giliran pasukan Muawiyah yang melakukan konfrontasi
terhadap Ali Ra beserta pasukannya dan dikenal dengan nama
perang Shiffin.

Pada saat berkecamuknya perang Shiffin, kedua belah pihak


sepakat untuk mengadakan perundingan dimana pihak Ali Ra.
diwakili oleh Abu Musa al-Asy’ari dan kubu Muawiyah diwakili
oleh Amr bin Ash. Ada beberapa kelompok yang tidak puas dengan
hasil perundingan tersebut. Salah satunya ialah kelompok yang
dikemudian hari dikenal dengan nama Khawarij.

Mereka (Khawarij) menganggap bahwa semua pihak yang terlibat


dalam proses perundingan tersebut telah berdosa dan layak dibunuh
karena telah melakukan tahkim yang mereka yakini sebagai
berhukum pada manusia dan bukannya kepada Allah Swt.

Sejak saat itu, banyak sekali perdebatan terkait akidah yang


menjadikan umat Islam terbelah menjadi banyak golongan.
Persoalan yang sebenarnya dulu sempat dilarang untuk dibahas oleh
Rasulullah Saw. dimana beliau tidak menghendaki jika ada sahabat
yang bertanya mengenai qadar dan hal semacamnya.

Pasca-munculnya Khawarij yang menyatakan bahwa orang yang


berdosa besar layak dihukumi kafir dan wajib dibunuh serta akan
masuk neraka. Muncullah kelompok lain yakni Syiah yang sangat
mencintai Ali Ra. secara membabi buta dan menyimpan duka yang
mendalam melihat Ali Ra terbunuh.

Berikutnya, muncul kelompok Murjiah yang menyatakan bahwa


orang yang berbuat dosa besar tetap mukmin dan tidak kafir.
Perkara dosa diserahkan kepada Allah SWT, terserah Dia
mengampuni atau memasukkan pelakunya ke dalam neraka.

Sesudah itu menyusul kelompok Mu'tazilah yang dipimpin oleh


Washil bin Atho, murid dari Hasan Basri yang menolak dua
pendapat di atas. Bagi aliran Mu'tazilah, orang berdosa besar tidak
bisa dianggap kafir, tidak juga orang mukmin. Pendosa besar
berada di posisi antara Islam dan kafir. Mereka menyebutnya
dengan al-manzilah bain al-manzilatain (posisi di antara dua posisi).
Setelah itu muncul pula kelompok Qadariyah dan Jabariyah yang
perdebatannya berkutat pada soal apakah manusia punya
kemampuan atau tidak. Qadariyah meyakini bahwa manusia punya
kehendak bebas sementara Jabariyah meyakini bahwa manusia
“dipaksa” menuruti kehendak Tuhan. Atas dasar banyaknya
penyimpangan dalam soal akidah ini, maka kelompok Ahlusunnah
wal Jamaah mulai berfokus pada kajian ilmu Kalam, dan dua
diantara ulama yang menggeluti kajian ini ialah Imam Asyari dan
Imam Maturidi.

B.ALIRAN ALIRAN DALAM ILMU KALAM

1. Khawarij
Yaitu golongan para pengikut Ali bin Abi Tholib yang keluar
golongannya dan membuat golongan sendiri
2. Syiah
Golongan para pengikut Ali bin Abi Tholib
3. Mur ji’ah
Kelompok yg menunda penghakiman antara Ali bin Abi
Thalib dengan Muawiyah bin Abi sofyan
4. Jabariah
Aliran yg skeptis terhadap situasi politik dalam pemerintahan
Muawiyah bin Abi Sofyan
5. Qodiriah
Para golongan yang mengembangkan doktrin bahwa segala
sesuatu yang terjadi dalam peristiwa tahkim itu sudah
menjadi kehendak tuhan dan kita tidak boleh menentukan
nasib akan peristiwa tersebut.
6. Muktazilah
Suatu pemikiran yang dikemukakan oleh wasil bin Ato’
bahwasanya seorang yang melakukan dosa besar tidak
dihukumi sebagai mukmin atau kafir tetapi dihukumi sebagai
orang yang fasik.
7. Asy’ariah
Aliran yg mengedepankan terhadap ajaran ahlus sunnah
waljamaah ,aliran ini didirikan oleh Abu Hasan Al Asy ari
8. Maturidiah
Aliran ini didirikan olej Abu Manshur Al Maturidi ,yg
mengungkapkan bahwa suatu kebaikan itu terjadi karena
adanya syara’ dan suatu keburukan itu terjadi karena
larangan syara’
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

salah satu adalah khawarij. Khawarij adalah suatu


kelompok/sekte/aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar
meninggalkan barisa. Ilmu Kalam sudah ada sejak zaman
Khulafaur Rasyidin pada masa Khalifah Utsman bin Affan,
munculnya Ilmu Kalam disebabkan oleh permasalahan politik.
Yang dimana terbunuhnya Utsman bin Affan kepemimpinan
umat Islam digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. Pihak Muawiyah
tidak menerima jika kepemimpinan Utsman digantikan oleh Ali,
Muawiyah memberikan tantangan pada Ali untuk mengusut
kasus pembunuh-pembunuh Utsman bin Affan untuk diberikan
hukuman bahkan Muawiyah menuduh Ali turut ikut campur atas
pembunuhan Utsman bin Affan.

Hingga terjadilah peristiwa perang shiffin antara pihak Ali dan


pihak Muawiyah namun dirasa peperangan tidak mendapatkan
hasil malah memakan banyak korban di kedua pihak akhirnya
peperangan diakhiri dengan tahkim (arbitrase). Yang mana dari
pihak Muawiyah ditunjuk Amr bin Ash dan pihak Ali ditunjuk
Abdullah bin Abbas, namun pilihan Ali diprotes oleh tentara dan
diganti oleh Abu Musa Al Asy’ari.

Persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan politik ini


menyebabkan munculnya berbagai aliran-aliran ilmu Kalam

DAFTAR PUSTAKA

mahasiswaindonesia.id/sejarah-timbulnya-aliran-aliran-ilmu- kalam

.gramedia.com/literasi/ilmu-kalam
islam.nu.or.id/ilmu-tauhid/peristiwa-tahkim-di-era-sayyidina-ali-picu-
lahirnya-aliran-teologi-islam-0RoeF

Anda mungkin juga menyukai