0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan33 halaman

Fungsi dan Keuntungan DBMS dalam Data

Diunggah oleh

Music favorit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan33 halaman

Fungsi dan Keuntungan DBMS dalam Data

Diunggah oleh

Music favorit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

"BASIS DATA DAN KOMUNIKASI DATA"

Disusun Untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen pengampu:

Debby Arisyandi,

Disusun:
Oleh Kelompok 5

Elza Rahman Dania 2223140109


Yogi Renaldi 2223140110

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH (PBS)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO

(UINFAS) BENGKULU

TAHUN 2024

1
A. Pengertian DBMS (Data Base Management
System)
DBMS (Data Base Management System) yakni perangkat lunak yang
menangani semua pengaksesan database. Secara fungsi, data base management
system atau dbms mempunyai fasilitas mengintegrasikan, terhubung,
merekayasa dan memelihara basis data.
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya yang diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan
disimpan dengan baik. Untuk mendapatkan informasi yang berguna dari
kumpulan data maka diperlukan suatu perangkat lunak (software) untuk
memanipulasi data sehingga mendapatkan informasi yang berguna.
Database Manajement System (DBMS) merupakan software yang
digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis
komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan
kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS
tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai
dengan kebutuhan.
Menurut C. J. Date : Data Base Management System (DBMS) adalah
software yang menghandel semua akses pada database untuk melayani
keperluan user.
Menurut S, Attre : Data Base Management System (DBMS) yaitu
software, hardware, firmware serta procedure-procedure yang memanage
database. Firmware yaitu software yang sudah jadi modul yang tertanam pada
hardware (ROM).
Menurut Gordon C. Everest: Data Base Management System (DBMS)
yaitu manajemen yang efisien untuk mengorganisasi sumber daya data.
Data Base Management System (DBMS) dilengkapi dengan bhs yang
bertujuan pada data (High level data language) yang kerap dimaksud juga
untuk bhs generasi ke 4 (fourth generation language).1
B. Fungsi DBMS (Data Base Management System)
Fungsi DBMS atau Database Management System dalam perkembangan
aplikasi dan sistem penting di dunia sangat banyak. Saat ini berbagai
perusahaan besar baik Nasional maupun Internasional memanfaatkan database
untuk menunjang sistem aplikasinya. Ada banyak DBMS yang sangat populer
seperti Oracle, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Microsoft
Access, IBM DB2, dan masih banyak lagi.

1
Daniati A. (2019). "Strategi Pengelolaan Basis Data Terdistribusi." Jurnal Teknologi Informasi, Volume 12. Hlm 55.
2
Perangkat lunak komputer ini merupakan untuk pengolahan data dan
sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam
melakukan manipulasi terhadap database. Namun banyak orang yang masih
bingung antara database dengan DBMS sendiri, padahal keduanya berbeda.
Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan
memelihara integritas data dalam suatu sistem.
1. Menjaga Integritas Data
DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data
dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data,
sesuai dengan data aslinya.
2. Penyimpanan Data (Data Storage Management)
DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data,
kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis
seperti video dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data
disimpan atau dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini
dan memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang
dimasukkan.
3. Kamus Data
DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada
database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya.
Ketika sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan
memberikan kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data
tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.
4. Transformasi dan Penyajian Data
Peran DBMS sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah
mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang
telah ditentukan. Dengan demikian DBMS dapat membedakan format data
logical dan bentuk physicalnya.
5. Keamanan Data
DBMS memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam
database tersebut. DBMS berperan bagaimana memberikan hak akses pada
orang yang sesuai. Selain itu DBMS juga bertugas mengatur apa saja yang
dapat dilakukan oleh user tersebut pada sebuah database.
6. Memungkinkan Akses Beberapa User
DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah
database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu
sesuai dengan role dan fungsinya.

3
7. Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di
recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard
yang dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang
berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti kerusakan dan
bencana alam.
8. Menyediakan bahasa akses dan pemogramman
DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat
skema pada database yang dikenal dengan DML dan DDL. Dengan bahasa ini
seorang DBA dapat dengan mudah memasukkan, mengambil, menghapus, dan
mengubah data yang ada di database dengan memanfaatkan interface yang
disediakan.
9. Menyediakan interface untuk komunikasi
DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara
database yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan
komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti browser. Penghapusan
data, pada saat yang bersamaan maka jika ada user yang mengakses data
tersebut maka akan di pending sampai data telah terhapus.
Peralatan untuk mengambil keputusan/memastikan pendekatan database
dimaksud DBMS. Data Base Management System (DBMS) adalah software
(serta hardware) yang kusus didesain membuat perlindungan serta memanage
database.

C. Komponen Data DBMS (Data Base Management System)


Satu DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki
sebagian komponen fungsional (modul) seperti :
1. File Manager, yang mengelola area dalam disk serta susunan data yang
digunakan untuk merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk.
2. Database Manager, yang sediakan interfaceantara data low-level yang ada
di basis data denganprogram aplikasi serta query yang didapatkan ke
system.
3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query
language ke perintah low-level yang bisa dipahami oleh database
manager.
4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan
dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bhs
induk.

4
5. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam
sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu
disimpan dalam kamus data.

D. Keuntungan dan Kerugian Pemakaian DBMS (Data Base Management


System) (DBMS)
Pengunaan Data Base Management System (DBMS) untuk mengelola data
memiliki sebagian keuntungan, yakni :
1. Kebebasan data serta akses yang efisien
2. Mereduksi saat pengembangan aplikasi
3. Integritas serta keamanan data
4. Administrasi keseragaman data
5. Akses berbarengan serta perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari
sistem serentak).
6. Kurangi data redundancy : Data redundansi bisa direduksi/dikurangi,
namun tak bisa di hilangkan sekalipun (untuk keperluan keyfield)
Kekurangan penggunaan Data Base diantaranya :
1. Beroleh piranti lunak yang mahal (tehnologi DBMS, Operation,
Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe tetap benar-benar mahal.
Data Base Management System (DBMS) berbasis mikro biayanya meraih
sebagian ratus dolar, bisa melukiskan satu organisasi yang kecil dengan
cara yang berarti memperoleh konfigurasi piranti keras yang besar.
2. Data Base Management System (DBMS) kerap membutuhkan
kemampuan penyimpanan primer serta sekunder yang semakin besar dari
pada yang dibutuhkan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang
di buat oleh DBMS dalam mengambil info mendorong semakin banyak
terminal pengguna yang diikutkan dalam konfigurasi dari pada bila
sebaliknya.
3. Mempekerjakan serta menjaga staf DBA Data Base Management System
(DBMS) membutuhkan pengetahuan spesial supaya bisa memakai
kekuatan dengan cara penuh. Pengetahuan spesial ini paling baik
didapatkan dari pengelola database.2

E. Macam-Macam DBMS (Data Base


Management System)

2
Suparman S (2020). "Aspek Keamanan dalam Komunikasi Data Terenkripsi." Jurnal Keamanan Sistem Informasi,
Volume 8 Hlm. 31.
5
Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam
aplikasi program antara lain :
1. MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis
data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang
multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.
MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di
bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga
menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya
tidak cocok dengan penggunaan GPL .
Kelebihan MySQL antara lain :
a. free (bebas didownload)
b. stabil dan tangguh
c. fleksibel dengan berbagai pemrograman
d. Security yang baik
e. dukungan dari banyak komunitas
f. kemudahan management databasemendukung transaksi
g. perkembangan software yang cukup cepat.
2. Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk
mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle
Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya
dalam hal sebagai berikut:
1. Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
2. Menangani manajemen space dan basis data yang besar
3. Mendukung akses data secara simultan
4. Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
5. Menjamin ketersediaan yang terkontrol
6. Lingkungan yang terreplikasi
Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi
yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu
sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi
mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem
informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software
Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang
gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah
MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

6
Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia,
namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-
keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu
sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle
dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai”
dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis,
maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat
daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle
merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar,
bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran
besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak
akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar
membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan
akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah
besar.
3. Firebirh
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database
Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan
Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi
database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa
tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source,
justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan
programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0
tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code
database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata
relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI
SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows,
maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain
oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi
open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya
mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh
Borland.
Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle
oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang
dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya

7
sebagai produk Database Server yang FREE.
Kalau dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk
komersial dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang
sama, namun pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih
luwes, terutama dalam koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-
modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial
Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis
oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi
tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.
4. Microsoft SQL server 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database
management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses
manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft
SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database
server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam
pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database
administrator.
DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan
user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses
database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah
mengontrol dan mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau
Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis
DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar table.
RDBMS (Relational Database Management System) adalah perangkat lunak
untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database
engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine
mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa
contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms
Access.
5. Visual Foxpro 6.0
Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk
menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat
lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data.
FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989.
FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan
pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan
pemrograman berorietasi objek.

8
Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi
dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun
aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi
anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu
pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang
memenuhi tuntutan zaman.
Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional.
Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah
di pahami oleh pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini
menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau
table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan
kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan
relasi lain.
6. Database Desktop Paradox
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program
terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop
terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox
7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan
interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu
Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam
Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda
dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database
seperti pada Ms. Acces.
F. 3Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan
data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti
komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam
sebuah jaringan melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel
coaksial, fiber optic (serat optic), microware dan sebagainya. Baik lokal
maupun yang luas, seperti internet. Komunikasi data merupakan gabungan
dari beberapa teknik pengolahan data. Dimana telekomunikasi dapat diartikan
segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari satu titik
ke titik lain. Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag
berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi yang berguna bagi
user.
3
Wibowo, H., & Pratama, R. (2020). "Optimasi pada Sistem Manajemen Basis Data Terdistribusi." Jurnal Ilmiah
Informatika, 8(3), 210-225.
9
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna
dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data
atau hasil proses dari data tersebut.
Adapun tujuan dari komunikasi data adalah sebagai berikut :
1. Memunkinkan pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa
kesalahan dan ekomis dari suatu tempat ketempat yang lain.
2. Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan perlatan pendukung
dari jarak jauh (remote computer use).
3. Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara
tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik
desentralisasi ataupu sentralisasi.
4. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada
dalam berbagai mcam sistem komputer.
5. Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.
6. Mendapatkan da langsung dari sumbernya.
7. Mempercepat penyebarluasan informasi.

G. Model Komunikasi Data


Komunikasi data berkaitan dengan pertukaran data diantara dua
perangkat yang terhubuang secara langsung yang memungkinkan adanya
pertukaran data antar kedua pihak.

Gambar 2.1 menggambarkan proses komunikasi data.


komunikasi data Pada gambar 2.1 terdapat elemen-elemen dalam kunci
model tersebut :
1. Source (sumber) : Alat ini membangkitkan data sehingga dapat
ditransmisikan, contoh telepon, Personal Computer (PC)
2. Transmitter (pengirim): Biasanya data yang dibangkitkan dari sister
sumber tidak ditransmisikansecara langsung dalam bentuk aslinya.
Sebuah transmitter cukup memindah dan menandai informasi dengan
cara yang sama seperti sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat

10
ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi berurutan.
Berikut beberapa tipe jaringan Komunikasi:
a. LAN (Local Area Network)
LAN digunakan untuk menghubungkan komputer yang berada di dalam
suatu area yang kecil, misalnya di dalam suatu gedung perkantoran atau
kampus. Jarak antar komputer yang dihubungkan bias mencapai 5 sampai 10
km. Suatu LAN biasnya bekerja pada kecepatan mulai 10 Mbps sampi 100
Mbps. LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk
memakai sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu mainframe,
file server, printer, dan sebagainya.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN merupakan suatu jaringan yang cakupannya meliputi suatu kota.
MAN menghubungkan LAN-LAN yang lokasinya berjauhan. Jangkauan
MAN mencapai 10 km sampai beberapa ratus km. Suatu MAN biasanya
bekerja pada kecepatan 1,5 sampai 150 Mbps.
c. WAN (Wide Area Network)
WAN dirancang untuk menghubungkan komputer-komputer yang terletak
pada suatu cakupan geografis yang luas,seperti hubungan dari suatu kota ke
kota yang lain didalm suatu Negara. Cakupan WAN bias meliputi 100 km
sampai 1.000 km, dan kecepatan antar kota bias bervariasi antara 1,5 Mbps
sampai 2,4 Gbps. Dalam WAN, biaya untuk peralatan untuk transmisi
sangat tinggi,dan biasanya jaringan WAN dimiliki dan dioperasikan sebagai
suatu jaringan public.
d. GAN (Global Area Network)
GAN merupakan suatau jarinagn yang menghubungkan Negara-negara
diseluruh dunia. Kecepatan GAN bervariasi mulai dari 1,5 Mbps sampai
dengan 100 Gbps dan cakupannya mencakupi ribuan kilometer.

H. Jenis - Jenis Komunikasi Data


Secara umum jenis-jenis komunikasi data dibagi atau digolongkan menjadi
dua macam yaitu :
1. Infrakstruktur Terrestrial
2. Aksesnya dengan menggunakan media kabel dan nirkabel. Untuk
membangun infrakstuktur terrestrial ini membutuhkan biaya yang
tinggi, kapasitas bandwitch yang terbatas, biaya yang tinggi dikarenakan
dengan menggunakan kabel tidak dipengaruhi oleh factor cuaca jadi
sinyal yang diguakan cukup kuat.

11
3. Melalui satelit
4. Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup
akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak
memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun
membutuhkan waktu yang lama untuk melangsungnkan proses
komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya
gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari (Sun
Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali.
Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem
ini hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem
selular konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk
komunikasi bergerak di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi
dan kebutuhan akan komunikasi
bergerak sangat rendah.
Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan
kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan
informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa
memperhatikan jarak .
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang
digunakan untuk mengirim dan menerima data, satelit kadang-kadang
disebut transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link),
memperkuatsinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan
kembali data kestasiun bumi penerima yang lain (down-link). Bila
perubahan dalam frekuensi terjadi maka up-link tidak akan menganggu
down-link.
Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal
harus berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi.
Waktu delay biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang
disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke
sepanjang stasiun bumi.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi
yang berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi
adalah antara 4 sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14
GHz disebut Ku-band dan 20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun,
maka ukuran dish-antena yang dibutuhkan untuk menerima dan
mentransmisi sinyal harus bertambah besar.
Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara

12
jaringan dan stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada
dalam Ku-band mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang
gelombangnya diperpendek. Hal ini memungkinkan stasiun penerima
dan transmisi untuk mengkonsentrasikan sinyal dan menggunakan dish-
antena yang lebih kecil Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi
satelit, sebab sangat mudah untuk menangkap transmisinya, karena ia
berjalan melalui udara terbuka. Dalam beberapa hal, pengurai
(scrambler) digunakan untuk mendistorsi sinyal sebelum ia dikirimkan
ke satelit dan penyusun (descrambler) yang ada pada stasiun penerima
digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal asli.
4
I. System komunikasi Data
1. System komunikasi offline
System komunikasi offline adalah proses pengiriman data dengan
menggunakan telekomunikasi ke pusat pengolahan data tetapi akan
diproses dulu oleh terminal kemudian dengan menggunakan modem
dikirim melalui telekomunikasi dan langsung dip roses oleh CPU data
disimpan pada disket, magnetik tape dn lain-lain
Peralatan yang diperlukan
1. Terminal
Merupakan suatu 1/0 device untuk mengirim data dan menerima data
jarak jauh dengan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal adalah
magnetic tape unit, disk dirivepaper tape.
2. Jalur komunikasi
Jalurnya merupakan fasilitas komunikasi seperti telepon, telegraf, telex
dll.
3. Modem
Suatu alat yang mengalihkan data dari system kode digital kedalam
system kode analog.
Selain beberapa jenis komunikasi seperti yang dijelaskan diatas
masih terdpat jenis-jenis yang lainnya yaitu:
Komunikasi data terdiri dari komunikasi data analog dan digital.
Komunikasi data analog contohnya adalah telepon umum – PSTN
(Public Switched Telepohone Network). Komunikasi data digital
contohnya adalah komunikasi yang terjadi pada komputer. Dalam
komputer, data-data diolah secara digital. VoIP (Voice over Internet
Protocol) merupakan teknik komunikasi suara melalui jaringan internet.
4
Raharjo, B., & Utama, D. (2019). "Analisis Keamanan Basis Data dalam Konteks Komunikasi Data pada Aplikasi
Perbankan Online." Jurnal Sistem Informasi, 15(1), 45-60.
13
Suara yang merupakan data analog diubah menajdi data digital
oleh decoder.data digital tersebut di-compress dan di-transmit melalui
jaringan IP. Oleh karena data dikirimkan melalui IP, maka data
dikirimkan secara ‘Switcing Packet’ yaitu data dipecah menjadi paket-
paket. Informasi dibagi-bagi dalam paket yang panjangnya tertentu
kemudian tiap paket dikirimkan secara individual. Paket data
mengandung alamat sehingga dapat dikirimkan ke tujuan dengan benar.
Dalam VoIP, terdapat berbagai protokol yang digunakan
diantaranya protokol H.323 yang merupakan protokol standar untuk
komunikasi multimedia seperti audio, video dan data real time melalui
jaringan berbasis paket seperti Internet Protocol (IP). Protokol H.323
mempunyai komponen seperi terminal, gateway, gatekeeper dan MCU
(Multipoint Control Unit). Dalam komunikasi data pada VoIP, secara
diagramnya terdiri atas sumber, voice coder serta jaringan internet.
Voice coder merupakan pengkonversi suara dari data analog
menjadi digital. Dalam voip ini masih memiliki kelemahankelemahan
seperti delay yang masih cukup tinggi dibandingkan dengan telepon
biasa (PSTN). Diharapkan dalam perkembangannya, VoIP dapat
meiliki perkembangan yang baik seperti delay yang diperkecil,
sehingga dapat diambil keuntungannya yaitu komunikasi lebih murah
terutama untuk komunikasi jarak jauh atau interlokal.
2. System Komunikasi Online
Data yang dikirim melalui terminal computer bisa langsung
diperoleh dan diproses oleh computer.
Sitem komunikasi on line ini memungkinkan untuk
mengirimkan data ke pusat computer, diproses satu pusat computer.
Perusahaan yang pertama mempelopori yaitu American Airlines
berlaku komunikasi dua arah. Merupakan komunikasi data degan
kecepatan tinggi. Sistm ini memerlukan suatu teknik dalam hal system
disain dan pemrograman karena pusat computer dibutuhkan suatu bank
data atau database.
a. Time sharing system
Tekhnik online system oleh beberapa pemakai secara bergantian
menurut waktu yang diperlukan pemakai karena perkembangan proses
CPU lebihcepat sedangkan input dan output tidak dapat mngimbangi.
b. Distributed data processing system
Merupakan system yang sering digunakan sekarang sebagai

14
perkembangan dari time sharing system. Sebagai system dapat
didefinisikan sebagai system computer interaktf secara geogrfis dan
dengan jalur komunikasi dan mampu memproses data dengan computer
lain dalam suatu system.

J. Transmisi Data
1. Line Configuration (Konfigurasi Jalur)
Line configuration mengacu pada bagaimana dua piranti
terhubung pada suatu jalur/link. Jalur/link adalah saluran komunikasi
fisik yang mentransmisikan data dari satu piranti ke piranti lainnya.
Bayangkan saat anda harus melewati jalan raya untuk mencapai tujuan
dari rumah anda. Jalan yang anda lewati dapat dianalogikan sebagai
jalur/link dalam komunikasi data.
Point to Point
Suatu konfigurasi point to point menyediakan jalur tertentu
antara dua piranti. Seluruh kapasitas jalur tersebut didedikasikan untuk
transmisi antara dua piranti tersebut. Misalnya saat anda merubah
saluran TV menggunakan gelombang infrared dari remote control,
anda menggunakan konfigurasi point to point antara remote control
dan system kontrol televisi.
2. Multipoint
Yaitu saat lebih dari satu piranti berbagi jalur yang sama.
Duplexity
Duplexity mengacu kepada arah dari aliran sinyal antara dua
piranti yang saling berhubungan. Ada dua mode transmisi yaitu half-
duplex dan full-duplex.
3. Half Duplex
Dalam mode half-duplex tiap piranti dapat mengirim dan
menerima data, tapi tidak pada waktu yang sama. Saat suatu piranti
mengirim, piranti yang lain dapata menerima dan begitu pula
sebaliknya.
Mode half-duplex adalah seperti suatu jalan sempit 2 arah.
Saat suatu mobil sedang melewatinya, mobil dari arah yang
berlawanan harus menunggu. Pada half-duplex semua kapasitas
saluran digunakan oleh salah satu piranti yang sedang mengirimkan
data. Contoh sistem half-duplex misalnya walkie-talkie.
4. Full Duplex

15
Pada full-duplex setiap piranti dapat mengirim dan
menerima data secara bersamaan. Analoginya adalah jalan lebar 2
arah. Kendaraan dari 2 arah yang berlawanan dapat lewat pada saat
yang sama. Pada mode ini, sinyal menuju arah yang berlawanan saling
berbagi kapasitas jalur. Contoh sistem full-duplex adalah jalur telepon.
Saat menggunakan telepon kita dapat berbicara dan mendengarkan
pada saat yang bersamaan.
5. Multiplexing
Saat kapasitas transmisi (yaitu bandwidth a.ka. jumlah bit
yang dapat dikirim per detik) dari suatu media yang menghubungkan
dua piranti lebih besar dari yang dibutuhkan, jalur tersebut dapat
digunakan bersama. Bayangkan suatu saluran air yang dapat
membawa volume air untuk dibagikan ke banyak pelanggan pada satu
waktu. Multiplexing adalah suatu cara yang digunakan untuk
melakukan transmisi lebih dari satu sinyal secara bersamaan melewati
satu jalur data.
6. FrequencyDivisionMultiplexing(FDM)
FDM adalah suatu teknik analog yang dapat diaplikasikan
saat bandwidth dari suatu jalur lebih besar dari total bandwidth dari
sinyal yang ditransmisikan. Dalam FDM, sinyal yang dibangkitkan
tiap piranti dimodulasi oleh frekuensi pembawa yang berbeda-beda.
Sinyal termodulasi ini kemudian dikombinasi ke dalam satu sinyal
yang kompleks yang dapat dikirimkan via jalur tersebut.
7. Wave-DivisionMultiplexing(WDM)
WDM memiliki konsep yang sama seperti FDM, tetapi
proses multipleksing dan demultipleksingnya dilakukan pada sinyal
cahaya yang ditransmisikan melalui jalur fiber-optic (serat kaca).
Perbedaannya adalah frekuensi yang digunakan sangat tinggi.
8. TimeDivisionMultiplexing(TDM)
TDM adalah suatu proses digital yang dapat diaplikasikan
saat data-rate maksimal medium transmisi lebih besar daripada data-
rate yang dibutuhkan oleh piranti pengirim dan penerima.
Media Dalam Proses Komunikasi Data
9. Media Nirkabel
Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area
lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media
tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk

16
memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area
sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus.
Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu
atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke
jaringan berkabel.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan
frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan
akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua
arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g)
atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi
Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan
beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
Telepon genggam juga tidak luput dari perkembangan, dimulai
dari Advanced Mobile Phone Services (AMPS) menjadi generasi
pertama (1G) yang diciptakan dan diujicobakan di awal tahun
1980an. AMPS merupakan teknologi yang ditujukan untuk layanan
telepon selular karena menggunakan energi yang lebih sedikit, akses
lebih cepat, dan menggunakan kembali frekuensi pada bandwidth
yang sesuai. Untuk base stasion receiving AMPS bekerja di frekuensi
800 MHz, 821 – 849 MHz sedangkan base station transmitting pada
869 – 894 MHZ. Namun sayang, para ahli tidak memperkirakan
permintaan pasar yang tinggi terhadap teknologi ini. Pengguna
semakin banyak namun frekuensi tidak dapat bertambah, akibatnya
banyak pengguna yang kesulitan mendapatkan sinyal dan malah
selalu mendapat sinyal sibuk terutama di daerah metropolitan karena
AMPS masih menggunakan teknologi analog.
Selanjutnya berkembang frequency division multiple access
(FDMA) yang menggunakan teknologi akses ganda (multiple acsess
technologies) dimana membagi spektrum gelombang sehingga
masing-masing pengguna diberikan frekuensi tertentu.
FDMA memang fungsional dalam teknologi telepon seluler tapi
dianggap tidak efisien dalam menggunakan spektrum karena satu
pengguna memakan satu slot frekuensi selama melakukan
panggilan. Selanjutnya FDMA lebih digunakan dalam gelombang
mikro dan transmisi satelit saja dan digantikan oleh teknologi
TDMA (Time Division Multiple Access) yang dapat menggunakan
frekuensi yang lebih besar. Pengguna dipisahkan berdasarkan waktu

17
panggilan. Jika dalam FDMA spektrum gelombang dibagi ke dalam
kanal-kanal frekuensi yang di setiap kanal dibagi lagi menjadi slot
waktu sekitar 10 m/s.
Di TDMA, data dari setiap hubungan komunikasi itu akan
diubah ke dalam format digital lalu data cuplikan tersebut mendapat
slot waktu pengiriman pada kanal sekitar 30 m/s. Dengan
kemampuan ini, TDMA dapat melayani pengguna tiga sampai lima
kali lipat lebih banyak daripada FDMA. TDMA biasanya digunakan
pada jaringan GSM (Global System for Mobile Communication)
dimana penggunanya dapat bepergian dari satu negara ke negara
lainnya tanpa khawatir mengalami masalah koneksi telepon seluler.
Meskipun GSM sebenarnya dianggap sudah canggih
namun, ada kesenjangan antara Eropa dan Amerika dalam
mengembangkan aplikasi nirkabel. Amerika Serikat tidak ingin
mengaplikasikan GSM karena sindrom NIH (not invented here).
Semakin berkembang lagi, dikenal istilah General Packet Radio
Service atau GPRS yang memungkinkan pengiriman dan
penerimaan data lebih cepat dan bandwidth yang besar daripada
teknologi Circuit Switch Data atau CSD dengan biaya yang lebih
murah.
GPRS berbasis pada GSM dan menyediakan konektivitas
internet dari telepon seluler. Komponen-komponen utama jaringan
GPRS adalah GGSN yang menghubungkan jaringan GSM ke
jaringan internet, SGSN sebagai penghubung jaringan BSS/BTS ke
jaringan GPRS serta PCU yaitu komponen di level BSS yang
menghubungkan terminal ke jaringan GPRS
EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah
teknologi pengembangan dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi
jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan peralatan dan
protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi radio aksesnya
saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar
sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai
dengan permintaan.
Di sisi lain, teknologi akses ganda yang dianggap paling canggih
saat ini adalah code division multiple access (CDMA) yang
dikembangkan oleh Qualcomm. Awalnya dirancang untuk alat
komunikasi kemiliteran seperti untuk komunikasi yang aman dan

18
rahasia di medan perang. Prinsip dari CDMA adalah meskipun
pengguna berada dalam segmen waktu dan frekuensi yang sama
(tidak dibagi ke dalam kanal), namun setiap pengguna dibedakan
dengan kode-kode orthogonal tertentu yang sifatnya untik dan khas.
Diibaratkan kita berada dalam keramaian dimana semua orang
berbicara dalam waktu yang sama. Namun hanya kita dan teman
kita saja yang bahasanya sama, jadi kita tetap dapat leluasa
berbicara tanpa merasa terganggu dengan keramaian yang ada.
Dengan kata lain, pengguna CDMA hanya dapat menerima sinyal
dari orang yang dituju. CDMA memiliki kapasitas pengguna lima
sampai tujuh kali lebih besar daripada TDMA dan dua puluh lima
kali lebih besar daripada FDMA dengan bandwidth yang sama.
Time Division Synchronous Code Division Multiple Access (TD
SCDMA) adalah teknologi yang berbasis 3G. Yang membedakan
TD SCDMA dengan CDMA yang lain adalah penggunaan time
division duplexing (TDD) – teknologi yang memungkinkan
pengguna melakukan pertukaran informasi di dalam frekuensi yang
sama. Sedangkan 3G CDMA menggunakan frequency division
duplexing (FDD), yang menuntut penggunaan dua frekuensi yang
berbeda ketika bertukar data. TDD dianggap lebih efisien dalam
menanggulangi kecepatan data yang berubah-ubah atau tidak
konstan. Namun di lain pihak FFF memiliki efisiensi dalam lalu
lintas data yang konstan dan memerlukan tenaga yang lebih sedikit.
High-Speed Packet Downlink Access atau HSPDA adalah protokol
telepon seluler yang merupakan pengembangan teknologi 3,5G.
Dengan teknologi ini, penggunan mampu mengakses internet
dengan lebih cepat sehingga setara seperti jika kita menggunakan
Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) untuk internet di
rumah. Teknologi ini juga mampu menanggulangi kemacetan atau
kepadatan saat pengunduhan data yang dapat memperlambat
konektivitas. Selain itu, berbagai aplikasi interaktif (dynamic
application) dapat dijalankan tanpa hambatan serta mampu
meningkatkan kapasitas sistem tanpa perlu menambah frekuensi
sehingga mengurangi biaya.
MTSO atau Mobile Telephone Switching Office adalah pusat dari
mobile switching (pemindahan dari mobile ke landline atau unit
nirkabel lainnya yang melibatkan sistem dan koneksi nirkabel yang

19
sangat kompleks yaitu Field monitoring dan relay stations yang
digunakan sebagai pemindah panggilan dari/ke cell site dengan
PSTN (Public Switch Telephone Network). Di dalam MTSO
terdapat MSC (Mobile Switching Center) yang dapat
mengendalikan perpindahan jaringan tersebut. MSC mengirimkan
Mobile Base Station (MBSs) dan akan dikirimkan melalui Public
Switched Telephone Network (PSTN). MBSs inilah yang
bertanggung jawab agar pesan dapat diterima melalui teknologi
TDMA dan GSM yang digunakan oleh pengguna. MSC ini
mengontrol panggilan, billing, dan lokasi pelanggan cell site
dengan sistem antena. Selain itu MSC juga berfungsi sebagai
penghubung antara satu jaringan GSM dengan jaringan lainnya
melalui Internetworking Function (IWF). Mobile Switching
dilengkapi dengan HLR (Home Location Register) sebagai
penyimpan semua informasi/data mengenai pelanggan tetap, VLR
(Visitor Location Register) untuk menyimpan informasi/data
pelanggan saat melakukan roaming dan AuC (Authentication
Center) untuk menyimpan semua informasi terkait keabsahan
pelanggan, serta EIR (Equiptment Identity Register) untuk
menyimpan nomor identitas pelanggan.
Antena merupakan elemen sirkuit yang pada saat transmisi dapat
merubah sinyal menjadi gelombang radio untuk mengumpulkan
energi elektromagnetik sehingga dapat diterima menjadi rangkaian
kode tertentu. Empat aspek yang dimiliki antena yaitu Reciprocity
– semua antena sifatnya sama meski digunakan untuk menerima
ataupun mengirim energi elektromagnetik; Polarization : antena
penerima dan pengirim mempunyai polarisasi yang sama;
Radiation Field – tercipta di sekeliling antena dan memengaruhi
transmisi sinyal; Antenna Gain – banyaknya kekuatan antena
untuk menerima energi elektromagnetik.
Smart Antenna adalah kombinasi beberapa elemen antena dengan
kemampuan pengolahan sinyal yang dapat mencari sendiri
frekuensi yang diinginkan. Antenna gain diperbesar sehingga
frekuensi yang diserap dapat maksimal. Contohnya sistem radar
untuk pelacakan sasaran. Hal utama yang menjadikan suatu
sistem antena menjadi smart, adalah kemampuannya untuk
mengestimasi sudut kedatangan sinyal atau Angel of Arrival

20
(AOA). Biaya yang digunakan menjadi lebih efisien karena
rendahnya konsumsi kekuatan dalam amplifier dan mempunyai
reliabilitas tinggi. Smart antennas memisahkan pengguna dengan
Space Division Multiple Access (SDMA) atau pemisahan ruang.
Dua kategori smart antennas, yaitu Switched Lobe (SL) yang
berbentuk beams ganda, dan Adaptive Array (AA) yang melacak
berbagai tipe sinyal yang meminimalisir interferensi dan
memaksimalisasi penerimaan sinyal yang diinginkan. Fitur yang
menonjol dalam smart antennas adalah signal gain, interference
rejection, spatial diversity, power efficiency.
Microwave Signals merupakan sinyal yang dipergunakan dalam
teknologi satelit serta memiliki bandwidth yang sangat besar.
Radio dan televisi merupakan contoh pemanfaatan teknologi ini.
Namun, dengan kapasitasnya yang sangat besar seringkali terjadi
overload (penumpukan) frekuensi. Selain itu, sulitnya peralatan,
mudah terkena gangguan cuaca terutama pada saat hujan
deras/absorpsi hujan, distorsi, pemudaran pada peralatan, distorsi
dan pemudaran menjadi rintangan teknologi ini. Komponen dari
sistem gelombang mikro ini adalah modem digital, unit RF, dan
antenna. Modem digital memodulasi sinyal informasi menjadi
unit RF yang kemudian meneruskan sinyal tersebut ke antena.
Engineering Issues for Microwave Signaling adalah isu terkait
dengan gelombang mikro, yaitu keragaman ruang, keragaman
frekuensi, hot standby, dan koneksi PRI yang harus
dipertimbangkan dalam penempatan gelombang mikro.
Saat ini dikenal istilah 4G yang akan menggantikan posisi 3G
dan 3,5G karena dianggap lebih efisien. 4G dilengkapi dengan
teknologi software-defined radio (SDR) receiver, Orthogonal
frequency division multiplexing access (OFDMA), dan
teknologi Multiple-Input at Multiple-Output (MIMO).
Kelebihannya terdapat pada tingkat transmisi yang lebih cepat
dan protokol data yang lebih banyak bahkan bisa mengangkut
data sepuluh sampai limapuluh kali lebih banyak dari 3G.
Namun teknologi ini masih belum dapat terealisasikan
mengingat provider harus menyediakan layanan dengan
kapasitas yang tinggi pula. Selain itu, teknologi ini mengalami
hambatan dalam hal harga, akses universal, dan kecepatan.

21
Setelah munculnya 4G yang dengan yakin diperkirakan akan
menggantikan 3G dan 3,5G apakah akan ada lagi generasi-
generasi wireless lagi yang lebih canggih dan mampu
menghilangkan kelemahan-kelemahan dari teknologi wireless
yang ada sebelumnya.
Wireless atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah
teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data
tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media
gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada
remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada
komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.Media wireless
yang tidak kasat mata ini menawarkan cukup banyak
keuntungan bagi penggunanya, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas
Jaringan WLAN sangat mudah untuk di implementasikan,
sangat rapi dalam hal fisiknya yang dapat meneruskan inforasi
tanpa seutas kabe lpun, sangat fleksibel karena bisa
diimplementasikan hamper di semua lokasi dan kapan saja, dan
yang menggunakanya pun tidak terikat di satu tempat saja.
Dengan semua factor yang ada ini, para penggunanya tentu
dapat melakukan pekerjaan dengan lebih mudah akibatnya
pekerjaan jadi cepat dilakukan, tiak membutuhkan waktu yang
lama hanya karena masalah – masalah fisikal jarigan dari PC
yang mereka gunakan. Berdasarkan factor inilah, wireless LAN
tentunyadapat secara tidak langsung menigkatkan produktifitas
dari para penggunanya cukup banyak factor penghambat yang
ada dalam jaringan kabel yang dapat dihilangkan jika anda
menggunakn medi ini. Meningkatnya produktivitas kerja para
karyawannya, tetu akan sangat bermanfaat bagi perushaan
tempat mereka bekerja.
2. Cepat dan sederhana implementasinya.
Implementasi jaringan WLAN terbilang mudah dan sederhana.
Mudah karena anda hanya perlu memiliki sebuah perangkat
penerima pemancar untuk membangun sebuah jaringan
wireless. Setelah memilikinya, konfigurasi sedikit anda siap
menggunakan sebuah jaringan komunikasi data bau dalam
lokasi anda. Namun, tidak sesederhana itu jika anda

22
menggunakan media kabel.
3. Fleksibel
Media Wireless LAN dapat menghubungkan anda dengan
jairngan pada tempat-tempat yang tidak bisa diwujudkan oleh
media kabel. Jadi fleksibilitas media wireless ini benar-benar
tinggi karena anda bisa memasang dan menggunakannya
dimana saja dan kapan saja, misalnya di pest ataman, di
ruangan meeting darurat dan banyak lagi.
4. Dapat mengurangi biaya investasi.
Wireless LAN sangat cocok bagi anda yang ingin menghemat
biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun sebuah
jaringan komunikasi data. Tanpa kabel berarti juga tanpa
biaya, termasuk biaya termasuk biaya kabelnya sendiri, biaya
penarikan, biaya perawatan, dan masih banyak lagi. Apalagi
jika anda membangun LAN yang sering berubah-ubah, tentu
biaya yang anda keluarkan akan semakin tinggi jika
menggnakan kabel.
5. Skalabilitas
Dengan menggunakan media wireless LAN, ekspansi jaringan
dan konfigurasi ulang terhadap sebuah jaringan tidak akan
rumit untuk dilakukan seperti halnya dengan jaringan kabel.
Disinilah nilai skalabilitas jaringan WLAN cukup terasa.
Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi
terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.
6. Media Kabel
Media kabel lebih baik dari media nirkabel, karena media
kabel mampu membawa data dalam jumlah besar tanpa
terganggu oleh cuaca, sehingga menghasilkan komunikasi data
yang cepat, Contoh: penggunaan transmisi kabel sebagai
Backbone yang menghubungkan komunikasi data/Internet
antar sebuah pulau, negara di seluruh dunia. Dalam hal ini
media nirkabel tidak bisa digunakan, karena kondisi geofrafis
bumi yang tidak memungkinkan, seperti cuaca, ombak, air
pasang, angin, dll.
1. Twisted Pair (kabel dua kawat)
Media Transmisi Twisted Pair dikelompokkan menjadi 2
jenis : UTP (Unsheilded Twisted Pair) dan STP (Shielded

23
Twisted Pair)
1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis
kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang
tidak dilengkapi dengan shield internal seperti kabel STP. UTP
merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering
digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang
harganya yang murah, fleksibel dan kinerja yang
ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat
pelindung satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan
fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-
pair (STP), pelindung tersebut tidak melindungi kabel dari
interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP dikelompokan menjadi beberapa kategori, mulai
kategori 1 sampai 7, masing-masing dengan karakteristik
tertentu. Secara singkat kategori-kategori tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Category 1: dengan kualitas suara analog sebelumnya
dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone
dan ISDN.
b. Category 2: dengan Transmisi suara digital hingga 4
megabit per detik dipakai untuk token ring network dengan
bw 4mbps
c. Category 3: dengan transmisi data digital hingga 10 megabit
per detik dipakai untuk data network dengan frequensi up to
16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps
d. Category 4: dengan transmisi data digital hingga 16 megabit
per detik frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk
16mbps token ring network.
e. Category 5: dengan transmisi data digital hingga 100
megabit per detik Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai
untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan
tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
f. Category 5e: transmisi data digital hingga 250 megabit per
detik Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih
support gigabyte ethernet network.
g. Category 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih

24
dari dua kali cat-5 dan cat-5e
h. Category 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to
10Gbps
i. Category 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to
600Mhz.
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Shielded Twisted Pair/STP adalah kabel tembaga yang


memiliki pembungkus pada masing-masing pasangan
kabelnya. Pelindung tersebut terdapat pada setiap pasang
kabelnya yang dilindungi oleh timah dan setiap pasang kabel
tersebut masing-masing dilapisi dengan pelindung. Kabel ini
sama dengan UTP, perbedaannya hanya dilapisan
pelindungnya, lapisan pelindung tersebut berfungsi untuk
melindungi dari interferensi gelombang elektromagnetik baik
dari dari dalam maupun dari luar.
3. Coaxial Cable (kabel koaksial)
Kabel Koaksial adalah media penyalur atau transmitor yang
bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah diubah
menjadi sinyal – sinyal listrik. Kabel ini memiliki kemampuan
yang besar dalam menyalurkan bidang frekuensi yang lebar,
sehingga sanggup mentransmisi kelompok kanal frekuensi
percakapan atau program televisi. Kabel koaksial biasanya
digunakan untuk saluran interlokal yang berjarak relatif dekat
yakni dengan jarak maksimum 2.000 km. Kabel jenis ini
mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal – sinyal
listrik yang lebih besar dibandingkan saluran transmisi dari
kawat biasa. Selain itu kabel koaksial memiliki ketahanan arus
yang semakin kecil pada frekuensi yang lebih tinggi.
Perambatan energi elektromagnetiknya dibatasi dalam pipa
dan juga sekat dari pengaruh interfensi atau gangguan
percakapan silang luar karena bentuknya yang sedemikan
rupa.
Dari sisi ekonomi, sistem penyaluran informasi menggunakan
kabel ini memiliki kelemahan yakni dalam hal investasi dan
biaya pemeliharaan yang mahal.
Kabel Coaxial dikelompokan menjadi beberapa tipe sebagai

25
berikut:
a. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )
Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 disebut juga thin
coaxial merupakan kabel yang menggunakan satu penghantar
luar. Diameter kabel sebesar 5 milimeter. Atau kabel ini biasa
disebut dengan kabel BNC (British Naval Connector), dimana
BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama
kabelnya.
b. Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )
Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 disebut juga thick
coaxial merupakan kabel yang menggunakan dua penghantar
luar, sehingga kabel ini cukup tebal. Diameter kabel sebesar 10
milimeter. Biasanya dipakai untuk instalasi antar gedung,
Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial
Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar,
kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga
cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.
4. Optic Fiber (kabel serat optic)
Secara garis besar kabel serat optik terdiri dari 2 bagian utama,
yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari inti
(core). Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada
core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar
dari core kembali kedalam core lagi. Dalam aplikasinya serat
optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin yang disebut
dengan jacket, biasanya berbahan plastik. Lapisan ini dapat
menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak
memberikan peningkatan terhadap sifat gelombang pandu
optik pada kabel tersebut. Namun lapisan resin ini dapat
menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan terjadinya
kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Serta hal ini
dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin
terjadi.
Atau untuk lebih jelasnya lihat gambar dan penjelasan berikut:
- Core : merupakan medium fisik utama yang mengangkut
sinyal cahaya / optic dari sumber ke device penerima. Secara
umum diamet core antara 8,3 micron s/d 100 micron.
- Cladding : berupa lapisan tipis yang menyelimuti core,

26
berperan sbg pembatas gelombang cahaya yg menyebabkan
pembiasan.
- Coating : berupa lapisan plastic yang menyelimuti Core &
Cladding, berperan mempertangguh core, menyerap terjadinya
kejutan sbg proteksi terhadap tekukan kabel yg berlebihan.
- Strengthening Fiber : terdiri atas beberapa komponen yg dpt
menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga
selama instalasi
- Cable Jacket : merupakan lapisan terluardari keseluruhan
badan kabel (biasanya berwarna orange).
Ada dua jenis kabel serat optic yang biasa digunakan untuk
transmisi data. Jenis-jenis kabel serat optic yang dimaksud
adalah sebagai berikut.
a. SMF (Single-Mode Fiber)
SMF mempunyai diameter serat sangat kecil, sekitar 8-10
mikro meter. Dengan ukuran core fiber yang sedemikian kecil,
sinar yang mampu dilewatkannya hanyalah satu mode sinar
saja. Sinar yang dapat dilewatkan hanyalah sinar dengan
panjang gelombang 1310 atau 1550 nanometer. SMF dapat
mendukung transmisi data sampai 5000 meter untuk satu
segmen kabel. Kecepatan transmisi data maksimum yang
dapat didukung sebesar 1000 Mbps.
Single mode dapat membawa data dengan lebih cepat dan 50
kali lebih jauh dibandingkan dengan multi mode dan juga
dapat membawa data dengan bandwidth yang lebih besar.
Tetapi harga yang harus Anda keluarkan untuk penggunaannya
juga lebih besar. Core yang digunakan lebih kecil dari multi
mode dengan demikian gangguan-gangguan di dalamnya
akibat distorsi dan overlapping pulsa sinar menjadi berkurang.
Inilah yang menyebabkan single mode fiber optic menjadi
lebih reliabel, stabil, cepat, dan jauh jangkauannya.
b. MMF (Multi-Mode Fiber)
MMF punya diameter serat yang lebih besar, ada yang 50
mikrometer, 62,5 mikrometer, dan 100 mikrometer. MMF
dapat mendukung jangkau transmisi data sampai 2000 meter
untuk satu segmen kabel untuk kecepatan transmisi data
sampai 100 Mbps dan jangkau 550 meter untuk kecepatan

27
transmisi data 1000 Mbps.
Teknologi fiber multimode ini memungkinkan Anda untuk
menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, sedangkan
single mode mengharuskan Anda menggunakan laser sebagai
sumber cahayanya. Yang perlu diketahui, LED merupakan
komponen yang cukup murah sehingga perangkat yang
berperan sebagai sumber cahayanya juga berharga murah.
LED tidak kompleks dalam penggunaan dan penanganan serta
LED juga tahan lebih lama dibandingkan laser. Jadi teknologi
ini cukup berbeda jauh dari segi harga dibandingkan dengan
single mode.
Komponen Sistem Komuniksi Data Dengan Media Fiber Optic
Pada dasarnya setiap system informasi pasti memerlukan 5
komponen minimal dalam proses komunikasi data, yaitu
transmitter (pemindah/pengalih pesan), receiver (penerima
pesan), media pengalih pesan, pesan yang dialihkan, dan
penguat sinyal.
Adapun dalam komunikasi data dengan memanfaatkan media
fiber optic, maka komponen-komponen yang ada yaitu
diantaranya sebagai berikut:
Cahaya yang membawa informasi.
Karena media yang digunakannya berupa serat optic yaitu
serat yang terbuat dari bahan kaca yang dapat mentranmisikan
data dengan cahaya. Dengan memanfaatkan cahaya maka
dalam eproses transmisinyapun dapat mentransper kapasitas
data yang tak terbatas, hal ini dikarenakan banyaknya
kelebihan yang dimiliki oleh cahaya diantaranya cahaya kebal
terhadap gangguan, mampu berjalan jauh, dengan kecepatan
tinggi.
Ø Optical transmitter/pemindah berbentuk optis,
merupakan sebuah komponen yang bertugas mengirimkan
sinyal-sinyal cahaya kedalam media pembawa data/pesan.
Tempatnya sangat dekat dengan media fiber optic.
Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light
Emitting Dioda (LED) atau solid state laser dioda. Sumber
cahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi
daya daripada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar

28
yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak
sejauh laser.
Ø Fiber optic cable/ kabel serat kaca,
bentuknya tidak jauh berbeda dengan kabel tembaga, namun
lebih kecil dan memiliki warna yang bening seperti benag
pancingan, bagian ini merupakan bagian yang memiliki peran
yang sangat penting dalam proses penyampaian data dalam
media fiber optic.
Ø Optical receiver/kaca penerima pesan kiriman.
memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang
dikirimkan oleh optical transmitter, setelah cahayanya
ditangkap maka langsung didekode menjadi sinyal-sinyal
digital yaitu informasi yang dikirmkan dari device.
optical regenerator, yaitu penguat sinyal cahaya, agar semua
cahaya bisa diterima ileh optical receiver dalam keadaan utuh,
sehingga informasinyapun akan utuh pula.
Beberapa keuntungan dari media fiber optic:
Ø Lebih ekonomis untuk jarak yang sangat jauh. Dengan
bandwitch yang sangat besar disertai daya jangkau yang sangat
jauh maka dengan media fiber optic biaya akan lebih sedikit.
Apalagi jika dibandingkan dengan media kabel tembaga
mislanya yang tentu dengan jarrak jauh pasti akan menambah
biaya untuk membeli kabelnya.
Ø Ukuran saluran serat yang lebih kecil. Karena terbuat dari
serat kaca maka ukuran serat salurannya menjadi lebih kecil
jika dinadingkan dengan media kabel tembaga.
Ø Penurunan kualitas sinyal yang lebih sedikit.Dengan
menggunakan media fiber optic maka degradasi sinyal
transmisi akan lebih bisa dikurangi.
Ø Daya listrik yang diperlukan lebih kecil,karena
memanfaatkan cahaya dalam proses transmisi datanya
sehingga hanya membutuhkan sedikit daya listrik berbeda
dengan media kabel tembaga.
Ø Menggunakan sinyal digital,dalam media fiber optic karena
tidak adanya sinyal listrik, maka yang lebih banyak
mendominasi adalah sinyal digital.
Ø Fiber optic tidak mudah termakan usia,dikarenakan dalam

29
proses transmisinya tidak melibatkan listrik sehingga kecil
kemungkinan akan terjadinya kebakaran saluran yang
diakibatkan oleh konsleting.
Ø Bahannya ringan dan fleksibel, hal ini dikarenakan ukuran
serat yang sangat kecil dan juga elastic sehingga saluran
dengan media fiber optic lebih ringan dan fleksibel.
Ø Komunikasi bisa lebih aman,hal ini dikarenakan dengan
media fiber optic maka informasinya tidak mudah disadap oleh
pihak lain, dan juga sangat sulit untuk dimonitor,
Media fiber optik ini juga merupakan jalan tercepat untuk
transmisi data, karena memanfaatkan bantuan cahaya maka
jelaslah bahwa dengan fiber optic, data akan lebih cepat
sampai kepada tujuan pengiriman, ditambah lagi kapasitas data
dengan media fiber optic tidak terbatas, sehingga data yang
bisa dtransper bisa sangat cepat
Sekalipun komunikasi data telah dan terus dikembangkan
sedemikian rupa, namun tetap saja terdapat beberapa masalah
dalam proses komuniksi data, diantaranya sebagai berikut:
1. Keterbatasan bandwith, yaitu kapasitas pengiriman data
perdetik dapat diatasi dengan penambahan bandwith.
2. Memiliki Round Trip Time (RTT)yang terlalu besar,
dioptimalkan dengan adanya TCPOptimizeruntuk mengurangi
RTT.
3. Adanya delay propagasi atau keterlambatan untuk akses via
satelit, membangun infrastruktur terestrial jika mungkin.

K. Manfaat Komunikasi Data


Beberapa manfaat dari komunikasi data diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar efisien
tanpa kesalahan dan ekonomis dari suatu tempat ke tempat
yang lain.
2. Memunginkan penggunaan sistem komputer dan peralatan
pendukung dari jarak jauh (remote computer use). Contohnya:
seperti yang Bapak lakukan pada saat mengajar di kelas, yaitu
tanpa menggunakan kabel interface dapat langsung
menghubungkan antara projector dengan Laptop yang kita

30
gunakan.
3. Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun
secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal
kontrol, baik desentralisasi ataupun sentralisasi.
4. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data
yang ada dalam berbagai macam sistem komputer.
5. Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.
6. Mendapatkan data langsung dari sumbernya.
7. Mempercepat perluasan informasi.
5

5
Putri, S., & Santoso, A. (2016). "Pengembangan Sistem Basis Data Terdistribusi untuk Mendukung Komunikasi
Data pada Lingkungan E-learning." Jurnal Sistem Komputer dan Informatika, 4(1), 30-42

31
SOAL PILIHAN GANDA
1. Apa itu basis data?
a. Kumpulan data terstruktur
b. Kumpulan program komputer
c. Kumpulan perangkat keras
d. Kumpulan jaringan komunikasi
e. Semua jawaban salah

2. Manakah yang bukan termasuk jenis basis


data relasional?
a. MySQL
b. MongoDB
c. PostgreSQL
d. Oracle
e. SQLite

3. Apakah fungsi dari SQL (Structured Query Language)?


a. Menyusun data
b. Memanipulasi data
c. Menghapus data
d. Semua jawaban benar
e. Tidak ada jawaban yang benar

4. Apa yang dimaksud dengan normalisasi dalam basis data?


a. Proses mengoptimalkan kueri
b. Proses mengurangi redundansi data
c. Proses mengenkripsi data
d. Semua jawaban salah
e. Proses menambahkan indeks

5. Manakah yang bukan jenis model data dalam basis data?


a. Model Hierarki
b. Model Relasional
c. Model Jaringan
d. Model Sirkular
e. Semua jawaban salah

32
SOAL ESSAY

1. Jelaskan konsep indeks dalam basis data dan berikan contoh


penggunaannya.
Jawaban/penjelasan:
Indeks dalam basis data digunakan untuk mempercepat
pencarian data dengan membuat struktur data tambahan.
Contohnya, indeks pada kolom ID pada tabel pengguna
memungkinkan pencarian cepat berdasarkan ID.
2. Bagaimana proses normalisasi dapat
meningkatkan efisiensi dan integritas data dalam
basis data?
Jawaban/penjelasan:
Normalisasi mengurangi redundansi data dengan membagi
tabel besar menjadi tabel yang lebih kecil, mengurangi risiko
anomali data, dan meningkatkan integritas data dengan memastikan
ketergantungan fungsional yang baik antaratribut.
3. Jelaskan perbedaan antara basis data SQL dan
NoSQL. Berikan situasi di mana masing-masing
lebih cocok.
Jawaban/penjelasan:
Basis data SQL menggunakan tabel terstruktur dengan skema
tetap, sementara NoSQL lebih fleksibel dengan menyimpan data
dalam format dokumen, grafik, atau kolom. SQL cocok untuk
aplikasi yang membutuhkan integritas data, sementara NoSQL
cocok untuk skenario di mana skema data sering berubah.

4. Apa peran transaksi dalam basis data dan


mengapa konsistensi data begitu penting dalam
konteks ini?
Jawaban/penjelasan:
Transaksi dalam basis data adalah serangkaian operasi yang
dianggap sebagai satu unit. Konsistensi data penting karena
memastikan bahwa basis data tetap dalam keadaan konsisten bahkan
jika terjadi kegagalan transaksi, mencegah kerusakan data.

5. Jelaskan konsep "ACID properties" dan mengapa ini penting dalam


manajemen transaksi basis data.
Jawaban/penjelasan:
ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) adalah
properti yang memastikan transaksi basis data dijalankan dengan
benar. Atomicity memastikan bahwa transaksi berjalan sebagai satu
unit, Consistency memastikan bahwa basis data tetap dalam keadaan
yang konsisten, Isolation memastikan transaksi terisolasi, dan
Durability memastikan perubahan data yang dijalankan oleh
transaksi tetap persisten. ACID penting untuk menjaga integritas
data dan konsistensi dalam sistem basis data.

33

Anda mungkin juga menyukai