Senin, 21 November 2016
Teknik Geodesi ITENAS
Manajemen Sistem Basis Data
(Database Management System)
Dibuat oleh :
Carlos Mariano Beker
232011034
Hindrawan Shofartianto 232014009
Remilla Sapta Nada 232014020
Diva Triyananda
232014037
Senna Faturachman232014091
Apa Itu DBMS?
Sebelum
mengetahui arti dari DBMS itu sendiri kita harus
mengetahui dahulu apa itu Basis Data (Database).
Database
atau basis data adalah kumpulan data yang
disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah
atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program
aplikasi) untuk menghasilkan informasi.
Basis
data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data,
menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas
dan juga update yang rumit.
Elemen-elemen yang penyusun sistem
basis data:
Hardware,
Perangkat keras dalam sistem basis data
Operating
System, Program yang mengaktifkan sistem
komputer serta mengendalikan sumber daya.
Database,
Berisi sejumlah objek basis data seperti file dan
tabel.
Management
System , Pengolahan basis data secara fisik
ditangani oleh perangakat lunak yang di sebut DBMS yang
melaksanakan
proses
menyimpan,
mengubah
dan
mengambil data.
User,
Pengguna sistem basis data.
Sehingga DBMS yaitu ...
sistem
perangkat lunak yang memungkinkan pengguna
database (database user) untuk memelihara, mengontrol dan
mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain
semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS.
Menurut
C. J. Date, Data Base Management System (DBMS)
adalah software yang menghandel semua akses pada
database untuk melayani keperluan user
Menurut
S, Attre, Data Base Management System (DBMS)
yaitu software, hardware, firmware serta procedure-procedure
yang memanage database. Firmware yaitu software yang
sudah jadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
Tujuan utama dari DBMS adalah ...
Untuk
memberikan tinjauan abstrak data kepada
pengguna.
Jadi
sistem menyembunyikan informasi tentang
bagaimana data disimpan, dipelihara dan tetap bisa
diambil (diakses) secara efisien.
Pertimbangan
efisien di sini adalah bagaimana
merancang struktur data yang kompleks tetapi masih
tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa
mengetahui kompleksitas strukturnya.
Pembagian basis data menurut jenisnya
antara lain:
Basis
data flat-file
Basis
data Jaringan
(Network)
Basis
Basis
data relasional
data Hirarki
Basis data flat-file
Basis
data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan
dapat dirubah dengan mudah.
Basis
data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar
atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil.
Salah
satu tipe basis data flat-file adalah file CSV yang
menggunakan pemisah koma untuk setiap nilainya.
Basis data relasional
Basis
data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait
cara penyimpanan.
Basis
data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua
dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel)
dan kolom (atribut).
Beberapa
contoh basis data relasional adalah Microsoft
Access, MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server dan PostgreSQL.
Basis data Jaringan (Network)
Model
jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record
(Pascal),dan relasi antar data yang direpresentasikan oleh
record & lin.
Model
ini menyerupai model hirarki. Perbedaannya terdapat
pada suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang
tua. Model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua
punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak),
maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa
orangtua).
Basis data Hirarki
Model
hirarki atau biasa disebut model pohon ini menggunakan
pola hubungan dengan istilah orang tua dan anak.
Terdapat
juga istilah simpul (bercirikan kotak atau lingkaran).
Simpul yang berada diatas yang terhubung ke simpul pada
level dibawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa
memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan
1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul
simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak.
Adapun
hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai
tree (pohon) dari pada graf.
Fungsi DBMS (Data Base Management System)
Fungsi
DBMS atau Database Management System dalam
perkembangan aplikasi dan sistem penting di dunia sangat banyak.
Saat
ini berbagai perusahaan besar baik Nasional maupun
Internasional memanfaatkan database untuk menunjang sistem
aplikasinya.
Ada
banyak DBMS yang sangat populer seperti Oracle, Microsoft SQL
Server, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, IBM DB2, dan masih
banyak lagi.
10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara
integritas
data
dalam
suatu
sistem,
yaitu:
..
1.
Menjaga Integritas Data
2.
Penyimpanan Data (Data Storage Management)
3.
Kamus Data
4.
Transformasi dan Penyajian Data
5.
Keamanan Data
6.
Memungkinkan Akses Beberapa User
7.
Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
8.
Menyediakan bahasa akses dan pemogramman
9.
Menyediakan interface untuk komunikasi
10. Manajemen
Transaksi
Komponen Data DBMS (Data Base Management System)
Satu
DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian
komponen fungsional (modul) seperti :
1. File
Manager, yang mengelola area dalam disk serta susunan data yang
digunakan untuk merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk.
2. Database
Manager, yang sediakan interfaceantara data low-level yang ada di
basis data dengan program aplikasi serta query yang didapatkan ke system.
3. Query
Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query
language ke perintah low-level yang bisa dipahami oleh database manager.
4. DML
Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam
suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bhs induk.
5. DDL
Compiler, yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam
sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu disimpan
dalam kamus data.
Keuntungan dan Kerugian Menggunakan
DBMS, Antara Lain :
Keuntungan Penggunaan DBMS (Data Base Management System)
Pengunaan
Data Base Management System (DBMS) untuk mengelola
data memiliki sebagian keuntungan, yakni :
1.
Kebebasan data serta akses yang efisien
2.
Mereduksi saat pengembangan aplikasi
3.
Integritas serta keamanan data
4.
Administrasi keseragaman data
5.
Akses berbarengan serta perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari sistem
serentak).
6.
Kurangi data redundancy : Data redundansi bisa direduksi/dikurangi, namun tak
bisa di hilangkan sekalipun (untuk keperluan keyfield)
7.
Memerlukan sedikit memory untuk penyimpanan data.
Kerugian Pengunaan DBMS (Data Base Management System)
Kerugian
pengunaandiantaranya :
1.
Beroleh piranti lunak yang mahal (tehnologi DBMS, Operation,
Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe tetap benar-benar
mahal.
2.
Data Base Management System (DBMS)kerap membutuhkan
kemampuan penyimpanan primer serta sekunder yang semakin
besar dari pada yang dibutuhkan oleh program aplikasi lain.
3.
Mempekerjakan serta menjaga staf DBAData Base Management
System (DBMS)membutuhkan pengetahuan spesial supaya bisa
memakai kekuatan dengan cara penuh.
Macam-Macam DBMS (Data Base Management System)
Beberapa
software atau perangkat lunak DBMS yang
sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :
1.
MySQL
2.
Oracle
3.
Firebird
4.
Microsoft SQL server 2000
5.
Visual Foxpro 6.0
6.
Database Desktop Paradox
Ada Pertanyaan ?
PUSTAKA
Thakur, Dinesh,DAFTAR
2010,
What is DBMS? Advantages and Disadvantages of DBMS
.
From
http://ecomputernotes.com/fundamental/what-is-a-dat
abase/advantages-and-disadvantages-of-dbms
, 28 Oktober 2016
Zandbergen,
Paul, 2010, What is a Database
Management System? - Purpose and Function
From
http://study.com/academy/lesson/what-is-a-datab
ase-management-system-purpose-and-function.html
, 28 Oktober 2016
DAFTAR PUSTAKA
Sharpened Production, 2016, DMS Definition
From http://techterms.com/definition/dbms , 28 Oktober
2016
Hindro Hindrianto, 2012, september, pengertian
database
From
http://www.termasmedia.com/65-pengertian/69-p
engertian-database.html
, 28 Oktober 2016
Sekian dan Terima Kasih