BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah
membawa arah kebijakan otonomi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dengan memberikan
kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab di daerah yang secara proporsional dan
professional
Demikian pula pelatihan Bos dan management Kepala Sekolah tahun 2011 , telah
dilaksanakan di seluruh penjuru tanah air dengan dinamika dan persoalan yang ada di daerah
masing-masing .
Salah satu tujuan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan adalah menuntaskan
Pendidikan Dasar 9 Tahun. Mulai dari Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Perlindungan
Anak, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-
perundangan yang ada saat ini telah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan
pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai dengan 15 tahun.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan Nasional telah memilih Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS) sebagai salah satu strategi.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010-2014,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan visi: “ Terwujudnya Indonesia yang
Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan “
Layanan prima pendidikan nasional adalah layanan pendidikan yang:
1. tersedia secara merata di seluruh pelosok nusantara;
2. terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat;
3. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat,
dunia usaha, dan dunia industri;
4. setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas
dengan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial-budaya, ekonomi, geografi,
gender, dan sebagainya; dan
5. menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan
menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri.
Untuk mencapai visi tersebut di atas, Kemendikbud telah menetapkan sasaran
strategis, diantaranya: Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun mencapai 99,9%
dan kelompok usia 13-15 tahun mencapai 96% pada tahun 2014. Artinya, Pemerintah
Indonesia, dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan berusaha keras
untuk membuat semua anak Indonesia yang berusia 7-15 tahun mendapat pelayanan sekolah
yang bermutu dan relevan.
Sejak diluncurkan pada tahun 2005, Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah
memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar, yaitu besarnya biaya
yang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik. Program BOS ini, memberikan
subsidi kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua SD/MI serta SMP/MTs (negeri
dan swasta), sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan berkurang.
Bagi orang tua peserta didik, program BOS ini akan membantu dalam:
1. mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses),
2. membuat anak-anak tetap bersekolah, atau pengurangan jumlah anak putus
sekolah/madrasah (dropout), dan
3. mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan transisi
dari SD/MI ke SMP/MTs).
Selain tersebut diatas Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja dan
Anggaran Sekolah berguna pula untuk meningkatkan terhadap partisipasi masyarakat di Kecamatan
Cilawu pada umumnya, dan SDN SUKAMURNI II pada khususnya , yang antara lain disebabkan
oleh
1. Lama Belajar Masyarakat sukamurni masih belum maksimal. .
2. Angka mengulang masih tinggi .
3. Mutu hasil Belajar Rendah
4. Angka Pengangguran masih sangat Tinggi
B. Ruang Lingkup
C. Maksud dan Tujuan
Rencana Kerja Jangka Menengah disusun dengan tujuan antara lain :
1. Meningkatkan manajemen dan tata pelayanan publik.
2. Meningkatkan kompetensi guru
3. Meningkatkan kompetensi Peserta didik
4. Meningkatkan kompetensi Lulusan .
5. Meningkatkan. mutu proses belajar mengajar.
6. Meningkatkan pengelolaan sekolah .
7. Meningkatkan sarana dan prasarana.
8. Meningkatkan sistem penilaian .
D. Metode Penyusunan
E. Kerangka Pemikiran
F. Sistematika Penulisan
BABA II
KONDISI UMUM
A. Kondisi Masa Lalu
B. Kondisi Sekarang
C. Tantangan Yang Dihadapi
BAB III
RENCANA STRATEGIS
A. Visi
Visi SD Negeri Sukamurni II ditentukan bersama dengan kepala sekolah, guru, dan komite
sekolah, kemudian disosialisasikan kepada semua warga sekolah, yaitu sebagai berikut.
Menciptakan sekolah yang kondusif, meningkatkan mutu lulusan yang cerdas, terampil
dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Indikator-indikator Visi anak “SUKAMURNI” adalah :
1. Sehat : Sekolah Yang sehat
2. Unggul : Selalu berupaya unuk meningkatkan prestasi
3. Kecerdasan : Mutu kecerdasaan siswa
4. Amal : Dan amal soleh
5. Moral : Sebagai modal utama di mana saja berpijak
6. Ulet : Ulet dalam belajar dan juga bekerjanya
7. Rajin : Dalam berkretifitas sehingga potensi yang
dimiliki dapat tumbuh dan berkembang.
8. Nurani : Toleransi terhadap sesama.
9. Iman : Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang teguh
serta tangguh.
B. Misi
Adapun misi SD Negeri Sukamurni 02 yang di tentukan bersama yaitu sebagai berikut.
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan bagi segenap Warga SDN
Sukamurni II
2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan untuk mewujudkan kualitas sumberdaya
manusia khususnya warga SDN Sukamurni II
3. Meningkatkan hubungan dengan masyarakat dan komite
4. Meningkatkan kompetensi dan profesionla guru-guru
5. Melaksanakan pembelajaran dengan optimal sesuai dengan potensi dirinya
sehingga dapat dikembangkan secara optimal
6. Meningkatkan Prestasi Siswa SDN Sukamurni II
7. Memupuk semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah
8. Menumbuhkan sikap saling menyayangi dan mengharagai dengan tutur kata yang
bijak dan sopan
9. Meningkatkan disiplin sehingga siswa senantiasa terbiasa taat, patuh dan rajin
bekerja
C. Tujuan Sekolah
1. Mempersiapkan peserta didik yang cerdas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia
2. Menanamkan kepada peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi
dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportivitas.
3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian, cerdas,
berkualitas dan berprestasi.
5. Menumbuhkan cinta kebangsaan, masyarakat, dan kebudayaannya.
6. Menyiapkan siswa aktif, kreatif, terampil dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri
secara terus menerus.
D. Tantangan Nyata
E. Sasaran Sekolah
1. Meningkatkan kualifikasi bagi guru
2. Mengikuti Pelatihan – pelatihan guru .
3. Mengadakan Kegiatan Kepramukaan .
4. Mengadakan Kegiatan PHBI/PHBN
5. Mengadakan Kegiatan Pesantren ramadhan
6. Mengusulkan bantuan bea siswa
7. Mengadakan kegiatan home Visit .
8. Membuat Spanduk penerimaan siswa baru
9. Mengadakan Mid semester .
10. Mengadakan Ulangan Umum .
11. Mengadakan Try Out / Pengayaan bagi kelas VI
12. Mengadakan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah
13. Mengadakan kegiatan Dokter kecil .
14. Mengikuti berbagai macam lomba tingkat gugus maupun kecamatan dan kabupaten
15. Mengikuti Lomba mata pelajaran / Olimpiade.
16. Memberi piagam dan hadiah bagi siswa yang berprestasi .
17. Membeli alat peraga atau alat pembelajaran .
18. Melaksanakan jadwal supervisi kelas .
19. Melaksanakan rapat pengurus komite setiap 6 bulan sekali
20. Membuat Program kerja komite sekolah .
21. Membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Komite sekolah
22. Membeli alat peraga atau alat pembelajaran.
F. Identifikasi Fungsi-fungsi
G. Analisis SWOT
H. Alternative Langkah Pemecahan Persoalan
I. Menytusun Program Peningkatan Mutu
J. Jadwal Kegiatan
BABA IV
PENUTUP
Kesimpulan :
1. Secara umum, apabila akan melaksanakan kegiatan pembangunan dibidang pendidikan perlu
direncanakan secara rinci, tahap demi tahap untuk mencapai tujuan dengan didukung oleh
dana yang mencukupi. Hal ini bukan berarti harus tersedia dana yang banyak, namun yang
rasional.
2. Semua program dapat berjalan sesuai rencana , apabila berfungsinya semua komponen
sekolah termasuk didalamnya Wali murid yang selalu melihat perkembangan pelaksanaan
program sejak dini, sehingga apabila terjadi permasalahan dapat segera dicari
penyelesaiannya.
3. Dengan adanya Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Jangka Menengah ( RKJM
) bisa membantu sekolah melihat keadaan nyata sekolah, disamping itu dengan adanya
RKJM juga membantu sekolah didalam menentukan program yang diprioritaskan dalam satu
tahun sesuai dengan kebutuhan di sekolah khususnya di SDN SUKAMURNI II
4. Dengan adanya Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah dan Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah memotivasi peran serta masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam
menuntaskan WAJAR DIKDAS 9 tahun pada proses peningkatan mutu Pendidikan secara
bertahap .
5. Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah juga mengidentifikasi Program – program
Strategis dan Program – program Operasional hingga terwujudlah Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah selama empat tahun .