Analisis Daya Thin Solar Panel
Analisis Daya Thin Solar Panel
TUGAS AKHIR
Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Institut
Teknologi Padang
Oleh:
ALFANDI RAMADHAN
2019310027
FAKULTAS TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
SEPTEMBER 2023
TUGAS AKHIR
Oleh:
ALFANDI RAMADHAN
2019310027
FAKULTAS TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
SEPTEMBER 2023
ii
ABSTRAK
ALFANDI RAMADHAN
2019310027
TEKNIK ELEKTRO
Kebutuhan energi listrik dipredisksi semakin meningkat sebesar 70% antara tahun 2000
hingga 2030, seiring bergantinya tahun membuat jumlah penduduk semakin naik,
tentunya membuat kebutuhan listrik semakin melonjak, agar tidak kekurangan energi
listrik kita dapat memanfaatkan salah satu sumber energi yang melimpah seperti energi
matahari yang mana energi matahari ini dapat diubah menjadi energi listrik. Energi
matahari ini memiliki banyak keuntungan seperti ramah lingkungan, bersih dan tidak
menimbulkan polusi udara serta bisa didapat secara gratis. Sebuah perangkat yang dapat
mengubah sinar matahari menjadi energi listrik disebut panel surya. Pada saat sekarang
panel surya yang banyak digunakan jenis polycristalline dan monocrystalline, namun
keduanya memiliki bobot yang berat. Kedepannya diharapkan thin solar panel dapat
berkembang, karena mempunyai bobot yang tipis tentunya bisa diaplikasikan pada
banyak barang elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas
daya thin solar panel. Peneltian ini terdiri dari beberapa tahap yakni pengukuran,
pengolahan data, analisis data, dan pelaporan. Daya yang dihasilkan pada thin solar
panel yakni pada pengukuran kesatu rata-rata 5,648 Watt (0,0564%), pengukuran kedua
rata-rata 2,090Watt (0,0209%), pengukuran ketiga rata-rata 3,529 Watt (0,0352%),
pengukuran keempat rata-rata 2,817 Watt (0,0281%), pengukuran keenam rata-rata
4,125 Watt (0,0412%), pengukuran ketujuh rata-rata 2,332 Watt (0,0233%) dan
pengukuran kedelapan 6,885 Watt (0,0688%). Sehingga didapatkan hasil daya yang
paling tinggi pada pengukuran kedelapan, hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang cerah
mampu menyerap daya thin solar panel dengan optimal.
Oleh:
ALFANDI RAMADHAN
2019310027
TEKNIK ELEKTRO SARJANA
Disahkan
Tanggal .................................
Pembimbing-1 Pembimbing-2
iv
LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI
Oleh:
ALFANDI RAMADHAN
2019310027
TEKNIK ELEKTRO SARJANA
Ketua
Andi M. Nur Putra, M.T Dr.Sepannur Bandri,S.T., M.T Ir. Erhaneli, M.T
NIDN. 1028108801 NIDN. 1012097402 NIDN. 1020066301
v
PERNYATAAN KEASLIAN ISI
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir yang saya tulis merupakan hasil
karya saya sendiri dan bukan merupakan duplikasi serta tidak mengutip sebagian atau
seluruhnya karya orang lain kecuali yang telah saya sebutkan sumbernya.
Alfandi Ramadhan
vi
KATA PENGANTAR
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidak lepas dari
berbagai kesulitan. Tetapi berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,
maka kesulitan ini dapat diatasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Kedua orang tua yang selalu memberikan kasih sayang, semangat, doa
dan dukungan yang sangat besar hingga Tugas Akhir ini selesai.
ALFANDI RAMADHAN
viii
DAFTAR ISI
RINGKASAN.................................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................2
Gambar 2.1 Proses energi matahari menjadi energi listrik pada sel surya...............5
Gambar 2.2 Medan listrik di daerah pengosongan beralih dari kanan ke kiri..........6
Gambar 2.3 Sambungan P-N....................................................................................7
Gambar 2.4 Silikon monocristaline..........................................................................8
Gambar 2.5 Silikon Polycrystaline...........................................................................8
Gambar 2.6 Thin Film Solar Cell.............................................................................8
Gambar 2.7 Radiasi sorotan dan radiasi sebaran mengenai permukaan bumi.........13
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian........................................................................14
Gambar 3.2 Rangkaian Pengujian............................................................................15
Gambar 4.1 Alat Ukur Yang digunakan...................................................................18
Gambar 4.2 Rangkaian Panel yang digunakan ……………………………….…..18
Gambar 4.3 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel hari pertama…………………19
Gambar 4.4 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Pertama……………………20
Gambar 4.5 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Kedua……………...21
Gambar 4.6 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Kedua………………….....22
Gambar 4.7 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Ketiga…………….....23
Gambar 4.8 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Ketiga…………………….24
Gambar 4.9 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Keempat………………..25
Gambar 4.10 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Keempat…………………. 26
Gambar 4.11 Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Kelima...................................27
Gambar 4.12 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Kelima.............................28
Gambar 4.13 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Keenam………….29
Gambar 4.14 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Keenam…………………30
Gambar 4.15 Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Ketujuh……………………...31
Gambar 4.16 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Ketujuh............................32
Gambar 4.17 Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Kedelapan...............................33
Gambar 4.18 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Kedelapan........................34
x
DAFTAR TABEL
xi
BAB I
PENDAHULUAN
Pada saat ini panel yang sering digunakan yakni jenis polycristalline dan
monocrystalline. Polycristalline memiliki efisiensi yang bagus 8,47% - 12,22% (Ady
Pratama dan Herlamba Siregar, 2018) dan monocrystalline memiliki efisiensi sebesar
15,32% - 20,87% (Budiyanto dan Setiawan, 2021) sedangkan pada jenis thin solar
panel memiliki efisiensi sebesar 5,78% - 6,13% (Tiun dkk 2019). Panel surya yang
banyak digunakan jenis polycristalline dan monocrystalline (Asrori Harahap, M.
Zusriansyah Fahrudin, 2022), kedua jenis ini memiliki efisiensi yang bagus, kemudian
ada jenis baru yang dikembangkan yakni thin solar panel, jensi thin solar panel
mempunyai kelebihan dengan bobot nya yang lebih tipis dan ringan dibandingakan
polycristalline dan monocrystalline bobot nya lebih tebal, namum thin solar panel
belum banyak digunakan, karena masih memiliki efisiensi yang rendah.
Berdasarkan uraian diatas, diharapkan kedepannya thin solar panel dapat berkembang,
karena dengan kelebihan yang dimiliki seperti bobot yang tipis tentunya bisa
diaplikasikan pada barang elektronik seperti televisi, kalkulator, lampu jalan dan lain
sebagainya. Selanjutnya efisiensi thin solar panel ini menjadi lebih tinggi sehingga
menjadi pilihan yang layak untuk digunakan dalam berbagai bidang.
Dilihat dari penjelasan tersebut, masalah efisiensi thin solar panel yang rendah
menyebabkan belum banyak digunakan oleh masyarakat, efisiensi yang rendah ini dapat
disebabkan oleh beberapa hal seperti material yang digunakan tidak sebagus
polycristalline dan monocrystalline, optimalisasi kontrol yang dipakai belum baik dan
biaya yang mahal.
Selanjutnya terdapat beberapa penelitian yang mendukung dalam tugas akhir ini,
dimana penelitian tersebut dijadikan acuan penelitian pada tugas akhir, Dalam
penelitian yang telah dilakukan produktivitas energi pada jenis monocrystalline adalah
20%, jenis polycristalline 12 %(Ady Pratama dan Herlamba Siregar, 2018). Dalam
penelitian (Yuliananda dkk 2015) efisiensi didukung oleh faktor temperatur sel yang
normal, radiasi matahari, keadaan cuaca, sudut orientasi panel, dan posisi letak panel
surya. Kemudian dijelaskan juga dalam penelitian (Suryana, 2016) faktor yang
mendukung efisiensi intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan Pada
penelitian Suryana dan Yuliananda dilakukan dengan situasi terbatas seperti kenaikan
temperatur dapat membuat tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya berkurang.
Intensitas juga mempengaruhi besar daya, bila intensitas cahaya rendah produktivitas
daya yang dihasilkan juga rendah. Lalu dalam penelitian (Setyaningrum, 2017)
diuraikan juga bahwa pengujian produktivitas energi dilakukan dengan menguji sifat
material penyusun dari panel, sehingga belum ada yang melakukan pengujian
produktivitas dari thin solar panel.
Oleh sebab itu, dari yang telah dipaparkan dan adanya permasalahan yang ditemukan
sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap produktivitas energi
dengan metode eksperimen pada thin solar panel berkapasitas 100 Wp untuk
mengetahui energi maksimum, dan arus yang dihasilkan.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut (Usman, 2020) Teknologi yang mengubah sinar matahari menjadi listrik
disebut teknologi sel surya. Suatu penelitian dilakukan pada panel surya dengan daya
10Wp terhadap intensitas sinar matahari. Hasilnya menunjukkan bahwa pada intensitas
sinar matahari sebesar 6900 lux, panel surya menghasilkan tegangan 17,7 Volt dan arus
0,53 ampere. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas sinar
matahari yang diterima oleh panel surya, semakin tinggi pula arus dan tegangan yang
dihasilkan.
(Megantoro dkk., 2022) Melakukan analisis jam matahari puncak (PSH) untuk
menentukan potensi energi surya yang dapat diperoleh di Universitas Airlangga
sepanjang tahun. Faktor-faktor seperti orientasi dan kemiringan panel surya juga
dipertimbangkan serta memberikan metode untuk menghitung PSH dan membahas
pentingnya PSH dalam merancang sistem energi surya yang dapat diandalkan. Selain
itu, artikel ini juga membahas studi tentang konversi energi fotovoltaik surya,
pemantauan kinerja sistem PV.
4
digunakan untuk mendapatkan suhu permukaan. Sudut pengarah dapat diubah untuk
mendapatkan sudut pengarah dengan intensitas dan suhu yang relatif sama. Kinerja
panel surya dipengaruhi oleh intensitas matahari yang semakin besar akan
meningkatkan arus dan tegangan yang cenderung tetap. Suhu permukaan juga
mempengaruhi kinerja panel surya, semakin tinggi suhu permukaan maka tegangan
akan semakin kecil dan arusnya cenderung tetap. Sudut pengarah juga mempengaruhi
performa panel surya, semakin dekat dengan tegak lurus terhadap datangnya cahaya
matahari maka tegangan dan arusnya akan semakin besar.
Menurut (Hie Khwee, 2013) Umumnya, Panel Surya dibuat dari bahan yang mampu
menyerap energi foton dan radiasi yang dipancarkan oleh matahari dan mengubahnya
menjadi energi listrik. Radiasi tersebut menghasilkan energi panas yang diserap oleh
panel dan meningkatkan suhu sel-sel surya. Namun, peningkatan suhu dapat
mengurangi daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya.
Menurut (Iswahyudi et al., no date) Setiap tahunnya Bumi menerima energi dari
matahari sebesar 2,2 x106 kWh. Energi tersebut 99,9 % atau lebih dari energi yang ada
di Bumi. Teknologi fotovoltaik memungkinkan mengubah energi radiasi menjadi
gerakan elektron di dalam bahan semikonduktor. Besarnya konversi energi fotovoltaik
ditentukan oleh efisiensi sel surya, intensitas radiasi dan panjang gelombang. Semakin
tinggi intensitas radiasi yang diterima oleh sel surya, semakin tinggi pula energi yang
dikonversikan.
Sel surya memanfaatkan energi matahari untuk direkayasa menjadi energi melalui efek
fotolistrik(Killam dkk.,2021). Material Besarnya energi yang dapat diubah menjadi
energi listrik tergantung pada lamanya penyinaran matahari dan besarnya daya panel
surya (Watt peak). Namun, lamanya waktu matahari bersinar tidak bisa dikatakan
sebagai waktu efektif. Konversi optimum energi matahari terjadi pada saat insolasi pada
rata-rata waktu iradiasi maksimum atau yang disebut dengan PSH. PSH adalah
parameter yang menyatakan perbandingan durasi maksimum penyinaran matahari
dalam jam per hari terhadap standar intensitas penyinaran matahari yaitu 1 kW/ m2.
Secara mendasar, radiasi matahari yang diterima oleh panel surya bersifat tidak stabil di
mana kekuatannya meningkat di pagi hari dan menurun di sore hari. Durasi efektif
paparan matahari pada panel surya memengaruhi jumlah daya listrik yang dihasilkan.
Secara sederhana sel surya terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe P
dan N P-N junction semiconductor yang jika terkena sinar matahari maka akan terjadi
aliran elektron, aliran elektron inilah yang disebut sebagai aliran arus listrik (Harahap,
2020). Proses pengubahan energi matahari menjadi energi listrik ditunjukan dalam
Gambar di bawah ini :
6
Gambar 2.1 Proses pengubahan energi matahari menjadi energi listrik pada sel surya
(Kaban dan Jafri, 2020)
Hole secara kontiniu meninggalkan tipe-p dan menyebabkan ion negatif akseptor
tertinggal di dekat sambungan. Begitupun dengan elektron yang meninggalkan tipe-n
akan menyebabkan beberapa ion positif donor tertinggal didekat sambungan. Sebagai
konsekuensinya, ruang muatan negatif terbentuk di daerah tipe-p dan ruang muatan
positip terbentuk di daerah tipe-n dekat sambungan, sampai tepat pada sambungan p-n
terjadi daerah tanpa muatan bebas yang disebut daerah pengosongan depletion region
(Shodiq, 2017).
Gambar 2.2 Medan listrik di daerah pengosongan beratah dari kanan ke kiri (Harahap,
2020)
Energi surya terjadi karena elektron dilepaskan akibat cahaya yang mengenai logam.
Logam-logam dari golongan 1 pada tabel periodik unsur seperti Lithium, Natrium,
Kalium, dan Cessium mempunyai kemampuan yang tinggi untuk melepaskan elektron
valensi mereka. Selain dari reaksi redoks, elektron valensi pada logam-logam tersebut
juga dapat dilepaskan oleh cahaya yang mengenai permukaan logam. Cessium adalah
logam yang paling mudah melepaskan elektronnya, sehingga sering digunakan sebagai
detektor foto.
Tegangan yang dihasilkan oleh sensor photovltaik adalah sebanding dengan frekuensi
7
gelombang cahaya. Semakin kearah warna cahaya biru, makin tinggi tegangan yang
dihasilkan. Tingginya intensitas listrik akan berpengaruh terhadap arus listrik. Bila foto
voltaik diberi beban maka arus listrik dapat dihasilkan adalah tergantung dari intensitas
cahaya yang mengenai permukaan semikonduktor.
2. Poly-crystalline
Tipe ini terdiri dari beberapa batang silikon kristal yang dilelehkan lalu dicetak ke
dalam cetakan berbentuk persegi. Kemurnian silikon kristalnya tidak setinggi pada sel
surya monocrystalline, sehingga sel surya yang dihasilkan tidak seragam dan
efisiensinya lebih rendah, yakni sekitar 13% - 16%.
9
Jenis ini dikenal dengan nama TFPV (Thin Film Photovoltaic)
10
elektron-elektron bebas inilah yang akan menjadi arus listrik dalam konduktor logam.
Gerak atau aliran elektron disebut arus ( I ), dengan satuan ampere (Yuliananda., 2015).
Sebagian atom kehilangan muatan elektron dan sebagian atom lainnya memperoleh
muatan elektron. Keadaan ini akan memungkinkan terjadinya perpindahan muatan
elektron dari satu objek ke objek lain. Apabila perpindahan ini terjadi, distribusi muatan
positif dan negatif dalam setiap objek tidak sama lagi. Objek dengan jumlah muatan
elektron yang berlebih akan memiliki polaritas listrik negatif (-). Objek yang
kekurangan muatan elektron akan memiliki polaritas listrik positif (+). Besaran muatan
listrik ditentukan oleh jumlah muatan elektron dibandingkan dengan jumlah muatan
proton dalam suatu objek. Simbol untuk besaran muatan elektron ialah Q dan satuannya
adalah coulomb. Besarnya muatan 1 C = 6,25 x 1018 muatan elektron.
Pada suatu rangkaian terdapat suatu resistansi atau hambatan (R) oleh karena itu
rangkaian tersebut akan muncul hukum ohm. Hukum ohm mendefinisikan hubungan
antara arus (I), tegangan (V), dan resitansi atau hambatan (R) (Reza pahlevi, Hasyim
Asy’ari, 2014).
V
I= .......................................................................................................................(2.1)
R
Keterangan :
I = arus (ampere)
V = tegangan (Volt)
R = Hambatan (ohm)
11
Sebelum mengetahui berapa nilai daya yang dihasilkan harus mengetahui daya yang
diterima, dimana daya tersebut adalah perkalian antara intensitas radiasi matahari yang
diterima dengan luas area panel surya.
Pin=Ir∗A ..............................................................................................................(2.2)
Keterangan:
Pin = Daya input akibat irradiance
Ir = Intensitas radiasi matahari
A = Luas area permukaan photovoltaic module (m2 )
Keterangan :
Pout = Daya yang dibangkitkan oleh solar sel (watt)
Voc = Tegangan rangkaian terbuka pada solar sel (volt)
Isc = Arus hubung singkat pada solar sel (ampere)
Voc−¿(Voc +0 , 72)
FF ..........................................................................................(2.4)
Voc +1
output
n x 100 % .....................................................................................................(2.5)
input
Kemudian pengaruh suhu, besarnya suhu yang diterima panel surya berbanding terbalik
dengan besarnya daya keluaran yang dihasilkan panel surya. Semakin besar suhu yang
diterima sel surya maka daya yang dihasilkan panel surya semakin kecil (Asyadi dkk,
2021; Hamoodi dkk, 2022).
Selain beberapa faktor diatas, faktor yang mempengaruhi produktivitas panel surya
yakni efek lintang dan bujur, pengaruh intensitas cahaya matahari ditentukan oleh
wilayah dipermukaan bumi. Posisi mengacu pada koordinat astronomi lintang dan
bujur. Selanjutnya kemiringan, energi matahari dapat diubah secara maksimal menjadi
energi listrik jika permukaan panel surya tegak lurus dengan arah datangnya sinar
matahari (sumber). Orientasi pembangunan panel surya harus memperhatikan posisi
matahari, bujur dan lintang. Hal ini karena setiap daerah berdasarkan aspek geografis
dan astronomi memiliki posisi yang berbeda.
Gambar 2.7 Radiasi sorotan dan radiasi sebaran mengenai permukaan bumi (Kaban
dan Jafri, 2020)
14
15
BAB III
METODE PENELITIAN
Pengujian pada sebuah panel dengan tipe Thin solar panel, untuk mengetahui
produktivitas listrik yang di hasilkan dalam kondisi intensitas dan suhu lingkungan pada
saat pengukuran. Dalam pengujian dilakukan pengukuran pada rangkaian yang terdiri
dari satu Thin solar panel yang terhubung dengan alat ukur tegangan dan arus
menggunakan multimeter, juga di lakukan pengukuran terhadap intensitas
menggunakan lux meter serta pengukuran terhadap kelembapan menggunakan
Environment meter dan pengukuran suhu meggunakan alat ukur thermogun.
16
3.3 Tahapan Penelitian
3. Alat pengukuran
a. Mengukur intensitas matahari menggunakan Luxmeter
b. Mengukur suhu menggunakan Thermometer
c. Mengukur tegangan dan arus mengunakan Multimeter
d. Mengukur kelembapan menggunakan Environment Meter
4. Kondisi Cuaca
Dalam penelitian ini kondisi pengujian/pengukuran pada saat kondisi :
a. Peak Sun Hours (PSH)
PSH adalah waktu atau kondisi saat penyinaran matahari maksimum atau kondisi
sangat terang sesuai dengan standar umum yang digunakan dalam penentuan PSH
adalah 1000 W/m2 atau 1 kW/m2
3.5 Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran tegangan-arus (V-I) akan dijadikan grafik pada penelitian ini
nantinya. Dari data yang telah diolah nantinya di jadikan grafik yang telah di dapatkan
untuk mengetahui produktivitas listrik yang dihasilkan oleh Thin Solar panel.
Bulan
N
Kegiatan
o Mei Juni Juli Agustus September Oktober
1 Diskusi
masalah
19
penelitian
Penulisan
2 proposal
penelitian
3 Sidang seminar
proposal
Pembuatan
4 Rangkaian
Pengujian
5 Pengukuran
Rangkaian
6 Pengolahan
Data
7 Analisis Data
8 Penulisan
Laporan
9 Publikasi Jurnal
10 Sidang Tugas
Akhir
20
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian ini merupakan besarnya tegangan, arus dan daya yang di hasilkan
oleh thin solar panel dan panel polycrystaline, dengan perbedaan intensitas dan
temperatur dari matahari. Dalam pengujian dilakukan pengukuran arus dan tegangan
yang dihasilkan oleh masing-masing panel, dengan tujuan untuk mengetahui
Produktivitas listrik dari Thin Solar panel dan panel Polycrystaline mencapai titik
maksimum arus dan daya yang dapat dihasilkan, berdasarkan intensitas.
21
Gambar 4.1 Alat Ukur Yang digunakan saat pengukuran
Dalam pengukuran terdapat tiga kondisi cuaca yang di temui, yaitu Cerah Berawan
Mendung dan Hujan, pada kondisi ini sangat mempengaruhi dari besar kecilnya
intensitas yang di dapat kan dan juga akan mempengaruhi suhu keadaan lingkungan.
22
Gambar 4.3 Tampilan contoh kondisi cuaca pada saat pengukuran
Berikut hasil pengukuran thin solar panel dan panel polycrystaline selama penelitian
delapan kali pengujian dengan kondisi cuaca yang berbeda-beda yaitu cuaca cerah,
mendung dan hujan.
1 08:00 24
0,043 1,032 251 37,9 71,4 Cerah
2 09:00
24 0,025 0,6 406 56,1 64 Cerah
3 10:00
25 0,55 13,75 543 50,9 58,1 Cerah
4 11:00
25,05 0,393 9,84465 616 55,1 52,9 Cerah
5 12:00
25 0,123 3,075 643 58,9 53,3 Cerah
6 13:00
25 0,123 3,075 661 61,5 53,7 Cerah
7 14:00
24 0,156 3,744 598 61,1 49,8 Cerah
8 15:00
25 0,451 11,275 510 47,6 42,3 Cerah
9 16:00
22 0,202 4,444 131 32,8 53,6 Cerah
Dapat dilihat pada tabel bahwa pengukuran pertama dilakukan pengukuran mulai dari
jam 08:00 sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,229 A dan daya
rata-rata 5,648 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 10.00
yakni dengan Voc 25,05 V, arus 0,393 A dan daya 9,84 Watt. Kemudian daya terendah
pada pukul 09.00 dengan daya 0,6 Watt. Rendahnya daya yang diperoleh ini karena arus
yang dihasilkan rendah dan suhu tinggi. Suhu yang tinggi ini dapat mempengaruhi
kinerja solar panel dan menurunkan daya.
23
Pada pengukuran pertama Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
Gambar 4.4 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel hari pertama
Pada gambar 4.4 dapat dilihat bahwa dari pukul 08.00 ke pukul 09.00 grafik turun
sedikit, lalu pada pukul 09.00 hingga pukul 10.00 grafik mengalami kenaikan yang
cukup signifikan dikarenakan cuaca yang mulai panas, kemudian grafik mulai turun lagi
hingga pukul 12.00 dan grafik naik lagi hingga pukul 15.00 karena kondisi cuaca yang
mulai panas kembali lalu turun hingga pukul 16.00 WIB. Pada pengukuran pertama ini
lakukan pada saat kondisi cerah, rata-rata arus yang dihasilkan 0,229 A, dan daya rata-
rata 5,648 Watt. Sehingga titik PSH pada pengukuran thin solar panel pada hari
pertama terjadi pada 10.00 WIB.
Intensita Kelembapa
Voc Isc Daya Suhu Kondisi
NO Jam s W/m2 n
(V) (I) (W) (°C) Cuaca
(%RH)
1 08:00 19
1,604 30,476 251 32,4 71,4 Cerah
2 09:00
18 3,084 55,512 406 46 64 Cerah
3 10:00
18 4,23 76,14 543 53,6 58,1 Cerah
4 11:00
19 5,01 95,19 616 44,1 52,9 Cerah
24
5 12:00
18 5,45 98,1 643 54,1 53,3 Cerah
6 13:00
18,05 5,44 98,192 661 47,8 53,7 Cerah
7 14:00
18 4,96 89,28 598 48,8 49,8 Cerah
8 15:00
19 4,12 78,28 510 41,5 42,3 Cerah
9 16:00
17 1,115 18,955 131 28 53,6 Cerah
Pada pengukuran pertama panel polycrystaline, rata-rata arus yang di hasilkan 3,890 A
dan daya rata-rata 71,125 Watt. Daya paling besar diperoleh panel polycrystaline pada
pukul 13.00 yakni dengan Voc 18,05, arus 5,44 A dan daya 98,192 Watt. Pengukuran
ini dilakukan pada saat kondisi cuaca cerah. Daya paling rendah didapat pada pukul
16.00 dengan daya 18,955 Watt hal ini dikarenakan intensitas cahaya yang dihasilkan
rendah sehingga daya yang dihasilkan pun juga rendah. Dan daya ini sebanding dengan
arus dan tegangannya. Jika arus dan tegangannya besar maka daya nya juga besar.
Pada pengukuran pertama panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut :
Dari grafik 4.5 pada polycristaline dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00
mengalami kenaikan yang sangat signifikan sehingga daya yang dihasilkan langsung
tinggi, lalu grafik naik lagi hingga pukul 13.00 dikarenakan kondisi cuaca yang semakin
25
panas dan penyerapan daya pada panel juga tinggi, kemudian pada pukul 14.00 grafik
mengalami penurunan hingga pukul 16.00 WIB, dikarenakan kondisi cuaca tidak terlalu
panas atau cerah dari sebelumnya. Pada cuaca cerah ini penyerapan daya pada panel
dilakukan dengan bagus. Titik PHS pada pengukuran pada panel polycristaline terjadi
pada pukul 13.00 WIB.
1 08:00 25,97
0,223 5,79131 233 36,7 70,9 Cerah
2 09:00
24,61 0,08 1,9688 377 49,3 55,2 Cerah
3 10:00
25,66 0,02 0,5132 507 65,4 51,3 Cerah
4 11:00
24,47 0,017 0,41599 612 73,1 43,7 Cerah
5 12:00
0 0 0 0 0 0
6 13:00
0 0 0 0 0 0
7 14:00
24,84 0,06 1,4904 606 69,1 57,6 Cerah
8 15:00
26,93 0,332 8,94076 473 50,8 63,7 Cerah
9 16:00
25,52 0,27 6,8904 198 40,3 56,1 Cerah
Berdasarkan tabel Pada pengukuran kedua dilakukan pengukuran mulai dari jam 08:00
sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,111 A dan daya rata-rata
2,890 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 15.00 dengan
yakni dengan Voc 26,93 V, arus 0,332 A dan daya 8,94 Watt. Hal ini dikarenakan arus
yang besar maka daya yang dihasilkan juga besar, daya berbanding lurus dengan arus.
Daya terendahnya yaitu pada pukul 11.00 dengan daya 0,41599 Watt. Daya rendah
karena suhu yang tinggi. Suhu ini mempengaruhi kinerja solar panel sehingga
menurunkan daya.
26
Pada pengukuran kedua Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
Gambar 4.6 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Kedua
Dapat dilihat pada gambar 4.6 dimulai dari pukul 08.00 grafik langsung turun hingga
pukul 12.00 walaupun kondisi dalam keadaan cerah namun daya yang diserap oleh
panel tidak begitu optimal, lalu dikarenakan pengukuran dilakukan pada hari jum’at
maka pada pukul 12.00 – 13.00 daya nya tidak ada, kemudian dilanjutkan lagi pada
pukul 13.00 hingga pukul 15.00 sehingga grafik mengalami kenaikan dikarenakan
cuaca lebih cerah dibandingkan pada pagi hari, lalu kembali turun hingga pukul 16.00
WIB. Dalam pengukuran thin solar panel yang kedua titik PSH terjadi pada pukul 15.00
WIB.
Dijelaskan Pada tabel pengukuran kedua panel polycrystaline, rata-rata arus yang di
hasilkan 2,656 A dan daya rata-rata 51,573 Watt. Daya paling besar diperoleh panel
polycrystaline pada pukul 14.00 yakni dengan Voc 19,62, arus 4,92 A dan daya 96,530
Watt. Pada pengukuran kedua ini dilaksanakan pada hari Jum’at sehingga tidak
dilakukan pengambilan pada pukul 12.00 – 13.00. Pengukuran ini dilakukan pada saat
kondisi cuaca cerah. Daya terendah dieroleh yaitu 30,1754 Watt. Tinggi rendahnya daya
yang dihasilkan ini disebabkan oleh intensitas . dimana semakin tinggi intensitas cahaya
maka semakin banyak energi yang diserap oleh solar panel dan semakin tinggi daya
yang dihasilkan begitu juga sebaliknya, jika intensitas cahaya rendah maka energi yang
diserap kurang optimal sehingga daya yang dihasilkan rendah.
Pada pengukuran kedua panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
1 08:00 24,02
0,025 0,6005 203 38,6 77,8 Mendung
2 09:00
24,3 0,09 2,187 122 36,1 64,6 Mendung
3 10:00
24,64 0,008 0,19712 333 58,9 45 Mendung
4 11:00
25 0,021 0,525 559 66,5 52,2 Cerah
5 12:00
23,76 0,024 0,57024 630 71,3 34,4 Cerah
6 13:00
26,37 0,139 3,66543 644 53,1 67,7 Cerah
7 14:00
25,34 0,441 11,17494 189 42,5 68,4 Mendung
8 15:00
25,74 0,304 7,82496 298 50 52,3 Mendung
9 16:00
24,36 0,206 5,01816 111 36,3 57,1 Mendung
Selanjutnya Pada tabel pengukuran ketiga dilakukan pengukuran mulai dari jam 08:00
sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,139 A dan daya rata-rata
3,529 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 14.00 dengan
yakni dengan Voc 25,34 V, arus 0,441 A dan daya 11,174 Watt. Daya terendah pada
pukul 10.00 dengan daya 0,19712 Watt. Tinggi rendahnya daya yang diperoleh ini
dikarenakan arus . Hal ini bisa dilihat pada tabel bahwa daya besar itu terjadi karena
29
arusnya juga besar . Sedangkan untuk daya yang rendah ini karena arusnya juga rendah.
Disamping itu juga dipengaruhi oleh suhu dengan keadaan suhu yang tinggi ini
mempengaruhi kinerja dari solar panel dan menurunkan daya.
Pada pengukuran ketiga Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
Gambar 4.8 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Ketiga
Dilihat dari gambar 4.9 pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 mengalami kenaikan, lalu
turun lagi hingga pukul 10.00, dari pukul 10.00 grafik mengalami kenaikan dikarenakan
cuaca cerah hingga pukul 13.00, namun grafik tetap mengalami kenaikan hingga pukul
14.00 walaupun kondisi sudah mulai mendung dan pada saat ini juga daya tertinggi
dihasilkan, kemudian grafik mulai turun kembali hingga pukul 16.00 WIB. Pada
pengukuran mulai dari jam 08.00 sampai 16.00 Panel Thin dalam kondisi cerah dan
mendung, rata-rata arus yang di hasilkan 0,139 A dan daya rata-rata 3,529 Watt. Pada
pengukuran thin solar panel ketiga ini titik PSH terdapat pada pukul 14.00 WIB.
1 08:00 20,04
1,434 28,73736 203 32,2 77,8 Mendung
30
2 09:00
19,14 1,039 19,88646 122 30,5 64,6 Mendung
3 10:00
19,04 2,791 53,14064 333 51,9 45 Mendung
4 11:00
19,34 4,12 79,6808 559 54,4 52,2 Cerah
5 12:00
19,31 5,38 103,8878 630 57,4 34,4 Cerah
6 13:00
19,47 5,28 102,8016 644 58,1 67,7 Cerah
7 14:00
20,55 4,38 90,009 189 37,6 68.4 Mendung
8 15:00
19,61 2,695 52,84895 298 40,8 52,3 Mendung
9 16:00
19 0,946 17,974 111 32,4 57,1 Mendung
Pada tabel pengukuran ketiga panel polycrystaline, rata-rata arus yang di hasilkan
3,118A dan daya rata-rata 60,996 Watt. Daya paling besar diperoleh panel
polycrystaline pada pukul 14.00 yakni dengan Voc 20,55, arus 4,38 A dan daya 90,00
Watt. Daya paling rendah diperoleh panel polycrystaline pada pukul 16.00 yakni
dengan daya 17,974 Watt. Tinggi rendahnya daya dipengaruhi oleh tegangan, arus dan
intensitas cahaya. Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa daya besar karena tegangan,
arus dan intensitasnya besar, begitu juga untuk sebaliknya daya rendah atau kecil
dihasilkan karena arus, tegangan dan intensitasnya kecil. Pengukuran ini dilakukan pada
saat kondisi cuaca mendung dari pukul 08.00 – 10.00, lalu cerah pada pukul 11.00 –
13,00 dan kembali mendung pada pukul 14.00 – 16.00.kondisi cuaca tersebut juga
memepengaruhi daya yang dihasilan karena penyerapan pada solar panel tidak optimal.
31
Pada pengukuran ketiga panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
Pada gambar 4.9 dimulai dari pukul 08.00 ke pukul 09.00 grafik turun sedikit, lalu dari
pukul 09.00 hingga pukul 12.00 grafik mengalami kenaikan grafik yang cukup tinggi
dikarenakan kondisi cuaca yang mendung dan agak sedikit cerah. Lalu grafik mulai
turun dari pukul 12.00 hingga pukul 16.00 WIB dikarenakan konsidi cuaca cerah namun
mendung kembali hingga sore sehingga hasil pengukuran daya tidak begitu optimal.
Pada pengukuran polycrystaline ketiga titik PSH terdapat pada pukul 12.00 WIB.
1 08:00 22,49
0,075 1,68675 49 30,9 73,9 Mendung
2 09:00
25,23 0,2 5,046 175 35,4 65,5 Mendung
3 10:00
25,17 0,162 4,07754 148 38 60,3 Mendung
4 11:00
25,15 0,188 4,7282 128 31 59,1 Mendung
32
5 12:00
25,13 0,174 4,37262 133 33,1 61,9 Mendung
6 13:00
23,6 0, 082 1,9352 88 39,8 69,9 Mendung
7 14:00
23,43 0,112 2,62416 64 33,9 73,7 Mendung
8 15:00
19,09 0,035 0,66815 15 21,3 82,9 Hujan
9 16:00
15,69 0,014 0,21966 8 24,5 88,1 Hujan
Dari tabel hasil pengukuran keempat dilakukan pengukuran mulai dari jam 08:00
sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,115 A dan daya rata-rata
2,817 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 11.00 dengan
yakni dengan Voc 25,15 V, arus 0,188 A dan daya 4,728 Watt. Daya paling rendah
diperoleh pada pukul 13.00 dengan daya 1,9352 Watt. Hal ini disebabkan oleh beberapa
factor yang empengaruhi tinggi rendahnya daya yang dihasilkan. terutama pada arus
yang digunakan semakin besar arus yang digunakan maka didapat daya yang besar juga
begitupun sebaliknya. Kemudian intensitas Cahaya yang tinggi akan menghasilkan daya
yang tinggi begitupun sebaliknya. Kondisi cuaca juga mempengaruhi karena saat
penelitian kondisi cuaca mendung lalu hujan. Sehingga penyerapan solar panel kurang
optimal.
Pada pengukuran keempat Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
33
Gambar 4.10 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Keempat
Dari gambar 4.10 pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 grafik mengalami kenaikan
karna ini puncak daya didapatkan pada saat kondisi mendung dan hujan. Selanjutnya
pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00 juga mengalami kenaikan, lalu turun pada pukul
13.00, naik lagi pada pukul 14.00, kemudian turun hingga pukul 16.00 WIB. Pada
kondisi mendung hingga hujan ini grafik sering mengalami naik turun, namun daya
yang dihasilkan juga lumayan bagus. Pada pengukuran yang dilakukan mulai dari jam
08.00 sampai 16.00 Panel Thin dalam kondisi mendung dan hujan, rata-rata arus yang
di hasilkan 0,115 A dan daya rata-rata 2,817 Watt. Pada pengukuran thin solar panel ini
didapatkan titik PSH pada pukul 09.00 WIB.
Pengukuran keempat panel dilakukan pada saat kondisi cuaca mendung dari pukul
08.00 – 14.00, lalu hujan pada pukul 15.00 – 16.00
34
4 11:00 21,6801 Mendun
19,34 1,121 4 128 32,5 59,1 g
5 12:00 Mendun
19,39 1,21 23,4619 133 33,8 61,9 g
7 14:00 Mendun
18,75 0,582 10,9125 64 34,1 73,7 g
8 15:00
17,33 0,169 2,92877 15 21,2 82,9 Hujan
9 16:00
15,65 0,06 0,939 8 24,7 88,1 Hujan
Lalu, diuraikan dari tabel bahwa hasil pengukuran keempat panel polycrystaline, rata-
rata arus yang di hasilkan 0,852 A dan daya rata-rata 16,437 Watt. Daya paling besar
diperoleh panel polycrystaline pada pukul 10.00 yakni dengan Voc 19,83 V, arus 1,86 A
dan daya 36,96 Watt. Daya terendah diperoleh yaitu pada pukul 14.00 dengan daya
10,9125 Watt. Pengukuran kedua panel dilakukan pada saat kondisi cuaca mendung
sehingga kurang optimal hasil yg didapatkan. Penelitian dimulai dari pukul 08.00 –
14.00, lalu hujan pada pukul 15.00 – 16.00 . selain cuaca yang mempengaruhi pada
penelitian faktor lain yang mempengaruhi ialah arus dan intensitas cahaya. Karena
cuaca mendung lalu hujan intensitas cahaya yang dihasilkan rendah, sehingga daya yang
dihasilkan pun rendah, seiring dengan arus yang kecil maka daya yang dihasilkan pun
kecil begitupun sebaliknya
Pada pengukuran keempat panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
35
Gambar 4.11 Grafik Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Keempat
Dilihat dari gambar 4.11 dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 grafik mengalami
kenaikan yang tidak terlalu tinggi karena kondisi cuaca diawali dengan mendung, lalu
grafik mulai turun dari pukul 10.00 hingga pukul 14.00, kemudian turun lagi hingga
pukul 16.00 dikarenakan kondisi hujan. Daya yang dihasilkan panel pada saat mendung
dan hujan cukup kecil dan kurang optimal sama hal nya dengan thin solar panel, namun
pada pengukuran Polycrystaline yang keempat didapat titik PSH pada pukul 10.00 WIB.
36
6 13:00 25,3 0,03 0,9364
1 7 7 653 48,3 59,1 Cerah
9 16:00 0,22
25,2 2 5,5944 258 41,5 52,5 Cerah
Pada pengukuran kelima Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
37
Gambar 4.12 Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Kelima
Dari gambar 4.12 pada dilihat diawali dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 grafik turun,
lalu grafik mengalami kenaikan hingga pukul 11.00 namun turun lagi hingga pukul
12.00, kemudian grafik mengalami kenaikan dan turun pada pukul 12.00 – 14.00, dan
naik lagi hingga pukul 15.00 dan turun lagi pada pukul 15.00 – 16.00 WIB. Walaupun
pada saat pengambilan data dalam kondisi cuaca cerah namun grafik mengalami naik
turun dari awal pengukuram hingga sore. Pada pengukuran thin solar panel kelima titik
PSH terdapat pada pukul 11.00 WIB.
1 08:00 19,28
0,725 13,978 118 26,6 82,6 Cerah
2 09:00
19,9 1,844 36,6956 303 35,9 58,9 Cerah
3 10:00 102,642
19,33 5,31 3 608 49,1 13,6 Cerah
4 11:00 107,109
19,51 5,49 9 660 58,4 23,9 Cerah
5 12:00 107,310
19,69 5,45 5 670 46,8 38,8 Cerah
38
6 13:00
19,3 5,12 98,816 653 60 59,1 Cerah
7 14:00 109,971
20,29 5,42 8 659 38,7 51,8 Cerah
8 15:00 42,0295
19,76 2,127 2 275 32,4 52,4 Cerah
9 16:00 39,6710
19,61 2,023 3 258 36,8 52,5 Cerah
Pada pengukuran kelima panel polycrystaline, rata-rata arus yang di hasilkan 3,723 A
dan daya rata-rata 73,136 Watt. Daya paling besar diperoleh panel polycrystaline pada
pukul 14.00 yakni dengan Voc 20,29 V, arus 5,42 A dan daya 109,971 Watt.
Pengukuran kedua panel dilakukan pada kondisi cuaca cerah. Daya terendah didapat
pada penelitian pukul 13.00 dengan daya yaitu 98, 816 Watt. Daya yang rendah ini
didapatkan karena adanya pengaruh suhu yang tinggi sehingga mempengaruhi kinerja
solar panel dan menjadikan daya menurun, selajutnya arus dan teganganya pun kecil
maka daya yang dihasilkan juga kecil.
Pada pengukuran kelima panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
1 08:00 24,49
0,128 3,13472 134 32,6 72,9 Cerah
2 09:00
25,99 0,053 1,37747 323 41,8 56,5 Cerah
3 10:00
24,54 0,122 2,99388 183 40,1 45,3 Cerah
4 11:00
24,93 0,068 1,69524 496 63,8 61,6 Cerah
5 12:00
25,41 0,16 4,0656 389 60,6 56,6 Cerah
6 13:00
25,33 0,227 5,74991 263 47,9 50,7 Cerah
7 14:00
24,66 0,186 4,58676 144 42 67 Cerah
8 15:00
25,13 0,277 6,96101 245 42,2 71,5 Cerah
9 16:00
25,25 0,26 6,565 218 47,9 49,8 Cerah
Dapat dilihat pada tabel pengukuran keenam dilakukan pengukuran mulai dari
jam 08:00 sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,164 A dan daya
rata-rata 4,125 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 15.00
dengan yakni dengan Voc 25,13 V, arus 0,277 A dan daya 6,961 Watt. Daya terendah
terjadi pada pukul 09.00 dengan daya 1,37747 Watt, daya yang kecil disebabkan oleh
arus yang kecil.
Pada pengukuran keenam Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
40
Gambar 4.14 Grafik Hasil Pengukuran Thin Solar Panel Hari Keenam
Dapat dilihat pada gambar 4.14 diawali dari pukul 08.00 grafik turun, lalu naik lagi
pada pukul 09.00 hingga pukul 10.00, lalu turun lagi hingga pukul 11.00, kemudian
grafik naik cukup tinggi hingga pukul 13.00, dan turun lagi hingga pukul 14.00,
kemudian naik lagi hingga pukul 15.00 dan grafik turun sedikit pada pukul 16.00 WIB.
Walaupun grafik nya mengalami turun naik namun hasil daya cukup bagus, hal ini juga
didukung dengan kondisi cuaca yang cerah. Pada pengukuran thin solar panel keenam
ini dihasilkan titik PSH pada pukul 15.00 WIB.
1 08:00 19,57
0,948 18,55236 134 26,7 72,9 Cerah
2 09:00
20,07 2,547 51,11829 323 35,8 56,5 Cerah
3 10:00
19,41 1,518 29,46438 183 33,8 45,3 Cerah
4 11:00
19,52 4,8 93,696 496 56,6 61,6 Cerah
5 12:00
19,46 3,07 59,7422 389 48,7 56,6 Cerah
41
6 13:00
19,53 2,096 40,93488 263 37,3 50,7 Cerah
7 14:00
19,19 1,139 21,85741 144 37,9 67 Cerah
8 15:00
19,55 2 40,68355 245 39,6 71,5 Cerah
9 16:00
19,19 1,587 30,45453 218 43,8 49,8 Cerah
Pada pengukuran keenam panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
42
Pada gambar 4.15 terdapat pengukuran Polycrystaline keenam dimulai dari pukul 08.00
grafik naik hingga pukul 09.00, lalu turun hingga pukul 10.00, kemudian grafik naik
cukup tinggi hingga pukul 11.00, lalu turun lagi hingga pukul 14.00 walaupun cuaca
pada saat pengambilan data masih dalam kondisi cerah, lalu grafik naik lagi hingga
pukul 15.00 dan turun hingga pukul 16.00. pada pengukuran ini terdapat titik PSH yang
terjadi pada pukul 11.00 WIB.
Intensita Kelembapa
N Voc Isc Daya Suhu Kondisi
Jam s W/m2 n
O (V) (I) (W) (°C) Cuaca
(%RH)
1 08:00 25,76 3,0396
0,118 8 211 40,6 76,1 Cerah
2 09:00 4,7378
25,89 0,183 7 243 41,7 65,3 Cerah
3 10:00
25,25 0,06 1,515 322 60,4 55 Cerah
4 11:00 0,9287
24,44 0,038 2 604 68,3 68,1 Cerah
5 12:00
0 0 0 0 0 0
6 13:00
0 0 0 0 0 0
7 14:00 1,3850
22,34 0,062 8 593 61,5 67,7 Cerah
8 15:00 3,0590
24,87 0,123 1 510 48,5 52,2 Cerah
9 16:00 6,3295
25,42 0,249 8 372 53,8 63,9 Cerah
Lalu, pada tabel pengukuran ketujuh dilakukan pengukuran mulai dari jam 08:00
sampai 16:00 panel thin dalam kondisi cerah, rata-rata arus yang di hasilkan 0,092 A
dan daya rata-rata 2,332 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul
16.00 dengan yakni dengan Voc 25,42 V, arus 0,249 A dan daya 6,329 Watt. Daya
terendah diperoleh pada pukul 14.00 dengan daya yaitu 1,38508 Watt. Tinggi
rendahnya daya dipenagruhi oleh arus dan tegangan, karena hubungan daya, arus dan
43
tegangan itu berbanding lurus. Jika arus kecil, tegangan kecil maka daya yang
dihasilkan juga kecil begitupun sebaliknya.
Pada pengukuran ketujuh Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya sebagai
berikut :
Pada pengukuran ketujuh Panel Polycrystaline, rata-rata arus yang di hasilkan 2,569 A
dan daya rata-rata 49,866Watt. Daya paling besar diperoleh panel polycrystaline pada
pukul 11.00 yakni dengan Voc 19,47 V, arus 4,91 A dan daya 95,597 Watt.
Pada pengukuran kedua ini dilaksanakan pada hari Jum’at sehingga tidak dilakukan
pengambilan data pada pukul 12.00 – 13.00. Pengukuran kedua panel dilakukan pada
kondisi cuaca cerah.
44
Tabel 4.14 Hasil Pengukuran Polycrystaline Hari Ketujuh
Intensita Kelembapa
Voc Isc Daya Suhu Kondisi
NO Jam s W/m2 n
(V) (I) (W) (°C) Cuaca
(%RH)
1 08:00 20,01 33,3766
1,668 8 211 36,6 76,1 Cerah
2 09:00 29,8299
19,27 1,548 6 243 35,7 65,3 Cerah
3 10:00
19,15 3,276 62,7354 322 53,5 55 Cerah
4 11:00
19,47 4,91 95,5977 604 59,5 68,1 Cerah
5 12:00
0 0 0 0 0 0
6 13:00
0 0 0 0 0 0
7 14:00
19,31 4,83 93,2673 593 57 67,7 Cerah
8 15:00
19,42 4 80,3988 510 48,5 52,2 Cerah
9 16:00 53,5894
19,48 2,751 8 372 46,5 63,9 Cerah
Pada Pada pengukuran ketujuh Panel Polycrystaline, rata-rata arus yang di hasilkan
2,569 A dan daya rata-rata 49,866Watt. Daya paling besar diperoleh panel
polycrystaline pada pukul 11.00 yakni dengan Voc 19,47 V, arus 4,91 A dan daya
95,597 Watt.
Pada pengukuran ketujuh ini dilaksanakan pada hari Jum’at sehingga tidak dilakukan
pengambilan data pada pukul 12.00 – 13.00. Pengukuran kedua panel dilakukan pada
kondisi cuaca cerah. Daya terendah pada penelitian ini terjadi pada pukul 09.00 dengan
daya yaitu 29, 82996 Watt. Hal yang mempengaruhi adanya tinggi rendahnya dya yang
dihasilkan ialah arus,tegangan dan intensitas. Hal ini berbanding lurus, jika arus,
tegangan dan intensitas besar maka daya yang dihasilkan juga besar, begitupun
sebaliknya.
45
Pada pengukuran ketujuh panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
2 09:00
25,07 0,035 0,87745 357 49,3 70,5 Cerah
3 10:00
25,16 0,144 3,62304 503 40,9 72,6 Cerah
46
4 11:00
25,86 0,175 4,5255 591 61,6 77,7 Cerah
5 12:00
24,53 0,197 4,83241 655 71,9 68,7 Cerah
6 13:00 10,0353
24,84 0,404 6 647 66,6 61,6 Cerah
7 14:00
24,34 0,321 7,81314 538 71,3 55,6 Cerah
8 15:00
25,75 0,606 15,6045 481 56,3 58,6 Cerah
9 16:00 12,8563
25,11 0,512 2 353 51,4 58 Cerah
Berdasarkan tabel pengukuran kedelapan dilakukan pengukuran mulai dari jam 08:00
sampai 16:00 panel thin, rata-rata arus yang di hasilkan 0,275 A dan daya rata-rata
6,885 Watt. Daya paling besar diperoleh thin solar panel pada pukul 15.00 dengan
yakni dengan Voc 25,75 V, arus 0,606 A dan daya 15,604 Watt. Daya terendah
diperoleh pada pukul 09.00 dengan daya yaitu 0,87745 Watt. Adanya tinggi rendah
daya disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya seperti arus, dan tegangan. Karena
arus dan tegangan ini berbanding lurus dengan daya. Jika arus dan tegangan besar maka
daya yang dihasilkan juga besar, begitupu sebaliknya.
Pada pengukuran kedelapan Thin solar panel, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut :
47
Dapat dilihat pada gambar 4.18 pukul 08.00 ke pukul 09.00 grafik turun sedikit, lalu
pada pada pukul 09.00 hingga pukul 13.00 grafik mengalami kenaikan yang cukup
tinggi karena daya yang dihasilkan semakin meningkat, namun pada pukul 13.00 –
14.00 grafik mulai turun dan grafik naik kembali hingga pukul 15.00, dimana ini
merupakan puncak daya yang didapatkan pada saat kondisi cerah, lalu grafik turun lagi
pada pukul 16.00 WIB. Pada pengukuran yang dilakukan mulai dari jam 08:00 sampai
16:00 Panel Thin dalam kondisi cerah, rata-rata arus yang di hasilkan 0,275 A dan daya
rata-rata 6,885 Watt. Ada beberapa hal yang mempengaruhi naik turunya grafik yaitu
kondisi cuaca. Pada cuaca cerah ini maka penyerapan daya pada panel dapat dilakukan
dengan optimal.
Dilihat dari tabel pengukuran kedelapan panel polycrystaline, rata-rata arus yang di
hasilkan 3,817 A dan daya rata-rata 74,582 Watt. Daya paling besar diperoleh panel
polycrystaline pada pukul 13.00 yakni dengan Voc 19,45 V, arus 5,29 A dan daya
102,890 Watt. Pengukuran kedua panel dilakukan pada kondisi cuaca cerah. Daya
48
terendah diperoleh pada pukul 10. 00 dengan daya yaitu 10,69068 Watt. Hal ini
dipengaruhi oleh besarnya arus, tegangan dan intensitas, jika hal yang mempengaruhi
itu berbanding lurus dengan daya maka, daya yang dihasilkan juga besar, begitupun
demikian untuk sebaliknya.
Pada pengukuran kedelapan panel polycrystaline, dapat dilihat hasil pengukuran daya
sebagai berikut:
49
6 25 0,123 3,075
7 24 0,156 3,744
8 25 0,451 11,275
9 22 0,202 4,444
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menggunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 24 × 0,043
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 1,032𝑊
Pada pengukuran pertama, Produktivitas yang dihasilkan Thin Solar Panel sebesar
50,839 Watt selama 9 jam. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tegangan dan arus ini
harus sama besar untuk menghasilkan daya yang besar juga. Jika tegangan nya kecil dan
arusnya besar akan menghasilkan daya yang kecil, hal ini menunjukan bahwa tegangan,
arus dan daya berbanding lurus. Dapat dibandingkan dari hasil penelitian yang
didapatkan dari data nomor 1 dengan data nomor 2. Dimana pada data terlihat jelas
bahwa walaupun dengan tegangan yang sama besarnya, namun dengan arus yang
berbeda bahkan nilainya lebih kecil ini sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan.
Tabel 4.18 Hasil Pengukuran
Daya(W
NO Voc (V) Isc (I)
)
1 25,97 0,223 5,79131
2 24,61 0,08 1,9688
3 25,66 0,02 0,5132
4 24,47 0,017 0,41599
5 0 0 0
6 0 0 0
7 24,84 0,06 1,4904
8 26,93 0,332 8,94076
9 25,52 0,27 6,8904
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
Berdasarkan tabel pengkuran kedua, Produktivitas yang dihasilkan Thin Solar Panel
sebesar 26,01086 Watt dalam kurun waktu 9 jam dalam satu hari. Dari tabel tersebut
dapat dijelaskan bahwa pada pengukuran pertama dengan tegangan yang lebih tinggi
dari pengukuran selanjutnya dengan nilai tegangan 25,97 V, dan pada pengukuran
kedua dan selanjutnya tegangannya tidak stabil, artinya tegnagannya naik turun. Hal ini
terjadi juga pada arus. Selanjutnya di pengukuran yang kelima dan keenam tidak
dilakukan pengambilan data. Lalu dari data yang didapatkan ini nilai tegangan nya besar
berarti arusnya juga besar sehingga daya yang dihasilkan pun nantinya juga besar. Hal
ini bisa dibuktikan dengan melihat tabel tersebut.
Tabel 4.19 Hasil Pengukuran
NO Voc (V) Isc (I) Daya(W)
1 24,02 0,025 0,6005
2 24,3 0,09 2,187
3 24,64 0,008 0,19712
4 25 0,021 0,525
5 23,76 0,024 0,57024
6 26,37 0,139 3,66543
7 25,34 0,441 11,17494
8 25,74 0,304 7,82496
9 24,36 0,206 5,01816
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 1,032𝑊
51
saat pengukuran ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Kemudian dari tabel juga dapat
ditarik kesimpulan bahwa tegangan, arus dan daya ini harus berbanding lurus. Apabila
tidak berbanding lurus maka akan mempengaruhi nilai dayanya. Dapat dilihat pada
pengukuran nomor 3 dan 8. Terlihat jelas perbedaannya untuk menghasilkan daya yang
besar.
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 1,686𝑊
Dari tabel diatas didapatkan hasil pengukuran keempat, Produktivitas yang dihasilkan
Thin Solar Panel sebesar 25,358 Watt selama 9 jam dalam satu hari. Pengukuran yang
dilakukan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Sehingga dari data terlihat terjadi
peningkatan atau penurunan baik itu pada tegangan maupun arusnya. Hal itu
mengakibatkan daya yang dihasilkan pun naik turun, menyesuaikan antara tegangan dan
arusnya. Terlihat pada pengukuran nomor 1 dengan tegangan 22,49 V dan arus 0,075 I
dapat menghasilkan daya sebesar 1,68675 Watt. Kemudian pengukuran di nomor 4
dengan tegangan 25,15 V dan arus 0,188 I menghasilkan daya sebesar 4,7282 Watt.
Dari data tersebut ditarik kesimpulan bahwa nilai tegangan, arus dan daya ini
berbanding lurus.
52
Tabel 4.21 Hasil Pengukuran
NO Voc (V) Isc (I) Daya(W)
1 24,74 0,061 1,50914
2 25,62 0,017 0,43554
3 19,33 0,001 0,01933
4 26,34 0,291 7,66494
5 22,79 0,021 0,47859
6 25,31 0,037 0,93647
7 21,19 0,003 0,06357
8 26,31 0,253 6,65643
9 25,2 0,222 5,5944
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 1,509𝑊
Dapat diuraikan dari tabel diatas pada pengukuran ke lima, Produktivitas yang
dihasilkan Thin Solar Panel sebesar 23,35841 Watt dalam kurun waktu 9 jam selama
sehari. Data yang diperoleh ini diolah kemudian didapat hasil nilai dayanya. Dari data
daya yang didapat nilai dayanya tidak konsisten. Maksudnya, data dari pengukuran
pertama hingga kesembilan dalam satu hari itu data nya bervariasi. Hal demikian terjadi
karena beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti tegangan dan arus. Jika arusnya
besar maka tegangannya harus besar untuk menghasilkan daya yang besar. Namun jika
ada dari salah satunya yang nilainya kecil, baik itu antara tegangan dan arus maka daya
yang dihasilkan pun kecil, untuk membuktikaan kebenaran tersebut datanya dapat
dilihat pada tabel diatas.
Tabel 4.22 Hasil Pengukuran
NO Voc (V) Isc (I) Daya(W)
1 24,49 0,128 3,13472
2 25,99 0,053 1,37747
3 24,54 0,122 2,99388
4 24,93 0,068 1,69524
5 25,41 0,16 4,0656
6 25,33 0,227 5,74991
53
7 24,66 0,186 4,58676
8 25,13 0,277 6,96101
9 25,25 0,26 6,565
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 3,134𝑊
Mengacu pada tabel 4.22 pengukuran ke enam, Produktivitas yang dihasilkan Thin
Solar Panel sebesar 37,129 Watt selama 9 jam. Terlihat bahwa data yang diperoleh ini
saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainya. Antara tegangan dan arus yang
diperoleh harus memiliki nilai yang cukup untuk menunjang hasil daya nya. Dapat
dibandingkan hasil pengukuran tiap kali pengukurannya karena hasil yang diperoleh
sangat bervariasi. Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran didapatkan dari
nilai tegangan dan arus yang saling berbanding lurus. Artinya nilai tegangannya besar
maka nilai arusnya juga harus besar untuk menghasilkan daya yang besar.
Tabel 4.23 Hasil Pengukuran
NO Voc (V) Isc (I) Daya(W)
1 25,76 0,118 3,03968
2 25,89 0,183 4,73787
3 25,25 0,06 1,515
4 24,44 0,038 0,92872
5 0 0 0
6 0 0 0
7 22,34 0,062 1,38508
8 24,87 0,123 3,05901
9 25,42 0,249 6,32958
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 3,039 𝑊
54
Dilihat dari tabel 4.23 pengukuran ke tujuh Produktivitas yang dihasilkan Thin Solar
Panel sebesar 20,994 Watt dalam satu hari. Selama penelitian dilakukan ternyata ada
beberapa hal yang mempengaruhi hasil yang didapatkan. Tertera dalam tabel diatas
bahwa selama pengukuran datanya berbeda-beda. Daya yang dihasilkan dalam setiap
pengukuran pun tidak stabil setiap jamnya. Dengan melihat tabel tersebut bahwa nilai
daya ini dipengaruhi oleh besarnya nilai tegangan dan arus yang mengalir. Apabila
tegangan dan arusnya besar maka nilai daya yang dihasilkan juga besar begitupun untuk
sebaliknya.
Tabel 4.24 Hasil Pengukuran
NO Voc (V) Isc (I) Daya(W)
1 20,95 0,086 1,8017
2 25,07 0,035 0,87745
3 25,16 0,144 3,62304
4 25,86 0,175 4,5255
5 24,53 0,197 4,83241
6 24,84 0,404 10,03536
7 24,34 0,321 7,81314
8 25,75 0,606 15,6045
9 25,11 0,512 12,85632
Daya yang dihasilkan dalam satu kali pengukuran dapat dihitung menngunakan
persamaan.
𝑃𝑜𝑢𝑡 = 1,8017 𝑊
Merujuk dari tabel hasil pengukuran ke delapan, Produktivitas yang dihasilkan Thin
Solar Panel dalam 1 hari sebesar 61,969 Watt dalam sehari. Terdapat perbedaan yang
cukup signifikan pada data yang diperoleh setiap kali pengukuran yang dilakukan dalam
penelitian ini. Kondisi cuaca menjadi faktor utamanya. Sehingga juga ikut
mempengaruhi nilai dari tegangan dan arus. Dengan demikian daya yang dihasilkan pun
juga terpengaruhi. Hal tersebut dapat dilihat jelas pada tabel.
4.2.2 Produktivitas Listrik Yang dihasilkan diwaktu Peak Sun Hours
Tabel 4.25 Hasil Pengukuran
NO Jam Voc (V) Isc (I) Daya
55
1 10 25 0,55 13,75
2 11 25,05 0,393 9,84465
3 12 25 0,123 3,075
4 13 25 0,123 3,075
5 14 24 0,156 3,744
Pada tabel 4.25 ini terlihat data PSH yang dimulai dari jam 10.00 – 14.00. terlihat dari
data yang dipaparkan bahwa nilai PSH selama satu hari ini terjadi pada pukul 11.00
dengan daya yang dihasilkan yaitu 9,84465 Watt. Daya yang dihasilkan ini dipengaruhi
oleh tegangan dan arus. Dimana nilai tegangannya yaitu 25,05 V sedangkan nilai
arusnya 0,393 I. kondisi cuaca juga mempengaruhi daya sehingga puncak dari
penyinaran matahari tiap jam itu berbeda-beda.
Berdasarkan tabel 4.26 tertera data hasil pengukuran dengan interval pengambilan data
dari jam 10.00 – 14.00. dari data tersebut dapat dilihat bahwa maksimum penyinaran
matahari terjadi di jam 14.00 dengan dayanya yakni 1,4904 Watt. Banyak hal yang
mempengaruhi hasil daya ini bisa karena suhu, arus dan tegangannya.
Tabel 4.27 Hasil Pengukuran
NO Jam Voc (V) Isc (I) Daya
1 10 24,64 0,008 0,19712
2 11 25 0,021 0,525
3 12 23,76 0,024 0,57024
4 13 26,37 0,139 3,66543
5 14 25,34 0,441 11,17494
Dari tabel 4.27 menunjukan bahwa hasil pengukuran dengan kondisi waktu terbaik
maksimum penyinaran matahari dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 14.00, terjadi
pada pukul 14. 00 dengan nilai daya nya 11,17494 Watt. Data setiap jamnya bervariasi
56
daya yang dihasilkan pun tiap jamnya terjadi peningkatan terus menerus. Tegangan dan
arus ikut mempengaruhi dari daya yang dihasilkan.
Tabel 4.28 Hasil Pengukuran
NO Jam Voc (V) Isc (I) Daya
1 10 25,17 0,162 4,07754
2 11 25,15 0,188 4,7282
3 12 25,13 0,174 4,37262
4 13 23,6 0,082 1,9352
5 14 23,43 0,112 2,62416
Dapat dilihat pada tabel 4.28 pengukuran ini dilakukan selama 1 hari dengan
mendapatkan hasil data yang berbeda-beda. Penelitian dimulai di jam 10.00 -14.00. dari
data tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan dan penurunan daya yang dihasilkan.
Dari jam 10.00 – 12.00 penyinaran matahari cukup stabil sehingga daya yang dihasilkan
tidak jauh berbeda. Namun di jam 13.00 terjadi penurunan yang lumayan signifikan
sehingga dayanya nya rendah. Lalu di jam 14.00 penyinaran matahari cukup membuat
daya yang dihasilkan meningkat kembali. Dari yang dipaparkan itu dapat ditarik
kesimpulan bahwa penyinaran sangat berpengaruh untuk menghasilkan daya yang
besar. Dan dari pengukuran ini didapat maksimum puncak penyinaran matahari yaitu
pada jam 11.00 dengan daya 4.7282 Watt.
Mengacu pada tabel diatas bahwa kita dapat melihat nilai maksimum pada puncak
penyinaran matahari itu dimulai pada jam 10.00-14.00. data yang diperoleh yang
tertinggi terjadi pada pukul 11.00 dengan nilai dayanya 7,66494 Watt. Pada data terlihat
selain kondisi cuaca yang mempengaruhi penyinaran matahari, nilai tegangan dan arus
juga sangat mempengaruhi, dapat dibuktikan dengan melihat tabel diatas.
57
Tabel 4.30 Hasil Pengukuran
NO Jam Voc (V) Isc (I) Daya
1 10 24,54 0,122 2,99388
2 11 24,93 0,068 1,69524
3 12 25,41 0,16 4,0656
4 13 25,33 0,227 5,74991
5 14 24,66 0,186 4,58676
Merujuk dari hasil penelitian pada tabel 4.30 bahwa data yang diperoleh sesuai dengan
intensitas penyinaran matahari setiap jamnya yang berbeda-beda dalam rentang waktu
mulai dari pukul 10.00 hingga 14.00. nilai maksimum puncak penyinaran mataharinya
itu terjadi pada pukul 13.00 dengan tegangan 25,33 V , arus 0,277 I dan nilai daya yang
dihasilkan 5,74991 Watt.
Tabel 4.31 Hasil Pengukuran
NO Jam Voc (V) Isc (I) Daya
1 10 25,25 0,06 1,515
2 11 24,44 0,038 0,92872
3 12 0 0 0
4 13 0 0 0
5 14 22,34 0,062 1,38508
Berdasarkan tabel 4.31 hasil pengukuran yang telah dilakukan, untuk melihat nilai dari
maksimum puncak penyinaran matahari yaitu dalam rentang waktu yang di mulai pada
pukul 10.00 -14.00. puncak penyinarannya terjadi pada pukul 10.00 dengan daya yang
dihasilkan yaitu 1,515 Watt. Faktor yang mempengaruhi hasil daya ini terutama adalah
kondisi cuaca, tak lepas dari itu juga tegangan dan arus ikut andil didalamnya karena
adanya keterkaitan.
58
Tabel 4.32 ini menjelaskan hasil data yang diperoleh dari pengukuran. Namun pada
tabel ini dapat dilihat di jam berapa nilai maksimum dari puncak penyinaran matahari.
Standarnya dimulai dari pukul 10.00-14.00. dari data puncak penyinaranya terjadi di
pukul 13.00 dengan daya yang dihasilkan sebesar 10,03536 Watt. Hasil data tersebut di
dapat dengan beberapa faktor yang mempengaruhi seperti halnya kondisi cuaca.
Kemudian tegangan dan arus pun juga sangat mempengaruhi dari daya yang dihasilkan.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan data yang didapatkan dari pengukuran yang dilakukan selama delapan hari
yang dimulai pada pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Pengukuran dilakukan delapan kali
pengujian dengan kondisi yang sama tapi cuaca, suhu dan temperatur yang berbeda
karena keadaan lingkungan. Cuaca yang ditemui yaitu cerah, berawan mendung dan
hujan.
Selanjutnya dalam penelitian adanya Analisis PSH yang bertujuan untuk mengetahui
potensi energi matahari yang diperoleh di lokasi geografis sepanjang tahun.
Pemasangan panel surya yang meliputi ketinggian, kemiringan, dan garis lintang
permukaan panel surya perlu diperhatikan untuk mendapatkan energi matahari yang
maksimal (Megantoro dkk., 2022). PSH adalah parameter yang menyatakan
perbandingan durasi maksimum penyinaran matahari dalam jam per hari terhadap
standar intensitas penyinaran matahari yaitu 1 kW/ m2. Secara mendasar, radiasi
matahari yang diterima oleh panel surya bersifat tidak stabil di mana kekuatannya
meningkat di pagi hari dan menurun di sore hari. Durasi efektif paparan matahari pada
panel surya memengaruhi jumlah daya listrik yang dihasilkan.
Pada pengukuran pertama, Thin Solar Panel memiliki rata-rata arus yang dihasilkan
0,229 A dan daya rata-rata yang dihasilkan 5,64 Watt dengan nilai efisiensi (0,0564%).
Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang cerah sehingga mampu meningkatkan
intensitas yang dihasilkan. Dimana Pada cuaca cerah ini penyerapan daya pada panel
dapat dilakukan dengan optimal. Semakin tinggi intensitasnya maka semakin banyak
energi yang diserap oleh solar panel dan semakin tinggi daya yang dihasilkan. dan nilai
PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 11.00 yakni dengan daya 9,84
Watt. selanjutnya pada Panel Polycrystaline, didapat hasil arus dengan rata-rata 3,890
A dan daya rata-rata 71,125 Watt. Kondisi cuaca saat pengambilan data yakni cerah.
59
Kemudian intensitasnya sama dengan thin solar panel. Sehingga penyerapan daya pada
panel dapat dilakukan dengan optimal. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat
pada pukul 13.00 yakni dengan daya 98,192 Watt
Data kedua didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,111 A dan
daya rata-rata 2,090 Watt dengan nilai efisiensi (0,0209%). Pengambilan data dalam
kondisi cuaca cerah. Namun pada pukul 12.00 – 13.00 WIB tidak dilakukan
pengambilan data karena penelitian ini dilaksanakan pada hari jum’at. Dengan kondisi
cerah penyerapan daya pada panel dapat dilakukan dengan baik. dan nilai PSH dalam
kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 15.00 yakni dengan daya 8,94 Watt Lalu pada
Panel Polycrystaline, didapat hasil rata-rata arus 2,656 A dan daya rata-rata 51,573
Watt. Data pada penelitian ini diambil dengan kondisi cuaca cerah sehingga penyerapan
pada panel daapat dilakukan dengan optimal. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah
didapat pada pukul 14.00 yakni dengan daya 96, 530 Watt
Data Ketiga didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,139 A
dan daya rata-rata 3,529 Watt dengan nilai efisiensi (0,0352%). Pengambilan data
dalam kondisi cuaca mendung dan cerah. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel
kurang optimal. Sehingga dengan arus yang kecil maka daya yang dihasilkan pun juga
kecil. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah mendung didapat pada pukul 14.00
yakni dengan daya 11,174 Watt Selanjutnya pada Panel Polycrystaline,didapat hasil
rata-rata arus 3,118 A dan daya rata-rata 60,996 Watt. Pengambilan data dalam kondisi
cuaca mendung dan cerah. dan nilai PSH didapat pada pukul 14.00 yakni dengan daya
90,00 Watt
Data keempat didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,115 A
dan daya rata-rata 2,187 Watt dengan nilai efisiensi (0,0281%). Pengambilan data
dalam kondisi cuaca mendung dan hujan. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel
kurang optimal. Sehingga arus yang dihasilkan kecil maka daya yang dihasilkan pun
juga kecil. dan nilai PSH dalam kondisi ini didapat pada pukul 11.00 yakni dengan
daya 4, 728 Watt Selanjutnya pada Panel Polycrystaline,didapat hasil rata-rata arus
0,852 A dan daya rata-rata 16,437 Watt. Pengambilan data dalam kondisi cuaca
mendung dan hujan. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca ini didapat pada pukul 10.00
yakni dengan daya 36, 96 Watt
Data kelima didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,100 A dan
60
daya rata-rata 2,595 Watt dengan nilai efisiensi (0,02595%). Pengambilan data dalam
kondisi cuaca cerah. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel optimal. didapat hasil
pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,139 A dan daya rata-rata 3,529
Watt. Pengambilan data dalam kondisi cuaca mendung dan cerah. Dengan kondisi
seperti ini penyerapan panel kurang optimal. Namun didapat arus yang kecil maka daya
yang dihasilkan pun juga kecil. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca ini didapat pada
pukul 11.00 yakni dengan daya 7,644 Watt Selanjutnya pada Panel
Polycrystaline,didapat hasil rata-rata arus 3,723 A dan daya rata-rata 73, 136 Watt.
Pengambilan data dalam kondisi cuaca cerah. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca ini
didapat pada pukul 14.00 yakni dengan daya 109,971 Watt
Data keenam didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,164 A
dan daya rata-rata 4,125 Watt dengan nilai efisiensi (0, 0412%) . Pengambilan data
dalam kondisi cuaca cerah. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel optimal.
Kemudian didapat arus yang kecil dan daya yang dihasilkan pun lebih besar. dan nilai
PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 15.00 yakni dengan daya
6,961Watt Selanjutnya pada Panel Polycrystaline,didapat hasil rata-rata arus 2,198 A
dan daya rata-rata 42,944 Watti. Pengambilan data dalam kondisi cuaca cerah. Dan hasil
arus dan daya nya lebih besar pada panel ini dibandingkan thin solar panel. dan nilai
PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 11.00 yakni dengan daya 93,969
Watt
Data ketujuh didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0,092 A
dan daya rata-rata 2,332 Watt dengan nilai efisiensi (0,02332%). Pengambilan data
dalam kondisi cuaca cerah. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel optimal.
Kemudian suhu mempengaruhi kinerja solar panel dan menurunkan daya sehingga
dayanya menjadi rendah. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul
16.00 yakni dengan daya 6,329Watt . Selanjutnya pada Panel Polycrystaline,didapat
hasil rata-rata arus 2,569 A dan daya rata-rata 49,866 Watt. Pengambilan data dalam
kondisi cuaca cerah. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 11.00
yakni dengan daya 95,597 Watt.
Data kedelapan didapat hasil pengukuran thin solar panel dengan rata-rata arus 0, 275 A
dan daya rata-rata 6,885 Watt dengan nilai efisiensi (0,0688%) . Pengambilan data
dalam kondisi cuaca cerah. Dengan kondisi seperti ini penyerapan panel optimal. Pada
61
pengukuran ini didapatkan hasil daya tertinggi. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca
cerah didapat pada pukul 15.00 yakni dengan daya15, 604 Watt . Selanjutnya pada
Panel Polycrystaline,didapat hasil rata-rata arus 3,187 A dan daya rata-rata 74,582
Watt. Pengambilan data dalam kondisi cerah penyerapan pada panel menjadi lebih
optimal. dan nilai PSH dalam kondisi cuaca cerah didapat pada pukul 13.00 yakni
dengan daya 102,890 Watt.
Dari yang telah diuraikan delapan kali pengujian bisa dilihat bahwa penelitian ini
terdapat pada kondisi cuaca, yaitu cuaca cerah, mendung dan hujan. dimana jika cuaca
cerah maka penyerapan panel akan lebih optimal. Sehingga nantinya daya yag
dihasilkan semakin besar, hal ini juga seiring dengan intensitas dan baik digunakan.
Namun disini suhu juga mempengaruhi kinerja dari solar panel tersebut sehingga dapat
menyebabkan turunya daya. Hal ini sejalan dengan yang diungkapka oleh penelitian
(Yuliananda dkk 2015) efisiensi didukung oleh faktor temperatur sel yang normal,
radiasi matahari, keadaan cuaca, sudut orientasi panel, dan posisi letak panel surya.
Kemudian dijelaskan juga dalam penelitian (Suryana, 2016) faktor yang mendukung
efisiensi intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan Pada penelitian
Suryana dan Yuliananda dilakukan dengan situasi terbatas seperti kenaikan temperatur
dapat membuat tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya berkurang. Intensitas
juga mempengaruhi besar daya, bila intensitas cahaya rendah produktivitas daya yang
dihasilkan juga rendah.
Selanjutnya untuk thin solar panel energi yang dapat dihasilkan lebih optimal di cuaca
cerah. Untuk cuaca mendung dan hujan kurang optimal, karena dibutuhkannya matahari
untuk penyerapan ke panel. Sedangkan pada panel Polycrystaline lebih baik digunakan
karena memiliki efisiensi yang bagus 8,47% - 12,22% (Ady Pratama dan Herlamba
Siregar, 2018). Selanjutnya dari hasil analisis PSH yang didapatkan selama penelitian,
besar energi yang didapatkan setiap panel itu berbeda karena adanya perbedaan kondisi
cuaca. Durasi efektif paparan matahari panel surya memengaruhi jumlah daya listrik
yang dihasilkan. Selanjutnya energi yang dihasilkan oleh thin solar panel ini mampu
digunakan untuk daya yang kecil. Dan penggunaan thin solar panel sebagai pembangkit
listrik ini dapat digunakan namun pemakaiannya harus sesuai dengan kapasitas daya
barang yang akan dipakai. Karena semakin besar daya berarti semakin besar pula energi
yang dibutuhkan. Dan ternyata thin solar panel ini tidak jauh lebih baik dari panel
62
Polycrystaline.
63
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari pengambilan data, pengolahan data, analisis data dan pembahasan yang telah
dilakukan pada penelitian Tugas Akhir ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan
diantaranya :
1. Daya yang dihasilkan pada thin solar panel yakni pada pengukuran kesatu rata-
rata 5,648 Watt, pengukuran kedua rata-rata 2,090 Watt, pengukuran ketiga rata-
rata 3,529 Watt, pengukuran keempat rata-rata 2,817 Watt, pengukuran keenam
rata-rata 4,125 Watt, pengukuran ketujuh rata-rata 2,332 Watt dan pengukuran
kedelapan 6,885 Watt. Sehingga didapatkan hasil daya yang paling tinggi pada
pengukuran kedelapan, hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang cerah mampu
menyerap daya thin solar panel dengan optimal.
Dari data yang telah diolah menjadi grafik, dapat disimpulkan bahwa Thin solar
panel akan menghasilkan Arus yg kecil, jika mendapat intensitas yang besar.
Sedangkan Panel Polycrystaline akan mengahsilkan Arus yang besar jika
mendapat intensitas yang besar. Dari data yang telah diolah menjadi grafik,
dapat disimpulkan bahwa Thin solar panel akan menghasilkan Arus yg kecil,
jika mendapat suhu yang besar. Sedangkan Panel Polycrystaline akan
mengahasilkan Arus yang besar jika mendapat suhu yang besar.
2. Pengaruh Peak sun hours terhadap produktivitas listrik yang dihasilkan yaitu
bersifat tidak stabil dimana radiasi matahari yang diterima oleh panel surya
memiliki kekuatan dimana di pagi hari meningkat dan turun di sore hari. Durasi
efektif paparan matahari panel surya memengaruhi jumlah daya listrik yang
dihasilkan. Sehingga hasil PSH ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, suhu
dan lingkungan. Selanjutnya energi yang dihasilkan oleh thin solar panel ini
mampu digunakan untuk daya yang kecil
5.2 Saran
Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, penulis menyarankan sebagai berikut :
64
2. Penelitian selanjunya disarankan untuk menganalisis produktivitas pada panel
pada kondisi yang cerah dan jangka waktu lebih lama agar mendapatkan hasil
yang lebih baik.
65
DAFTAR PUSTAKA
Ady Pratama, D. and Herlamba Siregar, I. (2018) ‘Uji Kinerja Panel Surya Tipe
Polycrystalline 100Wp’, Jptm, 6(3), pp. 79–85.
Agne, E.B.P., Hastuti, R. and Khabibi (2010) ‘Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi’, Jurnal
Kimia Sains dan Aplikasi, 13(2), pp. 51–56.
Ali, M.H.M. et al. (2022) ‘Comparison between P&O and SSO techniques based MPPT
algorithm for photovoltaic systems’, International Journal of Electrical and Computer
Engineering, 12(1), pp. 32–40.
Asyadi, T.M., Sara, I.D. and Suriadi, S. (2021) ‘Metode Maximum Power Point
Tracking (MPPT) dan Boost Converter Menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC)
pada Modul Surya’, Jurnal Rekayasa Elektrika, 17(1), pp. 1–6.
Berisha, X., Zeqiri, A. and Meha, D. (2018) ‘Determining the optimum tilt angles to
maximize the incident solar radiation-case of study Pristina’, International Journal of
Renewable Energy Development, 7(2), pp. 123–130.
Hamrouni, N., Jraidi, M. and Chérif, a (2008) ‘Solar radiation and ambient temperature
effects on the performances of a PV pumping system’, Revue des Energies
66
Renouvelables, 11(March 2008), pp. 1–95.
Hie Khwee, K. (2013) ‘Pengaruh Temperatur Terhadap Kapasitas Daya Panel Surya
(Studi Kasus: Pontianak)’, Jurnal ELKHA, 5(2), pp. 23–26.
Kaban, S.A. and Jafri, M. (2020) ‘Optimalisasi Penerimaan Intensitas Cahaya Matahari
Pada Permukaan Panel Surya ( Solar Cell ) Menggunakan Cermin’, 5(2), pp. 108–117.
Megantoro, P. et al. (2022) ‘Effect of peak sun hour on energy productivity of solar
photovoltaic power system’, Bulletin of Electrical Engineering and Informatics, 11(5),
pp. 2442–2449.
Purwoto, B.H. et al. (2018) ‘Efisiensi Penggunaan Panel Surya sebagai Sumber Energi
Alternatif’, Emitor: Jurnal Teknik Elektro, 18(1), pp. 10–14.
Reza pahlevi, Hasyim Asy’ari, A.B. (2014) ‘Pengujian Karakteristik Panel Surya
Berdasarkan Intensitas Tenaga Surya’.
Suwarti, - (2019) ‘Analisis Pengaruh Intensitas Matahari, Suhu Permukaan & Sudut
Pengarah Terhadap Kinerja Panel Surya’, Eksergi, 14(3), p. 78.
Tiun, Y.K., Yusuf, I. and Hiendro, A. (2019) ‘Perbandingan Kinerja Sel Surya Jenis
Thin-Film Dan Polycrystalline (Studi Kasus: Pontianak)’, Jurnal Teknik Elektro
Universitas Tanjung Pura, 2(1), pp. 1–6.
Yadav, I., Maurya, S.K. and Gupta, G.K. (2020) ‘A literature review on industrially
accepted MPPT techniques for solar PV system’, International Journal of Electrical
and Computer Engineering, 10(2), pp. 2117–2127.
Yuliananda, S. et al. (2015) ‘Pengaruh Perubahan Intensitas Matahari’, 01(02), pp. 193–
202.
68
LAMPIRAN
69
Lampiran 3. Pengukuran suhu
70