NEGARA DAN KONSTITUSI
Oleh:
NAMA -NAMA KELOMPOK 5.
1. Aprilia Hoar Bria (32230019)
2. Agnesia Widianingsih Babu(32230007)
3. Theresia Irene
asa(23320029)
4. Noviana seuk(32230083)
5. Melania D Rosario
Dosantos (32230080)
6. Mariana leuf
tafaib(32230076)
1. Pengertian dan Hakikat Negara
Negara adalah sebuah organisasi kekuasaan yang memiliki otoritas untuk
mengatur dan mengendalikan suatu masyarakat dalam suatu wilayah
tertentu. Hakikat negara adalah sebagai suatu alat atau sarana yang
bertujuan untuk mencapai kesejahteraan, keadilan, dan ketertiban bagi
seluruh warganya.
Di sisi lain, negara juga adalah entitas yang mewujudkan identitas kolektif
suatu bangsa. Dengan adanya negara, tercipta aturan-aturan yang
mampu menjaga keutuhan dan keberlangsungan hidup bersama dalam
masyarakat. Keberadaan negara memungkinkan terciptanya sistem
hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan, mulai dari politik,
ekonomi, hingga sosial dan budaya.
Secara umum Negara dapat diartikan sebagai suatu organisasi utama
yang ada di dalam suatu wilayah karena memiliki pemerintahan yang
berwenang dan mampu untuk turut campur dalam banyak hal dalam
bidang organisasi lainnya.
Fungsi Utama Negara.
- Penegakan Hukum: Negara harus memastikan bahwa hukum ditegakkan
secara adil dan merata tanpa diskriminasi.
- Perlindungan: Negara melindungi warganya dari ancaman, baik dari
dalam maupun luar.
- Kesejahteraan Sosial: Negara bertugas untuk menciptakan kondisi yang
memungkinkan seluruh warganya hidup layak dan sejahtera.
- Pendidikan dan Pengembangan Manusia: Negara bertanggung jawab
dalam memberikan fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi warganya,
sehingga mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
2.Teori-Teori Negara
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang asal-usul dan fungsi
negara:- Teori Ketuhanan: Negara dianggap berasal dari kehendak Tuhan,
di mana penguasa adalah wakil Tuhan di bumi.
- Teori Perjanjian Masyarakat: Negara terbentuk dari kesepakatan
masyarakat untuk memberikan sebagian kebebasannya kepada penguasa
demi terciptanya ketertiban.
- Teori Kekuasaan: Negara terbentuk melalui kekuasaan yang dipaksakan
oleh yang kuat kepada yang lemah.
- Teori Organis: Negara dianggap sebagai organisme hidup yang terdiri
dari bagian-bagian yang saling bergantung (seperti tubuh manusia), di
mana pemerintah adalah otaknya.
3. Elemen-Elemen Penting dari Negara
Agar suatu entitas dapat disebut sebagai negara, ada beberapa elemen
pokok yang harus dimiliki:
- Rakyat: Komunitas individu yang tinggal di wilayah tertentu dan
bersepakat untuk tunduk pada otoritas negara. Mereka adalah subjek dari
peraturan dan kebijakan yang ditetapkan negara.
- Wilayah: Area geografis yang menjadi tempat berdaulatnya negara, baik
di darat, laut, maupun udara. Wilayah ini menentukan batas kedaulatan
negara dari negara lain.
- Pemerintah: Institusi yang diberi mandat untuk mengelola negara,
menjalankan pemerintahan, membuat dan menegakkan hukum.
- Kedaulatan: Kekuasaan penuh dan tertinggi yang dimiliki negara untuk
mengatur urusan dalam negeri dan mempertahankan kemerdekaannya
dari intervensi pihak luar.
4. Pengertian dan Fungsi Konstitusi
Konstitusi adalah seperangkat aturan dasar yang menjadi fondasi dari
seluruh peraturan yang ada di suatu negara. Konstitusi bertujuan untuk
memberikan legitimasi kepada pemerintah, melindungi hak-hak warga
negara, serta mengatur pembagian kekuasaan dalam pemerintahan.
Isi dari konstitusi mencakup:
- Hak Asasi Manusia: Jaminan terhadap kebebasan individu dan hak dasar,
seperti kebebasan berpendapat, beragama, dan hak atas pengadilan yang
adil.
- Struktur Pemerintahan: Menjelaskan sistem pembagian kekuasaan, baik
antara cabang-cabang pemerintahan (eksekutif, legislatif, yudikatif)
maupun antara pemerintah pusat dan daerah.
- Proses Demokrasi: Mengatur mekanisme pemilihan umum, hak pilih,
serta cara pengambilan keputusan secara demokratis.
5. Macam-Macam Konstitusi
Konstitusi dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori:
- Konstitusi Tertulis vs Tidak Tertulis: Konstitusi tertulis dirangkum dalam
satu dokumen formal seperti UUD 1945, sementara konstitusi tidak
tertulis berkembang berdasarkan kebiasaan dan tradisi, seperti di Inggris.
- Konstitusi Fleksibel vs Kaku: Konstitusi fleksibel dapat dengan mudah
diubah melalui proses legislatif biasa, sedangkan konstitusi kaku
membutuhkan prosedur khusus yang lebih rumit untuk diubah.
Isi Penting Konstitusi:
1. Pembukaan (Preambul): Biasanya menjelaskan tujuan dari
pembentukan negara dan prinsip dasar yang dijunjung oleh negara
tersebut. Misalnya, Pembukaan UUD 1945 menegaskan kemerdekaan,
kedaulatan rakyat, dan Pancasila sebagai dasar negara.
2. Pasal-Pasal Substantif: Bagian ini memuat aturan-aturan spesifik yang
mencakup struktur pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta
hubungan antar lembaga negara.
6. Kedudukan Konstitusi dalam Negara
Konstitusi memegang peran sentral dalam kehidupan bernegara. Di
Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 adalah konstitusi yang menjadi
dasar hukum tertinggi. Semua peraturan perundang-undangan yang lebih
rendah harus sesuai dengan UUD 1945. Jika ada peraturan yang
bertentangan dengan UUD, maka peraturan tersebut dapat dinyatakan
tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi.
Dalam sistem demokrasi, konstitusi juga menjadi alat untuk memastikan
bahwa kekuasaan pemerintah tidak dijalankan secara sewenang-wenang.
Konstitusi membagi kekuasaan negara dalam tiga cabang utama:
- Eksekutif: Bertugas menjalankan pemerintahan sehari-hari, dipimpin
oleh presiden atau raja (dalam monarki).
- Legislatif: Bertugas membuat undang-undang dan kebijakan. Di
Indonesia, lembaga legislatif adalah DPR dan DPD.
- Yudikatif: Berfungsi untuk menegakkan hukum dan menjaga konstitusi
melalui peradilan, seperti Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.
7. Konstitusi di Indonesia
Sejarah Konstitusi di Indonesia dimulai dengan lahirnya UUD 1945 sebagai
konstitusi pertama negara. Berikut adalah perjalanan konstitusi di
Indonesia:
- UUD 1945 (17 Agustus 1945 – 27 Desember 1949): Konstitusi yang
digunakan sejak kemerdekaan hingga dibentuknya Republik Indonesia
Serikat.
- Konstitusi RIS (27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950): Konstitusi ini
berlaku saat Indonesia berbentuk negara serikat.
- UUD Sementara 1950 (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959): Setelah
kembalinya negara kesatuan, konstitusi sementara ini diberlakukan.
- Dekrit Presiden 5 Juli 1959: Mengembalikan Indonesia ke UUD 1945
karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan bangsa.
8. Perkembangan Konstitusi di Era Modern
Seiring dengan perubahan sosial, politik, dan ekonomi, konstitusi sering
kali mengalami amandemen. Di Indonesia, UUD 1945 mengalami empat
kali amandemen pada era Reformasi, yang bertujuan untuk memperkuat
sistem demokrasi, hak asasi manusia, dan peran lembaga negara.
Beberapa perubahan penting adalah:
- Penguatan hak asasi manusia.
- Pembatasan masa jabatan presiden menjadi maksimal dua periode.
- Pembentukan lembaga negara baru, seperti Mahkamah Konstitusi dan
Komisi Yudisial.
9. Signifikansi Konstitusi dalam Kehidupan Bernegara
Konstitusi bukan hanya dokumen hukum, melainkan juga cerminan dari
nilai-nilai yang dijunjung oleh suatu bangsa. Konstitusi menjamin bahwa
pemerintah bertindak berdasarkan hukum dan memberikan perlindungan
terhadap hak-hak individu. Dengan adanya konstitusi, warga negara
memiliki landasan hukum yang kuat untuk menuntut hak-haknya dan
menolak tindakan pemerintah yang dianggap melanggar hak-hak mereka.
Konstitusi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas politik dan
sosial di suatu negara. Ia mencegah terjadinya penyalahgunaan
kekuasaan melalui mekanisme checks and balances antara lembaga-
lembaga negara.
Kesimpulan
Konstitusi dan negara adalah dua entitas yang saling berhubungan erat.
Konstitusi mengatur bagaimana negara dijalankan, siapa yang
berwenang, serta bagaimana hak dan kewajiban warga negara diatur.
Tanpa konstitusi yang baik, negara bisa kehilangan arah dan legitimasi.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang negara dan konstitusi
sangat penting untuk menjaga demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan
bagi seluruh masyarakat.