0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Penyebab Pembubaran Perseroan Menurut UUPT

Diskusi 4 Hukum Bisnis

Diunggah oleh

Sigit Lip Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Penyebab Pembubaran Perseroan Menurut UUPT

Diskusi 4 Hukum Bisnis

Diunggah oleh

Sigit Lip Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saudara Mahasiswa,

Menurut Pasal 142 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas (“UUPT”), berakhirnya perseroan disebabkan oleh
beberapa hal. Coba Anda identifikasi !

Petunjuk Berdiskusi:

1. Menggunakan kalimat/pendapat sendiri setelah Anda membaca


modul atau sumber bacaan lainnya.
2. Bukan langsung copi paste dari modul atau sumber bacaan lainnya.
3. Cantumkan referensinya

Selamat Berdiskusi. Semoga memperoleh nilai bagus.

Menurut Pasal 142 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
(“UUPT”), berakhirnya perseroan karena:

1. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”);


2. Karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan dalam anggaran dasar telah berakhir;
3. Berdasarkan penetapan pengadilan;
4. Dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan putusan pengadilan niaga yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap, harta pailit perseroan tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan;
5. Karena harta pailit perseroan yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan insolvensi
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang; atau
6. Karena dicabutnya izin usaha perseroan sehingga mewajibkan Perseroan melakukan
likuidasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direksi dapat mengajukan usul pembubaran perseroan kepada RUPS. Keputusan RUPS tentang
pembubaran perseroan sah apabila diambil sesuai dengan ketentuan Pasal 74 ayat (1) UUPT, yaitu
berdasarkan musyawarah untuk mufakat, dan Pasal 76 yaitu dalam hal penggabungan, peleburan,
pengambilalihan kepailitan, dan pembubaran perseroan, keputusan RUPS sah apabila dihadiri oleh
pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah seluruh saham
dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah suara
tersebut. Perseroan bubar pada saat ditetapkan dalam keputusan RUPS, diikuti dengan likuidasi oleh
likuidator.

Selama pemberitahuan pembubaran perseroan tidak dilakukan sesuai dengan Pasal 147 UUPT, maka
pembubaran perseroan tidak berlaku bagi pihak ketiga dan pembubaran perseroan tidak mengakibatkan
perseroan kehilangan status badan hukumnya sampai dengan selesainya likuidasi dan
pertanggungjawaban likuidator diterima oleh RUPS atau pengadilan. Akibat dari pembubaran perseroan,
maka setiap surat keluar perseroan dicantumkan kata “dalam likuidasi” di belakang nama perseroan
tersebut.

Sumber : BMP : EKMA4316,

https://ojk.go.id/Files/box/keuangan-berkelanjutan/UU_PT_No_40_tahun_2007.pdf

Anda mungkin juga menyukai