0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan8 halaman

Konsep Dasar OOP dalam Pemrograman

Diunggah oleh

Alvin Kafrawi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan8 halaman

Konsep Dasar OOP dalam Pemrograman

Diunggah oleh

Alvin Kafrawi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PEMROGRAMAN VISUAL

MAKALAH TENTANG OOP (OBJECT ORIENTED


PROGRAMING)
Dosen Pengampu: Muhammad Khairul Faridi, S.Kom.,M.Kom.

DISUSUN OLEH

ALVIN KAFRAWI

224857027

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA


KOMPUTER

SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI

PRODI SISTEM INFORMASI

2023/2024
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebelumnya, tentu kita sudah pernah mengenal lebih dahulu apa yang dinamakan
bahasa pemrograman. Oleh karenanya, pada Artikel kami ini, mungkin hanya
beberapa referensi yang menjelaskan mengenai seluk beluk OOP dalam
pemrograman, dan juga pada Artikel ini, kami tidak akan membahas lebih tentang
pemrograman lanjut.
Namun, kami akan lebih menyikapi tentang apa yang dinamakan dengan “OOP
atau PBO”. Langsung saja kami akan membahas sedikit Referensi tentang Konsep
OOP Dalam Pemrograman Sebuah karya manusia yang luar biasa didalam dunia
komputer ketika muncul piranti lunak berbasis pemrograman sebagai evolusi terbaru
dari bahasa pemrograman terstruktur yaitu bahasa pemrograman yang berorientasi
pada objek (Object Oriented Programming).
Munculnya pemrograman yang berorientasi objek ini memudahkan “orang
awam” untuk memulai menjadi seorang programmer yang handal sesuai bahasa
pemrograman yang diminati. Satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang
berorientasi objek adalah bahasa pemrograman java bluej. Blue j sangat berperan
dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis , dan secara mudah dan cepat
dengan bahasa pemrograman C++ dan Bluej.
2. Rumusan Masalah
1. Bagimana sejarah pekembangan OOP ?
2. Apa pengertian dari OOP ?
3. Bagaimana Konsep OOP (Object Oriented Programming) ?
4. Bagimana contoh Source Code OOP ?
BAB II

PEMBAHASAN
1. Sejarah OOP
Konsep OOP bermula pada era 1960-an. Sebuah bahasa
pemrograman Simula memperkenalkan berbagai konsep yang mendasari OOP
dengan SIMULA I (1962-65) dan Simula 67 (1967). Kemudian pada tahun 70-an,
bahasa pemrograman Smalltalk menjadi yang pertama kali disebut object-
oriented.
Pada tahun 1980-an, dua bahasa pemrograman ADA (US Department of
Defense) dan PROLOG (the Japanese “Fifth Generation Computer Project”)
dipercayai akan bersaing ketat sebagai bahasa pemrograman yang paling
dominan. Namun justru OOP yang menjadi paradigma pemrograman yang paling
dominan sampai sekarang. Bahasa pemrograman yang object-oriented seperti C+
+ pada tahun 80-an menjadi populer. Pada tahun 90-an, bahasa-bahasa
pemrograman seperti Java mulai menerapkan OOP. Sampai pada 2002, Microsoft
Visual Studio memperkenalkan bahasa object-oriented baru yang diberi nama C#.
Disusul VB.NET yang merupakan penyempurnaan Visual Basic 6.0 yang tidak
mendukung OOP.
2. Pengertian OOP
OOP (Object Oriented Programming) adalah sebuah metodologi atau cara
berpikir dalam melakukan pemrograman dimana pendefinisian tipe data disertai
dengan pendefinisian fungsi. Struktur data yang seperti ini disebut dengan
istilah object. Paradigma pemrograman OOP dapat dilihat sebagai interaksi
sebuah object dalam melakukan tugasnya.
Tujuan dari OOP diciptakan adalah untuk mempermudah pengembangan
program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari.
Jadi setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, objek itu sendiri
merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi.
Segelas teh tentunya memiliki berbagai spesifikasi seperti volume air, rasa,
temperatur dan sebagainya. Pada pemrograman, spesifikasi-spesifikasi tersebut
merupakan variabel yang dideklarasikan beserta tipe data. Pada OOP, sebuah
object Teh juga memiliki method berupa fungsi yang dapat dipanggil untuk
merubah kelakuan atau spesifikasi teh tersebut. Method minum Teh dapat
dideklarasikan sebagai fungsi yang dapat dipanggil untuk mengurangi nilai
variabel volume.
Di samping itu, sebuah object dapat memiliki relasi terhadap object lainnya.
Sebagai contoh, sebuahobject dapat berupa keturunan dari object lain.
3. Konsep OOP (Object Oriented Programming)
1. Kelas Abstrak (Class Abstraksi)
a. Kelas merupakan deskripsi abstrak informasi dan tingkah laku dari
sekumpulan data.
b. Kelas dapat diilustrasikan sebagai suatu cetak biru(blueprint) atau
prototipe yang digunakan untuk menciptakan objek.
c. Kelas merupakan tipe data bagi objek yang mengenkapsulasi data dan
operasi pada data dalam suatu unit tunggal.
d. Kelas mendefinisikan suatu struktur yang terdiri atas data kelas (data
field), prosedur atau fungsi (method), dan sifat kelas (property).
2. Enkapsulasi (encapsulation)
a. Istilah enkapsulasi sebenarnya adalah kombinasi data dan fungsionalitas
dalam sebuah unit tunggal sebagai bentuk untuk menyembunyikan
detail informasi.
b. Proses enkapsulasi memudahkan kita untuk menggunakan sebuah objek
dari suatu kelas karena kita tidak perlu mengetahui segala hal secara
rinci.
c. Enkapsulasi menekankan pada antarmuka suatu kelas, atau dengan kata
lain bagaimana menggunakan objek kelas tertentu.
d. Contoh: kelas mobil menyediakan antarmuka fungsi untuk menjalankan
mobil tersebut, tanpa kita perlu tahu komposisi bahan bakar, udara dan
kalor yang diperlukan untuk proses tersebut.
3. Pewarisan (Inheritance)
a. Kita dapat mendefinisikan suatu kelas baru dengan mewarisi sifat dari
kelas lain yang sudah ada.
b. Penurunan sifat ini bisa dilakukan secara bertingkattingkat, sehingga
semakin ke bawah kelas tersebut menjadi semakin spesifik.
c. Sub kelas memungkinkan kita untuk melakukan spesifikasi detail dan
perilaku khusus dari kelas supernya.
d. Dengan konsep pewarisan, seorang programmer dapat menggunakan
kode yang telah ditulisnya pada kelas super berulang kali pada kelas-
kelas turunannya tanpa harus menulis ulang semua kodekode itu.
4. Polimorfisme (polymorphism)
a. Polimorfisme merupakan kemampuan objekobjek yang berbeda kelas
namun terkait dalam pewarisan untuk merespon secara berbeda
terhadap suatu pesan yang sama.
b. Polimorfisme juga dapat dikatakan kemampuan sebuah objek
untuk memutuskan method mana yang akan diterapkan padanya,
tergantung letak objek tersebut pada jenjang pewarisan.
c. Method overriding.
d. Method name overloading.
4. Source Code OOP
a. Contoh Source Code 1

Bola.java
Bolatenis.java

Hasil Source Code 1


b. Contoh Source Code 2

TV.java
TVLCD.java

Hasil Source Code 2


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Object Oriented Programming (OOP) adalah suatu metode dalam
pembuatan program, dengan tujuan untuk menyelesaikan kompleksnya berbagai
masalah program yang terus meningkat. Ada dua bagian penting dalam Object
Oriented Programming yaitu properties dan event. Properties memiliki nama dan
nilai, sementara event hanya memiliki nama dan biasanya berhubungan dengan
method, behavior, function dan action.
Dalam melakukan pemecahan masalah Object Oriented Programming
tidak memandang bagaimana cara memecahkan suatu masalah secara terstruktur,
melainkan bagaimana suatu masalah itu dapat diselesaikan dengan menentukan
objek-objek apa saja yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Object Oriented Programming berputar pada konsep dari obyek yang
merupakan elemen dasar dari program Anda. Ketika kita membandingkan dengan
dunia nyata, kita dapat menemukan beberapa obyek disekitar kita seperti mobil,
singa, manusia dan seterusnya. Obyek ini dikarakterisasi oleh atribut dan tingkah
lakunya.

Anda mungkin juga menyukai