0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan36 halaman

Modul Ajar CRT Bahasa Indonesia

Diunggah oleh

hilda rahmadani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan36 halaman

Modul Ajar CRT Bahasa Indonesia

Diunggah oleh

hilda rahmadani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 4 SD

I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Kelompok PPL
Sekolah : SD NEGERI 064966 MEDAN
Tahun penyusunan 2024
Jenjang : SD
Kelas / semester : IV/ 2
Materi Pokok : Teks Narasi “Fiksi”
Alokasi waktu : 4 x 35 JP
B. KOMPETENSI AWAL
Sebelum mempelajari materi tentang teks narasi, peserta didik diharapkan sudah
mengetahui isi dari sebuah teks bacaan.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Setelah melakukan pembelajaran diharapkan peserta didik mampu memiliki karakter
pelajar seperti :
1. Berkebinekaan Global
2. Bergotong Royong
3. Bernalar Kritis
D. MEDIA, ALAT DAN BAHAN
MEDIA 1. Vidio Pembelajaran
2. Power Point
ALAT 1. Infokus
2. Laptop
3. Speaker
BAHAN 1. LKPD
2. Alat tulis

E. TARGET PESERTA DIDIK


1. Semua peserta didik dalam satu kelas dengan jumlah 27 peserta didik baik yang
regular, pencapaian tinggi, maupun yang memiliki kesulitan belajar, ikut serta
mempelajari materi ini.
2. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar diatasi dengan pendampingan
secara khusus atau perhatian yang lebih dari guru.
F. MODEL DAN MODA PEMBELAJARAN
1. Model pembelajaran yang dipakai adalah Problem Based Learning (PBL) secara
tatap muka, model ini dipilih berdasarkan karakteristik peserta didik.
Sintak-sintal PBL antara lain:
a. Orientasi peserta didik kepada masalah
b. Mengorganisasikan peserta didik
c. Membimbing penyelidikan
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Moda pembelajaran adalah moda luring atau tatap muka yang dpilih untuk proses
pembelajaran membedakan keinginan dan kebutuhan.
2. Pendekatan : Cullturally Responsive Teaching
Culturally Responsive Teaching adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang
mengakui pentingnya referensi budaya peserta didik dalam semua aspek
pembelajaran (LadsonBillings, 1994). Culturally Responsive Teaching didefinisikan
sebagai penggunaan karakteristik budaya, pengalaman, dan perspektif dari beragam
etnis sebagai media pembelajaran yang lebih efektif.
Tahapan Pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) (Rahmawati &
Ridwan, 2017):
1) Self Identification (Eksplorasi identitas diri dalam perbedaan individu)
2) Cultural Understanding (Integritas praktik budaya dalam konsep materi
pembelajaran.
3) Collaboration (Kolaborasi dalam kelompok menyelesaikan studi kasus dengan
berbagai variasi metode).
4) Critical Reflection (melakukan proses refleksi diri dan berpikir kritis terhadap
masalah melalui diskusi).
5) Transformative Construction (melakukan kontruksi pemahaman dan nilai
berdasarkan pengalaman yang diberikan).
II. KOMPETENSI INTI
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
1. Elemen : Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-
hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta
didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah
dikenalinya dengan fasih. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide
pendukung pada teks informatif. Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal
yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi. Peserta didik mampu
memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan
yang dipirsa sesuai dengan topik.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui mengamati video narasi animasi, peserta didik mampu menyebutkan
tokoh dalam cerita narasi dengan benar.
2. Melalui membaca teks narasi, peserta didik mampu menilai sikap para tokoh
dalam cerita narasi dengan benar.
3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi pesan atau
amanat dari teks narasi yang disajikan dengan benar.
4. Melalui diskusi dan tanya jawab, peserta didik mampu menghubungkan pesan
yang disampaikan dalam cerita ke dalam contoh di kehidupan sehari-hari dengan
benar.
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah proses pembelajaran peserta didik diharapkan mampu mengetahui sikap tokoh
dalam teks narasi serta pesan dalam teks narasi.
D. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Mengapa kita harus membiasakan membaca baik dari sumber buku atau
berbagai sumber media elektronik?
2. Bagaimana cara menemukan pesan cerita baik dalam buku maupun
dalam media audio-visual seperti video?
3. Bagaimana hubungan sifat tokoh terhadap pesan yang disampaikan dalam
sebuah cerita?
E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Mempersiapkan segala perangkat pembelajaran seperti infocus, laptop, power
point, LKPD dan lain sebagainya.
2. Mempersiapkan bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengucap salam kepada peserta didik. 10 Menit
2. Peserta didik mengkondisikan kelas agar siap
untuk belajar.
3. Peserta didik berdo’a sebelum memulai
pembelajaran. .
4. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
5. Peserta didik menyanyikan lagu nasional “Dari
Sabang Sampai Merauke”
6. Peserta didik diberikan motivasi sebelum
memulai pembelajaran dan melakukan ice
breaking.
7. Peserta didik mendapat apersepsi dari guru
terhadap pembelajaran yang sebelumnya.
8. Peserta didik mendapatkan pertanyaan
pemantik terhadap materi yang akan dipelajari.
9. Peserta didik menyimak guru menyampaikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti Langkah 1 Orientasi peserta didik kepada 50 Menit
masalah
10. Peserta didik ditanya oleh guru asal
daerahnya masing-masing. (Cullturally
Responsive Teaching : self identification).
11. Peserta didik mengamati video ekplorasi
daerah Sumatera Barat. (Cullturally
Responsive Teaching: cultural
understanding).
12. Peserta didik bertanya jawab mengenai apa
saja keunikan budaya dari setiap daerah.
(Cullturally Responsive Teaching: cultural
understanding).
13. Peserta didik bertanya jawab dengan guru
cerita yang paling terkenal di daerah peserta
didik, khususnya daerah Sumatera Barat.
(Cullturally Responsive Teaching: cultural
understanding).
14. Peserta didik mengamati salah satu gambar
cerita yang ada di daerahnya (malin
kundang). (Cullturally Responsive
Teaching: cultural understanding).
15. Peserta didik dan guru melakukan tanya
jawab terhadap gambar yang ditampilkan.
a. Siapa saja tokoh cerita tersebut?
b. Bagaimana sifat tokoh-tokoh tersebut?
c. Bagaimana urutan waktu dalam cerita
tersebut?
16. Guru meminta peserta didik untuk
mendiskusikan pertanyaan tersebut.
Langkah 2. Mengorganisasikan peserta didik
17. Peserta didik duduk secara berkelompok
yang terdiri dari 5-6 orang.
18. Peserta didik mendengarkan penjelasan guru
tentang kegiatan yang akan dilakukan.
19. Guru membagikan LKPD pada masing-
masing kelompok.
20. Peserta didik bekerjasama dengan kelompok
untuk menggali informasi yang telah
disediakan pada LKPD. (Cullturally
Responsive Teaching: collaboration).

Langkah 3. Membimbing penyelidikan


21. Peserta didik di dalam kelompok berdiskusi
untuk mengidentifikasi tokoh dan sifat-sifat
tokoh dalam cerita narasi yang telah
ditayangkan (https://www.youtube.com/watch?
v=cXudgA53a fQ) atau dibaca melalui kliping
yang guru berikan. (Cullturally Responsive
Teaching: critical reflection).
22. Peserta didik yang mengalami kesulitan
dalam mengerjakan LKPD maka guru
memberikan perhatian dan bimbingan.
23. Setelah menyelesaikan LKPD, peserta didik
pada masing-masing kelompok belajar akan
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya di
depan kelas.
Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
24. Peserta didik mempresentasikan hasil LKPD
yang telah dikerjakan secara kelompok.
25. Peserta didik lain menyimak dan menanggapi
hasil dari pekerjaan teman yang berada di
depan kelas.
26. Guru memberikan tanggapan dan penilaian
tentang hasil kerja peserta didik.
Langkah 5. Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah
27. Guru memberikan apresiasi kepada peserta
didik terhadap LKPD yang telah dikerjakan.
28. Peserta didik mendengarkan penguatan dari
guru mengenai materi yang telah dibahas hari
ini.
29. Peserta didik diberikan kesempatan untuk
bertanya mengenai materi yang belum
dipahami.
30. Peserta didik menuliskan rasa terimakasih
dan mengutarakannya dengan teman
kelompoknya yang telah bekerjasama dengan
baik selama kegiatan pembelajaran.
Penutup 24. Peserta didik dengan bimbingan guru 10 Menit
menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilaksanakan dan nilai berdasarkan
pengalaman yang diberikan. (Cullturally
Responsive Teaching: transformative
construction).
25. Peserta didik dan guru merefleksi terhadap
pembelajaran.
26. Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal
evaluasi yang diberikan guru.
27. Peserta didik menyanyikan lagu daerah
“Kampung nan jauh di mato” (Cullturally
Responsive Teaching).
28. Peserta didik bersama guru menutup kegiatan
pembelajaran dengan membaca do’a
dipimpin
salah satu peserta didik.
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan :
Peserta didik menerapkan sikap yang telah diperoleh dalam mengidentifikasi pesan dan
contoh-contoh sikap dalam kehidupan sehari-hari.
Remidial :
Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran dibimbing oleh guru diberikan
tugas mandiri membaca sebuah teks narasi sederhana yang dilakukan secara lisan dan
bertanya jawab dengan guru terkait tokoh dan pesan cerita, kemudian disalin dalam
bentuk tulisan.
H. GLOSARIUM
Teks : teks adalah sebuah wacana lisan dalam bentuk tulisan. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) teks naskah berupa kata palsu dari pengganti, kutipan dari
kitab suci kuno, bahan tertulis untuk memberikan pelajaran ataupun pidato serta
wacana tertulis.
Narasi : jenis pola pengembangan paragraf atau karangan cerita yang menyajikan
serangkaian peristiwa dan disusun secara kronologis dengan urutan waktu yang
berurutan (terdiri dari awal, pertengahan, dan akhir).
Fiksi : Fiksi adalah lakon atau kisah yang bersumber dari khayalan. Dengan istilah
lain, fiksi tidak secara cermat menurut histori atau realitas. Fiksi bisa diungkapkan
dalam berbagai bentuk mulai dari catatan, pementasan langsung, sinema, acara
televisi, animasi, tontonan video dan juga tontonan peran.
Non fiksi : sebuah karangan atau tulisan yang bersifat informatif, penulisnya
mempunyai tanggung jawab atas kebenaran dari peristiwa, orang, dan/atau informasi
yang disampaikannya.
I. DAFTAR PUSTAKA
1. Kementrian Pendidikan 2013. Kurikulum 2013 Jakarta: DEPDIKBUD.
2. Subekti, Ari.2017. Daerah Tempat Tinggalku : Buku Guru Tematik Terpadu
Kelas IV SD/MI. Jakarta : Kemendikbud.
3. Subekti, Ari. 2017. Daerah Tempat Tinggalku : Buku Siswa Tematik Terpadu
Kelas IV SD/MI. Jakarta : Kemendikbud.
4. https://www.youtube.com/watch?v=cXudgA53afQ
5. https://www.zenius.net/blog/konsep-teks-narasi
J. LAMPIRAN
1. Bahan ajar
2. Media
3. LKPD
4. Refleksi
5. Penilaian
LAMPIRAN
Tujuan dan fungsi teks
narasi sendiri sebenarnya
untuk memberikan
informasi, menambahkan
pengetahuan, serta
menyediakan hiburan bagi
pembacanya.

 ciri-ciri penting yang


membuat sebuah teks
memenuhi kriteria
sebagai sebuah narasi
 Sesuai dengan Tidak hanya dari buku
definisinya, teks cerita saja, kamu dapat
tersebut harus bercerita menemukan cerita narasi
melalui web atau blog dan
tentang suatu kejadian,
video-video di internet yang
dengan beberapa beragam!
peristiwa kronologis
atau order of events.
 Selain adanya beberapa
peristiwa, teks harus
dibumbui masalah atau
konflik yang menjadi
puncak narasi tersebut,
serta struktur teks
narasi lainnya. Sebuah
narasi harus memiliki
unsur-unsur teks (tokoh,
latar, alur, tema) yang
nanti akan kita bahas
bareng.
kamu harus tahu apa saja unsur
teks narasi!

, Teks narasi memiliki unsur-unsur sebagai


berikut:
Tema, gagasan pokok pikiran
sebuah cerita. Contoh tema yang
cukup sering diangkat pada cerita
narasi adalah cinta, keluarga,
pertemanan, perpisahan, dan lain
sebagainya.
Latar, berupa informasi tempat
dan waktu kejadian, yang
menjelaskan di mana dan kapan
peristiwa dalam cerita terjadi.
Alur, merupakan pola penyampaian
rangkaian peristiwa, biasanya alur
sebuah cerita bisa maju, mundur
(cerita dimulai dari akhir ke awal alias
regresif), dan gabungan (maju
mundur).
Tokoh, atau karakter-karakter
dalam suatu cerita.
Berdasarkan watak,
biasanya terdapat tokoh protagonis
(utama), antagonis (lawan tokoh
utama), dan
tritagonis(penengah/netral).
Sudut pandang, merupakan
arah pandangan dan
penyampaian penulis ketika
menyampaikan sebuah cerita.
Bisa dengan sudut pandang
orang pertama, orang kedua, dan
ketiga.
Berbagai sudut pandang ini akan
kita bahas lebih lanjut di bagian
contoh soal ya.
MEDIA PEMBELAJARAN

1. Video pembelajaran

https://www.youtube.com/watch?v=cXudgA53afQ

2. PPT : https://docs.google.com/presentation/d/1xWxcIuIma13rKL5ghKvKjGFDQJV2z3w
P/edit?usp=sharing&ouid=107056499890645472878&rtpof=true&sd=true
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

(LKPD 1)

Nama Kelompok : .............................................................

1. .........................................................
2. .........................................................
3. .........................................................
4. .........................................................
5. .........................................................

Hari/Tanggal: .............................................................

Alokasi Waktu : 15 menit

Tujuan : Untuk menganalisis watak tokoh pada teks fiksi

Alat dan Bahan :

a. Lembar LKPD 1
b. Teks Narasi (Fiksi) “Malin Kundang”
c. Alat Tulis
Langkah Kerja :

a. Duduklah pada kelompok masing-masing


b. Bacalah teks fiksi “Malin kundang” dengan seksama.
c. Temukan informasi terkait teks fiksi!
d. Tuliskan informasi sesuai pertanyaan pada tabel.

Selamat mengerjakan
Malin Kundang

Alkisah, di pesisir pantai daerah Sumatera Barat, hiduplah seorang ibu bersama anak
kesayangannya yang bernama Malin. Sejak suaminya meninggal, Ibu Malin harus berjuang
mati-matian untuk menghidupi Malin. Meskipun begitu, ia tetap merasa bahagia karena
Malin merupakan anak yang penyayang. Dia juga sangat manja. Malin akan selalu menemani
ibunya bekerja menjual ikan.

Semakin hari, Malin semakin beranjak dewasa. Ia merasa sudah saatnya untuk menggantikan
ibunya bekerja. Namun, Malin memiliki keinginan lain ketika melihat banyak teman
sebayanya bisa kaya raya dalam waktu cepat setelah berjualan di kota.

“Mak, Malin ingin merantau ke kota seberang. Malin akan menghasilkan banyak uang untuk
Emak dari sana.” Ibu Malin sangat terkejut mendengar keinginan putra kesayangannya itu.

“Jangan, Malin. Tetaplah di sini bersama Emak. Emak tidak ingin ada hal buruk yang
menimpamu jika merantau ke kota.

Malin berupaya meyakinkan ibunya bahwa ia akan baik-baik saja di kota. Dengan hati yang
gelisah, Ibu Malin melepaskan putranya yang hendak merantau.

“Hati-hati di sana ya, Nak. Jangan lupa untuk cepat pulang.” Ibu Malin memeluk Malin
dengan sangat erat. Dia melambaikan tangan di tepi Pantai Air Manis untuk mengantarkan
kepergian Malin.

Beberapa lama kemudian, Malin tidak kunjung pulang ke rumah. Bertahun-tahun, ibunya
hanya hidup sendirian. Hingga pada suatu hari, Ibu Malin mendapatkan kabar dari salah satu
anak temannya yang juga merantau di kota seberang.

“Malin sudah menikah dengan putri seorang bangsawan, Bu. Dia tidak mungkin akan kembali
ke sini,” jelas anak teman Ibu Malin yang baru saja kembali dari kota seberang.

“Tidak, Malin pasti akan kembali.”


Dua bulan kemudian, Istri Malin yang sedang hamil mengidamkan berlibur ke Pantai Air
Manis. Karena sangat menyayangi istrinya, Malin mengabulkan permintaan istrinya itu. Di
dalam perjalanan, Malin teringat dengan ibunya. Malin merasa malu jika ia harus
mengenalkan ibunya kepada istrinya.

Saat kapal mereka sudah menepi di pinggir pantai, Ibu Malin yang sedang berjualan ikan
melihat anaknya dari kejauhan. Ia sangat yakin itu adalah Malin. Sang ibu bergegas berlari
dan memeluk tubuh Malin.

“Lepaskan! Siapa kau?” Ibu Malin terkejut ketika tubuhnya didorong oleh Malin.

“Malin, ini aku, ibumu.”

“Ibu? Apa perempuan lusuh ini ibumu? Kenapa kau berbohong, Malin? Kau bilang kau anak
bangsawan sepertiku!” Istri Malin sangat marah menemukan kebohongan Malin yang
terungkap.

“Tidak, dia bukan ibuku!”

Malin bersikeras tidak mengakui ibunya. Ia bahkan menarik tubuh istrinya untuk
meninggalkan pantai.

Ibu Malin merasa sangat sedih sekaligus marah. Iapun berdoa kepada Tuhan dan
menyumpahi Malin agar dikutuk menjadi batu.

Langit bergemuruh setelah doa itu terdengar.

Malin menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada ibunya.

“Ibu maafkan anakmu yang durhaka ini!”


Teriakan Malin sia-sia karena tidak lama setelahnya, kapal Malin terombang-ambing oleh
ombak hingga karam dan terpecah.

Keesokan paginya, semua orang di Pantai Air Manis terkejut menemukan banyak kepingan
kapal yang berserakan. Namun, mereka lebih terkejut saat menemukan batu berbentuk
manusia tengah bersujud.

Kutukan Ibu Malin menjadi nyata. Ia menemukan anaknya yang ia kutuk menjadi batu. Ibu
Malin menangis dan menyesali ucapannya.
Setelah membaca teks fiksi tentang “Malin Kundang”, diskusikan pertanyaan- pertanyaan berikut!

1. Temukanlah tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita “Malin Kundang”!

2. Uraikanlah sifat masing-masing tokoh dalam cerita “Malin Kundang”!


.............................................................................................................
No Tokoh .. Sifat

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..

3. Temukanlah pesan moral yang terdapat dalam cerita “Malin Kundang” dan tuliskan contoh-
contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan dari pesan moral tersebut!

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..

.............................................................................................................
..
SOAL EVALUASI

Nama :

Kelas :

Bacalah teks narasi di bawah ini!

“Danau Singkarak”

Pada zaham dahulu kala, di sebuah taratak kecil di nagari Minangkabau, menetaplah
keluarga Pak Buyung. Pak Buyung tinggal di sebuah gubuk kecil di pinggir sawah bersama
istri dan seorang putra. Putra pak Buyung masih kecil , Ia bernama Indra. Sehari-harinya, Pak
Buyung bersama istrinya mengumpulkan hasil-hasil hutan dan menangkap ikan.

Indra sering membantu kedua orang tuanya ke hutan maupun ke laut. Hal ini membuat
bangga kedua orang tuanya. Namun, ada hal yang membuat mereka risau. Dalam sekali
makan, Indra dapat menghabiskan setengah bakul nasi dengan lauk beberapa piring.

Suatu ketika, musim paceklik datang. Keluarga Pak Buyung pun harus berhemat. Jika tidak
ada nasi, mereka makan ubi atau yang lain. Kesulitan mendapatkan makanan membuat
mereka hampir berputus asa.

“Ayah, aku sangat lapar,” keluh Indra.

“Kalau lapar, carilah makanan ke hutan atau ke laut!” seru sang Ayah. “Kamu memang
masih anak-anak, tapi makanmu banyak.”

Sang Ibu pun membujuk Indra agar berangkat ke Bukit Junjung Sirih untuk mencari hasil
hutan di Bukit. Indra menurut. Sebelum berangkat, ia memberi makan ayam piaraannya yang
bernama Taduang. Taduang adalah seekor ayam yang pandai. Setiap Indra pulang, Taduang
selalu berkokok menyambut kedatangan tuannya.

Menjelang siang, Indra pulang tanpa membawa hasil. Setelah beristirahat, ia pergi ke laut
untuk mencari ikan. Tak lama setelah itu, sang Ibu juga berangkat ke sebuah Tanjung, agak
jauh dari tempat India mencari ikan.

Sore hari, sang Ibu pulang membawa banyak kerang. Kemudian, kerang itu diolah menjadi
makanan.
“Wah, harum sekali aromanya,” puji sang Ayah. “Bu, apakah kerang ini cukup untuk kita
makan bertiga? Indra kan makannya banyak.”

“Apa yang harus kita lakukan, Pak?” tanya sang Ibu.

“Bagaimana kalau kita makan diam-diam?” saran sang Ayah. Sang Ibu pun mengangguk.
Lalu, keduanya menyantap kerang itu dengan lahapnya.

Menjelang malam, Indra pulang. Indra sangat kelaparan. Begitu masuk, ia menuju dapur.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat kedua orang tuanya tertidur pulas di ruang dapur. Di
sekeliling mereka berserakan piring makan, bakul nasi, dan kulit kerang.

Alangkah sedihnya hati Indra menyaksikan semua itu. Ia pun berjalan keluar dari gubuknya
sambil menangis. Melihat kesedihan Indra, Taduang pun berkokok berkali-kali, lalu
mengepak-ngepakkan sayapnya. Beberapa saat kemudian, Taduang terbang ke udara. Indra
segera berpegangan pada kaki Taduang. Saat tubuh India terangkat, batu ternpat Indra duduk
ikut terangkat dan membesar. Kemudian, batu itu melesat dan menghantam salah satu bukit
di sekitar laut. Hantaman itu membentuk lubang memanjang. Dengan cepat, air laut mengisi
lubang itu sehingga membentuk aliran sungai.

Jawablahpertanyaandibawahinisesuaiceritadiatas denganbenar!

1. Siapa saja tokoh cerita di atas?


2. Bagaimana sikap tokoh Indra dalam cerita di atas?
3. Menurut pendapatmu, patutkah kita meniru sikap tokoh Indra? jelaskan
pedapatmu!
4. Pesan apa yang bisa kita ambil dari cerita tersebut?
KISI- KISI PENILAIAN PENGETAHUAN

Nama Sekolah : SD Negeri 064966 Medan


Fase/Kelas : B/4
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Indikator Bentuk Nomor


CP TP Pencapaian Indikator Soal Instrumen Skor
Soal Soal
Pembelajaran
Peserta didik Melalui video Peserta didik mampu Disajikan sebuah
mampu narasi animasi menyebutkan tokoh teks narasi, Lembar
Uraian 1 3
memahami peserta didik dalam cerita narasi peserta didik evaluasi
pesan dan mampu dapat
informasi mengindentifikas menyebutkan
tentang i pesan dan tokoh-tokoh cerita
Peserta didik mampu Disajikan sebuah
kehidupan menghubungka
menilai sikap para teks narasi, peserta Lembar
sehari- hari, n pesan ke Uraian 2 3
tokoh dalam cerita didik dapat evaluasi
teks narasi, dan dalam contoh
narasi menuliskan sikap
puisi anak kehidupan tokoh dalam cerita
dalam bentuk sehari-hari
cetak atai
elektronik.
Disajikan sebuah
teks narasi,
Lembar
peserta didik Uraian 3 3
evaluasi
dapat menuliskan
pendapatnya
terkait
sikap tokoh dalam
cerita
Peserta didik mampu Disajikan sebuah Lembar
teks Uraian 4 3
mengidentifikasi evaluasi
pesan narasi peserta didik
atau amanat dari teks dapat menuliskan
pesan
narasi yang disajikan
dalam 5cerita
Peserta didik mampu Disajikan sebuah
menghubungkan teks narasi,
pesan yang peserta didik
disampaikan dalam dapat menuliskan Lembar
Uraian 5 3
cerita narasi dan contoh sikap evaluasi
dihubungkan ke sesuai dengan
dalam contoh di pesan cerita
kehidupan sehari- dalam kehidupan
hari sehari-hari
LEMBAR PENILAIAN

1. Penilaian Sikap

Petunjuk: Berikanlah tanda centang pada nilai 1,2,3 atau 4 sesuai dengan sikap yang
ditunjukkan oleh siswa.

a. Pedoman Observasi Sikap Teliti


No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1. Senantiasa berhati-hati dan penuh perhatian dalam
mengerjakan sesuatu.
2. Mengerjakan sesuatu sesuai dengan aturan atau
kaidah yang berlaku.
Jumlah skor

b. Pedoman Observasi Sikap Santun


No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1. Mengucapkan terimakasih ketika diberikan
kesempatan mengutatarakan pendapat atau setelah
menerima bantuan orang lain
2. Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan
pendapat.
3. Menggunakan bahasa santun saat mengkritik
pendapat teman.
Jumlah skor

c. Pedoman Observasi Percaya Diri


No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1. Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab
pertanyaan
2. Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-
ragu.
3. Mampu membuat keputusan dengan cepat.
4. Mampu membuat keputusan dengan cepat.
Jumlah skor
Pedoman Penskoran :

4 = selalu; apabila selalu melakukan sesuai pernyataan .

3 = sering; apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak


melakukan .

2 = kadang-kadang; apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.

1 = tidak pernah; apabila tidak pernah melakukan.

Rekap Penilaian SIkap

No. Nama Peserta Didik Jumlah Skor Nilai

1. Abian El Zaidhatul Ilmi


2. Afandi Fadlan Putra Arya
3. Afilqah Humaira Sandria
4. Aqil Sany Susandra
5. Arummi Kanaya Zamri
6. Azka Fahreza Putra
7. Azka Fero Dhya
8. Baric Mahardika Roma
9. Diego Putra Syaki
10. Himma Alya Purwono
11. Kanaya Putri Izzatunnisa
12. Kelvin Syakieb Alika
13. Khalfinul Jufri
14. Muhammad Farras Desiilya
15. Muhammad Raffi Firrizqi
16. Myesha Nafeeza Multi
17. Nehaziva Lizand
18. Nico Devandra
19. Nuri Khairani Shafiyah
20. Radhika Winatra Fernandez
21. Raditya Azhar
22. Rasyid Habibi
23. Salsabila
24. Tasya Billa Khairunnisa
25. Yohanna Octaviani
26. Zahki Novira
27. Ismawati

Rubrik Penilaian Sikap Profil Pelajar Pancasila

Belum
Karakter Terlihat
Terlihat
Peserta didik dapat bekerjasama dengan
teman tanpa membeda-bedakan

Peserta didik dapat berkomunikasi dengan


Berkebinekaan baik dalam berinteraksi dengan teman yang
Global
berbeda
Peserta didik dapat menghargai nilai-nilai
budaya di daerah sendiri maupun di daerah
lain

Peserta didik dapat melakukan kolaborasi

Bergotong
Royong Peserta didik memiliki kepedulian yang tinggi

Peserta didik dapat berbagi dengan sesama

Peserta didik aktif dalam mencari informasi


baik
bertanya kepada guru maupun teman
Bernalar Kritis Peserta didik dapat
mengaplikasikan materi dengan
kehidupan sehari-hari
Peserta didik dapat
menyimpulkan kegiatan yang
dilakukan
Rekap Penilaian Sikap Profil Pelajar Pancasila

No. Nama Peserta Didik Berkebinekaan Bergotong Bernalar Nilai


Global Royong Kritis
1. Abian El Zaidhatul Ilmi
2. Afandi Fadlan Putra Arya
3. Afilqah Humaira Sandria
4. Aqil Sany Susandra
5. Arummi Kanaya Zamri
6. Azka Fahreza Putra
7. Azka Fero Dhya
8. Baric Mahardika Roma
9. Diego Putra Syaki
10. Himma Alya Purwono
11. Kanaya Putri Izzatunnisa
12. Kelvin Syakieb Alika
13. Khalfinul Jufri
14. Muhammad Farras Desiilya
15. Muhammad Raffi Firrizqi
16. Myesha Nafeeza Multi
17. Nehaziva Lizand
18. Nico Devandra
19. Nuri Khairani Shafiyah
20. Radhika Winatra Fernandez
21. Raditya Azhar
22. Rasyid Habibi
23. Salsabila
24. Tasya Billa Khairunnisa
25. Yohanna Octaviani
26. Zahki Novira
27. Ismawatiwatiwati

Nilai : Jumlah Skor yang diperoleh x 100


Skor maksimal
3. Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis di akhir pembelajaran melalui lembar tes formatif.

Rekap Nilai Peserta Didik

No. Nama Peserta Didik Nilai


1. Abian El Zaidhatul Ilmi
2. Afandi Fadlan Putra Arya
3. Afilqah Humaira Sandria
4. Aqil Sany Susandra
5. Arummi Kanaya Zamri
6. Azka Fahreza Putra
7. Azka Fero Dhya
8. Baric Mahardika Roma
9. Diego Putra Syaki
10. Himma Alya Purwono
11. Kanaya Putri Izzatunnisa
12. Kelvin Syakieb Alika
13. Khalfinul Jufri
14. Muhammad Farras Desiilya
15. Muhammad Raffi Firrizqi
16. Myesha Nafeeza Multi
17. Nehaziva Lizand
18. Nico Devandra
19. Nuri Khairani Shafiyah
20. Radhika Winatra Fernandez
21. Raditya Azhar
22. Rasyid Habibi
23. Salsabila
24. Tasya Billa Khairunnisa
25. Yohanna Octaviani
26. Zahki Novira
27. Ismawati
Nilai : Jumlah Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal

Nilai ≥ 75 menunjukkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran

LEMBAR PENILAIAN DISKUSI KELOMPOK

Aspe k
Nama
Kemampuan
No. Peserta Kemampu Skor
Kemampuan Kemampuan konsentrasi
Didik an
bekerjasama berkomunikasi dalam
menyampa
berdiskusi
ikan
pendapat

10

11

12

13

14
15
LEMBAR KRITERIA PENII.AIAN DISKUSI KELOMPOK

Aspek Sangat baik : 4 Baik : 3 Cukup : 2 Kurang : 1

Terlihat Terlihat sering Terlihat cukup Terlihat


Sangat aktif aktif dalam aktif dalam kurang aktif
dalam diskusi, diskusi, dan diskusi dan dalam diskusi,
Kemampuan
dan sangat menghormati cukup dan kurang
bekerjasama
menghormati pedapat menghormati menghormati
pedapat teman, pendapat pendapat
teman, teman. teman.
Menggunakan Menggunakan Menggunaka Menggunaka
bahasa yang bahasa yang n bahasa n bahasa
sangat sopan sering terlihat yang kadang- kurang sopan
dan baik sopan dalam kadang sopan dalam
Kemampuan
dalam menyampaikan dalam menyampaika
berkomunikasi
menyampaikan pendapat dan menyampaika n pendapat
pendapat dan merespon n pendapat dan
merespon pendapat dan merespon
pendapat teman merespon pendapat
teman pendapat teman
Teman
Menyampaika Menyampaika Menyampaika Menyampaika
n pendapat n pendapat n pendapat n pendapat
Kemampuan sangat baik terlihat cukup kurang
menyampaikan interaktif interaktif interaktif dari interaktif dari
pendapat sesuai sesuai masalah yang masalah yang
dengan dengan didiskusikan didiskusikan
masalah yang masalah yang
didiskusikan didiskusikan
Menfokuskan Menfokuskan Menfokuska Menfokuskan
Kemampua diri dan diri dan n diri dan diri dan
n menyimak menyimak menyimak menyimak
konsentras sangat baik sangat baik cukup dan kurang dan
i dalam dan responsif dan kadang- sedikit tidak
berdiskusi kadang Responsif responsif
responsif
INSTRUMEN PENILAIAN HASIL KERJA KELOMPOK

Aspe k
Nama Peserta
No. Ketepatan Skor
Didik Organisa Ejaan dan
Pengisian
si Tanda
Jawaban
Tulisan Baca
1

10

11

12

13

14

15
RUBRIK KRITERIA PENII.AIAN HASIL KERJA
KELOMPOK

Aspe Sangat baik : 4 Baik : Cukup : Kurang : 1


k 3 2
Ketepatan pengisian Seluruh isi tulisan Hampir seluruh isi Sebagian isi tulisan Isi tulisan tidak sesuai
jawaban sesuai dengan perintah tulisan sesuai dengan sesuai dengan perintah dengan perintah soal
soal yang ditelah perintah soal yang soal yang ditelah yang telah ditentukan
ditentukan ditelah ditentukan ditentukan

Organisasi tulisan Organisasi tulisanjelas Sebagian tulisan jelas Organisasi tulisan Organisasi tulisan
dan dapat dimengerti dan dapat dimengerti kurang jelas, tetapi tidak jelas dan tidak
pembaca pembaca dapat dimengerti dapat dimengerti
pembaca pembaca
Ejaan dan tanda baca Semua struktur Hampir seluruh Sebagian kalimat, Sedikitkalimat, ejaan,
kalimat, ejaan, dan kalimat, ejaan, dan ejaan, dan tanda baca dan tanda baca
tanda baca dituliskan tanda baca dituliskan dituliskan dengan tepat dituliskan dengan tepat
dengan tepat dengan tepat
PROGRAM PENGAYAAN DAN REMIDIAL

Sekolah : ………………………………………..

Kelas : ………………………………………..

Semester : ………………………………………..

Tahun : ………………………………………..

Tujuan Indikator Nama Peserta Rencana Program Tanggal Hasil


No Simpulan
Pembelajaran Tujuan Didik Remidial Pengayaan Pelaksanaan Sebelum Sesudah
Pembelajaran
REFLEKSI

TABEL REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK

No Pertanyaan Jawaban
1 Apakah materi pembelajaran hari ini
menurut ananda sulit?
2 Bagaimana perasaan ananda saat
mengikuti pembelajaran hari ini?
3 Apakah ananda sudah memahami
pembelajaran hari ini?
4 Apakah ananda menyukai kegiatan
kelompok?
5 Apakah ananda mengerti dengan bahasa
yang digunakan dalam soal evaluasi?

TABEL REFLEKSI UNTUK GURU

No Pertanyaan Jawaban
1 Kegiatan yang sudah saya lakukan pada
pembelajaran ini adalah
2 Kegiatan yang belum saya lakukan pada
pembelajaran ini adalah
3 Kesulitan yang dialami peserta didik
dalam pembelajaran ini adalah
4 Hal apa yang akan dilakukan untuk
membantu peserta didik yang kesulitan

Anda mungkin juga menyukai