0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
477 tayangan30 halaman

Penerapan STM Di Sekolah Dasar: Dosen Pengampu

Model dan tahapan pembelajaran STM terdiri dari 6 tahap yaitu tahap insiasi, eksplorasi, pembentukan konsep, aplikasi konsep, pemantapan konsep, dan evaluasi. Tahap-tahap tersebut bertujuan untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, membimbing siswa dalam proses pemecahan masalah, membentuk konsep, mengaplikasikan konsep, memperkuat pemahaman

Diunggah oleh

Ishlah Alwaritsa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
477 tayangan30 halaman

Penerapan STM Di Sekolah Dasar: Dosen Pengampu

Model dan tahapan pembelajaran STM terdiri dari 6 tahap yaitu tahap insiasi, eksplorasi, pembentukan konsep, aplikasi konsep, pemantapan konsep, dan evaluasi. Tahap-tahap tersebut bertujuan untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, membimbing siswa dalam proses pemecahan masalah, membentuk konsep, mengaplikasikan konsep, memperkuat pemahaman

Diunggah oleh

Ishlah Alwaritsa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN STM DI SEKOLAH DASAR

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Pembelajaran

Dosen Pengampu :
Kendid Mahmudi, S.Pd.,M.Pfis
Arik Aguk Wardoyo, S.Pd.,M.Pfis
Dyah Ayu Puspitaningrum, S.E.,M.Si

Oleh :
Khumairatus Shalihah (180210204236)
M. Fajarruddin (180210204239)
Riska Hidayanti (180210204253)
Elvika Tri Wulandari (180210204271)
Rizki Febrianti Valentin (180210204282)
Shohifah Ulul Azmi (180210204299)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkat serta karunia Allah SWT yang diberikan sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penerapan STM di Sekolah
Dasar ” dengan tepat waktu. Disampaikan terimakasih kepada segala pihak yang
terlibat dalam pembuatan makalah ini. Kami sebagai penulis menyadari bahwa
dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi tata bahasa
maupun isinya. Maka dari itu dengan segala kerendahan hati, kami sebagai
penulis akan menerima segala kritik atau saran yang membangun demi
kesempurnaan makalah ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga
makalah ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi pembaca.

Bondowoso, 24 November 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan........................................................................................................2
1.4 Manfaat......................................................................................................2
BAB 2. PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Model dan Tahapan Pembelajaran STM...................................................3
2.2 Hubungan antara sains, tekhnologi dan masyarakat dalam pembelajaran 6
2.3 Rancangan konsep penerapan model STM pada pembelajaran SD..........7
2.4 Penerapan tahap model STM pada pembelajaran SD...............................9
BAB 3. PENUTUP................................................................................................14
3.1 Kesimpulan..............................................................................................14
3.2 Saran........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15
SOAL DAN PEMBAHASAN..............................................................................16

ii
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi membawa dampak yang cukup besar dari
segala aspek kehidupan manusia, baik di bidang industri, sosial, ekonomi dan
pendidikan. Dimana hal tersebut, mempunyai dampak positif dan dampak negatif
yang perlu ditangani. Pada saat ini, teknolgi memegang peranan penting dalam
bidang pendidikan, antara lain pemanfaatan sarana multimedia dan media internet
dalam proses pembelajaran. hal itu dapat meningkatkan pembelajaran yang lebih
interaktif dan menarik minat peserta didik dalam pembelajaran. Dalam Dekdiknas
tahun 2007 dinyatakan bahwa: “Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang semakin pesat menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas.
Hal ini berdampak langsung pada berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam
bidang pendidikan. Proses pendidikan pun dituntut untuk menyiapkan serta
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat memproses
informasi tersebut dengan baik dan benar.”
Kualitas sumber daya manusia tergantung pada mutu pendidikan suatu
negara. Sesuai dengan semangat dalam mengemban pendidikan yang terkandung
dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2005 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat (1)
yang menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha kesadaran dan
terencana demi mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran supaya
peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
berakhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya dalam masyarakat,
bangsa dan negara. Dengan memiliki suatu keahlian yang dapat meningkatkan
mutu pendidikan lebih baik lagi. Sebagai seorang guru perlu memanfaatkan
kemajuan-kemajuan teknologi di bidang ilmu pengetahuan(sains).

1
2

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana model dan tahapan pembelajaran STM?
1.2.2 Bagaimana hubungan antara sains, teknologi dan masyarakat dalam
pembelajaran?
1.2.3 Bagaimana rancangan konsep penerapan model STM pada
pembelajaran di SD ?
1.2.4 Bagaimana penerapan tahap model STM pada pembelajaran SD?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui model dan tahap pembelajaran STM
1.3.2 Untuk mengetahui hubungan antara sain, teknologi dan masyarakat
dalam pembelajaran
1.3.3 Untuk mengetahui rancangan konsep penerapan model STM pada
pembelajaran di SD
1.3.4 Untuk mengetahui penerapan tahap model STM pada pembelajaran
SD

1.4 Manfaat
1.4.1 Agar mengetahui model dan tahapan pembelajaran STM
1.4.2 Agar mengetahui hubungan antara sains, tekhnologi dan
masyarakat dalam pembelajaran
1.4.3 Agar mengetahui rancangan konsep penerapan model STM pada
pembelajaran SD
1.4.4 Agar mengetahui penerapan tahap model STM pada pembelajaran
SD
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Model dan Tahapan Pembelajaran STM


2.1.1 Model STM menurut pandangan Poedjiaji dan tahapan pembelajaran STM
Menurut Poedjiadi dalam (Suhartono, n.d.) model pembelajaran
merupakan salah satu hal penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Model pembelajaran STM merupakan suatu cara dalam mengemas sains teknologi
dan masyarakat sebagai suatu model pembelajaran. Dalam model pembelajaran
STM terdapat beberapa tahap yang harus diketahui yaitu tahap
insiasi/invitasi/apersepsi/eksplorasi terhadap peserta didik, pembentukan /
pengembangan konsep, aplikasi konsep dalam kehidupan, pemantapan konsep,
dan penilaian. Adapun penjelasan dari masing – masing tahap yaitu :
a. Tahap invitasi/insiasi
Tahap invitasi atau insiasi merupakan tahap mengaitkan materi
pembelajaran dengan kehidupan sehari – hari yang ingin diketahui oleh
peserta didik. Guru mengemukakan isu, fenomena serta permasalahan yang
ada dalam masyarakat dan siswa dapat mencari informasi terkait isu tersebut
yang kemudian dikaitkan dengan konsep materi yang akan dipelajari.
b. Tahap eksplorasi
Dalam tahap eksplorasi, guru membimbing serta memfasilitasi siswa dalam
proses pemecahan masalah yang sudah dirumuskan dalam tahap invitasi.
Guru membimbing siswa dalam menyatakan pendapat, menggali informasi,
pelaksanaan eksperimen, observasi, serta dalam pengumpulan, analisis data
dan menentukan suatu kesimpulan.
c. Tahap pembentukan konsep
Dalam tahap pembentukan konsep, guru menentukan suatu startegi belajar
yang sesuai dengan konsep materi yang akan dipelajari.
d. Tahap aplikasi konsep
Setelah dilakukan tahap pembentukan konsep dan siswa memahami terkait
konsep yang dipelajari, kemudian konsep tersebut digunakan dalam
menyelesaikan serta menganalisis isu atau fenomena yang ditemukan.

3
4

e. Tahap pemantapan konsep


Pada tahap pemantapan konsep, guru memberikan penguatan terkait konsep
isu atau fenomena yang dipelajari agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam
menghubungkan suatu konsep yang dapat dilakukan dengan siswa
berdiskusi bersama dengan guru.
f. Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi, guru berperan dalam memberikan suatu penialaian
yang mencakup berbagai aspek. Guru dapat menggunakan sebuah portofolio
dalam mengevaluasi peserta didik dari segi kognitif, afektif maupun
psikomotor. Dalam penilaian pembelajaran model STM terdapat beberapa
poin yang digunakan yaitu terkait penguasaan konsep peserta didik, proses
dalam menemukan konsep, pengaplikasian dan pengembangan konsep
dalam kehidupan sehari – hari, serta sikap dalam pengembangan sikap
positif dalam belajar sains.
2.1.2 Model STM menurut pandangan Robert Yager
Menurut pandangan Robert E. Yager (1990) dengan penekanan
memperhatikan siswa, lingkungannya dan kerangka pikir. Strategi
pembelajarannya dimulai dari penerapan pada dunia nyata, menuju dunia
teknologi dan kemudian dunia siswa. S-T-M mengemas identifikasi tujuan,
perencanaan kurikulum, menetapkan strategi pembelajaran, dan menentukan
sistem untuk mengukur tercapainya tujuan pembelajaran. Model ini dimulai dari
kondisi lingkungan masyarakat secara keseluruhan atau masyarakat tempat asal
siswa. Dimulai dari lingkungan terdekat siswa hingga berpindah ke lingkungan
yang lebih luas. Penerapan suatu lingkungan yang paling dekat dengan siswa
memudahkan permasalahan dapat dilihat dan diidentifikasi. Bidang ini dapat
berupa isu-isu yang meliputi makanan yang mereka makan, pakaian yang mereka
pakai, rumah tempat tinggal, sistem komunikasi, transportasi, isu-isu yang
berkembang di masyarakat, dan kesempatan kerja atau karir yang dapat dimasuki
oleh siswa setelah mereka selesai sekolah. Kehidupan sehari-hari yang
5

memberikan contoh langsung pada siswa akan mempunyai pengaruh positif serta
dapat mempertajam sikap dan kreativitas siswa.
John Lochhead & Robert E. Yager (1996) dalam Gusfarenie (2013)
mengemukakan bahwa pembelajaran dengan model STM di dalamnya
mengandung unsur pembelajaran John Lochhead & Robert E. Yager (1996) dalam
Gusfarenie (2013) mengemukakan bahwa pembelajaran dengan model STM di
dalamnya mengandung unsur pembelajaran konstruktivisme, konstruktivisme,
dimana siswa dituntut untuk membangun suatu konsep atau pengertian
berdasarkan perspektif mereka yang diperoleh dari pengalaman orang lain yang
dihubungkan dengan pengalaman pribadi siswa itu sendiri sehingga konsep
tersebut dapat lebih mudah dimengerti oleh siswa. Lebih lanjut Clement, et al.
(1987) dalam Yager (1996) mengungkapkan bahwa ide utama konstruktivisme
adalah bahwa siswa tidak bisa belajar secara pasif menyerap atau menyalin
pemahaman orang lain. Sebaliknya semua siswa harus membangun pemahaman
mereka sendiri, pemahaman tersebut diorganisasi olehdan terkait dengan
pengetahuan yang telah ada yang dibentuk secara individual oleh setiap orang
berdasarkan pengalaman masa lalunya. Konsep lama hanya dapat dipindahkan
ketika pelajar terlibat dalam situasi masalah dimana makna yang dibangun oleh
sendiri mereka tidak memadai. Interaksi sosial dalam bentuk diskusi, perdebatan,
dan argumen memainkan peran penting dalam menantang kecukupan konsep
lama.
STM berarti melibatkan peserta didik dalam pengalaman, pertanyaan,
dan isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Situasi yang dicari akan
melibatkan siswa. Guru berusaha menciptakan situasi di mana siswa akan
memerlukan konsep dasar dan keterampilan proses untuk kebutuhan mereka di
masa depan. STM memberdayakan siswa dengan keterampilan yang
memungkinkan mereka untuk menjadi aktif, warga yang bertanggung jawab
dengan menanggapi isu-isu yang dalam kehidupan mereka. Pengalaman dengan
ilmu pengetahuan dalam format STM menciptakan warga melek ilmiah untuk
menghadapi abad 21 (Yager, 1992).
6

2.2 Hubungan antara sains, tekhnologi dan masyarakat dalam


pembelajaran
Sains dan teknologi dalam kehidupan masyarakat khususnya dunia
pendidikan mempunyai hubungan yang erat. Hal ini dapat dipahami karena ilmu
pengetahuan pada dasarnya menjelaskan tentang konsep. Sedangkan teknologi
merupakan suatu seni/keterampilan sebagai perwujudan dari konsep yang telah
dipelajari dan dipahami. Dengan kata lain untuk memahami sains dan teknologi
berarti harus memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah dengan
menggunakan konsep-konsep ilmu, mengenal teknologi yang ada di masyarakat
serta dampaknya, mampu menggunakan dan memelihara hasil teknologi, kreatif
membuat hasil teknologi sederhana, dan mampu mengambil keputusan
berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakatnya.

Hubungan saling mempengaruhi dan ketergantungan antara sains,


teknologi dan masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar1. Hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Masyarakat


Diadaptasi dari Fajar (2003).

Definisi S-T-M menurut The National Science Teachers Association


(NSTA) adalah belajar dan mengajar sains dalam konteks pengalaman manusia.
Sedangkan Poedjiadi (2005:47) mengatakan bahwa pembelajaran S-T-M berarti
menggunakan teknologi sebagai penghubung antara sains dan masyarakat.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan S-T-M
merupakan suatu strategi pembelajaran yang memadukan pemahaman dan
pemanfaatan sains, teknologi dan masyarakat dengan tujuan agar konsep sains
7

dapat diaplikasikan melalui keterampilan yang bermanfaat bagi peserta didik dan
masyarakat.

2.3 Rancangan konsep penerapan model STM pada pembelajaran SD


Berikut merupakan contoh dari penerapan model STM pada
pembelajaran SD dengan materi pembuatan kompos serta penilaian portofolio
pada pelajaran
SATUAN IPA SD kelas V.
PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN :IPA


KELAS/JENGJANG : V/SD
SEMESTER : II (DUA)
WAKTU : 2 X PERTEMUAN

STANDAR KOMPETENSI:
Siswa mampu mengerti tentang lingkungan sekitar serta mampu melakukan
kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah
TUJUAN INSTUKSIONAL KHUSUS:
Siswa mampu mengartikan serta memaparkan seberapa pentingnya menjaga
lingkungan alam sekitar serta memelihara lingkungan buatan di sekitar rumah
POKOK BAHASAN:
Menjaga Lingkungan
SUB POKOK BAHASAN:
Mengembangkan Lingkungan di Sekitar Kita
TOPIK/TEMA:
Manfaat Sampah dalam Pembuatan Kompos
Rancangan Konsep
Bagaimana cara mengelola limbah sampah di sekitar kita
Masalah
agar dimanfaatkan untuk menjadi kompos?
Konsep Bagaimana Cara Masyarakat Memanfaatkan Sampah di
Lingkungan Sekitar?
8

Setiap orang dapat mengendalikan tempat sekeliling


mereka. Lihat bagaimana manusia mengatur perlengkapan
dalam rumah. Manusia menempatkan meja dengan
menyesuaikan dengan ruangan, pintu dan jendela. Manusia
juga mengatur berdasarkan bagaimana orang
menggunakannya (Sumaji, 2003)
Pengembangan A. Membuat sketsa menggunakan kertas yang berasal
Konsep dari perabotan rumah serta menggunakan denah
Pembelajaran
STM pada rumah anak. Menggambarkan perabotan
dengan memotong kertas, sehingga anak-anak bisa
memulai pelajaran dengan menempatkan benda
yang sesuai dengan lingkungan bersih.
B. Menanyakan pada siswa, bagaimana menurut
mereka apabila halaman tidak di rawat (membiarkan
rumput rumbuh liar, daun berjatuhan didepan
rumah). Lingkungan yang tidak bersih akan menjadi
sarangnya kuman-kuman.
C. Mengajak siswa melakukan kerja bakti
membersihkan lingkungan sekitar. Tanyakan cara
menangani sampah yang ada (contoh: didaur ulang
atau dibiarkan begitu saja) serta tanyakan cara
penanganannya memberi pengaruh apa terhadap
lingkungan.
D. Memberi contoh kepada siswa bagaimana cara
merawat lingkungan, contohnya membuat tempat
sampah, membuat penampungan air, membuat
sawah dengan berteras-teras) serta tanyakan
bagaimana dan mengapa kegiatan tersebut
dilakukan.
E. Jika ada siswa yang rumahnya diperkotaan, bawa si
anak ke sungai yang kotor. Kemudian menanyakan
9

bagaimana menurut siswa dengan perilaku


masyarakat yang membuang sampah di sungai.
F. Jika siswa ada yang pergi ke taman, mintalah si
anak agar mengamati kegiatan yang dilakukan oleh
penghuni taman (tumbuhan dan hewan). Guru dan
siswa bisa mempelajari tentang tumbuhan dan
hewan dalam menghasilkan sisa-sisa sampah alami.
Apakah berbahaya atau menguntungkan manusia.

2.4 Penerapan tahap model STM pada pembelajaran SD


Penerapan Tahap Model STM pada Pembelajaran IPA dengan materi
pembuatan kompos pada kelas V SD
a. Tahap Invitasi/Inisiasi
Guru mengemukakan informasi terkait daur ulang sampah dan siswa mencari
tahu terkait informasi tersebut yang kemudian dikaitkan dengan konsep
materi yang akan dipelajari. Jadi, guru mengemukaan informasi tentang
bagaimana proses pembuangan sampah sampai pengelolaan sampah.
Sehingga siswa dapat menemukan gambaran dari proses pembuangan
sampah, jenis-jenis dan proses dari pengolahan sampah tersebut.
b. Tahap Eksplorasi
Dalam tahap ini, guru membimbing dan memfasilitasi siswa dalam menggali
informasi dan pelaksanaan eksperimen. Sehingga dari yang sebelumnya siswa
hanya mendapatkan gambaran dari tahap inisiasi, pada tahap ini siswa dapat
lebih mendalami dan memecahkan masalah yang sudah dirumuskan. Seperti
cara dalam mengurangi sampah, siswa dapat dibimbing terkait hal tersebut
contohnya pengurangan penggunaan kantong plastik karena plastik dapat
mencemari lingkungan.
c. Tahap Pembentukan Konsep
Pada tahap ini guru menentukan startegi yang sesuai dengan materi dan
karakter dari peserta didik, contohnya guru menjelaskan tentang sampah
organik dan anorganik, serta beberapa cara dalam pengelolaan sampah, guru
10

dapat menyajikan materi berupa gambar maupun video dan siswa menyimak
apa yang disampaikan guru. Sehingga materi dapat dengan mudah dipahami.
d. Tahap Aplikasi Konsep
Sedangkan pada tahap ini guru memberi tugas kepada siswa terkait materi
yang dikaji dengan tujuan mengukur sampai mana pemahaman dan
kemampuan siswa dalam menganalisis permasalahan dari materi tersebut.
Misalnya siswa ditugaskan untuk mengamati serta mengumpulkan sampah di
lingkungan sekitar dan membuat suatu percobaan dengan mengelola sampah
menjadi kompos
e. Tahap Pemantapan Konsep
Dari percobaan yang telah dilakukan, pada tahap ini guru memberikan
penguatan kepada siswa melalui diskusi atau metode yang lainnya agar tidak
terjadi kesalah fahaman, Misalnya pemberian penguatan terkait bagaimana
pembuatan kompos secara sederhana yang dapat dilakukan di rumah yaitu
dapat dengan memilah sampah berdasarkan jenis dan asal sampah.
f. Tahap Evaluasi
Pada tahap terakhir ini, guru memberikan evaluasi serta penilaian terkait
materi yang dikaji. Proses penilaian dapat dilakukan dari pemberian test baik
lisan ataupun tulisan dan poster yang dibuat serta argumentasi yang diberikan
saat diskusi kelas sebagai bentuk refleksi diri dan menguji sejauh mana
kemampuannya.
Contoh pertanyaan dalam penilaian uji kemampuan :
1) Apa yang dimaksud dengan sampah basah (organik) dan sampah kering
(anorganik)?
2) Berikan contoh sampah basah dan sampah kering yang ada di sekitar
tempat tinggalmu?
3) Mengapa kita dilarang membuang sampah dan limbah industri ke sungai?
4) Uraikan dengan singkat, bagimana membuat kompos dari sampah basah?
Contoh dari bentuk refleksi diri :
11

Petunjuk: Adakah kegiatan yang kamu lakukan untuk melindungi


lingkungan hidup? Coba tandai berbagai tindakan di bawah ini yang sesuai
dengan perilaku kalian.
Perilaku Sudah Belum
Saya selalu membuang sampah di tempat sampah
Kalau saya tidak menemukan tempat sampah,
saya menyimpan sampah sampai menemukan
tempat sampah
Saya berusaha memisahkan sampah-sampah saya
Saya mengurangi pemakaian kantong plastik
Saya selalu menimbun sampah basah di tanah
Saya membuat kompos sendiri di rumah
Saya selalu ikut kerja bakti di lingkungan tempat
tinggal dengan mengatur sampah
Jumlah

Instrumen penilaian portofolio kegiatan siswa dengan model


pembelajaran STM

Aspek yang Deskriptor K C B Catatan


diamati
Keaktifan  Ketepatan dalam menjawab
siswa dalam pertanyaan guru
menjawab  Siswa menjawab dengan
pertanyaan penuh antusias
guru
Keaktifan  Pertanyaan yang diajukan
siswa dalam sesuai dengan cakupan
mengajukan materi
pertanyaan  Pertanyaan diajukan dengan
penuh antusias
12

 Pertanyaan yang diajukan


bersifat problemantik
Siswa terlibat  Siswa terlibat aktif pada
aktif dalam setiap tahap-tahap kegiatan
kegiatan pembelajaran
pembelajaran  Siswa terlibat dalam
keterampilan berpikir
 Siswa terlibat dalam
keterampilan motorik
 Menampilkan hubungan
kerjasama guru dan siswa
Media dapat  Siswa terlibat dalam
dimanfaatkan menggunakan media
dan pembelajaran
dipergunakan  Media digunakan secara
siswa individu dan kelompok
 Dengan media dapat
mengembangkan motivasi
belajar siswa Siswa terlibat
dalam menggunakan media
pembelajaran
 Media digunakan secara
individu dan kelompok
 Dengan media dapat
mengembangkan motivasi
belajar siswa
 Mengurangi kesan siswa
pada verbalisme
Aktivitas siswa  Terbina hubungan
dalam kegiatan kerjasama siswa
13

diskusi  Dapat memecahkan suatu


kelompok permasalahan
 Kebebasan dan rasa
kemerdekaan yang kuat
dalam mengemukakan
pendapat
 Siswa melakukan diskusi
dalam suasana
menyenangkan
Lingkungan  Dapat digunakan dan
masyarakat dimanfaatkan siswa
sebagai  Sumber belajar berada di
sumber belajar tengah-tengah lingkungan
siswa siswa
 Siswa melakukan tahapan-
tahapan eksplorasi terhadap
masalah-masalah
lingkungannya
 Siswa dapat memecahkan
masalah-masalah
lingkungannya
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sains dan teknologi dalam kehidupan masyarakat khususnya dunia
pendidikan mempunyai hubungan yang erat. Model pembelajaran merupakan
salah satu hal penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Model
pembelajaran STM merupakan suatu cara dalam mengemas sains teknologi dan
masyarakat sebagai suatu model pembelajaran. STM melibatkan peserta didik
dalam pengalaman, pertanyaan, dan isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan
mereka. Pada pelaksanaan pembelajaran STM terdapat beberapa tahap yang harus
diketahui yaitu tahap insiasi/invitasi, tahap eksplorasi, tahap pengembangan
konsep, tahap aplikasi konsep, tahap pemantapan konsep dan tahap evalasi.

3.2 Saran
Kami sebagai penulis merasa masih terdapat banyak kekurangan
dikarenakan kurangnya referensi maupun pengetahuan pada saat menyusun
makalah ini. Sebagai penulis, kami mengharapkan kritik maupun saran yang
membangun agar kedepannya lebih baik dalam menyusun makalah.

14
DAFTAR PUSTAKA

Afni, N. (2014). Penerapan Pendekatan Stm (Sains Teknologi Masyarakat) Pada


Konsep Pencemaran Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan
Kemampuan Berpikir Kritis Di Sma Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh. 2(2),
77–82. Retrieved From Https://Jurnal.Ar
Raniry.Ac.Id/Index.Php/Biotik/Article/View/238/216 [Diakses pada tanggal
20 November 2020]

Minasri, Uci. (2017). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Sains Teknologi


Masyarakat (Stm) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Pada
Pokok Bahasan Ekosistem Kelas VII MTs Paradigma Palembang. Retrieved
from http://repository.radenfatah.ac.id/1380/. [Diakses pada tanggal 20
Nopember 2020]
Setiawan, Arnyana, dkk. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi
Masyarakat Terhadap Pemahaman Konsep Biologi Dan Keterampilan
Berpikir Kreatif Siswa SMA. Retrieved from https://ejournal-
pasca.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_ipa/article/view/755. [Diakses pada
20 Nopember 2020]
Suhartono. (n.d.). Pengemasan sains, teknologi dan masyarakat (s-t-m) sebagai
model pembelajaran ipa sd. 1–16. Retrieved from
http://repository.ut.ac.id/2434/. [Diakses pada tanggal 20 Nopember 2020]
Wahyuti. (2014). Penerapan Strategi Sains Teknologi Masyarakat Untuk
Meningkatkan Kemampuan Mendeskripsikan Struktur Bumi Pada
Pembelajaran Ipa Kelas V Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif Karangpakel
Trucuk Klaten Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Retrieved from
http://digilib.uin-suka.ac.id/14261/ [Diakses pada tanggal 20 November
2020]

15
SOAL DAN PEMBAHASAN

Nama : Khumairatus Shalihah


NIM : 180210204236
1. Dalam pembuatan rancangan konsep penerapan model STM pada satuan
pembelajaran dibutuhkan, kecuali.?

A. Pokok Bahasan
B. Topik atau Tema
C. Standar Kompetensi
D. Sub Pokok Bahasan
E. Alasan
ANS : E

2. Berikut yang temasuk pokok dari pembuatan rancangan konsep penerapan


STM pada satuan pelajaran adalah.?

A. Tujuan Instuksional Khusus


B. Jumlah Siswa
C. Nama Guru
D. Jumlah Kelas
E. Alamat
ANS : A

3. Dalam rancangan konsep, masalah berisi tentang.?

A. Hasil dari rancangan


B. Tujuan dari rancangan
C. Penyelesaian masalah
D. Pertanyaan dari pokok permasalahan
E. Jawaban dari permasalahan
ANS : D

16
4. Pengembangan konsep pembelajaran STM merupakan bagian yang harus
ada dalam pembuatan.?

A. Rancangan Konsep
B. Latar Belakang
C. Riset
D. Kesimpulan
E. Tujuan
ANS : A

5. Bagaimana cara mengembangkan konsep pembelajaran STM pada siswa.?

A. Membawa siswa terjun ke lingkungan


B. Membiarkan siswa selalu berada dalam kelas
C. Meninggalkan siswa dalam pelajaran
D. Membiarkan siswa tidur saat KBM berlangsung
E. Memarahi siswa jika melakukan pelanggaran
ANS : A

17
Nama : M. Fajarruddin
NIM : 180210204239
1. Menurut poedjiadi apa yang menghubungkan antara sains dan
masyarakat.....
A. Peserta didik
B. Teknologi
C. Lingkungan
D. Masyarakat
E. Guru
ANS : B

2. Apa definisi S-T-M menurut The National Science Teachers Association


(NSTA)?
A. Menggunakan teknologi sebagai penghubung antara sains dan
masyarakat
B. Suatu strategi pembelajaran yang memadukan pemahaman dan
pemanfaatan sains, teknologi dan masyarakat dengan tujuan agar
konsep sains dapat diaplikasikan melalui keterampilan yang bermanfaat
bagi peserta didik dan masyarakat
C. Belajar dan mengajar sains dalam konteks pengalaman manusia
D. Sains dan teknologi dalam kehidupan masyarakat khususnya dunia
pendidikan mempunyai hubungan yang erat.
E. STM merupakan suatu cara dalam mengemas sains teknologi dan
masyarakat sebagai suatu model pembelajaran
ANS : C

3. Pembelajaran S-T-M berarti menggunakan teknologi sebagai penghubung


antara sains dan masyarakat". Dari Pengertian tersebut merupakan
pernyataan dari....
A. Poedjiadi
B. Yager
C. The National Science Teachers Association (NSTA)

18
D. Makfut md
E. Susi puji
ANS : A

4. Dalam model STM paling tepat dikembangkan untuk….


A. Memudahkan siswa dalam belajar teknologi
B. Menjembatani antara masyarakat dan teknologi
C. Mempersiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang dapat
menerapkan pengetahuan ilmiah
D. Membuat hasil pengamatan menjadi lebih bermakna
E. Membuat siswa melek teknologi
ANS : C

5. Suatu seni/keterampilan sebagai perwujudan dari konsep yang telah


dipelajari dan dipahami. Merupakan pengertian dari?
A. Sains
B. Teknologi
C. Masyarakat
D. Ilmu Pengetahuan
E. Ilmu Sosial

ANS : B

19
Nama : Riska Hidayanti
Nim : 180210204253
1. Model pembelajaran inovatif yang memanfaatkan isu-isu lingkungan dalam
proses pembelajaran merupakan model pembelajaran...
A. Inkuiry
B. Problem Based Learning
C. Sains Teknologi Masyarakat
D. Koperatif
E. Kontekstual
ANS : C
2. Tahapan dalam model pembelajaran STM adalah...
A. Pendahuluan, pembentukan konsep, aplikasi konsep, pemantapan
konsep, penilaian
B. Pemantapan konsep, aplikasi konsep, pembentukan konsep, penilaian,
pendahuluan
C. Pendahuluan, pembentukan konsep, pemantapan konsep, penilaian,
aplikasi konsep
D. Aplikasi konsep, pemantapan konsep, pembentukan konsep,
pendahuluan, penilaian
E. Penilaian, pendahuluan, pembentukan konsep, aplikasi konsep,
pemantapan konsep
ANS : A
3. Tahapan yang di sebut dengan invitasi, yaitu undangan agar siswa dapat
memusatkan perhatiannya pada pembelajaran adalah...
A. Pembentukan konsep
B. Pendahuluan
C. Penilaian
D. Aplikasi konsep
E. Pemantapan konsep
ANS : A

20
4. Tahap yang dilakukan guru untuk meluruskan kosepsi siswa yang keliru
disebut...
A. Aplikasi konsep
B. Pendahuluan
C. Penilaian
D. Pembentukan konsep
E. Pemantapan konsep
ANS : E
5. Tujuan adanya tahap kegiatan penilaian pada model pembelajaran STM
adalah...
A. Menganalisis isu dan menemukan penyelesaian yang benar
B. Mengaitkan konsep-konsep yang akan dibahas di kelas
C. Untuk memusatkan perhatian siswa dikelas
D. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan dan hasil belajar yang telah di
peroleh siswa
E. Untuk memberikan evaluasi di akhir pembelajaran.
ANS : D

21
Nama : Elvika Tri Wulandari
NIM : 180210204271
1. Pada pembelajaran model STM, masyarakat sering dianggap sebagai ..........
A. Pemecah masalah
B. Pemakai teknologi
C. Pembuat teknologi
D. Pencetus teknologi
E. Perusak teknologi
ANS : B
2. Proses penilaian dengan pemberian test baik lisan ataupun tulisan dan poster
yang dibuat serta argumentasi yang diberikan saat diskusi kelas sebagai
bentuk refleksi diri dan menguji sejauh mana kemampuannya siswa
merupakan tahap penerapan model STM yang disebut….
A. Inisisasi
B. Evaluasi
C. Pemantapan Konsep
D. Pembentukan Konsep
E. Invitasi
ANS : B
3. Dilihat dari segi tujuan, Model STM dikembangkan untuk ........
A. Memudahkan siswa dalam belajar teknologi
B. Menjembatani antara masyarakat dan teknologi
C. Mempersiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang dapat
menerapkan pengetahuan ilmiah
D. Mengaitkan konsep yang dipelajari dengan mata pelajaran lain
E. Pengembangan model pembelajaran lainnya
ANS : C
4. Dikaitkan dengan tanggung jawab siswa terhadap hasil pembelajaran, model
STM dapat membantu siswa untuk .........
A. Menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab
B. Terlatih memecahkan soal-soal tes

22
C. Menggunakan sumber-sumber belajar yang bervariasi
D. Membuat hasil pegamatan menjadi lebih bermakna
E. Menjadi anggota masyarakat yang individual
ANS : A
5. Ranah konsep dalam model STM memfokuskan pada muatan ...........
A. Fakta, hukum, teori, dan prinsip yang digunakan oleh para ilmuwan
B. Kegiatan pengamatan dan percobaan yang digunakan oleh para
ilmuwan untuk memperoleh konsep
C. Cara menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari
D. Sikap seorang ilmuwan terhadap konsep yang sudah ada
E. Semua salah
ANS : A

23
Nama : Rizki Febrianti Valentin
NIM : 180210204282
1. Berikut adalah tahap dalam model pembelajaran STM, kecuali…
A. Tahap invitasi
B. Tahap pembentukan konsep
C. Tahap pemantapan konsep
D. Tahap pengamatan
E. Tahap evaluasi
ANS : D
2. Tahap dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari –
hari yang ingin diketahui oleh peserta didik, yaitu merupakan tahap…
A. Tahap pembentukan konsep
B. Tahap invitasi/insiasi
C. Tahap evaluasi
D. Tahap pemantapan konsep
E. Tahap aplikasi konsep
ANS : B
3. Urutan tahapan dalam model pembelajaran STM yang benar adalah…
A. Tahap invitasi/insiasi - tahap pembentukan konsep - tahap pemantapan
konsep - tahap eksplorasi - tahap aplikasi konsep - tahap evaluasi
B. Tahap pembentukan konsep - tahap invitasi/insiasi - tahap pemantapan
konsep - tahap eksplorasi - tahap aplikasi konsep - tahap evaluasi
C. Tahap invitasi/insiasi - tahap eksplorasi - tahap pembentukan konsep -
tahap aplikasi konsep - tahap pemantapan konsep - tahap evaluasi
D. Tahap pembentukan konsep - tahap aplikasi konsep - tahap pemantapan
konsep - tahap invitasi/insiasi - tahap eksplorasi, tahap evaluasi
E. Tahap eksplorasi - tahap invitasi/insiasi - tahap pembentukan konsep -
tahap pemantapan konsep - tahap aplikasi konsep - tahap evaluasi,
tahap eksplorasi
ANS : C

24
4. Tahap dimana guru memberikan penguatan terkait konsep isu atau
fenomena yang dipelajari agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam
menghubungkan suatu konsep, merupakan pengertian dari tahap…
A. Tahap invitasi/insiasi
B. Tahap pembentukan konsep
C. Tahap pemantapan konsep
D. Tahap aplikasi konsep
E. Tahap eksplorasi
ANS : C
5. Dalam melakukan penilaian di tahap evaluasi, terdapat poin yang
digunakan, yaitu…
A. Penguasaan konsep
B. Proses menemukan konsep
C. Pengaplikasian konsep
D. Pengembangan konsep dalam kehidupan sehari - hari
E. Semua benar
ANS : E

25
Nama : Shohifah Ulul Azmi
NIM : 180210204299
1. Menurut John Lochhead & Robert E. Yager (1996) dalam Gusfarenie
(2013) pembelajaran model STM mengadung unsur pembelajaran ...
A. Konstruktivisme
B. Kognitif
C. Koperatif
D. Kontekstual
E. Problem Solving
ANS : A
2. Pemahaman model STM dibangun berdasarkan pengalaman masa ...
A. Masa kelam
B. Masa depan
C. Masa lalu
D. Masa global
E. Masa kini
ANS : C
3. STM memungkinkan siswa menjadi masyarakat yang ...
A. Pasif
B. Bodo amat
C. Cuek
D. Baperan
E. Aktif
ANS : E
4. STM dimulai dari lingkungan terdekat siswa hingga berpindah ke
lingkungan yang lebih ...
A. Luas
B. Terbuka
C. Tertutup
D. Sempit
E. Special

26
ANS : A
5. STM berarti melibatkan peserta didik dalam ...
A. Isu-isu
B. Pengalaman
C. Pertanyaan
D. A,B,C benar
E. A,B,C salah
ANS : D

27

Anda mungkin juga menyukai