KARYA TULIS ILMIAH
MANFAAT DAUN KELOR TERHADAP PEMBERIAN
MAKAN TAMBAHAN PADA BALITA DI TANJUNG ARO 2
LAPORAN PENELITIAN
DISUSUN OLEH
NAMA : LUTFIAH SYAHIDAH
NISN : 0073964561
PEMBIMBING :
TINA FITRIA S.PD
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PASAMAN
LUBUK SIKAPING
2024/2025
LEMBARAN PENGESAAN PROPOSAL PENELITIAN
"MANFAAT DAUN KELOR TERHADAP PEMBERIAN MAKAN
TAMBAHAN PADA BALITA DI TANJUNG ARO 2 ”
NAMA : LUTFIAH SYAHIDAH
KELAS : XII IPA I
NISN : 0073964561
PEMBIMBING : TINA FITRIA S.PD
Karya tulis ini ditulis sebagai salah satu syarat kelulusan di MAN 1 Pasaman
tahun pelajaran 2024-2025
Guru pembimbing:
Tina fitria S.PD
Menyetujui,
Penguji 1 Penguji II
ARZANOVITRA,SS Yulfida,S.PD
NIP.197812192005012005 NIP . 197105062005012006
i
KATA PENGANTAR
ِبْس ِم الَّلِه الَّر ْح َمِن الَّر ِح ْيم
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayat kepada
kita semua termasuk kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan penulisan kti yang berjudul ( MANFAAT DAUN KELOR
TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA DI
KAMPUNG TANJUNG ARO 2 ) . sholawat dan salam kita curahkan kepada
baginda rasulullah solollahu’alahiwassallam yaitu nabi SAW.
KTI ini disusun untuk memenuhi persyaratan kelulusan sekolah di MAN
1 PASAMAN pada penulisan kti ini , penulis menyadari bahwasanya tidak akan
berhasil jika tidak ada bimbingan,arahan,bantuan dan doa dari berbagai pihak.
penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pembimbing pada
penulisan karya tulis ilmiah ini. untuk itu, perkenankan penulis menyampaikan
terimakasih kepada :
1. Allah swt yang telah memberikan rahmad dan kharunianya sehingga
penulis dapat menyelesaikan kti ini
2. Terima kasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan doa dan
dukungan kepada penulis
3. Ibu Yani Silvia,S.pd, M.pd selaku Kepala Sekolah MAN 1 PASAMAN ,
4. Bapak/Ibu Wakil MAN 1 Pasaman
5. Ibu Tina fitria S.PD selaku guru pembimbing karya tulis ilmiah
6. Serta semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu
persatu
Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapat berkah dari
allah swt. dan akhirnya saya menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini jauh dari
kata sempurna, kerja keterbatasan ilmu yang saya miliki. untuk itu, saya dengan
kerendahan hati mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari
ii
semua pihak demi membangun laporan penelitian ini.
Lubuk Sikaping. Oktober
2024 Penulis
LUTFIAH SYAHIDAH
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iv
ABSTRAK..........................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................2
C. Tujuan Penelitian.....................................................................................2
BAB II KAJIAN TEORI
A. Potensi Daun Kelor Sebagai Pmt Balita..................................................4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian......................................................................................10
B. Populasi Dan Sampel ............................................................................11
C. Teknik pengumpulan data .....................................................................11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian......................................................................................12
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan............................................................................................15
B. Saran......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................16
LAMPIRAN
iv
ABSTRAK
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun kelor
sebagai pemberian makanan tambahan (PMT) balita melalui wawancara.
Bentuk PMT tersebut berupa cookies, bikuit, mie dan nugget, pastel tutup,
bubur, ekstrak dan tepung daun kelor yang sangat efektif dalam meningkatkan
status gizi pada balita. Daun kelor memiliki kandungan gizi yang kaya
sebagaimana hasil analisis yaitu protein, karoten, kalsium, zat besi dan
magnesium sehingga baik digunakan sebagai pemberian makanan tambahan
(PMT) untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak balita. Bentuk-bentuk
pengolahan daun kelor yang digunakan sangat bevariasi dan sangat menarik
berupa cookies, biscuit, mie dan nugget, pastel tutup, bubur, ekstrak dan tepung
daun kelor sehingga balita menerima dengan baik dan dapat dijadikan sebagai
PMT serta dapat meningkatkan berat badan serta status gizi pada balita stunting.
v
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu tantangan utama yang dihadapi sektor kesehatan Indonesia
saat ini adalah kekurangan gizi pada anak. Meskipun banyak perkembangan
dan kemajuan kesehatan telah terlihat di Indonesia.masalah stunting tetap
signifikan. Pertumbuhan stagnasi merupakan kegagalan linier potensial untuk
berkembang yang harus dicapai dan merupakan efek dari kesehatan dan gizi
manusia yang buruk. Malnutrisi pada anak di bawah usia 5 tahun telah lama
menjadi masalah kesehatan masyarakat. Krisis ekonomi yang muncul sejak
tahun 1997 belum dikelola dengan baik. Hal ini meningkatkan jumlah
keluarga miskin dan mengurangi daya beli pangan. Sumber daya pangan yang
tersedia dalam keluarga menjadi terbatas, yang pada akhirnya dapat
menyebabkan malnutrisi, Malnutrisi merupakan penyebab utama kematian
pada bayi dan anak di bawah usia 5 tahun. Masalah gizi seringkali disebabkan
oleh dua faktor utama yaitu penyakit infeksi dan rendahnya asupan gizi akibat
kurangnya makanan dalam rumah tangga atau orang tua yang miskin.
Masalah gizi buruk pada anak di bawah 5 tahun merupakan masalah yang
perlu dipecahkan ( Septiana, Djannah and Djamil, 2014).
Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita
maka perlu diberikan makanan pendamping ASI (PMT). Pemberian makanan
pendamping ASI adalah program intervensi pada balita gizi buruk untuk
meningkatkan status gizi anak dan memenuhi kebutuhan gizi anak untuk
mencapai status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan
anak. Makanan pendamping asi adalah makanan olahan khusus yang harus di
ubah untuk memenuhi jumlah zat gizi yang dibutuhkan sesuai dengan
kebutuhan protein dan zat gizi mikro aman dan bersih tidak terlalu pedas .
Tanaman kelor diartikan miracle tree alias pohon ajaib. Pohon kelor
seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya, Dapat
di manfaatkan oleh semua kalangan. Nilai gizi tanaman ini juga terbilang
1
cukup baik sehingga mampu menjadi solusi atas masalah kekurangan gizi
untuk masyarakat dengan perekonomian rendah. Tak hanya itu tanaman ini
juga dapat diolah menjadi beragam jenis produk yang menarik untuk
dijadikan campuran makanan dan minuman.
Tanaman kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap di
bandingkan tanaman jenis lain.selain vitamin dan mineral,daun kelor juga
mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi
sendiri oleh tubuh ,sehingga harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi).
Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein.
Sebenarnya, beberapa daerah di indonesia sudah biasa memanfaatkan
tanaman kelor sebagai sayuran, terutaman untuk memperbanyak dan
memperlancar asi (air susu ibu). Jika membahas tentang vitamin A maka
yang terbayang adalah wortel. Padahal kandungan vitamin A dalam daun
kelor jauh lebih banyak dibandingkan wortel.daun kelor juga mengandung
vitamin C lebih banyak ketimbang jeruk kalsium empat kali lipat lebih
banyak ketimbang susu,potasium tiga kali lipat lebih banyak ketimbang
pisang,protein dua kali lipat lebih banyak dari pada yoghurt, serta zat besi
yang lebih banyak dari pada bayam. Biji tanaman kelor mengandung minyak
behen dan lemak.sedangkan kulit akarnya mengandung “minyak terbang” .
Berdasarkan paparan diatas peneliti tertarik untuk meneliti potensi daun
kelor terhadap makanan tambahan pada balita.punulis ingin mengetahui lebih
mendalam tentang manfaat daun kelor terhadap pertumbuhan dan gizi anak.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana potensi daun kelor sebagai pemberian makanan tambahan buat
balita ?
2. Bagaimana manfaat daun kelor pada sebagai pmt balita ?
C. Tujuan
1. Mengidentifikasi bagaimana potensi daun kelor dilihat dari gizinya
terhadap bahan makanan tambahan pada balita
2
2. Mengetahui manfaat daun kelor dalam pemenuhan masalah gizi pada
balita
3
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Potensi Daun Kelor Sebagai Pmt Balita
1. Balita
a. Defenisi
Balita atau sering disebut anak bawah lima tahun. Masa balita
merupakan suatu periode penting dalam tumbuh kembang anak karena
masa balita yang akan menentukan perkembangan anak di masa
selanjutnya. Ketepatan pemberian makan pada balita dapat dipengaruhi
oleh pengetahuan ibu tentang gizi karena ibu sebagai tombak dalam
penyediaan makanan untuk keluarga. Selain pengetahuan ibu tentang gizi,
tingkat asupan makan balita juga dapat secara langsung mempengaruhi
status gizi balita tersebut (nindyna puspasari and merryana andriani,
2017).
Balita yang kekurangan gizi bisa mengalami penurunan kecerdasan
(iq) hingga 10%. Dampak terburuk dari kekurangan gizi adalah kematian
di usia sangat muda.dengan terpenuhinya kebutuhan gizi secara baik,
perkembangan otaknya akan berlangsung optimal.keterampilan fisiknya
pun akan berkembang,sebagai dampak perkembangan bagian otak yang
mengatur sistem sensorik dan motoriknya.pemenuhan kebutuhan fisik
maupun biologis yang baik,akan berdampak pada kesehatannya.
Tubuhnya,akan lebih mampu menolak penyakit - penyakit tertentu yang
berusaha menyerangnya.sebab, sistem kekebalan tubuhnya yang terbentuk
melalui zat zat gizi yang dikonsumsinya,dapat bekerja lebih optimal.
Malnutrisi pada balita dapat berdampak buruk pada kemampuan
fisik, mental dan kognitif mereka. Balita yang kekurangan gizi bisa
mengalami penurunan kecerdasan (iq) hingga 10 %. Dampak terburuk dari
kekurangan gizi adalah kematian di usia yang sangat muda (oktavia,
widajanti and aruben, 2017).
Kontribusi gizi yang dikonsumsi anak balita, dalam makanan
4
diperlukan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Apabila
kebutuhan gizi seseorang tidak terpenuhi maka dapat menghambat
pertumbuhan danperkembangannya. Diet anak yang ideal harus
mengandung cukup kalori (energi) dan semua nutrisi yang diperlukan
dan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-
hari (tahar, 2021).
b. Kebutuhan gizi balita
1) Energi
Kebutuhan energi harian balita disesuaikan berdasarkan usia atau
berat badan. Penggunaan energi dalam tubuh digunakan untuk
metabolisme basal, kinerja fisik, pertumbuhan dan perkembangan
anak (Darubekti, 2021).
2) Protein
Protein merupakan sumber asam amino esensial yang dibutuhkan sebagai
bahan penyusun, khususnya untuk pertumbuhan dan pembentukan
protein serum, hemoglobin, enzim, hormon dan antibodi mengganti
sel-sel tubuh yang rusak menjaga keseimbangan asam-basa cairan
tubuh dan sumber energi.
3) Lemak
Kebutuhan lemak yang dianjurkan adalah 15-20% dari total energi.
Dipercaya bahwa persentase kandungan lemak yang lebih rendah
lebih baik untuk kesehatan. Lemak memiliki tiga fungsi penting,
yaitu sebagai sumber lemak esensial, pelarut vitamin ADEK, dan
pemberi rasa yang lezat pada makanan. Disarankan balita
mengkonsumsi asam lemak esensial (asam linoleat) 12% dari total
energi.
4) Karbohidrat
Karbohidrat yang dianjurkan untuk balita adalah 60-70% dari total energi
basal. Anak-anak membutuhkan karbohidrat untuk energi dan tidak
ada persyaratan minimum yang ditetapkan untuk karbohidrat, karena
5
glukosa siklik dapat dibentuk dari protein dan gliserol.
5) Vitamin dan Mineral
Vitamin dan mineral esensial adalah nutrisi yang penting untuk
pertumbuhan dan kesehatan. Vitamin tertentu dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan perkembangan otak. Jika kebutuhan tersebut tidak
terpenuhi, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan, fungsi
otak, dan sistem saraf.Ada beberapa mineral dalam tanaman roti
yaitu kalsium dan fosfor. Kalsium dalam tubuh berfungsi
memberikan kekuatan dan membentuk tulang dan gigi, sedangkan
fosfor mengatur metabolisme energi, penyerapan dan pengangkutan
zat gizi, serta mengatur keseimbangan asam basa dalam tubuh.
2. Daun Kelor
Tanaman kelor memiliki nama latin yaitu (Moringa Oleifera) yang
biasa dikenal dikota Bengkulu yaitu Remunggai, menurut (Irwan, 2020)
daun kelor juga disebut sebagai “miracle tree” berupa pohon berukuran
tinggi dapat mencapai 12 m dengan diameter 30 cm. Daun tanaman kelor
memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil, berbentuk telur,
sebesar ujung jari. Helaian anak daun berwarna hijau sampai hijau
kecokelatan, bentuk bundar telur atau bundar telur terbalik, Panjang 1-3
cm, lebar 4 mm - 1cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi
daun rata (Isnan and M, 2017).
Daun kelor (Moringa oleifera) Sebagai tanaman serbaguna dan
produktif, daun kelor memiliki senyawa yang lebih alami dan beragam
dibandingkan tanaman lainnya. Pohon kelor telah dikenal selama berabad-
abad sebagai tanaman serbaguna, kaya nutrisi dan obat. Ada lebih banyak
dan lebih beragam senyawa alami daripada tanaman yang ada. Moringa
mengandung 46 antioksidan kuat yang membantu melindungi tubuh dari
radikal bebas, 18 asam amino (termasuk 8 esensial) yang dibutuhkan tubuh
untuk membangun sel baru, 36 senyawa anti inflamasi dan 90 nutrisi alami
seperti vitamin dan mineral. Tanaman kelor telah menjadi salah satu herbal
yang paling banyak dipelajari di Filipina, India, Afrika, Eropa, dan
6
Amerika Serikat.
Manfaat dan khasiat daun kelor (Moringa Oleifera) terdapat pada
semua bagian tanaman baik daun, batang, akar maupun biji. Kandungan
nutrisi yang cukup tinggi menjadikan kelor memiliki sifat fungsional bagi
kesehatan serta mengatasi kekurangan nutrisi. Oleh karena itu kelor
disebut Miracle Tree dan Mothers Best Friend. Selain itu kelor berpotensi
sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, obat-obatan dan perbaikan
lingkungan yang terkait dengan cemaran dan kualitas air bersih (Irwan Z
dkk 2020).
Daun kelor banyak mengandung zat besi (Fe), bahkan kandungan zat
besi pada daun kelor bubuk misalnya jauh lebih tinggi dari 28,2 mg/100
gram, kandungan nutrisi lainnya juga tinggi seperti vitamin C yang tinggi
7 kali lipat. dari buah jeruk, 4 kali vitamin A dalam wortel, 4 kali kalsium
dalam susu, 3 kali kalium dalam pisang, 3 kali zat besi dalam bayam dan
dua kali protein dalam yogurt atau telur. Jika daun kelor dikeringkan dan
dihancurkan, nutrisinya bisa meningkat berkali-kali lipat, kecuali
kandungan vitamin C, kandungan nutrisi dalam daun kelor kering
meningkat karena kandungan air dalam daun kelor segar hilang, menguap
sebagai nutrisi tersembunyi melepaskan ikatannya sehingga sangat baik
dikonsumsi sebagai pengganti untuk mencegah anemia pada ibu hamil
(Poltekkes and Medan, 2020).
a. Manfaat kelor
1) Sebagai bahan pangan
Dalam ilmu pangan. Tanaman kelor digunakan untuk
mengobati gizi buruk, terutama pada bayi dan ibu menyusui.
Tanaman kelor dapat dimakan segar, dimasak atau bubuk
selama beberapa bulan tanpa pendinginan tanpa kehilangan nilai
gizi. Proses pengubahan daun kelor menjadi bubuk dapat
meningkatkan nilai kalori, kandungan protein, kalsium, zat besi
dan vitamin A memang saat mengubah daun kelor menjadi
bubuk, kadar air dalam kelor akan berkurang (Isnan and M,
7
2017).
a) batang
Batang daun kelor biasanya hidup di pagar rumah
masyarakat Bengkulu, serta dijadikan tanaman pembatas
lahan. Bagian batang kelor yang dimanfaatkan adalah kulit
batang, kulit batang dikerok hingga bagian kayu kemudian
ditaburkan diatas daging atau ikan yang sedang direbus.
b) daun
Daun tanaman kelor biasanya digunakan sebagai menu
sehari-hari, daun yang masih segar dipetik lalu dimasak
dengan santan ataupun dengan cara direbus kemudian
disajikan bersama dengan nasi hangat.
c) buah
Sama seperti daun buah kelor juga dimanfaatkan
sebagai menu sehari-hari bagi dalam bentuk dibening atau
disantan. Buah tanaman kelor berbentuk memanjang
dahulu dibersihkan kulitnya lalu dipotong-potong dengan
ukuran sekitar 5 cm, selanjutnya potongan buah tanaman
kelor diolah bersama bahan lain seperti terong atau kacang
panjang tergantung pada selera penikmatnya
b. Khasiat dan kegunaan
Pohon kelor memiliki beberapa julukan, antara lain pohon
ajaib, pohon kehidupan, dan pohon ajaib. Julukan ini berasal dari
fakta bahwa semua bagian tanaman kelor memiliki manfaat khusus
mulai dari daun, buah, biji, kulit kayu dan akar. Seluruh bagian
pohon kelor dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit,
menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan manusia dan yang
terpenting sebagai sumber gizi dalam keluarga. Bahkan, kandungan
kelor diketahui berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan makanan
sumber nutrisi lainnya. Moringa kaya akan vitamin dan merupakan
salah satu sumber vitamin terkaya. Vitamin A diperlukan untuk
8
mencegah rabun senja, meningkatkan kesehatan kulit dan melawan
infeksi. Pohon kelor memiliki banyak manfaat bagi manusia.
Berbagai bagian tanaman ini dapat dimakan. Daun kelor telah
banyak digunakan dalam makanan, pakan ternak dan obat-obatan.
Di Afrika dan Asia, daun kelor digunakan sebagai suplemen
alternatif yang kaya nutrisi untuk ibu menyusui dan anak yang
sedang tumbuh (goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, 2019).
Penggunaan daun kelor dapat meningkatkan status gizi anak
gizi buruk. Rahmawati (2016) mengatakan bahwa banyak negara
tropis sekarang menggunakan daun kelor untuk mengatasi gizi buruk
pada anak-anak dan ibu hamil. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh, daun kelor dapat menjadi masalah gizi buruk di
berbagai negara dengan mengatasi penambahannya pada makanan
sehari-hari (Mayangsari and Rasmiati, 2020).
Di Indonesia, daun kelor sering dijumpai sebagai pagar hidup
yang ditanam disepanjang ladang atau tepi sawah, dan juga di
beberapa daerah sebagai sayuran untuk dikonsumsi. Daun kelor
secara tradisional telah banyak dimanfaatkan untuk sayur, sampai
saat ini dikembangkan menjadi produk pangan modern seperti
tepung kelor, kerupuk kelor, kue kelor, permen kelor da teh daun
kelor. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan sebagai penutup
luka. Daun kelor bisa ditumbuk halus untuk dijadikan bedak untuk
menghilangkan noda dan noda di wajah (Luis and Moncayo, 2020).
9
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana
penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan
dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu social, termasuk
juga ilmu pendidikan. Sejumlah alasan juga dikemukakan yang intinya bahwa
penelitian kualitatif memperkaya hasil penelitian kuantitaif. Penelitian
kualitatif dilaksanakan untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman
dan penemuan. Pendekatan penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian
dan pemahaman yang berdasarkan pada metode yang menyelidiki suatu
fenomena social dan masalah manusia. Pada penelitian ini peneliti membuat
suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan
responden dan melakukan studi pada situasi yang alami.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat
penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh
karna itu peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa
bertanya, menganalisis dan mengkonstruksi objek yang diteliti menjadi lebih
jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai.
Hakikat penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam lingkungan
hidupnya berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan
tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya, mendekati atau berinteraksi dengan
orang-orang yang berhubungan dengan fokus penelitian dengan tujuan
mencoba memahami, menggali pandangan dan pengalaman mereka untuk
mendapat informasi atau data yang diperlukan Penelitian kualitatif dimana
peran peneliti adalah sebagai instrumen kunci dalam mengumpulkan data,
dan menafsirkan data. Alat pengumpulan data biasanya menggunakan
pengamatan langsung dan wawancara.
Penelitian tentang manfaat daun kelor terhadap pemberian makanan
tambahan pada balita relevan dengan menggunakan penelitian kualitatif karna
10
memenuhi karakteristik penelitian kualitatif, terutama dalam hal
pengungkapan data secara mendalam melalui wawancara dan observasi
terhadap apa yang dilakukan para informan.
B. Populasi Dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang
memberikan asupan tambahan kepada balita.
2. Sampel
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 orang ibu
yang mempunyai balita.
C. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi
apa pun dari suatu peristiwa dengan cara mengamati secara langsung.
Seperti yang diketahui, ilmu pengetahuan merupakan dasar dari semua
peristiwa. aktivitas yang terjadi baik dalam lingkup kecil maupun dalam
lingkup yang lebih besar. pada dasarnya setiap ilmu pengetahuan ini
kemudian diperoleh dari cara belajar tentang peristiwa peristiwa yang
terjadi disekitar kita atau diperoleh secara tidak langsung dengan
membaca atau mendengarkan.
2. Wawancara semi terstruktur
Wawancara semi terstruktur diperlukan untuk memperoleh
jawaban yang spesifik dan sampel. analisis ini umumnya melibatkan
perhitungan yang dapat diukur secara sistematik guna memperoleh
konsisten jawaban dari Informan. Peneliti melakukan wawancara kepada
beberapa orang tua yang mempunyai balita.
11
BAB lV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
Narasumber satu Nama : siti khodijah
No PERTANYAAN JAWABAN
1. Bagaimana cara mengolah daun kelor Direbus lalu dehaluskan
agar aman dan lezat untuk Balita?
2. Apakah daun kelor dapat membantu Bisa karna daun kelor
pencegahan kekurangan gizi pada mempunyai manfaat yang
balita banyak dan sangat baik
untuk pertumbuhan
3. Berapa dosis daun kelor yang tepat 1/2 sdt bubuk daun kelor
untuk balita
4. Apakah daun kelor aman dikonsumsi Aman
oleh balita
5. Apakah ada efek samping atau resiko Ada, jika terlalu sering
alergi yang perlu di waspadai pada mengkonsumsinya dapat
saat memberikan daun pada balita Menyebabkan sakit perut
6. Apakah mengkonsumsi daun kelor Bisa karna kandungan
dapat membantu meningkatkan berat kalsium pada daun kelor
badan dan kekebalan tubuh balita sangat tinggi
7. Apakah daun kelor dapat dicampur Bisa dicampur dengan madu
dengan makanan lain untuk Balita atau Yoghurt
Narasumber dua Nama : Suriyati
No PERTANYAAN JAWABAN
1. Bagaimana cara mengolah daun Dengan cara merebusnya dan
kelor agar aman dan lezat Untuk Mencampurnya dengan madu
12
balita?
2. Apakah daun kelor dapat membantu Iya karna daun kelor
pencegahan kekurangan Gizi pada mengandung Banyak vitamin
balita
3. Berapa dosis daun kelor yang tepat
untuk balita
4. Apakah daun kelor aman Aman jika untuk jangka
dikonsumsi oleh balita pendek
5. Apakah ada efek samping atau Efek sampingnya bisa terkena
resiko alergi yang perlu Diwaspadai Sakit perut atau diare
pada saat memberikan daun pada
balita
6. Apakah mengkonsumsi daun kelor Iya karna daun kelor
dapat membantu meningkatkan mmpunyai banyak khasiat
berat badan dan kekebalan tubuh yang bagus untuk
balita perkembangan balita
7. Apakah daun kelor dapat dicampur Boleh mencampurkannya
dengan makanan lain untuk Balita dengan Makanan atau susu
Narasumber tiga Nama : Ima hariani
No PERTANYAAN JAWABAN
1. Bagaimana cara mengolah daun kelor Di masak
agar aman dan lezat untuk balita
2. Apakah daun kelor dapat membantu Iya karna daun kelor
pencegahan kekurangan Gizi pada mempunyai Vitamin yang
balita tinggi
3. Berapakah dosis daun kelor yang tepat Sesuai kebutuhan
untuk balita
4. Apakah daun kelor aman dikonsumsi Aman
13
oleh balita
5. Apakah ada efek samping atau resiko Jika diberikan terlalu banyak
alergi yang perlu Diwaspadai pada saat Dapat menyebabkan sakit
memberikan daun pada balita perut
6. Apakah mengkonsumsi daun kelor Iya karna di dalam daun kelor
dapat membantu meningkatkan berat Terdapat banyak manfaat
badan dan kekebalan tubuh balita yang bagus untuk balita
7. Apakah daun kelor dapat dicampur Bisa jika ingin di tambahkan
dengan makanan lain Untuk balita Dengan makanan sehat
lainnya
14
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil data dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya,
dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa:
Daun kelor merupakan sumber nutrisi alami yang sangat bermanfaat sebagai
makanan tambahan pada balita. Kandungan protein, vitamin, dan mineralnya
membantu meningkatkan kekeatan tubuh, mempercepat pertumbuhan dan
perkembangan otak, serta mencegah anemia dan kekurangan gizi. Selain itu,
daun kelor juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang membantu
melindungi balita dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, daun kelor dapat
menjadi pilihan yang sehat dan alami sebagai makanan tambahan pada balita,
namun tetap harus dikonsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi sebelum
diberikan.
B. Saran
Berdasarkan hasil dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian, maka
perlu disarankan:
1. Olah dengan Benar: Rebus atau kukus daun kelor untuk mempertahankan
nutrisinya. Hindari menggoreng atau memasak dengan minyak berlebih.
2. Berikan dalam Jumlah Tepat: Berikan 1-2 sendok makan daun kelor per
hari, tergantung usia dan kebutuhan balita
3. Periksa Kualitas Daun Kelor: Pastikan daun kelor segar, bersih, dan bebas
pestisida untuk menghindari risiko keracunan atau alergi.
15
DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman. 2016. Mudah Akupuntur Melalui Anatomi. Edisi Il. Yogyakarta:
Arti Bumi Iritan
Al 'Amalil, M.K, Ario 1 dan Sukardiman. 2018. Acupressure And Aromatic
Ginger Herb For A Migraine Terapi Akupresur Serta Herbal Kencur Pada
Kasus Migraine. Surabaya: Journal of Vocational Health Studies.
Aminah, S, Tezar R., dan Muflihani Y. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat
Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera), Jakarta: Buletin Pertanian
Perkotaan Volume 5 Nomor 2
Dewanti, L.P. Aris W, dan Eriza F. 2016. Pengaruh Pemberian Tepung Daun
Kelor (Moringa oleifera) Varietas Nusa Tenggara Timur Terhadap Kadar
Albumin Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar) Yang Diberi
Diet Non Protein. Malang: Volume I, Nomor 1.
Fajrina, Lili Dan Mitriya Rika. 2013. Pengaruh Pemberian Buah Papaya
Terhadap Nasu Makan Anak Berumur 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja
Puskesmas Kuranji. Ners Jurnal Keperawatan. Volume 9 No 1.
Hasuti. E.K, Siti F, dan Suyatno, 2017. Faktor Risiko Kejadian Wasting Pada
Remaja Putri (Studi Kasus Pada Siswi Umur 13-15 Tahun Di SMP
Walisongo 1 Semarang Tahun 2017). Semarang: Universitas Diponegoro.
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 5. Nomor 4.
Irsyad, Azka Hukmu. 2017. Pengaruh Senam Sehat Anak Indonesia Terhadap sa
Tubuh Pada Anak Dengan Underweight. SemarangIsnan, Wahyudi dan
Nurhaedah M. 2017. Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera
Lamk.) Bagi Masyarakat Makassar: Info Teknis EBONI Vol 14 No. 1
Isnan, Wahyudi dan Nurhaedah M. 2017. RAGAM MANFAAT TANAMAN
KELOR (Moringa oleifera Lamk.) BAGI MASYARAKAT. Makssar: Info
Teknis EBONI Vol. 14 No. 1: 63 – 75
Jie, S.K. 1997. Dasar Teori lmu Akupunktur Identifikasi dan Klasifikasi
Penyakit.Jakarta: Grasindo
16
LAMPIRAN