Perencanaan Pompa Underpass Bandara YIA
Perencanaan Pompa Underpass Bandara YIA
Oleh :
RISKY LIA PRANINDYA MUSTOFA C.141.18.0015
M. RIZKI MAULANA C. 141.18.0021
i
ABSTRAK
Jalan Daendels Kulon Progo merupakan jalur yang mendapat imbas dari
pembangunan Bandara New Yogyajarta Internasional Airport. Terputusnya jalur tersebut
sangat berpengaruh terhdap aktifitas lalu lintas kota Yogyakarta yang cukup tinggi.
Pembangunan underpass Bandara New Yogyakarta Internasional Airport dimaksud untuk
memfungsikan Kembali jalan tersebut dengan dijadikan sebagai jalur alternative. Underpass
dibangun dibawah Bandara New Yogyakarta Internasional Airport dengan konstruksi yang
dilengkapi bak penampung dan pompa gua mengantisipsi genangan ataupun banjir di
sepanjang jalur lintasan. Underpass Bandara New Yogyakarta Internasional Airport
memiliki Panjang 1305 meter dengan 2 tipe underpass terbuka dan tertutup. Pada
perencanaan ini dilakukan survey secara langsung dilapangan dengan pengambilan data
didasarkan pada data curah hujan dengan periode ulang 10 tahunan dan data layout
underpass. Dalam perencanaan ini, diperoleh underpass tertutup sisi timur 0.300 m³/dtk dan
terbuka 0.441 m³/dtk. Underpass tertutup sisi barat 0.301 m³/dtk dan terbuka 0.435 m3/dtk.
Perencanaan saluran underpass tertutup sisi timur dan barat berbentuk segi empat dengan
dimensi 0.5x0.4 meter tinggi jagaan 0.3 meter. Sedangkan saluran underpass terbuka sisi
timur dan barat dengan dimensi 0.5x0.6 meter tinggi jagaan 0.4 meter. Pada bak penampung
dimensi 15.6x10x3.5 meter pasa sisi timur dan barat. Pompa sebanyak 2 buah dengan merk
GRUNFOS memiliki kapasitas pompa 239 liter/detik tinggi angkat maksimum 26 meter dan
tinggi angkat total sebesar 13.75 meter sehingga pompa yang digunakan dapat memenuhi
kebutuhan.
Kata Kunci : Underpass, saluran, Bak Penampung, Pompa.
ii
ABSTRACT
Daendels Kulon Progo is a route that has been impacted by the construction of the
New Yogyajarta International Airport. The interruption of this route greatly affects the traffic
activity of the city of Yogyakarta which is quite high. The construction of the New
Yogyakarta International Airport underpass is intended to re-function the road by being used
as an alternative route. The underpass is built under the New Yogyakarta International
Airport with a construction equipped with a reservoir and a cave pump to anticipate
inundation or flooding along the track. The New Yogyakarta International Airport underpass
has a length of 1305 meters with 2 types of open and closed underpasses. In this plan, a direct
field survey was carried out with data collection based on rainfall data with a 10-year return
period and underpass layout data. In this plan, the east side closed underpass is 0.300 m³ / s
and an open side is 0.441 m³ / s. The west side closed underpass is 0.301 m³ / s and open
0.435 m3 / s. The planning of closed underpass channels on the east and west sides is
rectangular with dimensions of 0.5x0.4 meters, guard height of 0.3 meters. While the
underpass is open on the east and west sides with dimensions of 0.5x0.6 meters, guard height
of 0.4 meters. In a container with dimensions of 15.6x10x3.5 meters on the east and west
sides. Two pumps with the GRUNFOS brand have a pump capacity of 239 liters / second, a
maximum lift height of 26 meters and a total lift height of 13.75 meters so that the pump
used can meet the needs.
Keywords: Underpass, channel, reservoir, pump
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan baik.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu pada saat penyusunan Laporan Tugas Akhir ini. Para pihak tersebut
adalah :
1. Bapak Purwanto, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Semarang
dan Dosen Wali yang telah membimbing penulis selama berkuliah di Universitas
Semarang.
2. Ibu Ir. Diah Setyati Budiningrum, M.T., selaku Ketua Program Studi S1 Teknik
Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang yang telah memberikan motivasi,
nasehat , dukungan dan arahan.
3. Bapak Ir. Edy Susilo, M.T selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah berjasa
dalam membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan Laporan
Tugas Akhir ini.
4. Bapak Ir. Moch Sediono BIE. ME selaku Dosen Pembimbing Anggota yang juga
berjasa dalam membimbing dan memberi ilmu serta motivasi kepada penulis
selama pengerjaan Laporan Tugas Akhir ini.
5. Seluruh dosen, staf dan karyawan Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Semarang atas jasa-jasanya selama penulis menuntut ilmu.
6. Bapak Eko Sudjianto, ST selaku Project Manager PT. WIKIA yang telah
memberikan ijin penulis untuk menjadikan proyeknya sebagai obyek Tugas Akhir
penulis dan menyalin beberapa dokumen proyek.
7. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun Laporan Tugas Akhir ini
masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca. Saran dan kritik dapat dikirimkan melalui surat
elektronik : rizekimaulana95@gmail.com
Semarang, Februari 2021
iv
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR............................................................................................................ ix
v
2.1.5. Intensitas Hujan ............................................................................................. 15
vi
4.2.2. Analisa Curah Hujan Harian Rencana ........................................................... 29
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Periode Ulang Berdasarkan Tipologi Kota.............................................................. 5
Tabel 2. Nilai Variable Reduksi Gauss ................................................................................. 8
Tabel 3. Nilai Yn dan Sn fungsi jumlah data ........................................................................ 9
Tabel 4. Nilai k Log Person ................................................................................................. 11
Tabel 5. Nilai Chi-Kuadrat .................................................................................................. 13
Tabel 6. Nilai Kritis Do untuk Uji Smirnov Kolmogorov................................................... 14
Tabel 7. Parameter Penentuan Pengolahan Data Hujan ...................................................... 15
Tabel 8. Komponen Variasi Intensitas Hujan (Ci) .............................................................. 16
Tabel 9. Komponen Kondisi Topography (Ct) .................................................................... 17
Tabel 10. Komponen Tampungan Permukaan (Cp) ............................................................ 17
Tabel 11. Komponen Infiltrasi (Cs) ..................................................................................... 17
Tabel 12. Komponen Penutup Lahan (Cc) .......................................................................... 17
Tabel 13. Koefisien Penyebaran Hujan ............................................................................... 18
Tabel 14. Koefisien Kekasaran Saluran .............................................................................. 21
Tabel 15. Data Curah Hujan Harian Maksimum BPP Temon ............................................ 29
Tabel 16. Perhitungan Parameter Statistik .......................................................................... 29
Tabel 17. Syarat parameter statistik .................................................................................... 30
Tabel 18. Perhitungan Statistic Metode Log Person Type III ............................................. 33
Tabel 19. Curah Hujan Periode Ulang Metode Log Person III ........................................... 33
Tabel 20. Perhitungan Statistic Metode Gumbel ................................................................. 35
Tabel 21. Curah Hujan Periode Ulang Gumbel ................................................................... 35
Tabel 22. Perhitungan Uji Chi Kuadrat Metode Log Person Type III ................................ 37
Tabel 23. Perhitungan Uji Chi Kuadrat Metode Gumbel .................................................... 38
Tabel 24. Perhitungan Uji Smirnov Kolmogorov Metode Log Person III .......................... 39
Tabel 25. Perhitungan Uji Smirnov Kolmogorov Metode Gumbel .................................... 40
Tabel 26. Hasil Uji Distribusi .............................................................................................. 41
Tabel 27. Hasil Analisa Curah Hujan Berbagai Kala Ulang ............................................... 41
Tabel 28. Hasil Perhitungan Debit Rencana pada Underpass Tertutup .............................. 42
Tabel 29.Hasil Perhitungan Debit Rencana pada Underpass Tertutup ............................... 44
Tabel 30. Simulasi Operasi Pompa ..................................................................................... 53
Tabel 31. Kerugian Gesek dalam Pipa Hisap ...................................................................... 54
Tabel 32. Kerugian Gesek dalam Pipa Tekan ..................................................................... 55
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
4
5
̅) 2
∑ni=1(Xi − X
S=√
n−1
Dimana :
S = standart deviasi.
Xi = curah hujan harian ke-i (mm).
̅
X = rata-rata curah hujan harian (mm).
n = banyaknya data pengamatan.
3. Koefisien Variasi (Variation Coeficient)
Koefisien variasi adalah nilai perbandingan antara standart deviasi dan nilai
rata-rata, yang mempunyai persamaan (Triatmodjo, 2008) :
S
Cv =
̅
X
Dimana :
Cv = koefisien variasi.
S = standart deviasi.
̅
X = rata-rata curah hujan harian (mm).
4. Koefisien Kemencengan (Skewness Coefficient)
Koefisien kemencengan dapat digunakan untuk mengetahui derajat
ketidaksimetrisan dari suatu bentuk distribusi. Koefisien kemencengan dapat
dihitung dengan menggunakan rumu sebagai berikut (Triatmodjo,2008) :
̅) 3 n
∑(Xi − X
Cs =
(n − 1)(n − 2)S 3
Dimana :
Cs = koefisien kemencengan.
S = standart deviasi.
Xi = curah hujan harian ke-i (mm).
̅
X = rata-rata curah hujan harian (mm).
n = banyaknya data pengamatan.
5. Koefisien Ketajaman (Kurtosis Coefficient)
7
𝑇
𝑌𝑇 = −𝑙𝑛 [𝑙𝑛 ( )]
𝑇−1
c. Menghitung K (dengan periode ulang 2, 5, 10 ) :
YT − YN Untuk YN dapat dilihat
K=
Sn pada tabel 2.2
d. Menghitung hujan rencana periode ulang 2, 5, 10 :
̅ + K. S
XT = X
Tabel 3. Nilai Yn dan Sn fungsi jumlah data
n Yn 𝑆n
8 0.4843 0.9043
9 0.4902 0.9288
10 0.4952 0.9497
11 0.4996 0.9676
12 0.5053 0.9833
13 0.5070 0.9972
14 0.5100 1.0098
15 0.5128 1.0206
Sumber : Triatmojo, 2008.
4. Mengitung besarnya harga deviasi rata-rata dari besaran log tersebut, dengan
persamaan :
∑ni=1(log(Xi − ̅
X)2 )
S=√
n−1
Dimana :
S = standart deviasi
̅
LogX = rata-rata logaritma curah hujan
logXi = logaritma curah hujan
n = banyak data pengamatan
5. Mengitung harga skew coefficient (koefisien asimetri) dari besaran logaritma
di atas dengan persamaan :
n
∑n (log(Xi − ̅
X) 3 )
(n − 1)(n − 2) i=1
CS =
𝑆3
Dimana :
Cs = koefisien kemencengan.
S = standart deviasi.
logXi = logaritma curah hujan ke-i.
̅
LogX = rata-rata logaritma curah hujan.
n = banyaknya data pengamatan.
Berdasarkan harga skew coefficient yang diperoleh dan harga periode ulang
(T) yang ditentukan, selanjutnya dapat dihitung harga dari K dengan
menggunakan tabel dibawah ini :
11
𝐺
2
(𝑂𝑖 − 𝐸𝑖 )2
𝑋 =∑
𝐸𝑖
𝑖=1
Dimana :
x² = Parameter chi-kuadrat terhitung.
G = Jumlah sub kelompok.
Oi = Jumlah nilai data pengamatan pada sub kelompok ke-i.
Ei = Jumlah nilai teoritis pada sub kelompok ke-i.
Proses perhitungan uji Chi-Kuadrat dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Urutkan data dari besar ke kecil (atau sebaliknya),
2. Kelompokkan data menjadi G sub-grup berdasarkan batas-batas yang telah
dibuat :
a. Buat persamaan garis lurus.
b. Tentukan batasan peluang, misal 25%, 20%, dll.
c. Tentukan nilai k berdasarkan nilai variabel reduksi Gauss.
d. Misal untuk Peluang 25% maka k=0,67.
e. Hitung batasan sub-grupnya.
3. Jumlahkan data pengamatan (Oi) tiap sub-grup,
4. Jumlahkan data teoritis (Ei) dari persamaan distribusi yang digunakan,
5. Hitunglah nilai tiap sub-grup,
6. Jumlahkan nilai , yang merupakan nilai chi-kuadrat hitung.
7. Hitung derajat kebebasan dk=G-R-1 (R=2, untuk distribusi normal dan
binomial, dan R=1 untuk Poisson).
Dimana : G = 1+1,33 ln n (n adalah jumlah data).
8. Dengan menggunakan tabel Chi-kuadrat, hitung chi-kuadrat teoritis
berdasarkan derajat kebebasannya.
9. Interpretasikan hasilnya berdasarkan ketentuan hipotesisnya.
∑𝑛 (𝑋𝑖 − 𝑋)2
𝑆 = √ 𝑖=1
𝑛−1
Dimana :
S = standart deviasi.
Xi = data pengamatan ke-i.
X = rata-rata data pengamatan.
n = banyaknya data pengamatan.
3. Menghitung peluang dengan menggunakan Metode Weibull :
m
Pxi = × 100%
n+1
n
Txi = × 100%
m+1
Dimana :
Pxi = peluang terjadinya kumpulan nilai yang diharapkan.
14
Dimana :
t0 = Overland flow time, adalah waktu yang diperlukan oleh air untuk mengalir
diatas permukaan tanah, dari titik terjauh pda suatu daerah pengaliran (catchment
area) sampai ke sistem saluran yang ditinjau.
tf = Channel flow time, adalah waktu yang diperlukan oleh air untuk mengalir di
sepanjang saluran sampai ke titik kontrol dibagian hilir yang ditinjau.
Pada daerah perkotaan umumnya merupakan bagian dari daerah aliran yang lebih
besar dan luas, dimana pada daerah tersebut sudah ada sistem drainase alaminya.
Perencanaan dan pengembangan sistem drainase untuk daerah perkotaan yang baru,
diselaraskan dengan sistem drainase yang sudah ada, agar kondisi aslinya dapat
dipertahankan sejauh mungkin. Debit rencana dapat dihitung dengan metode Rasional
(Rational Formula).
Cara ini digunakan pertama kali oleh Mulvaney pada tahun 1847 di Irlandia.
Persamaan rasional yang dikembangkan sangat sederhana dan memasukkan parameter
DAS sebagai unsur pokok selain sifat-sifat hujan sebagai masukan. Jenis dan sifat
DAS tidak terperinci satu per satu, akan tetapi pengaruh secara keseluruhan
ditampilkan sebagai koefien limpasan.
1
Q= βC̅IA
3,6
Dimana :
Q = Debit rencana (m³/dtk)
β = Koefisien penyebaran hujan
𝐶̅ = Koefisien pengaliran (run-off coeffient)
I = Intensitas hujan (mm/jam)
A = Luas daerah pengaliran (catchment area) (m²)
Keterangan :
b = Lebar saluran (m)
h = Tinggi aliran (m)
m = Miring talud, dinyatakan dalam 1:m . (m = 0, ½, 1, 1½, 2)
T = Lebar puncak
A = Luas basah (m²)
= (b + mh)h
P = Keliling basah (m)
= b + 2h√m2 + 1
b. Penampang Segi Empat
Keterangan :
b = Lebar saluran (m)
h = Tinggi aliran (m)
A = Luas basah (m²)
=b×h
P = Keliling basah (m)
= b + 2h
Vlong storage = Panjang long storage x Lebar long storage x tinggi muka air
2.2.3. Pompa
Kapasitas suatu pompa tergantung dari debit air yang dialirkan dan tinggi dorong
(H). Tinggi dorong adalah suatu nilai yang dihasilkan oleh tekanan pompa dan disebut
juga dengan tinggi angkat. Hal-hal yang mempengaruhi dalam penentuan jenis pompa
yaitu, tinggi hisap, kapasitas pompa, sifat zat cair yang dipompakan, tinggi angkat
(head), pemipaan, penggerak dan ekonomi.
a. Laju aliran air.
Dalam sistem tangki atas, kapasitas pompa ditentutan berdasarkan kebutuhan air
pada jam puncak (Qpu = Qmax).
b. Diameter pipa.
Diameter pipa hisap dan pipa tekan disesuaikan berdasarkan spesifikasi pompa
yang akan digunakan.
c. Tinggi angkat
Tinggi angkat pompa dinyatakan dalam rumus berikut ini :
𝑣2
𝐻 = 𝐻𝑠 + 𝐻𝑑 + 𝐻𝑓𝑠𝑑 +
2𝑔
𝑣2
𝐻 = 𝐻𝑎 + 𝐻𝑓𝑠𝑑 +
2𝑔
Dimana :
H : Tinggi angkat total (m)
Hs : Tinggi hisap (m)
Hd : Tinggi tekan (m.
Ha : Tinggi potensial (m)
Hfsd : Kerugian gesek dalam pipa hisap dan pipa tekan (meter).
24
𝑣2
: Tekanan kecepatan pada lubang
2𝑔
keluar pipa.
BAB III
METODOLOGI
3.1. BAGAN ALIR PERENCANAAN
Secara sistematis, bagan alir perencanaan dapat dilihat dalam gambar3.1 dibawah ini.
MULAI
Persiapan
Studi Pustaka
Pengumpulan Data
a. Data hujan
b. Peta DAS
c. Plan Underpass NYIA
Pengolahan Data
Analisa Hidrologi
a. Analisa Curah Hujan Rata-Rata
b. Analisa Curah Hujan Maksimum
Rencana
c. Debit Banjir Rencana
Analisa Hidrolika
a. Kapasitas Eksisting Penampang
Saluran
b. Kapasitas Bak Penampung
c. Kapasitas Pompa dan Rumah Pompa
Gambar Rencana
SELESAI
25
26
Lokasi Proyek
Underpass
Bandara NYIA
28
29
∑ni=1(Xi − ̅
X)2
S=√
n−1
30
15160.50
𝑆=√ = 41.043
9
Berdasarkan hasil analisa parameter statistik, maka dalam pengerjaan tugas akhir ini
analisa curah hujan maksimum harian rencana menggunakan metode Gumbel dan metode
Log Person Type III kemudian di ambil hasil yang lolos uji kecocokan.
∑ni=1(log(Xi − ̅
X)2 )
S=√
n−1
0.139
𝑆=√ = 0.124
9
Dicari : y
Jawab :
y1 − yo
y = y0 + (x − x0 )
x1 − x0
0.000 − 0.017
y = 0.017 + (−0.053 − (−0.1))
0.0 − (−0.1)
y = 0.017 + (−0.008)
y = 0.009
• Pada periode 5 tahun
Diketahui :
𝑥1 = 0.0 𝑥0 = −0.1 x = −0.053
𝑦1 = 0.842 y0 = 0.736
Dicari : y
Jawab :
y1 − yo
y = y0 + (x − x0 )
x1 − x0
0.842 − 0.736
y = 0.736 + (−0.053 − (−0.1))
0.0 − (−0.1)
y = 0.736 + 0.050
y = 0.786
• Pada periode 10 tahun
𝑥1 = 0.0 𝑥0 = −0.1 x = −0.053
𝑦1 = 1.282 y0 = 1.270
Dicari : y
Jawab :
y1 − yo
y = y0 + (x − x0 )
x1 − x0
1.282 − 1.270
y = 1.270 + (−0.053 − (−0.1))
0.0 − (−0.1)
y = 1.270 + 0.006
33
y = 1.276
g. Menghitung besarnya harga logaritma dari masingmasing data curah hujan untuk
suatu periode ulang tertentu dengan persamaan :
Xt= 𝑋̅+ K.Slog𝑋̅
Tabel 18. Perhitungan Statistic Metode Log Person Type III
CH
TAHUN Log X Log X̅ (LogX - LogX̅) (LogX - LogX̅)² (LogX - LogX̅)³
(mm)
2016 225 2.352 0.208 0.043 0.009
2017 177 2.248 0.104 0.011 0.001
2010 167 2.223 0.079 0.006 0.000
2015 158 2.199 0.055 0.003 0.000
2014 150 2.176 0.032 0.001 0.000
2.144
2012 149 2.173 0.029 0.001 0.000
2009 123 2.090 - 0.054 0.003 - 0.000
2018 105 2.021 - 0.123 0.015 - 0.002
2013 101 2.004 - 0.140 0.020 - 0.003
2011 90 1.954 - 0.190 0.036 - 0.007
Jumlah 1445.00 21.440 - 0.000 0.139 - 0.001
Sumber : Hasil Perhitungan
Tabel 19. Curah Hujan Periode Ulang Metode Log Person III
Periode Ulang CH. Rata- Standart Hujan harian
nilai K Log Xt
(Tahun) Rata (mm) Deviasi maks (mm/jam)
2 0.009 2.146 140.101
5 2.144 0.124 0.786 2.353 225.572
10 1.276 2.484 304.597
Sumber : Hasil Perhitungan
c. Menghitung kuadrat dari selisih curah hujan dengan curah hujan rata-rata
̅ )².
(X − X
d. Menghitung harga standart deviasi data hujan :
34
∑ni=1((X i − ̅
X)2 )
S=√
n−1
15160.50
𝑆=√ = 41.043
9
• Derajat kebebasan : dk = G – R – 1
=5–2–1
=2
α = 0.05 maka X²Cr = 5.991
untuk nilai X²cr dapat dilihat pada Tabel 5
• Pembagian data pengamatan menjadi 5 sub-bagian, dengan interval peluang P =
0.20
Sub grup 1P ≤ 0.2
Sub grup 2P ≤ 0.4
Sub grup 3P ≤ 0.6
Sub grup 4P ≤ 0.8
Sub grup 5P ≤ 1.0
a. Uji chi kuadrat metode log person type III berdasarkan pada persamaan garis lurus :
̅ + k(SLogX
log X = LogX ̅)
logX = 2.690
X = 102.690 = 489.518
Sehingga :
Sub grup 1 X ≤ 83.259
Sub grup 2 83.259 ≤ X ≤ 119.535
Sub grup 3 119.535 ≤ X ≤ 162.405
Sub grup 4 162.405 ≤ X ≤ 489.518
Sub grup 5 489.518 ≤ X
Tabel 22. Perhitungan Uji Chi Kuadrat Metode Log Person Type III
Nilai Batas Sub Jumlah Data
No (OI − EI )2 XH 2
Kelompok Oi Ei
1 X ≤ 83.259 2 2 0 0
2 83.259 ≤ X ≤ 119.535 0 2 4 2
3 119.535 ≤ X ≤ 162.405 1 2 1 0.5
4 162.405 ≤ X ≤ 489.518 3 2 1 0.5
5 489.518 ≤ X 4 2 4 2
Jumlah 10 10 10 5
Sumber : Hasil Perhitungan
Berdasarkan nilai kritis untuk uji Chi Kuadrat pada Tabel 8, maka dengan α = 5%
diperoleh nilai X² = 5.991.
Dari hasil perhitungan dipeoleh nilai : Xh 2 < X² → 5 < 5.991 , sehingga Metode Log
Person Type III dapat diterima.
b. Uji chi kuadrat metode gumbel berdasarkan persamaan garis lurus :
YT −Yn
̅ + k. S → k =
X=X σn
YT diperoleh dari Tabel Reduce Variate pada PUH T tahun, maka perhitungan curah
hujan periode ulang T untuk metode Gumbel adalah :
• Untuk P = 0.2 didapat YT = -0.476 sehingga k = -1.023
X=̅
X + k. S
X = 144.50 + (−1.023 × 41.043) = 102.513
• Untuk P = 0.4 didapat YT = 0.091 sehingga k = -0.426
X=̅
X + k. S
X = 144.50 + (−0.426 × 41.043) = 127.016
38
. Karena Dmaks > Do → 0.670 > 0.41 , maka uji distribusi Log Person Type III tidak
dapat digunakan.
b. Uji Smirnov Kolmogorov Metode Gumbel
Tabel 25. Perhitungan Uji Smirnov Kolmogorov Metode Gumbel
CH
TAHUN X m n PX PX< f(t) P’(X<) P’(X) D
(mm)
2016 225 1 0.091 0.909 1.961 0.975 0.025 - 0.884
2017 177 2 0.182 0.818 0.792 0.785 0.215 - 0.603
2010 167 3 0.273 0.727 0.548 0.705 0.295 - 0.433
2015 158 4 0.364 0.636 0.329 0.626 0.375 - 0.262
2014 150 5 0.455 0.545 0.134 0.552 0.448 - 0.097
144.50 10
2012 149 6 0.545 0.455 0.110 0.544 0.456 0.002
2009 123 7 0.636 0.364 - 0.524 0.302 0.699 0.335
2018 105 8 0.727 0.273 - 0.962 0.169 0.832 0.559
2013 101 9 0.818 0.182 - 1.060 0.145 0.855 0.674
2011 90 10 0.909 0.091 - 1.328 0.093 0.907 0.816
Jumlah 1445 Dmax 0.816
Sumber : Hasil Perhitungan
Contoh perhitungan untuk tabel 22 :
• Perhitungan PLogX dengan m=1
m 1
PLogX = = = 0.091
n + 1 10 + 1
• Perhitungan PLogX< dengan m=1
PLogX< = 1 - PLogX = 1 - 0.091 = 0.909
• Perhitungan f(t) dengan m=1
X−X ̅
f(t) =
S
225 − 144.50
f(t) = = 1.961
41.43
• Perhitungan P’X< dengan m=1
P’X< = 0.975
Didapat dari tabel wilayah luas kurva normal dari nilai f(t)
• Perhitungan P’X dengan m=1
P’X = 1 – P’X< = 1 – 0.975 = 0.025
• Perhitungan D dengan m=1
D = P’X – PX< = 0.025 – 0.909 = -0.884
Dari hasil perhitungan pada tabel 22 diperoleh nilai D maks = 0.816 , yaitu pada
peringkat ke-10 (m=10). Dengan nilai derajat kepercayaan (a) = 5% = 0.05, maka
nilai Do = 0.41 yang didapat dari tabel 5 nilai kritis Do pada Uji Smirnov
41
Kolmogorov . Karena Dmaks > Do → 0.816 > 0.41 , maka uji distribusi Gumbel
tidak dapat digunakan.
• Intensitas hujan
2⁄
R 24 24 3
I= ( )
24 t c
2⁄
304.597 24 3
I= ( ) = 225.378mm/jam
24 0.321
• Koefisien Pengaliran
C = Ci + Ct + Cp + Cs + Cc
C = 0.30 + 0.05 + 0.10 + 0.25 + 0.25
C = 0.95
Ci = 0.30 (intensitas hujan > 75 mm/jam , Tabel 8)
Ct = 0.05 (kondisi topografi landai, Tabel 9)
Cp = 0.10 (daerah pengaliran, sedikit depresi permukaan, Tabel 10)
Cs = 0.25 (infiltrasi kecil tidak ada penutup lahan, Tabel 11)
43
• Intensitas hujan
2⁄
R 24 24 3
I= ( )
24 t c
2⁄
304.597 24 3
I= ( ) = 224.746mm/jam
24 0.322
• Koefisien Pengaliran
C = Ci + Ct + Cp + Cs + Cc
C = 0.30 + 0.05 + 0.10 + 0.25 + 0.25
C = 0.95
Ci = 0.30 (intensitas hujan > 75 mm/jam , Tabel 8)
Ct = 0.05 (kondisi topografi landai, Tabel 9)
Cp = 0.10 (daerah pengaliran, sedikit depresi permukaan, Tabel 10)
Cs = 0.25 (infiltrasi kecil tidak ada penutup lahan, Tabel 11)
Cc = 0.25 (tidak terdapat tanaman yang efektif, Tabel 12)
• Metode Rasional
1
Q= CIA
3.6
44
1
Q= × 0.95 × 224.746 × 0.00508 = 0.301m³/dtk
3.6
• Intensitas hujan
2⁄
R 24 24 3
I= ( )
24 t c
2⁄
304.597 24 3
I= ( ) = 498.34mm/jam
24 0.098
• Koefisien Pengaliran
C = Ci + Ct + Cp + Cs + Cc
C = 0.30 + 0.05 + 0.10 + 0.25 + 0.25
C = 0.95
Ci = 0.30 (intensitas hujan > 75 mm/jam , Tabel 8)
Ct = 0.05 (kondisi topografi landai, Tabel 9)
Cp = 0.10 (daerah pengaliran, sedikit depresi permukaan, Tabel 10)
45
• Intensitas hujan
2⁄
R 24 24 3
I= ( )
24 t c
2⁄
304.597 24 3
I= ( ) = 524.647mm/jam
24 0.090
• Koefisien Pengaliran
C = Ci + Ct + Cp + Cs + Cc
C = 0.30 + 0.05 + 0.10 + 0.25 + 0.25
C = 0.95
Ci = 0.30 (intensitas hujan > 75 mm/jam , Tabel 8)
Ct = 0.05 (kondisi topografi landai, Tabel 9)
Cp = 0.10 (daerah pengaliran, sedikit depresi permukaan, Tabel 10)
Cs = 0.25 (infiltrasi kecil tidak ada penutup lahan, Tabel 11)
Cc = 0.25 (tidak terdapat tanaman yang efektif, Tabel 12)
• Metode Rasional
1
Q= CIA
3.6
46
1
Q = 3.6 × 0.95 × 524.647 × 0.00097 = 0.134m³/dtkANALISA HIDROLIKA
A 0.2
R= = = 0.154m
P 1.3
1 2
V = R3 √I
n
1
= 0.1542/3 √0.01 = 1.562m/dtk
0.013
Qf = V × A = 1.562 × 0.2 = 0.312m³/dtk
Kontrol : Qf > Qr = 0.312 m³/dtk > 0.300 m³/dtk (memenuhi).
Berdasarkan hasil dari trial and error, maka dapat direncanakan saluran pada
underpass tertutup dengan dimensi :
Lebar penampang (b) = 0.5 m
Tinggi muka air (h) = 0.4 m
Tinggi jagaan (w) = √0.5ℎ = 0.3 m
Kemiringan dasar saluran = 0.01
Kontrol Qf > Qr
A = b × h = 0.5 × 0.4 = 0.2m2
P = 2h + b = 2 × 0.4 + 0.5 = 1.3m
A 0.2
R= = = 0.154m
P 1.3
1 2
V = R3 √I
n
1
= 0.1542/3 √0.01 = 1.562m/dtk
0.013
Qf = V × A = 1.562 × 0.2 = 0.312m³/dtk
Kontrol : Qf > Qr = 0.312 m³/dtk > 0.301 m³/dtk (memenuhi).
A h2
R= = = 0.333h
P 3h
Q =V×A
1 2
0.441 = R3 √I × h2
n
1
0.441 = (0.333h)2/3 √0.01 × h2
0.013
0.441 × 0.013
= h8/3
0.48√0.01
0.451 = h
Berdasarkan hasil dari trial and error, maka dapat direncanakan saluran pada
underpass terbuka dengan dimensi :
Lebar penampang (b) = 0.5 m
Tinggi muka air (h) = 0.6 m
Tinggi jagaan (w) = √0.5ℎ = 0.4 m
Kemiringan dasar saluran = 0.01
Kontrol Qf > Qr
A = b × h = 0.5 × 0.6 = 0.3m2
P = 2h + b = 2 × 0.6 + 0.5 = 1.7m
A 0.3
R= = = 0.176m
P 1.7
1 2
V = R3 √I
n
1
= 0.1762/3 √0.01 = 1.711m/dtk
0.013
Qf = V × A = 1.711 × 0.3 = 0.513m³/dtk
Kontrol : Qf > Qr = 0.513 m³/dtk > 0.441 m³/dtk (memenuhi).
b. Sisi Barat
Data perencanaan : (asumsi saluran berbentuk segi empat)
Debit rencana (Qr) = 0.435 m³/dtk
Angka kekasaran (n) = 0.013
Kemiringan dasar saluran (i) = 0.01
Misal : b = h , maka
A = b × h = h × h = h2
P = 2h + b = 2h + h = 3h
A h2
R= = = 0.333h
P 3h
Q =V×A
1 2
0.435 = R3 √I × h2
n
1
0.435 = (0.333h)2/3 √0.01 × h2
0.013
0.435 × 0.013
= h8/3
0.48√0.01
0.448 = h
Berdasarkan hasil dari trial and error, maka dapat direncanakan saluran pada
underpass tertutup dengan dimensi :
Lebar penampang (b) = 0.5 m
Tinggi muka air (h) = 0.6 m
Tinggi jagaan (w) = √0.5ℎ = 0.4 m
Kemiringan dasar saluran = 0.01
Kontrol Qf > Qr
A = b × h = 0.5 × 0.6 = 0.3m2
P = 2h + b = 2 × 0.6 + 0.5 = 1.7m
A 0.3
R= = = 0.176m
P 1.7
1 2
V = R3 √I
n
1
= 0.1762/3 √0.01 = 1.711m/dtk
0.013
Qf = V × A = 1.711 × 0.3 = 0.513m³/dtk
Kontrol : Qf > Qr = 0.513 m³/dtk > 0.435 m³/dtk (memenuhi).
51
Data perencanaan :
Debit masuk = 0.435 m3/dtk = 435.29 liter/dtk
Debit keluar = kapasitas pompa = 26.117 m3/menit = 26,117 liter/menit
Asumsi daya tampung = 20 menit
Volume tampungan yang diperlukan = 522.348 m3
Berdasarkan hasil dari trial and error, maka dapat direncanakan bak penampung
dengan dimensi :
Lebar penampang (b) = 15.6 m
Panjang penampung (l) = 10 m
Tinggi muka air (h) = 3.5 m
V𝑓 = b × h × l = 15.6 × 10 × 3.5 = 546m³
Kontrol : Vf > Vr = 546 m³ > 522.348 m³ (memenuhi).
Tinggi bak menampung untuk menampung air selama 20 menit adalah 3.50 m,
namun perlu ditambah tinggi jagaan dari dasar saluran drainase yang masuk ke bak
penampung.
3.50
15.60
4.00
3.50
3.00
Tinggi Muka Air (m)
Debit (m3/dtk)
2.50
Tinggi Muka Air (m)
2.00
Kap. Pompa (m3/dtk)
1.50
Debit (m3/dtk)
1.00
0.50
0.00
0 25 50 75 100 125 150 175 200 225
Waktu (menit)
5.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa (analisa hidrologi dan hidrolika) maupun hasil survey dapat
diambil kesimpulan bahwa :
a. Debit rencana pada underpass tertutup sisi timur sebesar 0.300 m3/dtk sedangkan
pada underpass terbuka sisi timur sebesar 0.441 m3/dtk.
b. Debit rencana pada underpass tertutup sisi barat sebesar 0.301 m3/dtk sedangkan
pada underpass terbuka sisi barat sebesar 0.435 m3/dtk.
c. Perencanaan saluran pada underpass tertutup sisi timur maupun barat berbentuk segi
empat dengan dimensi 0.5 x 0.4 meter dengan tinggi jagaan 0.3 meter.
d. Perencanaan saluran pada underpass terbuka sisi timur maupun barat berbentuk segi
empat dengan dimensi 0.5 x 0.6 meter dengan tinggi jagaan 0.4 meter.
e. Pada bak penampung direncanakan berbentuk segi empat dengan dimensi 15.6 x 10
x 3.5 meter pada masing-masing sisi timur dan barat.
f. Pompa yang digunakan sebanyak 2 buah dengan merk GRUNFOS, memiliki
kapasitas pompa 239 liter/detik dengan tinggi angkat maksimum 26 meter.
g. Tinggi angkat total pada hasil perhitungan sebesar 13.75 meter, sehingga pompa
yang digunakan dapat memenuhi kebutuhan.
5.2. SARAN
Berdasarkan pada kesimpulan yang telah diuraikan, penulis memberikan saran
bahwa :
a. Untuk pemeliharaan pompa pada underpass New Yogyakarta International Airport,
apabila terjadi kerusakan dan harus dilakukan penggantian, maka pompa dapat
diganti menggunakan pompa S2.100.200.260.4.58L.C.266.G.EX.D.511.
b. Dalam pemilihan pompa, harus memperhitungkan Debit air yang dibutuhkan,
perencanaan sitem pemipaan, kerugian yang terjadi pada setiap komponen, sehingga
dapat mengetahui head total pompa yang dibutuhkan.
c. Dengan hasil laporan tugas akhir ini, diharapkan bisa menjadikan referensi untuk
mendesign pompa air untuk bangunan underpass.
56
DAFTAR PUSTAKA
Anggrahini. 1996. Hidrolika Saluran Terbuka. Surabaya : CV Citra Media.
Asdak, Chay. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai Edisi Revisi Kelima.
Yogyakarta : Gajah Mada University Press Yogyakarta.
ASTM A53 Grade A and B Standard Pipe Schedule 40.
Chow, Ven Te. (Terjemahan). 1992. Hidrologi Saluran Terbuka (Open Channel Hydraulics). Jakarta
: Erlangga.
Hertanto, Teguh Puji Ir. 2013. Sistem Pemipaan. Jakarta: Universitas Mercubuana Fakultas Teknik.
Masduki. 1999. Drainase Perkotaan. Bandung : Institut Teknologi Bandung.
Sirawan, Yudi. 2008. Sistem Pemipaan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
SNI 03-7065-2005 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
Soemarto, CD. 1999. Hidrologi Teknik. Jakarta : Erlangga.
Soewarno. 1995. Hidrologi Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data Jilid I. Bandung : Nova
Suripin. 2003. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Yogyakarta : Andi.
Triatmodjo, Bambang. 2008. Hidrologi Terapan. Yogyakarta : Beta Offset.
57
1