0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan5 halaman

Lompat Jauh

Makalah ini membahas lompat jauh sebagai cabang olahraga atletik yang memerlukan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan teknik. Terdapat penjelasan mengenai sejarah, teknik dasar, fase-fase, kesalahan umum, dan manfaat dari lompat jauh. Dengan pemahaman yang baik tentang teknik dan fase, atlet dapat meningkatkan performa dan kesehatan melalui olahraga ini.

Diunggah oleh

fakeemailnumber700
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan5 halaman

Lompat Jauh

Makalah ini membahas lompat jauh sebagai cabang olahraga atletik yang memerlukan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan teknik. Terdapat penjelasan mengenai sejarah, teknik dasar, fase-fase, kesalahan umum, dan manfaat dari lompat jauh. Dengan pemahaman yang baik tentang teknik dan fase, atlet dapat meningkatkan performa dan kesehatan melalui olahraga ini.

Diunggah oleh

fakeemailnumber700
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah: Lompat Jauh

1. Pendahuluan
Lompat jauh adalah salah satu nomor olahraga atletik yang menuntut kemampuan atlet
dalam mencapai jarak terjauh dengan melakukan lompatan setelah awalan lari dan tolakan.
Seperti banyak cabang atletik lainnya, lompat jauh tidak hanya menekankan pada kekuatan
fisik, tetapi juga pada ketepatan teknik dan pengaturan ritme pergerakan. Lompat jauh
seringkali diperlombakan pada berbagai ajang olahraga dunia seperti Olimpiade, Kejuaraan
Dunia Atletik, dan event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pada dasarnya, lompat jauh memerlukan kombinasi kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan
ketepatan dalam menjalankan setiap fase. Makalah ini akan membahas secara mendalam
sejarah, teknik-teknik lompat jauh, fase-fase yang harus diperhatikan dalam lompatan,
kesalahan umum yang terjadi dalam lompat jauh, serta manfaat yang diperoleh dari olahraga
ini.

2. Sejarah Lompat Jauh


Lompat jauh pertama kali tercatat sebagai bagian dari Olimpiade Kuno yang
diselenggarakan di Yunani pada abad ke-7 SM. Pada masa itu, lompat jauh menjadi salah satu
dari lima disiplin olahraga dalam kompetisi pentathlon, yang meliputi lempar cakram, lempar
lembing, gulat, lari, dan lompat jauh. Atlet yang mengikuti perlombaan ini menggunakan
halteres, yaitu beban kecil yang dipegang di tangan saat melompat untuk membantu
memperpanjang jarak lompatan. Seiring perkembangan zaman, halteres tidak lagi digunakan,
dan olahraga lompat jauh terus disempurnakan menjadi seperti yang kita kenal saat ini.
Pada Olimpiade modern, lompat jauh pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade
Athena 1896 untuk pria, sedangkan kategori wanita baru mulai diperlombakan di Olimpiade
1948 di London. Seiring dengan berjalannya waktu, rekor-rekor dunia dalam lompat jauh
terus diperbarui. Bob Beamon mencatatkan salah satu lompatan terpanjang dalam sejarah pada
Olimpiade 1968 di Mexico City, dengan lompatan sejauh 8,90 meter, yang kemudian
dipecahkan oleh Mike Powell pada Kejuaraan Dunia Atletik 1991 di Tokyo dengan lompatan
sejauh 8,95 meter, rekor yang masih bertahan hingga kini.

3. Teknik Dasar Lompat Jauh


Teknik dalam lompat jauh sangat penting untuk mencapai hasil optimal. Teknik yang
baik akan mengurangi risiko cedera serta memungkinkan seorang atlet untuk memaksimalkan
jarak lompatan. Berikut adalah teknik dasar yang harus diperhatikan:
3.1. Awalan (Approach Run)
Awalan adalah fase pertama dalam lompat jauh yang bertujuan untuk membangun
kecepatan maksimal sebelum melakukan tolakan. Atlet biasanya mengambil jarak awalan
sejauh 30 hingga 45 meter tergantung pada kebutuhannya. Pada fase ini, kecepatan yang
dihasilkan sangat berpengaruh pada jarak lompatan. Teknik lari awalan yang baik adalah
dengan langkah yang stabil dan terukur, di mana atlet harus memperhitungkan kapan langkah
terakhir akan jatuh tepat di papan tolakan. Konsistensi dalam langkah ini sangat penting agar
tidak terjadi kesalahan dalam fase tolakan.
3.2. Tolakan (Take-Off)
Tolakan adalah fase di mana atlet melompat dari papan tolakan setelah lari awalan.
Pada fase ini, kekuatan otot kaki sangat berperan. Atlet harus melakukan tolakan dengan
menggunakan satu kaki, biasanya kaki terkuat, untuk memaksimalkan lompatan. Kunci dari
tolakan yang baik adalah sudut tolakan yang ideal, yaitu sekitar 20 derajat. Sudut tolakan yang
terlalu rendah akan menghasilkan lompatan yang pendek, sementara sudut yang terlalu tinggi
akan membuat atlet kehilangan momentum ke depan.
3.3. Melayang di Udara (Flight)
Selama berada di udara, atlet harus menjaga keseimbangan tubuh dan memposisikan
diri dengan benar untuk mempersiapkan pendaratan. Ada beberapa teknik melayang yang
sering digunakan dalam lompat jauh, antara lain:
 Teknik Jongkok (Squat Style): Atlet melipat kaki ke arah depan tubuh saat melayang.
Teknik ini banyak digunakan oleh pemula karena lebih sederhana.
 Teknik Menggantung (Hang Style): Atlet membiarkan tubuhnya menggantung selama
berada di udara dengan kaki sedikit ditarik ke belakang untuk menjaga kestabilan tubuh.
 Teknik Berjalan di Udara (Hitch-Kick): Teknik ini adalah yang paling sulit dan umum
digunakan oleh atlet profesional. Atlet akan melakukan gerakan seperti berlari saat berada
di udara untuk menjaga keseimbangan dan mendapatkan jarak pendaratan yang lebih
optimal.
3.4. Pendaratan (Landing)
Pendaratan adalah fase terakhir dalam lompat jauh yang menentukan hasil akhir
lompatan. Atlet harus berusaha mendarat dengan kedua kaki sejauh mungkin dari papan
tolakan. Pendaratan yang baik dilakukan dengan posisi kaki sedikit ditekuk untuk mengurangi
dampak dari lompatan dan menjaga agar tubuh tidak jatuh ke belakang, yang dapat
mengurangi jarak lompatan. Setelah pendaratan, atlet juga harus menjaga keseimbangan agar
tidak terjatuh ke belakang yang dapat memengaruhi pengukuran lompatan.

4. Fase-fase Lompat Jauh


Untuk mencapai hasil yang maksimal, lompat jauh harus dilakukan dengan mengikuti
empat fase utama secara bertahap dan tepat. Setiap fase ini saling berkaitan dan
mempengaruhi hasil akhir lompatan.
4.1. Awalan
Fase ini dimulai dengan lari awalan yang bertujuan untuk membangun kecepatan.
Semakin tinggi kecepatan awalan, semakin besar gaya yang dapat diterapkan saat melakukan
tolakan. Namun, yang paling penting adalah konsistensi langkah sebelum melakukan tolakan,
sehingga atlet dapat memposisikan kaki tolakan tepat pada papan tolakan.
4.2. Tolakan
Tolakan adalah fase di mana seluruh energi lari awalan diubah menjadi lompatan.
Kunci utama dalam fase ini adalah kecepatan yang dikombinasikan dengan sudut tolakan yang
tepat. Keberhasilan tolakan sangat tergantung pada kekuatan otot kaki dan teknik atlet dalam
memanfaatkan momentum yang diperoleh dari awalan.
4.3. Melayang
Selama berada di udara, atlet harus menjaga keseimbangan dan memposisikan tubuh
dengan benar. Keseimbangan adalah hal terpenting pada fase ini untuk memastikan
pendaratan yang optimal. Teknik melayang di udara, seperti teknik hitch-kick, sering
digunakan oleh atlet profesional untuk membantu mempertahankan kestabilan tubuh.
4.4. Pendaratan
Fase ini adalah bagian terakhir dari lompat jauh. Pendaratan yang baik akan
memastikan bahwa atlet mencapai jarak maksimal tanpa kehilangan keseimbangan. Atlet
harus berusaha agar bagian tubuh lain tidak menyentuh area pendaratan lebih awal karena ini
dapat memengaruhi hasil pengukuran lompatan.

5. Kesalahan Umum dalam Lompat Jauh


Dalam praktiknya, banyak kesalahan yang dapat terjadi dalam lompat jauh, terutama
bagi atlet pemula. Beberapa kesalahan umum meliputi:
 Salah Langkah pada Papan Tolakan: Atlet gagal memperhitungkan langkah dengan
tepat sehingga melakukan tolakan di luar papan tolakan, yang dianggap sebagai lompatan
tidak sah (foul).
 Sudut Tolakan yang Salah: Sudut tolakan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat
memengaruhi jarak lompatan.
 Kehilangan Keseimbangan saat Melayang: Atlet tidak menjaga keseimbangan tubuh
saat melayang, sehingga pendaratan tidak optimal.
 Jatuh saat Pendaratan: Jatuh ke belakang setelah mendarat akan mengurangi jarak
lompatan yang diukur.

6. Manfaat Lompat Jauh


Selain menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan, lompat jauh juga memiliki
berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain:
6.1. Meningkatkan Kekuatan Otot
Lompat jauh melibatkan berbagai otot tubuh, terutama otot kaki, perut, dan punggung.
Latihan rutin dapat meningkatkan kekuatan otot secara signifikan, terutama pada bagian kaki
yang digunakan untuk tolakan.
6.2. Melatih Kecepatan dan Kelincahan
Dengan melakukan lari awalan yang cepat dan tolakan yang tepat, atlet akan
mengembangkan kecepatan dan kelincahan tubuh. Ini tidak hanya bermanfaat dalam lompat
jauh, tetapi juga dalam berbagai aktivitas olahraga lainnya.
6.3. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi
Lompat jauh membutuhkan keseimbangan yang baik selama fase melayang dan
pendaratan. Latihan lompat jauh secara rutin dapat meningkatkan kemampuan keseimbangan
dan koordinasi tubuh.
6.4. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular
Latihan lompat jauh melibatkan aktivitas fisik yang cukup intens, terutama pada fase
lari awalan. Ini dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan kesehatan jantung.

7. Penutup
Lompat jauh adalah olahraga yang menuntut kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan
teknik yang baik. Dengan menguasai teknik dasar serta memahami fase-fase penting dalam
lompat jauh, seorang atlet dapat meningkatkan performanya dan meraih hasil yang maksimal.
Selain itu, manfaat dari lompat jauh tidak hanya terbatas pada prestasi olahraga
Daftar Pustaka
1. Mahendra, Agus. Teknik Dasar Lompat Jauh. Jakarta: Gramedia, 2020.
2. Suharjana. Atletik: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Press, 2018.
3. Galloway, Jeff. The Art of Running. London: Shelter Publications, 2005.
4. Bompa, Tudor O. Periodization Training for Sports. Champaign, IL: Human Kinetics,
2015.
5. Miller, David. Track & Field for Coaches and Athletes. New York: Routledge, 2013.
6. Schmidt, Richard A. Motor Learning and Performance: From Principles to
Application. Champaign, IL: Human Kinetics, 2020.
7. Chu, Donald, and Gregory Myer. Jumping Into Plyometrics. Champaign, IL: Human
Kinetics, 2013.
8. Payne, V. Gregory, dan Isaacs, Larry D. Human Motor Development: A Lifespan
Approach. New York: McGraw-Hill, 2016.
9. Arnold, Peter J. The Philosophy of Physical Education and Sport. London: Routledge,
1997.
10. World Athletics. "Long Jump Rules and Regulations." World Athletics, diakses pada
10 September 2024.

Anda mungkin juga menyukai