KLL Ringan
Golongan KLL KLL Sedang
KLL Berat
Klasifikasi Rear-Angle (Ra)
Rear-End (Re)
Jenis KLL Sideswipe (Ss)
memberikan pendidikan keselamatan berlalu
lintas pada anak Head-On (Ho)
LENSY K S 1102020191
Orang tua perlu membiasakan anak untuk
Backing
memperhatikan keselamatan di jalan raya
Peran Keluarga dalam
Pencegahan KLL Faktor Manusia usia, lelah, ngantuk, mabuk.
sebagai model yang harus dicontoh oleh
anaknya
Faktor Kendaraan rem blong, ban bocor, dll
pengetahuan tentang keselamatan lalu lintas Faktor Risiko
yang dibentuk sejak dini Faktor Jalanan lubang, berkelok kelok, jalan halus,.
Faktor Lingkungan kabut, hujan, jalan licin
kecelakaan ganda Meninggal Dunia
cara mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja Dampak Luka Berat
:
Luka Ringan
1. Meminta surat keterangan kecelakaan dari
Unit Lakalantas Polres setempat atau instansi
serupa yang memiliki wewenang (misalnya P : Penolong mengamankan sendiri lebih
PT. KAI untuk kereta api dan Syah Bandar dahulu sebelum bertindak
untuk kapal laut). A : Amankan korban dari gangguan di
Jasa Raharja tempat kejadian sehingga bebas dari bahaya
2. Membuat surat keterangan kesehatan atau T : Tandai tempat kejadian sehingga orang
kematian dari rumah sakit. lain tahu bahwa di tempat itu ada kecelakaan
U : Usahakan menghubungi ambulans,
3. Membawa identitas pribadi korban (asli dokter, rumah sakit atau yang berwajib polisi
dan fotokopi) seperti : atau keamanan setempat
Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) T : Tindakan pertolongan terhadap korban
a. Kartu Keluarga (KK) dalam urutan paling tepat.
b. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
c. Surat Nikah
SKENARIO 3 Pertolongan Pertama Tindakan pertolongan yang dapat dilakukan
antara lain:
1. Periksa diri sendiri terlebih dahulu
2. Periksa orang lain apakah ada cedera
4. Mengunjungi kantor Jasa Raharja dan
3. Perhatikan tanda-tanda pernapasan
mengisi formulir, di antaranya :
4. Panggil bantuan
a. Formulir pengajuan santunan.
Pembiayaan KLL 5. Periksa apakah ada penghalang di
mulut dan tenggorokan orang tersebut
6. Lakukan teknik penyelamatan nyawa
b. Formulir keterangan singkat kecelakaan.
7. Cara untuk membantunya dalam situasi
gawat
c. Formulir kesehatan korban.
8. Mengatasi luka terbuka
9. Selalu curigai adanya cedera tulang
d. Keterangan ahli waris jika korban
belakang
meninggal dunia.
10. Jaga agar korban tetap hangat
11. Hindari memberi makan korban
5. Menyerahkan formulir serta melampirkan
dokumen pendukung kepada petugas
penyediaan dan pengembangan tempat
istirahat
- BPJS Kesehatan : kasus kecelakaan tunggal.
- BPJS Ketenagakerjaan : kecelakaan lalu pemeliharaan jalan dan prasarananya
BPJS
lintas yang terjadi saat perjalanan ke kantor
atau sedang dalam perjalanan tugas Aspek Rekayasa pemasangan mark
pemasangan warning light (lampu flip flop)
Klaim pelayanan kesehatan karena
kecelakaan lalu lintas dapat diajukan kepada pembatasan kecepatan
BPJS Kesehatan khusus untuk kecelakaan
tunggal yang tidak masuk kategori Pelayanan Kesehatan KLL himbauan
kecelakaan kerja dan korban tercatat sebagai
peserta JKN-KIS aktif. Pencegahan Aspek Pendidikan pelatihan
mengerti rambu lalu lintas
sosialisasi peraturan yang ada dan
Goesman, V. K., Rahardjo, B., & diberlakukan dengan ketat
Pranoto, P. (2021). Analisis Kecelakaan Lalu
lintas studi Kasus Jalan Raya pantura Tuban-
Aspek Hukum Pembatasan usia pemberian SIM
WIDANG km 0,00-km 29,00. BANGUNAN,
26(1), 45.
https://doi.org/10.17977/um071v26i12021p4 Pembatasan lama waktu mengemudi
5-62
Khairul Fahmi. (2021). Faktor Penyebab
Kecelakaan Lalu lintas Dan Perilaku
Berkendara Pada siswa sekolah Menengah
Atas di Pasir Pengaraian riau. Jurnal Ilmiah
Cano Ekonomos, 10(1), 1–10.
https://doi.org/10.30606/cano.v10i1.1084
Lestari, U. S., Yasruddin, & Rabiatul
Adawiyah. (2022). Analisis Kecelakaan Lalu
lintas Dan Penanganan Daerah Rawan
Kecelakaan Jalan Ahmad Yani (ruas
km 37 – km 82) Kabupaten Banjar.
Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 6(2), 102–117.
https://doi.org/10.31961/gradasi.v6i2.1420
Siregar, R. D., Mubarak, R., & Zulyadi,
R. (2019). Peranan Kepolisian Dalam
Penerapan restorative justice Terhadap
Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polsek
deli tua (studi Kasus Polsek Delitua).
JUNCTO: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(2), 150–157.
https://doi.org/10.31289/juncto.v1i2.197