0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan3 halaman

Definisi Kecelakaan

1. Kecelakaan lalu lintas didefinisikan sebagai peristiwa tidak terduga yang melibatkan kendaraan dan/atau pejalan kaki yang mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan harta benda. Kecelakaan dapat menyebabkan korban meninggal, luka berat, atau luka ringan. 2. Faktor penyebab kecelakaan meliputi faktor manusia, kendaraan, lingkungan jalan, dan cuaca. Contoh fak

Diunggah oleh

Zuhdy Street Teamm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan3 halaman

Definisi Kecelakaan

1. Kecelakaan lalu lintas didefinisikan sebagai peristiwa tidak terduga yang melibatkan kendaraan dan/atau pejalan kaki yang mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan harta benda. Kecelakaan dapat menyebabkan korban meninggal, luka berat, atau luka ringan. 2. Faktor penyebab kecelakaan meliputi faktor manusia, kendaraan, lingkungan jalan, dan cuaca. Contoh fak

Diunggah oleh

Zuhdy Street Teamm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Definisi kecelakaan
Definisi kecelakaan lalu lintas berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam pasal 93
Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993 ayat1adalah:
Suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan
dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta
benda
Korban kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disebutkan dalam
Pasal 93 ayat (2), antara lain;
a. Korban mati
b. Korban luka berat
c. Korban luka ringan
Korban mati (Fatality), sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah korban yang pasti
mati sebagai akibat kecelakaan lalu lintas dalam jangka waktu paling lama 30 hari setelah
kecelakaan tersebut. (ayat 3)
Korban luka berat (Serious Injury), sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah korban
yang karena luka-lukanya menderita cacat tetap atau harus dirawat dalam jangka waktu 30 hari
sejak terjadi kecelakaan. (ayat 4).
Korban luka ringan (Light Injury), sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
adalah korban yang tidak masuk dalam pengertian diatas, (ayat 3) dan (ayat 4).
Kecelakaan merupakan tindakan tidak direncanakan dan tidak terkendali, ketika aksi dan
reaksi objek, bahan, atau radiasi menyebabkan cedera atau kemungkinan cedera (Heinrich,
1980). Menurut D.A. Colling (1990) yang dikutip oleh Bhaswata (2009) kecelakaan dapat
diartikan sebagai tiap kejadian yang tidak direncanakan dan terkontrol yang dapat disebabkan
oleh manusia, situasi, faktor lingkungan, ataupun kombinasi-kombinasi dari hal-hal tersebut
yang mengganggu proses kerja dan dapat menimbulkan cedera ataupun tidak, kesakitan,
kematian, kerusakaan property ataupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

2. Faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas

Secara umum faktor-faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas dibagi menjadi tiga;
Faktor manusia (Human User), Faktor kendaraan (vehicle), dan Faktor lingkungan jalan
(Road Evironmental). Kecelakaan umumnya terjadi bukan hanya dari satu faktor saja,
meainkan terjadi akibat interaksi beberapa faktor. Hal- hal yang termasuk dalam faktor-faktor
tersebut adalah:
a. Faktor Manusia: Lelah, Mabuk, Sakit, Kemampuan mengemudi yang kurang, pejalan
kaki yang tidak berhati-hati, dll
b. Faktor Kendaraan: Lampu, rem, mesin, ban, dll.
c. Faktor Lingkungan: desain jalan (median, gradien, alinyemen, jenis permukaan, dsb),
kontrol lalu lintas (marka, rambu, lampu lalu lintas), dll.
d. Faktor cuaca: Hujan, kabut, asap, salju, dll.
Pada dasarnya faktor-faktor diatas saling berkaitan satu sama lain atau saling menunjang bagi
kecelakaan. Namun dengan diketahuinya fakto-faktor penyebab utama kecelakaan lalu lintas
kita dapat menentukan langkah-langkah untuk menekan terjadinya kecelakaan.
3. Klasifikasi Kecelakaan lalu lintas
Kadiyali didalam Karmawan (1990) membagi kecelakaan menjadi :
a. Berdasarkan korban kecelakaan :
1. Kecelakaan luka fatal yaitu kecelakaan yang mengakibatkan seseorang atau lebih
meninggal dunia.
2. Kecelakaan luka berat yaitu kecelakaan yang mengakibatkan seseorang mengalami luka
3.

berat.
Kecelakaan luka ringan yaitu kecelakaan yang mengakibatkan seseorang mengalami

luka ringan.
b. Berdasarkan posisi kecelakaan :
1. Tabrakan secara menyudut (Angle), terjadi antara kendaraan yang berjalan pada arah
yang berbeda tetapi juga bukan pada arah yang berlawanan.
2. Menabrak bagian belakang (Rear End), kendaraan yang menabrak bagian belakang
kendaraan lain yang berjalan pada arah yang sama.
3. Menabrak bagian samping/menyerempet (Side Swipe), kendaraan menabrak kendaraan
lain dari bagian samping sambil berjalan pada arah yang sama ataupun berlawanan.
4. Menabrak bagian depan (Head On), tabrakan antara kendaraan yang berjalan pada arah
yang berlawanan.

5. Menabrak secara mundur (Backing), kendaraan menabrak kendaraan lain pada waktu
kendaraan tersebut mundur.
c. Berdasarkan cara terjadinya kecelakaan :
1. Hilang kendali/selip (Running off road).
2. Tabrakan di jalan (Collision On Road).
Dengan pejalan kaki.
Dengan kendaraan lain yang sedang berjalan
Dengan kendaraan yang sedang berhenti.
Dengan kereta, binatang, dll.

4. Dampak kecelakaan lalu lintas


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993 tentang Prasarana Jalan Raya dan
Lalu Lintas, dampak kecelakaan lalu lintas dapat diklasifikasi berdasarkan kondisi korban
menjadi tiga, yaitu:
a. Meninggal dunia adalah korban kecelakaan yang dipastikan meninggal dunia sebagai
akibat kecelakaan lalu lintas dalam jangka waktu paling lama 30 hari setelah kecelakaan
tersebut.
b. Luka berat adalah korban kecelakaan yang karena luka-lukanya menderita cacat tetap
atau harus dirawat inap di rumah sakit dalam jangka waktu lebih dari 30 hari sejak terjadi
kecelakaan. Suatu kejadian digolongkan sebagai cacat tetap jika sesuatu anggota badan
hilang atau tidak dapat digunakan sama sekali dan tidak dapat sembuh atau pulih untuk
selama-lamanya.
c. Luka ringan adalah korban kecelakaan yang mengalami luka-luka yang tidak
memerlukan rawat inap atau harus dirawat inap di rumah sakit dari 30 hari.

Anda mungkin juga menyukai