0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

Materi presentasi-MPK

Dokumen ini menjelaskan tentang variabel kontrol, moderator, dan intervening dalam penelitian. Variabel kontrol memastikan hubungan antara variabel bebas dan terikat tidak dipengaruhi faktor lain, variabel moderator memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut, dan variabel intervening menjelaskan proses pengaruh antara keduanya. Contoh-contoh diberikan untuk menggambarkan bagaimana masing-masing variabel berfungsi dalam konteks penelitian.

Diunggah oleh

Nur Raudatul Jannah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

Materi presentasi-MPK

Dokumen ini menjelaskan tentang variabel kontrol, moderator, dan intervening dalam penelitian. Variabel kontrol memastikan hubungan antara variabel bebas dan terikat tidak dipengaruhi faktor lain, variabel moderator memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut, dan variabel intervening menjelaskan proses pengaruh antara keduanya. Contoh-contoh diberikan untuk menggambarkan bagaimana masing-masing variabel berfungsi dalam konteks penelitian.

Diunggah oleh

Nur Raudatul Jannah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SLIDE 6

Variabel kontrol adalah variabel yang dapat memengaruhi hubungan antara


variabel bebas dan variabel terikat. Agar analisis lebih akurat, pengaruh variabel
ini perlu dikontrol atau dinetralisir.
Adapun tujuan dari penggunaan variabel kontrol:
1. Membantu memastikan bahwa hubungan antara variabel bebas dan
variabel terikat benar-benar sesuai dengan yang diteliti, tanpa dipengaruhi
oleh faktor lain yang tidak diinginkan.
2. Mencegah hasil penelitian menjadi bias. Jika ada faktor lain yang tidak
dikendalikan, hasil penelitian bisa menjadi tidak akurat atau menyesatkan.
Variabel kontrol membantu menghindari hal tersebut
3. Meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian. Dengan
mengendalikan variabel yang bisa mengganggu, penelitian menjadi lebih
valid. Ini berarti kesimpulan yang diambil lebih dapat dipercaya dan bisa
dijadikan dasar untuk penelitian atau keputusan selanjutnya.

Contoh Variabel Kontrol


Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara
motivasi dan prestasi belajar. Namun, ada faktor lain yang juga dapat
memengaruhi prestasi, seperti tingkat IQ siswa. Jika kita tidak mengontrol IQ, kita
mungkin salah menyimpulkan bahwa hanya motivasi yang berpengaruh pada
prestasi. Oleh karena itu, IQ harus dikontrol dalam penelitian ini, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hubungan antara motivasi dan prestasi memang murni, tanpa
dipengaruhi IQ.
Maksud dari contoh tersebut adalah bahwa dalam suatu penelitian, kita ingin
mengetahui apakah motivasi benar-benar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Namun, ada faktor lain yang juga bisa memengaruhi prestasi, seperti tingkat IQ
siswa.
Jika kita tidak mengontrol IQ, bisa saja siswa yang memiliki motivasi tinggi juga
kebetulan memiliki IQ yang tinggi, sehingga prestasi belajarnya lebih baik. Dalam
kasus ini, kita mungkin keliru menyimpulkan bahwa motivasi adalah satu-satunya
faktor yang menentukan prestasi belajar, padahal bisa jadi IQ juga berperan besar.
Dengan mengontrol IQ (misalnya, hanya meneliti siswa dengan tingkat IQ yang
sama atau menggunakan analisis statistik yang menghilangkan pengaruh IQ), kita
bisa memastikan bahwa hubungan antara motivasi dan prestasi memang benar-
benar karena motivasi, bukan karena perbedaan IQ. Hal ini membuat kesimpulan
penelitian menjadi lebih valid dan akurat.
SLIDE 7
Variabel moderator adalah variabel yang memodifikasi atau memperkuat
hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel ini tidak memiliki
pengaruh utama terhadap variabel terikat, tetapi dapat mempengaruhi seberapa
kuat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Tujuan dari variabel moderator adalah untuk melihat bagaimana variabel tertentu
dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara variabel bebas dan variabel
terikat. Dengan kata lain, variabel moderator membantu memahami apakah
hubungan antara dua variabel berubah dalam kondisi tertentu.

Contoh Variabel Moderator (Dari Slide)


Misalnya, penelitian ingin mengetahui hubungan antara motivasi dan prestasi
belajar. Dalam hal ini, jenis kelamin dapat menjadi variabel moderator. Artinya,
motivasi mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap prestasi pada salah
satu jenis kelamin dibandingkan yang lain. Dengan kata lain, jenis kelamin
mempengaruhi seberapa kuat hubungan antara motivasi dan prestasi, tetapi bukan
faktor utama yang menentukan prestasi.
Maksud dari contoh ini adalah bahwa dalam penelitian yang meneliti hubungan
antara motivasi dan prestasi belajar, jenis kelamin dapat menjadi faktor yang
memengaruhi seberapa kuat hubungan tersebut.
Tanpa adanya variabel moderator, kita mungkin menganggap bahwa motivasi
selalu memiliki dampak yang sama terhadap prestasi belajar untuk semua siswa.
Namun, ketika jenis kelamin digunakan sebagai variabel moderator, kita melihat
apakah hubungan ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.
 Jika jenis kelamin berperan sebagai moderator, maka pengaruh motivasi
terhadap prestasi belajar mungkin lebih kuat pada salah satu jenis kelamin.
 Misalnya, mungkin bagi siswa perempuan, motivasi lebih berperan
dalam meningkatkan prestasi dibandingkan dengan siswa laki-laki.
 Sebaliknya, bisa jadi siswa laki-laki tetap bisa berprestasi tinggi
meskipun motivasinya rendah, karena ada faktor lain seperti
persaingan atau dorongan eksternal yang lebih dominan.
SLIDE 8
Variabel intervening (atau variabel perantara) adalah variabel yang muncul di
antara variabel bebas dan variabel terikat, berfungsi sebagai mediator yang
memperjelas bagaimana atau mengapa variabel bebas mempengaruhi variabel
terikat.
Tujuan dari variabel intervening:
1. Menjelaskan proses hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
 Variabel intervening membantu memahami mekanisme atau jalur
pengaruh dari variabel bebas ke variabel terikat. Contoh: Dalam
penelitian tentang pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi
belajar, kepuasan belajar bisa menjadi variabel intervening. Metode
pembelajaran yang baik meningkatkan kepuasan belajar, dan
kepuasan belajar yang tinggi kemudian meningkatkan prestasi
siswa.
2. Mengungkap hubungan tidak langsung
 Kadang-kadang, pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel
terikat tidak terjadi secara langsung, tetapi melalui variabel lain.
Variabel intervening membantu menunjukkan hubungan ini.
Contoh: Latihan soal (variabel bebas) → meningkatkan
pemahaman konsep (variabel intervening) → meningkatkan hasil
ujian (variabel terikat).
“Jadi, latihan soal tidak langsung meningkatkan nilai ujian. Latihan
soal pertama-tama meningkatkan pemahaman konsep, dan barulah
pemahaman konsep ini yang akhirnya berkontribusi pada nilai
ujian yang lebih baik.” Nah, “Inilah yang disebut sebagai variabel
intervening—yaitu faktor yang menjadi perantara dalam hubungan
antara dua variabel.”
3. Meningkatkan keakuratan penelitian
 Dengan mempertimbangkan variabel intervening, penelitian
menjadi lebih mendalam dan tidak hanya melihat hubungan
langsung, tetapi juga jalur penyebab yang lebih kompleks. Contoh:
Dalam studi tentang pengaruh teknologi pembelajaran terhadap
hasil belajar, variabel kemampuan berpikir kritis bisa menjadi
variabel intervening yang menjelaskan bagaimana teknologi
membantu meningkatkan pemahaman siswa.
Contoh Variabel Intervening
Dalam gambar tersebut, hanya ada satu tanda panah utama, yaitu dari X (Motivasi
Belajar) ke Y (Hasil Belajar). Selain itu, terdapat simbol Z (Aktivitas Belajar)
yang ditempatkan di tengah dengan garis putus-putus yang mengarah ke garis
utama antara X dan Y.
1. Tanda panah dari X (Motivasi Belajar) ke Y (Hasil Belajar)
Panah ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil
belajar. Artinya, semakin tinggi motivasi seseorang, semakin besar
kemungkinan mereka memperoleh hasil belajar yang baik.
2. Garis putus-putus dari Z (Aktivitas Belajar) ke garis utama antara X dan Y
Garis ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar berperan sebagai variabel
intervening atau perantara dalam hubungan antara motivasi dan hasil
belajar.
Maksudnya, meskipun motivasi dapat mempengaruhi hasil belajar, namun
hubungan ini bisa lebih kuat atau lebih jelas jika siswa juga melakukan
aktivitas belajar.
Aktivitas belajar bukanlah faktor yang berdiri sendiri, tetapi
mempengaruhi seberapa besar dampak motivasi terhadap hasil belajar.

Kesimpulannya, tanda panah dalam gambar menunjukkan bahwa motivasi


belajar memang memiliki pengaruh terhadap hasil belajar, tetapi efeknya
bisa lebih kuat jika ada aktivitas belajar yang berperan di tengah sebagai
faktor pendukung.

Anda mungkin juga menyukai