Anda di halaman 1dari 25

Bawang Merah Allium cepa var. aggregatum L.

Nama umum Indonesia: Bawang merah, bawang beureum, brambang Inggris: Shallots, golden shallots Melayu: Bawang merah Vietnam: Hanh cu, hanh ta Thailand: Horm daeng, horm dang Pilipina: Sibuyas Cina: Huo cong Jepang: Esharetto

Bawang Merah Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Liliidae Ordo: Liliales Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan) Genus: Allium Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.

http://www.plantamor.com/index.php?plant=56

Angga Nofrian Putra

mahasiswa yang pengen tau lebih tentang dunia

Bawang Merah
REP | 06 June 2011 | 16:15 309 0 Nihil Bawang merah memiliki karakteristik senyawa kimia, yaitu senyawa kimia yang dapat merangsang keluarnya air mata jika bawang merah tersebut disayat pada bagian kulitnya dan senyawa kimia yang mengeluarkan bau yang khas.Berdasarkan hasil penelitian, senyawa minyak atsiri kultivar bawang merah terdiri dari 10 golongan yaitu monosulfida, disulfida, trisulfida, tiopen, sulfon, tiosulfinat, tiol/merkaptan, furan, asam sulfur, dan hidrokarbon(Wahyu et al., 2005). Tabel 3.kandungan dan komposisi gizi dalam 100 gram bawang merah : Komposisi Kalori (Ka) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) Serat (gr) Abu (gr) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat besi (mg) Natrium (mg) Kalium (mg) Niacin (mg) Bawang merah biasa a b 39.11 67.00 1.90 0.30 0.30 15.40 0.70 1.50 0.60 36.00 0.30 45.00 0.80 020 12.00 334.00 0.30 5.00 0.04 0.02 36.00 2.00 40.00 0.80

Vitamin A (Si) Vitamin B1 (mg) Vitamin B2 (mg) Vitamin C (mg) Air (gr)

0.00 0.03 2.00 88.00 Keterangan : (a) direktorat gizi, departemen kesehatan RI (1981) (b) food and nutrition research center, hand book no.1 manila (1964)dalam Prihatiningsih (2008)

Gambar 3. Bawang Merah (Google images, 2011) Adapun klasifikasi Bawang Merah menurut Ritonga dan Wulansari (2011) antara lain : Kingdom : Plantae Subkingdom :Trachebionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Lilidae Ordo : Liliales Famili : Liliaceae Genus : Allium Spesies : Allium cepajaraggregatumL.
http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2011/06/06/bawang-merah/

http://www.scribd.com/doc/31918978/LAPORAN-PRAKTIKUM-Flora-Normal-Tubuh-Manusia

http://www.scribd.com/doc/46492065/PRAKTIKUM-2-Flora-Normal

Senin, 01 Maret 2010

Flora Normal
Flora Normal Sebenarnya mikroorganisme yang terdapat pada tubuh manusia tak dapat digolongkan dengan tegas, apakah itu sebuah komensal atau suatu spesies yang pathogen bagi manusia tersebut. Flora dalam tubuh manusia dapat menetap atau transient. Mikroba normal yang menetap tersebut dapat dikatakan tidak menyebabkan penyakit dan mungkin menguntungkan bila ia berada dilokasi yang semestinya dan tanpa adanya keadaan yang abnormal. Mereka dapat menyebabkan penyakit bila karena keadaan tertentu berada di tempat yang tak semestinya atau bila ada factor predisposisi.

Flora normal mulut dan traktus respiratorius Pada hidung terdapat flora normal utama yaitu dari Corinebacteria, stafilococcus (S. epidermidids, S. aureus) dan streptococcus. Saat lahir, selaput lendir(mukosa) pada mulut dan faring akan terkontaminasi oleh flora. Kemudian setelah 4 12 jam setelah lahir flora seperti Streptococcus viridians menjadi flora tetap yang utama sepanjang hidup. Ketika gigi mulai tumbuh, akan muncul spirochaeta anaerob, spesies prevotella (terutama P.

melaninogenica), spesies fusobakterium, spesies rothia dan spesies capnocytophaga muncul secara bersamaan dengan vibrio anaerob dan lactobasili. Spesies Actinomyces secara normal terdapat pada jaringan tonsil dan pada gingival orang dewasa, begitu pula dengan beberapa protozoa. Begitu pula dengan ragi (spesies Candida) terdapat pada mulut. Faring dan Trakhea

Pada daerah ini juga terdapat flora normal yang sama. Organism normal pada saluran nafas bagian atas, teruatama pada faring adalah streptococcus nonhemoliticus dan alfa hemoliticus serta Neisseria.

Flora normal Traktus Digestivus Saat lahir, kondisi usus steril namun organism akan segera masuk bersamaan dengan makanan yang dimakan oleh bayi. Saat menyusui, usus akan mengandung flora seperti Strptocokokki asam laktat dan lactobacilli dalam jumlah besar. Organisme aerob dan anaerob, gram positif, non motil ini menghasilkan asam dari karbohidrat dan tahan pada pH 5,0. Pada orang dewasa, esophagus terdiri atas mikroorganisme yang masuk bersama dengan saliva dan makanan. pH asam lambung yang di hasilkan akan melindungi terhadap infeksi bakteri pathogen usus seperti cholera. Pada duodenum terdapat 105 108 bakteri/gram. Pada usus halus bagian atas, lactobacillus dan enterococcus mendominasi dan pada usus halus bagian bawah yang mendominasi adalah flora tinja. Pada kolon sigmoid dan dan rectum, terdapat sekitar 1011bakteri/gram isi kolon.

Flora Normal Pada Vagina Saat lahir, lactobacil aerob muncul dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam. Apabila pH ini menjadi netral akan terdapat flora campuran yaitu coccus dan bacil. Saat Pubertas, lactobacil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah yang besar dan akan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat khususnya glikogen. Keuntungan pembentukan asam ini yaitu untuk mencegah bakteri yang bersifat pathogen dalam vagina. Setelah Monopause, lactobacil akan berkurang jumlahnnya dan flora campuran coccus dan bacil akan muncul kembali.

Flora normal Kulit, Hidung, Telinga Bakteri yang tersering ditemukan di kulit adalah Staphilococcus epidermidis, Micrococcus, Streptococcus alpha, dan nonhemolyticus. Staphylococcus aureus hanya menetap di hidung dan mungkin di peritenium. Kolonisasi yang transient oleh staphylococcus aureus dan bakteri lain dapat terjadi di semua bagian kulit. Hal itu terjadi karena kontak dengan dunia luar. Flora liang

telinga luar biasanya gambaran flora kulit. Dapat di jumpai streptococcus pneumonia, batang gram negative termasuk Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus dan kadand kadang Mycobacteria saprofit. Telinga bagian dalam dan tengah biasanya steril.
http://catatankuliah-heri.blogspot.com/2010/03/flora-normal.html

Leo Fernando
http://www.scribd.com/doc/39991111/Flora-Normal-Vagina

ppt http://www.scribd.com/doc/35333440/Flora-Normal-Vagina

Lara Laura Murad

Bakteri Normal Di Vagina


Pentingnya flora normal di Vagina, dan kenapa gak disaranlan sering sering pake obat antiseptik untuk vagina..... Lactobacillus Genus Laktobasilus merupakan kuman yang mampu memproduksi sejumlah asam laktat dari karbohidrat sederhana, dengan demikian menciptakan suasana asam yang mampu mematikan kuman lain yang tidak berspora. Secara morfologik, kuman ini berbentuk batang positif Gram, dan tidak bergerak. Pada isolasi primer bersifat mikroaerofilik, atau anaerob (tumbuh baik pada keadaan sedikit sekali oksigen atau tanpa oksigen). Bakteri ini pada dasarnya bersifat non patogen (tidak berbahaya). Kuman ini penting dalam industri fermentasi, terutama susu (inget iklan yakult? / Susu anak anak?). Beberapa jenis kuman ini merupakan penghuni normal di usus, terutama pada bayi atau mereka yang banyak mengkonsumsi gula, misalnya laktosa. Pada vagina bayi yang baru lahir bisa ditemukan Laktobasil anaerob yang akan menetap di vagina selama beberapa minggu, selama vaginanya masih bereaksi asam. Jika pH netral, dimana keadaan ini akan menetap sampai pubertas, maka akan terjadi flora campuran dengan kuman kokus. Nah, pas puber,

Laktobasil akan muncul lagi dalam jumlah besar dan akan berperan dalam mempertahankan asam atas dasar kemampuannya memproduksi asam dari karbohidrat, terutama glikogen. Suasana asam ini penting untuk menekan pertumbuhan kuman lainnya (jarang banget ada kuman tahan sama asam dengan pH rendah, kecuali kuman jenis mycobacterium (tuberculosis / leprae)). Nah kalo pake obat obatan anti mikroba (contohnya sering banget pake ntiseptik untuk vagina), maka setelah itu, kuman kuman lain akan meningkat jumlahnya (suasana gak asam lagi)dan menimbulkan gangguan atau peradangan.Dalam masa menopause, jumlah laktobasil akan berkurang kembali, sedang flora campuran akan muncul dan berkembang. Mukosa atau lendir serviks mengandung lisozim dengan kasiat anti bakteri. Pada beberapa wanita, di mulut vaginanya ada sejumlah flora yang sama dengan perineum. Hal inilah yang menjadi faktor membuat wanita ini mudah mendapatkan infeksi traktus urinaria (radang saluran kencing) berulang. Pada dasarnya Bakteri ini dibagi menjadi 2 atas dasar produk peragian gula gulanya: 1. homo fermentatif Merubah peragian gula menjadi asam laktat. 2. hetero fermentatif merupakan kelompok penghasil produk peragian lainnya, antara lain: karbondioksida, etanol dan asam asetat. http://www.indomp3z.us/showthread.php/53829-Bakteri-Normal-Di-Vagina 12-09-2007 05:31 PM

1 2 0 0 2

OK, pertama-tama kita mulai dengan anatomi kewanitaan dulu yakkk Vagina merupakan organ genitalia feminine yang bisa dianalogikan seperti sebuah tabung berlap is otot yang membujur keatas dan condong ke belakang, panjangnya kirakira 9 cm, sejak dari vestibulum hingga rahim. Vagina juga dikelilingi oleh pleksus venosus yang letaknya diantara tunika fibrosa dan tu nika muskularis. Pleksus ini dikelilingi oleh serabut otot polos, bila terjadi kontraksi (misalnya nihhh saat bersenggama) maka akan mengakibatkan pleksus terjepit sehingga terjadi bendungan pleksus. Bendungan inilah yang menyebabkan dinding vagina mjd bertambah tebal sehingga dapat menjepit alat kelamin lakilaki saat koitus dan penyemprotan sperma pun menjadi maksimal. Vagina merupakan bagian tubuh yang sangat istimewa, sel ain memiliki daya regang yang luar biasa saat melahirkan, vagina tu ternyata juga mampu membersihkan dirinya se ndiri. Sel-sel yang menyusun vagina tersusun berlapis,seluruhnya ada 30 lapis sel. Pada usia masa subur lapisa n sel teratas secara teratur mengalami deskuamasi dan diganti dengan lapisan sel yang baru. Glikogen dari epi tel sel yang terkikis selanjutnya diolah oleh Lactobacillus acidophyllus (merupakan flora normal vagina) men jadi asam laktat. Asam laktat yang ia hasilkan tadi bermanfaat untuk membunuh kumankuman lain yang tersesat ke vagina. Basil tersebut juga menghasilkan hydrogen peroksida yang dapat menghambat pertumbuhan kum an anaerob. Tmen2 masih inget khan kalo kuman anaerob itu engga punya enzim katalase untuk me mecah hydrogen peroksida,jadi senyawa tsb menjadi agen toksik baginya. Jadiiii sebenarnya penggunaan produk pembersih kewanitaan tu engga perlu lagi ya.khan ki ta dah punya cleaning service pribadi..lagipula pemakaian pembersih kewanitaan tu justru dapat menimbulk an dermatitis

kontak pada vulva dan jaringan vagina, selain itu juga menyamarkan gejala yang timbul pada penyakit menular sex, awas ati2 loh ... Nah prolognya cukup sgitu aja, sekarang kita lanjut ke discharge vagina. Discharge Vagina Merupakan cairan yang berasal dari vagina, sifatnya bisa fisiologis maupun karena penye bab lain. Discharge vagina yang normal berwarna keputihan, encer, tidak berbau, tidak lengket, tidak dis ertai gatal dan nyeri. Normalnya per hari tu dihasilkan satu sendok teh discharge dari vagina (kalo dari sumber yang kudapat di internet katanya sebanding dengan 4 ml (lho katanya 1 Cth=5 ml, piye tho iki???)leits jangan pada binun dulu, meski ibu2 dosen dari farmasi mengatakan kalo 1 Cth itu volumenya 5 ml, tapi kurang lebi h ya segitulah ..) Discharge vagina antara lain berasal dari : 1. Transudat epitel vagina. Di dalam vagina tidak ada kelenjar, jadi discharge dihasilkan salah satunya dari transudat cairan intrasel vagina. 2. Kelenjar cervix uteri. Kelenjar ini merupakan pemasok terbesar discharge vagina, produksiny a merupakan respon thd estrogen. 3. Sel epitel yang deskuamasi. Adanya stimulasi dari estrogen akan menyebabkan epitel b erproliferasi dan mendorong terjadinya deskuamasi epitel,epitel yang terdeskuamasi ini akan menambah deb ris pada discharge vagina. 4. Sekresi kelenjar parauretralis 5. Sekresi kelenjar bartholini. Sekresi oleh kelenjar ini terjadi ketika ada rangsang seksual ,cairan ini membasahi tempat masuk vagina sehingga mempermudah koitus. Sekresi discharge masing2 orang sangat bervariasi banyaknya, hal ini bergantung pada siklus me nstruasi, masa ovulasi, sexual activity dan birth control. Discharge juga bisa diproduksi berlebihan pada kondisi fisiologis, misalnya : 1. Sebelum ovulasi, pd masa ini dihasilkan mucus yang banyaknya 30x lipat dari sesudah ovula si. 2. Menjelang dan sesudah haid 3. Rangsang seksual 4. Kehamilan 5. Penggunaan pil. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral (pil) biasanya mengalami keputihan dan

peningkatan cairan vagina. Bahkan sering dijumpai Monilia pd wanita pengguna pil kontrasepsi.

Pada kondisi di atas kadar estrogen maupun progesterone meningkat, sehingga merangsan g peningkatan sekresi discharge. Bila keseimbangan pH vagina terganggu,maka pertumbuhan kuman patogen ja di tidak dapat ditekan,akibatnya vagina menjadi seperti kebun binatang mikro yang penghuninya antara l ain Haemophylus vaginalis, Gardnerella vaginalis, Ureaplasma urealyticum, Mobiluncus sp, M hominis, dan C albicans. Faktor yang mempengaruhi keseimbangan mikroorganisma dalam vagina meliputi : penggunaan a ntibiotik, sexual intercourse, penyakit sex menular, perubahan level estrogen selama kehamilan, menyusui ,dan m enopause. Pada anakanak, epitel vaginanya masih tipis otomatis kandungan glikogennyapun masih sangat minim dan tingkat keasaman vaginapun masih rendah sehingga vagina mudah terkena infeksi. Pa da wanita yang menopause pun demikian, karena perubahan status hormonal maka epitel vagina menjadi t ipis, kandungan glikogen dan keasaman berkurang sehingga mudah terjadi infeksi. Infeksi pada vagina di sebut vaginitis atau kolpitis, sedangkan pada wanita menopause disebut vulvovaginitis atrofikans. Vaginitis ditandai dengan bengkak dan kemerahan pada vagina, hal ini disebabkan oleh : 1. Stress mental 2. Higieni yang buruk 3. Produk irritant seperti jelly atau foam yang mengandung spermisida 4. Kondom atau diafragma ( merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk seperti cungkup karet yang dilapisi logam di sekelilingnya, dipasang pd leher rahim) 5. Produk pembersih kewanitaan 6. Pakaian dalam yang sukar menyerap keringat Sekarang kita balik lagi ke pembahasan yang tadi Perubahan keseimbangan flora normal dlm vagina ditandai dengan peningkatan jumlah bakteri p atogen hingga 100 sampai 1000 kali lipat dibanding keadaan biasa, akibatnya terjadi penekanan Lactobacillus acidophyllus. Gejala klinis yang paling mencolok pd keadaan ini adalah timbulnya dischar ge yang sangat berlebih (fluor albus). Fluor albus itu adalah discharge yang keputihputihan, tapi sering disebut sbg keputihan

walo warnanya ga mesti putih, dan inilah yang sering menimbulkan keluhan. Penyebab fluor albus antara lain : 1. Keadan fisiologis, misalnya karena kehamilan, rangsang seksual,dll 2. Adanya benda asing yaitu AKDR : alat kontrasepsi dalam rahim

(hayooo engga bole mikir yang macem2 dulu..) 3. Infeksi bakteri, biasanya disertai rasa sakit 4. Infeksi oleh N. gonorrhoea 5. Infeksi virus (HSV2, human papilloma virus) 6. Infeksi jamur, biasanya disertai rasa gatal 7. Infeksi T. vaginalis, biasanya berbau busuk 8. Infeksi cacing 9. Infeksi kuman lain( amoeba, chlamydia, mycoplasma hominis)

3 Penyabab lainnya yaitu cancer, vaginitis emfisema, vaginitis deskuamativ,chron disease, di vertikulitis,fistula vagina sekunder. Infeksi Vagina oleh Bakteri Bacterial vaginosis ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen gardnerell a yang berinteraksi dengan bakteri anaerob yang memproduksi amina,sehingga discharge yang dihasilka n memiliki bau amis yang tajam. Istilah vaginitis non spesifik ini dulu dipake untuk infeksi oleh H.vaginalis. Pad a preparat apus vagina akan terlihat jelas adanya clue cells (awas jangan kliru ma clear cell-nya PA loh ya..) , yaitu epitel skuamous yang tertutup oleh kelompokan bakteri sehingga organella maupun membran sitoplas mik sel menjadi sukar diliat. Pada keadaan ini biasanya vagina menjadi alkalis, pHnya lebih dari 4,5, lendir biasa nya homogen, kental, spt susu, baunya pedas menyengat karena produksi amina tadi. Pengobatannya biasanya dengan metronidazole atau timidazole. Penyakit infeksi pada vagina 1. Infeksi oleh N. gonorrhoea Vulvovaginitis gonorrhoe Tanda : Pada pria umumnya timbul rasa sakit dan panas saat mixi (ihhhjadi inget nama adekku) Inflamasi di muara uretra, kelenjar parauretralis, kelenjar bartholini Fluor albus yang putih kekuningan, kental, lengket karena bercampur dengan darah Gejala pada wanita sering asimtomatis Sering menyebabkan abses bartholini Pada keadan lanjut dapat menyebabkan infertilitas karena adanya perlekatan organ spt salpingiti s, dapat pula terjadi endometritis. Diagnosis N. gonorrhoea dapat ditegakkan dengan pengecatan gram. Pada preparat mikroskopik akan tampak

adanya kuman diplokokus gram negatif yang terletak intra dan ekstra sel. Pengobatanya : dengan memberikan injeksi ceftriaxone bersamasama dengan probenecid, yang menambah keefektifannya. 2. Infeksi Virus HSV-2 HSV2 ditularkan lewat hubungan kelamin, bahkan virus herpes yang mengenai bibir (HSV1) juga bias menginfeksi alat kelamin lewat oral seks. Tanda klinisnya yaitu : Rasa panas yang hebat pada labia, kemudian diikuti gatal2 dan munculnya bisul kecil di daerah vulva yang cepat menyebar. Nyeri yang hebat, sering dengan retensi urin Sering ditumpangi oleh koken, sehingga menimbulkan discharge yang bernanah Infeksi ini biasanya mereda dalam 7 hari,tetapi pasien selanjutnya dpt menjadi pembawa dan me ngalami rekurensi. Ingat loh virus ini dapat menduduki ganglion paravertebrale, jika virus sudah sampai disana, penyakit menjadi susah diobati karena obat tidakdapat masuk kesana. Pengobatan Acyclovir dengan dosis 400 mg 2 kali sehari, bila ada infeksi bakteri lain diberikan antibiotika, d an bila ada nyeri diberi analgetika. 3. Kandidiasis Kandidiasis atau moniliasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh C. albicans yang jug a merupakan flora normal vagina. Infeksinya paling sering mengenai vulva dan menimbulkan gatal gatal. Selain trikomoniasis, bacterial vaginitis/vaginitis non spesifik, kandidiasis juga merupakan penyeb ab keputihan yang terbanyak.

4 Gejala klinisnya : Radang vulva,dengan warna kemerahan yang mencolok Gatal (ini merupakan gejala utama), sehingga terjadi ekskoriasi (lecet di kulit akibat garukan ) Getah vagina biasanya encer (pHnya masih dlm batas normal) Bila terjadi infeksi sekunder, ekskoriasi menjadi makin parah dan luka menjadi bernanah Panas saat kencing Discharge karena infeksi candida saja biasanya bukan berbau tidak sedap,tapi setelah ada infeksi sekunder maka baunya menjadi buuuuusukkk! Diagnosis Diagnosis pasti ditegakkan dengan adanya penampakan miselium C. albicans di bawah mikrosko p. Discharge dioleskan diatas gelas, kmd ditetesi KOH 10 20%. Oiya Candida albican ini tumbuh cepat pada lingkungan yang mengandung gula, maka nya kandidiasis ini umum dijumpai pd wanita penderita diabetes. Pengobatan Diberikan salep atau krim anti jamur (bisanya imidazole), atao preparat oral seperti ketoconazole . 4. Trikomoniasis Infeksi ini merupakan penyebab keputihan terbanyak setelah kandidiasis, disebabkan oleh Trikhomonas vaginalis. Pada wanita organisma berbulu getar ini hidup dalam saluran vagina dan tidak men imbulkan gejala pada umumnya, sedangkan pada pria biasanya hidup pada saluran kencing di penis. Gejala : Lekore/ keputihan yang menetap,banyak, berbuih, kehijauan dan berbau busuk. pH vagina biasanya alkalis (>5) peradangan dan gatal pada vagina dan vulva, labia minora mengalami nyeri tekan dan edema. Ada eritema pada vagina dengan bintik ptechiae, atau gambarab bintik strawberry (strawberry sp ots). Pengobatan

Metronidazole 250 500 mg selama 7 10 hari, , timidazole , diberikan kepada penderita maupun pasanganna. Orang yang minum metronidazole maupun timidazole sebaiknya menghindari minum alcoh ol Karena dapat menyebabkan antabuse. Kontraindikasinya adalah diskrasia darah, kehamilan. 5. Benda asing (corpus alienum/ foreign bodies) Peradangan vulva dan vagina pada anak anak biasanya suka memasukkan sesuatu ato benda ke dalam vagina Pada orang dewasa, corpus alienum ini dapat disebabkan oleh IUD, tampon, maupun kon dom yang tertinnggal dalam vagina. Diagnosisnya ya gampang aja. Yaitu dengan vaginoskopi, dan solusinya adalah dengan meng ambil benda asing tadi, kalo ada infeksi yang menyertai ya tinggal diberikan terapi antibiotik. ( dari HSC 2001) DD-nya antara lain sifilis, trauma, HSV, sindrom inguinale, Ca vagina. 6. Vulvovaginitis atroficans Tadi sudah dikemukakan bahwa wanita prepubertas dan wanita menopause memiliki lapisan epi tel vagina yang tipis karena level estrogen yang rendah sehingga tidak mampu menstimulasi pertum buhan epitel vagina secara optimal. Akibatnya vagina mudah terkena infeksi karena pHnya lebih alkalis. Vulvovagini tis yang terjadi pada wanita menopause ini biasanya disertai dengan gejala : Vagina yang kering, rasa terbakar pada vagina Gatal Nyeri pada saat koitus (disparenia)

Pengobatan vulvovaginitis atrofikans tentunya ya dengan memberikan kombinasi estrogen dan progesterone yang sifatnya alamiah untuk mencegah terjadinya penurunan estrogen (=HRT ato Hormon e Replacement Therapy). Preparat estrogen alamiah meliputi piperazine oestrone (Harmogen, ogen), micronized est radiol ( Estace), oestradiol valerate ( Progynova), dan oestriol ( Ovestrin). Estrogen alamiah ini di yakini lebih aman karena resiko perdarahannya lebih kecil. Preparat obat yang dipakai dpt dalam bentuk krem, preparat oral, maupun supositoria. Kombinasi estrogen dan progesterone yang digunakan : Climen : kombinasi 2 mg estradiol valerat dan I mg cyprosterone acetate Dilena : kombinasi 2 mg estradiol valerat dan 10 mg medroxyprogesteron acetate. 7. Infestasi Cacing Infestasi cacing ini biasanya terjadi pada anak2 (yah.wajarlah anak anak kan ndak paham banget soal kebersihan lingkungan dan dirinya, nek main sukanya ndheprok di tanah..) Infeksi biasanya disebabkan oleh cacing kremi yang bermigrasi ke vagina. Gejalanya adalah gatel2 di daerah perineum. 8. Vulvovaginitis karena Penyebab Lain E. hystolitica (sumbernya dari anus) Mycoplasma hominis. Dia merupakan flora normal di vagina dan cervix, tetapi bila konsentrasin ya berlebih bahkan sangat dominan dapat menyebabkan abortus dan partus premature. Corynebacterium vaginale. Pengobatannya dengan ampisilin, amoksisilin, eritromisin, klin damicin, dan metronidazole., dosis yang lazim adalh 500 mg t.i.d selama 5 7 hari. Hal dan hil yang harus diperhatikan selama pengobatan penyakit infeksi pd vagina : Pakailah celdam yang longgar, ndak mefetmefet, bila perlu selagi tidur tidak usah pake celdam (lhooooo?????) Pembalut luar harus sering2 diganti

Selama pengobatan disarankan tidak boleh melakukan hubungan sex Kalo suami yang sakir, istri juga di cek dan diobati, demikian jjuga sebaliknya Vulva dijaga kering selama pengobatan Jangan sering sering melakukan pembilasan dengan vaginal douching Kalo ada rasa gatal diberikan salep antihistamin maupun kortikosteroid. Kalo ada rasa nyeri diberikan analgetika golongan asam mefenamat misalnya.

alhamdulillah..akhirnya finish juga . kalo ada men tmen yang mu komplen silahkan hu bungi aqu aja yak(10276). isi HSC ini dikonsep dari kuliah bapak dosen yang nggguanthenk dan berwibawa plus dari HSC 2001 plus artikel dari internet dan dari buku-nya Llewellyn punyaku ku plus dari buku mikro. Maaph loh ya kalo ada yang engga biqin dhonk, mbingungi, engga menarik karena em ang ga diedit, pokoknya di anggep dhonk aja deh smuana Buah tomat buah kedondong Ingat dong!!! (e e e, bukan aq loh ya yang diinget,maksutku tu isi HSC ini gituw loch)

2008-08-19

Infeksi Jamur di Vagina

Pakai istilah keren untuk judul ini : VVC (=Vulvo-Vaginal Candidiasis). Tetapi sebelumnya ada baiknya juga disimak dulu beberapa gambaran keadaan vagina yang normal. Cairan (sekret) vagina normal berasal dari berbagai sumber kelenjar yang ada : kelenjar keringat, kelenjar Bartholini dan Skene ; transudat dinding vagina ; eksfoliasi sel vagina & serviks ; lendir (mukus) serviks ; cairan endometrium ; mikroorganisme dan produknya. Flora vagina normal bersifat aerob terdiri dari 6 spesies yang berbeda, umumnya lactobacillus yang menghasilkan Hidrogen Peroksida untuk membunuh kuman yang patologis. Sekret vagina normal bersifat encer, warna putih, lokasi di fornix posteroir. Diperkirakan 75% wanita pernah sekali seumur hidupnya menderita VVC, 45 % malah pernah 2 kali. Penyebab VVC adalah candida albicans (85-90%), selebihnya candida alba dan candida tropicalis. Faktor predisposisi (yang mempermudah) untuk terkena infeksi ini adalah : pemakian antibiotika (lama), kehamilan dan diabetes. Gejala utama yang ditimbulkannya adalah rasa gatal plus keputihan. Keputihan bersifat kental dan homogen. Daerah sekitar vagina biasanya lecet akibat garukan, nyeri berhubungan seks (dyspareunia), vulva terasa terbakar dan pipis terasa nyeri (splash dysuria). Pemeriksaan mikoroskop terhadap cairan vagina ditemukan adanya jamur dan atau hifa. Pengobatannya tidak sulit, dapat diberikan anti jamur golongan flucunaz0le (merk dagangnya diflucan, cryptal dll) sekali saja (single day single dose) 150 mg. Untuk mencegah kekambuhan diulangi tiap bulan selama 2 bulan berturt-turut. Seangkan bagian luar (daerah vulva dapat dioleskan obat topikal anti jamur dengan isi yang sama. http://www.drdidispog.com/2008/08/infeksi-jamur-di-vagina.html

http://dc97.4shared.com/doc/S6_osf9t/preview.html