0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan2 halaman

Geometri Euclid Anggie

Dokumen ini membahas transformasi T yang didefinisikan oleh T(P) = (x, -y) dan mengevaluasi apakah transformasi tersebut merupakan isometri. Dengan membandingkan jarak antara titik awal dan bayangan, ditemukan bahwa jarak tetap sama, sehingga transformasi T adalah isometri. Penyelesaian menunjukkan bahwa A'B' = AB, yang memenuhi syarat isometri.

Diunggah oleh

Anggie Novitha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan2 halaman

Geometri Euclid Anggie

Dokumen ini membahas transformasi T yang didefinisikan oleh T(P) = (x, -y) dan mengevaluasi apakah transformasi tersebut merupakan isometri. Dengan membandingkan jarak antara titik awal dan bayangan, ditemukan bahwa jarak tetap sama, sehingga transformasi T adalah isometri. Penyelesaian menunjukkan bahwa A'B' = AB, yang memenuhi syarat isometri.

Diunggah oleh

Anggie Novitha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : anggie novitha syahra ribowo

Nim : A882320003

Makul : geometri Euclid

Materi : isometric

Soal

Transformasi T untuk sembarang P (x,y) didefinisikan oleh T (P) = (x,-y). apakah


transformasi T isometri ?

Penyelesaian

Ambil sebarang dua titik A (a1, a2) dimana A,B € V ada di bidang Euclid.

Berdasarkan definisinya T (A) =T (a1, a2)

=(a1, -a2) A` (untuk bayangan dari A)

T (B)= titik b = T (b1,b2) = (b1, -b2) B` (untuk bayangan dari B)

Selanjutnya kita harus ingat syarat dari isometri

Titik awal = titik bayangan

Jarak awal = jarak bayangan

AB = A` B` = √ ( a 1−b 1 ) ²+(−a 2−(−b ))²

= √ ( a 1−b 1 ) ²+(−a 2+ b 2¿)² ¿

= √ ( a 1−b 1 ) ²+ ( a 2−b 2 ) ²

=AB

(1-2)² =1

(2-1)² = 1


Karena ini ( a 1−b 1 )2 + ( a2−b 2 )2
Sama saja dengan rumus A B, kita liat ketika X 1 –X2 ² + Y1 -Y2 maka dia akan
menghasilkan rumus A B

Karena A` B` = A B maka transformasi dari P (T (P) adalah isometri).

Anda mungkin juga menyukai