PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL
PEMBAGI TEGANGAN BERBEBAN
Nama : Steven Yesaya Darmawan Situmorang
Nim : 2405061052
Kelas : TK- 2B
Kelompok : 2 (Dua)
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2025
Lembar Pengesahan
No. Percobaan : 05/Prak. Rangkaian Listrik
Judul Percobaan : PEMBAGI TEGANGAN BERBEBAN
Tanggal Percobaan : 17 April 2025
Nama Kelompok : 2 (Dua)
Nama Anggota Kelompok : 1. Steven Yesaya Darmawan Situmorang
2. Roland Dior Hamonangan Simarmata
3. Giovanni Geraldi Depari
4. Samuel Harian Paskah Sinaga
Kelas : TK – 2B
Instruktur : 1. Dr. Arfanda Anugerah Siregar ST,MT
2. Fitria Nova Hulu, S.T,M.T
Diketahui Oleh,
Instruktur 1 Instruktur 2
Dr. Arfanda Anugerah Siregar ST,MT Fitria Nova Hulu, S.T,M.T
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................................................................1
Daftar Isi.......................................................................................................................................................2
Kata Pengantar............................................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................................3
1.1.Tujuan.................................................................................................................................................4
1.2.Dasar Teori.........................................................................................................................................4
BAB II METODOLOGI PRAKTIKUM...................................................................................................5
2.1Alat dan Bahan....................................................................................................................................5
2.2Langkah Percobaan............................................................................................................................6
2.3Rangkaian Percobaan.........................................................................................................................6
2.4Tabel Hasil Pengamatan.....................................................................................................................7
2.5 Analisa Data ……………………………………………………………………………………7
BAB III PENUTUP......................................................................................................................................8
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................................8
3.2 Tugas dan Pertanyaan..........................................................................................................8
3.3 Daftar Pustaka.......................................................................................................................8
3.4 Lampiran...............................................................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
I. Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat:
1. Menentukan secara analisis pengaruh beban terhadap tegangan pada rangkaian pembagi
tegangan resistif.
2. Membuktikan secara eksperimen hasil tujuan 1.
II. Dasar Teori
Dalam rangkaian pembagi tegangan DC yang telah kita pelajari pada percobaan ke 9, arus hanya
mengalir pada rangkaian pembagi tegangan itu sendiri (arus “bleeder”).
Rangkaian pembagi tegangan, pada umumnya digunakan sebagai sumber tegangan untuk
memasok tegangan ke beban. Gambar 5.1 menunjukkan rangkaian pembagi tegangan tanpa
beban.
Gambar 5.1 Pembagi tegangan tanpa beban
Pada rangkaian pembagi tegangan Gambar 5.1 (tanpa beban),jika V adalah sumber tegangan
konstan 90 V, maka tegangan V AG, VBG,dan VCG masing – masing adalah 30, 60 dan 90 V. Arus
bleedernya I1 adalah 3 mA.
Sekarang jika kita tambahkan suatu beban resistor R L (pada titik B) yang mengontrol arus beban
IL = 2 mA, tegangan pada A dan B berbeda dari kondisi tanpa beban. Lihat Gambar 5.2 untuk
rangkaian berbeban.
Gambar 5.2 Pembagi tegangan dengan beban tetap
Misalkan bahwa ada arus bleeder I1 apabila arus beban IL diambil oleh RL. Dengan hukum
Kirchoff kita dapat membuat persamaan:
I1 (R2 + R3) + (I1 + IL) (R1) = 90....................................................................................5.1
Penyelesaian untuk I1 (karena hanya ini yang tidak diktahui), kita dapatkan
I1 (R1 + R2 + R3) = 90 – (R1) IL......................................................................................................................................................... 5.2
90 IL xR3 ...................................................................................
I1 5.3
R 1 R 2 R 3
Subtitusi 10.000 untuk R1 , untuk R2 dan R3 dan IL = 2/1000 dalam persamaan 5.3 , didapatkan
7
I mA................................................................................................................................5.4
1 3
Tegangan dari A ke G adalah
V I 10000 70 1..........................................................................................5.5
AG 1 23 V
3 3
Dan tegangan dari B ke C adalah 2
VB 462 V
G 3
Jadi jika pada rangkaian pembagi tegangan tersebut diberi beban RL dan mengambil arus IL maka
tegangan pada A dan B yang dihubungkan dengan G akan berubah.
Dasar teori
1. Rangkaian resitif seri, seperti pada Gambar 5.1, adalah pembagi tegangan tanpa beban.
2. Tegangan V1 pada R1 ,dapat dihitung dengan menggunakan rumus
R
V1 V . 1
RT
3. Jika beban RL mengambil arus IL ditambahkan pada rangkaian (Gambar 5.2), tegangan
pada AG dan BG akan berubah.
4. Untuk menentukan tegangan baru pada rangkaian pembagi tegangan ini, dapat digunakan
hukum tegangan dan hukum arus Kirchoff.
BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
III. Peralatan dan Komponen
1. Catu daya : DC variabel
2. Multimeter
3. Tiga resistor W, 1200 Ω
4. Potensiometer 10.000, 2W
5. Sakelar
6. Kabel penghubung
IV. Langkah Kerja
1. Hubungkan rangkaian seperti Gambar 5.3. Tegangan pada keluaran catu daya adalah 10
V konstan.
2. Dengan arus beban nol (beban terbuka), ukurlah arus bleeder I1(mA) dan catat pada Tabel
a. 5.1. Ukur dan catat juga tegangannya VBG dan VAG.
3. Hubungkan rheostat (potensiometer) pada rangkaian dan aturlah sehingga arus bebannya
2 mA dengan Vtetap = 10V. Ukur dan catat bleeder dan tegangan VBG dan VAG. Bukalah
a. resistor beban RL tetapi jangan diubah setting lengannya. Ukur dan catat
tahanannya hubungkan kembali RL setelah pengukuran ini.
4. Ulangi langkah percobaan 3 untuk kondisi arus beban 4 mA dan 6 mA.
1. Gambar 5.3 pembagi tegangan dengan beban variabel
5. Hitung dan catat pada Tabel 5.1,arus bleeder I1 tegangan VBG dan VAG, dan tahanan
beban RL untuk masing – masing kondisi beban dalam percobaan ini. Tunjukkan
perhitungan Anda.
Tabel 10.1 Pengaruh beban terhadap V dan I pada rangkaian pembagi tegangan
Hasil pengukuran Harga perhitungan
V IL I1 VBG VAG RL I1 VBG VAG RL
(Volt) (mA) (mA) (V) (V) (Ω) (mA) (V) (V) (Ω)
10 0
10 2
10 4
10 6
V. Diagram Rangkaian
Gambar 5.3 pembagi tegangan dengan beban variabel
VI. TABEL PENGAMATAN
Hasil pengukuran Harga perhitungan
V IL I1 VBG VAG RL I1 VBG VAG RL
(Volt) (mA) (mA) (V) (V) (Ω) (mA) (V) (V) (Ω)
10 0 2.57 6.17 3.09 6.6592 5.14 3.084 0 2400.78
10 2 2.10 5.05 2.53 5.0771 4.21 2.52 2.4 2404.76
10 4 1.39 3.33 2.67 3.4843 2.78 1.668 4.8 2395.68
10 6 0.76 1.82 0.91 2.0362 1.52 0.912 7.2 2394.74
VII. Analisis Data
Berdasarkan Tabel 5.1, berikut adalah hubungan antara arus beban (IL), arus bleeder (I1),
tegangan VBG dan VAG, serta tahanan beban RL:
IL (mA) I1 (mA) VBG (V) VAG (V) RL (Ω)
0 2.57 6.17 3.09 ∞ (open)
2 2.10 5.05 2.53 2404.76
4 1.39 3.33 2.67 2395.68
6 0.76 1.82 0.91 2394.74
1. Hubungan Arus Beban (IL) terhadap Tahanan Beban (RL)
RL menunjukkan nilai hampir konstan (~2395 Ω), artinya beban adalah resistor tetap yang
hanya dilewati arus berbeda. Kenaikan IL menunjukkan bahwa resistansi RL konsisten, dan
perubahan IL disebabkan oleh penyesuaian setting pada catu daya dan pengukuran.
2. Hubungan IL terhadap Tegangan VBG dan VAG
Saat IL meningkat, tegangan VBG menurun secara signifikan, dari 6.17 V menjadi
1.82 V.
VAG juga turun, meskipun tidak setajam VBG.
Hal ini konsisten dengan teori bahwa semakin besar arus beban, semakin besar drop
tegangan pada resistor R1 dan R2, yang menyebabkan tegangan di titik B dan A
menurun.
3. Hubungan IL terhadap Arus Bleeder I1
I1 menurun dari 2.57 mA menjadi 0.76 mA saat IL meningkat dari 0 mA ke 6 mA.
Ini menunjukkan bahwa arus beban “menggantikan” sebagian arus bleeder dalam
melewati jalur resistif, karena arus total dari catu daya terbagi dua: IL ke beban, dan I1 ke
R3.
4. Perbandingan Hasil Perhitungan dan Pengukuran
Terdapat perbedaan antara hasil teoritis dan hasil pengukuran. Ini disebabkan oleh:
Toleransi nilai resistor (±5% atau ±1%)
Kesalahan alat ukur (multimeter)
Kehilangan tegangan pada kabel penghubung
Pengaruh suhu pada nilai resistansi
6. Pengaruh Penambahan Beban terhadap Tegangan VBG dan VAG
Saat arus beban (IL) = 0, tidak ada beban terhubung, maka tegangan pembagi hanya
dibagi oleh R1, R2, dan R3. Tegangan di titik B (VBG) dan A (VAG) dalam keadaan ini
relatif tinggi.
Ketika IL meningkat, beban RL mulai menyedot arus dari titik B. Akibatnya:
o Tegangan VBG menurun drastis (dari 6.17 V ke 1.82 V)
o Tegangan VAG juga menurun (dari 3.09 V ke 0.91 V)
Ini menunjukkan beban menurunkan tegangan pada node pembagi karena membagi arus
dengan resistor lainnya, sesuai hukum Kirchoff.
7. Pengaruh Arus Beban terhadap Arus Bleeder (I1)
Arus bleeder adalah arus yang mengalir melalui bagian bawah pembagi tegangan (tanpa
ke beban).
Saat IL = 0, semua arus dari sumber menjadi arus bleeder (I1 maksimum = 2.57 mA).
Ketika IL meningkat (beban aktif), sebagian arus dari sumber dialirkan ke RL, maka I1
menurun.
o Misalnya, saat IL = 6 mA, I1 hanya tinggal 0.76 mA.
Semakin besar arus yang dibutuhkan oleh beban, semakin kecil arus yang tersisa sebagai I1.
8. Stabilitas Tahanan Beban RL
Dari hasil pengukuran, nilai RL berkisar sekitar 2390 – 2405 Ω, yang menunjukkan
bahwa potensiometer diset pada nilai yang hampir tetap, hanya IL-nya yang dinaikkan.
Hal ini menjamin pengamatan murni terhadap pengaruh perubahan arus beban tanpa
mengubah besar RL secara signifikan.
9. Perbandingan Pengukuran vs Perhitungan
Terdapat perbedaan antara hasil pengukuran dan perhitungan, meskipun selisihnya
kecil.
Faktor penyebab:
o Toleransi resistor (±5% bisa menyebabkan deviasi nyata)
o Akurasi alat ukur (multimeter memiliki error %)
o Noise dari catu daya atau penurunan tegangan internal saat beban aktif
o Pengaruh suhu terhadap resistansi komponen
10. Validasi Teori Kirchoff dan Pembagi Tegangan
Percobaan ini mendemonstrasikan bagaimana teori pembagi tegangan dan hukum Kirchoff
berlaku di dunia nyata:
Tegangan menurun sesuai beban
Arus total terbagi sesuai percabangan
Tegangan pada titik node sangat dipengaruhi oleh arus yang ditarik oleh RL
BAB III
PENUTUPAN
VIII. Tugas / Pertanyaan
1. Pada rangkaian Gambar 5.1, jika R1 = 10k, R2 = 18kΩ, R3 = 2 kΩ, dan V = 150 V. Maka:
a.
Tegangan V1 =...................V;
b.
VBG = .................V, dan VAG =...................V.
2. Pada soal 1, arus bleeder I1 =..........................mA
3. Pada rangkaian Gambar 5.2. R1 = 10kΩ, R2 = 18kΩ, R3 = 22 kΩ, V = 150V, dan IL = 5
mA. Arus bleeder I1 =...........................mA.
4. Untuk kondisi pertanyaan 3,
a.
V1 =...............................V;
b.
VBG =..............................V;
c.
VAG =..............................V;
5. Berdasarkan data pada Tabel 5.1. Mengapa arus beban berubah sesuai dengan perubahan
tahanan beban RL ?
6. Sesuai dengan tabel 5.1. Apakah pengaruhnya terhadap arus bleeder sesuai dengan
kenaikan arus beban? Jelaskan mengapa.
7. Apakah pengaruhnya terhadap tegangan VAG dan VBG pada pembagi tegangan jika arus
beban naik (Tabel 5.1)? Jelaskan mengapa
8. Bandingkan harga perhitungan pada Tabel 5.1 dengan harga pengukurannya.
Jelaskan mengapa berbeda.
IX. JAWABAN
1. Diketahui:
R1 = 10 kΩ
R2 = 18 kΩ
R3 = 2 kΩ
V = 150 V
a. Tegangan V1 = V = 150 V
Tegangan V1 di titik atas R1 (VAG) adalah sumber tegangan utama, jadi V1 = 150 V.
b. Mencari VBG dan VAG
Gunakan hukum pembagi tegangan untuk mendapatkan tegangan antar titik:
Misalkan:
Titik A = ujung atas R1 (VAG = V = 150V)
Titik B = setelah R1 dan R2
Titik G = Ground
Total resistansi seri:
Rtotal=R1+R2+R3=10k+18k+2k=30k ΩR_{\text{total}} = R1 + R2 + R3 = 10k + 18k + 2k =
30k\ \OmegaRtotal=R1+R2+R3=10k+18k+2k=30k Ω
Tegangan di titik B (VBG) = tegangan di atas R3:
Gunakan hukum pembagi tegangan:
VBG=V×R3Rtotal=150×230=10 VV_{BG} = V \times \frac{R_3}{R_{\text{total}}} = 150 \times \
frac{2}{30} = \boxed{10\text{ V}}VBG=V×RtotalR3=150×302=10 V
VAG adalah tegangan total (dari A ke G):
VAG=150 VV_{AG} = \boxed{150\text{ V}}VAG=150 V
2. Arus bleeder I1
I1 adalah arus total yang melalui R1, R2, dan R3, karena belum ada beban (load).
I1=VRtotal=15030,000=0.005 A=5 mAI_1 = \frac{V}{R_{\text{total}}} = \frac{150}{30,000} =
0.005\ \text{A} = \boxed{5\ \text{mA}}I1=RtotalV=30,000150=0.005 A=5 mA
3. Diketahui:
R1 = 10kΩ
R2 = 18kΩ
R3 = 22kΩ
V = 150V
IL (arus beban) = 5 mA
Cari I1 (arus bleeder)
Langkah:
Hitung arus pembagi: Arus total I1 mengalir ke bawah melalui R1 dan R2, lalu terbagi ke
R3 dan RL.
R3 dan RL paralel. Tapi karena IL diketahui (IL = 5 mA), maka arus I3 (melalui R3) bisa
dihitung menggunakan pembagi arus.
Namun, kita asumsikan bleeder I1 = arus tanpa beban:
Rtotal=R1+R2+R3=10k+18k+22k=50k ΩR_{\text{total}} = R1 + R2 + R3 = 10k + 18k + 22k = 50k\ \
OmegaRtotal=R1+R2+R3=10k+18k+22k=50k Ω I1=15050,000=3 mAI_1 = \frac{150}{50,000} = 3\ \
text{mA}I1=50,000150=3 mA
Tetapi karena ada arus beban IL = 5 mA, maka arus total dari sumber = I1 + IL = \boxed{8\
mA}
4. Hitung Tegangan
Gunakan prinsip pembagi tegangan.
a. V1 = 150 V
Sudah jelas, karena itu tegangan sumber.
b. Tegangan VBG
VBG = tegangan pada R3
Gunakan pembagi tegangan, tapi R3 dan beban (RL) paralel. Maka, tegangan di R3 = tegangan
di RL.
VBG=IL×RL=5 mA×22k=110 VV_{BG} = I_L \times R_L = 5\ \text{mA} \times 22k = 110\ \
text{V}VBG=IL×RL=5 mA×22k=110 V
c. VAG = tegangan total = 150 V
5. Mengapa arus beban berubah sesuai RL (Tabel 5.1)?
Karena:
Arus beban IL=VRLI_L = \frac{V}{R_L}IL=RLV
Jika RL turun, maka IL naik
Jika RL naik, maka IL turun
Hukum Ohm menyatakan arus berbanding terbalik dengan resistansi.
6. Pengaruh terhadap arus bleeder saat IL naik?
Arus bleeder (I1) cenderung menurun saat IL naik.
Karena total arus dari sumber tetap (misalnya 8 mA), dan sebagian besar digunakan
untuk beban, maka arus yang tersisa (I1) untuk R3 jadi lebih kecil.
Pembagian arus berubah karena pembagian antara RL dan R3.
7. Pengaruh terhadap tegangan VAG dan VBG jika IL naik (Tabel 5.1)?
Saat arus beban naik (IL naik), tegangan VBG menurun karena tegangan dibagi lebih
kecil di R3 (akibat RL menyerap lebih banyak arus).
Jika beban terlalu besar (RL kecil), maka VBG turun lebih tajam.
VAG tetap konstan (karena itu tegangan dari sumber).
8. Mengapa hasil perhitungan dan pengukuran berbeda (Tabel 5.1)?
Beberapa penyebab:
Nilai resistor tidak presisi (toleransi ±5% atau ±1%)
Adanya resistansi kabel dan kontak
Multimeter atau alat ukur memiliki kesalahan baca
Tegangan sumber bisa sedikit turun jika ada beban berat
Efek panas bisa memengaruhi nilai resistansi
X. KESIMPULAN
Rangkaian pembagi tegangan resistif mengalami perubahan tegangan pada
titik-titik output saat beban (RL) ditambahkan. Hal ini disebabkan oleh pembagian
arus antara beban dan resistor bleeder.
Tegangan output (VBG dan VAG) akan menurun jika arus beban (IL)
meningkat, karena adanya penurunan tegangan pada resistor-resistor dalam
rangkaian akibat peningkatan aliran arus.
Arus bleeder (I1) menurun seiring meningkatnya IL, karena total arus dari
sumber dibagi antara beban dan jalur resistif R3.
Hasil pengukuran dan perhitungan tidak selalu identik karena adanya faktor
eksternal seperti toleransi resistor, akurasi alat ukur, dan penurunan tegangan di
kabel.
Praktikum ini berhasil membuktikan pengaruh beban terhadap tegangan
pada rangkaian pembagi tegangan, baik secara teoritis maupun praktis, sesuai
dengan tujuan eksperimen.
Beban RL sangat mempengaruhi tegangan VBG dan VAG. Semakin besar arus beban
(IL), maka tegangan output pada titik B (VBG) dan A (VAG) semakin kecil karena
adanya penurunan tegangan akibat pembagian arus.
Arus bleeder (I1) berkurang saat arus beban (IL) bertambah. Ini sesuai dengan
hukum arus Kirchoff, di mana arus dari catu daya dibagi ke cabang beban dan bleeder.
Hubungan antara IL dan RL sesuai dengan hukum Ohm, yaitu I=VRI = \frac{V}
{R}I=RV. Arus beban meningkat ketika RL dijaga konstan dan V tetap.
Perbedaan nilai perhitungan dan pengukuran disebabkan oleh toleransi komponen,
resistansi tambahan pada kabel, serta keterbatasan akurasi alat ukur. Ini menunjukkan
bahwa eksperimen selalu memiliki deviasi dari teori ideal.
Praktikum berhasil mencapai tujuannya, yaitu memahami dan membuktikan pengaruh
beban terhadap tegangan dalam rangkaian pembagi tegangan, baik secara teoritis maupun
eksperimental.