0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Unit Unit Produksi Air

Dokumen ini membahas berbagai jenis pipa dan aksesoris yang digunakan dalam sistem distribusi air, termasuk ketentuan pemasangan dan kedalaman galian pipa sesuai dengan standar SNI. Selain itu, dijelaskan juga tentang unit pelayanan air minum yang meliputi sambungan rumah, hidran umum, dan hidran kebakaran, serta pentingnya keandalan dalam penyediaan air. Informasi mengenai head loss dalam pipa dan cara perhitungan juga disertakan untuk memahami efisiensi aliran air.

Diunggah oleh

rahmasafitri1819
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Unit Unit Produksi Air

Dokumen ini membahas berbagai jenis pipa dan aksesoris yang digunakan dalam sistem distribusi air, termasuk ketentuan pemasangan dan kedalaman galian pipa sesuai dengan standar SNI. Selain itu, dijelaskan juga tentang unit pelayanan air minum yang meliputi sambungan rumah, hidran umum, dan hidran kebakaran, serta pentingnya keandalan dalam penyediaan air. Informasi mengenai head loss dalam pipa dan cara perhitungan juga disertakan untuk memahami efisiensi aliran air.

Diunggah oleh

rahmasafitri1819
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

II-21

Asbestos Cement 140


Asphalt Linning 130-140
Brass 130-140
Cast Iron_New Unlined 130
Cast Iron 10 tahun 107-113
Cast Iron 20 tahun 89-100
Cast Iron 30 tahun 75-90
Cast Iron 40 tahun 64-83
Cast Iron-Asphalt Coated 100
Cast Iron Cement Linded 140
Ductile Iron Pipe (DIP) 140
Ductile Iron Pipe Cement Lined 120
Galvanized Iron 120
Metal Pipe Very to Extremely 130-140
Smooth
Polyethylene 140
Polyvinyl Chloride, PVC 140
Stee, Weided, seamless 100
Verified Clay 110
Sumber:Houghtalen, Akan, & Hwang, 2010

e. Ketersediaan di pasaran
Pipa distribusi akan dipasang di bawah permukaan tanah atau di atas
permukaan tanah. Ketentuan pemasangan atau penanaman pipa dapat dilihat di
SNI 7511:2011 tentang Tata Cara Pemasangan Pipa Transmisi dan Pipa
Distribusi serta Bangunan Pelintas Pipa. SNI 7511:2011 juga dilengkapi dan
didukung oleh sumber SNI lain yang terkait. Dalam pekerjaan penanaman pipa,
diperlukan lebar dan kedalaman yang sesuai dengan ukuran pipa. Berikut
merupakan ketentuan lebar dan kedalaman galian:
Tabel 2.9 Kedalaman dan Lebar Penanaman Pipa
Diame Lebar Kedal
ter (mm) (mm) aman
(mm)
80 – 400 700
100
150 – 450 800
200
250 – 500 900
300
250 – 750 1000
450
500 – 850 1200
II-22

Diame Lebar Kedal


ter (mm) (mm) aman
(mm)
600
Sumber: SNI 7511:2011
Kedalaman pipa untuk pipa PVC disesuaikan dengan kondisi lokasi
penanaman dan diameter pipa. Lokasi penanaman pipa dapat berupa tanah bisa,
jalan kecil, jalan besar dengan perkerasan, dan jalan besar tanpa perkerasan.
Karakteristik ini harus diperhatikan untuk menjamin keamanan pemasangan pipa.
Jika pipa terlalu dekat dengan permukaan tanah maka akan berdampak pada
ketahanan pipa dan umur pipa yang disebabkan oleh kerusakan pipa. Pipa yang
memiliki diameter beragam harus ditanam dengan ukuran galian yang sesuai.
Untuk mengetahui diameter pipa distribusi dapat menggunakan persamaan
sebagai berikut:
1
𝑄=𝑉× ×𝜋×𝐷 (2. 9)
4
.
4𝑄
𝐷= (2. 10)
𝑉𝜋
Keterangan:
Q = Debit air (m3/s)
D = Diameter Pipa
V = Kecepatan aliran (m/s)
Kedalaman pipa juga menentukan besarnya head loss yang terjadi selama
air mengalir. Head Loss pipa adalah nilai kehilangan energi akibat gesekan atau
aksesoris pipa. Head loss dibagi menjadi dua yaitu head loss mayor dan head loss
minor. Head Loss mayor adalah kehilangan energi akibat adanya gesekan pada
aliran air di dalam pipa. Head Loss minor adalah kehilangan energi akibat ada
aksesoris pipa sepanjang jaringan. Head Loss mayor dan minor dapat dihitung
menggunakan persamaan Hazen-William (Rezagama, 2016) sebagai berikut:
1) Headloss Mayor
.
10,67. 𝑄 𝐿
𝐻𝑓 = (2. 11)
𝐶 . 𝐷 .

Keterangan:
II-23

Hf = Head Mayor (m)


L = Panjang Pipa (m)
D = Diameter Pipa (m)
C = Koefisien Hazen-William
Q = Debit (m3/s)

2) Headloss Minor
𝑣
𝐻𝑚 = 𝑘 𝑥 (2. 12)
2𝑔
Keterangan:
Hm = Head Minor (m)
v = Kecepatan (m/s)
g = Gravitasi Bumi (m/s2)
k = Koefisien kerugian fitting
Pipa yang terpasang akan dilengkapi dengan aksesoris perpipaan.
Aksesoris perpipaan dibutuhkan untuk sambungan, belokan, percabangan, dan
kondisi lainnya. Berikut merupakan macam-macam aksesoris perpipaan dalam
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM):

Tabel 2.10 Aksesoris Pipa


Aksesoris Fungsi Gambar
Sock PVC Aksesoris untuk
menyambung kekurangan
panjang pipa

Elbow 90o Aksesoris yang dipasang


untuk belokan pipa dengan sudut
90o dengan arah ke bawah, atas,
kanan, atau kiri.
Elbow 45o Aksesoris yang dipasang
untuk belokan pipa dengan sudut
45o dengan arah ke bawah, atas,
kanan, atau kiri.
II-24

Aksesoris Fungsi Gambar


Sambungan Aksesoris pipa yang
T digunakan untuk membagi jalur
menjadi 2 dan bentuk
sambungannya adalah huruf T

Reducer Aksesoris pipa yang


digunakan untuk
menyambungkan dua pipa
dengan ukuran yang berbeda
(ukuran besar dan ukuran kecil)
Gate Valve Katup yang digunakan
untuk membuka atau menutup
aliran air

Butterfly Katup yang digunakan


Valve untuk mengatur aliran dengan
menggunakan handwheel untuk
menggerakan disk.

Check Katup yang dipasang


Valve antara pompa dan gate valve
untuk mengurangi kerusakan
akibat water hammer.

Ball Valve Katup yang digunakan


untuk mengontrol aliran ini
dengan membuka dan menutup
bola (disk) berlubang yang ada
di tengah.
Gibault Aksesoris untuk
Joint menyambungkan pipa panjang
dan menutup sambungan pipa
agar tidak ada bocoran air.
Dresser Sambungan pipa untuk
Joint dua pipa dengan arah yang
berlawanan.

Flexible Sambungan yang


Joint berfungsi untuk meredam
getaran yang terjadi dalam aliran
air
II-25

Aksesoris Fungsi Gambar


Air Valve Katup untuk
mengeluarkan udara yang
terkumpul dalam jaringan
perpipaan.

Sumber: Dades Prinandes, 2018


2.1.7 Unit Pelayanan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan
Air Minum, unit pelayanan merupakan sarana yang digunakan oleh masyarakat
untuk mengambil air minum secara langsung dengan komponen berupa
sambungan rumah, hidran umum, hidran kebakaran, dan meter air.
Sebagai bagian yang langsung berhubungan dengan masyarakat, unit
pelayanan menjadi penentu terkait keandalan dari air minum yang disediakan
kepada masyarakat, baik dari aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Jika
kesediaan air yang dihasilkan memiliki kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang
buruk, maka dapat dipastikan ada kesalahan dari unit sebelumnya baik itu unit air
baku, unit produksi, maupun unit distribusi (Anonim, 2021). Pengoperasian unit
pelayanan digunakan untuk pemenuhan kegiatan domestik dan kegiatan non
domestik. Pemenuhan kegiatan domestik yaitu sambungan rumah, sambungan
halaman, hidran umum, dan terminal air, sementara pemenuhan kegiatan non
domestik yaitu penerapan pada industri kecil, industri besar, restoran, hotel,
perkantoran, rumah sakit, dan hidran kebakaran.
2.1.7.1 Sambungan Rumah
Sambungan rumah adalah pipa dan segala perlengkapannya, dimulai dari
titik penyadapan (titik percabangan dari pipa distribusi tersier) sampai dengan
meter air. Sambungan rumah memiliki fungsi utama di antaranya:
1. Mengalirkan air dari pipa distribusi ke rumah pelanggan.
2. Mengetahui jumlah air yang dialirkan ke pelanggan melalui meter air.
II-26

Sambungan rumah setidaknya memiliki perlengkapan berupa bagian


penyadapan pipa, meter air dan pelindung meter air (flowrestrictor), katup untuk
membuka dan menutup aliran, serta pipa dan kelengkapannya.

Gambar 2.3 Sambungan Rumah


Sumber: id.denyaindonesia.com

2.1.7.2 Hidran/Keran Umum


Hidran umum adalah sarana pelayanan air minum berupa keran yang
dipasang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah atau
daerah yang memang membutuhkan karena secara persyaratan teknik tidak
memungkinkan untuk instalasi sambungan rumah secara pribadi.
II-27

Gambar 2.4 Hidran Umum


Sumber: ciptakarya.pu.go.id
2.1.7.3 Hidran Kebakaran
Hidran kebakaran adalah sambungan keluar yang digunakan untuk
mengambil air dari pipa air minum dalam upaya pemadaman kebakaran atau
pengurasan pipa. Umumnya unit hidran kebakaran (fire hydrant) ini dipasang
setiap interval 300 m, atau menyesuaikan dan kebutuhan dan kepadatan
bangunan.

Gambar 2.5 Hidran Kebakaran


Sumber: firehydrant.id
2.1.8 Wilayah Pelayanan
2.1.8.1 Zona Distribusi
Zona distribusi ialah suatu area di dalam wilayah pelayanan air minum
yang diberi batasan oleh pipa jaringan distribusi utama (distribusi primer). Zona

Anda mungkin juga menyukai