Anda di halaman 1dari 7

MACAM-MACAM PIPA DAN AKSESORIS

1. Pipa Galvanis ( Galvanized Iron )


Pipa ini terbuat dari pipa baja yang dilapisi seng dan biasanya digunakan untuk
jaringan pelayanan yang kecil didalam sistem distribusi air.
Keuntungan :

Ringan, sehingga mudah diangkut.

Pipa mudah disambung dan tahan karat.

Kerugian :

Umur pipa yang relatif pendek.

Pipa mudah berkarat dalam air yang asam, sehingga membutuhkan tenaga
ahli untuk menangani dalam pengendalian karat.

2. Plastik (PVC)
Pipa ini biasanya dikenal dengan sambutan pipa PVC (Poly Vinil Chloride).
Mudah didapatkan dalam berbagai ukuran 100-900 mm dengan berbagai macam
kapasitas tekanan. (Linsley I, 1989 : 301)
Keuntungan :

Harganya murah dan banyak tersedia di pasaran

Ringan, sehingga mudah diangkut

Mudah dalam hal penyambungan dan pemasangan dan tahan karat

Kerugian:
Pipa jenis ini mempunyai koefisien muai besar sehingga tidak tahan

panas

Mudah bocor dan pecah

3. Pipa Besi Tuang (Cast Iron)

Panjang dari suatu bagian pipa adalah 4 m dan ada juga 6 m. Pipa ini sangat tahan
terhadap karat sehingga umurnya panjang. Untuk perlindungan terhadap karat,
pipa ini dicelupkan dalam senyawa bitumen. Sedangkan untuk ukuran besar dapat
dilapisi plesteran semen. (Linsley I Edisi 3, 1985 : 337)
Keuntungan :

mudah disambung

Tahan karat dan umurnya panjang

Kerugian:

Pipa keras dan mudah pecah (getas)

Dibutuhkan tenaga ahli untuk proses penyambungannya

Pipa berat sehingga biaya pengangkutan mahal

4. Pipa Baja (Steel Pipe)


Pipa ini digunakan dalam berbagai ukuran hingga lebih dari 100 3600 mm.
Garis tengah dalam dari pipa baja tergantung pada tebal dindingnya. Pipa ini
dibuat dengan berbagai macam ukuran hingga lebih dari 6m garis tengahnya.
Umur pipa baja yang cukup terlindungi paling sedikit 40 tahun .
Keuntungan :

Tersedia dalam berbagai ukuran

Mempunyai kekuatan lentur yang kuat

Kerugian:

Tidak tahan karat

Berat, sehingga biaya pengangkutan mahal

5. Pipa Beton (Concrete Pipe)

Pipa ini tersedia dalam ukuran garis tengah 750 3600 mm, sedangkan panjang
standar 3,6 7,2 m. Pembuatannya berdasarkan pesanan khusus. Pipa ini berumur
30 hingga 50 tahun.
Keuntungan:

Bermutu tinggi

Tidak menggunakan tulangan

Kerugian:

Air kali bisa menjadi penyebab karat

6. Pipa Besi Bentukan (Ductile Iron Pipe)


Tersedia dalam ukuran 100 1350 mm (4-54 in). DIP merupakan produk dari besi
tuang (Cast Iron) yang merupakan campuran dari pasir dan metal. Panjang
standar dari produk ini adalah 5,5 (1,8ft). (W. Mays, 2000 : 3,33)
Keuntungan:

dilapisi campuran semen sebagai pelindung

Tahan terhadap korosi dan pukulan air

Kuat terhadap beban tanah

Kerugian:

Biaya mahal

Mudah berkarat dalam air yang asam

Mudah rusak oleh limbah

7. Semen Asbes (Asbestos Cement Pipe)


Terbuat dari campuran semen portland dan serat asbes. Tersedia dalam ukuran
100 1050 mm. ( 4-42 in). (W. Mays, 2000 : 3,33)
Keuntungan:

Umurnya panjang

Dilapisi campuran semen sebagai pelindung

Berat ringan meskipun panjang

Kaku

Kerugian:

Bahan pembuat dapat merusak limbah

1. Sarana Penunjang
Pipa yang digunakan dalam pendistribusian air bersih dilengkapi dengan beberapa
alat bantu agar dapat berfungsi dengan baik, diantaranya: Sambungan antar pipa
Untuk Penggabungan antar pipa diperlukan suatu sambungan pipa, baik pipa yang
berdiameter sama atau berbeda, belokan pada pipa, dan penggabungan dua pipa yang
berbeda jenis. Jenis sambungan pada pipa antara lain:
Lonceng ( Bell) dan Lurus (Spigol)

Spigol dari suatu pipa dimasukkan ke dalam bell ( socket) pipa lainnya untuk
menghindari kebocoran.

Flange Joint
Biasanya dipakai untuk pipa yang bertekanan tinggi, untuk sambungan dekat
dengan pompa perlu disiapkan packing diantara flange untuk mencegah
kebocoran.

Increaser dan Reducer


Increaser digunakan untuk menyambung pipa dari berdiameter kecil ke diameter
yang lebih besar. Sedangkan Reducer digunakan untuk menyambung pipa dari
yang berdiameter besar ke diameter yang lebih kecil.

Bend / Elbow

Digunakan untuk merubah arah dari lurus menjadi berbelok dengan sudut
perubahan standar yang merupakan sudut dari belokan tersebut. Besar belokan
standar adalah 11, 22, 45 dan 90. Bahan belokan ini biasanya sama dengan
pipa.

Tee
Sambungan ini Berbentuk T,. Digunakan untuk menyambung pipa yang
bercabang.

Katup
Katup yang bekerja pada sambungan antar pipa berpengaruh terhadap aliran air
yang baik dalam pipa. Sehingga diperlukan berbagai jenis katup yang difungsikan
sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lapangan. :

Pressure reducing Valve (PRV)


Digunakan untuk membatasi tekanan pada suatu titik dalam jaringan. Jika
tekanan pada hilir melebihi tekanan dari hulu maka PRV akan tertutup, dan
akan terbuka penuh jika tekanan hulu lebih rendah dari yang ditetapkan.

Pressure Sustaininag Valve (PSV)


Digunakan untuk mempertahankan tekanan yang ditetapkan pada titik khusus
dalam jaringan pipa. PSV akan tertutup jika tekanan pada hilir melebihi
tekanan dari hulu, dan akan terbuka penuh jika tekanan hilir lebih tinggi dari
yang ditetapkan.

Pressure Breaker Valve (PBV)


Digunakan untuk memodelkan situasi dimana turunnya tekanan khusus
diketahui ada. PBV memaksa sebuah kehilangan tekanan khusus saat
melewati katup.

Flow Control Valve (FCV)

Digunakan untuk membatasi debit aliran pada debit tertentu. Epanet akan
memberikan peringatan jika debit aliran tidak dapat dipertahankan tanpa
memiliki head yang bisa ditambahkan pada katup (meskipun katup terbuka
penuh).

Throttle Control Valve (TCV)


Katup jenis ini digunakan untuk mensimulasi katup yang tertutup parsial
dengan mengatur minor losses yang berubah setiap waktu

General Purpose Valve (GPV)


Digunakan untuk mewakili hubungan khusus debit-Headloss yang diikuti
dengan rumus hidraulik standar. Hal tersebut digunakan untuk memodelkan
turbin, drawdown sumur, atau mengurangi dan mencegah aliran balik

Meteran Air
Meteran air digunakan untuk mengetahui debit atau jumlah aliran air yang
mengalir dalam pipa. Salah satu penggunaan meteran air pada sistem penyediaan
air bersih adalah untuk mengetahui jumlah air yang mengalir ke konsumen.

3.2.1 Titik Simpul (Node)


Titik simpul persimpangan merupakan titik penghubung dua pipa atau lebih
dimana aliran keluar dan masuk ke dalam sistem. Titik simpul mempunyai kondisi tetap
jika tekanan dan elevasinya tetap. Data minimal yang dibutuhkan pada sebuah titik
simpul adalah nomor titik, elevasi, data pipa, debit pada titik simpul.
3.2.2

Penghubung (Link)
Penghubung adalah elemen yang menghubungkan titik simpul dimana setiap

penghubung harus merupakan awal dan akhir dari titik simpul. Penghubung dapat berupa

pipa, pompa, dan katup. Pada pipa data minimum yang di butuhkan untuk pemodelan
sistem jaringan distribusi adalah nomor pipa, panjang, diameter, dan faktor kekasaran.