TINJAUAN PELAKSANAANPROYEK PERKUATAN TEBING SUNGAI
DESA MUARA BARU KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN
OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK
Dibuat Sebagai Salah Satu Kelengkapan
Untuk Mengambil Tugas Akhir Pada Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang
Oleh :
ILHAM RONA KUSUMA : 112018221
FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN ANGKATAN 2025
TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK PERKUATAN TEBING SUNGAI
DESA MUARA BARU KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN
OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK
Mengetahui,
Ketua Progam Studi Sipil
Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Palembang
(Mira Setiawati, S.T, M.T.)
ii
TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK PERKUATAN TEBING SUNGAI
DESA MUARA BARU KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN
OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK
Mengetahui,
Dosen Pembimbing
(Mira Setiawati, S.T, M.T.)
iii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum. Wr. Wb
Puji dan syukur atas kehadirat Allah S.W.T, yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kerja
Praktek Lapangan dalam Pekerjaan Proyek Perkuatan Tebing Sungai Desa Muara
Baru Kec.Kayuagung Kab. OKI Sumatera Selatan.
Laporan Kerja Praktek ini disusun untuk memenuhi syarat kurikulum yang
harus ditempuh pada tingkat sarjana di Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas
Muhammadiyah Palembang. Kerja Praktek diharapkan mengetahui langkah-
langkah yangdilakukan sebelumdan pada saat pelaksaan kerja praktek pada
pelaksanaan alat berat yangberkaitandenganTeknikSipilsehinggaPelaksanaan alat
beratmahasiswa/i agarlebihmenghayatipengetahuansecarateoridanpengalamandi
lapangan
Pada kesempatan ini juga, kami menyampaikan mengucapan terima kasih
atas bimbingan yang telah diberikan selama menjalankan Kerja Praktek, yaitu
kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. Selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Palembang.
2. Bapak Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, M.T. Selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Palembang
iv
v
3. Ibu Mira Setiawati,S.T, M.T Selaku Ketua Jurusan Sipil Fakultas
Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang.
4. Ibu Mira Setiawati,S.T., M.T. Selaku Dosen Pembimbing Kerja
Praktek Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Muhammadiyah
Palembang.
5. Mbak Nadya Selaku Pegawai di Fakultas Teknik Jurusan Sipil
Universitas Muhammadiyah Palembang.
6. BapakZulham Efendi, S.T., selaku kepala bidang PUPR OKI yang
telah memberi izin untuk melakukan praktik kerja lapangan dalam
proyek perkuatan tebing sungai muara baru
7. Seluruh Staff dan jajaran direksi uyang telah membantu dan
membimbing dalam praktik kerja lapangan.
8. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan petunjuk, dalam
menyelesaikan laporan ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu
persatu.
9. Kedua Orang Tua yang telah banyak memberikan Do’a serta
membantu kami baik secara moril dan materil.
10. Teman–teman seangkatan Teknik Sipil yang telah memberi support
dalam menyelesaikan laporan ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-
persatu.
vi
Penulis menyadari akan kemungkinan adanya kekurangan dalam
penyusunan laporan Kerja Praktek ini. Oleh karena itu, apabila ada kritik
dan saran yang bersifat membangun dan berguna untuk penyelesaian dan
kesempurnaan laporan Kerja Praktek ini, kami akan menerimanya. Kami
berharap semoga laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb
Palembang, 12 April 2025
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................iv
DAFTAR ISI........................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................ix
DAFTAR TABEL.................................................................................................xi
BAB 1PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1. Latar Belakang.........................................................................................1
1.2. Maksud dan Tujuan.................................................................................2
1.3. Batasan Masalah......................................................................................2
1.4. Metode Pengumpulan Data.....................................................................2
1.5. Sistematika Penulisan..............................................................................3
1.6. Bagan Alir Penulisan ..............................................................................4
BABIIGAMBARANUMUMPROYEK................................................................5
2.1. Uraian umum Tebing Sungai Muara Baru..............................................5
2.2. Data Proyek.............................................................................................5
2.3. Lokasi Proyek..........................................................................................9
BABIIITINJAUANPUSTAKA...........................................................................26
3.1. Uraian Tinjauan Proyek.........................................................................26
3.2. Jenis-Jenis Alat Berat yang ditinjau......................................................27
BABIVTINJAUANPELAKSANAANPROYEK...............................................37
4.1. Pekerjaan Persiapan...............................................................................37
viii
4.1.1. Titik Pemasngan Sheet Pile................................................................37
4.2. Tahap Pelaksanaan Pemasangan SheetPile...........................................38
4.2.1. Pekerjaan Pengukuran Elevasi Tinggi................................................38
4.2.2. Pekerjaan Pemancangan.....................................................................40
4.2.3. Pekerjaan pemindahan Hasil Galian...................................................41
4.2.4. Pekerjaan pembuangan Hasil Galian..................................................42
4.2.5. Prosedur Pelaksanaan Alat Berat.......................................................44
BABVKESIMPULANDANSARAN...................................................................47
5.1. Kesimpulan............................................................................................47
5.2 Saran.......................................................................................................47
DAFTARPUSTAKA............................................................................................xii
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Bagan Alir Penulisan............................................................................4
Gambar 2 1Lokasi Proyek Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai 10
Gambar 2.2 Lokasi Proyek Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai...................10
Gambar 2 3 Bagan Alir Struktur Organisasi Proyek..............................................12
Gambar 3.1 Pemasangan Sheet Pile 27
Gambar 3.2 Alat Berat Hidraulic Breaker Excavator...........................................28
Gambar 3.3 Excavator/Backhoe............................................................................30
Gambar 3.4 Dump Truck.......................................................................................32
Gambar 3.5 Manajemen Proyek.............................................................................35
Gambar 4.1 Potongan Memanjang Luas Daerah 0-095 s.d. Luas Daerah 0+375
37
Gambar 4.2 Proses Pengukuran Elevasi Ketinggian dan Luas Daerah Dengan
Total Station...........................................................................................................38
Gambar 4.3 Kondisi Geografi Pada Titik Tinjauan...............................................39
Gambar 4.4 Hasil Elevasi.......................................................................................39
Gambar 4.5 Proses Pemancangan Menggunakan Alat Berat Hidraulic Excavator
Breaker...................................................................................................................41
Gambar 4.6 Pemindahan Hasil Galian Menggunakan Alat Berat Excavator........42
xi
Gambar 4.7 Pemindahan Hasil Galian Menggunakan Alat Berat Excavator Ke
Dump Truck............................................................................................................42
Gambar 4.8 Pembuangan Hasil Galian Ke Area Disporsi.....................................43
Gambar 4.9 Lokasi Pengangkutan Galian Tanah Menuju Area Disporsi.............43
Gambar 4.10 Proses Pemecahan Batuan................................................................44
Gambar 4.11 Pemindahan Hasil.............................................................................45
Gambar 4.12 Pemindahan Hasil Galian Ke Alat Dump Truck..............................45
Gambar 4.14 Pekerjaan Pemecahan Batu Kembali....................................... 46
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Efisiensi Kerja........................................................................................36
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kegiatan kerja praktek mempunyai tujuan utama yaitu agar mahasiswa dapat
langsung mengenal dan melihat kegiatan dilapangan, Mahasiswa dapat mengamati
langkah-langkah metode kerja dan situasi dilapangan yang sebenarnya sehingga
mahasiswa memperoleh ilmu yang praktis untuk meningkatkan pengetahuan dan
pengalaman serta dapat menerapkan ilmu teori yang dipelajari diperkuliahan,
dalam hal ini penulis melaksanakan kegiatan Kerja Praktek di Proyek Perkuatan
Tebing Sungai, guna biasa mengikuti dan melihat langsung serta meninjau
berbagai macam proses tahap penggunaan alat berat.Dalam kegiatan Kerja
Praktek di Proyek Perkuatan Tebing Sungai di kesempatan ini kami melakukan
tinjauan pada pelaksanaan Alat Berat, yang terfokus untuk meninjau Penggunaan
alat berat. Karena Alat Berat Merupakan sarana penunjang pada
pekerjaanSheetPile, mengingat proyek ini merupakan pembangunan Proyek
Perkuatan Tebing Sungai yang masih dalam tahap perencanaan Pemancangan
SheetPile.Perkuatan lereng/revetment merupakan struktur perkuatan yang
ditempatkan ditebing sungai untuk menyerap energi air yang masuk guna
melindungi suatu tebing alur sungai atau permukaan lereng tanggul tehadap erosi
dan limpasan gelombang (overtopping) ke darat dan secara keseluruhan berperan
meningkatkan alur sungai atau tubuh tanggul yang dilindung.
Alat berat merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam
melakukan pekerjaan pembangunan pada suatu struktur bangunan. Alat berat
merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek kontruksi
maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala besar. Tujuan dari
penggunaan alat berat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia
dalam mengerjakan pekerjaaannyadisuatu proyek, sehingga hasil yang diharapkan
dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif singkat.
1
2
1.2.Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dari pembuatan laporan kerja praktek ini untuk memaparkan
hasil tinjauan pelaksanaan kerja praktekProyek Perkuatan Tebing Sungai dengan
data yang diperoleh baik dari pengamatan di lapangan dan wawancara kepada
pihak yang melaksanakan pembangunan proyek tersebut.
Adapun tujuan dalam melakukan kerja praktek yaitu untuk:
1. Untuk memahami prosedur pelaksanaan penggunaan Alat berat Excavator
dengan metode yang ada dilapangan.
2. Untuk memahami prosedur pelaksanaan Alat Berat DumpTruck dengan
metode yang ada dilapangan.
1.3. Batasan Masalah
Mengingat pelaksanaan Proyek Perkuatan Tebing Sungai ini memakan waktu
yang cukup lama dan ruang lingkup pekerjaan yang luas, maka penulisan laporan
ini dibatasi pada tinjauan dan proses pelaksanaan Alat Berat.
1.4. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk menyusun laporan ini dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
1. Tinjauan lapangan ke lokasi Pelaksanaan Alat Berat.
2. Diskusi dan dialog dilokasi Pelaksanaan Alat Berat, baik dengan pihak
Konsultan, Kontraktor, Pengawas, Operator alat berat.
3. Mempelajari kegiatan yang dilakukan di Proyek yang ada
4. Mempelajari literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.
3
1.5.Sistematika Penulisan
Agar laporan kerja praktek lapangan ini dapat tersusun secara sistematis,
maka penulis menyusun laporan ini sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan latar belakang, maksu dan tujuan penulisan, rumusan
masalah yang dilengkapi dengan pembatasan masalah yang dibahas secara
sistamatika penulisan.
BAB II. GAMBARAN UMUM PROYEK
Pada bab ini dibahas tentang uraian umum data proyek, pihak pihak yang
terlibat dalam proyek, struktur organisasi proyek, tujuan dan fungsi proyek, serata
lokasi kerja praktek lapangan
BAB III. TINJAUAN PUSTAKA
Pembahasan dalam bab ini adalah penejelasan mengenai teori-teori secara
garis besar seperti pengertian jalan, jenis-jenis jalan, tahap pelaksanaan pekerjaan
jalan, perkerasan jalan, dan penguraian lainnya yang berkaitan dengan judul
laporan.
BAB IV. TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK
Bab ini berisi pembahasan tinjauan mengenai teknik pelaksanaan alat berat
pada proyek Perkuatan Tebing Sungaiselama mengikuti kegiatan Kerja Praktik
BAB V. PENUTUP
Pada bab ini membahas tentang kesimpulan akhir pelaksanaan pekerjaan
proyek yang telah ditinjau dan saran-saran yang disampaikan penulis.
4
1.6. Bagan Alir Penulisan
Mulai
Pendahuluan
Gambaran Umum Proyek
Tinjauan Umum Proyek
Tinjauan Khusus Proyek
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Gambar 1.1 Bagan Alir Penulisan
BAB II
GAMBARAN UMUM PROYEK
2.1. Uraian umum Perkuatan Tebing Sungai Muara Baru
Pelaksanaan alat berat pada pekerjaan pemancangan sheetpile di Proyek
Perkuatan Tebing Sungaidi Desa Muara Baru Kec.Kayuagung Kab. OKI dengan
panjang 475 meter,yang dimana proses pelaksanaannya ditugaskan kepada salah
satu badan usaha milik negara (BUMN) yaituKementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyatsebagai owner.Pelaksanaan Pekerjaan Perkuatan Tebing
Sungaiini memiliki kontrak kerja selama 90 hari kalender.
2.2. Data Proyek
2.2.1.Data Umum Proyek
Adapun data-data yang kami dapatkan pada Proyek Perkuatan Tebing
Sungai adalah data umum, data teknis dan data spesipikasi alat berat yaitu :
Nama Proyek : Pembangunan Perkuatan Tebing
Sungai
Lokasi :Desa Muara Baru Kec.Kayuagung
Kab. OKI Provinsi Sumatera
Selatan
Pemilik Proyek : PUPR OKI
Pelaksana : CV. Jaya Makmur Perkasa
5
6
Tipe Proyek : Perkuatan Tebing Sungai
Nilai Kontrak :Rp. 7.280.000.000.-
Jenis Kontrak : Unit Price ( Kontrak harga satuan)
Lingkup Pekerjaan :Design andBuild
Jangka Waktu Pelaksanaan :90 hari Kalender
2.2.2. Data Teknis Proyek
Data teknis proyek merupakan data struktur yang digunakan pada
pelaksanaan proyek. Data teknis proyek merupakan data yang bersifat teknis
namun tidak mencakup keseluruhan dari area proyek melainkan hanya mencakup
data teknis pada area yang ditinjau. Data teknis yang dijelaskan adalah data dari
Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai. Data Struktur pada Perkuatan Tebing
Sungai diuraikan sebagai berikut :
Nama Pembangunan : Perkuatan Tebing Sungai
Luas Akses Area :2km
Jenis Galian : Tanah dan Batu
Jumlah Alat Berat : 2 ( dua )
Tipe pekerjaan : Pemasangan SheetPile
2.2.3. Data Spesifikasi Alat Berat
a. Excavator
Merk : Cat 336 GC (Caterpillar)
Kapasitas Bucket : 2,27 m3
Faktor Bucket : 0,8
Efesiensi Kerja : 0,81
7
Jam kerja/hari : 8 jam
Kapasitas Bahan bakar : 620 liter
Kapasitas oli :373 liter
Bahan Bakar/hari : 200 liter/hari
Jenis bahan bakar : Solar Industri
Jenis Oli : Pertamina
Oli/hari : 25 liter
Jumlah Exavator : 1 ( satu)
Tipe Angkutan : Sheetpile Dan Tanah
b. DumpTruck
Merk : HinoRanger 500 PS FM 260 JD
Kapasitas DumpTruck : 22 kubik
Kapasitas bahan bakar : 200 liter
Kapasitas Oli : 30 liter
Jenis bahan bakar : Solar Industri
Jenis Oli : Pertamina
Berat pada kondisi Kosong : 13 ton
Jam kerja/hari : 8 jam/hari
Jarang angkut : 1,8 km (1800 m)
Efisensi kerja : 0,8
Jumlah DumpTruck : 1( satu
8
2.3. Lokasi Proyek
Pembangunan Proyek Perkuatan Tebing Sungai Desa Muara Baru
Kab.Ogan Komering Ilir Kec. Kayuagung Sumatera Selatan
Gambar 2 1 Lokasi ProyekPerkuatan Tebing Sungai Desa Muara Baru1
Gambar 2.2 Lokasi ProyekPerkuatan Tebing Sungai Desa Muara Baru
2.4. Struktur Organisasi Proyek
1
9
Struktur organisasi proyek adalah skema yang melibatkan banyak pihak
dalam sebuah proyek pekerjaan kontruksi. Struktur organisasi ini dibuat untuk
menjabarkan fungsi tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian. Sistem
struktur organisasi memiliki beberapa bentuk sistem, mulai dari sistem yang
bersifat tradisional sampai sistem yang bersifat profesional. Penerapan sistem
tersebut dalam suatu proyek dapat berbeda karena beberapa faktor yang
menentukan, antara lain besar kecilnya perusahaan, luas sempitnya jaringan usaha
dan marketing, jumlah karyawan, visi perusahaan dan lain sebagainya.
Suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan
struktur organisasi sebagai wadah kegiatan koordinasi maupun intruksi, tetapi
untuk penerapan sistem struktur organisasinya tergantung dari kondisi perusahaan
yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi. Pertimbangan suatu sistem
organiasi yang dilaksanakan merupakan suatu hal yang relatif penting dimana
suatu proyek pekerjaan kontruksi harus memilih sistem yang cocok, sehingga
untuk hal tersebut setiap perusahaan membutuhkan waktu untuk menganalisis
dalam memilih sistem struktur organisasi yang tepat dan sesuai. Secara umum,
pihak-pihak yang terlibat dalam proyek perkuatan Tebing sungai desa muara baru
terdiri dari :
a. Pemilik Proyek
Pemilik proyek adalah pengguna atau pemberi pekerjaan yang menggunakan
layanan Jasa Konstruksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017
tentang Jasa Konstruksi. Pemilik Proyek Perkuatan Tebing Sungai Desa Muara
Baru adalah PU Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi pemegang saham
mayoritas. Tugas pemilik proyek (owner) proyek ini adalah sebagai berikut :
1. Membayar sejumlah biaya yang diperlukan untuk terwujudnya suatu pekerjaan
bangunan.
2. Menerima suatu pekerjaan apabila sudah layak dan tidak keberetan untuk
menyetujui atau mengesahkan terjadinya item pekerjaan maupun perubahan
volume pekerjaan.
10
3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan bersama pengawas pelaksana proyek
4. Memberikan nasehat dan instruksi kepada pelaksana proyek melalui pengawas
pelaksana proyek serta menerima laporan kemajuan proyek dari pelaksana.
Pemilik proyek memiliki wewenang yaitu :
1. Membuat surat perintah kerja (SPK)
2. Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.
3. Meminta pertanggung jawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaan konstruksi
OWNER/PEMILIK
PU KAB.OKI
KONTRAKTOR PELAKSANA KONSULTAN PENGAWAS
CV. JAYA MAKMUR CV. JAYA MAKMUR
PERKASA PERKASA
KONSULTAN PERENCANA
PT. VIRAMA KARYA
Gambar 2 3 Bagan Alir StrukturOrganisasiProyek
11
b. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah perseroan atau badan hukum yang mewujudkan
ide pemberi tugas dan perencana ke bentuk fisiknya. sebagai kontraktor utama
yang mengerjakan konstruksi secara keseluruhan. CV. Jaya Makmur Perkasa
Kontraktor pelaksana mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
Tugas dan tanggung jawab :
1. Membentuk tim intern dan ekstern yaitu tim dalam Main Kontraktor itu sendiri
(tim keuangan, engineer dan pelaksana) dan tim pemborong pekerjaan (mandor
dan pekerja),
2. Melaksanakan proyek pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS)
3. Memberikan laporan harian, mingguan, dan bulanan perkembangan proyek,
4. Menerapkan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3),
5. Membuat metode pelaksanakan konstruksi yang optimal
6. Menyusun rencana kerja proyek,
7. Melakukan pengujian terhadap mutu pekerjaan, pengujian dapat dilakukan di
lapangan maupun di laboratorium
8. Mengganti atau bertanggung jawab atas kerugian akibat keterlambatan
pekerjaan, kecelakaan kerja, kesalahan metode, pelaksanakan dan kenaikkan
harga bahan dan sewa alat konstruksi,
9. Koordinasi dengan para pihak untuk mendetailkan, merevisi, dan membuat
gambar pelaksanakan (shopdrawing) dan gambar jadi (as builtdrawing) dari
proyek.
Wewenang kontraktor pelaksana adalah
1. Memilih supplier yang mempunyai bahan dan sewa alat yang sesuai dengan
spesifikasi,
2. Memperoleh penjelasan lebih lanjut dari konsultan perencana mengenai
gambar perencana yang kurang jelas,
12
3. Meminta dan menerima dana dari owner sesuai dengan unit pekerjaan yang
selesai.
Kelancaran dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, kontraktor pelaksana
membentuk struktur organisasi di lapangan. Struktur organisasi tersebut bertujuan
agar tidak terjadi tumpeng tindih antara tugas dan tanggung jawab, sehingga
ketika permasalahan yang dapat di tanggulangi secara menyeluruh, terpadu, dan
tuntas dalam mencapat efisiensi kelancaran pekerjaan, waktu, dan biaya yang
seminimal mungkin.
Struktur organisasi kontraktor pelaksana proyek Proyek Perkuatan Tebing
Sungai Desa Muara Baru. Adapun penjelasan tiap komponen struktur
organisasinya sebagai berikut :
1. Project Manager : Bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan
pekerjaan lapangan termasuk penyelesaian urusan administrasi yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
a. Mengatur rencana pekerjaan dan anggaran selama pelaksanaan
proyekMengalokasikan unit tugas untuk tim.
b. Menerima laporan dari pelaksana lapangan mengenai masalah-masalah
yang dihadapai selama pelaksanaan dan membuat solusinya.
c. Mengadakan konsultasi dengan pemilik proyek mengenai perkembangan
pelaksanaan maupun permasalahan teknis.
d. Monitoring perkembangan Proyek berdasrkanblueprint.
e. Mengkoordinasi dan memimpin seluruh kegiatan proyek.
2. Deputy Project Manager: Bertanggung jawab membantu project Manager
bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan pekerjaan lapangan
termasuk penyelesaian urusan administrasi yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
a. Membantu dan mengkoordinasikan tugas-tugas projectmanager.
b. Mempersiapkan dan menetapkan metode metode pelaksanaan pekerjaan
bersama projectmanager.
c. Melakukan koordinasi dengan owner, konsultan, pengawas dan
stakeholder :
13
3. SiteManager : Bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan pekerjaan
lapangan termasuk penyelesaian urusan administrasi yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
a. Memberikan petunjuk dan perintah kepada tim dalam melaksanakan
pekerjaan teknis yang akan dikerjakannya.
b. Menyusun bahan dan materi yang akan digunakan untuk membuat rencana
mutu proyek sesuai dengan bagiannya.
c. Membuat schedule bulanan dan mingguan.
d. Membuat perencanaan kebutuhan sumber daya manusia
e. Membuat skema, rencana kerja, tahapan pekerjaan dan rencana
penggunaan bahan dan material yang akan digunakan.
4. SiteEngineerManager: Mengkoordinasi dan Mengevaluasi hasil pekerjaan
lapangan setiap hari serta membuat laporan Eksternal dan Internal.
a. Memberikan petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan
pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik selesai.
b. Bekerjasama dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan.
c. Membantu tim dilapangan dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan
kontraktor.
d. Memeriksa hasil laporan dan analisinya.
5. Administrasi Kontrak: Mengatur dan Melakukan pembayaran pembelian
bahan-bahan keperluan pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran upah kerja.
a. Membuat laporan bulanan dan mingguan.
b. Memastikan semua inventory terjaga dengan baik.
c. Memastikan semua data diinput dikomputer.
6. Teknik : Bertanggung jawab atas desain dan perubahan desain gambar dan
menginformasikan ke lapangan.
a. Membuat desain rencana gambar.
b. Membuat perubahan pada desain gambar.
c. Menginformasikan desain gambar yang diubah ke manajer lapangan.
7. Personalia Keuangan : Mengkoordinasi dan mengatur keuangan proyek dan
sumber daya manusia.
14
a. Menyusun anggaran tenaga kerja yang diperlukan.
b. Membuat jobanalysis, jobdescription, dan jobspesification.
c. Mengurus dan melaksanakan rekrutmen dan seleksi tenaga kerja
8. Logistik dan Peralatan : Mengkoordinasi dan menyiapkan segala kebutuhan
alat dan bahan yang diperlukan dilapangan.
a. Mencari dan mensurvei data jumlah bahan material beserta harganya dari
beberapa supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih
harga terbaik dan memenuhi standar dan spesifikasi atau kualitas yang
telah ditetapkan.
b. Menentukan lokasi penyimpanan bahan material konstruksi yang sudah
didatangkan ke area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol
dengan baik jumlah pendatangan dan pemakaiannya.
c. Melakukan pencatatan keluar masuknya barang serta bertanggung jawab
atas ketersediaan bahan material yang dibutuhkan.
d. Membuat dan menyusun laporan kebutuhan bahan material sesuai dengan
format yang sudah menjadi standar perusahaan kontraktor.
9. Manajer HSE (Health, Safety, andEnvironment) : bertugas untuk
mengoordinirstaff untuk mengendalikan keselamatan pekerjaan, risiko
keselamatan kerja, dan penerapan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) dengan tujuan pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi dampak negatif
pada lingkungan.
a. membuat program kerja K3 serta rencana penerapannya.
b. membuat laporan dan menganalisis data statistik kecelakaan kerja.
c. melakukan peninjauan resiko kerja terhadap semua unsur dan tingkatan.
d. memastikan bahwa peralatan kerja, tenaga kerja, kesehatan tenaga kerja
dan lingkungan kerja sudah dilakukan pemeriksaan sebelum digunakan.
e. melaksanakan pelatihan keselamatan kerja untuk meningkatkan
pemahaman dan kesadaran karyawan.
f. memastikan tenaga kerja bekerja sesuai SOP yang ada. Adanya SOP ini
merupakan bagian dari penciptaaan proses kerja yang aman.
15
10. Manajer Lapangan : bertanggung jawab mengatur dan mengawasi
pelaksanaan proyek agar proyek tersebut dapat selesai sesuai dengan waktu
dan biaya yang telah direncanakan.
a. Mengadakan pengawasan dan mengecek pelaksanaan pekerjaan proyek
sesuai dengan rencana gambar dan spesifikasi teknik.
b. Mengatasi masalah-masalah mengenai pelaksanaan teknis dan kelancaran
proyek di lapangan.
c. Bekerja sama dengan konsultan untuk mengadakan pengecekan mutu dan
volume pekerjaan.
d. Melaporkan kesulitan-kesulitan yang terjadi dalam pelaksanaan dan
dirundingkan dengan manajer lapangan.
11. Manajer teknik : bertanggung jawab dalam semua pekerjaan yang
menyangkut bidang perencanaan.
a. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengujian.
b. Menandatangani sertifikat pengujian.
c. Memeriksa laporan hasil pengujian.
d. Mengesahkan Instruksi Kerja.
12. Surveyor : melaksanakan marking untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan
proyek dengan alat ukur seperti Total Station, waterpass, dan level.
a. Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya pengukuran
topografi lapangan dan melakukan penyusunan dan penggambaran data-
data lapangan.
b. Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan
sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan melakukan tindak koreksi
dan pencegahannya..
c. Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke kepala proyek.
13. QA/QC manager : Mengkoordinasi, mengevaluasi, dan mengontrol dalam
bidang mutu, risiko keselamatan & kesehatan pekerja, dan pencemaran
lingkungan.
a. Mengkoordinasi, mengevaluasi, dan mengontrol perkembangan seluruh
proyek.
16
b. Melakukan monitoring proses pelaksanaan proyek.
14. QuantitySurveyor : monitoring pelaksanaan pekerjaan pekerjaan konstruksi,
permeriksaan material dan barang pada pekerjaan konstruksi, serta melakukan
tes pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan agar
seluruh pekerjaan dapat sesuai target schedule dan mutu.
a. Memahami hal terkait volume, harga satuan, dan tata cara pembayaran
yang dijelasakan dalam dokumen lelang atau dokumen kontrak
b. Melakukan survey lapangan awal sebelum dilakukan pekerjaan.
c. Melakukan evaluasi atas kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan di
lapangan seperti, bahan, alat dan dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
pekerjaan.
d. Mengevaluasi jadwalkan pekerjaan agar tidak terjadi keterlambatan
pelaksanaan pekerjaan agar proyek selesai sesuai dengan waktu yang
ditetapkan.
e. Memeriksa perubahan terkait volume pekerjaan di lapangan.
15. Drafter: bertugas membuat gambar-gambar pelaksanaan di lapangan (Shop
Drawing), memperjelas gambar-gambar detail dari gambar Forcon
(forconstruction) berdasarkan detail gambar design dan membuat As
BuiltDrawing.
a. Membuat gambar pelaksanaan/gambar shopdrawing.
b. Menyesuaikan atau merivisi gambar perencana dengan kondisi nyata
dilapangan.
c. Menjelaskan kepada pelaksana lapangan/surveyor mengenai bentuk detail
struktur dan ukuran bangunan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai
dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
16. CSR ( Humas ) :
a. Bertanggung jawab dalam memilih Informasi.
b. mengenali, dan memanfaatkan informasi untuk kepentingan organisasi.
c. memenuhi kebutuhan proyek.
17
17. Gudang:
a. bertugas untuk menjaga dan merekap keluar masuknya barang yang berada
dalam gudang proyek yang terdapat material-material kebutuhan proyek.
18. Sekretaris: bertugas untuk mengurusi keperluan surat-menyurat kantor, rekap
data presensi, mencatat keluar masuknya uang, dan merekap laporan
keuangan harian, mingguan, bulanan kantor proyek.
a. Mengurusi keperluan surat menyurat kantor.
b. Merekap data presentasi.
c. Mencatat jkeluar masuknya uang.
19. Geodetik : mengkoordinasi tim surveyor di lapangan baik dalam
pengukuran,marking,levelling, dan segala pekerjaan yang berhubungan
dengan geodesi.
a. Mengkoordinasi tim surveyor di lapangan baik dalam
pengukuranmarkingdan levelling.
20. Pelaksana : mengkoordinasikan seluruh sumber daya baik berupa material,
alat, dan sumber daya manusia dalam realisasi sebuah pekerjaan yang telah
ditetapkan.
a. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan dilapangan.
b. Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan sesuai
dengan persyaratan waktu.
c. Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan
dilapangan.
d. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan, metode
kerja, gambar kerja, dan spesifikasi teknik.
21. CostControl : Bertanggung jawab membuat, melaksanakan, dan mengatur
persediaan setiap bulan, memantau dan memeriksa seluruh perhitungan
persediaan sudah sesuai dukungan bukti dan dokumen yang ada.
a. Membuat, melaksanakan, dan mengatur persediaan setiap bulan.
b. Memastikan setiap kebijakan dan prosedur costcontrol bisa diterapkan
dengan baik oleh seluruh departemen.
18
c. Memantau dan memeriksa seluruh hasil perhitungan persediaan sudah
sesuai dengan dukungan bukti dan dokumen yang ada.
22. Mekanik : Mengukur kembali rencana pekerjaan, mengecek kebenaran
elevasi pada setiap tahapan pekerjaan, mengopname dan mengukur hasil kerja
di lapangan.
a. Melaksanakan Perbaikan ringan (minor repair) engine yang antara lain
adalah mempelajari surat perintah kerja perbaikan, menyiapkan buku
panduan/shop manual yang sesuai ,membongkar dan membershkan
komponen yang akan diperbaiki.
b. Melaksanakan Perbaikan (MajorRepair) engine yang antara lain adalah
mempelajari surat perintah kerja perbaikan, menyiapkan buku
panduan/shop manual yang sesuai membongkar engine sesuai prosedur,
memeriksa dan menganalisa kerusakan komponen serta menyusun dan
mengajukan suku cadang yang diperlukan.
c. Menganalisa dan mengatasi gangguan (troubleshooting) engine alat berat
yang antara lain adalah mempelajari surat perintah kerja perbaikan,
menyiapkan buku panduan/shop manual yang sesuai, membongkar
komponen yang akan diperbaiki, memeriksa dan menganalisa kerusakan
komponen, menyusun dan mengajkan suku cadang yang diperlukan,
memeriksa kesesuaian dan memasang suku cadang yang diperlukan dan
menguji hasil perbaikan.
23. StaffAdkon : Membantu dalam Melakukan pembayaran pembelian bahan-
bahan keperluan pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran upah kerja.
a. Bertugas untuk meng-input dan merapikan data.
b. Melakukan perekapan data beserta buktinya (dapat dilakukan dalam
bentuk dokumentasi)
c. Menjaga dan memelihara inventaris kantor.
d. Memastikan kembali biaya operasional dan membuat rekapannya.
e. Membuat format dan isi surat jalan.
19
24. Staff Personalia :Membantu dalam kepengurusan karyawan di lingkup
proyek.
25. Staff Keuangan : membantu dalam mengevaluasi arus kas proyek
c. Konsultas Perencana
Konsultan perencana adalah orang atau badan hukum yang membuat
perencanaan lengkap dari suatu pekerjaan bangunan atas permintaan dan
persetujuan dengan pihak pemberi tugas. Pada proyek ini, konsultan yang
ditunjuk adalah CV Jaya Makmur Perkasa. Tugas konsultan perencanaan
dalam pelaksanaan konstruksi adalah :
1. Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik proyek
2. Membuat gambar kerja pelaksanaan
3. Membuat rencana kerja dan syarat – syarat pelaksanaan konstruksi (RKS)
sebagai pedoman pelaksanan
4. Membuat rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi
5. Memproyeksikan ide atau keinginan pemilik kedalam desain bangunan.
6. Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud dilakukan.
7. Mempertanggung jawabkan desain dan perhitungan konstruksi jika terjadi
kegagalan konstruksi.
Kemudian proses pelaksanaan diserahkan kepada konsultan pengawas, sedangkan
wewenang konsultan perencana adalah:
1. Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak – pihak pelaksanaan bangunan
yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
2. Menentukan mutu dan jenis material yang akan digunakan dalam pelaksanaan
pembangunan. Saat pelaksanaan pembangunan berlangsung pihak konsultan
perencana dapat membuat jadwal pertemuan rutin dengan kontraktor untuk
membahas hal-hal yang mungkin perlu mendapat pemecahan dari perencana.
Struktur organisasi konsultan perencana pada Proyek Perkuatan Tebing
Sungai Desa Muara Baru. Adapun penjelasan tiap komponen struktur
organisasinya sebagai berikut :
20
1. PPK bendungan ( Direksi ) : Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan
barang dan jasa dan menetapkan rencana pelaksanaan barag dan jasa.
a. menyusun perencanaan pengadaan.
b. menetapkan rancangan kontrak.
c. menetapkan besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia.
d. mengusulkan perubahan jadwal kegiatan
2. Project Director: Bertangung jawab tasa perencanaan dan pelaksanaan proyek.
a. Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proyek.
b. Mendefinisikan ruang lingkup proyek, tujuan dan penyampaiannya.
c. Menyusun dan mengkoordinasikan staff proyek.
d. Mengelola anggaran dan alokasi sumber daya proyek.
e. Perencanaan dan penjadwalan proyek.
f. Memberikan arahan dan dukungan untuk tim proyek.
3. Ketua TIM : Bertanggung jawab membuat perencanaan, membuat penugasan,
supervisi, dan evaluasi.
a. Memimpin, mengkoordinir dan melaporkan kepada konsultan pengawas
terkait dengan kegiatan pelaksanaan proyek.
b. Membuat dan mengontrol timeschedulepoyek yang akan dilaksanakan.
c. Menandatangani berita acara serah terima pekerjaan.
d. Membuat dan mengatur perencanaan kegiatan operasional
pelaksanaan proyek
4. Manajer Kantor : Bertanggung jawab mengatur keseimbangan sebuah
manajemen dan melakukan perencanaan, mengelola dan mengawasi kegiatan
dalam manajemen.
a. Mediator dan penghubung komunikasi
b. Mengambil keputusan. Memecahkan masalah, dan membangun tim yang
produktif
5. Sekretaris : bertugas untuk mengurusi keperluan surat-menyurat kantor, rekap
data presensi, mencatat keluar masuknya uang, dan merekap laporan keuangan
harian, mingguan, bulanan kantor proyek.
a. Mengurusi keperluan surat menyurat kantor.
21
b. Merekap data presentasi.
c. Mencatat keluar masuknya uang.
6. Manajemen administrasi : bertanggung jawab untuk perencanaan, penyusunan
koordinasi, penyusunan anggaran, penempatandan pengarahan.
a. Membuat laporan bulanan dan mingguan.
b. Memastikan semua inventory terjaga dengan baik.
c. Memastikan semua data diinput dikomputer
7. Manajemen Keuangan : bertanggung jawab merencanakan, mencari dan dapat
memanfaatkan dana dengan berbagai cara dalam memaksimalkan daya guna
dari operasi perusahaan.
a. Membuat Perencanaan Umum Keuangan Perusahaan
b. Bertanggung Jawab dalam Berbagai Keputusan Pembiayaan yang Ada.
c. Melaksanakan tugas Penerimaan dan Pembayaran.
d. Mencatat semua transaksi dan membuat Laporan Kas Mingguan, serta
melaporkan ke kantor pusat.
e. Meneliti kebenaran dan kewajaran atas semua transaksi/nota di proyek
8. Tenaga Pengukuran Tanah : Bertanggung jawab melakukakn pengukuran tanah
secara mendetail sekaligus memastikan batas batas tanah disekitarnya.
a. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dilaksanakan dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk
pembayaran sertifikat bulanan untuk pembayaran terakhir.
b. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dilaksanakan dengan prosedur yang benar dan menjamin data
yang diperoleh akurat sesuai dengan kondisi lapangan untuk keperluan
peninjauan desain atau detail desain.
9. CAD operator : Bertanggung jawab membuat dan merancang gambaran desain
menggunakan komputer.
a. Membuat gambaran desain dan gambar arsitektur dengan menggunakan
komputer.
b. Merancang desain dengan layar komputer.
22
d. Konsultan Pengawas
Pengawas adalah orang atau badan hukum yang bertugas mengepalai,
mengawasi dan bertanggung jawab terhadap sekelompok orang atau pekerja
khususnya pekerja dilapangan. Konsultan pengawas pada proyek ini adalah CV.
Jaya Makmur Perkasa.
Tugas dan wewenang konsultan pengawas adalah :
1. Melaksanakan pengawasan rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek
2. Memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek maupun
kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan
3. Mengoreksi dan menyetujui gambar shopdrawing yang diajukan kontraktor
sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.
4. Memilih dan memberi persetujuan mengenai tipe merek yang diusulkan oleh
kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek namun tetap
berpedoman dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah dibuat
sebelumnya.
Konsultan pengawas juga memiliki wewenang sebagai berikut :
1. Mempertimbangkan atau menegur pihak pelaksana pekerjaan jika terjadi
penyimpangan terhadap kontrak kerja.
2. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan
3. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksanaan proyek
4. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara (SiteInstruction)
5. Mengoreksi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor agar sesuai
dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.
Konsultan pengawas biasanya diadakan pada proyek pembangunan dengan
skala besar seperti proyek Bendungan, bagian ini bisa merangkap dalam hal
manajemen kontruksi, namun perbedaanya adalah manajemen kontruksi
mengelola jalannya proyek dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai akhir
proyek sedangkan konsultan pengawas hanya bertugas mengawasi pelaksanaan
proyek.
23
10. Membentuk tim intern dan ekstern yaitu tim dalam Main Kontraktor itu
sendiri (tim keuangan, engineer dan pelaksana) dan tim pemborong pekerjaan
(mandor dan pekerja),
11. Melaksanakan proyek pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS)
12. Memberikan laporan harian, mingguan, dan bulanan perkembangan proyek,
13. Menerapkan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3),
14. Membuat metode pelaksanakan konstruksi yang optimal
15. Menyusun rencana kerja proyek,
16. Melakukan pengujian terhadap mutu pekerjaan, pengujian dapat dilakukan
di lapangan maupun di laboratorium
17. Mengganti atau bertanggung jawab atas kerugian akibat keterlambatan
pekerjaan, kecelakaan kerja, kesalahan metode, pelaksanakan dan kenaikkan
harga bahan dan sewa alat konstruksi,
18. Koordinasi dengan para pihak untuk mendetailkan, merevisi, dan membuat
gambar pelaksanakan (shopdrawing) dan gambar jadi (as builtdrawing) dari
proyek.
Struktur organisasi Konsultan Pengawas pada Proyek Perkuatan Tebing Sungai
Desa Muara Baru. Adapun penjelasan tiap komponen struktur organisasinya
sebagai berikut :
1. Spesialis kontrak dan Manajemen Kontruksi : Bertanggung jawab
mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan, meminta laporan progres dan
penjelasan pekerjaan per item dari kontraktor secara tertulis.
a. Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan.
b. Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan per item dari kontraktor
secara tertulis.
2. Tenaga Ahli : bertanggung jawab dalam memberikan bantuan pengawasan
dan melakukakn koordinasi dan komunikasi dengan penyelenggaraan
program pembangunan.
a. Menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) proyek.
b. Menerapkan cara-cara pengelolaan lingkungan proyek.
24
c. Menetapkan ruang lingkup proyek.
d. Menetapkan jadwal waktu proyek.
e. Menetapkan mutu proyek.
f. Menetapkan biaya proyek.
3. Inspector : Bertanggung jawab mengawasi pelaksanaaanpekerjaaan dari aspek
prosedur dan kuantitas pekerjaan berdasarkan dokumen kontrak.
a. Mengawasi pekerjaan pembangunan dan perbaikan.
b. Membantu mengambil keputusan yang cepat dan tepat apabila terjadi
penyimpangan.
c. Melaksanakan dan melaporkan tentang PHO.
PU KAB.OKI
PROJECT
DIRECTOR
KETUA TIM
SPESIALIS
TENAGA AHLI
KONTRAK DAN
MANAJEMEN
TIM LEADER
TENAGA PENDUKUNG
PENGAWAS AHLI
PENGAWAS LAPANGAN 1 ARSITEKTUR
PENGAWAS LAPANGAN 2 PENGAWAS AHLI SIPIL
PENGAWAS LAPANGAN 3 PENGAWAS AHLI
PELAKSANA ADMINISTRASI MEKANIKAL & MATERIAL
27
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1.Uraian Tinjauan Proyek
Dalam bidang proyek pengembangan tidak hanya dibangundari awal, tetapi
juga ada proyek yang tumbuh atau pun dilakukan bertahap tetapi dalam jangka
waktu yang tidak sebentar. Pembangunan Proyek Perkuatan Tebing Sungai masih
dalam pekerjaan SheetPile
Gambar 3.1PemasanganSheetPile
1. Zona 1 di laksanakan oleh sub kontraktor CV. Jaya Makmur
Perkasadengan luas daerah 10 hektar,dengan pekerjaan dalam tahap
pengikisan bukit menggunakan 1 alat berat hidraulicbreakerexcavator jenis
kobelco.
dengan luas daerah 10 hektar di dusun peninjauan pinggir sungai Desa
Muara Baru,Kec. Kayuagung, Kab. OKI, provinsi sumatera selatan. Pada
tahapan ini pekerjaan dalam tahap penggalian tanah dan Penimbunan
sampai pada titik elevasi tanah dengan kedalaman 20 meter menggunakan
1 jenis alat berat yaituDumpTruckHino FM 500 JD DumpTruck.
28
3.2. Jenis-Jenis Alat Berat yang ditinjau
Jenis-jenis alat berat yang ditinjau ialah alat berat yang ada pada
progres pekerjaan pada proyek Perkuatan Tebing Sungai.
HidraulicBreakerExcavator
Gambar 3.2 Alat Berat Hidraulic Breaker Excavator
HidraulicBreakerExcavator merupakantools untuk pekrjaan penghancuran
(demolition). Pada Proyek pembangunan Perkuatan Tebing Sungai,
Hidraulic Breaker Digunakan sebagai alat penggali tanah dan batu.
a. Efesiensi Kerja
Efesiensi Alat berat hidraulicbreaker dihitung dari penggalian mesin
hidraulicbreaker selam 1 jam.
Rumus : E= Waktu Kerja/60 menit
E = 50/60 = 0,83 (Sangat Baik dari tabel faktor efesiensi kerja)
b. Waktu Siklus :
Penggalian tanah : 120 detik
Pindah tempat lokasi penggalian : 10 detik
Pemindahan hasil galian : 15 detik
Waktu tetap, percepatan maju & mundur : 20 detik
Total : 165 detik
: 2,75 menit
Volume galian per jam :V= 200x500x60 =6.000.000
Produksi per siklus : 0,97 x 1,2 =0,81
29
c. Produksi per jam
Q=q x 3600 x E
cm
Q= 0,813 x3600x 0,83 = 14,72 m3/jam
165
d. Siteoutputperhari
Dalam satu hari alat bekerja selam 12 jam
= 12 x 14,72 = 177 m3/hari
e. Waktu kerja yang dibutuhkan
= volume galian tanah
Produksi perhari
= 7.000.000 = 39,54 hari
177
f. Jumlah alat yang dibutuhkan
=waktu kerja yang dibutuhkan
waktu pelaksanaan
=39,54= 0,324 = 1 unit
122
30
Excavator/Backhoe
Gambar 3.3 Excavator/Backhoe
Exavator/Backhoemerupakan alat yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan galian tanah dan batu serta meratakan dinding tebing tanah /
menggaruk terutama pada perbukitan. Sebagian besar
Exavator/Backhoedilengkapi dengan armshidraaulic dan kabel berfungsi
untuk menggerakkan bucket agar dapat mengangkat, meletakkan dan
menggaruk material.
Produksi Alat Berat :
a. Tipe alat : Sumitomo SH 210
b. Kapasitas Bucket (ql) : 0,97 m3
c. Status alat : Baik
d. Jumlah unit : 5 (Lima)
e. Faktor bucket : 0,8
f.Efesiensi Kerja : 49/60 = 0,82
g. Waktu ambil : 7 detik
h. Waktu buang : 6 detik
i.Waktu Putar : 4 detik
j. Produksi persiklus
q = ql x k
31
q = 0,97 x 0,8 =0,776 m3
j. Waktu siklus
Cm = waktu ambil + (waktu putar x 2) + waktu buang
Cm =7 + (4x2) + 6 = 21 detik
k. Produksi per jam
Q=q x 3600 x E
cm
Q= 0,776x3600x0,82 = 109,08 m3/jam
21
l. Siteoutput per hari
Dalam satu hari alat bekerja selama 8 jam
= 8 x 109,08 = 872,64 m3/hari
m.
n. Waktu kerja yang dibutuhkan
= volume galian tanah
Produksi perhari
= 36000 = 41,20 hari
873,64
o. Jumlah alat yang dibutuhkan
=waktu kerja yang dibutuhkan
waktu pelaksanaan
=66,46= 0,544 = 1 unit
122
32
DumpTruck
Gambar 3.4 Dump Truck
DumpTruck merupakan jenis alat berat umumnya digunakan untuk
membuang muatan dari bak secara otomatis. Membuang muatan dilakukan
dengan cara hidraulis yang menyebabkan bak terangkat pada satu sisi, sedang
sisi lainyang berhadapan berputar sebagai engsel.
SpesifkasidumpTruck :
a. HinoRanger 500 PS FM 260 JD
b. RPM 2500
c. Tenaga maksimum 260
d. Efesiensi Kerja = 0,81
e. Kapasitas DumpTruck = 24 m3
f. Jumlah unit = 8 (Delapan)
g. Kapasitas bucket (ql) = 0,97
h. Faktor bucket (k) ) = 0,8
i. Jarak angkut dumptruck = 1200 meter
j. Circletimebackhoe = 21 detik
k. Efesiensi kerja = 49/60 =0,83
l. Kecepatan rata rata saat muatan penuh
Menanjak 20 km/jam
Menurun 40 km/jam
Datar 60 km/jam
m. Kecepatan rata rata saat muatan kosong
33
Menanjak 20 km/jam
Menurun 40 km/jam
Datar 60 km/jam
n. Lokasi pembuangan
Waktu pemuat (Tl)
T1 = cd/ql x k x cm
T1 = 24/0,97 x 0,8 x 21 =415,670 detik
=7,313
Waktu pengangkutan
Th = D/V1 V1=20 km/jam =333,33 m/menit
Th = 1200/333,33= 3,6 menit
Waktu kembali
Tr = D/V2 V2=30 km/jam = 500 meter/menit
Tr=1200//500 = 2,4 menit
Waktu Buang+ Waktu Tunggu = 30 + 120 =150 detik
Waktu bagi dumptruck untuk megambil posisi muat = 60 detik
o. Waktu Siklus
Cm = 7,313 +3,6 +2,4+2,3+1= 14,21
p. Produksi persiklus
Cd x k =
24 x 0,8 =19,2 m3
q. Produksi per jam
Q=q x 3600 x E
cm
Q= 24 x3600x0,83 = 5.046 m3/jam
14,21
r. Siteoutup per hari
Dalam satu hari alat berat bekerja selam 8 jam
= 8 x 5.046 = 40,36 m3/hari
34
3.3. Pekerjaan galian
Pekerjaan galian tanah merupakan sebuah proses pemindahan suatu
bagian permukaan tanah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, dan akhirnya terbentuk
sebuah kondisi fisik permukaan tanah yang baru (sain dan Quinby, 1996)
Pekerjaan galian batu merupakan galian bongkahan batu dengan
volume 1 m3 atau lebih dan seluruh batu atau bahan lainnya dan tidak praktis bila
tanpa penggunaan alat berat dengan pengeboran seperti
HidraulicExavatorbreaker.
3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi alat berat
Dalam merencanakan suatu proyek yang dikerjakan dengan alat berat,
suatu hal yang penting adalah bagaimana meghitug kapasitas operasi alat berat
dinyataka dalam m3/jam atau Cu yd/jam dan produksi alat dinyatakan dalam
volume pekerjaan yang dikerjakan persiklus waktu dan jumlah siklus dalam satu
kerja.
3.4.1. Sifat kembang susut tanah
Kembang susut tanah merupakan perubahan baik berupa penambahan
atau pengurangan volume tanah setelah diolah atau diubah dari bentuk asalnya.
Volume pekerjaan tanah dan batu umumnya diukur dalam tiga kondisi seperti :
a. Kondisi asli (bank cubic meter/BCM), ukuran alam yaitu kadaan tanah
yang masih sesuai dengan kondisi asli alamnya. Dalam keadaaan ini
butiran-butiran tanah masih terkonsolidasi dengan baik.
b. Kondisi lepas (loosecubic meter/LCM), yaitu kondisi tanah sesudah
mengalami gangguan atau telah tergali.
c. Kondisi padat (solid measure/SM), yaitu keadaan tanah setelah ditimbun
kembali dan keadaan tanah setelah ditimbun kembali dan diadakan usaha
pemadatan. Pada keadaan ini tanah mengalami proses pemadatan sehingga
volumenya menyusut tanpa mengalami perubahan berat.
35
3.5. Manajemen Proyek
Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek adalah
penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan, sebuah disiplin
keilmuan dalam hal perencanaan, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian),
penggorganisasian serta cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya
terbatas, untuk mencapai sasaran dan tinjauan yang telah ditentukan agar
mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja biaya, mutu dan waktu serta
keselamatan kerja (Husen 2009:4)
Gambar 3.5ManajemenProyek
36
3.7. Tabel Alat Berat
Kondisi PemeliharaanMesin
Operasi Alat
BaikSekali Baik Sedang Buruk Buruk Sekali
berat
BaikSekali 0.84 0.81 0.76 0.70 0.63
Baik 0.78 0.75 0.71 0.65 0.61
Sedang 0.72 0.69 0.65 0.60 0.54
Buruk 0.63 0.61 0.57 0.52 0.45
BurukSekali 0.52 0.50 0.47 0.42 0.32
Tabel 3.1EfisiensiKerja
BAB IV
TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK
4.1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan ini merupakan pekerjaan yang dilakukansebelum
pekerjaanGalian batudilakukan.Dimana halinisangatdirasakanpengaruhnya
khususnya dalam menyelesaikan persoalan yang timbul di lapangan, dimana
dalam menyelesaikannyadiperlukan sistematikakerjadalampelaksanaan.
Pekerjaan persiapan meliputipekerjaan–pekerjaan seperti:
4.1.1. Titik Pemasangan SheetPile
Titik Pemasangan SheetPile adalah titik tinjauan Pemasangan
menggunakan alat berat pada lokasi ini pemasangan Sheetpile dikerjakan
menggunakan alat berat HidraulicBreakerExavator . Titik galian tanah yang kami
tinjau berada di Desa Muara Baru dengan luasan daerah 20 hektar pada titik
tinjauan.
Gambar 4.1PotonganMemanjang Luas Daerah 0-095 s.d. Luas Daerah 0+375
37
38
4.2. Tahap Pelaksanaan Pemasangan SheetPile
4.2.1. Pekerjaan Pengukuran Elevasi Luas dan Tinggi
Pekerjaan ini dilakukan sebelum dilakukan pekerjaan pemasangan
SheetPilesupaya dapat mengetahui luasan dan ketinggian dalam pemasangan.
pengukuran elevasiketinggian daripemasanganyang sudah ditentukan
dengantinggiyangberbeda-bedayaitudenganmenggunakanalatukur Total
Station.Pekerjaan ini dilakukakn satu minggu sekali setelah pengerjaan galian
tanah dilakukan sebagai evaluasi dan batas tanah yang sudah digali.
Gambar 4.2 Proses PengukuranElevasiKetinggian dan Luas Daerah
DenganTotal Station
39
a. Kondisi giografi
Kondisi giografi pada pekerjaan ini ialah Jalan Lalu Lalang yang dimana
pada titik lokasi ini daerah jalur akses sering dilewati sehingga sedikit
curam dan kondisi cuaca tidak stabil bahkan sering terjadinya hujan.
Gambar 4.3Kondisi Geografi Pada TitikTinjauan
b. Kendala-kendala dilapangan
Kendala yang terdapat dilapangan ialah akses jalan yang masih merupakan
tanah banyak nya debu yang berhamburan sehingga menjadi kendala
utama dalam penembakan total station dan tempat yang curam menjadi
kendala utama dalam penembakan total station bahkan sering terjadinya
tergelincir alat sebagai bahan penembakan total station.
40
c. Hasil Pengukuran Elevasi
Hasil pengukuran elevasi ketinggian ini ialah hasil dari penggalian tanah
yang dilakukan oleh alat berat HidraulicBreakerExavator. Hasil
pengukuran ini dilakukan selama satu minggu sekali dan menjadi acuan
pekerjaan galian tanah.
Gambar 4.4 Hasil Elevasi
4.2.2. Pekerjaan Pemancangan
Setelah melakukan pengukuran dan mendapatkan elevasi luas dan
ketinggian,selanjutnyayang perlu dilakukanyaitu pekerjaan pemancangan.
Pekerjaan inimerupakan prosespemancangan sampai batas elevasi kedalaman
yang ditentukan yaitu sedalam 15 m. Pada tahap ini pemancangan dilakukan
menggunakan alat berat HidraulicExavatorBreaker jumlahnya 1 unit pada luas
Daerah 20 hektar, lalu setelah digali oleh HidraulicExavatorBreakerdilakukan
pemindahan Tanah mengunakanExavator (backhoe) dengan Jumlah 1 unit setelah
pemindahan tanah lalu dilakukakn pengangkutan oleh DumpTruck berjumlah 1
unit dalam satu hari ( 8 jam ) 1 dumptruck dapat melakukan pengangkutan tanah
30 rit/hari.
a. Kendala yang terjadi dalam penggalian tanah ialah alat berat
HidraulicBreakerExavator sering menyangkut didalam lokasi galian
dikarenakan galian berupa batuan.
41
b. Jalur akses lokasi pemecahan batu merupakan batuan cadas yang sulit digali
menggunakan backhoe maka dari itu menggunakan alat berat
hidraulicbreakerexavator
c. Pekerjaan pemancangan dilakukan selama 8 jam waktu operasional setelah itu
dihari berikutnya dilakukan pemindahan hasil pemancangan tersebut
dikarenakan kondisi manuver dan topografi titik lokasi yang hanya cukup 1
unit saja dalam pekerjaan itu.
d. Kendala yang terjadi pada Exavatorialah tumpulnya taring Backhoe akibat
pengambilan bebatuan yang ukuran besar.
e. Kendala yang terjadi pada DumpTruckialah dimana akses pengangkutan
curam sering terjadi terbalik dan batuan yang diangkut keluar dari bak dump
truk.
f. Kubikasi yang digali dalam satu harinya sejumlah 144 m 3/hari dihitung dari
jumlah pengangkutan alat berat dumptruck
Gambar 4.5 Proses PemancanganMenggunakan Alat Berat Hidraulic
Excavator Breaker
42
4.2.3. Pekerjaan pemindahan Hasil Galian
Setelah melakukan pekerjaan pemancangan, selanjutnya yang perlu
dilakukan yaitu pemindahan hasil galian menggunakan alat berat Exavator dan
DumpTruck. Pekerjaan ini merupakan proses sebelum dilakukan penggalian ulang
diarea tersebut. Ditahap ini pemindahan tanah sekitar dilakukan selama 8 jam lalu
setelah itu dilakukan pemindahan hasil tanah menggunakan alat berat exavator,
lalu pengangkutan dari hasil pemindahan Exavator (backhoe) dipindahkan ke bak
penampungan dumptruck dengan jumlah 8 unit per unit dumptruck dapat
melaukakan pengangkutan hasil galian tanah dan batu sebanyak 10 m 3. Di dalam
pemindahan tanah ini dumptruck dapat menghasilkan 144 m 3 batu dalam 4 jam
waktu operasional. Setelah pekerjaan dititik tinjauan selesai alat berat dumptruck
dan exavator ditarik ke zona berikutnya dan dilanjutkan kembali pekerjaan
pemecahan batu menggunakan alat berat HidraulicbreakerExavator.
Gambar 4.6 Pemindahan Hasil Galian Menggunakan Alat Berat Excavator
43
Gambar 4.7 Pemindahan Hasil Galian Menggunakan Alat Berat Excavator
Ke Dump Truck
4.2.4. Pekerjaan pembuangan Hasil Galian
Setelah melakukan Pemindahan hasil galian, Selanjutnya perlu
dilakukan Pembuangan Hasil Galian menuju Area Disporsal jarak dari titik lokasi
pengangkutan alat berat menuju ke area disporsal 1700 m dan efesiensi alat berat
dumptruck ini ialah 0,81 berarti alat berat ini dalam kondisi baik pekerjaan
pengangkutan hasil galian ini dilakukan selama 8 jam waktu operasional alat berat
dumptruck. Pekerjaan pembuangan hasil galian ini merupakan pemindahan hasil
tanah ketempat yang sudah disediakan supaya penggalian tanah dapat dilanjutkan
Gambar 4.8Pembuangan Hasil Galian Ke Area Disporsi
44
Lokasi
Jarak ke lokasi 1700
Mai
Gambar 4.9 Lokasi Pengangkutan Galian Tanah Menuju Area Disporsi
4.2.5. Prosedur Pelaksanaan Alat Berat
Prosedur pengerjaan pemecahan batu dilakukan menggunakan alat berat
HidraulicExavatorBreakerdengan waktu operasional 8 jam pengerjaan
pemecahan batu di mulai dari pukul 09:00-17:00 alat
HidraulicBreakerExavatoryang digunakan sebagai pemecah batu ini berjumlah 1
unit, setelah pengerjaan pemecahan batu selesai dihari berikutnya dilakukan
pemindahan hasil pemecahan batu menggunakan alat berat Exavator (Backhoe)
berjumlah 1 unit di lokasi titik tinjauan, setelah pekerjaan pemindahan hasil
pemecahan batu dialakukan pemindahan ke alat berat Dumptruckberjumlah 8 unit
waktu yang dibutuhkan dalam pemindahan hasil pemecahan batu dari waktu
operasional 8 jam menjadi4 jam waktu operasional dimulai dari pukul 09:00-
12:00, setelah pengerjaan pemindahan dan pembuangan selesai alat berat
Exavator dan DumpTruck dipindahkan dizona lain dan pada titik tinjauan
dilanjutkan pekerjaan pemecahan batu.
45
Gambar 4.10 Proses Pemecahan Batuan
Pada tahap ini pemecahan batu menggunakan alat berat
HidraulicExavatorBreaker dengan jumlah 1 unit waktu operasional 8 jam.
Gambar
4.11Pemindahan Hasil
Pada tahap ini pemindahan pemecahan batu menggunakan alat berat dari hasil
pemecahan batu menggunakan alat berat exavator, pekerjaan ini dilakukan setelah
pekerjaan pemecahan batu selesai.
46
Gambar
4.12Pemindahan Hasil Galian Ke Alat Dump Truck
Pada tahap pekerjaan ini ialah pemindahan hasil pecahan batu ke alat berat
dumptruck yang nantinya akan dibuang ke area disporsal dengan jarak 1700 m
dan kontur jalan yang berupa perbukitan.
Gambar 4. 13Pembuangan Hasil Pemecahan Batu Menggunakan Dump
Truck
47
Pada tahapan ini ialah pembuangan hasil pemecahan batu menggunakan alat berat
Dumptruck dengan jarak lokasi 1700 m.
Gambar 4.14PekerjaanPemecahan Batu Kembali
Setelah tahapan pelaksanaan pemindahan dan pembuangan alat berat selesai lalu
dilanjutkan kembali pekerjaan pemecahan batu kembali.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkanhasilkegiatanselamamelaksanakankerjapraktekdi lapangan
dengan cara mengamatidan mengikuti tahapan penggunaan Alat Berat pada
Proyek Perkuatan Tebing Sungai didesa Muara Baru Kecamatan Kayuagung
Kabupaten OKI, kamimengambilkesimpulan sebagaiberikut:
1. Dapatmengetahuitahappelaksananpenggunaan alat beratdalamproyekini
danmelakukan pelaksanaanpekerjaansesuaidengancara melihatgambar
rencanayangtelah ditentukan.
2. Dapat memahamidan mengetahuiPelaksanaan alat berat,
pengoperasian,hingga perawatanyang
dilakukandilapangansesuaidenganstandaroperasional proseduryangberlaku.
3. Padapenggunaan alat beratyang merupakantinjauankami mempunyai Jumlah
alat berat yang digunakan untuk melakukan galian tanah, DumpTruck 1alat
berat, Exavator (backhoe) 1 Alat berat.
5.2 Saran
SetelahmemahamimetodepekerjaanPileHeadsecara langsung,
makadapatkamiberisaran sebagaiberikut:
1. Padasaatprosespenggunaan Alat Beratberlangsung, sebaiknya waktu
pengerjaan dari awal sampai akhir haruslah sesuai dengan timeschedule
47
48
agar dapat diketahui apa yang dikerjakan selesai tepat pada waktunya atau tidak
2. Dalam melaksanakan pekerjaan, para pekerja seharusnya menggunakan
secaralengkap peralatan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) terkait
pentingnyahal tersebutbagi mereka.
3. Dalam membuatshopdrawingsebaiknyasesuaidengan peraturan yang sudah
dibuatdalammemilih ukuran tulanganagar tidak terjadiperbedaan ukuran
tulanganantaragambar rencanadengan spesifikasidilapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Rochmanhadi, 1992. Alat-AlatBerat Dan Penggunaannya. Yayasan
BadanPenerbitPekerjaan Umum. Jakarta.
Ahmad Mubarok, 2013. Perencanaan pemakaian alat berat pada pekerjaan
tanah. insitut teknologi sepuluh november.
Baskara jati putra, Aditawan Sigit, 2018. Analisa produktivita penggunaan alat
berat. Universitas Islam Indonesia
Aloyen D. Sanam, 2014. Analisa Waktu dan Biaya penggunaan
alataberat.Insitut Teknologi nasional Malang
xii
LAMPIRAN
Dokumentasi Pekerjaan Lapangan
Dokumentasi
1 Proses Penggalian Tanah Menggunakan HidraulicExavatorBreaker
Dokumentasi 2 Proses Pembuangan Hasil Penggalian Menggunakan
DumpTruck
Dokumentasi 3
Dokumentasi 4