MAKALAH
MENDIRIKAN USAHA BARU DI BIDANG KESEHATAN
DENGAN ANALISIS SWOT
APOTEK
DISUSUN OLEH :
DELVI ROSVITA
NPM : 24270076P
Dosen : Bella Anarkie, SST, MKM
PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN KONVERSI
UNIVERSITAS DEHASEN
BENGKULU
2025
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini.Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangunkami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selnjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.
Bengkulu, Maret 2025
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Tujuan Pendirian Apotek .................................................................... 3
C. Visi Dan Misi ...................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Gambaran Proyek Usaha Apotek ........................................................ 4
B. Aspek Pemasaran Usaha Apotek ......................................................... 4
C. Strategi Usaha Apotek.......................................................................... 6
D. Peluang Dan Prospek Pemasaran Usaha Apotek ................................. 6
E. Analisa SWOT Usaha Apotek ............................................................. 7
F. Rencana Strategi Pengembangan Usaha Apotek ................................. 9
G. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Usaha Apotek ............................. 10
H. Alat Dan Perbekalan Farmasi Yang Diperlukan Usaha Apotek .......... 10
I. Studi Kelayakan Usaha Apotek ........................................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................................... 18
B. Saran .................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/
SK/X/2003, maka definisi apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan
kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada
masyarakat. Dalam peraturan ini seorang poteker bertanggungjawab atas
pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih
terjamin keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya
mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan dan unit bisnis.
Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotik adalah
menyediakan obat‐obatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimal. Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi
bisnis, apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat
dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya
juga tidak sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula
hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan
yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup
pasien. Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis
dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien..
Dalam mendirikan sebuah apotek, keberadaan apotek sangat penting.
Saat ini jumlah apotek yang berdiri di kecamatan-kecamatan masih terbatas
sehingga masyarakat sulit untuk mendapatkan obat, informasi obat serta
pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Dengan didirikannya apotek dapat memperluas akses obat murah
dan terjamin kepada masyarakat serta bertujuan juga untuk menertibkan
peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta memberikan kesempatan kepada
apoteker untuk memberikan pelayanan kefarmasian.
1
Apotek merupakan suatu instansi yang memiliki dua fungsi, yang
pertama sebagai pelayanan kesehatan (non profit eriented).dalam fungsinya
sebagai unit pelayanan, fungsi apotek adalah menyediakan obat-obatan yang
dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Menutut PP 51 tahun 2009, apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian,
tempat dilakukannya praktek kefarmasian oleh apoteker dan tenaga kesehatan
lainnya. Apotek bukan hanya suatu badan usaha yang semata-mata hanya
mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi social yang
menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu
baik dan terjamin keabsahannya.
Pelayanan kefarmasian salah satunya telah bergeser orientasinya dari
pelayanan obat (drug oriented) menjadi pelayanan pasien (patient oriented)
dengan mengacu pada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian
yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komuditiberubah
menjadi pelayanan yang komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien.
Semakin hari permintaan akan obat-obatan semakin meningkat, mulai
dari obat resep, obat generic, vitamin dan lain-lain. Selain itu banyaknya
keluhan masyarakat yang lokasinya jauh dari rumah sakit bahwa sulit untuk
mendapatkan akses obat-obatan menjadikan dasar gagasan kami untuk
mendirikan usaha apotek ini yaitu untuk memenuhi permintaan obat-obatan
masyarakat. Kami yakin pendirian usaha apotek ini akan menjanjikan sebagai
bisnis kedepannya. Selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan
masyarakat kami percaya usaha ini nantinya akan mencapai target penjualan
dan tujuan usaha secepat mungkin. Dimana dalam rangka pendirian usaha
apotek ini kami memerlukan dana untuk berbagai kebutuhan, seperti
pembangunan gedung, pembelian bahan operasional, peralatan kesehatan, dan
perabotan pendukung lainnya.
2
B. Tujuan Pendirian Apotek
1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dan informasi akan perbekalan
farmasi (obat, bahan obat dan alat kesehatan) termasuk memberikan
edukasi dan konsultasi kesehatan kepada pasien.
2. Menyediakan berbagai macam perbekalan farmasi dan alat kesehatan
3. Sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat khususnya bidang farmasi
Tujuan dari pendirian usaha apotek ini adalah untuk memperluas akses
obat-obatan yang terjadi pada masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana
farmasi obat-obatan kimia dan obat-obatan herbal yang melakukan
peracikan, pengubahan bentuk, penyerahan obat, dan bahan obat serta
meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengguanaan obat secara
rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).
Dalam upaya usaha untuk memajukan kesejahteraan umum yang
berarti mewujudkan suatu tingkat kehidupan secara optimal termasuk dalam
bidang kesehatan, diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk
mendapatkan obat-obatan yang illegal dan terjamin kualitasnya.
C. Visi Dan Misi
1. Visi
Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang
bermutu, berkualitas dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen
dan karyawan.
2. Misi
Misi dari apotek ini adalah :
a. Menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya
yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.
b. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta
melakukan perbaikan.
c. Mengutamakan keselamatan dan kepentingan pasien.
d. Melaksanakan sistem manajemen yang efektif dan efisien.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Gambaran Proyek Usaha Apotek
Ide usaha yang ingin kami kembangkan ini adalah pendirian usaha
apotek yang mana bergerak dibidang kesehatan , khususnya kefarmasian
disertai praktek mandiri keperawatan yang didukung oleh dokter dan ners
spesialis. Dimana apotek kami memiliki limbah domestik, limbah sisa
produksi, serta limbah non-betalaktan, kami juga akan memberikan layanan
kesehatan, dan memenuhi permintaan obat-obatan baik obat wajib apotek,
obat bebas, resep generik, obat resep paten sampai obat-obatan herbal dari
para pasien dan masyarakat yang membutuhkan. Disini kami akan menjamin
kejujuran, kebenaran, dan keakuratan dari produk obat yang dijual karena
apotek kami sudah terjamin izin usaha dan izin obat-obatannya yang teruji
serta selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam melaksanakan pekerjaan dalam
usaha untuk memberi pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat.
B. Aspek Pemasaran Usaha Apotek
1. Differensiasi
a. Menyediakan produk yang berkualitas seperti obat-obatan generic
bermutu (OGB), obat-obatan herbal dan suplemen makan atau vitamin
sehingga konsumen menurunkan biaya pembelian obat serta
menyiapkan praktek keperawatan mandiri disertai praktik dokter dan
ners spesialis
b. Menyediakan alat kesehatan dengan kualitas yang terjamin
c. Memberikan pelayanan berupa konseling obat kepada pasien, sehingga
pasien dapat mengetahui cara penggunaan obat yang benar, serta
pemberian informasi yang berhubungan dengan obat oleh apoteker
2. Marketing Mix
a. Produk (product)
4
Produk obat-obatan kimia, herbal, suplemen makan atau vitamin, obat
kesehatan, jasa konseling, dan jasa dokter serta ners spesialis.
3. Promosi (promotion)
a. Memberikan brosur yang berisi informasi tentang apotik
b. Melalui jejaring social seperti FB dan IG
c. Memasang baliho atau spanduk didepan apotik dan plang.
d. Bekerjasama dengan produsen atau perusahaan yang menjual produk
diapotek untuk mengiklankan dimedia cetak atau di media elektronik
e. Bekerjasama dengan apotek lain agar pasien yang menebus obat yang
tidak terdapat diapotek tersebut membeli lewat apotek
4. Orang (people)
a. Apotek dikelola oleh satu orang apoteker utama yang kompeten dan
satu orang apoteker pendamping
b. Memiliki asisten apoteker sebanyak lima orang
c. Tenaga administrasi atau kasir satu orang
d. Ners spesialis sebanyak 3 orang
e. Ners non spesialis 3 orang
f. Dokter spesialis anak satu orang,penyakit dalam satu orang, dan dokter
spesialis musculoskeletal satu orang
g. Tenaga umum satu orang
5. Perencanaan (planning)
a. Apotek buka setiap hari kecuali hari ahad dan libur nasional
b. Apotek buka dari pukul 08.00-22.00 WITA
c. Apotek melayani resep dokter
d. Apotek melayani permintaan obat bebas dan obat bebas terbatas
e. Apotek melayani permintaan suplemen makanan atau vitamin
f. Apotek melayani permintaan alat kesehatan
g. Apotek melayani konsultasi obat
h. Apotek melayani praktik mandiri keperawatan baik diapotek maupun
home care seperti perawatan luka dsbnya
5
C. Strategi Usaha Apotek
Strategi dari apotek antara lain :
1. Melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan
farmasi lainnya sesuai dengan pola kebutuhan masyarakat sehingga
mampu meningkatkan pendapatan dan mempercepat tercapainya
keuntungan yang besar.
2. Menjamin terapi obat yang diberikan kepada pasien tepat, efektif, nyaman
dan aman.
3. Membuka praktek Apoteker bagi masyarakat yang membutuhkan
informasi obat yang digunakan secara khusus.
4. Meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan memberlakukan
sistem reward dan punishment bagi seluruh karyawan.
5. Merancang standar operasi prosedur dan standar organisasi kerja.
6. Melakukan efisiensi biaya pengobatan.
7. Melakukan sosialisasi dan edukasi peranan apoteker kepada masyarakat
serta informasi obat.
D. Peluang Dan Prospek Pemasaran Usaha Apotek
Melihat lokasi apotek yang strategis dan memperhatikan pola
pengobatan mandiri masyarakat, maka pendirian mempunyai prospek
pemasaran yang cukup bagus karena:
1. Kepadatan penduduk yang tinggi sebab merupakan daerah pemukiman
penduduk, Komplek perumahan, komplek pendidikan serta Rumah Sakit,
Pukesmas
2. Letak apotek yang strategis dekat dengan jalan raya dan pusat keramaian.
3. Lingkungan calon Apotek relatif aman
4. Penerapan staretegi pemasaran yang mengedepankan citra apotek yang
lebih ekonomis, informatif, pelayanan ramah, lengkap dan memberikan
kenyamanan bagi konsumen yang didukung dengan sarana dan prasarana
yang ada di Apotek.
6
5. Menyediakan pelayanan kesehatan seperti : pelayanan dan konsultasi obat
dengan apoteker, menyediakan pemeriksaan kesehatan (TD, BB, TB dan
gula darah).
E. Analisa SWOT Usaha Apotek
1. Kekuatan/Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif yang akan didirikan adalah
sebagai berikut:
a. Ketersediaan obat, bahan obat, alkes serta perbekalan farmasi lainnya
di apotek Chatarasis Pharma relatif lengkap sesuai kebutuhan
masyarakat yang mampu mencapai kepuasan pelanggan sehingga akan
meningkatkan omset apotek.
b. Harga ekonomis dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
c. Letak/lokasi apotek mudah dijangkau
d. Memiliki Apoteker yang memiliki pengetahuan tentang obat-obatan
dan pengobatan, memberikan pelayanan yang ramah dan sopan.
e. Lokasi apotek sangat mudah dijangkau karena terletak dipinggir jalan
f. Dapat dijangkau dengan berbagai kendaraan umum
g. PSA
h. Modal maksimal, didapat dari keluarga atau dari sumber lain
i. Area yang kondusif dan mudah di akses
j. Menerima pelayanan BPJS
k. Dukungan dari keluarga
l. Pelayanan yang maksimal, ramah dari TTK yang bertugas.
m. Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami
n. Apoteker yang selalu standby di apotek, siap memberikan layanan dan
konsultasi seputar obat.
o. Penataan obat rapi dan bersih
p. Kelengkapan produk. Dimana apotek ini tidak hanya menyediakan
obat, tetapi menyediakan produk kebutuhan lain, contohnya susu,
perlengkapan bayi dan perlengkapan kebutuhan wanita.
7
q. Sudah memiliki izin sesuai dengan undang-undang yang berlaku
r. Mempunyai karyawan yang ramah dan memiliki pengetahuan umun di
bidang obat - obatan.
2. Kelemahan/Weakness
a. Membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk
memperoleh pelanggan yang loyal dan tingkat ekonomi dan konsumsi
yang cukup rendah (menengah kebawah).
b. Modal yang minim
c. Parkir tidak terlalu luas
d. Merupakan apotek baru, belum dikenal oleh masyarakat, dan belum
mempunyai langganan yang loyal.
e. Merupakan apotek swasta yang berdiri sendiri dan bukan suatu apotek
jaringan atau waralaba
f. Susah untuk mencari tenaga teknis kefarmasian
g. Sulit mencari apoteker
h. Tidak buka 24 jam
i. Biaya pembukaan franchise relatif mahal
j. Munculnya kerugian akibat barang ED
3. Peluang/Opportunity
a. Tidak ada apotek di sekitaran lokasi yang akan di bangun
b. Akses tempat mudah dijangkau oleh masyarakat
c. Dekat dengan pelayanan kesehatan seperti puskesmas, praktek umum
dan yang lain
d. Dekat dengan tempat pariwisata
e. Dekat dengan pasar tradisional
f. Dekat dengan hotel
g. Keamanan, lingkungan apotek Pancasari medika relative aman dan dekat
dengan pos polisi.
h. Produk yang selalu dibutuhkan.
i. Apotek boleh menjual produk-produk lain non obat, seperti kosmetika,
makanan
8
j. Kesadaran masyarakat untuk membeli obat yang aman dan berijin resmi
4. Ancaman/Threat
a. Waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh ijin membuka apotek yang
lama keadaan cuaca dataran tinggi yang lembap yang harus diperhatikan
dalam cara penyimpanan obat-obat.
b. Sering hujan
c. Adanya apotek online
d. Suhu udara yang dingin
e. Tidak dapat membuka apotek hingga 24 jam karna kondisi lingkungan
yang sepi pada malam hari
f. Masih banyaknya kepercayaan masyarakat dengan obat tradisional.
g. Obat yang lumayan mahal
F. Rencana Strategi Pengembangan Usaha Apotek
1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada di
sekitar.
2. Kerja sama dengan dokter praktek dalam pelayanan kesehatan guna
meningkatkan keberhasilan terapi yang rasional.
3. Sosialisasi ke warga di sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau
leaflet kesehatan dan memberikan edukasi kemasyarakat langsung tentang
obat dan peran apoteker setiap satu minggu sekali di bulan awal apotek
didirikan dan 1 bulan sekali di bulan-bulan berikutnya.
4. Memberikan pelayanan kefarmasian dengan komunikasi yang efektif dan
elegan untuk mendapatkan customer loyality sesuai dengan Branch
image yang akan bangun.
5. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola
kebutuhan pasien.
9
G. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Usaha Apotek
Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan Human Capital yang
memiliki komunikasi efektif dan elegan dalam menangani setiap kegiatan baik
yang berhubungan dengan administratif maupun pelayanan di Apotek
sehingga visi dan misi Apotek dapat terlaksana. merekrut 5 karyawan dengan
susunan sebagai berikut:
1. Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang
2. Apoteker Pendamping : 1 orang
3. Asisten Apoteker : 2 orang
4. Sales Apotek : 2 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah:
1. Jam kerja : 07.00-21.30, dibagi menjadi 2 shift yaitu jam 07.00-14.00 dan
jam 14.00-21.30 (Hari minggu dan hari besar keagamaan libur). Shiff 1 :
APA + AA + Administrasi (1 orang) masuk mulai 07.00-14.00 dan Shiff 2
: Aping + AA ( 1 orang) jam 14.00-21.30
2. Jam kerja sales apotek 11.00 – 19.00
3. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya dari PSA).
4. Sumber daya manusia merupakan Human Capital, oleh karena itu SDM di
haruslah orang-orang yang memiliki kelebihan yang tidak dapat ditiru oleh
apotek lain yang mampu menciptakan keunggulan yang kompetitif
sehingga akan menciptakan kepuasan customer dan meningkatnya profit
apotek.
H. Alat Dan Perbekalan Farmasi Yang Diperlukan Usaha Apotek
1. Bangunan
a. Bangunan apotek terdiri dari ruang pelayanan resep, ruang peracikan,
kasir, ruang kerja apoteker dan konsultasi obat, ruang tunggu
pasien,dan toilet.
b. Bangunan dilengkapi dengan kipas angin, penerangan, sumber air yang
memenuhi persyaratan, ventilasi dan sanitasi yang mendukung dan
tempat sampah.
10
c. Papan nama berukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm dengan tulisan
hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 7 cm dengan tebal 7
mm, dilengkapi dengan neon box. Papan nama terdiri dari papan nama
apotek dan papan nama apoteker terpasang jelas.
2. Perbekalan Farmasi
a. Obat Keras (Obat dengan Resep dan OWA)
b. Obat bebas (OTC) dan bebas terbatas
c. Kesehatan : timbangan badan, pispot, masker, termometer, perban,
sarung tangan, kateter, spuit, dll.
d. Kosmetik, Produk jamu, makanan dan minuman kesehatan,
perlengkapan bayi (bedak, botol susu bayi, sabun, susu, madu, energy
drink, dll).
3. Perlengkapan
a. Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan
- Timbangan
- Thermometer
- Mortir dan stamper
b. Alat perbekalan farmasi
- Pot plastik berbagai ukuran
- Lemari pendingin
- Lemari dan rak penyimpanan obat
- Lemari penyimpanan untuk narkotika, psikotropika, dan bahan
berbahaya lainnya
c. Wadah pembungkus dan pengemas
- Etiket
- Kertas puyer
- Streples
- Wadah pengemas dan pembungkus lainnya (tas plastik)
d. Alat administrasi
- Blanko pesanan obat - Buku penerimaan
- Blanko kartu stok obat - Buku pembukuan keuangan
11
- Blanko copy resep - Buku pencatatan narkotik
- Blanko faktur dan nota dan psikotropik
penjualan - Buku pesanan narkotik dan
- Blanko kuitansi psikotropik
- Buku defecta - Buku laporan obat narkotik
- Buku standar dan psikotropik
- Buku pembelian - Buku pencatatan penyerahan
resep
- Alat-alat tulis dan kertas
e. Perlengkapan lainnya
- Alat pemadam kebakaran
- Alat kasir dan kertas
- Komputer
I. Studi Kelayakan Usaha Apotek
1. Modal
a. Perlengkapan Apotek
Etalase kaca di depan uk 1x1 : 2x @ 800.000,- Rp. 1.600.000 ,
Etalase kaca di depan uk 2x1 : 2x@ 1.600.000,- Rp. 3.200.000 ,-
Meja 3 x 125.000 Rp. 375.000,-
Kursi 5 x @ 50.000 Rp. 250.000,-
Kursi ruang tunggu (panjang) 2x 200.000 Rp. 400.000,-
Komputer Rp. 4.000.000,-
Software Rp. 6.000.000,-
Printer Rp. 750.000,-
Telepon Rp. 400.000,-
Timbangan mg dan gram Rp. 4.000.000,-
Timbangan badan Rp. 120.000,-
Lemari es Rp. 1.000.000,-
Lemari narkotik dan psikotropik Rp. 450.000,-
12
Alat peracikan obat (Stemper, Mortir) Rp. 100.000,-
Alat gelas (Beker glass, Gelas ukur 50 ml,100 ml,Batang Rp. 500.000,-
pengaduk, tabung reaksi)
Perlengkapan administrasi Rp. 500.000,-
Buku standard kefarmasian Rp. 2.000.000,-
Stempel apotek Rp. 150.000,-
Kalkulator Rp. 200.000,-
Dispenser+gallon Rp. 350.000,-
Kipas angina Rp. 250.000,-
Papan nama Rp. 500.000,-
Lampu Rp. 500.000,-
Jam dinding Rp. 100.000,-
Alat Kebersihan Rp. 100.000,-
Alat Makan Rp. 10.000,-
TV 14 Inch Rp. 600.000,-
Alat Pemadam Kebakaran Fire Indo 2@200.000 Rp. 400.000,-
TOTAL Rp. 28. 825.000,-
b. Biaya Perizinan
a. Biaya Perizinan Rp. 2.000.000,-
b. Modal Operasional (obat) Rp. 50.000.000,-
c. Cadangan Modal Rp. 14.175.000,-
Total Modal Rp. 95.000.000,-
2. Rencana Anggaran Tahun Ke 1
a. Biaya tetap perbulan tahun ke-1
1) Gaji Karyawan
APA (1 orang) Rp. 2.500.000,-
Apoteker pendamping (1 orang) Rp. 2.000.000,-
Asisten Apoteker (2 orang) Rp. 3.400.000,-
13
Sales Apotek (2 orang) Rp. 4.800.000,-
Jumlah Rp. 12.700.000,-
2) Biaya lain-lain:
Beban Listrik, air, telepon, bensin dan Rp. 500.000,-
keamanan
Lain-lain Rp. 500.000,-
Jumlah Rp. 1.000.000,-
Biaya Keseluruhan Rp. 13.700.000,-
Biaya tetap tahun ke-1
Biaya tetap bulanan x 12 Rp. 164.400.000,-
THR Rp. 7.700.000,-
Total Rp. 172.100.000,-
b. Perhitungan BEP tahun ke-1
a. Penjualan obat dari resep 1 tahun pada tahun pertama
diasumsikan resep yang masuk adalah 7 resep per hari
dengan harga rata-rata per resep adalah berkisar Rp
70.000,- maka untuk per tahunnya dapat dihitung:
7 lembar x 26 hari x 12 bulan x Rp 70.000,- =
(Margin 30%) Rp. 152.880.000,-
b. Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp 800.000,- = (Margin 10%) Rp. 249.600.000,-
c. Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp900.000,- = (Margin 25%) Rp. 280.800.000,-
d. Penjualan Produk Farmasi Lain (suplemen, produk herbal,
kosmetik, sabun,alkes, dll.)
26 hari x 12 bulan x Rp500.000,- = (Margin 20%) Rp. 156.000.000,-
Total Pendapatan 1 Tahun Rp. 839.280.000,-
14
c. Pengeluaran rutin tahun ke-1
a. Pembelian obat resep ( 70% X Rp. 152.880.000,-) Rp. 107.016.000,-
b. Pembelian obat bebas (90% X Rp. 249.600.000,-) Rp. 224.640.000,-
c. Pembelian OWA (75% X Rp. 280.800.000,-) Rp. 210.600.000,-
d. Produk Farmasi Lain (80% X Rp. 156.000.000,-) Rp. 124. 800.000,-
e. Biaya tetap 1 tahun Rp. 114. 750.000,-
Total pengeluaran 1 tahun Rp. 781.806.000,-
d. Pengeluaran Laba Rugi tahun ke-1
1. Pemasukan tahun ke-1 Rp. 839.280.000,-
2. Pengeluaran tahun ke-1 Rp. 781.806.000,-
Laba kotor Rp. 54.924.000,-
Pajak final (1% x 839.280.000,-) Rp. 8.392.800,-
Laba bersih Rp. 46.531.200,-
e. Perhitungan BEP tahun ke-1
1. Pay Back Periode
Pay Back Periode = Total Investasi
Laba Bersih
Pay Back Periode = Rp. 95.000.000,-
Rp. 46.531.200,-
= 2,04 tahun
2. ROI (Return On Investment)
ROI = Laba bersih x 100%
Total investasi
ROI = Rp. 46.531.200,- x 100%
Rp. 95.000.000,-
= 48,98%
15
3. Break Event Point (BEP)
1
BEP= x biaya tetap
Biaya variabel
1-
Pendapatan
Biaya Variabel = Total pengeluaran 1 tahun – Biaya tetap 1 tahun
Biaya Variabel = Rp. 784.356.000 - Rp. 117. 300.000,-
= Rp. 667.056.000,-
BEP = 1 X 117. 300.000,-
1- Rp. 667.056.000,-
Rp. 839.280.000,-
= 1 X Rp. 117. 300.000,-
0,2
= Rp. 586.500.000,-/ tahun = Rp. 48.875.000,- /bulan
3. Margin
Margin = Biaya tetap X 100%
BEP
= Rp. 117. 300.000,- X 100%
Rp. 586.500.000,-
= 20%
4. Prosentase BEP
% BEP= Biaya tetap X 100%
(Pendapatan-Variabel)
= Rp. 117. 300.000,- X 100%
(Rp. 839.280.000,- Rp. 667.056.000,-)
= 68,11%
16
4. Rancangan Pendapatan Untuk 5 Tahun Ke Depan
Pendapatan tahun ke 1 Rp. 839.280.000,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 2 naik 10%= Rp. 923.208.000,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 3 naik 10%= Rp. 1.015.528.800,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 4 naik 10%= Rp. 1.117.081,680,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 5 naik 10%= Rp. 3.895.098.480,-
17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi
kelayakannya, maka pendirian mempunyai prospek baik untuk berkembang
menjadi apotek yang besar dan terpercaya. Besar harapan kami agar pihak
anda berkenan untuk memenuhi kebutuhan dana kami yang belum bisa
terpenuhi yang telah tertera penjabarannya pada proposal ini.
B. Saran
Apotek merupakan suatu instansi yang memiliki dua fungsi, yang
pertama sebagai pelayanan kesehatan (non profit oriented). Dalam fungsinya
sebagai unit pelayanan, fungsi apotek adalah menyediakan obat-obatan yang
dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Dari fungsi yang pertama ini, maka apoteker harus dalam wajah yang sosial,
penuh nilai etika dan moral. Sedangkan fungsinya yang kedua sebagai instansi
bisnis, apotek selayaknya untuk mendapatkan keuntungan (profit) mengingat
investasi yang ditanam pada pendirian operasionalnya juga tidak sedikit.
Namun apotek bukan hanya suatu badan usaha yang semata-mata hanya
mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang
menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu
baik dan terjamin keabsahannya.
18
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan.
Surakarta: BPK FEB UMS.
Fauziah, Prima Nanda dan Umi Amalia, 2017. Kewirausahaan Laboratorium.
Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia; Pusat Pendidikan Sumber
Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan
Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Kasmir. 2010. Kewirausahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Kasmir. Kewirausahaan. PT RajaGrafindo persada. Jakarta, 2007
Kuratko & Hoodgets. 2007. Dalam Heru Kristanto. 2009. Kewirausahaan
(entrepreneurship) Pendekatan Manajemen dan praktik. Yogyakarta:Graha
Ilmu.
Mardiana dan Ira Gustira Rahayu, 2017. Pengantar Laboratorium Medik.
Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia; Pusat Pendidikan Sumber
Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan
Sumber Daya Manusia Kesehatan.
19
LAMPIRAN
20