0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan142 halaman

Kelompok 3 - Modul Imun C

Dokumen ini membahas tentang kanker, termasuk definisi, klasifikasi tumor, dan proses karsinogenesis yang melibatkan perubahan genetik dan epigenetik. Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, kemampuan untuk menyerang jaringan sekitar, dan potensi untuk bermetastasis. Faktor risiko seperti penggunaan tembakau, infeksi virus, dan pola hidup juga berkontribusi terhadap perkembangan kanker.

Diunggah oleh

Katherine Novelyssa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan142 halaman

Kelompok 3 - Modul Imun C

Dokumen ini membahas tentang kanker, termasuk definisi, klasifikasi tumor, dan proses karsinogenesis yang melibatkan perubahan genetik dan epigenetik. Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, kemampuan untuk menyerang jaringan sekitar, dan potensi untuk bermetastasis. Faktor risiko seperti penggunaan tembakau, infeksi virus, dan pola hidup juga berkontribusi terhadap perkembangan kanker.

Diunggah oleh

Katherine Novelyssa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KANKER

Solid Tumour and


Haematology Malignancy
Kelompok 3 - Modul Imun dan Darah-C
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Definisi
TUMOR KANKER
disebut juga sebagai Neoplasia → “ New growth” Kelainan genetik karena adanya mutasi DNA
Sel neoplastik → sel yang terus menurus (umumnya terjadi secara spontan atau faktor
bereplikasi dan tidak terkontrol, Semua lingkungan)
neoplasma bergantung pada nutrisi dan
kandungan darah dari host nya. Kanker → tumor ganas (malignant) → Tumor yang
dapat menyerang dan menghancurkan struktur
Tumor dibagi menjadi malignant (ganas) dan yang berdekatan dan bermetastasis hingga
benign (jinak) menyebabkan kematian

ONKOPROTEIN TUMOR SUPRESSOR GENE


Gen yang mengkode komponen dari growth
Protein yang dikode oleh onkogen dan berperan inhibitory pathways sehingga dapat menghambat
dalam jalur persinyalan yang mendorong pertumbuhan tidak terkendali dari sel
proliferasi sel dan membebaskan sel dari faktor
pertumbuhan normal
METASIS
APOPTOSIS
Merupakan jenis kematian sel yang dipicu oleh
programmed cell death yang di mana sel-sel
Merupakan penyebaran tumor ke lokasi yang tersebut mengaktifkan enzim intrinsik yang
secara fisik tidak berhubungan dengan tumor menghancurkan DNA genomik serta protein nuklir
primer, sehingga menandai bahwa tumor dan sitoplasma sel.
tersebut bersifat ganas.
Pada kondisi tumor, tumor bersifat resisten pada
programmed cell death.

ANGIOGENESIS
proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh yang sudah ada.

Angiogenesis sangat penting dalam proses penyembuhan di lokasi cedera,


dan dalam memungkinkan tumor untuk tumbuh lebih besar melebihi
batasan suplai darahnya.
Etiologi & Faktor Risiko
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Etiologi
Carsinogenesis

Genetic Alterations

Epigenetic Alterations

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Carsinogenesis

Tahap 1: Inisiasi Tahap 2: Promosi Tahap 3: Progression


Membutuhkan paparan sel normal Karsinogen atau faktor lainnya Melibatkan perubahan
terhadap karsinogen. berperan mengubah lingkungan genetik lebih lanjut
Karsinogen ini menghasilkan untuk mendukung pertumbuhan yang menyebabkan
perubahan genetik yang jika tidak sel yang telah berubah menjadi peningkatan proliferasi
diperbaiki akan menghasilkan populasi klonal sel kanker. sel.
perubahan seluler yang tidak Promosi dapat dipengaruhi oleh Elemen kritis dari fase ini
dapat diubah (irreversible). strategi kemoprevensi (strategi hingga invasi ke dalam
Sel yang diubah kemudian dapat untuk menurunkan risiko kanker), jaringan lokal dan
memiliki respons yang berubah termasuk perubahan gaya hidup perkembangan
terhadap lingkungan → dan pola makan. metastasis.
memberikan keuntungan Butuh 5–20 tahun untuk kanker
pertumbuhan selektif dan berkembang dan dapat dideteksi
memungkinkan perkembangan secara klinis, tergantung pada
populasi klonal sel kanker. jenis kankernya.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Carsinogenesis
Agen Karsinogen
KIMIA
Pewarna anilin = penyebab kanker kandung kemih.
Asbes = penyebab mesothelioma.
Benzena = penyebab leukemia.
*Beberapa obat dan hormon yang digunakan untuk tujuan terapeutik.

FISIKA
Radiasi pengion dan sinar ultraviolet, di mana radiasi menginduksi mutasi dengan membentuk
radikal bebas yang merusak asam deoksiribonukleat (DNA) & komponen seluler lainnya.

BIOLOGI
Virus Epstein-Barr (EBV) = faktor penting dalam inisiasi limfoma Burkitt.
Infeksi dengan Human Papilloma Virus (HPV) = penyebab kanker serviks, kepala, dan leher.
Faktor keturunan, usia, dan jenis kelamin juga dapat berkontribusi dalam perkembangan kanker.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Carsinogenesis
Agen Karsinogen

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations

Oncogenes

Tumor Suppressor Genes

DNA Repair Genes

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations
Oncogenes

Onkogen berkembang dari gen normal yang disebut proto-onkogen. Proto-onkogen hadir di
semual sel dan merupakan pengatur penting dari fungsi seluler normal. Perubahan genetik proto-
onkogen melalui mutasi titik, penataan ulang kromosom, atau amplifikasi gen dapat
mengaktifkan onkogen.
Karsinogen dapat menyebabkan perubahan genetik ini (mutasi somatik) atau perubahan ini
dapat diwariskan (mutasi germline). Setelah diaktivasi, onkogen akan menghasilkan jumlah
produk gen normal yang berlebihan (produk gen abnormal). Hasilnya adalah disregulasi
pertumbuhan dan proliferasi sel normal yang memberikan keuntungan pertumbuhan yang
berbeda pada sel dan meningkatkan probabilitas transformasi.
Contoh = onkogen virus leukemia eritroblastik (ErbB) adalah onkogen yang memediasi
proliferasi & diferensiasi sel melalui aktivasi jalur pensinyalan intraseluler. Produk gen ErbB
biasanya bermutasi, diekspresikan secara berlebihan, atau diperkuat sehingga mengakibatkan
proliferasi seluler yang berlebihan, invasi, & metastasis serta meningkatkan kelangsungan hidup
sel pada beberapa kanker.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations
Oncogenes

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations
Tumor Suppressor Genes

Mengatur dan menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel yang tidak tepat. Perubahan
genetik mengakibatkan hilangnya kendali atas pertumbuhan sel normal.
Contoh = Retinoblastoma (Rb) 1 dan TP53.
Mutasi TP53 adalah salah satu perubahan genetik yang paling umum terkait dengan kanker.
Produk gen normal TP53 bertanggung jawab atas regulasi negatif siklus sel (yaitu, serangkaian
peristiwa seluler yang menyebabkan pembelahan dan duplikasi sel) dan memungkinkan siklus
sel berhenti untuk perbaikan, koreksi, dan respons terhadap sinyal eksternal lainnya.
Inaktivasi TP53 setelah perubahan genetik menyebabkan perubahan genetik menumpuk di
dalam sel.
Mutasi TP53 terkait dengan berbagai jenis kanker. Misalnya, mutasi germline di mana seorang
individu hanya memiliki satu salinan fungsional TP53 dan dikaitkan dengan sindrom Li-Fraumeni
(sindrom yang ditandai dengan beberapa kanker pada awal masa dewasa).
Fungsi penting lain dari TP53 adalah modulasi efek obat sitotoksik, di mana hilangnya TP53
dikaitkan dengan resistensi obat antikanker.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations
DNA Repair Genes

Fungsinya adalah untuk memperbaiki DNA yang rusak oleh faktor lingkungan atau kesalahan
dalam DNA yang terjadi selama replikasi. Jika tidak diperbaiki, kesalahan ini dapat
mengakibatkan perubahan yang mengaktifkan oncogenes atau menonaktifkan tumor
suppressor genes.
DNA repair genes dapat memengaruhi perbaikan ketidakcocokan, perbaikan kerusakan untai
tunggal, dan perbaikan kerusakan untai ganda.
Misalnya, poli ADP ribosa polimerase (PARP) adalah protein yang bertanggung jawab atas
perbaikan DNA dan kematian sel terprogram (apoptosis) dengan memengaruhi beberapa
mekanisme perbaikan.
PARP1 adalah bagian dari PARP yang berperan dalam memperbaiki kerusakan DNA untai
tunggal.
Kekurangan DNA repair genes telah ditemukan pada kanker payudara, usus besar, dan ovarium.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genetic Alterations

Genetic alteration (perubahan genetik) mungkin tidak cukup untuk memulai kanker. Sebagian
besar kanker memperoleh beberapa perubahan genetik somatik.
Beberapa perubahan mungkin tidak memberikan kontribusi pada perkembangan kanker
(misalnya, passenger mutations), sementara perubahan lain kemungkinan mendukung
kelangsungan hidup kanker yang sedang berlangsung (misalnya, driver mutations).

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Epigenetic Alterations
Epigenetik mengacu pada perubahan dalam ekspresi gen yang terjadi tanpa mengubah urutan DNA.
Dua mekanisme regulasi epigenetik yang paling umum, yaitu metilasi DNA dan modifikasi histon.

Metilasi DNA Modifikasi Histon


Biasanya terjadi pada dinukleotida Histon adalah protein dasar yang terkait dengan DNA dalam
CpG dan dikatalisis oleh DNA nukleosom. Protein ini dapat dimodifikasi oleh asetilasi, metilasi,
methyltransferases (DNMTs). atau fosforilasi pada ekor N-terminal mereka.
Modifikasi ini berperan dalam regulasi transkripsi.
Contoh: histone deacetylases (HDAC) menekan transkripsi dan
histone acetylases mengaktifkan transkripsi.

Epigenetic alterations mungkin terlibat dalam perkembangan kanker dengan melapisi sel atau
membuatnya rentan terhadap perubahan genetik yang terkait dengan perkembangan kanker.
Contoh: hipermetilasi pada dinukleotida CpG yang ditemukan di dekat tumor suppressor genes,
dapat mematikan gen-gen ini dan mendorong perkembangan kanker.
Agen antikanker diidentifikasi sebagai penghambat DNMT atau HDAC, menargetkan modifikasi ini.

DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Faktor Risiko
Penggunaan tembakau/merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat,
kurangnya aktivitas fisik, dan polusi udara.
Beberapa infeksi kronis, seperti Helicobacter pylori, Human Papilloma Virus (HPV),
virus Hepatitis B, virus Hepatitis C, dan virus Epstein-Barr.
Virus Hepatitis B dan C serta beberapa jenis HPV dapat meningkatkan risiko kanker
hati dan serviks.
Infeksi dengan HIV meningkatkan risiko terkena kanker serviks 6 kali lipat dan
secara substansial meningkatkan risiko mengembangkan kanker tertentu lainnya
(seperti sarkoma Kaposi).

World Health Organization (WHO). (2025, February 3). Cancer. World Health Organization; World Health Organization. https://www.who.int/news-
room/fact-sheets/detail/cancer
Klasifikasi dan Nomenklatur Penyakit
Kanker serta Karakteristik dari Kanker
(Hallmarks of Cancer)
Nomenklatur
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Neoplasia = pertumbuhan baru


Neoplasma = kumpulan sel dan stroma yang membentuk pertumbuhan baru
Neoplasma terjadi karena adanya mutasi genetik pada pertumbuhan sel ⟶ mengubah
fungsi gen tertentu ⟶ sel neoplastik dapat bertahan hidup dan tumbuh serta
menghasilkan proliferasi berlebihan

Komponen Dasar Tumor


Sel neoplastik yang membentuk parenkim tumor
Stroma reaktif yang tersusun atas jaringan ikat, pembuluh darah, serta sel-
sel imun innate dan adaptive
Pada beberapa tumor, sel parenkim merangsang pembentukan
desmoplasia → pembentukan stroma berlebihan yang terjadi sebagai
reaksi terhadap keberadaan sel kanker atau neoplasma ganas.
Klasifikasi tumor didasarkan atas komponen parenkim, tetapi pertumbuhan
dan penyebarannya sangat bergantung pada stroma.

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor Berdasarkan Keganasan


Benign vs Malignant

Benign Malignant

Sifat Relatif jinak Relatif ganas

Pertumbuhan relatif lambat dan tidak Dapat tumbuh dengan cepat dan
Pertumbuhan
menyerang jaringan di sekitarnya menyerang jaringan di sekitarnya

Tidak dapat menyebar ke bagian tubuh Dapat menyebar ke bagian tubuh lain
Penyebaran
lain melalui proses yang disebut metastasis

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor Berdasarkan Keganasan


Contoh Benign vs Malignant
Benign Malignant

Dari sel mesenkim Dari sel mesenkim


Fibroma: tumor jinak sel fibrosa Fibrosarkoma: tumor ganas fibrosa
Kondroma: tumor jinak kartilago Kondrosarkoma: tumor ganas kartilago
Adenoma: tumor pada sel-sel epitel Leimyosarcoma: tumor ganas pada otot polos
kelenjar pelindung organ tubuh Rhabdomyosarcoma: tumor ganas pada otot rangka
Papiloma: tumor yang membentuk seperti Dari sel darah
kutil pada permukaan epitel Leukemia: tumor ganas yang menyerang sel darah
Kistadenoma: tumor yang membentuk putih
massa kista besar Limfoma: tumor ganas yang menyerang limfosit
Kistadenoma papiler: kistadenoma yang Sarkoma: tumor ganas jaringan ikat atau jaringan
menghasilkan pola papiler menonjol ke penunjang tubuh
ruang kista Karsinoma: tumor ganas sel epitel
Polip: tumor yang terbentuk di atas Karsinoma sel skuamosa: tumor menyerupai epitel
permukaan mukosa skuamosa berlapis
Polip adenomatosa: polip yang Adenokarsinoma: tumor ganas dari sel epitel yang
mengandung jaringan kelenjar tumbuh dengan pola seperti kelenjar

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Nomenklatur
Tumor

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Kanker
Kanker

Histological Primary
Standpoint Site

Karsinoma Kulit
Sarkoma Paru-paru
Mieloma Payudara
Leukemia Prostat
Lymphoma Kolon dan
Mixed Types Rektum
Uterus

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Karsinoma
Karsinoma ⟶ neoplasma ganas yang berasal dari sel
epitel atau kanker pada lapisan luar/dalam tubuh.
Karsinoma sel
Umumnya menyerang organ yang mensekresikan
basal
cairan, seperti payudara, paru-paru, saluran
pencernaan dan kandung kemih. Terbagi menjadi 2
subtipe utama:
Adenokarsinoma → berkembang di organ atau
kelenjar seperti membran mukosa → pertama kali
terlihat sebagai mukosa putih atau plak yang
menebal
Karsinoma sel skuamosa → berasal dari sel Karsinoma sel
skuamosa, terjadi di banyak area tubuh skuamosa

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Sarkoma
Sarkoma ⟶ kanker yang berasal dari jaringan
pendukung dan penghubung (seperti tulang,
tendon, otot, lemak, tulang rawan). Contoh
sarkoma:
Osteosarkoma atau sarkoma osteogenik
(tulang)
Kondrosarkoma (tulang rawan)
Leiomiosarkoma (otot polos)
Rabdomiosarkoma (otot rangka)
Fibrosarkoma (jaringan fibrosa)
Angiosarkoma (pembuluh darah)
Liposarkoma (jaringan adiposa/lemak)

Osteosarkoma

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Mieloma Lymphoma
Mieloma ⟶ kanker pada sel plasma sumsum Limfoma ⟶ kanker yang berkembang di kelenjar
tulang. atau nodus sistem limfatik (jaringan pembuluh,
nodus, dan organ ((khususnya limpa, amandel, dan
timus).
Limfoma juga dapat muncul di organ tertentu
seperti lambung, payudara, atau otak, yang
disebut limfoma ekstranodal.

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint

Leukemia
Leukemia ⟶ kanker pada sumsum tulang. Leukemia
sering dikaitkan dengan produksi berlebihan sel
darah putih yang belum matang.
Contoh leukemia:
Leukemia mielogen atau granulositik (keganasan
pada seri sel darah putih mieloid dan
granulositik)
Leukemia limfatik, limfositik, atau limfoblastik
(keganasan pada seri sel darah limfoid dan
limfositik)
Polisitemia vera atau eritremia (keganasan pada
berbagai produk sel darah, tetapi dengan
dominasi sel darah merah)

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint

Mixed Type

Terdiri dari elemen epitel dan stroma. Stroma


berupa kartilaginous (tulang rawan), hialin,
lipomatosis (jaringan lemak, atau mioid (mirip
otot). Beberapa contoh mixed type tumor:
Karsinoma adenoskuamosa
Tumor mesodermal campuran
Karsinosarkoma
Teratokarsinoma

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Kulit
Terdapat tiga tipe utama kanker kulit:
Sel basal
Sel skuamosa
Melanoma
Sel basal dan sel skuamosa
Muncul di bagian tubuh yang sering
terpapar sinar matahari, seperti wajah, Karsinoma sel basal Karsinoma sel skuamosa
telinga, dan anggota tubuh
Sangat dapat disembuhkan, terutama jika
terdeteksi dan diobati sejak dini
Melanoma
Terjadi di melanosit, yaitu sel pigmen yang
berada di lapisan terdalam epidermis
Lebih berbahaya karena dapat menyebar
dengan sangat cepat
Melanoma
National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Paru-paru
Sel kanker yang menyerang paru-paru
Sulit dideteksi pada tahap awal karena gejalanya sering kali
tidak muncul sampai penyakit sudah berkembang lanjut
Gejala: batuk terus menerus, dahak bercampur darah, nyeri
dada, serta serangan berulang pneumonia atau bronkitis

Kolon dan Rektum


70% kanker yang menyerang usus besar terjadi di kolon,
30% terjadi di rektum
Gejala:
Darah dalam tinja → dapat dideteksi melalui fecal
occult blood test
Perubahan kebiasaan buang air besar → sembelit
berat atau diare

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site

Payudara
Sebagian berupa karsinoma duktal → kanker
yang bermula dari sel yang melapisi saluran
susu (duktus) di payudara
Faktor resiko:
Wanita berusia di atas 50 tahun
Penderita yang telah memiliki kanker di satu
payudara
Wanita yang tidak pernah memiliki anak
Mempunyai anak pertama setelah 30 tahun
Obesitas
Diet tinggi lemak
Usia menarche yang lebih dini
Menopause yang terlambat

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site

Prostat
Terjadi pada pria yang lebih tua
Gejala:
Aliran urin lemah atau terputus-putus
Sering buang air kecil (terutama pada malam hari)
Kesulitan buang air kecil
Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
Darah dalam urine
Rasa sakit yang mengganggu di punggung, pinggul,
atau panggul

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site

Uterus

Jarang terjadi pada wanita di bawah usia


40 tahun dan paling sering ditemukan pada
wanita berusia di atas 60 tahun
Gejala utama: pendarahan rahim yang
tidak normal
Diagnosis: biopsi endometrium dan kuretase
Faktor resiko: diabetes, hipertensi, obesitas,
dan ketidakseimbangan kadar estrogen

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Hallmarks of Cancer
Karakteristik Sel Kanker

Merupakan ciri khas sel kanker yang


mengalami perkembangan dari sel normal
hingga pertumbuhan neoplastik dan
membentuk tumor ganas
Mempertimbangkan sifat biologis dari sel
kanker yang muncul akibat perubahan
genomik dan epigenomik pada sel
Perkembangan dari Hallmarks of Cancer
Tahun 2000 → 6 hallmark
Tahun 2011 → +4 hallmark
Tahun 2022 → +4 hallmark

National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html


Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Sustaining Proliferative Signaling


Tumor memiliki kemampuan untuk berproliferasi tanpa
rangsangan eksternal, biasanya akibat aktivasi onkogen. Hal ini
memungkinkan tumor untuk berkembang tanpa adanya growth
promoting signal.

Pertumbuhan pada sel normal:

Growth factor berikatan Aktivasi RAS ⟶ mengikat


di reseptor pada nukleotida guanosin (GTP dan
permukaan sel GDP) ⟶ dikendalikan oleh GAP

Aktivasi MYC ⟶
Aktivasi MAPK (aktivasi faktor
mengatur ekspresi gen
transkripsi), PI3K (merangsang
terkait pertumbuhan sel
sintesis lipid), dan PTEN (gen
penekan tumor)

Cell growth

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Sustaining Proliferative Signaling


Pertumbuhan pada sel kanker:

Autocrine loop: kemampuan sel kanker untuk memproduksi growth signal


Untuk memperkuat autocrine loop, sinyal yang ditransduksi onkoprotein menyebabkan
ekspresi yang berlebih dan peningkatan sekresi growth factor
Mutasi yang terjadi pada sel kanker
Mutasi pada growth factor receptor → sel bisa berproliferasi tanpa adanya growth
factor
Mutasi pada RAS → RAS terperangkap dalam bentuk aktif yang terikat GTP → sel terus
menerus menerima sinyal pertumbuhan
Mutasi pada GAP → GTP tidak dapat difosforilasi menjadi GDP → tidak dapat
menghambat aktivitas RAS
Mutasi pada PTEN → tumor suppressor gen yang fungsinya hilang melalui mutasi atau
silencing epigenetik
Disregulasi MYC → Kadar MYC yang tidak menurun → ekspresi gen menjadi terus-
menerus atau berlebihan sehingga proliferasi sel berlangsung tanpa henti

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Evading Growth Supressor


Kegagalan penghambatan pertumbuhan sel disebabkan
kelainan pada growth suppressor genes (contohnya RB).
RB yang berperan dalam regulator transisi G1/S mengalami
inaktivasi pada sebagian besar kanker manusia.

Fungsi RB dapat terganggu melalui dua cara:

Mutasi loss-of-function pada kedua alel RB

Pergeseran dari keadaan hipofosforilasi aktif ke


hiperfosforilasi tidak aktif
Mutasi gain-of-function yang meningkatkan aktivitas
CDK/siklin D.
Mutasi loss-of-function yang menghilangkan aktivitas
inhibitor CDK (misalnya p16).

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Evading Growth Supressor


Mekanisme molekul RB

Growth factor Meningkatkan Hiperfosforilasi


signal (EGF, PDGF) aktivitas CDK/siklin dan inaktivasi RB

Memicu ekspresi Memicu


gen replikasi DNA pelepasan E2F

Growth inhibitor Meningkatkan ekspresi Inaktivasi


signal (TGF-β) inhibitor CD (seperti p21) CDK/siklin

Menghambat transkripsi Memicu Hipofosforilasi


gen pada fase S pengikatan E2F dan aktivasi RB

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Resisting Cell Death

Sel tumor mengandung mutasi pada gen yang


menyebabkan resistensi terhadap kematian sel terprogram
(apoptosis). Terdapat dua jalur utama yang memicu
apoptosis:
1. Jalur ekstrinsik (death receptor) ⟶ dipicu oleh reseptor
tumor necrosis factor (TNF), seperti FAS dan ligandnya
2. Jalur intrinsik (mitokondria) ⟶ dipicu oleh tidak adanya
growth factor dan kerusakan DNA

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Resisting Cell Death


Jalur instrinsik:

Faktor stres ⟶ menyebabkan permeabilisasi membran luar


mitokondria dan pelepasan molekul seperti sitokrom c

Memicu respon p53 ⟶ menginisiasi apoptosis jika kerusakan


tidak dapat diperbaiki

Protein BH3 menetralkan aksi protein anti-apoptotik dan


mendorong terjadinya apoptosis

Jumlah total protein BH3 > BCL2/BCL-XL → BAX dan BAK aktif
→ meningkatkan permeabilitas mitokondria ⟶ sitokrom C
berpindah ke sitosol → berikatan dengan APAF-1 →
mengaktifkan caspase-9 → apoptosis

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Resisting Cell Death


Jalur ekstrinsik:

Inisiasi terjadi ketika reseptor TNF, seperti CD95 (Fas)


berikatan dengan ligannya yaitu CD95L

Terjadi trimerisasi reseptor ⟶ menarik protein FADD

Aktivasi procaspase-8 ⟶ menghasilkan caspase-8 aktif ⟶


aktivasi caspase-3 ⟶ apoptosis

Caspase-8 dapat membelah dan mengaktivasi protein BID


(dari BH3) yang dapat melanjutkan jalur instrinsik

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Resisting Cell Death


Mekanisme utama yang digunakan oleh sel kanker untuk menghindari apoptosis:

Jalur Intrinsik:
Hilangnya fungsi p53 (gen penekan tumor) baik karena mutasi maupun antagonisme oleh
MDM2
Berkurangnya sitokrom C yang keluar dari mitokondria karena meningkatnya faktor anti-
apoptosis
Meningkatkan ekspresi IAPs sehingga aktivitas caspase-9 dihambat → apoptosis tidak
terjadi

Jalur Ekstrinsik:
Penurunan kadar CD95/Fas → sel kanker menjadi kurang rentan terhadap apoptosis
Inaktivasi death-induced signalling complex (FADD)

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Enabling Replicative Immortality


Kanker memiliki sel yang abadi dan potensi replikasi yang tak
terbatas → memungkinkan sel kanker untuk terus membelah
tanpa mengalami penuaan atau kematian sel

Mekanisme:

Evasion of senescence Evasion of mitotic crisis Self-renewal


Pada sel kanker terdapat Sel normal tidak
Kanker mengandung sel
gangguan pada RB ⟶ mengekspresikan enzim
yang mampu memperbarui
checkpoint siklus G1/S telomerase ⟶ telomer
diri yang disebut sebagai
terganggu ⟶ semakin memendek
cancer stem cell (sel punca
memungkinkan sel untuk Sel kanker memiliki
kanker)
melewati penuaan sel kemampuan untuk
mengkatifkan kembali
telomerase ⟶ telomer
diperbaiki dan bertahan
hidup

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Enabling Replicative Immortality


Kanker memiliki sel yang abadi dan potensi replikasi yang tak
terbatas → memungkinkan sel kanker untuk terus membelah
tanpa mengalami penuaan atau kematian sel

Mekanisme:

Evasion of senescence Evasion of mitotic crisis Self-renewal


Peningkatan ekspresi p53 Sel normal tidak
Kanker mengandung sel
dan berperan dalam mengekspresikan enzim
yang mampu memperbarui
penuaan sel telomerase ⟶ telomer
diri yang disebut sebagai
Pada sel kanker terdapat semakin memendek
cancer stem cell (sel punca
gangguan pada RB ⟶ Sel kanker memiliki
kanker)
checkpoint siklus G1/S kemampuan untuk
terganggu ⟶ mengkatifkan kembali
memungkinkan sel untuk telomerase ⟶ telomer
melewat penuaan diperbaiki dan bertahan
hidup

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Activating Invasion and Metastasis


1. Invasi Matriks Ekstraseluler (ECM)

Sel epitel normal direkatkan erat satu sama lain dan ke ECM oleh
berbagai molekul adhesi.
E-cadherin = glikoprotein transmembran yang memediasi adhesi
homotipik sel epitel → berfungsi baik untuk menyatukan sel-sel dan
untuk menyampaikan sinyal antar sel.

Gambar A = Sel-sel tumor terlepas satu sama lain karena E-cadherin tidak
ada → berkurangnya daya rekat (adhesiveness) dan menarik sel-sel
inflamasi.
Gambar B = Degradasi membran basal dan jaringan ikat interstitial → sel
tumor mensekresikan enzim proteolitik [matriks metalloproteinase (MMPs),
kathepsin D, plasminogen urokinase] atau dengan menginduksi sel stroma
(misalnya, fibroblas dan sel inflamasi) untuk melakukannya.
Gambar C = Pengikatan sel tumor pada situs pengikatan yang dihasilkan
secara proteolitik dan migrasi dengan cara mendorong sel tumor.

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Activating Invasion and Metastasis


2. Metastasis

Pada sirkulasi, sel tumor cenderung berkumpul dalam bentuk


gumpalan → adhesi homotipik (tumor-tumor) dan adhesi heterotipik
(tumor-darah), khususnya trombosit.
Pembentukan agregat tumor-trombosit → meningkatkan
kelangsungan hidup dan kemampuan implantasi sel tumor.
Kemudian, sel tumor dapat mengikat dan mengaktifkan faktor
koagulasi → emboli (penyumbatan).
Jika adhesi endotelium → sel tumor keluar (ekstravasasi) melalui
membran basal → keterlibatan molekul adhesi (reseptor laminin,
integrin) dan enzim proteolitik.

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Inducing Angiogenesis
Proses pengembangan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang sudah ada

Kekurangan oksigen karena hipoksia yang menstabilkan HIF1α [faktor transkripsi sensitif
oksigen yang mengaktifkan transkripsi sitokin pro-angiogenik VEGF & faktor pertumbuhan
fibroblas dasar (bFGF)].
Faktor-faktor tersebut kemudian menciptakan gradien angiogenik yang merangsang proliferasi
sel endotel dan memandu pertumbuhan pembuluh baru menuju tumor. Selain itu, juga
meningkatkan jalur pensinyalan Notch yang kemudian mengatur percabangan pada
pembuluh darah.
Mutasi pengemudi (driver mutations) pada penekan tumor tertentu dan onkogen mendukung
angiogenesis. Misalnya, p53 merangsang ekspresi molekul antiangiogenik (seperti
trombospondin-1) & menekan ekspresi molekul pro-angiogenik (seperti VEGF). Sebaliknya,
mutasi gain-of-function pada RAS atau MYC dapat meningkatkan produksi VEGF.
Protease yang dapat diuraikan oleh sel tumor atau sel stroma juga dapat memengaruhi
keseimbangan lokal faktor angiogenik dan antiangiogenik.

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Deregulating Cellular Energetics


Efek Warburg atau glikolisis aerobik, yaitu
Mekanisme
penyerapan/uptake tingginya glukosa dan
peningkatan konversi glukosa menjadi laktosa Growth factor mengikat pada RTK
(fermentasi) melalui jalur glikolitik.
Autofagi = keadaan kekurangan nutrisi yang
parah di mana sel tidak hanya menghentikan PI3K/AKT Regulasi ekspresi
pertumbuhannya, tetapi juga aktif faktor transkripsi
meng-”kanibalisasi” organel, protein, dan MYC aktif
membran mereka sendiri sebagai sumber karbon
Transporter
untuk produksi energi. Jika adaptasi ini gagal, maka
glukosa dan Mendukung faktor
sel-sel akan mati karena kelaparan. enzim glikolitik metabolisme
Dalam kondisi kekurangan nutrisi yang parah, sel meningkat glutaminase
tumor dapat menggunakan autofagi untuk
menjadi “dormant”, yaitu keadaan hibernasi
metabolik yang memungkinkan sel bertahan hidup Meningkatkan
di masa-masa sulit untuk waktu yang lama. glikolisis

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Avoiding Immune Destruction


Sistem kekebalan tubuh selalu memonitor sel dan jaringan →
bertanggung jawab atas pengenalan/pendeteksi dan
penghancuran sel kanker awal dan tumor yang sedang
tumbuh → tumor dapat menghindari serangan sistem imun.

Proses immunoediting → serangkaian interaksi antara sel


kanker dan sistem kekebalan tubuh.
1. Eliminasi (Cancer Immunosurveillance)
Sel kanker yang baru muncul akan segera dikenali oleh sistem
kekebalan tubuh, khususnya oleh sel T sitotoksik (CD8+ T cell)
& sel NK. Sel-sel imun ini kemudian akan menyerang dan
menghancurkan sel kanker secara aktif.

2. Equilibrium
Jika sel kanker berhasil menghindari eliminasi total, maka
akan terjadinya keseimbangan antara pertumbuhan sel
kanker dengan serangan pada sistem kekebalan tubuh.

Zheng, S.F., Bian, H.R., Li, J.T., Shen, Y.M., Yang, M., Hu, W.W. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in Oncology/Hematology,
Volume 180, 2022, 103854, ISSN 1040-8428, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Avoiding Immune Destruction


Kemudian, jumlah sel kanker dan aktivitas sistem imun berada
dalam kondisi seimbang.

3. Escape (Progresi Kanker)


Sel kanker yang telah berhasil bertahan dan beradaptasi
dengan serangan sistem imun, akan mengalami mutasi →
lebih sulit dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.
Sel kanker ini kemudian tumbuh dengan cepat dan
membentuk tumor yang lebih besar.
Sel kanker ini juga dapat menghasilkan zat-zat yang menekan
aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga memudahkan
tumor untuk tumbuh.

Zheng, S.F., Bian, H.R., Li, J.T., Shen, Y.M., Yang, M., Hu, W.W. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in Oncology/Hematology,
Volume 180, 2022, 103854, ISSN 1040-8428, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Genome Instability and Mutation


Pemendekan Telomer → pada sel normal, telomer akan memendek
setiap kali sel membelah. Ketika telomer terlalu pendek, sel akan
berhenti membelah. Akan tetapi, pada sel kanker, enzim telomerase
seringkali diaktifkan kembali sehingga telomer dapat terus
diperpanjang yang memungkinkan sel kanker untuk terus membelah
tanpa batas.
Mutasi pada Gen Perbaikan DNA → contoh gen, seperti TP53 dan ATM,
seringkali mengalami mutasi pada sel kanker. Hal ini menyebabkan sel
kanker menjadi lebih rentan terhadap akumulasi mutasi lainnya.
Stress Replikasi DNA → mutasi pada pemendekan telomer dan gen
perbaikan DNA dapat menyebabkan stress replikasi DNA. Stress ini
dapat memicu terjadinya mutasi tambahan & ketidakstabilan genom.
Ketidakstabilan Kromosom → kehilangan DNA telomerik
menyebabkan ketidakstabilan kromosom, seperti duplikasi, delesi,
atau translokasi. Ketidakstabilan ini dapat menyebabkan perubahan
ekspresi gen yang mendorong pertumbuhan sel kanker.

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Tumor-Promoting Inflammation
Respons inflamasi umumnya dianggap
sebagai respons protektif terhadap tumor,
tetapi secara paradoksal, justru
meningkatkan tumorigenesis dan
perkembangan sel kanker.
Inflamasi dapat diamati pada tahap awal
perkembangan neoplasia dan dapat
mendukung perkembangan neoplasia awal
menjadi kanker yang lengkap.
Sel-sel inflamasi juga berperan dalam
melepaskan senyawa kimia, terutama
spesies oksigen reaktif yang bersifat
mutagenik bagi sel kanker yang berdekatan
dan mempercepat evolusi genetik mereka
menuju tingkat keganasan yang lebih tinggi.

Hibino, S., Kawazoe, T., Kasahara, H., Itoh, S., Ishimoto, T. Yanagimoto, M. S., Taniguchi, K. Inflamation-Induced Tumorigenesis and Metastasis. Int. J. Mol. Sci. 2021, 22(11), 5421;
https://doi.org/10.3390/ijms22115421
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Unlocking Phenotypic Plasticity

Selama organogenesis, perkembangan sel, penentuan, dan perorganisasian sel ke dalam jaringan
untuk menjalankan fungsi homeostatis bersamaan dengan diferensiasi terminal → seringkali sel-sel
progenitor tidak dapat ditarik kembali sehingga berhenti berkembang pada puncak proses ini.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kemampuan plastisitas fenotipik untuk menghindari atau
melepaskan diri dari keadaan diferensiasi terminal yang dimiliki oleh kanker merupakan faktor
penting dalam patogenesis kanker.

Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Unlocking Phenotypic Plasticity


Dedifferentiation → terjadi ketika sel kembali ke
tahap sebelum diferensiasi awal. Misalnya, pada
karsinogenesis usus besar, sel-sel kanker akan
melepaskan diri dari jalur diferensiasi melalui
diferensiasi sel epitel kolon yang tidak
terdiferensiasi secara terminal dan tidak dapat
ditarik kembali.
Blocked differentiation → terjadi ketika sel-sel
progenitor gagal terdiferensiasi secara
sempurna karena adanya regulasi yang
menghalangi perkembangan sel-sel tersebut
untuk berdiferensiasi penuh.
Transdifferentiation → terjadi ketika sel-sel
yang telah berdiferensiasi, mengubah
morfologinya untuk memperoleh sifat-sifat baru
yang tidak terkait dengan sel asalnya sehingga
menyerupai sel dari jaringan lain.

Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Nonmutational Epigenetic Reprogamming

Mode reprogram genom independen yang melibatkan perubahan regulasi genetik murni yang
dipengaruhi secara epigenetik yang mengubah ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA.
Pemrograman ulang ini dapat menyebabkan hilangnya metilasi global, gangguan modifikasi hiton,
perubahan ekspresi ncRNA, dan hipermetilasi gen penekan tumor → menonaktifkan gen penekan
tumor & DNA repair serta mengaktifkan onkogen → ketidakstabilan kromatin & perkembangan kanker.
Contoh: hipoksia → mengurangi aktivitas TET demethylase → hipermetilasi pada nukleotida CpG di
dekat gen penekan tumor → mematikan gen tersebut & mendukung perkembangan kanker.
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Polymorphic Microbiomes

Mikrobioma → ekosistem yang diciptakan oleh jamur dan bakteri yang memiliki dampak
besar terhadap kesehatan, termasuk risiko dan perkembangan kanker.
Contoh: Gut Microbiome (mikrobioma usus) berperan penting pada fungsi dari usus
besar untuk mendegradasi dan mengimpor nutrisi ke dalam tubuh sebagai bagian dari
homeostasis metabolik.
Efek umum:
Mutagenesis epitel kolon melalui produksi racun bakteri & molekul lain yang merusak
DNA secara langsung atau mengganggu sistem yang menjaga integritas genom.
Bakteri berikatan dengan permukaan sel epitel kolon dan menghasilkan ligan mimetik
yang menstimulasi proliferasi epitel yang mendukung pertumbuhan sel neoplastik.

Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)

Polymorphic Microbiomes
Senescent Cells (sel senesens) adalah sel yang
mengalami penghentian proliferasi secara
permanen akibat dari berbagai kondisi,
termasuk kerusakan DNA dan stress
microenvironment.
Sel-sel ini diketahui dapat memicu
perkembangan tumor melalui pelepasan
molekul SASP (Senescence-Associated
Secretory Phenotype) yang mendukung
karakteristik kanker, seperti proliferasi, invasi,
metastasis, angiogenesis, dan penekanan
sistem kekebalan.
Sel fibroblas terkait kanker dan sel fibroblas
senesens di jaringan normal juga dapat
memengaruhi karakteristik kanker dan
pertumbuhan tumor.

Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Perjalanan Penyakit Kanker
(multisep of carcinogenesis)
Perjalanan Penyakit Kanker

Liu, Y et al. (2015, October). Mammalian models of chemically induced primary malignancies exploitable for imaging-based preclinical theragnostic
research. 10.3978/j.issn.2223-4292.2015.06.01
Tahap Inisiasi
Inisiasi bersifat ireversibel, yaitu, setelah sel tertentu dipengaruhi oleh inisiator, sel tersebut rentan terhadap promosi.

Paparan agen karsinogenik

Menyerang nukleus sel normal

Modifikasi struktur DNA ⟶


Pembentukan DNA adducts
antara karsinogen kimia dan
nukleotida dalam DNA

aktivasi protoonkogen inhibisi tumor


-> onkogen suppressing gen

mutasi “Gain of Function” mutasi “Loss of Function”


Schmitt, M., & Greten, F. R. (2021). The inflammatory pathogenesis of colorectal cancer. Nature Reviews. Immunology, 21(10), 653–667. https://doi.org/10.1038/s41577-021-00534-x. Resveratrol
nanoformulation for cancer prevention and therapy - Siddiqui - 2015 - Annals of the New York Academy of Sciences - Wiley Online Library. (n.d.).
https://nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nyas.12811. Weston, A., & Harris, C. C. (2003). Multistage carcinogenesis. Holland-Frei Cancer Medicine - NCBI Bookshelf.
Tahap Promosi
ekspresi genom yang dimediasi melalui interaksi promotor-reseptor bersifat reversibel dan tahap ini dapat terjadi
bertahun-tahun

sel yang terinisiasi berinteraksi


dengan agen promotor

Sifat Promotor Tumor : Promotor (zat non mutagen)


merangsang proliferasi
Tidak kasinogenik jika
berdiri sendiri
ekspansi (pembelahan) klonal
Umumnya tidak selektif dari sel-sel yang telah
memerlukan aktivasi mengalami inisiasi
metabolik
Semakin banyak sel prakanker →
Meningkatkan jumlah Risiko mutasi lanjutan meningkat
tumor yang muncul
walaupun inisiator
dosisnya rendah. Peningkatan kemungkinan
transformasi → kanker ganas
Schmitt, M., & Greten, F. R. (2021). The inflammatory pathogenesis of colorectal cancer. Nature Reviews. Immunology, 21(10), 653–667. https://doi.org/10.1038/s41577-021-00534-x. Resveratrol
nanoformulation for cancer prevention and therapy - Siddiqui - 2015 - Annals of the New York Academy of Sciences - Wiley Online Library. (n.d.).
https://nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nyas.12811. Weston, A., & Harris, C. C. (2003). Multistage carcinogenesis. Holland-Frei Cancer Medicine - NCBI Bookshelf.
Tahap Progression
Akhir pertumbuhan sel neoplastik → terjadi perubahan genetik yang memicu peningkatan proliferasi sel

peningkatan cepat ukuran tumor, di


mana sel-sel dapat mengalami
mutasi lebih lanjut dengan potensi
invasif dan metastatik

Transformasi preneoplastik menjadi


tumor ganas / malignant
(irreversible)
jika promotor tumor
dihentikan sebelum Terjadi metastasis ⟶ menghasilkan
terjadi konversi menjadi
enzim protease ⟶ memungkinkan
ganas, preneoplastik
dapat mengalami regresi diserangnya jaringan diluar tumor
(penyusutan atau primer
hilang).

Schmitt, M., & Greten, F. R. (2021). The inflammatory pathogenesis of colorectal cancer. Nature Reviews. Immunology, 21(10), 653–667. https://doi.org/10.1038/s41577-021-00534-x. Resveratrol
nanoformulation for cancer prevention and therapy - Siddiqui - 2015 - Annals of the New York Academy of Sciences - Wiley Online Library. (n.d.).
https://nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nyas.12811. Weston, A., & Harris, C. C. (2003). Multistage carcinogenesis. Holland-Frei Cancer Medicine - NCBI Bookshelf.
Macam-macam karsinogenesis

Karsinogensis

Karsinogenesis Karsinogenesis Karsinogenesis


Kimia Radiasi Mikroba
Karsinogenesis Kimia

Direct Acting Carcinogens


tidak memerlukan konversi metabolik untuk
menjadi karsinogenik.
Risiko rendah, tetapi menuntut penggunaan yang
hati‑hati.

Indirect Acting Carcinogens


Memerlukan konversi oleh enzim metabolik
menjadi ultimate carcinogens
Mayoritas karsinogen kimiawi (misalnya polutan
industri) tergolong tidak langsung.
Karsinogenesis Radiasi
Paparan sinar UV menyebabkan kanker kulit,
sedangkan paparan radiasi pengion—baik dari
penggunaan medis atau lingkungan kerja,
kecelakaan pembangkit nuklir, maupun ledakan
bom atom—terkait dengan berbagai jenis kanker.

Radiasi Pengion
Menyebabkan patahan kromosom, translokasi,
dan mutasi titik (jarang) → kerusakan genetik →
karsinogenesis.

Sinar UV
Menginduksi dimer pirimidin di DNA → mutasi →
kanker kulit. Penderita xeroderma pigmentosa
(gangguan perbaikan dimer) berisiko sangat
tinggi.
Karsinogenesis Mikroba
HPV (Human Papillomavirus)
Menyebabkan kutil jinak, kanker serviks, dan kanker orofaring.
Jenis onkogenik menghasilkan protein E6 (menghambat p53) dan E7 (menghambat
Rb).
Kanker terjadi setelah integrasi DNA HPV ke genom inang dan mutasi tambahan.
Vaksinasi efektif mencegah infeksi HPV risiko tinggi

HBV & HCV (Hepatitis B & C Virus)


Bertanggung jawab atas 70–85% kanker hati (hepatoselular) di dunia.
Efek karsinogenik terutama karena:
Peradangan kronis,
Cedera sel hati,
Regenerasi sel hati.
Protein HBx (HBV) dan core protein HCV dapat mengaktifkan jalur pensinyalan yang
mendukung kanker.
Penggolongan Stadium
dalam Kanker secara Umum &
Manfaat Mengetahui Stadium
dalam Kanker
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Manfaat Mengetahui Stadium dalam Kanker


Staging → suatu proses untuk menggambarkan ukuran kanker dan sejauh mana
pertumbuhannya.

Stage of cancer perlu diketahui untuk:


Mengetahui seberapa besar sel kanker
Mengetahui penyebaran dari sel kanker dalam tubuh
Menentukan pemilihan pengobatan yang terbaik
Membantu memprediksi perjalanan penyakit serta seberapa besar kemungkinan
pengobatan berhasil.

Beberapa cara untuk mengetahui stadium dalam kanker:


Numbered cancer stage system
TNM system
SEER system

Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Cara untuk Mengetahui Stadium dalam Kanker


Numbered Cancer Stage System

Numbered system → menggabungkan sistem TNM


dan informasi relevan lainnya untuk
mengelompokkan kanker ke dalam stadium
keseluruhan.

Stage 0 Sel kanker belum menyebar dari tempat asalnya

Stage 1 Kanker berukuran kecil dan hanya sedikit menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Kanker berukuran lebih besar atau telah menyebar ke jaringan di sekitar atau ke kelenjar
Stage 2 dan 3
getah bening.

Stage 4 Kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Cancer Institute NSW. (2023). Stages of cancer. Retrieved April 20th, 2025 from https://www.cancer.nsw.gov.au/about-
cancer/cancer-basics/stages-of-cancer#cancer-stages
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Cara untuk Mengetahui Stadium dalam Kanker


TNM System

Sistem TNM menentukan stadium dalam kanker


dengan huruf atau angka untuk mendeskripsikan
kategori tumor (T), node (N), dan metastasis (M)
T mendeskripsikan tumor asli (primer)
N mendeskripsikan penyebaran tumor ke
nodus limfa terdekat
M mendeskripsikan penyebaran tumor ke
bagian tubuh lain (metastasis)

Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Cara untuk Mengetahui Stadium dalam Kanker


TNM System
T category
TX → tidak ada informasi tentang tumor primer, atau tumor tidak dapat diukur.
T0 → tidak ada bukti adanya tumor primer (tumor tidak dapat ditemukan).
Tis → sel kanker hanya tumbuh di lapisan sel tempat kanker bermula, tanpa menyebar ke lapisan
yang lebih dalam.
T1-T4 → menggambarkan ukuran tumor dan/atau seberapa jauh tumor telah menyebar ke
jaringan di sekitarnya.

N category
NX → tidak ada informasi tentang kelenjar getah bening terdekat, atau tidak dapat dinilai.
N0 → kelenjar getah bening terdekat tidak mengandung kanker.
N1-N3 → dapat menggambarkan ukuran, lokasi, dan/atau jumlah kelenjar getah bening terdekat
yang terkena kanker.

M category
M0 → tidak ditemukan penyebaran kanker ke bagian tubuh lain
M1 → kanker telah menyebar ke organ atau jaringan yang jauh dari tumor primer
Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)

Cara untuk Mengetahui Stadium dalam Kanker


SEER Summary Stages
SEER Summary Stages ⟶ menggunakan definisi stadium yang lebih sederhana

Sel kanker hanya berada di lapisan sel tempat kanker pertama kali muncul dan belum
In Situ
menyebar ke jaringan di sekitarnya dalam organ tersebut.

Kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitarnya tetapi masih hanya berada di dalam
Localized
organ asalnya.

Kanker telah menyebar ke organ atau struktur di dekatnya dan/atau ke kelenjar getah
Regional
bening terdekat.

Kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh, ke organ atau struktur lain dan/atau
Distant
ke kelenjar getah bening yang jauh.

Unknown Informasi yang tersedia tidak cukup untuk menentukan stadium kanker.

Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Modalitas pengobatan kanker serta
obat-obat kanker
(kemoterapi/hormonal/targeted
therapy) berdasarkan mekanisme
kerjanya
Modalitas Pengobatan Kanker

Biomarker Suatu metode untuk mendeteksi gen, protein, dan zat lain (yang disebut biomarker atau
Testing penanda tumor) yang dapat memberikan informasi tentang kanker.

Jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel


Chemotherapy
kanker.

Hormone Pengobatan kanker yang memperlambat atau menghentikan pertumbuhan kanker


Therapy yang menggunakan hormon untuk tumbuh.

Jenis pengobatan di mana jaringan tubuh dipanaskan hingga suhu sekitar 45 °C untuk
Hyperthermia membantu merusak dan membunuh sel-sel kanker dengan sedikit atau tanpa
kerusakan pada jaringan normal.

Prosedur yang mengembalikan blood stem cell pada orang yang sel-selnya telah
Blood Stem Cell
hancur akibat dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi yang digunakan untuk
Transplant
mengobati jenis kanker tertentu, gangguan darah, dan gangguan autoimun.

National Cancer Institute. (2022). Types of Cancer Treatment. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types
Modalitas Pengobatan Kanker

Jenis pengobatan kanker yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker.
Immunotherapy
Sistem ini terdiri dari sel darah putih serta organ dan jaringan dalam sistem limfatik.

Photodynamic Menggunakan obat yang diaktifkan oleh cahaya, yang disebut fotosensitizer atau agen
Therapy fotosensitisasi, untuk membunuh sel-sel kanker → disebut PDT.

Radiation Pengobatan kanker yang menggunakan dosis radiasi tinggi untuk membunuh sel-sel
Therapy kanker dan mengecilkan tumor.

Cancer Surgery Prosedur operasi untuk menyingkirkan sel kanker dari tubuh

Targeted Jenis pengobatan kanker yang menargetkan protein yang mengendalikan bagaimana
Therapy sel-sel kanker tumbuh, membelah diri, dan menyebar.

National Cancer Institute. (2022). Types of Cancer Treatment. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types
Penggolongan Obat untuk Kanker
Berdasarkan Mekanisme Kerjanya
(Dibuat dalam Bentuk Skema)
beserta Contoh Obatnya
KEMOTERAPI
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
ALKYLATING AGENT
Agen alkilasi merupakan elektrofil yang bereaksi dengan gugus nukleofilik pada DNA,
dengan menambahkan gugus alkil ke gugus nukleofilik melalui pembentukan ion
perantara karbonium atau kompleks lain

Ikatan kovalen (alkilasi) akan terjadi dengan berbagai nukleofilik penting dalam
tubuh, misalnya: fosfat, amino, sulfhidril, hidroksil, carboksil, atau gugus imidazole
dengan DNA, RNA atau enzim → menghambat mitosis.

Terdapat 6 agen alkilasi utama yang digunakan pada kemoterapi kanker

nitrogen mustards
ethyleneimines
alkyl sulfonates
nitrosoureas
triazenes,
methylhydrazines.

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
ALKYLATING AGENT

Puyo, S., Montaudon, D., & Pourquier, P. (2013). From old alkylating agents to new minor groove binders. Critical Reviews in Oncology/Hematology, 89(1), 43–61. https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2013.07.006
Nitrogen Mustards
Nitrogen mustards merupakan agen alkilasi paling tua dan paling umum digunakan di
kemoterapi,

Terdapat lima yan paling sering digunakan :


Mekloretamin
siklofosfamid,
ifosfamid,
melfalan,
klorambusil

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Nitrogen Mustards Mekanisme
atom nitrogen pada mechlorethamine (mustard)
menyebabkan siklisasi intramolekular SN1 ⟶ atom nitrogen
memisahkan satu atom klorida ⟶ membentuk ion reaktif
intermediate “kation azridium”

ion tersebut tidak stabil dan mudah teralkilasi dengan


atom N7 guanin (N3 adenin atau N3 cytidine) pada DNA
untuk membentuk ikatan kovalen

reaksi SN2 ⟶ pemindahan atom klorida ⟶ pengikatan


dengan basa DNA lain ⟶ DNA crosslink

hal ini dapat terjadi berkali kali ⟶ mispairing of nucleotide ⟶


inter/intra cross link DNA ⟶ kesalahan replikasi ⟶ apoptosis

Dixit, P., Jeyaseelan, C., & Gupta, D. (2022). Nitrogen Mustard: a Promising Class of Anti-Cancer Chemotherapeutics – a Review. Biointerface Research in Applied Chemistry, 13(2), 161. https://doi.org/10.33263/briac132.161
Platinum Coordination Complex
Kompleks ini memiliki telah menjadi dasar pengobatan
untuk kanker ovarium, kepala dan leher, kandung kemih, Cisplatin, carboplatin dan oxaliplatin memasuki sel melalui
esofagus, paru-paru, dan usus besar. Meskipun tidak transporter Cu²⁺ (CTR1) ⟶ transporter mengalami degradasi
membentuk intermediat ion karbonium seperti agen setelahnya
alkilasi lainnya , mereka tetap berikatan kovalen dengan
situs-situs nukleofilik pada DNA

senyawa tersebut dikeluarkan ke sel (cisplatin efflux) oleh


ATP7A, ATP7B, MRP1 ⟶ semakin tinggi transporter tersebut ⟶
contoh : semakin tinggi resistensi klinis

Ligand (Cl⁻, oksalat, atau sikloheksana) digantikan oleh air


(H₂O) → Membentuk molekul bermuatan positif yang
sangat reaktif bereaksi dengan situs nukleofilik DNA

Membentuk ikatan kovalen dengan situs nukleofilik DNA ⟶


Menghambat replikasi & transkripsi → Menyebabkan
kerusakan DNA (SSB, DSB) ⟶ jika dikenali oleh p53 ⟶ memicu
apoptosis
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological
Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antimetabolit : Asam Folat Analog
faktor nutrisi esensial yang diubah melalui reduksi
enzimatik menjadi kofaktor FH4, yang menyediakan MTX menghambat ⟶ DHFR
gugus metil untuk sintesis prekursor DNA (thymidilat dan (dihydrofolate reductase) enzim yang
purin) dan RNA (purin) (Wilson et al., 2014) mengubah ⟶ Dihidrofolat (FH2) →
Tetrahidrofolat (FH4)
Contoh obat: MTX (Methotrexate), Pemetrexed,
Pralatrexate, Raltitrexed, Lometrexol).

menghambat transfer karbon


tunggal dan reaksi metilasi dalam
sintesis ribonukleotida purin & TMP

Terjadi penghambatan replikasi DNA

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antimetabolit : Analog Pirimidin
5FU (fluorouracil) ⟶ membentuk 5-
fluoro-deoxyuridine-monophosphate
(5-FdUMP) dan 5-fluorouridine-
triphosphate (5-FUTP).

5-FdUMP → hambat timidilat sintetase


(prekursor esensial DNA) ⟶
menghambat sintesis dTMP

5-FUTP → meniru kerja uridin trifosfat


(UTP) → dimasukan ke RNA oleh RNA
polimerase → penghambatan sintesis
dan fungsi RNA
Contoh: 5-Fluorouracil (5FU), Floxuridine, Capecitabine,
Cytarabine, Gemcitabine, 5-Azacytidine.

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antimetabolit : Analog Purin
6TG (produg) → diubah menjadi ^-thioGMP 6TG → masuk ke
dan 6-thiolMP (TIMP) oleh enzim DNA → menginduksi
hypoxanthine-guanine phosphoribosyl pemutusan untai &
transferase (HGPRT). base mispairing;

TIMP (substrat buruk bagi enzim guanilil


sintase) → TIMP terakumulasi di sel

TIMP hambat pembentukan baru ribosil 5


fosfat (langkah pertama sintesis purin de menghambat
novo) dan hambat konversi IMP → sintesis de novo
nukleotida adenin dan guanin

Contoh: 6-mercaptopurine (6MP), 6-thioguanine


(6TG), Fludarabine Phosphate, Cladribine, Clofarabine,
Nelarabine, Pentostatin.
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Microtubule-Damaging Agents/Antimitotik
Alkaloid Vinca
berikatan dengan β-tubulin dan menghambat sel
menghambat polimerisasinya dengan pada fase mitosis
α-tubulin menjadi mikrotubulus

spindle mitosis tidak terbentuk →


kromosom tidak bisa berbaris di
tengah sel (fase metafase) →
pembelahan sel terhenti di fse
metafase

Contoh: vinblastine, Sel-sel yang terhenti pada fase mitosis


vincristine, vinorelbine, akan mengalami apoptosis
eribulin

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Microtubule-Damaging Agents/Antimitotik
Taxane
berikatan dengan subunit β-tubulin di
permukaan bagian dalam
mikrotubulus → menghalangi
peruraian mikrotubulus (penting
untuk mitosis)

terbentuknya berkas mikrotubulus


dan struktur abnormal yang berasal
dari mikrotubulus pada fase mitosis

penghentian pada fase mitosis


Contoh: Paclitaxel dan
Docetaxel
apoptosis

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Topoisomerase I Camptothecin
camphotericin mengikat dan
menstabilkan kompleks DNA
topoisomerase I

menghambat religasi
(penyambungan ulang) DNA →
akumulasi pemutusan untai tunggal
(SSB) DNA

kerusakan tersebut reversibel, jika


Contoh: Topotecan, DNA replication fork menabrak untai
Irinotecan DNA yang terpotong → DSB
(irreversibel)
Obat spesifik fase S → sintesis DNA
yang sedang berlangsung diperlukan
untuk terjadinya sitotoksisitas Kematian sel

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Topoisomerase II Epipodophyllotoxins

etoposide menembus membran sel


menuju nukleus

membentuk kompleks tiga serangkai


(ternary complex) dengan
Topoisomerase II dan DNA

menghambat penyambungan
kembali (resealing) DNA → DNA tetap
Contoh: Etoposide, teniposide terputus

Fase S dan G2 adalah fase siklus sel


yang paling sensitif terhadap
akumulasi double strand breaks DNA
etoposide dan teniposide. → kematian sel

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antitumor Antibiotik Dactinomycin (Actinomycin D)
bagian cincin planar phenoxazone
akan intercalates antara basa guanin
sitosin DNA

sementara rantai polipeptida akan


memanjang di sepanjang groove
minor heliks,

membentuk dactinomycin DNA


complex dengan stabilitas yang
dapat menghalangi transkripsi oleh
RNA polimerase

single strand breaks in DNA

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Anthracyclines
Antitumor Antibiotik and Anthracenediones

Anthracyclines dan fungsi topoisomerase II → memutuskan untai ganda


Anthracenediones membentuk pada backbone 3’-fosfat → memungkinkan pemutusan
kompleks heterometrik dengan untai dan membuka lilitan DNA superkoil → dan
topoisomerase II dan DNA menyambung kembali (religasi) . Hal ini penting untuk
DNA replikasi dan repair

anthrasiklin menghambat proses


penyambungan kembali untai
DNA yang putus

apoptosis

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antitumor Antibiotik Bleomycin

bleomycin menyebabkan kerusakan oksidatif pada


deoksiribosa dari timidilat dan nukleotida lainnya,

Bleomycin menyebabkan akumulasi sel pada fase


G2 ⟶ banyak sel menunjukan aberasi kromosom
(penyimpangan kromosomal)

Bleomycin berikatan dengan DNA dan kompleks


aktif yang terbentuk menghasilkan radikal bebas →
mengabstraksi proton pada posisi 3′ backbone
deoksiribosa rantai → terjadi pembukaan cincin
deoksiribosa → pemutusan untai DNA Kompleks DNA-bleomycin-Fe2+ →
teroksidasi menjadi DNA-bleomycin-Fe3+ .
Elektron yang dibebaskan dari Fe2+
pemutusan terlalu banyak → kematian sel bereaksi dengan oksigen → membentuk
radikal superoksida

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Inhibitor Aromatase (AIS)
Prinsip = menghambat enzim aromatase (estrogen
sintease) → menghambat kerja enzim aromatase.

Aromatase → mengkatalisis konversi C-19


androgen menjadi estrogen fenolik 18-karbon.
Estrogen dapat memediasi proliferasi sel kanker.
Pascamenopause = konversi androgen menjadi
estrogen terjadi di sumber utama estrogen →
adrenal, otot, kulit, dan adiposa.
Pasien kanker dengan penggunaan inhibitor
aromatase → estrogen menurun → proliferasi
sel kanker menurun.

Contoh obat = Anastrozole, Letrozolem, Exemestraxe, dll.

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Lutenizing Hormone-Releasing Hormone (LH-RH) Agonist

Berikatan pada reseptor GnRH (tipe 1) yang terdapat


pada sel-sel penghasil hormon gonadotropin di
kelenjar pituitari. Pada tahap awal, hal ini merangsang
pelepasan hormon LH dan FSH secara berlebihan (yang
dikenal sebagai flare phenomenon).
Setelah beberapa minggu terapi, jumlah reseptor GnRH
pada sel-sel mengalami penurunan → respons kelenjar
pituitari terhadap stimulasi juga menurun → kadar LH
dalam darah menurun → produksi hormon estrogen
menurun → memperlambat pertumbuhan tumor yang
sensitif terhadap hormon estrogen (HR+ tumors).

Contoh obat = Triptorelin, Goserelin, Leuprolide,


Fulvestrant, dll.

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)
Bekerja sebagai inhibitor kompetitif estrogen,
dengan cara bersaing melawan hormon estrogen
alami (seperti 17β-estradiol) untuk mengikat pada
reseptor estrogen (ER) di dalam sel.
Penghambatan ikatan estrogen pada reseptornya
→ obat mencegah proliferasi sel kanker payudara
yang dipicu oleh estrogen.
Saat SERMs berikatan dengan ER, struktur
reseptor berubah → pelepasan dari protein heat-
shock & membentuk dimer ER → mengikat pada
area spesifik DNA yang disebut Estrogen Response
Elements (ERE). Pada tahap ini, protein koregulator
akan berinteraksi dengan kompleks reseptor ligan
untuk mengatur ekspresi gen.

Contoh obat = Tamoxifen, dll.

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
TARGETED THERAPY
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
EGFR Inhibitor Epidermal Growth Factor Receptor Inhibitor

EGFR ⟶ penting untuk pertumbuhan dan diferensiasi sel epitel

Protein tyrosine kinase inhibitor

Mengikat domain kinase intraseluler

Mencegah fosforilasi tirosin

Menghambat stimulasi jalur persinyalan MAPK,


PI3K/Akt, dan STAT

Pertumbuhan dan diferensiasi sel kanker terhambat

Contoh: erlotinib, gefitinib, afatinib, dan osimertinib

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
EGFR Inhibitor Epidermal Growth Factor Receptor Inhibitor

Antibody Inhibitor of EGFR

Antibodi monoklonal mengikat domain ekstraseluler EGFR

Mencegah pengikatan ligan

Mencegah perubahan konformasi dan dimerisasi


reseptor

Mencegah persinyalan yang diinduksi oleh ligan

Menginduksi ADCC ⟶ Penghancuran sel tumor

Contoh: cetuximab, panitumumab, dan necitumumab

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HER2/Neu Inhibitor

Trastuzumab: antibodi monoklonal humanized IgG1


yang mengikat domain ekstraseluler IV dari HER2

Pertuzumab: antibodi monoklonal humanized yang


menargetkan domain dimerisasi reseptor
ekstraseluler domain II dari HER2

Contoh: trastuzumab, pertuzumab, dan neratinib

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HER2/Neu Inhibitor
Pengikatan pada domain HER2

Menghambat proses dimerisasi ligand-dependent antara


HER2 dengan HER lainnya

Menghambat transduksi sinyal, pertumbuhan sel, dan


kelangsungan hidup sel kanker

Mekanisme lain:

Pengikatan pada sel yang mengekspresikan HER2 secara


berlebihan ⟶ memicu sitotoksisitas melalui mekanisme
antibody-dependent cellular cytotoxicity (ADCC)

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Burguin, A., Diorio, C., & Durocher, F. (2021). Breast Cancer Treatments: Updates and New Challenges.
CDK 4/6 Inhibitor Palbociclib
Cyclin-Dependent Kinase (CDK) 4/6 ⟶ berperan dalam mengontrol siklus sel dari G0/G1 ke fase S

Pada keadaan normal:

Interaksi siklin D dengan CDK4/6 → meningkatkan


fosforilasi protein penekan tumor Rb → menginaktivasi
Rb → memungkinkan transkripsi faktor-faktor yang
mengontrol transisi ke fase S.

Inhibisi CDK4/6

Menghambat fosforilasi dan inaktivasi Rb

Menyebabkan penghentian siklus sel pada fase G1

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Proteasome Bortezomib
Bortezomib ⟶ menghambat degradasi proteasomal IκB ⟶ mencegah aktivitas transkripsi NF-κB ⟶
menurunkan respons kelangsungan hidup sel kanker

Mekanisme:

Bortezomib berikatan dengan subunit β5 dari inti 20S


pada proteasom 26S

Menghambat peptida untuk mengaktivasi NF-κB

Mengganggu berbagai jalur pensinyalan intraseluler

Terjadi apoptosis

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
BCL-2 Inhibitor Venetoclax

BCL-2: Merupakan protein anti-apoptosis yang diekspresikan oleh sel kanker untuk menghindari
apoptosis.

Mekanisme:

Memiliki sifat BH3-mimetik dan dapat menargetkan


langsung BCL-2

Protein BH3 (pro-apoptosis) berpindah ke mitokondria

Mengaktivasi BAX dan BAK (pro-apoptosis)

Terjadi apoptosis

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Tumor Angiogenesis Inhibitor
Angiogenesis: pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan tumor untuk pertumbuhan dan
penyebarannya

Mekanisme:

Menghalangi interaksi VEGF dengan reseptornya


secara sterik pada permukaan sel endotel

Menghambat pensinyalan reseptor

Mengurangi permeabilitas vaskuler dan angiogenesis

Contoh: bevacizumab, ramucirumab, dan aflibercept

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Immune Checkpoint Inhibitor
Immune Checkpoint Inhibitor: memungkinkan respons sel T yang lebih berkelanjutan, termasuk
peningkatan produksi sitokin dan proliferasi sel T

Mekanisme:

Ipilimumab
Menghambat ikatan CTLA-4 dengan ligan B7 pada APC →
meningkatkan aktivitas sel T dan menghambat fungsi sel T
regulator ⟶ memperkuat respons imun antitumor

Nivolumab, Pembrolizumab (anti PD-1), dan Atezolizumab


(anti PD-L1)
Menghambat interaksi PD-1/PD-L1 ⟶ penghambatan respons
imun negatif ⟶ mengaktifkan kembali sel T untuk
menghancurkan tumor

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Parameter Farmakokinetik (ADME)
dalam Bentuk Tabel
KEMOTERAPI
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
Nitrogen Mustards
Cyclophosphamide

Tmax dalam 1 jam


Absorbsi
(AUC oral/IV ratio: 0.87–0.96)

Protein binding 20%


Distribusi
Volume distribusi 30-50 L

Metabolisme 75% di metabolisme menjadi bentuka aktif pada hati oleh CYP450

Ekskresi sebagian besar sebagai metabolit


Eliminasi 10-20% tidak berubah dalam urin
Waktu paruh (t1/2): 3-24 jam

Cyclophosphamide: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/search.php?
searchterm=Cyclophosphamide
Alkyl sulfonates
Busulfan

Bioavaibilitas : 80% ± 20%.(IV)


Absorbsi
AUC : ± 130 ng·jam/mL setelah dosis oral tunggal

Protein binding 32% red blood binding 47%


Distribusi
Vd : 12,8 L / 20 kg anak-anak → sekitar 0,64 L/kg

Metabolisme dimetabolisme secara ekstensif di hati

Ekskresi : urin dalam bentuk metabolit


Eliminasi
Waktu paruh (t1/2): 2,6 jam

Busulfan: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00290
Platinum Coordination Complex
Cisplatin

Absorbsi Bioavaibilitas : 30% (oral)

Terdistribusi pada hati dan ginjal


Distribusi
Vd : ± 11–12 L/m² (pada kondisi stabil)

Metabolisme -

Ekskresi : urin dalam bentuk senyawa induk


Eliminasi Waktu paruh (t1/2): 30 menit
15-16 L/jam/m^2 [pembersihan seluruh tubuh, infus 7 jam 100 mg/m^2]

Cisplatin: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/
Antimetabolit
Analog pirimidin : 5 fluorouracil

Absorbsi Bioavaibilitas : 28%

Protein binding : 8-12%


Distribusi
Vd : ± 11–12 L/m² (pada kondisi stabil)

Metabolisme di metabolisme sebagian besar di hati menjadi produk inaktifnya

Ekskresi : 7-20% tidak berubah pada urin → dieksresi selama 6 jam (90% disekresi pada
Eliminasi jam pertama)
Waktu paruh (t1/2): 10 -20 menit

Fluorouracil: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00544
Antibiotik Antitumor
docetaxel

Absorbsi Absorbsi sistemik mencapai 45 %

Distribusi Protein binding : 1 %

Metabolisme Dimetabolisme pada hati

Ekskresi : 56% dari dosis melalui urin , dengan 45% sebagai etoposide tidak berubah.
Eliminasi melalui Feses: 44% dari dosis IV,
Waktu paruh (t1/2): 115 menit

Docetaxel: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/
Topoisomerase Inhibitor
etoposide

Cmax: 1-1,5 jam


Absorbsi
Biovailabilitas rata-rata : 50% (kisaran 25-75%)

Protein binding : 97 %
Distribusi
Vd : 18-29 L

Metabolisme Dimetabolisme sebagian besar pada hati, 40% diekskresikan tidak berubah melalui urin

Ekskresi : pasien gagal ginjal mengeluarkan kurang dari 20% dosis dalam urin
Eliminasi
Waktu paruh (t1/2): 4 - 11 jam

Etoposide: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00773
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Inhibitor Aromatase (AIS)
Anastrozole
Bioavailabilitas: ~83–85% (diserap baik secara oral, tidak dipengaruhi secara signifikan oleh
Absorbsi makanan)
(onset) Tmax (puncak): ~2 jam (setelah pemberian oral)
Cmax menurun 16% jika diberikan setelah makan, tetapi tidak signifikan secara klinis

Volume distribusi (Vd): ~1.1–1.3 L/kg


Distribusi
Ikatan protein plasma: sekitar 40%

Dimetabolisme di hati melalui 2 jalur utama:


Oksidasi oleh CYP3A4 dan sedikit oleh CYP3A5 & CYP2C8 → menghasilkan hidroksianastrozole
Metabolisme Glukuronidasi oleh UGT1A4 → membentuk anastrozole glukuronida

Sirosis hati sekitar 30%; klirens ginjal 50% (gangguan ginjal); klirens total 10%

Eliminasi terutama melalui metabolisme hepatik: ~85%


Eliminasi Ekspresi urin: ~10% (dalam bentuk tidak berubah)
Waktu paruh eliminasi terminal: sekitar 50 jam, memungkinkan dosis sekali sehari

Micromedex. (n.d.). Anastrozole.


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)
Tamoxifen
Diserap baik secara oral
Absorbsi
Dosis 20 mg oral dengan Cmax sebesar 40 ng/ml & Tmax 5 jam
(onset)
Metabolit N-desmethyltamoxifen memiliki Cmax 15 ng/ml

Distribusi Volume distribusi besar: sekitar 50-60 L/kg → menunjukkan distribusi luas ke jaringan tubuh

Dimetabolisme di hati secara ekstensif melalui banyak jalur:


N-dealkilasi oleh CYP2D6, CYP3A4, dll. → N-desmethyltamoxifen → endoxifen & metabolit
lainnya
Metabolisme
4-hidroksilasi → 4-hidroksitamoksifen → endoxifen
Konjugasi dengan sulfotransferase (SULT) dan glukuronosiltransferase (UGT) → membentuk
metabolit yang lebih polar

Rute utama eliminasi: feses


Eliminasi Waktu paruh: 5–7 hari
N-desmethyltamoxifen (metabolit utama): ~14 hari

Micromedex. (n.d.). Tamoxifen.


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
TARGETED THERAPY
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
EGFR Inhibitor
Gefitinib

Bioavailabilitas oral sekitar 60%


Tmax dalam 3-7 jam
Absorbsi
Absorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan tetapi dapat berkurang oleh obat yang
meningkatkan pH lambung

Protein binding, serum albumin dan alfa-1-acid glycoprotein: 90%


Distribusi
Volume distribusi 1400 L

Metabolisme Metabolisme pada hati melalui enzim CYP3A4; inhibitor dari CYP2C19 dan CYP2D6

Ekskresi melalui ginjal kurang dari 4%; melalui feses 86%


Eliminasi
Waktu paruh (t1/2): 48 jam

Micromedex. (n.d.). Gefitinib.


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
CDK4/6 Inhibitor
Palbociclib

Tmax, oral (capsule): 6-12 jam


Absorbsi
Tmax, oral (tablet): 4-12 jam

Protein binding, plasma protein: 85%


Distribusi
Volume distribusi: 2583 L

Metabolisme utamanya terjadi di hati


Metabolisme
Merupakan substrat sekaligus inhibitor dari enzim CYP3A

Waktu paruh (t1/2): 29 jam


Ekskresi melalui ginjal: 17,5%
Eliminasi
Ekskresi melalui feses: 74,1%
Oral clearance: 63,1 L/hr

Micromedex. (n.d.). Palbociclib


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HER2/Neu Inhibitor
Trastuzumab

Konsentrasi plasma puncak dan terendah pada kondisi stabil (antara minggu ke-16 dan
Absorbsi
ke-32) masing-masing adalah sekitar 123 dan 79 mcg/mL.

Distribusi Volume distribusi: 44 ml/kg

Metabolisme Dimetabolisme secara intraseluler menjadi peptida dan asam amino yang lebih kecil.

Eliminasi Waktu paruh (t1/2): 5,8 hari (jangka waktu 1-32 hari)

Micromedex. (n.d.). Trastuzumab


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Proteasome
Bortezomib

Absorbsi Konsentrasi puncak mencapai 60% dalam waktu 1 jam

Protein binding, plasma protein: 83%


Distribusi
Volume distribusi: 498-1884 L/m2

Inhibitor dari CYP2C19


Metabolisme
Substrat dari CYP3A4, CYP2C19, CYP1A2, CYP2D6, dan CYP2D9

Total body clearance: 15-32 L/hr


Eliminasi
40-193 jam (1 mg/m2); 76-108 jam (1,3 mg/m2)

Micromedex. (n.d.). Bortezomib.


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
BCL-2 Inhibitor
Venetoclax

Absorbsi Absorpsi meningkat 3-5 kali jika dikonsumsi bersama makanan

Sangat kuat terikat pada protein plasma


Distribusi
Volume distribusi: 256-321 L

Dimetabolisme oleh enzim CYP3A4/5


Metabolisme
Inhibitor dari P-gp dan BCRP

Melalui ginjal: kurang dari 0,1%


Eliminasi Melalui feses: lebih dari 99,9%; 20,8% dalam bentuk yang tidak berubah
Waktu paruh (t1/2): 18-26 jam

Micromedex. (n.d.). Venetoclax.


Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Tumor Angiogenesis Inhibitor
Sunitinib

Mencapai Cmax setelah 6-12 jam pemberian secara oral


Absorbsi Kadar steady-state tercapai setelah 2 minggu pemberian berulang
Absorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan

Ikatan pada protein plasma: 95%


Distribusi
Volume distribusi: 2230 L

Metabolisme Metabolisme terjadi di hati dan dimetabolisme oleh enzim CYP3A4

Melalui ginjal: 16%


Melalui feses: 61%
Eliminasi
Total body clearance: 36-62 L/hr
Waktu paruh (t1/2): 40-60 jam; metabolit: 80-110 jam

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Immune Checkpoint Inhibitor
Ipilimumab

Absorbsi Mencapai Cmax setelah 2,75–3,98 jam setelah infus IV

Distribusi Volume distribusi: 7,21 L

Metabolisme Didegradasi oleh enzim proteolitik menjadi peptida dan asam amino.

Total body clearance: 16,8 mL/hr


Eliminasi
Waktu paruh (t1/2): 15,4 hari

BMicromedex. (n.d.). Ipilimumab.


runton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Jenis-Jenis Terapi untuk Kanker
(kemoterapi/hormonal/targeted therapy)
dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam
pemberian terapi tersebut
KEMOTERAPI
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
Kemoterapi
Kemoterapi merupakan terapi dengan menggunakan obat-obatan sitotoksin pada
penderita kanker yang memberikan penyembuhan, kontrol, atau paliatif.

Kemoterapi digunakan karena dua alasan:


Mengobati kanker: Kemoterapi dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker,
mengurangi kemungkinan kanker akan kembali, atau menghentikan atau
memperlambat pertumbuhannya.
Meredakan gejala kanker: Kemoterapi dapat digunakan untukmengecilkan tumor yang
menyebabkan nyeri dan masalah lainnya.

Efek samping yang mungkin terjadi :


Neutropenia → jumlah neutrofil dalam darah sangat rendah
Mual dan Diare
Fatigue → perasaan letih
Alopecia → kerontokan rambut
Nyeri
Perubahan akibat citra tubuh yang terganggu.
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Obat kemoterapi memberikan efek samping mielosupresi, mual/muntah, dan alopecia

Antrasiklin
Toksisitas obat kemoterapi golongan antrasiklin (Doxorubicin) → toksisitas
kardiomiopati, akut (gejala mirip aritmia atau infark miokard) dan kronis (gejala gagal
jantung kongestif)
Pada pasien > 70 tahun (geriatri) yang sudah ada penyakit hipertensi, penyakit arteri
koroner yang sudah ada sebelumnya, dan iradiasi jantung, atau paparan antrasiklin
sebelumnya perlu evaluasi jantung
Alkylating Agents
Cyclophosphamide → ada risiko risiko leukemia sekunder (jarang)
Taxane
Toksisitas yang umum terjadi pada obat kemoterapi golongan taxane
(Paclitaxel) → mual/muntah, mielosupresi, neuropati, dan hipersensitivitas
Pasien perlu diberikan dexamethasone dan H1 dan H2 blocker untuk mencegah
hipersensitivitas

Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
kemoterapi Kanker Payudara
Kemoterapi yang diberikan dapat berupa obat tunggal atau berupa gabungan
beberapa kombinasi obat kemoterapi.
Kemoterapi diberikan secara bertahap, biasanya sebanyak 6 – 8 siklus agar
mendapatkan efek yang diharapkan dengan efek samping yang masih dapat
diterima.
Hasil pemeriksaan immunohistokimia memberikan beberapa pertimbangan
penentuan regimen kemoterapi yang akan diberikan.

Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Lini Pertama
Cyclophospamide 100 mg/m2, hari 1 s/d 14
(oral)(dapat diganti injeksi cyclophosphamide
CMF 500 mg/m2, hari 1 dan 8) Interval 3-4 minggu, 6 siklus
Methotrexate 50 mg/m2 IV, hari 1 dan 8
Fluoro-uracil 500 mg/m2 IV, hari 1 dan 8

Cyclophospamide 500 mg/m2, hari 1


CDF Doxorubin 50 mg/m2, hari 1 Interval 3 minggu/21 hari, 6 siklus
Fluoro Uracil 500 mg/m2, hari 1

Cyclophospamide 500 mg/m2, hari 1


CEF Epirubicin 70 mg/m2, hari 1 Interval 3 minggu/21 hari, 6 siklus
Fluoro Uracil 500 mg/m2, hari 1

Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Regimen lainnya
Adriamicin 80 mg/m2, hari 1
AC Interval 3-4 minggu, 4 siklus
Cyclphospamide 600 mg/m2, hari 1

Paclitaxel 170 mg/m2, hari 1


TA Doxorubin 90 mg/2, hari 1
(Taxane - atau Interval 3 minggu/21 hari, 4 siklus
Doxorubicin) Docetaxel 90 mg/m2, hari 1
Doxorubin 90 mg/m2, hari 1

Cisplatin 75 mg/m2 IV, hari 1


CD Interval 3 minggu/21 hari, 6 siklus
Docetaxel 90 mg/m2, hari 1

Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Regimen lainnya

Pilihan kemoterapi kelompok Her2 negatif Pilihan kemoterapi Her2 positif

Dose Dence AC + paclitaxel AC + TH

Docetaxel cyclophospamide TCH

Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Terapi Hormonal
Terapi hormon adalah pengobatan kanker yang bertujuan memperlambat atau menghentikan
pertumbuhan kanker yang bergantung pada hormon untuk berkembang.
Contohnya, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Biasanya terapi ini dilakukan bersamaan
dengan pengobatan kanker lainnya.
Jenis pengobatan yang dipilih bergantung pada jenis kankernya, penyebarannya, ketergantungan
kanker pada hormonnya, serta kondisi kesehatan pasein.

Terdapat 2 tujuan utama dalam penggunaan terapi ini:


1. Mengobati kanker, yaitu terapi yang dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan
kanker, serta mengurangi risiko kekambuhan.
2. Meredakan gejala kanker, yaitu terapi yang dapat mengurangi atau mencegah gejala pada pasien
kanker prostat yang tidak bisa menjalani operasi atau terapi radiasi.

Ketika terapi hormon digunakan bersamaan dengan pengobatan lain, maka tujuannya bisa
mencakup:
1. Mengurangi risiko kekambuhan kanker setelah pengobatan utama (terapi adjuvant).
2. Mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi (terapi neoadjuvant).
3. Menghancurkan sel kanker yang telah kambuh atau menyebar ke area lain dalam tubuh.
National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
Terapi Hormonal: Breast Cancer
Terapi hormonal dapat diberikan pada stadium 1 hingga stadium 4 dengan lama pemberian
selama 5 s.d. 10 tahun.
Agonis LHRH atau GnRH → bekerja dengan mengganggu sinyal yang merangsang ovarium untuk
memproduksi estrogen sehingga menekan produksi hormon estrogen. Obat ini diberikan kepada
pasien premenopause. Contoh obatnya → Goserelin dan Leuprolide.
Inhibitor aromatase → bekerja dengan menghambat aktivitas enzim aromatase yang
memproduksi estrogen. Terapi ini ditujukan untuk pasien postmenopause. Contoh obatnya →
Anastrozole dan Letrozole.
SERMs → bekerja dengan menghalangi estrogen supaya tidak berikatan dengan reseptor estrogen.
Obat ini dapat diberikan kepada pasien premenopause dan postmenopause. Contoh obatnya →
Tamoxifen.

Setelah menyelesaikan kemoterapi adjuvant, pasien yang terbukti ER/PR positif akan diberikan terapi
hormonal.
Status menopause pasien digunakan sebagai panduan dalam memilih jenis terapi (seperti pada
contoh di atas).
Pada pemilihan obat, Tamoxifen lebih diutamakan dibandingkan inhibitor aromatase, terutama
untuk pasien yang sudah menopause dan HER2-negatif.
National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
Terapi Hormonal: Breast Cancer
Pada wanita postmenopause → inhibitor aromatase diberikan selama 5 tahun.
Pada wanita premenopause → Tamoxifen diberikan selama 5 tahun dengan atau tanpa agonis
LHRH. Jika setelah 2–3 tahun pasien memasuki fase postmenopause, maka inhibitor aromatase
akan diberikan selama 2–3 tahun untuk melengkapi total 5 tahun terapi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:


Terapi hormon dapat menyebabkan efek samping karena terapi ini bekerja dengan memblokir produksi
hormon atau mengganggu cara hormon bekerja sehingga efek yang tidak diinginkan dapat saja
terjadi.
Efek sampingnya, meliputi hot flashes, keputihan, kelelahan, mual, perubahan suasana hati, dan
perubahan siklus menstruasi pada wanita yang belum menopause.
Tamoxifen (SERMs) → diberikan setelah kemoterapi karena jika diberikan secara bersamaan,
dapat menimbulkan efek antagonis terhadap kemoterapi antitumor. Jika pasien berusia di atas 50
tahun, efek samping yang diberikan lebih sering terjadi, seperti trombosis, emboli paru, dan stroke.
Inhibitor aromatase → hanya boleh digunakan pada wanita pascamenopause. Jika digunakan
pada pasien premenopause, maka dapat terjadi lonjakan estrogen akibat dari mekanisme umpan
balik negatif.

National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
TARGETED THERAPY
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Targeted Therapy
Targeted therapy → jenis pengobatan kanker yang menargetkan protein yang mengontrol
pertumbuhan, pembelahan, dan penyebaran sel kanker.

Terdapat dua tipe targeted therapy:


Small-molecule drugs ⟶ dapat dengan mudah masuk ke dalam sel dan menargetkan
sasaran yang berada di dalam sel.
Monoclonal antibodies ⟶ merupakan protein yang dibuat di laboratorium. Antibodi
monoklonal dapat membunuh sel tumor dengan memblokir fungsi reseptor permukaan
sel, merekrut sel imun dan sistem komplemen ke kompleks antigen-antibodi, serta
memodulasi fungsi sel imun.

Rute pemberian targeted therapy:


Small molecules ⟶ pil atau kapsul yang dikonsumsi secara oral
Monoclonal antibodies ⟶ diberikan melalui injeksi intravena

National Cancer Insitute. (2022). Targeted Therapy to Treat Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.cancer.gov/about-
cancer/treatment/types/targeted-therapies
Targeted Therapy
Targeted therapy dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling
umum adalah diare dan masalah pada hati. Efek samping lain:
masalah pembekuan darah dan penyembuhan luka
tekanan darah tinggi
kelelahan
sariawan
perubahan pada kuku
hilangnya warna rambut
masalah kulit, seperti ruam atau kulit kering
Dalam kasus yang sangat jarang, dapat terbentuk lubang pada dinding kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum, atau kantong empedu.

National Cancer Insitute. (2022). Targeted Therapy to Treat Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.cancer.gov/about-
cancer/treatment/types/targeted-therapies
Targeted Therapy for Breast Cancer
Kanker payudara umumnya menggunakan Anti-HER2 ⟶ 20-30% HER2 (Human Epidermal
Growth Factor) diekspresikan dari kanker payudara. Contoh obat: trastuzumab

Anti HER2 diberikan kepada pasien kanker payudara dengan kriteria sebagai berikut:
HER2-positif dengan skor 3+
HER2-positif dengan skor 2+ dan hasil tes FISH positif

Hal-hal yang harus diperhatikan:


Pasien dengan HER2-negatif tidak akan efektif apabila diberikan Anti-HER2
Pemberian Anti-HER2 direkomendasikan untuk kombinasi dengan kemoterapi
Kombinasi dengan doxorubicin akan meningkatkan kardiotoksisitas trastuzumab

Breast Cancer Research Foundation. (n.d.). About Breast Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/her2-status-
breast-cancer/
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai