Kelompok 3 - Modul Imun C
Kelompok 3 - Modul Imun C
ANGIOGENESIS
proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh yang sudah ada.
Etiologi
Carsinogenesis
Genetic Alterations
Epigenetic Alterations
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Carsinogenesis
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Carsinogenesis
Agen Karsinogen
KIMIA
Pewarna anilin = penyebab kanker kandung kemih.
Asbes = penyebab mesothelioma.
Benzena = penyebab leukemia.
*Beberapa obat dan hormon yang digunakan untuk tujuan terapeutik.
FISIKA
Radiasi pengion dan sinar ultraviolet, di mana radiasi menginduksi mutasi dengan membentuk
radikal bebas yang merusak asam deoksiribonukleat (DNA) & komponen seluler lainnya.
BIOLOGI
Virus Epstein-Barr (EBV) = faktor penting dalam inisiasi limfoma Burkitt.
Infeksi dengan Human Papilloma Virus (HPV) = penyebab kanker serviks, kepala, dan leher.
Faktor keturunan, usia, dan jenis kelamin juga dapat berkontribusi dalam perkembangan kanker.
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Carsinogenesis
Agen Karsinogen
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
Oncogenes
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
Oncogenes
Onkogen berkembang dari gen normal yang disebut proto-onkogen. Proto-onkogen hadir di
semual sel dan merupakan pengatur penting dari fungsi seluler normal. Perubahan genetik proto-
onkogen melalui mutasi titik, penataan ulang kromosom, atau amplifikasi gen dapat
mengaktifkan onkogen.
Karsinogen dapat menyebabkan perubahan genetik ini (mutasi somatik) atau perubahan ini
dapat diwariskan (mutasi germline). Setelah diaktivasi, onkogen akan menghasilkan jumlah
produk gen normal yang berlebihan (produk gen abnormal). Hasilnya adalah disregulasi
pertumbuhan dan proliferasi sel normal yang memberikan keuntungan pertumbuhan yang
berbeda pada sel dan meningkatkan probabilitas transformasi.
Contoh = onkogen virus leukemia eritroblastik (ErbB) adalah onkogen yang memediasi
proliferasi & diferensiasi sel melalui aktivasi jalur pensinyalan intraseluler. Produk gen ErbB
biasanya bermutasi, diekspresikan secara berlebihan, atau diperkuat sehingga mengakibatkan
proliferasi seluler yang berlebihan, invasi, & metastasis serta meningkatkan kelangsungan hidup
sel pada beberapa kanker.
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
Oncogenes
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
Tumor Suppressor Genes
Mengatur dan menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel yang tidak tepat. Perubahan
genetik mengakibatkan hilangnya kendali atas pertumbuhan sel normal.
Contoh = Retinoblastoma (Rb) 1 dan TP53.
Mutasi TP53 adalah salah satu perubahan genetik yang paling umum terkait dengan kanker.
Produk gen normal TP53 bertanggung jawab atas regulasi negatif siklus sel (yaitu, serangkaian
peristiwa seluler yang menyebabkan pembelahan dan duplikasi sel) dan memungkinkan siklus
sel berhenti untuk perbaikan, koreksi, dan respons terhadap sinyal eksternal lainnya.
Inaktivasi TP53 setelah perubahan genetik menyebabkan perubahan genetik menumpuk di
dalam sel.
Mutasi TP53 terkait dengan berbagai jenis kanker. Misalnya, mutasi germline di mana seorang
individu hanya memiliki satu salinan fungsional TP53 dan dikaitkan dengan sindrom Li-Fraumeni
(sindrom yang ditandai dengan beberapa kanker pada awal masa dewasa).
Fungsi penting lain dari TP53 adalah modulasi efek obat sitotoksik, di mana hilangnya TP53
dikaitkan dengan resistensi obat antikanker.
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
DNA Repair Genes
Fungsinya adalah untuk memperbaiki DNA yang rusak oleh faktor lingkungan atau kesalahan
dalam DNA yang terjadi selama replikasi. Jika tidak diperbaiki, kesalahan ini dapat
mengakibatkan perubahan yang mengaktifkan oncogenes atau menonaktifkan tumor
suppressor genes.
DNA repair genes dapat memengaruhi perbaikan ketidakcocokan, perbaikan kerusakan untai
tunggal, dan perbaikan kerusakan untai ganda.
Misalnya, poli ADP ribosa polimerase (PARP) adalah protein yang bertanggung jawab atas
perbaikan DNA dan kematian sel terprogram (apoptosis) dengan memengaruhi beberapa
mekanisme perbaikan.
PARP1 adalah bagian dari PARP yang berperan dalam memperbaiki kerusakan DNA untai
tunggal.
Kekurangan DNA repair genes telah ditemukan pada kanker payudara, usus besar, dan ovarium.
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Genetic Alterations
Genetic alteration (perubahan genetik) mungkin tidak cukup untuk memulai kanker. Sebagian
besar kanker memperoleh beberapa perubahan genetik somatik.
Beberapa perubahan mungkin tidak memberikan kontribusi pada perkembangan kanker
(misalnya, passenger mutations), sementara perubahan lain kemungkinan mendukung
kelangsungan hidup kanker yang sedang berlangsung (misalnya, driver mutations).
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Epigenetic Alterations
Epigenetik mengacu pada perubahan dalam ekspresi gen yang terjadi tanpa mengubah urutan DNA.
Dua mekanisme regulasi epigenetik yang paling umum, yaitu metilasi DNA dan modifikasi histon.
Epigenetic alterations mungkin terlibat dalam perkembangan kanker dengan melapisi sel atau
membuatnya rentan terhadap perubahan genetik yang terkait dengan perkembangan kanker.
Contoh: hipermetilasi pada dinukleotida CpG yang ditemukan di dekat tumor suppressor genes,
dapat mematikan gen-gen ini dan mendorong perkembangan kanker.
Agen antikanker diidentifikasi sebagai penghambat DNMT atau HDAC, menargetkan modifikasi ini.
DiPiro, J.T., Yee, G.C., Posey, L.M., Haines, S.T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). USA: McGraw Hill
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Faktor Risiko
Penggunaan tembakau/merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat,
kurangnya aktivitas fisik, dan polusi udara.
Beberapa infeksi kronis, seperti Helicobacter pylori, Human Papilloma Virus (HPV),
virus Hepatitis B, virus Hepatitis C, dan virus Epstein-Barr.
Virus Hepatitis B dan C serta beberapa jenis HPV dapat meningkatkan risiko kanker
hati dan serviks.
Infeksi dengan HIV meningkatkan risiko terkena kanker serviks 6 kali lipat dan
secara substansial meningkatkan risiko mengembangkan kanker tertentu lainnya
(seperti sarkoma Kaposi).
World Health Organization (WHO). (2025, February 3). Cancer. World Health Organization; World Health Organization. https://www.who.int/news-
room/fact-sheets/detail/cancer
Klasifikasi dan Nomenklatur Penyakit
Kanker serta Karakteristik dari Kanker
(Hallmarks of Cancer)
Nomenklatur
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Benign Malignant
Pertumbuhan relatif lambat dan tidak Dapat tumbuh dengan cepat dan
Pertumbuhan
menyerang jaringan di sekitarnya menyerang jaringan di sekitarnya
Tidak dapat menyebar ke bagian tubuh Dapat menyebar ke bagian tubuh lain
Penyebaran
lain melalui proses yang disebut metastasis
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Nomenklatur
Tumor
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Klasifikasi Kanker
Kanker
Histological Primary
Standpoint Site
Karsinoma Kulit
Sarkoma Paru-paru
Mieloma Payudara
Leukemia Prostat
Lymphoma Kolon dan
Mixed Types Rektum
Uterus
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Karsinoma
Karsinoma ⟶ neoplasma ganas yang berasal dari sel
epitel atau kanker pada lapisan luar/dalam tubuh.
Karsinoma sel
Umumnya menyerang organ yang mensekresikan
basal
cairan, seperti payudara, paru-paru, saluran
pencernaan dan kandung kemih. Terbagi menjadi 2
subtipe utama:
Adenokarsinoma → berkembang di organ atau
kelenjar seperti membran mukosa → pertama kali
terlihat sebagai mukosa putih atau plak yang
menebal
Karsinoma sel skuamosa → berasal dari sel Karsinoma sel
skuamosa, terjadi di banyak area tubuh skuamosa
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Sarkoma
Sarkoma ⟶ kanker yang berasal dari jaringan
pendukung dan penghubung (seperti tulang,
tendon, otot, lemak, tulang rawan). Contoh
sarkoma:
Osteosarkoma atau sarkoma osteogenik
(tulang)
Kondrosarkoma (tulang rawan)
Leiomiosarkoma (otot polos)
Rabdomiosarkoma (otot rangka)
Fibrosarkoma (jaringan fibrosa)
Angiosarkoma (pembuluh darah)
Liposarkoma (jaringan adiposa/lemak)
Osteosarkoma
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Mieloma Lymphoma
Mieloma ⟶ kanker pada sel plasma sumsum Limfoma ⟶ kanker yang berkembang di kelenjar
tulang. atau nodus sistem limfatik (jaringan pembuluh,
nodus, dan organ ((khususnya limpa, amandel, dan
timus).
Limfoma juga dapat muncul di organ tertentu
seperti lambung, payudara, atau otak, yang
disebut limfoma ekstranodal.
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Leukemia
Leukemia ⟶ kanker pada sumsum tulang. Leukemia
sering dikaitkan dengan produksi berlebihan sel
darah putih yang belum matang.
Contoh leukemia:
Leukemia mielogen atau granulositik (keganasan
pada seri sel darah putih mieloid dan
granulositik)
Leukemia limfatik, limfositik, atau limfoblastik
(keganasan pada seri sel darah limfoid dan
limfositik)
Polisitemia vera atau eritremia (keganasan pada
berbagai produk sel darah, tetapi dengan
dominasi sel darah merah)
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Histological Standpoint
Mixed Type
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Kulit
Terdapat tiga tipe utama kanker kulit:
Sel basal
Sel skuamosa
Melanoma
Sel basal dan sel skuamosa
Muncul di bagian tubuh yang sering
terpapar sinar matahari, seperti wajah, Karsinoma sel basal Karsinoma sel skuamosa
telinga, dan anggota tubuh
Sangat dapat disembuhkan, terutama jika
terdeteksi dan diobati sejak dini
Melanoma
Terjadi di melanosit, yaitu sel pigmen yang
berada di lapisan terdalam epidermis
Lebih berbahaya karena dapat menyebar
dengan sangat cepat
Melanoma
National Cancer Insitute. (2022). Categories of Cancer. https://training.seer.cancer.gov/disease/categories/site.html
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Paru-paru
Sel kanker yang menyerang paru-paru
Sulit dideteksi pada tahap awal karena gejalanya sering kali
tidak muncul sampai penyakit sudah berkembang lanjut
Gejala: batuk terus menerus, dahak bercampur darah, nyeri
dada, serta serangan berulang pneumonia atau bronkitis
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Payudara
Sebagian berupa karsinoma duktal → kanker
yang bermula dari sel yang melapisi saluran
susu (duktus) di payudara
Faktor resiko:
Wanita berusia di atas 50 tahun
Penderita yang telah memiliki kanker di satu
payudara
Wanita yang tidak pernah memiliki anak
Mempunyai anak pertama setelah 30 tahun
Obesitas
Diet tinggi lemak
Usia menarche yang lebih dini
Menopause yang terlambat
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Prostat
Terjadi pada pria yang lebih tua
Gejala:
Aliran urin lemah atau terputus-putus
Sering buang air kecil (terutama pada malam hari)
Kesulitan buang air kecil
Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
Darah dalam urine
Rasa sakit yang mengganggu di punggung, pinggul,
atau panggul
Klasifikasi Tumor
Berdasarkan Primary Site
Uterus
Hallmarks of Cancer
Karakteristik Sel Kanker
Aktivasi MYC ⟶
Aktivasi MAPK (aktivasi faktor
mengatur ekspresi gen
transkripsi), PI3K (merangsang
terkait pertumbuhan sel
sintesis lipid), dan PTEN (gen
penekan tumor)
Cell growth
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Jumlah total protein BH3 > BCL2/BCL-XL → BAX dan BAK aktif
→ meningkatkan permeabilitas mitokondria ⟶ sitokrom C
berpindah ke sitosol → berikatan dengan APAF-1 →
mengaktifkan caspase-9 → apoptosis
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Jalur Intrinsik:
Hilangnya fungsi p53 (gen penekan tumor) baik karena mutasi maupun antagonisme oleh
MDM2
Berkurangnya sitokrom C yang keluar dari mitokondria karena meningkatnya faktor anti-
apoptosis
Meningkatkan ekspresi IAPs sehingga aktivitas caspase-9 dihambat → apoptosis tidak
terjadi
Jalur Ekstrinsik:
Penurunan kadar CD95/Fas → sel kanker menjadi kurang rentan terhadap apoptosis
Inaktivasi death-induced signalling complex (FADD)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Mekanisme:
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Mekanisme:
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Sel epitel normal direkatkan erat satu sama lain dan ke ECM oleh
berbagai molekul adhesi.
E-cadherin = glikoprotein transmembran yang memediasi adhesi
homotipik sel epitel → berfungsi baik untuk menyatukan sel-sel dan
untuk menyampaikan sinyal antar sel.
Gambar A = Sel-sel tumor terlepas satu sama lain karena E-cadherin tidak
ada → berkurangnya daya rekat (adhesiveness) dan menarik sel-sel
inflamasi.
Gambar B = Degradasi membran basal dan jaringan ikat interstitial → sel
tumor mensekresikan enzim proteolitik [matriks metalloproteinase (MMPs),
kathepsin D, plasminogen urokinase] atau dengan menginduksi sel stroma
(misalnya, fibroblas dan sel inflamasi) untuk melakukannya.
Gambar C = Pengikatan sel tumor pada situs pengikatan yang dihasilkan
secara proteolitik dan migrasi dengan cara mendorong sel tumor.
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Inducing Angiogenesis
Proses pengembangan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang sudah ada
Kekurangan oksigen karena hipoksia yang menstabilkan HIF1α [faktor transkripsi sensitif
oksigen yang mengaktifkan transkripsi sitokin pro-angiogenik VEGF & faktor pertumbuhan
fibroblas dasar (bFGF)].
Faktor-faktor tersebut kemudian menciptakan gradien angiogenik yang merangsang proliferasi
sel endotel dan memandu pertumbuhan pembuluh baru menuju tumor. Selain itu, juga
meningkatkan jalur pensinyalan Notch yang kemudian mengatur percabangan pada
pembuluh darah.
Mutasi pengemudi (driver mutations) pada penekan tumor tertentu dan onkogen mendukung
angiogenesis. Misalnya, p53 merangsang ekspresi molekul antiangiogenik (seperti
trombospondin-1) & menekan ekspresi molekul pro-angiogenik (seperti VEGF). Sebaliknya,
mutasi gain-of-function pada RAS atau MYC dapat meningkatkan produksi VEGF.
Protease yang dapat diuraikan oleh sel tumor atau sel stroma juga dapat memengaruhi
keseimbangan lokal faktor angiogenik dan antiangiogenik.
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
2. Equilibrium
Jika sel kanker berhasil menghindari eliminasi total, maka
akan terjadinya keseimbangan antara pertumbuhan sel
kanker dengan serangan pada sistem kekebalan tubuh.
Zheng, S.F., Bian, H.R., Li, J.T., Shen, Y.M., Yang, M., Hu, W.W. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in Oncology/Hematology,
Volume 180, 2022, 103854, ISSN 1040-8428, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Zheng, S.F., Bian, H.R., Li, J.T., Shen, Y.M., Yang, M., Hu, W.W. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in Oncology/Hematology,
Volume 180, 2022, 103854, ISSN 1040-8428, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2021). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier Inc.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Tumor-Promoting Inflammation
Respons inflamasi umumnya dianggap
sebagai respons protektif terhadap tumor,
tetapi secara paradoksal, justru
meningkatkan tumorigenesis dan
perkembangan sel kanker.
Inflamasi dapat diamati pada tahap awal
perkembangan neoplasia dan dapat
mendukung perkembangan neoplasia awal
menjadi kanker yang lengkap.
Sel-sel inflamasi juga berperan dalam
melepaskan senyawa kimia, terutama
spesies oksigen reaktif yang bersifat
mutagenik bagi sel kanker yang berdekatan
dan mempercepat evolusi genetik mereka
menuju tingkat keganasan yang lebih tinggi.
Hibino, S., Kawazoe, T., Kasahara, H., Itoh, S., Ishimoto, T. Yanagimoto, M. S., Taniguchi, K. Inflamation-Induced Tumorigenesis and Metastasis. Int. J. Mol. Sci. 2021, 22(11), 5421;
https://doi.org/10.3390/ijms22115421
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Selama organogenesis, perkembangan sel, penentuan, dan perorganisasian sel ke dalam jaringan
untuk menjalankan fungsi homeostatis bersamaan dengan diferensiasi terminal → seringkali sel-sel
progenitor tidak dapat ditarik kembali sehingga berhenti berkembang pada puncak proses ini.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kemampuan plastisitas fenotipik untuk menghindari atau
melepaskan diri dari keadaan diferensiasi terminal yang dimiliki oleh kanker merupakan faktor
penting dalam patogenesis kanker.
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Mode reprogram genom independen yang melibatkan perubahan regulasi genetik murni yang
dipengaruhi secara epigenetik yang mengubah ekspresi gen tanpa mengubah sekuens DNA.
Pemrograman ulang ini dapat menyebabkan hilangnya metilasi global, gangguan modifikasi hiton,
perubahan ekspresi ncRNA, dan hipermetilasi gen penekan tumor → menonaktifkan gen penekan
tumor & DNA repair serta mengaktifkan onkogen → ketidakstabilan kromatin & perkembangan kanker.
Contoh: hipoksia → mengurangi aktivitas TET demethylase → hipermetilasi pada nukleotida CpG di
dekat gen penekan tumor → mematikan gen tersebut & mendukung perkembangan kanker.
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Polymorphic Microbiomes
Mikrobioma → ekosistem yang diciptakan oleh jamur dan bakteri yang memiliki dampak
besar terhadap kesehatan, termasuk risiko dan perkembangan kanker.
Contoh: Gut Microbiome (mikrobioma usus) berperan penting pada fungsi dari usus
besar untuk mendegradasi dan mengimpor nutrisi ke dalam tubuh sebagai bagian dari
homeostasis metabolik.
Efek umum:
Mutagenesis epitel kolon melalui produksi racun bakteri & molekul lain yang merusak
DNA secara langsung atau mengganggu sistem yang menjaga integritas genom.
Bakteri berikatan dengan permukaan sel epitel kolon dan menghasilkan ligan mimetik
yang menstimulasi proliferasi epitel yang mendukung pertumbuhan sel neoplastik.
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Polymorphic Microbiomes
Senescent Cells (sel senesens) adalah sel yang
mengalami penghentian proliferasi secara
permanen akibat dari berbagai kondisi,
termasuk kerusakan DNA dan stress
microenvironment.
Sel-sel ini diketahui dapat memicu
perkembangan tumor melalui pelepasan
molekul SASP (Senescence-Associated
Secretory Phenotype) yang mendukung
karakteristik kanker, seperti proliferasi, invasi,
metastasis, angiogenesis, dan penekanan
sistem kekebalan.
Sel fibroblas terkait kanker dan sel fibroblas
senesens di jaringan normal juga dapat
memengaruhi karakteristik kanker dan
pertumbuhan tumor.
Shufang Zheng, Hanrui Bian, Jintong Li, Yumeng Shen, Yong Yang, Weiwei Hu. Differentiation therapy: Unlocking phenotypic plasticity of hepatocellular carcinoma, Critical Reviews in
Oncology/Hematology, Volume 180, 2022, https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2022.103854.
Perjalanan Penyakit Kanker
(multisep of carcinogenesis)
Perjalanan Penyakit Kanker
Liu, Y et al. (2015, October). Mammalian models of chemically induced primary malignancies exploitable for imaging-based preclinical theragnostic
research. 10.3978/j.issn.2223-4292.2015.06.01
Tahap Inisiasi
Inisiasi bersifat ireversibel, yaitu, setelah sel tertentu dipengaruhi oleh inisiator, sel tersebut rentan terhadap promosi.
Schmitt, M., & Greten, F. R. (2021). The inflammatory pathogenesis of colorectal cancer. Nature Reviews. Immunology, 21(10), 653–667. https://doi.org/10.1038/s41577-021-00534-x. Resveratrol
nanoformulation for cancer prevention and therapy - Siddiqui - 2015 - Annals of the New York Academy of Sciences - Wiley Online Library. (n.d.).
https://nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nyas.12811. Weston, A., & Harris, C. C. (2003). Multistage carcinogenesis. Holland-Frei Cancer Medicine - NCBI Bookshelf.
Macam-macam karsinogenesis
Karsinogensis
Radiasi Pengion
Menyebabkan patahan kromosom, translokasi,
dan mutasi titik (jarang) → kerusakan genetik →
karsinogenesis.
Sinar UV
Menginduksi dimer pirimidin di DNA → mutasi →
kanker kulit. Penderita xeroderma pigmentosa
(gangguan perbaikan dimer) berisiko sangat
tinggi.
Karsinogenesis Mikroba
HPV (Human Papillomavirus)
Menyebabkan kutil jinak, kanker serviks, dan kanker orofaring.
Jenis onkogenik menghasilkan protein E6 (menghambat p53) dan E7 (menghambat
Rb).
Kanker terjadi setelah integrasi DNA HPV ke genom inang dan mutasi tambahan.
Vaksinasi efektif mencegah infeksi HPV risiko tinggi
Kumar, V., Abbas, A., Aster, J. (2015). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (9th ed.). Elsevier Inc.
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Stage 1 Kanker berukuran kecil dan hanya sedikit menyebar ke jaringan di sekitarnya.
Kanker berukuran lebih besar atau telah menyebar ke jaringan di sekitar atau ke kelenjar
Stage 2 dan 3
getah bening.
Cancer Institute NSW. (2023). Stages of cancer. Retrieved April 20th, 2025 from https://www.cancer.nsw.gov.au/about-
cancer/cancer-basics/stages-of-cancer#cancer-stages
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
N category
NX → tidak ada informasi tentang kelenjar getah bening terdekat, atau tidak dapat dinilai.
N0 → kelenjar getah bening terdekat tidak mengandung kanker.
N1-N3 → dapat menggambarkan ukuran, lokasi, dan/atau jumlah kelenjar getah bening terdekat
yang terkena kanker.
M category
M0 → tidak ditemukan penyebaran kanker ke bagian tubuh lain
M1 → kanker telah menyebar ke organ atau jaringan yang jauh dari tumor primer
Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Sel kanker hanya berada di lapisan sel tempat kanker pertama kali muncul dan belum
In Situ
menyebar ke jaringan di sekitarnya dalam organ tersebut.
Kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitarnya tetapi masih hanya berada di dalam
Localized
organ asalnya.
Kanker telah menyebar ke organ atau struktur di dekatnya dan/atau ke kelenjar getah
Regional
bening terdekat.
Kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh, ke organ atau struktur lain dan/atau
Distant
ke kelenjar getah bening yang jauh.
Unknown Informasi yang tersedia tidak cukup untuk menentukan stadium kanker.
Brierley, J., Gospodarowicz, M., & O’Sullivan, B. (2016). The principles of cancer staging. Retrieved April 20th, 2025 from
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5215238/pdf/can-10-ed61.pdf
Modalitas pengobatan kanker serta
obat-obat kanker
(kemoterapi/hormonal/targeted
therapy) berdasarkan mekanisme
kerjanya
Modalitas Pengobatan Kanker
Biomarker Suatu metode untuk mendeteksi gen, protein, dan zat lain (yang disebut biomarker atau
Testing penanda tumor) yang dapat memberikan informasi tentang kanker.
Jenis pengobatan di mana jaringan tubuh dipanaskan hingga suhu sekitar 45 °C untuk
Hyperthermia membantu merusak dan membunuh sel-sel kanker dengan sedikit atau tanpa
kerusakan pada jaringan normal.
Prosedur yang mengembalikan blood stem cell pada orang yang sel-selnya telah
Blood Stem Cell
hancur akibat dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi yang digunakan untuk
Transplant
mengobati jenis kanker tertentu, gangguan darah, dan gangguan autoimun.
National Cancer Institute. (2022). Types of Cancer Treatment. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types
Modalitas Pengobatan Kanker
Jenis pengobatan kanker yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker.
Immunotherapy
Sistem ini terdiri dari sel darah putih serta organ dan jaringan dalam sistem limfatik.
Photodynamic Menggunakan obat yang diaktifkan oleh cahaya, yang disebut fotosensitizer atau agen
Therapy fotosensitisasi, untuk membunuh sel-sel kanker → disebut PDT.
Radiation Pengobatan kanker yang menggunakan dosis radiasi tinggi untuk membunuh sel-sel
Therapy kanker dan mengecilkan tumor.
Cancer Surgery Prosedur operasi untuk menyingkirkan sel kanker dari tubuh
Targeted Jenis pengobatan kanker yang menargetkan protein yang mengendalikan bagaimana
Therapy sel-sel kanker tumbuh, membelah diri, dan menyebar.
National Cancer Institute. (2022). Types of Cancer Treatment. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types
Penggolongan Obat untuk Kanker
Berdasarkan Mekanisme Kerjanya
(Dibuat dalam Bentuk Skema)
beserta Contoh Obatnya
KEMOTERAPI
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
ALKYLATING AGENT
Agen alkilasi merupakan elektrofil yang bereaksi dengan gugus nukleofilik pada DNA,
dengan menambahkan gugus alkil ke gugus nukleofilik melalui pembentukan ion
perantara karbonium atau kompleks lain
Ikatan kovalen (alkilasi) akan terjadi dengan berbagai nukleofilik penting dalam
tubuh, misalnya: fosfat, amino, sulfhidril, hidroksil, carboksil, atau gugus imidazole
dengan DNA, RNA atau enzim → menghambat mitosis.
nitrogen mustards
ethyleneimines
alkyl sulfonates
nitrosoureas
triazenes,
methylhydrazines.
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
ALKYLATING AGENT
Puyo, S., Montaudon, D., & Pourquier, P. (2013). From old alkylating agents to new minor groove binders. Critical Reviews in Oncology/Hematology, 89(1), 43–61. https://doi.org/10.1016/j.critrevonc.2013.07.006
Nitrogen Mustards
Nitrogen mustards merupakan agen alkilasi paling tua dan paling umum digunakan di
kemoterapi,
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Nitrogen Mustards Mekanisme
atom nitrogen pada mechlorethamine (mustard)
menyebabkan siklisasi intramolekular SN1 ⟶ atom nitrogen
memisahkan satu atom klorida ⟶ membentuk ion reaktif
intermediate “kation azridium”
Dixit, P., Jeyaseelan, C., & Gupta, D. (2022). Nitrogen Mustard: a Promising Class of Anti-Cancer Chemotherapeutics – a Review. Biointerface Research in Applied Chemistry, 13(2), 161. https://doi.org/10.33263/briac132.161
Platinum Coordination Complex
Kompleks ini memiliki telah menjadi dasar pengobatan
untuk kanker ovarium, kepala dan leher, kandung kemih, Cisplatin, carboplatin dan oxaliplatin memasuki sel melalui
esofagus, paru-paru, dan usus besar. Meskipun tidak transporter Cu²⁺ (CTR1) ⟶ transporter mengalami degradasi
membentuk intermediat ion karbonium seperti agen setelahnya
alkilasi lainnya , mereka tetap berikatan kovalen dengan
situs-situs nukleofilik pada DNA
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antimetabolit : Analog Pirimidin
5FU (fluorouracil) ⟶ membentuk 5-
fluoro-deoxyuridine-monophosphate
(5-FdUMP) dan 5-fluorouridine-
triphosphate (5-FUTP).
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antimetabolit : Analog Purin
6TG (produg) → diubah menjadi ^-thioGMP 6TG → masuk ke
dan 6-thiolMP (TIMP) oleh enzim DNA → menginduksi
hypoxanthine-guanine phosphoribosyl pemutusan untai &
transferase (HGPRT). base mispairing;
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Microtubule-Damaging Agents/Antimitotik
Taxane
berikatan dengan subunit β-tubulin di
permukaan bagian dalam
mikrotubulus → menghalangi
peruraian mikrotubulus (penting
untuk mitosis)
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Topoisomerase I Camptothecin
camphotericin mengikat dan
menstabilkan kompleks DNA
topoisomerase I
menghambat religasi
(penyambungan ulang) DNA →
akumulasi pemutusan untai tunggal
(SSB) DNA
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Topoisomerase II Epipodophyllotoxins
menghambat penyambungan
kembali (resealing) DNA → DNA tetap
Contoh: Etoposide, teniposide terputus
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antitumor Antibiotik Dactinomycin (Actinomycin D)
bagian cincin planar phenoxazone
akan intercalates antara basa guanin
sitosin DNA
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Anthracyclines
Antitumor Antibiotik and Anthracenediones
apoptosis
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Antitumor Antibiotik Bleomycin
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Inhibitor Aromatase (AIS)
Prinsip = menghambat enzim aromatase (estrogen
sintease) → menghambat kerja enzim aromatase.
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Lutenizing Hormone-Releasing Hormone (LH-RH) Agonist
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)
Bekerja sebagai inhibitor kompetitif estrogen,
dengan cara bersaing melawan hormon estrogen
alami (seperti 17β-estradiol) untuk mengikat pada
reseptor estrogen (ER) di dalam sel.
Penghambatan ikatan estrogen pada reseptornya
→ obat mencegah proliferasi sel kanker payudara
yang dipicu oleh estrogen.
Saat SERMs berikatan dengan ER, struktur
reseptor berubah → pelepasan dari protein heat-
shock & membentuk dimer ER → mengikat pada
area spesifik DNA yang disebut Estrogen Response
Elements (ERE). Pada tahap ini, protein koregulator
akan berinteraksi dengan kompleks reseptor ligan
untuk mengatur ekspresi gen.
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
TARGETED THERAPY
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
EGFR Inhibitor Epidermal Growth Factor Receptor Inhibitor
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
EGFR Inhibitor Epidermal Growth Factor Receptor Inhibitor
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HER2/Neu Inhibitor
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
HER2/Neu Inhibitor
Pengikatan pada domain HER2
Mekanisme lain:
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Burguin, A., Diorio, C., & Durocher, F. (2021). Breast Cancer Treatments: Updates and New Challenges.
CDK 4/6 Inhibitor Palbociclib
Cyclin-Dependent Kinase (CDK) 4/6 ⟶ berperan dalam mengontrol siklus sel dari G0/G1 ke fase S
Inhibisi CDK4/6
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Inhibitor Proteasome Bortezomib
Bortezomib ⟶ menghambat degradasi proteasomal IκB ⟶ mencegah aktivitas transkripsi NF-κB ⟶
menurunkan respons kelangsungan hidup sel kanker
Mekanisme:
Terjadi apoptosis
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
BCL-2 Inhibitor Venetoclax
BCL-2: Merupakan protein anti-apoptosis yang diekspresikan oleh sel kanker untuk menghindari
apoptosis.
Mekanisme:
Terjadi apoptosis
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Tumor Angiogenesis Inhibitor
Angiogenesis: pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan tumor untuk pertumbuhan dan
penyebarannya
Mekanisme:
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Immune Checkpoint Inhibitor
Immune Checkpoint Inhibitor: memungkinkan respons sel T yang lebih berkelanjutan, termasuk
peningkatan produksi sitokin dan proliferasi sel T
Mekanisme:
Ipilimumab
Menghambat ikatan CTLA-4 dengan ligan B7 pada APC →
meningkatkan aktivitas sel T dan menghambat fungsi sel T
regulator ⟶ memperkuat respons imun antitumor
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Parameter Farmakokinetik (ADME)
dalam Bentuk Tabel
KEMOTERAPI
Arsita Mukti Agustiar (2306213161)
Nitrogen Mustards
Cyclophosphamide
Metabolisme 75% di metabolisme menjadi bentuka aktif pada hati oleh CYP450
Cyclophosphamide: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/search.php?
searchterm=Cyclophosphamide
Alkyl sulfonates
Busulfan
Busulfan: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00290
Platinum Coordination Complex
Cisplatin
Metabolisme -
Cisplatin: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/
Antimetabolit
Analog pirimidin : 5 fluorouracil
Ekskresi : 7-20% tidak berubah pada urin → dieksresi selama 6 jam (90% disekresi pada
Eliminasi jam pertama)
Waktu paruh (t1/2): 10 -20 menit
Fluorouracil: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00544
Antibiotik Antitumor
docetaxel
Ekskresi : 56% dari dosis melalui urin , dengan 45% sebagai etoposide tidak berubah.
Eliminasi melalui Feses: 44% dari dosis IV,
Waktu paruh (t1/2): 115 menit
Docetaxel: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://www.drugs.com/
Topoisomerase Inhibitor
etoposide
Protein binding : 97 %
Distribusi
Vd : 18-29 L
Metabolisme Dimetabolisme sebagian besar pada hati, 40% diekskresikan tidak berubah melalui urin
Ekskresi : pasien gagal ginjal mengeluarkan kurang dari 20% dosis dalam urin
Eliminasi
Waktu paruh (t1/2): 4 - 11 jam
Etoposide: Uses, interactions, mechanism of action | DrugBank Online. (n.d.). DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00773
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Inhibitor Aromatase (AIS)
Anastrozole
Bioavailabilitas: ~83–85% (diserap baik secara oral, tidak dipengaruhi secara signifikan oleh
Absorbsi makanan)
(onset) Tmax (puncak): ~2 jam (setelah pemberian oral)
Cmax menurun 16% jika diberikan setelah makan, tetapi tidak signifikan secara klinis
Sirosis hati sekitar 30%; klirens ginjal 50% (gangguan ginjal); klirens total 10%
Distribusi Volume distribusi besar: sekitar 50-60 L/kg → menunjukkan distribusi luas ke jaringan tubuh
Metabolisme Metabolisme pada hati melalui enzim CYP3A4; inhibitor dari CYP2C19 dan CYP2D6
Konsentrasi plasma puncak dan terendah pada kondisi stabil (antara minggu ke-16 dan
Absorbsi
ke-32) masing-masing adalah sekitar 123 dan 79 mcg/mL.
Metabolisme Dimetabolisme secara intraseluler menjadi peptida dan asam amino yang lebih kecil.
Eliminasi Waktu paruh (t1/2): 5,8 hari (jangka waktu 1-32 hari)
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
Immune Checkpoint Inhibitor
Ipilimumab
Metabolisme Didegradasi oleh enzim proteolitik menjadi peptida dan asam amino.
Antrasiklin
Toksisitas obat kemoterapi golongan antrasiklin (Doxorubicin) → toksisitas
kardiomiopati, akut (gejala mirip aritmia atau infark miokard) dan kronis (gejala gagal
jantung kongestif)
Pada pasien > 70 tahun (geriatri) yang sudah ada penyakit hipertensi, penyakit arteri
koroner yang sudah ada sebelumnya, dan iradiasi jantung, atau paparan antrasiklin
sebelumnya perlu evaluasi jantung
Alkylating Agents
Cyclophosphamide → ada risiko risiko leukemia sekunder (jarang)
Taxane
Toksisitas yang umum terjadi pada obat kemoterapi golongan taxane
(Paclitaxel) → mual/muntah, mielosupresi, neuropati, dan hipersensitivitas
Pasien perlu diberikan dexamethasone dan H1 dan H2 blocker untuk mencegah
hipersensitivitas
Brunton, L. L., Dandan, R. H., Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Ed.). McGraw-Hill Education.
kemoterapi Kanker Payudara
Kemoterapi yang diberikan dapat berupa obat tunggal atau berupa gabungan
beberapa kombinasi obat kemoterapi.
Kemoterapi diberikan secara bertahap, biasanya sebanyak 6 – 8 siklus agar
mendapatkan efek yang diharapkan dengan efek samping yang masih dapat
diterima.
Hasil pemeriksaan immunohistokimia memberikan beberapa pertimbangan
penentuan regimen kemoterapi yang akan diberikan.
Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Lini Pertama
Cyclophospamide 100 mg/m2, hari 1 s/d 14
(oral)(dapat diganti injeksi cyclophosphamide
CMF 500 mg/m2, hari 1 dan 8) Interval 3-4 minggu, 6 siklus
Methotrexate 50 mg/m2 IV, hari 1 dan 8
Fluoro-uracil 500 mg/m2 IV, hari 1 dan 8
Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Regimen lainnya
Adriamicin 80 mg/m2, hari 1
AC Interval 3-4 minggu, 4 siklus
Cyclphospamide 600 mg/m2, hari 1
Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
kemoterapi Kanker Payudara
Regimen lainnya
Kemenkes RI. PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANAKANKER PAYUDARA. Sustain 2019;11:1–14.
HORMONAL THERAPY
Ayesha Nayyara Andi Putri (2306245264)
Terapi Hormonal
Terapi hormon adalah pengobatan kanker yang bertujuan memperlambat atau menghentikan
pertumbuhan kanker yang bergantung pada hormon untuk berkembang.
Contohnya, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Biasanya terapi ini dilakukan bersamaan
dengan pengobatan kanker lainnya.
Jenis pengobatan yang dipilih bergantung pada jenis kankernya, penyebarannya, ketergantungan
kanker pada hormonnya, serta kondisi kesehatan pasein.
Ketika terapi hormon digunakan bersamaan dengan pengobatan lain, maka tujuannya bisa
mencakup:
1. Mengurangi risiko kekambuhan kanker setelah pengobatan utama (terapi adjuvant).
2. Mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi (terapi neoadjuvant).
3. Menghancurkan sel kanker yang telah kambuh atau menyebar ke area lain dalam tubuh.
National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
Terapi Hormonal: Breast Cancer
Terapi hormonal dapat diberikan pada stadium 1 hingga stadium 4 dengan lama pemberian
selama 5 s.d. 10 tahun.
Agonis LHRH atau GnRH → bekerja dengan mengganggu sinyal yang merangsang ovarium untuk
memproduksi estrogen sehingga menekan produksi hormon estrogen. Obat ini diberikan kepada
pasien premenopause. Contoh obatnya → Goserelin dan Leuprolide.
Inhibitor aromatase → bekerja dengan menghambat aktivitas enzim aromatase yang
memproduksi estrogen. Terapi ini ditujukan untuk pasien postmenopause. Contoh obatnya →
Anastrozole dan Letrozole.
SERMs → bekerja dengan menghalangi estrogen supaya tidak berikatan dengan reseptor estrogen.
Obat ini dapat diberikan kepada pasien premenopause dan postmenopause. Contoh obatnya →
Tamoxifen.
Setelah menyelesaikan kemoterapi adjuvant, pasien yang terbukti ER/PR positif akan diberikan terapi
hormonal.
Status menopause pasien digunakan sebagai panduan dalam memilih jenis terapi (seperti pada
contoh di atas).
Pada pemilihan obat, Tamoxifen lebih diutamakan dibandingkan inhibitor aromatase, terutama
untuk pasien yang sudah menopause dan HER2-negatif.
National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
Terapi Hormonal: Breast Cancer
Pada wanita postmenopause → inhibitor aromatase diberikan selama 5 tahun.
Pada wanita premenopause → Tamoxifen diberikan selama 5 tahun dengan atau tanpa agonis
LHRH. Jika setelah 2–3 tahun pasien memasuki fase postmenopause, maka inhibitor aromatase
akan diberikan selama 2–3 tahun untuk melengkapi total 5 tahun terapi.
National Cancer Insitute. (2022). Hormone Therapy to Treat Cancer. Retrieved from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/hormone-therapy
TARGETED THERAPY
Kalin Alifia Anggraeni (2306226813)
Targeted Therapy
Targeted therapy → jenis pengobatan kanker yang menargetkan protein yang mengontrol
pertumbuhan, pembelahan, dan penyebaran sel kanker.
National Cancer Insitute. (2022). Targeted Therapy to Treat Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.cancer.gov/about-
cancer/treatment/types/targeted-therapies
Targeted Therapy
Targeted therapy dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling
umum adalah diare dan masalah pada hati. Efek samping lain:
masalah pembekuan darah dan penyembuhan luka
tekanan darah tinggi
kelelahan
sariawan
perubahan pada kuku
hilangnya warna rambut
masalah kulit, seperti ruam atau kulit kering
Dalam kasus yang sangat jarang, dapat terbentuk lubang pada dinding kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum, atau kantong empedu.
National Cancer Insitute. (2022). Targeted Therapy to Treat Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.cancer.gov/about-
cancer/treatment/types/targeted-therapies
Targeted Therapy for Breast Cancer
Kanker payudara umumnya menggunakan Anti-HER2 ⟶ 20-30% HER2 (Human Epidermal
Growth Factor) diekspresikan dari kanker payudara. Contoh obat: trastuzumab
Anti HER2 diberikan kepada pasien kanker payudara dengan kriteria sebagai berikut:
HER2-positif dengan skor 3+
HER2-positif dengan skor 2+ dan hasil tes FISH positif
Breast Cancer Research Foundation. (n.d.). About Breast Cancer. Retrieved April 21st, 2025 from https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/her2-status-
breast-cancer/
Terimakasih