METODE PELAKSANAAN
Peningkatan DI Pangkalan Satu Kumai
Ruang Lingkup Pekerjaan :
1. Pekerjaan Persiapan
Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Pekerjaan Coffering dan Dewatering
Galian tanah biasa
Timbunan pasir sebagai bahan pengisi
Timbunan biasa dari sumber galian (tanah laterite)
3. Pekerjan Kayu
Rangka bawah kayu ulin 5/5
Pasang alas pondasi ulin papan 2/20
4. Pekerjaan Pasangan
Pasangan cerucuk kayu galam
Pasangan batu kosong
Pasangan batu dengan mortar
Plseteran camp. 1:3
Pasang paving stone
Pasang pipa pvc 8”
5. Pekerjaan Beton
Baja tulangan (polos)
bekesting
Beton Siklop
Beton K-100
Beton K-175
Beton K-225
Exvaniom Joint
6. Pekerjaan Pengecatan
Pengecatan bangunan
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
I.1 Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi paling lambat sudah kami mulai laksanakan dalam waktu 15
(lima belas) hari sejak diterbitkan SPMK yang meliputi ;
o Mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan.
o Mempersiapkan fasilitas kantor, rumah, gudang dan sebagainya.
o Mendatangkan personil-personil.
o Mobilisasi peralatan terkait dan personil selaku Penyedia Jasa kami
lakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.
o Pada peruntuhan di Lokasi Kerja kami akan menyediakan rambu-
rambu keamanan yang pakai dalam pelaksanaan proyek.
Demobilisasi baru akan kita laksanakan setelah pekerjaan dinyatakan telah
selesai, maka kami 100 % maka dilakukan pembersihan, semua peralatan
konstruksi, peralatan mesin-mesin dan personil dipulangkan ke daerah asal.
I.2 Penyiapan Jalan
Pekerjaan penyiapan jalan kerja terdiri dari pembersihan dan buangan
semua bahan bahan organic seperi rumput-rumput, tanah permukaan dan
dan akar-akar menggunakan alat manual. Pekerjaan pembersihan dan
penyiapan jalan kerja kami laksanakan sampai pada batas area
sebagiamana ditunjukan pada gambar atau sebagaimana di tunjukan oleh
direksi.
I.3 Pembersihan lokasi
Pekerjaan Pembersihan dan striping / kosrekan adalah membersihkan akar-
akar dan semak belukar termasuk pohon-pohon yang dapat menghambat
pelaksanaan pekerjaan membersihkan lapangan kerja untuk saluran dan
bangunan dari semua tumbuhan dan bambu, termasuk pohon -
pohon/semak - semak. membongkar akar - akar, mengisi lubang - lubangnya
dengan tanah lalu dipadatkan kemudian membuang tumbuhan dan bambu,
termasuk pohon- pohon/semak - semak dari lokasi pekerjaan. Kosrekan
dimulai dengan pemotongan rumput rumput/perdu/semak termasuk pohon
dan dilanjutkan dengan mengosrek permukaan tanah yang mengandung
akar-akar rumput/perdu/semak menggunakan alat manual dengan
ketebalan kosrekan 20 cm. Hasil kosrekan Kemudian dibuang ke luar areal
kerja atau ketempat yang disetujui oleh pihak direksi.Apabila pekerjaan
kosrekan selesai maka kami selaku penyedia jasa akan Melaporkepada
direksi untuk pemeriksaan.
II. PEKERJAAN TANAH
II.1Galian tanah biasa
Galian tanah biasa dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan pihak
Direksi. Dan terlebih dahulu sudah dibersihkan dari berbagai kotoran
yang dapat mengganggu pada saat pekerjaan konstruksi. Galian tanah
harus sesuai dengan gambar rencana baik kedalaman maupun lebar
galian. Galian tanah dilakukan dengan cara mekanik menggunakan alat
manual dan untuk galian tanah yang tidak digunakan dibuang pada
tempat yang ideal (diluar saluran) agar tidak masuk kembali kedalam
galian. Galian tanah untuk konstruksi dikerjakan pada lokasi yang telah
diukur dan yang ditunjukan oleh Direksi , Dimensi disesuaikan gambar
rencana. Untuk melakukan pekerjaan ini kami akan melakukan usaha
yang cukup aman dari longsor dan untuk penggalian pada area
pemasangan pondasi jika berada dalam keadaan dibawah muka air,
maka kami tidak akan melakukan penggalian dengan jumlah yang besar.
Setelah selesai pekerjaan maka dilaporkan kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan.
Untuk Tanah Buangan dari galian akan kami tempatkan pada tempat
yang tidak menganggu jalannya pelaksanaan pekerjaan dan kami akan
menempatkan hasil galian ini diluar lokasi proyek agar tidak mengotori
serta tidak merusak pandangan hingga pekerjaan selesai.
Untuk pekerjaan Galian Tanah diberlakukan Prinsip Pelaksanaan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) tetap harus diperhatikan dalam
melaksanakan Pekerjaan ini dengan menggunakan alat manual, karena
memiliki resiko tertimpa tanaht dan resiko lainnya. Oleh karena pekerja
harus memperhatikan rambu dan intruksi petugas K3
II.2 Timbunan Pasir Sebagai Bahan Pengisi
Untuk pekerjaan timbunan pasir sebagai bahan pengisi di laksanakan
untuk pekerjaan paving stone dan urugan pasir di bawah pondasi jika
diperlukan.
II.3 Timbunan Tanah dari hasil Galian (Tanah Latrite)
Untuk pekerjaan timbunan tanah dipadatkan diambil dari luar yang
disetujui oleh Direksi. setelah itu jika dibutuhkan kami akan
menyerahkan hasil uji laboratorium untuk tanah dilokasi yang diusulkan
kepada Direksi guna mendapatkan persetujuan paling lambat 30 ( tiga
puluh ) hari sebelum kegiatan timbunan tanah dari luar dilaksanakan.
Kegiatan timbunan tanah boleh dilakukan hanya bila telah mendapatkan
persetujuan Direksi dan dijamin bahwa tanah bahan timbunan benar-
benar bersih dan bebas dari bahan organik.
III. PEKERJAAN KAYU
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan lantai perkuatan pondasi batu
belah/siring embung, dimana pekerjaan ini dilaksaakan setelah
pekerjaan galian pondasi selesai dilakukan dan
penanaman/pemancanagn cerucuk dilakukan sampai batas
kedalaman yang disetujui oleh Direksi. Selanjutnya kayu 5/5 dan
lantai papan di susun dan di hampar sebaik mungkin sebagai
perletakan/perkuatan pondasi batu belah/dinding siring pasangan
batu.
IV. PEKERJAAN PASANGAN
Pekerjaan pasangan merupakan pekerjaan yang terdiri dari
pekerjaan pondasi batu kosong ,batu belah dan plesteran sebagai
pelengkap pekerjaan pasangan disekitar bangunan embung juga
dikerjakan pekerjaan paving stone untuk lantai atas pada sekitar
embung, dan pemasangan pipa PVC sebagai saluran pembuangan
dari embung ke saluran irigasi.
V. PEKERJAAN BETON
Beton K 100
Sesuai gambar dalam dokumen maka volume pekerjaan beton K 100
akan digunakan sesuai gambar atau petunjuk Direksi dan atau
pekerjaan lainnya sesuai hasil field engineering yang telah disetujui
Direksi Pekerjaan.
Beton K 100 di produksi secara manual ( concrete mixer ). Material
berupa pasir, semen dan agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan.
Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan beton K 100 untuk
pekerjaan diatas (poin pertama) dapat di uraikan sebagai berikut :
- Semen, pasir, batu pecah dan air dicampur dan diaduk menjadi
beton dengan menggunakan concrete mixer.
- Beton dicor ke dalam bekisting yang telah disiapkan
- Penyelesaian dan perapian setelah pengecoran
VI. PEKERJAAN BALOK PENGIKAT LANTAI PONDASI DINDING
EMBUNG
Beton K 225
Untuk pekerjaan beton ini ialah semua pekerjaan yang terbuat dari
konstruksi beton mencakup persiapan sampai penyelesaian, dimana ukuran-
ukuran dimensi dan volume dicantumkan pada gambar rencana atau
menurut petunjuk direksi.Semua mutu beton harus disesuaikan dengan
persyaratan SNI "Peraturan Beton Bertulang Indonesia" PBI 1971 N.I.-2.
Kelas dari beton yan akan digunakan pada masing-masing bagian dari
pekerjaan haruslah seperti yang ditentukan dalam gambar atau oleh
direksi.
Sebelum memulai pekerjaan terlebih dahulu memasang bouwplank yang
terbuat dari kayu dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran yang ada
digambar kerja atas persetujuan Direksi. Setelah memasang bouwplank
selesai kemudian menyiapkan material yang akan digunakan berupa pasir
pasangan, batu pecah/kerikil, semen dan air dan ditempatkan pada tempat
yang mudah dijangkau, serta menjaga stok material tidak habis sehingga
pekerjaan dapat berjalan terus. Cara pemasangannnya kuat, tidak bergeser
saat pengecoran, serta lokasi yang akan dicor harus bebas dari kotoran
akibat pembuatan bekisting. Pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari
Direksi.Pemakaian besi hanya pada bangunan konstruksi atau bangunan
pelengkap/bangunan tebing sungai, jenis serta kualitasnya harus mengacu
pada spesifikasi yang ditentukan. Besi yang digunakan harus bebas dari
bahan yang mengandung minyak, tidak berkarat, dan bahan lain yang dapat
membahayakan beton. Besi dibuat sesuai dengan gambar rencana dan atas
persetujuan direksi. Melakukan pengujian material dan mix desain setiap
mutu beton 1 : 2 : 3 dari material yang akan digunakan untuk mendapatkan
perbandingan komposisi material sebelum pekerjaan pengecoran.
Pembetonan diperuntukan pada pekerjaan konstruksi beton bertulang
dengan campuran 1 :2 :3 K-225 yang sesuai dengan standar PBI 1971,
Material yang dipakai harus mengikuti spesifikasi yang ada, pengadukan
beton memakai concrete mixer truck dan akhir beton diperhalus serta
dibersihkan.
Untuk pekerjaan Pembuatan Beton diberlakukan Prinsip Pelaksanaan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) dan tetap harus diperhatikan
dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya pada keselamatan pekerja,
karena memiliki resiko terjatuh, terhirup cebuh semen dan tangan lecet
atau luka akibat penggunaan alat manual dan resiko lainnya. Oleh karena
itu pekerja harus tetap,/ memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi
kecelakaan kerja.
11.2 Pembesian
Mutu besi beton yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan yang
disebutkan dalam kontrak atau gambar. Besi beton harus bersih dari
lapisan minyak, lemak, bebas dari cacat seperti retak, serpihan dan
sebagainya.Harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang
tercantum PBI 1971. Pemotongan dan pembengkokan bentuknya sesuai
dengan gambar kerja, besi tidak boleh ada karat atau kotoran lainnya yang
melekat pada besi, sehingga dapat mengakibatkanmenurunnya mutu beton.
Penempatan dan pemasangan besi beton serta cara mengikatnya harus
sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar kerja, sehingga kedudukan
besi beton tidak mengalami perubahan selama proses pengecoran. Besi
beton yang dipasang lebih dari satu lapis harus diberi antara dengan
potongan besi minimal sama dengan diameter besi beton tersebut. Sebelum
pengecoran dimulai, beton decking (selimut beton) harus dipasang,
sedangkan ukurannya sesuai dengan spesifikasi, pada saat pengecoran, besi
beton tidak boleh diinjak oleh pekerja, karena dapat mengakibatkan
perubahan bentuk (ikatan menjadi longgar, dan lain lain). Besi yang dipakai
dalam pekerjaan tulangan yaitu besi yang mempunyai standar dan besaran
yang tertera dalam kontrak dan gambar kerja dan sudah disetujui oleh
pihak pemilik proyek.Bentuk dan ukuran pemasangan besi berdasar dengan
ketentuan besaran tulangan Trushblok yang akan dibuat.Besi di Atur
sedemikian rupa sehingga tempat dimana besi di tempatkan bisa untuk
kegiatan pabrikasi. Pastikan bahwa besi yang belum di gunakan tertutup
dengan terpal atau apaun sehingga besi tidak cepat karatan.Tulangan harus
bebas dari kotoran dan karat serta bahan bahan yang mengurangi daya rekat
,Jumlah penampang besi beton harus sama seperti tercantum dalam gambar
perhitungan.
11.3 Bekisting
Pekerjaan ini harus mencakup Memasang dan membongkar bekesting
sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Apabila disetujui oleh
direksi pekerjaan maka acuan dari tanah akan dibentuk dari galian, dan
sisi-sisi samping pada dasarnya harus dipangkas secara manual sesuai
dimensi yang diperlukan. Seluruh kotoran tanah yang lepas harus dibuang
sebelum pengecoran beton.Bekiting dibentuk dari rangkaian kayu, besi atau
sejenisnya yang dapat membatasi dan membentuk beton sesuai dengan
yang ditetapkan dalam gambar. Bekisting dibuat sedemikian rupa sehingga
membentuk rangkaian acuan yang kuat dan kokoh serta tidak mudah
berubah bentuk selama pelaksanaan pengecoran. Bagian permukaan
bekisting dilapisi dengan multipleks atau bahan lain, sehingga dapat
menghasilkan permukaan beton yang rata. Sebelum pelaksanaan
pengecoran, permukaan bekisting terlebih dahulu diolesi dengan minyak
bekisting, sehingga mudah dilepas pada saat pembongkaran. Bekisting
dapat dibongkar apabila beton telah cukup kuat menahan beban berat
sendiri atau beban kerja sementara yang akan dibebankan kepadanya.
Setelah itu dilakukan pembongkaran., pada proses pembongkaran Bekisting
dilakukan disaat Pengecoran telah selesai dan sudah kering. Pembongkaran
bekisting kami lakukan dengan hati-hati agar supaya jangan sampai
merusak struktur beton.Hasil bongkaran bekisting sebaiknya dikumpul atau
ditempatkan pada tempat yang aman agar tidak menggangu kegiatan
pekerjaan yang lain. Untuk Perakitan Bekesting diberlakukan Prinsip
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) dan tetap harus
diperhatikan dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya pada
keselamatan pekerja, karena memiliki resiko tangan terluka, teriris, lecet
menghirip debu semen dan resiko lainnya. Oleh karena itu pekerja harus
tetap, memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
VII. PEKERJAAN SALURAN
Beton K 175
Untuk pekerjaan beton ini ialah semua pekerjaan yang terbuat dari
konstruksi beton mencakup persiapan sampai penyelesaian, dimana ukuran-
ukuran dimensi dan volume dicantumkan pada gambar rencana atau
menurut petunjuk direksi.Semua mutu beton harus disesuaikan dengan
persyaratan SNI "Peraturan Beton Bertulang Indonesia" PBI 1971 N.I.-2.
Kelas dari beton yan akan digunakan pada masing-masing bagian dari
pekerjaan haruslah seperti yang ditentukan dalam gambar atau oleh
direksi.
Sebelum memulai pekerjaan terlebih dahulu memasang bouwplank yang
terbuat dari kayu dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran yang ada
digambar kerja atas persetujuan Direksi. Setelah memasang bouwplank
selesai kemudian menyiapkan material yang akan digunakan berupa pasir
pasangan, batu pecah/kerikil, semen dan air dan ditempatkan pada tempat
yang mudah dijangkau, serta menjaga stok material tidak habis sehingga
pekerjaan dapat berjalan terus. Cara pemasangannnya kuat, tidak bergeser
saat pengecoran, serta lokasi yang akan dicor harus bebas dari kotoran
akibat pembuatan bekisting. Pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari
Direksi.Pemakaian besi hanya pada bangunan konstruksi atau bangunan
pelengkap/bangunan tebing sungai, jenis serta kualitasnya harus mengacu
pada spesifikasi yang ditentukan. Besi yang digunakan harus bebas dari
bahan yang mengandung minyak, tidak berkarat, dan bahan lain yang dapat
membahayakan beton. Besi dibuat sesuai dengan gambar rencana dan atas
persetujuan direksi. Melakukan pengujian material dan mix desain setiap
mutu beton 1 : 2 : 3 dari material yang akan digunakan untuk mendapatkan
perbandingan komposisi material sebelum pekerjaan pengecoran.
Pembetonan diperuntukan pada pekerjaan konstruksi beton bertulang
dengan campuran 1 :2 :3 K-175 yang sesuai dengan standar PBI 1971,
Material yang dipakai harus mengikuti spesifikasi yang ada, pengadukan
beton memakai concrete mixer truck dan akhir beton diperhalus serta
dibersihkan.
Untuk pekerjaan Pembuatan Beton diberlakukan Prinsip Pelaksanaan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) dan tetap harus diperhatikan
dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya pada keselamatan pekerja,
karena memiliki resiko terjatuh, terhirup cebuh semen dan tangan lecet
atau luka akibat penggunaan alat manual dan resiko lainnya. Oleh karena
itu pekerja harus tetap,/ memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi
kecelakaan kerja.
11.2 Pembesian
Mutu besi beton yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan yang
disebutkan dalam kontrak atau gambar. Besi beton harus bersih dari
lapisan minyak, lemak, bebas dari cacat seperti retak, serpihan dan
sebagainya.Harus berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang
tercantum PBI 1971. Pemotongan dan pembengkokan bentuknya sesuai
dengan gambar kerja, besi tidak boleh ada karat atau kotoran lainnya yang
melekat pada besi, sehingga dapat mengakibatkanmenurunnya mutu beton.
Penempatan dan pemasangan besi beton serta cara mengikatnya harus
sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar kerja, sehingga kedudukan
besi beton tidak mengalami perubahan selama proses pengecoran. Besi
beton yang dipasang lebih dari satu lapis harus diberi antara dengan
potongan besi minimal sama dengan diameter besi beton tersebut. Sebelum
pengecoran dimulai, beton decking (selimut beton) harus dipasang,
sedangkan ukurannya sesuai dengan spesifikasi, pada saat pengecoran, besi
beton tidak boleh diinjak oleh pekerja, karena dapat mengakibatkan
perubahan bentuk (ikatan menjadi longgar, dan lain lain). Besi yang dipakai
dalam pekerjaan tulangan yaitu besi yang mempunyai standar dan besaran
yang tertera dalam kontrak dan gambar kerja dan sudah disetujui oleh
pihak pemilik proyek.Bentuk dan ukuran pemasangan besi berdasar dengan
ketentuan besaran tulangan Trushblok yang akan dibuat.Besi di Atur
sedemikian rupa sehingga tempat dimana besi di tempatkan bisa untuk
kegiatan pabrikasi. Pastikan bahwa besi yang belum di gunakan tertutup
dengan terpal atau apaun sehingga besi tidak cepat karatan.Tulangan harus
bebas dari kotoran dan karat serta bahan bahan yang mengurangi daya rekat
,Jumlah penampang besi beton harus sama seperti tercantum dalam gambar
perhitungan.
11.3 Bekisting
Pekerjaan ini harus mencakup Memasang dan membongkar bekesting
sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Apabila disetujui oleh
direksi pekerjaan maka acuan dari tanah akan dibentuk dari galian, dan
sisi-sisi samping pada dasarnya harus dipangkas secara manual sesuai
dimensi yang diperlukan. Seluruh kotoran tanah yang lepas harus dibuang
sebelum pengecoran beton.Bekiting dibentuk dari rangkaian kayu, besi atau
sejenisnya yang dapat membatasi dan membentuk beton sesuai dengan
yang ditetapkan dalam gambar. Bekisting dibuat sedemikian rupa sehingga
membentuk rangkaian acuan yang kuat dan kokoh serta tidak mudah
berubah bentuk selama pelaksanaan pengecoran. Bagian permukaan
bekisting dilapisi dengan multipleks atau bahan lain, sehingga dapat
menghasilkan permukaan beton yang rata. Sebelum pelaksanaan
pengecoran, permukaan bekisting terlebih dahulu diolesi dengan minyak
bekisting, sehingga mudah dilepas pada saat pembongkaran. Bekisting
dapat dibongkar apabila beton telah cukup kuat menahan beban berat
sendiri atau beban kerja sementara yang akan dibebankan kepadanya.
Setelah itu dilakukan pembongkaran., pada proses pembongkaran Bekisting
dilakukan disaat Pengecoran telah selesai dan sudah kering. Pembongkaran
bekisting kami lakukan dengan hati-hati agar supaya jangan sampai
merusak struktur beton.Hasil bongkaran bekisting sebaiknya dikumpul atau
ditempatkan pada tempat yang aman agar tidak menggangu kegiatan
pekerjaan yang lain. Untuk Perakitan Bekesting diberlakukan Prinsip
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) dan tetap harus
diperhatikan dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya pada
keselamatan pekerja, karena memiliki resiko tangan terluka, teriris, lecet
menghirip debu semen dan resiko lainnya. Oleh karena itu pekerja harus
tetap, memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
VIII. PEKERJAAN INTAKE DAN JALUR PIPA
12.1 Galian tanah biasa
Galian tanah biasa dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan pihak
Direksi. Dan terlebih dahulu sudah dibersihkan dari berbagai kotoran
yang dapat mengganggu pada saat pekerjaan konstruksi. Galian tanah
harus sesuai dengan gambar rencana baik kedalaman maupun lebar
galian. Galian tanah dilakukan dengan cara mekanik menggunakan alat
manual dan untuk galian tanah yang tidak digunakan dibuang pada
tempat yang ideal (diluar saluran) agar tidak masuk kembali kedalam
galian. Galian tanah untuk konstruksi dikerjakan pada lokasi yang telah
diukur dan yang ditunjukan oleh Direksi , Dimensi disesuaikan gambar
rencana. Untuk melakukan pekerjaan ini kami akan melakukan usaha
yang cukup aman dari longsor dan untuk penggalian pada area
pemasangan pondasi jika berada dalam keadaan dibawah muka air,
maka kami tidak akan melakukan penggalian dengan jumlah yang besar.
Setelah selesai pekerjaan maka dilaporkan kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan.
Untuk Tanah Buangan dari galian akan kami tempatkan pada tempat
yang tidak menganggu jalannya pelaksanaan pekerjaan dan kami akan
menempatkan hasil galian ini diluar lokasi proyek agar tidak mengotori
serta tidak merusak pandangan hingga pekerjaan selesai.
IX. PEKERJAAN DINDING EMBUNG
Pasangan batu kali (1PC : 3Ps)
Pekerjaan yang termasuk pekerjaan pasangan batu adalah semua pekerjaan
konstruksi yang menggunakan material utama batu kali atau batu gunung
antara lain pekerjaan saluran atau bangunan lainnya. Ukuran, ketinggian,
ketebalan (dimensi) pekerjan pemasangan batu ini ditentukan dalam
gambar rencana. Jika tidak ditentukan ukurannya dalam gambar rencana
batu. Pasangan batu terdiri dari batu sungai atau gunung dan setiap batu
harus mempunyai berat antara 6kg sampai 25 kg, akan tetapi batu yang
lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi. Ukuran maksimum harus
memperhatikan tebal dinding, tetapi harus memperhatikan batasan berat
seperti tercantum diatas.Material, Batu harus bersih, keras, padat, tahan
lama, Semen Portland (PC) Semen yang digunakan mengikuti ketentuan -
ketentuan dari PBI 1972 - NI.2. Pasir, yang digunakan harus pasir yang
berbutir tajam dan keras, kadar lumpur yang terkandung dalam pasir tidak
boleh lebih dari 5 %. Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan
pasangan batu tidak boleh mengandung minyak, alkali, garam - garam,
bahan - bahan organis untuk itu sebaiknya dipakai air bersih. Adukan
Semen, Adukan haruslah merupakan semen mortar yang memenuhi
persyaratan dari adukan semen. Adukan semen diklarifikasikan menurut
perbandingan campuran antara semen dan pasir. Perbandingan campuran
ini adalah perbandingan volume dan harus mengikuti sesuai dengan yang
ditentukan. Untuk pasangan batu , perbandingan campuran antara semen
dan pasir satu berbanding empat ( 1 : 3 ). Pencampuran adukan dilakukan
dengan mesin pengaduk ( Molen ). Untuk pekerjaan Pasangan Batu
diberlakukan Prinsip Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3)
dan tetap harus diperhatikan dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya
pada keselamatan pekerja, karena memiliki resiko tangan terluka, terkena
debu semen dan resiko lainnya. Oleh karena itu pekerja harus tetap,
memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Pasangan batu kosong
Pekerjaan yang termasuk pekerjaan pasangan batu adalah semua pekerjaan
konstruksi yang menggunakan material utama batu kali atau batu gunung
antara lain pekerjaan saluran atau bangunan lainnya. Ukuran, ketinggian,
ketebalan (dimensi) pekerjan pemasangan batu ini ditentukan dalam
gambar rencana. Jika tidak ditentukan ukurannya dalam gambar rencana
batu. Pasangan batu kosong terdiri dari batu sungai atau gunung dan setiap
batu harus mempunyai berat antara 6kg sampai 25 kg, akan tetapi batu
yang lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi. Ukuran maksimum
harus memperhatikan tebal lantai, tetapi harus memperhatikan batasan
berat seperti tercantum diatas.Material, Batu harus bersih, keras, padat,
tahan lama, Pasir, yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan
keras, kadar lumpur yang terkandung dalam pasir tidak boleh lebih dari 5
%. Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidak
boleh mengandung minyak, alkali, garam - garam, bahan - bahan organis
untuk itu sebaiknya dipakai air bersih. Untuk pekerjaan Pasangan Batu
diberlakukan Prinsip Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3)
dan tetap harus diperhatikan dalam melaksanakan Pekerjaan ini utamanya
pada keselamatan pekerja, karena memiliki resiko tangan terluka, terkena
debu semen dan resiko lainnya. Oleh karena itu pekerja harus tetap,
memperhatikan medan kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Plesteran (1PC : 3 P)
Pekerjaan ini mencakup finishing/topi pasangan batu kali, plesteran, atau
sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.Material, Semen
Portland (PC) Semen untuk pekerjaan plesteran sama dengan yang
digunakan untuk pekerjaan beton. Pasir, yang digunakan harus pasir yang
berbutir tajam dan keras, kadar lumpur yang terkandung dalam pasir tidak
boleh lebih dari 5 % atau sama dengan pekerjaan pasangan batu kali. Air,
yang digunakan untuk plesteran sama dengan yang digunakan untuk
pekerjaan pasangan batu kali. Adukan Semen Untuk pekerjaan plesteran ini
digunakan campuran 1 bagian semen (PC) : 3 bagian pasir. Untuk semua
bagian yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan disiram dengan
air. Tebal plesteran 1 cm. Selama proses pengeringan plesteran harus
disiram air agar tidak terjadi retak akibat proses pengeringan yang terlalu
cepat. Penyampuran adukan dilakukan dengan tenaga manusia atau dengan
cara lain. sesuai dengan petunjuk Direksi,jika melakukan metode campuran
dengan tangan maka akan mengerjakannya saat memperoleh izin Direksi.
Untuk pekerjaan Plesteran diberlakukan Prinsip Pelaksanaan Kesehatan
dan Keselamatan Kerja ( K3) dan tetap harus diperhatikan dalam
melaksanakan Pekerjaan ini utamanya pada keselamatan pekerja, karena
memiliki resiko tangan terluka, terkena debu semen dan resiko lainnya.
Oleh karena itu pekerja harus tetap, memperhatikan medan kerja agar tidak
terjadi kecelakaan kerja.
Pekerjaan Paving Block dan Kanstin
Secara umum yang dimaksud dengan pekerjaan blok beton terkunci
( paving blok ) adalah pemasangan paving baru, bongkaran paving lama,
perataan / leveling tanah dasar bawah lapisan pasir, penyediaan alat bantu,
bahan, tenaga kerja dan uji laboratorium dipandang perlu untuk
mengetahui mutu kuat tekan (kelas paving block).
Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pemasangan paving blok dibagi dalam beberapa tahap, seperti
dibawah ini :
Sebelum pelaksanaan pemasangan paving bloak perlu dilakukan pemeriksaan
terhadap pondasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
• Permukaaan pondasi yang berhubungan dengan pasir alas harus rata, tidak
bergelombang dan rapat; pasir alas tidak boleh digunakan untuk memperbaiki
ketidak-sempurnaan pondasi.
• Permukaan pondasi untuk jalan kendaraan harus mempunyai kemiringan
2,5% untuk trotoar 2%
• Lebar pondasi harus cukup sampai dibawah beton pembatas atau penyokong
Pemasangan Pola Paving
Pemasangan baris pertama harus dijaga dengan hati-hati. Untuk membentuk pola yang baik, unit
paving blok harus mengikuti benang pembantu dengan sudut yang tepat terhadap beton
pembatas. Lubang-lubang pinggir kemudian diisi dengan pemadatan. Bila pemasangan dari dua
arah tidak dapat dihindarkan atau karena pola harus dipertahankanpada tikungan, terutama pada
penggunaan pola tulang ikan, maka sudut pada pola pertemuan atau perubahan sudut diberi
pembatas dengan pola susun bata melintang.Pola Pemasangan Paving BlockPola pemasangan
paving block disesuaikan dengan tujuan penggunannya. Pola yang umum dipergunakan ialah
susun bata ( strecher) , anyaman tikar (basket wave ), tulang ikan ( herring bone ), untuk
perkerasan jalan diutamakan penggunaan pola tulang ikan karena mempunyai daya penguncian
yang lebih baik.
Pekerjaan pengecatan
Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat kawat
atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-
lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila
setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian
dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat
dinding emultion.
Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Demikianlah gambaran umum Metode Pelaksanaan Peningkatan DI Pangkalan Satu Kumai yang dapat
kami sampaikan, untuk lebih detailnya akan disesesuaikan dengan kondisi dilapangan.
Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut di atas seuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam
jadwal rencana yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender.
PENAWAR :
CV. CHITA PERDANA