Anda di halaman 1dari 15

Krim

Krim merupakan istilah yang digunakan dalam dunia farmasi ,kedokteran dan kosmetik,sebagai sediaan berbentuk emulsi ,dan bersiat semi solid.Biasanya digunakan untuk pemakaian pada kulit atau membran mukosa Beberapa definisi sebagai cream,sebagai berikut 1.Krim adalah bentuk sediaan setengah padat ,mengandung satu atau lebih bahan terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai (FI IV hal 6) Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan stengah padat yang mempunyai konstitensi rlatif cair ,diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalamair. Sekarang batasan tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam dalam air atau disperse mikrolisa asam asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air,yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk penggunaan kosmetika dan estetika.Krim dapat digunakan untuk pemberian obat melalui vaginal(FI IV hal 6) 2.Krim adalah sediaan semi solid kental ,umumnya berupa emulsi M/A(krim berair)atau emulsi A/M(krim berminyak ) 3.Krim adalah sediaan homogen ,viscos atau semi solid yang biasanya mengandung larutan atau suspensi atau lebih zat aktif dalam basis yang cukup.Krim diformulasikan menggunakan hidrofilik atau hidrofobik basa untuk mendapatkan krimyang tersatukan dengan secret kulit.Krim biasanya digunakan pada kulit atau membran mukosa untuk perlindungan ,pengobatan atau pencegahan.Krim harus menggunakan pengawet serta mengandung zat tambahan yang cocok seperti antioksidan ,sabilizer,pengemulsi dan pengental 4.Krim adalah sediaan yang diformulasi misibel dengan sekret kulit,dimasukan untuk digunakan dikulit atau membran mukosa tertentu dengan tujuan protektif,teurapetik,atau profilaktik ,terutama yang tidak memerlukan efek oklussif Penggolongan Krim 1.Berdasarkan pemakaian a.Untuk kosmetik contoj:cold cream b.untuk pengobatan contoh: Krimneomisin 2.Berdasarkan tipe a.Tipe M/A atau O/W Krim M/A yang digunakan melalui kulit akan hilang tanpa bekas.pembuatan krim M?A sering menggunakan zat pengemulsi campuran dari surfaktan yang umumnya merupakan rantai panjang alkohol walaupun untuk beberapa sediaan kosmetik pemakaian asam lemak lebih popular.

b.Tipe A/M atau W/O Krim berminyak mengandung zat pengemulsi A/M yang spesifik seperti adeps lanae,woolalkohol atau aster lemak dengan atau garam dari asam lemak dengan logam bervalensi 2 misal Ca Krim A/M dan M/A membutuhkan emulgator yang berbeda beda .jika emulgator tidak tepat,dapat terjadi pembalikan fasa. Keuntungan sediaan Krim 1.Mudah dicuci dan dihilangkan dari kulitdan pakaian 2.Tidak berminyak 3.basis krim mengandung air dalam jumlah banyak sedangkan sel hidup biasanya lembab.Hal ini akan mempercepat pelepasan obat.Selain itu,tegangan permukaan kulit akan diturunkan oleh emulgator dan bahan pembantu lain yang terdapat dalam basis krim sehingga absorsi lebih cepat,basis krim yang berair juga dapat memelihara kelembaban sel kulit yang rusak 4.Krim mudah dipakai,memberikan dispersi obat yang baik pada permukaan kulit dan mudah dicuci dengan air. 5.Absorbsi obat yang optimal adalah pada obat yang larut air dan laruit minyak,maka bentuk pembawa yangcocok untuk memperoleh absorbsi yang optimal adalah krim atau basia salep emulsi. Hal hal penting dalam merancang suatu sediaan Krim Untuk membuat sediaan krim yang berkhasiat dan aman ,diperlukan data data sebagai berikut 1.Monografi zat aktif untuk keperluan pemeriksaan bahan baku yang digunakan.Bahan baku harus memenuhi persyaratan farmakope agar dapat digunakan untuk sediaan farmasi. 2.Monografi sediaan krim zat x untuk mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan krim meliputi a.Identifikasi dan penetapan kadar zat aktif dalam sediaan zat dan cara penetapannya. b.persyaratan persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan krim zat x 3.Data farmakologi untuk menentukan dosis zat aktif dalam sediaan ,indikai,kontra indikasi ,efek samping ,interaksi dan peringatan pasien. 4.Data preformulasi dan bahan baku pembantu untuk menyusun formula sediaan krim. 5.Undang undang yang berhubungan,yaitu peraturanpperaturan mengenai penggolongan obat ,penandaan dan pengemasan

Data monografi zat aktif ,monografi sediaan,data farmakologi dan dat preformulasi disesuaikan dengan zat aktif yang didapat dari soal. Untulk membuat sediaan krim ,dibutuhkan beberapa bahan pembantu ,Pemilihan bahan pembantu didasarkan pada kesesuian dalam bentuk fisik jenis campuran serbuk yang dibutuhkan.Bahan pembantu yang digubnakan sebaiknya seminimal mungkin.Semakin banyak bahan yang digunakan ,semakin banyak pula masalah yang timbul,seperti masalah inkompatibilitas.Karena itu ,sedapat mungkin eksipien yang digunakan benar benar dibutuhkan dalam formulasi .Akan lebih baik jika penggunakan eksipien yang dapat berfungsi lebih dari satu macam. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam merancang sediaan krim adalah 1.Pemilihan zat aktif untuk sediaan krim harus dalam bentuk aktifnya. 2. Pemilihan basis krim harus disesuiakandengan sifat atau kestabilan zat aktif yang digunakan a.Bila zat aktif larut lemak ,maka sebaiknya tipe emulsi A/M dan demikian pula sebaliknya b.pH stabilitas zat aktf harus diperhatikan. c.OTT zat aktif dengan bahan tambahan maupun basis dalam sediaan harus diperhatikan d.Sifat termolabil zat aktif mempengaruhi proses pencampurab zat aktif ke dalam basis.Konsistensi sediaan krim yang diinginkan adalah konsistensi yang cukup kental ,untuk menjamin stabilitas dispersi,tetapi cukup lunak sehingga mudah dioleskan. 3.Pada pembuatan krim perli ditambahkan pengawet ,karena a.Krim mengandung banyak air yang merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme b.Dapat terjadi kontaminasi mikroorganisme yang berasal dari bahan baku ,alat maupun selama penggunaan sediaan. 4.Karena krim mengandung minyak,maka perlu itambahkan anti oksidan untuk mencegah terjadinya ketengikan 5.Penggunaan emulgator harus disesuiakan tersatukan dengan zat aktif. dengan jenis krim yang dikehendaki dan

6.penambahan fasa air dalam krim tidak boleh dilakukan secara biasa ,tapi dilakukan secara hati hati dan secara partikular untuk mencegah kontaminasi mikroba.Penambahan dilakukan secara tepat dan terhindar dari efek panas selama pencampuran.Penambahan air secara berlebihan dapat mempengaruhi stabilitas dari beberap krim.If diluted,krim seharusnya digunakan dalam 2 minggu setelah pembuatan. 7.Pembuatan krim sebaiknya dilakukan secara aseptik ,semua alat ynang dibutuhkan harus direbu dalam air dan kemudian didinginkan dan dikeringkan.

8.Bila sediaan terutama ditujukan untuk penggunaan pada luka terbuka yang besar atau kulit yan parah ,maka krim harus steril 9.Jika krim diwadahkan dalam tube almunium ,maka tidak boleh digunakan pengawet senyawa raksa organik karena akan terbentuk komplexspengawet almunium dan untuk mengatasinya ube harus dilapisi dengan bahan yang inert.Untuk itu,saat memasukan krim ke dalam tube ,krim dimasukan beserta kertas perkamennya,untuk melindungi dari dinding tube,dan juga bisa ditambahkan zat pengkhelat. 10.Untuk tube yang mudah berkarat,maka bagian tube sebelah dalam harus dilapisi dengan larutan dammar dalam pelarut mudah menguap. 11.Pengetiketana.Pada etiket harus tertera obat Luar dan untuk antibiotika tercantum daluarsanya b.Pada etiket tercantum *bila perlu ,bahwa krim tersebut steril *tanggal daluarsa,dimana krim tidak boleh digunakan lagi *Kondisi penyimpanan c.Pada label dicantumkan nama kondsentrasi antimikroba sebagai pengawet yang ditambahkan 12.Penyimpanan Krim sebaiknya disimpan pada suhu tidak lebih dari 250C,kecuali dinyatakan lain oleh produsen,Krim idak boleh didinginkan 23.Wadah Wadah tertutup rapat,sehingga mencegah penguapan dan kontaminasi dan isinya.Bahan dan konstruksinya harus tahan terhadap sorpsi difusi isinya Sediaan krim ideal *dapat menjamin stabilitas sistem dipersi,tetapi juga cukuplunak sehingga mudah dioleskan *beban dari partikel kasar atau partikel yang idak larut *Bioavalabilias maksimum. Basis krim Pemilihan basis krim tergantung sifat obat ,OTT,absorpsi:sifat kulit,aliran darah dan jenis luka.Peribangan utamanya adalah sifat zat berkhasiat yang digunakan dan konsistensi sediaan yang diharapkan Persyaratan basis antara lain

1.Non iritasi 2.Mudah dibersihkan 3.tidak tertinggal dikulit 4.Stabil 5. Tidak tergantung pada pH 6.tersatukan dengan berbagai obat Faktor yan perlu diperhatikan dalkam pembuatan basis adalah 1.Kualitas dan kuantitas bahan 2.cara pencampuran,kecepatan dan tipe pencampurannya 3.Suhu pembuatan 4.jenis emulgator 5.dengan konsentrasi yang kecilsudah dapat membentuk emulsi yang stabil dengan tipe emulsi yang dikehendaki Basis krim terdiri atas basis emulsi tipe A/M dan tipe M/A 1.basis emulsi tipe A/M contoh :lanolin,cold cream Sifat: emolien Oklusif Mengandung air Beberapa mengasorbsi air yang ditambahkan Berminyak

2.Basis emulsi tipe M/A contoh hydrophilic ointment] Sifat mudah dicuci dengan air Tidak berminyak Dapat diencerkan dengan air Tidak oklusif

Pada saat pemakaian ,fas akontinou akan menguap dan meningkatkan konsentrasi zat larut air pada lapisan yang melekat.Untuk mencegah terjadinya pengendapan obat,dan untuk meningkatkan absorbsi melalui kulit ditambahkan zat yang tercampur dengan air tetapi tidak menguap Formulasi yang lebih baik adalah krim yang dapat mendeposit lemak dan senyawa pelembab lain sehingga membantu hidrasi kulit Basis emulsi terdiri dari 3 komponen yaitu fasa minyak ,pengemulsi dan fasa air.Fasa minyak biasa disebut fasa internal biasanya terbentuk dari petrolatum atau petrolatum dengan satu atau lebih alkohol berbobot molekul tinggi seperti setil atau stearil alkohol.Strearil alkohol dan petrolatum membentuk fasa minyak yang mempunyai kegunaan menghaluskan dan membuat nyaman kulit.Stearil alkohol juga berperan sebagai adjuvan pengemulsi.Fasa air mengandung pengawet ,pengemulsi atau bagian dari pengemulsi dan humektan.Humektan biasanya berupa gliserin,prop[ilenglikol atau polietilenglikol.Fasa air juga bisamengandung komponen larut air dari sistem emulsi,bersama dengan zat tambahan lain seperti penstabil,antioksidan ,dapar dll.

Setelah pemilihan komponen yang tepat,basis emulsi dibuat melalui proses pemanasan dan pengadukan.Fasa minyak dilelehkan dan dipanaskan dalam kontainer yang dilengkapi dengan agigator dengan berbagai kecepatan pengadukan.Fasa air yang mengandung pengemulsi dimasukan ke dalam kontainer kedua,kemudian dilarutkan dan dipanaskan sampai suhu 750C .Fasa air kemudian ditambahkan perlahan lahan sambil terus diaduk ke fasa minyak .Penambahan pertama harus dilakukan perlahan lahan tapi terus menerus dan diaduk dengan hati hati ,artinya pengemulsi tidak boleh diaduk dengan laju pengadukan yang menyebabkan terlalu banyak gelembung udara yang terperangkap .Aduk terus perlahan lahan selama penambahan fasa air dan sampai suhu mencapai 300C.Zat aktif biasanya ditambahkan setelah emulsi terbentuk dan telah banyak fasa air yang ditambahkan .Senyawa obat ditambahkan secara berkala sebagai konsetrat terdispersi dalam air .Demikian juga pewarna dan dye Contih basis krim Formula standar untuk krim basis M/A R/Emulgid Ol.sesami Aquades ad 100% R/Emulgid Ol.arach 15% Aquades ad 100% Karena oleum sesami mudah tengik biasanya diganti dengan parrafin liquidum R/Emulgid 15% Parafin liq 15% Aquades 100% R/Emulgid Ol.sesami 15% Aquades 100% Formula standar diatas digunakan untuk zat zat yang tahan terhadap basa.Bila zat aktif tidak tahan basa,maka basis emulgid dinetralkan dengan NaH2PO4 sebanyak 2% dari jumlah emulgid dan ditambah emulgator surfaktan 1.Van Duin R/Asam stearat 25% Adeps lanae 5% TEA 1.5% Gliserin 7% Aqudes ad 100% 2.Art of Compounding R/parafin liq 205

Asam stearat 10% Setil alkohol 10% TEA 10% Aquades ad 60g 3.Marindale ed 28 R/TEA 1.2g Asam stearat 24g Gliserol 13.5g Aquades 61.3 61.3g 4.AJHP vol 26 feb 1969 R/Setil alkohol 20% Mineral oil 20% Span 80 4.5% Tween 80 4.5% Metil parabeb 0.4% Propil parabeb0.08% Aquades ad 100% 5.USP26 NF 21 2003 R/Metil parabeb 0.25g Propil paraben 0.15g Na-lauril sulfat 10g Propilenglikol 120g Stearil alkohol 250g White petroleum 250g Aquades 370g Dibuat 1000g Cara:lelrhkan stearil alkohol dan white petrolatum dalam tangas air sampai suhu 700C.Tambahkan bahan bahan lain sebelumnya dilarutkan dalam air dan hanagtkan sampai suhu 750C dan aduk campuran krim 5.Fornas 1978 R/Setomakrogol 1000 300g Setostearil alkohol 1.2g Parafin liq 1g Vaselin album 2.5g Aguades ad 10g 7.Skripsi devi nurverial 1995 R/parafin liq 3.75g Vaselin album 3.75g Polisorbat 80 0.775g Span 85 0.225g Carbopol 934 0.250g TEA 0.337g

Aquades 8.163g

Cara:

karbopol dikembangakan denagn air suling Tambahkan TEA aduk sampai homogen Tambahkan polisorbat 80 Panaskan pada tangas air hingga 600C Vaselin album,parafin liquidum,span 85 dilelehkan di tangas air sampai suhu 550C

Tuang fasa minyak ke mortir ,tambahkan fasa aair sedikitsedikit ,adukhomogen 8.Martin Dispensing of medication hal 827 R/asam stearat 7% Setil alkohol 2% Gliserin 10% Ligt mineral oil 20% TEA 2% Aquades ad 100% 9.Keither ,the formulation of cosmetic and cosmetics spesialis R/Asam stearat 20% Lanolin 2% Gliserin 2% TEA 0.9% Borax 0.5% Aquades 74.6% 10.Pharmaceutocal Handbook 19th ed.Hal 19 R/Parafin liq 35% Lemak domba 1% Setil alkohol 1% Emulgator 7% Aquades ad 100% 11.Basis krim lain R/GMS Na-laurin sulfat 15 Parafin liq15 Aquades ad 100 Basis krom ini meruapakan basis standar yang merupakan kombinasi emulgator HLB kr\ecil dengan emulgator HLB besar Tambahan zat dalam krim

Pengaet Kriteria pengawet yang ideal adalah sebagai berikut 1.tidak toksik dan tidak mensensitisasi pada konsentrasi yang digunakan 2.Lebih mempunyai daya bakterisid dari pada bekteriostatik 3.Efektif pda konsentrasi yang relatif rendah untuk spektrim luas 4.stabil pada kondisipenyimpanan 5.tidak berbau dan tidak berasa 6.Tidak mempengaruhi /dapat bercampur dengan bahanlain dalam formula dan bahan pengemas 7.Larut dalam konsentarsi yang digunakan 8.Tidak mahal Contoh pengawet dan keterbatasan pemkaian a.senyawa amonium kuarterrier.senyawa ini dapat diinaktifkan oleh senyawa ionik,nonionik dan protein b.Senyawa organik merkuri.senyawa ini cenderung toksik dan mensensitasasi kulit.pemakaian dibatasi dalam formulasi untuk digunakan dekat atau dalam mata c.Formaldehid.Bersifat mudah menguap dan berbau ,mengiritasi kulit dan reaktivitas tinggi. d.Fenol terhalogen0asi.senyawa ini berbau ,dapat diinaktivasi oleh nonionik,anionik dan protein.Aktifitas terbatas untuk bakteri gram positif gram negatif,contoh: hexachlorophenro-chloro-m-cresol e.Asam sorbat.Contoh;kalium sorbat,untuk formula dengan pH 6.5-7,pada konsentrasi tinggi dapat teroksidasi oleh cahaya matahari dan menyebabkan penghilangan warna ediaan,terbatas hanya untuk anti bakteri f.Asam benzoat.Contoh:natrium benzoat,untuk formula dengan pH 5.5 atau kurang.tidak banyak digunakan lagi karena hanya terbatas untuk antibakteri g.Metilparaben atau propilparaben.Senyawa ini umum digunakan .Menurut fornas edisi II untuk metilparaben sejumlah 0.12%-0.18%,sedangkan untuk propil paraben sejumlah 0.02%-0.05%.Tetapi penggunaan Twen 80dan Tween 20 dapat mengikat metil paraben dan propil paraben sehingga pengawet menjadi tidak aktif.Metil paraben dan propil paraben dapat terikat pada Tween 80 sebanyak 57% dan 90%sehingga agar keduanya tetap efektif sebagai antimikroba,maka konsentrasinya harus ditingkatkan. h.Pengawet yang lain adalah klorkresol yang mempunyai aktivitas sebagai antifungi dan antibakteri.konsentrasi klokresol yang dipakai 0.1% i.NA Benzoat sebagai pengawet antimikroba ,potensinya akan turun dengan adanya makromolekul,tetapi masih lebih baik dibandingkan turunan paraben.Oleh karena itu ,penggunaan Na benzoat biasanya dalam konsenrasi tinggi,biasa mencapai 0.5% Penandaan Pengawet

Bila pada krim ditambahkan pengawet maka nama dan konsentrasi pengawet tersebut harus ditulis/tertera pada label. Pendapar Pertimbangan pengguaan pendapar adalah untuk menstabilkan zat aktif,untuk meningkatkan biovailabilitas yan maksimum.Dalam memilih pendapar harus dioerhatikan pengaruh pendapar tersebut terhadap stabilitas krim dan zat aktif. Humektan atau pembasah Humektan digunakan untuk meminimalkan hilangnya air dari sediaan mencegah kekeringan dan meningkatkan penerimaan terhadap produk dengan meningkatkan kualitas ucapan dan konsistensi secara umum. Pemilihan humektan didasarkan pada sifatnya untuk menahan air dan efeknya terhadap viskositas dan konsistensi produk akhir,Bahan bahan yang biasa digunakan sebagai humektan pada krim dan gel adalah :gliserol,propilenglikol,sorbitol,dan makrogol dengan BM rendah. Polinol,gliserin,propilenglikol,sorbitol 70 dan PEG dengan BM yang lebih rendah digunakan sebagai pelembab dalam krim.Bahan bahan ini mencegah krim menjadi kering.mencegah pembentukan kerak bila krim dikemas dalam botol,memperbaiki konsistensi dan mutu terhapusnya suatu krimjika dipergunakan pada kulit sehingga memungkinkan krim dapat menyebar tanpa digosok,penambahan kandungan pelembab menyebabkan sediaan lebih pekat.Sorbitol 70% lebih higroskopik dari pada gliserin dan digunakan pada konsentrasi yang lebih rendah dari pada gliserin.SELAIN ITU,PENAMBAHAN propilenglikol dalam pembuatan krim sebagai humektan diberikan dengan konsentrasi 15% Pembasah diperlukan karena mayoritas obat di suspensi adalah hidrofob.Surfaktan berguna untuk menurunkan tegangan permukaan dan meningkatkan kontak antara zat padat dengan cairan.Pembasah ditambahkan ke serbuk sebelum masuk ke cairan lainnya. Surfaktan yang berfungsi sebagai wetting agent memiliki HLB 7-10 dengan konsentrasi 0.050.5%.Surfaktan kurang dari 0.5% akan memberikan pembasahan yang belum sempurna dan apabila surfaktan lebih dari 0.5% maka akan terjadi penggabungan partikel yang sangat halus,distribusi ukuran partikel berubah,dan pertumbuhan kristal.HLH tinggi menyebabkan adanya busa. Surfaktan ionik lebih efektif tapi lebih sensitif terhadap pHdan eksipien lain.umumnya surfaktan harus pahit kecuali poloxamers Sorbat 80 paling banyak digunakan karena toksisistas lebih rendah dari pada yang lain dan kompatibel dengan eksipien kation dan anion,konsentrasi yang digunakan < 0.1% Nonoxynols dan poloxamers efektif dibawah nilai KMKnya .Kalium klorida menurunkan KMK,menurunkan tegangan permukaan dan meningkatkan pembasahan.Alkohol 0.008%,0.1% 0.26% digunakan sebagai pembasah ,dipilih tergantung kemampuan membasahi permukaan obat hidrofob.

Suspensi neocolamin,zinc oxide ,magnesia magma dengan metil selulosa ditambah 0.1ml polysorbate 80 untuk 60ml sediaan suspensi ,penampilanya baik walaupun viskositasnya turun,Untuk mengkoreksi busa yangmuncul ,ditambah sorbitan monooleat dalam jumlah yang sama.Biasa digunakan untuk external Tipe Surfaktan Anionik Clocusate sodium Na-lauril sulfat

Nonionik

HLB

Polysorbate 65 Octoxynol 9 Nonoxynol 60 Polysorbate 60 Polysorbate 80 Polysorbate 40 Polysorbate 20 Poloxamer 235 Poloxamer 180

10,5 12,2 13,2 14,9 15 15,6 16,7 10 19

Keterangan Pahit,busa Pahit,busa Pahit Pahit Pahit Pahit Biasa digunakan ,pahit Toksisitas rendah,pahit Pahit Toksisitas rendah,rasa baik Busa,pahit

Antioksidan Faktor yang harusdiperhatikan dalam memilih antioksidan :warna ,bau,potensi sifat iritan,oksisitas,stabilitas,kompatibilitas Atioksidan yang dapat ditambahkan : *Antioksidansejati :tokoferol,alkil galat,BHA,BHT * Antioksidan sebagai agen pereduksi: garamNa dan K dari asam sulfit *Antioksidan sinergis: asam edetat dan asam asam organik seperti sitrat ,maleat,tartrat atau fosfat untuk khelat terhadap sesepora logam Pengompleks Pengompleks diperlukan untuk mengomplekskan logam yang ada dalam sediaan yang dapat mengoksidasi. Zat pengemulsi a.Asam lemak dan alkohol Asam stearat digunakan dalam krim yang basisnya dapat dicuci dengan air,sehingga zat pengemulsi untuk memperoleh konsistensi krim tertentu seta untuk memperoleh efek yang tidak menyilaukan pada kulit.Jika sabun stearat digunakna sebagai pengemilsi,maka umumnya kalium hidroksida atau trietanolamin ditambahkan secukupnya agar bereaksi dengan 8-20% asam stearat.Asam lemak yang tidak bereaksi meningkatkan konsistensi krim.Krim ini bersifat lunak dan menjadi mengkilap karena adanya pembentukan kristal

kristal asam stearat .Krim yang dibuat dengan natrium stearat mempunyai konsentrasi yang jauh lebih keras.Dalm jumlah yang cukup ,stearil alkohol menghasilkan krim keras yang dapat diperlunak dengan setil alkohol Zat Pengemulsi Penambahan zat zat polar yang bersifat lemak.seperti setil alkohol cenderung menstabilkan emulsi M/A sediaan semipadat.Ion ion polivalen ,seperti Mg,Ca dan Al cenderung menstabilkan emulsi A/M dengan membentuk ikatan silang dengan gugus gugus polar bahan lemak.Tanh liat ,magnesium alumunium silikat.juga membantu menstabilkan emulsi A/M jika digunakan dengan pengemulsi yang cocok,mungkin dengan efek pengentalnya pada fase internal sehingga bahan tersebut mencegah penggabubgan.Magnesium alumunium silikat dapat berpindah ke daerah antarmuka,membentuk suatu lapisan tipis yang lebih kuat.jenis emulsisabun dapat menjadi tidak stabil dengan adany azat zat yang bereaksi asam.pengemulsi kationik atau nonionik dipilih untuk obat obat yang memerlukan pH asam. Alkil sulfat dan fosfat seperi Na-lauril sulfat dan Na-Setostearil sulfat bila digunakan sendiri menghasilkan tipe M/A dengan stabilitas yang rendah tetapi keika dikombinasi dengan lemak alkohol maka memberikan stabilitas yang baik Untuk membuat krim digunakan zat pengemulsi ,umumnya berupa surfaktan anion,kation atau nonionik. Emulgator yang ideal untuk farmaseutika a.Stabil b.Inert c.Bebas dari bahan yang toksik dan iritan d.Sebaiknya tidak berbau,tidak berasa dan tidak berwarna e.Menghasilkan emulsi yang stabil pada tipe yang diinginkan Zat pengemulsi terdiri dari pengemulsi anionik dan pengemulsi nonionik Campuran pengemulsi yang banyak digunakan adalah 1.Emulsifying wax BP 2.lannex wax 3.Cetrimideemulsifying wax 4.Cetomacrogol emulsifying wax Faktor pemilihan emulgator 1.Berdasarkan harga HLB butuh,umumnya kombinasi 2.Sifat ionik emulgator a.emulgator kationik b.Emulgator anionik c.Emulgator nonionik

3.Tipe kimia emulgatorperbedaan tingkat jenuh komponen lipofilik dari emulgator mempengaruhi stabilitas emulsi 4.Tujuan pemakaian ,apakah untuk oral atau topikal 5.Yang harus diperhatikan dari emulgator Perbandingan gugus hidrofil dan lipofil .HLB adalah ukuran keseimbangan keadan lipofil dan hidrofil yang merupakan karakteristik emulgator golongan surfaktan a.cara subtitusi 4.3x + 150( 1-X) = 12.1 -10.7x=-2.9 X=0.27 Ariacel 80 yang diperlukan = 0.27 X 7g = 1.89g Tween 80 yang diperlukan =(1-0.27) X 7g =5.11g b.Cara aligasi Ariacel 80 HLB 4.3 Tween 80 HLB 15.0 Ariacel 80 yang diperlukan =2.9/10.7 X7g =1.89g Tween 80 yang diperlukan =7.8/10.7X7g=5.11g Emulgator yang sering digunakan a.Golongan alam :gom arab ,tragakan ,PGS b.Semi sintetik : TEA-Stearat,TEA laurin sulfat,Na stearat,Span 20.40.60.80.85.macrogol300.4000.1540,setil alkohol,GMS,emulgid c.Zat terbagi halus : veegum,bentonit Contoh emulgator 1.M/A -Emulgator campuran dan surfaktan -Emulsifying wax -lanetewax -Cetrimide emulsifying wax -Cetomacrogol -Alkali metal dan ammonium soaps -Glikol dan gliserol ester mengandung soap -Macrogol ester

-macrogol eter misal cetomacrogol 1000 2.A/M -adeps lanae -Wool alkohol -Ester asam lemak dengan logam bervalensi 2 misal Ca -Higher fatty alkohol misal setil alkohol .stearil alkohol -Setasnum -Emulgid -Soap of di dan trivalent metal -Glikol dan gliserol ester misal GMS Contoh emulgator 1.Stearil alkohol 2.Asam stearat 3.Trietanolamin 4.Setil alkohol 5.Polysorbates 6.Sorbitan esters 7.Na-laurin sulfat 8.Cetomacrogol 1000 9.Emulgid Tambahan -Untuk fase minyak,dapat digunakn minyak nabati,tetapi karena minyak nabati mudah tengik.maka digunakan minyak mineral yang stabil terhadap oksidasi,sehingga tidak diperlukan antioksidan,minyak mineral yang dapat digunakan antara lain parafin liquidum,yang dapat memberikan sifat emoliet.Konsentarsi parafin cair untuk sediaaan topikal adalah 0.1-95% -Cetomacrogol 1000 dengan ceostearyl alkohol merupakan self emulsifying wax Dengan perbandingan cetomacrogol 1000:cetostearyl alkohol =1:4.