Anda di halaman 1dari 10

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia (2009) 35(1): 65-74

ISSN 0125 9830

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG SULAWESI UTARA oleh NURDIN MANIK UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung LIPI
Received 15 November 2007, Accepted 17 February 2009

ABSTRAK

Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi penting yang banyak ditemukan di sekitar perairan Teluk Likupang; tetapi penelitian aspek aspek biologinya belum pernah dilakukan. Sebagai penelitian pendahuluan, analisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat korelasi fungsional antara panjang dengan berat, pola pertumbuhan dan kondisi kesehatan relatif populasi ikan. Analisa berdasarkan data panjang dan berat hasil pengukuran langsung secara acak dari hasil tangkapan nelayan pajeko selama 6 bulan, mulai bulan Mei Oktober 2006. Data dianalisa dengan menggunakan persamaan kurva geometrik, sedangkan faktor kondisi ikan diestimasi dengan formula faktor kondisi relatif. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara panjang dengan berat pada setiap bulan sangat signifikan. Nilai b hubungan panjang berat bulanan umumnya diatas nilai 3, kecuali pada bulan Mei, yaitu b = 3. Ini berarti pertumbuhan ikan layang pada umumnya menyimpang dari hukum kubik ( allometris positif ). Faktor kondisi ikan berkisar antara 1.02 0.98, menunjukkan semua sampel ikan layang dalam kondisi baik ( gemuk gemuk ).

Kata kunci : ikan layang, panjang, berat, pola pertumbuhan, kondisi ikan.

ABSTRACT
LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP AND CONDITION FACTOR OF ROUND SCAD ( Decapterus russelli ) FROM AROUND LIKUPANG BAY WATERS, NORTH SULAWESI. Round scad is an important commercial species which found abundantly in around Likupang Bay waters, but never carried out a study on its biology aspects. As a preliminary research, analysis of length weight

MANIK

relationship and fish condition factors had objective, namely to know size of functional correlation between length and weight, growth model and monthly condition factor based on data collected from May to October 2006. The data were analyzed using the geometric equation, while condition factors were estimated by the relative condition factor formula. The result showed that monthly correlation of length and weight are very significant. The value of monthly coefficient regression ( b ) generally over from the value of 3, only b = 3 on May. It meant that the length weight relationship of layang generally deviated from cubic law ( positive allometric). While the condition factor ranged 1.02 0.98, showed that all of round scad specimen within healthful condition ( fats ). Key words : Round scad, length, weight, growth model, fish condition.

PENDAHULUAN
Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan perairan pantai (coastal) dan laut dangkal (neritic) yang bersifat stenohalin (ATMAJA & NUGROHO 1995), banyak tertangkap di sekitar perairan Teluk Likupang pada musim timur, mulai bulan Maret sampai Agustus ( LUASUNAUNG 2003 ). Perikanan ikan layang di daerah ini berkembang terus setiap tahun, sehingga harus dikelola dengan baik dan rasional. Untuk itu, penelitian aspek aspek biologinya adalah sangat penting, karena dengan berdasarkan informasi biologis, semua konsekuensi yang mungkin timbul oleh sejumlah alternatif dapat dikurangi. Salah satu informasi biologi yang penting adalah hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan. Di dalam ilmu biologi perikanan, hubungan panjang berat ikan merupakan pengetahuan yang signifikan dipelajari, terutama untuk kepentingan pengelolaan perikanan. Pentingnya pengetahuan ini sehingga BAYLIFF ( 1966 ) menegaskan, hubungan panjang - berat ikan dan distribusi panjangnya perlu diketahui, terutama untuk mengkonversi statistik hasil tangkapan, menduga besarnya populasi dan laju laju mortalitasnya. Disamping itu diperlukan juga dalam mengatur perikanan, yaitu menentukan selektifitas alat tangkap agar ikan ikan yang tertangkap hanya yang berukuran layak tangkap ( VANICHKUL & HONGSKUL dalam MERTA 1993 ). Hubungan panjang berat ikan juga sangat penting artinya di dalam ilmu dinamika populasi, misalnya dalam menghitung hasil tangkapan per rekrut ( yield per recruit, Y/R ) dan biomasanya ( biomass per recruit, B/R ). Dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kondisi ikan, analisa hubungan panjang berat menurut MERTA ( 1993 ), dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu dari ikan secara individual atau kelompokkelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, perkembangan gonad dan sebagainya. Demikian juga dikemukakan oleh EVERHART & YOUNGS ( 1981 ), bahwa analisa hubungan panjang berat yaitu dapat mengestimasi faktor kondisi atau sering disebut dengan index of plumpness,

66

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG, SULAWESI UTARA

yang merupakan salah satu derivat penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi (fitness, well-being) atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi secara sistematis mempunyai nilai praktis karena dapat digunakan untuk mengkonversi panjang ke berat atau berat ke panjang ( VAKILY et al. 1986 ).

Tulisan ini berdasarkan data yang dikumpulkan dari kapalkapal pajeko ( purse seine ) yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang, dimaksudkan menjadi masukan untuk penelitian aspek aspek biologi ikan layang secara terinci di masa yang akan datang.

BAHAN DAN METODE

Bahan Data panjang dan berat yang dianalisis adalah hasil pengukuran langsung secara acak selama 6 bulan ( Mei Oktober 2006 ) dari hasil tangkapan nelayan purse seine yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang. Data yang dianalisis adalah data gabungan ikan jantan dan betina. Hubungan panjang berat Berat ikan sebagai variabel respon dan panjang sebagai variabel prediktor mempunyai hubungan fungsional ( SPARRE et al. 1989 ), yaitu : W = q Lb.....( 1 ) dimana : W = berat ikan (gram), L = panjang total (cm), q dan b = parameter. Persamaan ( 1 ) merupakan persamaan kurva geometrik yang dapat ditransformasikan ke persamaan regresi linear dengan melogaritmakan menjadi : log W = log q + b log L......( 2 ) atau Y = a + b . X.......( 3 ) dimana : Y = log W, X = log L , b = slope dan a = log q = intersep Nilai a dan b pada persamaan ( 3 ) dihitung dengan metoda kuadrat terkecil. Nilai b yang diperoleh akan diuji terhadap nilai 3 dengan Uji-t dari SACHS dalam VAKILY et al. ( 1986 ), sebagai berikut : t^ = b - 3 . Sx . ( n -2 )......( 4 ) ( 1-r2 ) Sy

67

MANIK

Jika b = 3, maka pertumbuhannya isometris, yaitu tingkat pertumbuhan panjang, lebar dan tinggi ikan adalah sama ( EVERHART & YOUNGS 1981 ), atau pertumbuhan ikan yang bentuk dan berat jenisnya tidak berubah selama proses pertumbuhannya. Jika tidak sama dengan 3, pertumbuhannya allometris, yaitu allometris positif apabila b > 3; dan allometris negatif apabila b < 3. Kemudian untuk mengetahui posisi kurva - kurva hubungan panjang berat bulanan yang diperoleh itu sejajar, berimpit atau berpotongan, maka dilakukan Uji-F melalui analisa kovarian ( STEEL & TORRIE 1991 ). Faktor kondisi Menurut VAKILY et al. ( 1986 ), faktor kondisi ikan umumnya antara 0.5 2.0 yang untuk pola pertumbuhan isometris dihitung sebagai berikut : K = 100 . W ..........( 5 ) L3 Nilai K pada ikan yang badannya agak pipih berkisar antara 2 4, sedangkan pada ikan yang kurang pipih antara 1 3 ( EFFENDI 1979 ). Untuk pertumbuhan allometrik, faktor kondisi dihitung dengan faktor kondisi relatif , yaitu : Kn = W.........( 6 ) W^ dimana : W = berat ikan hasil pengamatan , W^ = qLb ( berat estimasi )

HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan panjang berat Dari hasil analisa hubungan panjang berat bulanan sebagaimana tercantum dalam Tabel 1, terlihat jelas nilai nilai koefisien korelasi ( r ) yang merupakan ukuran kesesuaian ( goodness of fit ) garis regresi terhadap data, semuanya diatas 0,90 ( 90 % ), yaitu 0,9377 0,9891. Ini menunjukkan bahwa korelasi antara panjang dan berat pada bulan bulan pengamatan sangat signifikan. Besar keeratan hubungannya ditentukan oleh masing masing koefisien determinasinya ( r2 ), yaitu 0,8793 0,9783 ( Tabel 2 ). Artinya pertambahan berat sekitar 88 % - 98 % dapat dijelaskan oleh besarnya pertambahan panjang melalui hubungan regresinya. Nilai nilai b ( slope ) hasil komputasi berkisar antara 2,9334003,388204 dengan batas konfidennya masing masing seperti pada Gambar 1. Hasil Uji - t nilai nilai b tersebut terhadap nilai 3 yang dicantumkan dalam Tabel 2, menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan layang di perairan sekitar Teluk Likupang umumnya adalah allometris positif ( b >3 ), yaitu pertumbuhan panjang tidak secepat pertumbuhan beratnya. Pola pertumbuhan allometris positif ini, yaitu

68

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG, SULAWESI UTARA

Tabel 1. Hubungan panjang - berat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang. Table 1. Monthly lengthweight relationship of Decapterus russelli in around Likupang Bay waters.
Month a b r S2y.x 0.001894 0.002604 0.004126 0.005133 0.001763 0.004152 Sb n Range ( cm ) 12.3 22.0 11.5 23.5 9.5 24.1 8.4 17.3 9.2 19.6 12.2 25.2

May Jun Jul Aug Sep Oct

-1.997896 (0.010049) -2.404547 (0.003940) -2.144086 (0.007177) -2.565691 (0.002718) -2.163459 (0.006863) -2.222532 (0.005991)

2.933400 3.278340 3.078832 3.388204 3.091163 3.138457

0.9377 0.9891 0.9850 0.9666 0.9871 0.9710

0.070896 0.025189 0.024313 0.033876 0.027359 0.047737

237 379 494 706 338 264

Remark : value in parentheses is value q in formulation ( 1 )

Tabel 2. Uji-t untuk nilai b yang diperoleh terhadap nilai 3. Table 2. The t -test of b values obtained against 3 value. r2 0.05 Isometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric

Month

Sx

Sy

Result

May Jun Jul Aug Sep Oct

0.039959 0.104200 0.118989 0.079652 0.083601 0.083233

0.125003 0.345384 0.371924 0.279213 0.261804 0.269025

0.8793 0.9782 0.9702 0.9342 0.9743 0.9428

b=3 b>3 b>3 b>3 b>3 b>3

pada ikan layang bulan Juni sampai Oktober; dan hanya pada bulan Mei, pola isometris ( b = 3 ). Tingginya nilai b tersebut mungkin karena sebagian besar (90,6%) contoh ikan layang pada bulan-bulan tersebut dalam kondisi belum dan baru mulai matang gonad ( ikan ikannya gemuk ), dan hanya 9,4 % contoh yang dalam kondisi baru selesai memijah ( ikan ikannya kurus ). Di perairan Maluku Irian Jaya dan Laut Banda termasuk Halmahera BUSTAMAN & BADRUDIN

69

MANIK

( 1993 ) menemukan pola allometris negatif ( b < 3 ), yaitu b = 2,4200 2,5478; sama dengan di Teluk Ambon, yaitu b = 2,30 ( SUMADHIHARGA dalam SYAHAILATUA 2004 ). Sedangkan di periran Maluku Utara, pola pertumbuhan ikan ini umumnya isometris, b = 2.93023.0460 ( MANIK 2005 ). Di Laut Jawa, WIDODO ( 1988 ) menemukan pola yang sama ( isometris ) dengan kisaran nilai bnya 2.997 3.023. Perbedaan nilai b seperti ini menurut RICKER ( 1975 ), tidak saja antara populasi yang berbeda dari spesies yang sama, tetapi juga antara populasi yang sama pada tahun tahun yang berbeda yang barangkali dapat diasosiasikan dengan kondisi nutrisi mereka. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh faktor ekologis dan biologis. MERTA ( 1993 ), mengatakan karena sering keadaan lingkungan berubah dan atau kondisi ikannya berubah, maka hubungan panjang berat akan sedikit menyimpang dari hukum kubik ( b 3 ). Secara biologis nilai b berhubungan dengan kondisi ikan; sedangkan kondisi ikan bergantung pada makanan, umur, jenis kelamin dan kematangan gonad ( EFFENDI 1979 ). Komparasi hubungan panjang berat bulanan melalui analisa kovarian pada peluang 95% ( F 0.95 ), menunjukkan koefisien regresi dan intersepnya berbeda nyata ( Tabel 3 ). Berarti paling sedikit ada satu hubungan panjang berat yang berpotongan satu sama lainnya; sehingga hubungan panjang berat bulanan yang diperoleh tidak dapat digabung. Ini juga ditunjukkan oleh kisaran nilai nilai b yang sangat berbeda pada setiap bulan, seperti pada Gambar 1. Faktor kondisi Tidak terjadi variasi temporal nilai factor kondisi ikan pada setiap bulan secara ekstrim; bahkan relatif sama. Nilai tertinggi 1.02 dan terendah 0.98, masing masing pada bulan Agustus dan Oktober ( Tabel 4 ). Ini menunjukkan contoh ikan pada bulan - bulan pengamatan dalam kondisi baik dan gemuk. Faktor kondisi ikan bergantung pada berbagai faktor eksternal lingkungan dan faktor biologis, diantaranya kematangan gonad untuk reproduksi. Menurut keterangan nelayan purse-seine setempat, puncak pemijahan layang biasanya pada bulan Agustus dan Desember; sama dengan di perairan Maluku Utara ( MANIK 2005 ). Tetapi contoh layang yang terukur pada bulan Agustus umumnya ikan ikan yang belum matang ( rata rata TL = 15,35 cm ), sedangkan yang matang gonad ( rata rata TL = 18,00 cm ) tidak ditemukan. Hal ini diduga mungkin karena sedang melakukan pemijahan di luar daerah tangkap yang biasanya atau di kedalaman yang lebih dalam, sehingga tidak terjangkau oleh alat tangkap nelayan. Karena migrasi pemijahan ini, maka kepadatan di dalam populasinya sedikit berkurang dan kompetisi antar kelompok umur untuk makanan tidak seperti dalam kondisi di luar musim pemijahan. Hal inilah yang memungkinkan keadaan kondisi atau faktor kondisi ikan meningkat pada bulan Agustus. Menurunnya faktor kondisi pada bulan Mei, Juli dan Oktober mungkin karena contoh ikan layang yang diukur pada umumnya adalah yang baru selesai memijah ( spent ), rata rata TL = 18,70 21,75 cm. Pada bulan Juni dan September, faktor kondisi ikan menurun bukan karena pengaruh proses pemijahan, mengingat contoh ikannya yang belum matang ( rata rata TL = 16,63 17,16 cm ); sehingga diduga mungkin karena keadaan nutrisi dan makanannya yang kurang optimal, selain pengaruh proses maturasinya dan

70

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG, SULAWESI UTARA

Gambar 1. Batas Konfidensi nilai-nilai b bulanan dari hubungan panjangberat Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang. Figure 1. The confidence limits values of b of monthly length-weight relationship of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters.

kepadatan populasi. Sedangkan ikan layang di bagian Utara Selat Malaka sekitar garis isodepth 200 m pertama kali matang gonad pada ukuran 16 cm FL dan musim pemijahannya berlangsung dari bulan April sampai Oktober ( HARIATI et al. 2005 ). Menurut LE CREN dalam MERTA ( 1993 ), variasi temporal faktor kondisi seperti ini diinterpretasikan sebagai indikasi dari berbagai sifat sifat biologi dari ikan, seperti kegemukannya, kesesuaian dari lingkungannya atau perkembangan gonadnya.

71

MANIK

Tabel 3.

Table 3.

Analisa kovarians untuk membandingkan hubungan panjangberat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang. Covariance analysis for comparing monthly length-weight relationship of Decapterus russelli in Likupang Bay waters.
Deviation from regression x
2

Month

df

xy

df

SS

MS

May Jun Jul Aug Sep Oct

236 378 493 705 337 263

0.376826 4.104187 6.980056 4.472860 2.355343 1.822002

3.687695 45.091570 68.195549 54.961916 23.098375 19.034447

1.105377 13.454920 21.490418 15.154962 7.280749 5.718275

235 377 492 704 336 262

0.445195 0.981769 2.030162 3.613814 0.592393 1.087886

0.001894 0.002604 0.004126 0.005133 0.001763 0.004152

Within Pooled Residual Total 2417 2412

20.111274

214.069552

64.204701

2406 2411 5

8.750743 9.097772 0.347029 10.867311 1.769539

0.003637 0.003773 0.069406 0.004498 0.353908

36.509766

424.182774

122.84157

2416 5

Fitted mean value Comparation between : - slope

: F = 0.069406/ 0.003637 = 19.08** F ( 0.01;5;2406 ) = 3.02

- intercept : F = 0.353908/ 0.003773 = 93.80** F ( 0.01;5;2411 ) = 3.02

_ Remark : x = ( X - X ) _ y=(Y - Y ) Tabel 4. Variasi faktor kondisi bulanan Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang. Table 4. The variations of monthly condition factors of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters.
Mean weight ( gram ) Month Observed value Calculated value CF

May Jun Jul Aug Sep Oct

31.57 29.73 35.00 9.38 31.83 58.30

31.75 29.70 35.20 9.20 31.84 59.36

0.99 1.00 0.99 1.02 1.00 0.98

72

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG, SULAWESI UTARA

KESIMPULAN

1. Pola pertumbuhan ikan layang ( Decapterus russelli ) di perairan sekitar Teluk Likupang selama pengamatan umumnya allometrik positif ( b > 3 ); dengan kata lain pertambahan berat lebih cepat dari pada panjangnya. 2. Hasil analisa kovarian menunjukkan bahwa antar koefisien regresi berbeda nyata, sehingga hubungan hubungan panjang berat bulanan tidak dapat digabung. 3. Variasi temporal faktor kondisi ikan layang bulanan selama penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ini berarti bahwa sebagian besar contoh yang diukur dalam kondisi baik.

PERSANTUNAN

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung, Drs. EDDY YUSRON, Msi atas saran dan bantuannya. Terima kasih yang tak terhingga penulis mengucapkan kepada Ibu Prof. Dr. SRI JUWANA selaku Pemimpin Redaksi OLDI atas koreksi akhir dan saran sarannya dan perkenannya menerbitkan tulisan ini. Kepada Bapak Dr. AZNAM AZIZ, APU penulis juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas koreksi akhir dan saran sarannya. Semoga ALLAH SWT membalas semuanya dan selalu memberikan rahmatNya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

ATMAJA, S.B dan D. NUGROHO (1995). Aspek reproduksi ikan layang deles (Decapterus macrosoma) dan siro (Amblygaster sirm) sebagai pertimbangan dalam pengelolaannya di Laut Jawa. Jur. Pen. Per. Indonesia I (3) : 1 10 BAYLIFF, W.H. 1966. Length weight relationship of the anchoveta, Cetengraulis mysticetus in the Gulf of Panama, I-ATTC. 10 (3) : 241 - 259. BUSTAMAN, S dan M. BADRUDIN 1993. Pengusahaan ikan layang (Decapterus sp) di perairan Maluku Irian Jaya. Jur. Pen. Per.Laut (76) : 44 - 49. EFFENDI, M.I. 1979. Metode biologi perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor: 112 hal.

73

MANIK

EVERHART, W.H and W.D. YOUNGS 1981. Principles of fishery science. 2ndEdition Comstock Publishing Associates, a division of Cornell University Press. Ithaca and London : 349 pp. HARIATI, T; M. TAUFIK dan A. ZAMRONI 2005. Beberapa aspek reproduksi ikan layang ( Decapterus russelli ) dan ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) di perairan Selat Malaka Indonesia. Jur. Pen. Per. Indonesia 11 (2) : 47 56. MANIK, N. 2005. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan layang ( Decapterus russelli ) dari perairan Maluku Utara. Jurnal Ilmiah Sorihi 4 (1) : 113 - 128. LUASUNAUNG, A. 2003. Pendugaan musim malalugis biru (Decapterus macarellus ) di perairan sekitar Likupang,Sulawesi Utara. Jur. Fak. Per.II ( 1 ) : 1- 6. MERTA, I.G.S. 1993. Hubungan panjang berat dan factor kondisi ikan lemuru, Sardinella lemuru BLEEKER, 1853 dari perairan Selat Bali. Jur. Pen. Per. Laut ( 73 ) : 35 - 44. RICKER, W.E. 1975. Computation and interpretation of biological statistics of fish populations. Fish. Res. Bd. Can. Bull. 191: 382 pp. SPARRE, P., E. URSIN and S.C. VENEMA 1989. Introduction to tropical fish stock assessment. Part 1 Manual. FAO Fish. Tech. Pap.(306/1) :337 pp. STEEL, G.D dan J.H. TORRIE 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Suatu pendekatan biometrik. Edisi kedua. Gramedia Pustaka Utama: 748 hal. SYAHAILATUA, A. 2004. Aspek biologi dan eksploitasi sumberdaya perikanan ikan layang Decapterus russelli dan D. macrosoma di Teluk Ambon. Makalah disajikan dalam prosiding seminar Riptek kelautan nasional BPPT ( http : // www. barunajaya. com/dwld/docs/20080903122 MAK2 42.PDF). VAKILY, J.M.; M.L PALOMARES and D. PAULY 1986. Computers programs for fish stock assessment application for the HP 41 CV calculator. FAO Fish. Tech. Pap. 101/1, ICLARM, Roma.: 255 pp.

WIDODO, J. 1988. Population biology of Russells scad ( Decapterus russelli ) in the Java sea, Indonesia. In : VENEMA, S.C; CHRISTENSEN, J.M. & PAULY, D.( eds. ) Contributions to tropical fisheries biology. FAO Fish. Rep. 389 : 308 323.

74