Oseanologi dan Limnologi di Indonesia (2009) 35(1): 65-74

ISSN 0125 – 9830

HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG SULAWESI UTARA oleh NURDIN MANIK UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung – LIPI
Received 15 November 2007, Accepted 17 February 2009

ABSTRAK

Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi penting yang banyak ditemukan di sekitar perairan Teluk Likupang; tetapi penelitian aspek – aspek biologinya belum pernah dilakukan. Sebagai penelitian pendahuluan, analisa hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat korelasi fungsional antara panjang dengan berat, pola pertumbuhan dan kondisi kesehatan relatif populasi ikan. Analisa berdasarkan data panjang dan berat hasil pengukuran langsung secara acak dari hasil tangkapan nelayan “pajeko” selama 6 bulan, mulai bulan Mei – Oktober 2006. Data dianalisa dengan menggunakan persamaan kurva geometrik, sedangkan faktor kondisi ikan diestimasi dengan formula faktor kondisi relatif. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara panjang dengan berat pada setiap bulan sangat signifikan. Nilai b hubungan panjang – berat bulanan umumnya diatas nilai 3, kecuali pada bulan Mei, yaitu b = 3. Ini berarti pertumbuhan ikan layang pada umumnya menyimpang dari hukum kubik ( allometris positif ). Faktor kondisi ikan berkisar antara 1.02 – 0.98, menunjukkan semua sampel ikan layang dalam kondisi baik ( gemuk – gemuk ).

Kata kunci : ikan layang, panjang, berat, pola pertumbuhan, kondisi ikan.

ABSTRACT
LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP AND CONDITION FACTOR OF ROUND SCAD ( Decapterus russelli ) FROM AROUND LIKUPANG BAY WATERS, NORTH SULAWESI. Round scad is an important commercial species which found abundantly in around Likupang Bay waters, but never carried out a study on its biology aspects. As a preliminary research, analysis of length – weight

karena dengan berdasarkan informasi biologis. Salah satu informasi biologi yang penting adalah hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan. mulai bulan Maret sampai Agustus ( LUASUNAUNG 2003 ). While the condition factor ranged 1. sehingga harus dikelola dengan baik dan rasional. The value of monthly coefficient regression ( b ) generally over from the value of 3. kesehatan. Di dalam ilmu biologi perikanan. misalnya dalam menghitung hasil tangkapan per rekrut ( yield per recruit. bahwa analisa hubungan panjang – berat yaitu dapat mengestimasi faktor kondisi atau sering disebut dengan index of plumpness. semua konsekuensi yang mungkin timbul oleh sejumlah alternatif dapat dikurangi. The data were analyzed using the geometric equation. PENDAHULUAN Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan perairan pantai (coastal) dan laut dangkal (neritic) yang bersifat stenohalin (ATMAJA & NUGROHO 1995). banyak tertangkap di sekitar perairan Teluk Likupang pada musim timur. dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu dari ikan secara individual atau kelompok–kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan. namely to know size of functional correlation between length and weight. The result showed that monthly correlation of length and weight are very significant. terutama untuk kepentingan pengelolaan perikanan. perkembangan gonad dan sebagainya. 66 . menduga besarnya populasi dan laju – laju mortalitasnya. analisa hubungan panjang – berat menurut MERTA ( 1993 ). penelitian aspek – aspek biologinya adalah sangat penting. Disamping itu diperlukan juga dalam mengatur perikanan. fish condition. only b = 3 on May. hubungan panjang . It meant that the length – weight relationship of layang generally deviated from cubic law ( positive allometric). while condition factors were estimated by the relative condition factor formula. Demikian juga dikemukakan oleh EVERHART & YOUNGS ( 1981 ).98.02 – 0. length. growth model.MANIK relationship and fish condition factors had objective. Dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kondisi ikan. growth model and monthly condition factor based on data collected from May to October 2006. Pentingnya pengetahuan ini sehingga BAYLIFF ( 1966 ) menegaskan. Untuk itu.berat ikan dan distribusi panjangnya perlu diketahui. Y/R ) dan biomasanya ( biomass per recruit. showed that all of round scad specimen within healthful condition ( fats ). hubungan panjang – berat ikan merupakan pengetahuan yang signifikan dipelajari. terutama untuk mengkonversi statistik hasil tangkapan. Hubungan panjang – berat ikan juga sangat penting artinya di dalam ilmu dinamika populasi. yaitu menentukan selektifitas alat tangkap agar ikan – ikan yang tertangkap hanya yang berukuran layak tangkap ( VANICHKUL & HONGSKUL dalam MERTA 1993 ). Key words : Round scad. Perikanan ikan layang di daerah ini berkembang terus setiap tahun. weight. B/R ).

.. X = log L .. L = panjang total (cm). 1989 ). 1986 ).…………….. BAHAN DAN METODE Bahan Data panjang dan berat yang dianalisis adalah hasil pengukuran langsung secara acak selama 6 bulan ( Mei – Oktober 2006 ) dari hasil tangkapan nelayan purse – seine yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang. q dan b = parameter...3 . yaitu : W = q Lb………. Data yang dianalisis adalah data gabungan ikan jantan dan betina. dimaksudkan menjadi masukan untuk penelitian aspek – aspek biologi ikan layang secara terinci di masa yang akan datang.. Tulisan ini berdasarkan data yang dikumpulkan dari kapal–kapal “pajeko “ ( purse – seine ) yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang. Persamaan ( 1 ) merupakan persamaan kurva geometrik yang dapat ditransformasikan ke persamaan regresi linear dengan melogaritmakan menjadi : log W = log q + b log L………………………………………….. SULAWESI UTARA yang merupakan salah satu derivat penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi (fitness. b = slope dan a = log q = intersep Nilai a dan b pada persamaan ( 3 ) dihitung dengan metoda kuadrat terkecil. ( 1986 )..( 2 ) atau Y = a + b .. X…………………………………………………. well-being) atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu.HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG.... Hubungan panjang – berat Berat ikan sebagai variabel respon dan panjang sebagai variabel prediktor mempunyai hubungan fungsional ( SPARRE et al. Hubungan panjang – berat dan faktor kondisi secara sistematis mempunyai nilai praktis karena dapat digunakan untuk mengkonversi panjang ke berat atau berat ke panjang ( VAKILY et al..( 4 ) √ ( 1-r2 ) Sy 67 . Nilai b yang diperoleh akan diuji terhadap nilai 3 dengan Uji-t dari SACHS dalam VAKILY et al. sebagai berikut : t^ = b .………………………………………………………………. Sx .( 3 ) dimana : Y = log W.…………………………………………. √ ( n -2 )……….…….( 1 ) dimana : W = berat ikan (gram).……..

terlihat jelas nilai – nilai koefisien korelasi ( r ) yang merupakan ukuran kesesuaian ( goodness of fit ) garis regresi terhadap data.. dan allometris negatif apabila b < 3. yaitu : Kn = W…………………………………………………. yaitu tingkat pertumbuhan panjang. yaitu 68 .. maka pertumbuhannya isometris. W^ = qLb ( berat estimasi ) HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan panjang – berat Dari hasil analisa hubungan panjang – berat bulanan sebagaimana tercantum dalam Tabel 1.MANIK Jika b = 3..9783 ( Tabel 2 ).……….0 yang untuk pola pertumbuhan isometris dihitung sebagai berikut : K = 100 .( 5 ) L3 Nilai K pada ikan yang badannya agak pipih berkisar antara 2 – 4. atau pertumbuhan ikan yang bentuk dan berat jenisnya tidak berubah selama proses pertumbuhannya. berimpit atau berpotongan.t nilai – nilai b tersebut terhadap nilai 3 yang dicantumkan dalam Tabel 2. Untuk pertumbuhan allometrik. W . menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan layang di perairan sekitar Teluk Likupang umumnya adalah allometris positif ( b >3 ).9891. semuanya diatas 0. sedangkan pada ikan yang kurang pipih antara 1 – 3 ( EFFENDI 1979 ). Ini menunjukkan bahwa korelasi antara panjang dan berat pada bulan – bulan pengamatan sangat signifikan.…………. Artinya pertambahan berat sekitar 88 % ..90 ( 90 % )..( 6 ) W^ dimana : W = berat ikan hasil pengamatan . pertumbuhannya allometris. yaitu pertumbuhan panjang tidak secepat pertumbuhan beratnya. Faktor kondisi Menurut VAKILY et al. ( 1986 )..933400–3.. Pola pertumbuhan allometris positif ini. Kemudian untuk mengetahui posisi kurva .5 – 2. lebar dan tinggi ikan adalah sama ( EVERHART & YOUNGS 1981 ). Jika tidak sama dengan 3.9377 – 0..388204 dengan batas konfidennya masing – masing seperti pada Gambar 1.8793 – 0. faktor kondisi ikan umumnya antara 0. yaitu allometris positif apabila b > 3... yaitu 0.………. yaitu 0.…………………………………………………. Hasil Uji .kurva hubungan panjang – berat bulanan yang diperoleh itu sejajar.98 % dapat dijelaskan oleh besarnya pertambahan panjang melalui hubungan regresinya.. Nilai – nilai b ( slope ) hasil komputasi berkisar antara 2.…….. Besar keeratan hubungannya ditentukan oleh masing – masing koefisien determinasinya ( r2 ). maka dilakukan Uji-F melalui analisa kovarian ( STEEL & TORRIE 1991 ). faktor kondisi dihitung dengan faktor kondisi relatif .

r2 α0.144086 (0.6 12.005991) 2.HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG.004126 0.5– 24.007177) -2.001894 0.039959 0.05 Isometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Month Sx Sy Result May Jun Jul Aug Sep Oct 0.079652 0.006863) -2. pola isometris ( b = 3 ).279213 0.2– 25. SULAWESI UTARA Tabel 1.004152 Sb n Range ( cm ) 12.388204 3.025189 0.2 May Jun Jul Aug Sep Oct -1.565691 (0.002604 0.x 0. dan hanya pada bulan Mei.001763 0.berat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang.104200 0.4 % contoh yang dalam kondisi baru selesai memijah ( ikan – ikannya kurus ).003940) -2.3– 22. Monthly length–weight relationship of Decapterus russelli in around Likupang Bay waters.9850 0.269025 0.4– 17.5– 23. Di perairan Maluku – Irian Jaya dan Laut Banda termasuk Halmahera BUSTAMAN & BADRUDIN 69 .9743 0. The t -test of b values obtained against 3 value.222532 (0.9782 0. Tingginya nilai b tersebut mungkin karena sebagian besar (90.027359 0. Hubungan panjang .9666 0.9871 0.083233 0. Table 1.024313 0.2– 19.070896 0.083601 0.9342 0.9428 b=3 b>3 b>3 b>3 b>3 b>3 pada ikan layang bulan Juni sampai Oktober. Table 2.047737 237 379 494 706 338 264 Remark : value in parentheses is value q in formulation ( 1 ) Tabel 2.1 8.9702 0.371924 0.5 9.345384 0. Month a b r S2y.997896 (0.005133 0.138457 0.002718) -2. Uji-t untuk nilai b yang diperoleh terhadap nilai 3.8793 0.0 11.278340 3.091163 3. dan hanya 9.261804 0.125003 0.9377 0.010049) -2.9710 0.9891 0.404547 (0.3 9.078832 3.933400 3.118989 0.163459 (0.033876 0.6%) contoh ikan layang pada bulan-bulan tersebut dalam kondisi belum dan baru mulai matang gonad ( ikan – ikannya gemuk ).

95 ).98. MERTA ( 1993 ). menunjukkan koefisien regresi dan intersepnya berbeda nyata ( Tabel 3 ). faktor kondisi ikan menurun bukan karena pengaruh proses pemijahan. Hal ini diduga mungkin karena sedang melakukan pemijahan di luar daerah tangkap yang biasanya atau di kedalaman yang lebih dalam. yaitu b = 2. Komparasi hubungan panjang – berat bulanan melalui analisa kovarian pada peluang 95% ( F 0. masing masing pada bulan Agustus dan Oktober ( Tabel 4 ). Hal inilah yang memungkinkan keadaan kondisi atau faktor kondisi ikan meningkat pada bulan Agustus. Menurunnya faktor kondisi pada bulan Mei. maka kepadatan di dalam populasinya sedikit berkurang dan kompetisi antar kelompok umur untuk makanan tidak seperti dalam kondisi di luar musim pemijahan. maka hubungan panjang – berat akan sedikit menyimpang dari hukum kubik ( b ≠ 3 ). Di Laut Jawa. Nilai tertinggi 1.5478.75 cm. umur. sehingga diduga mungkin karena keadaan nutrisi dan makanannya yang kurang optimal. WIDODO ( 1988 ) menemukan pola yang sama ( isometris ) dengan kisaran nilai bnya 2.00 cm ) tidak ditemukan. bahkan relatif sama. jenis kelamin dan kematangan gonad ( EFFENDI 1979 ). Sedangkan di periran Maluku Utara. selain pengaruh proses maturasinya dan 70 . tetapi juga antara populasi yang sama pada tahun – tahun yang berbeda yang barangkali dapat diasosiasikan dengan kondisi nutrisi mereka. Perbedaan nilai b seperti ini menurut RICKER ( 1975 ). Secara biologis nilai b berhubungan dengan kondisi ikan. sedangkan yang matang gonad ( rata – rata TL = 18. seperti pada Gambar 1.9302–3.997 – 3. Menurut keterangan nelayan purse-seine setempat.63 – 17. puncak pemijahan layang biasanya pada bulan Agustus dan Desember. sama dengan di perairan Maluku Utara ( MANIK 2005 ). Pada bulan Juni dan September.30 ( SUMADHIHARGA dalam SYAHAILATUA 2004 ). Juli dan Oktober mungkin karena contoh ikan layang yang diukur pada umumnya adalah yang baru selesai memijah ( spent ). tidak saja antara populasi yang berbeda dari spesies yang sama. Ini menunjukkan contoh ikan pada bulan .bulan pengamatan dalam kondisi baik dan gemuk. Berarti paling sedikit ada satu hubungan panjang – berat yang berpotongan satu sama lainnya.023.16 cm ). Faktor kondisi ikan bergantung pada berbagai faktor eksternal lingkungan dan faktor biologis. Tetapi contoh layang yang terukur pada bulan Agustus umumnya ikan – ikan yang belum matang ( rata – rata TL = 15. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh faktor ekologis dan biologis. pola pertumbuhan ikan ini umumnya isometris. sehingga tidak terjangkau oleh alat tangkap nelayan. Ini juga ditunjukkan oleh kisaran nilai – nilai b yang sangat berbeda pada setiap bulan.70 – 21. sedangkan kondisi ikan bergantung pada makanan. Karena migrasi pemijahan ini.MANIK ( 1993 ) menemukan pola allometris negatif ( b < 3 ). sama dengan di Teluk Ambon. Faktor kondisi Tidak terjadi variasi temporal nilai factor kondisi ikan pada setiap bulan secara ekstrim. diantaranya kematangan gonad untuk reproduksi. mengingat contoh ikannya yang belum matang ( rata – rata TL = 16.0460 ( MANIK 2005 ). rata – rata TL = 18. b = 2. mengatakan karena sering keadaan lingkungan berubah dan atau kondisi ikannya berubah.35 cm ).4200 – 2. yaitu b = 2.02 dan terendah 0. sehingga hubungan panjang – berat bulanan yang diperoleh tidak dapat digabung.

SULAWESI UTARA Gambar 1. Batas Konfidensi nilai-nilai b bulanan dari hubungan panjangberat Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang. seperti kegemukannya. 71 . variasi temporal faktor kondisi seperti ini diinterpretasikan sebagai indikasi dari berbagai sifat – sifat biologi dari ikan. Figure 1. Sedangkan ikan layang di bagian Utara Selat Malaka sekitar garis isodepth 200 m pertama kali matang gonad pada ukuran 16 cm FL dan musim pemijahannya berlangsung dari bulan April sampai Oktober ( HARIATI et al. kepadatan populasi. Menurut LE CREN dalam MERTA ( 1993 ).HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG. The confidence limits values of b of monthly length-weight relationship of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters. kesesuaian dari lingkungannya atau perkembangan gonadnya. 2005 ).

002604 0.X ) _ y=(Y .195549 54.99 1.2406 ) = 3.intercept : F = 0.822002 3.73 35.02 .030162 3.454920 21.355343 1.718275 235 377 492 704 336 262 0.001763 0.111274 214. Analisa kovarians untuk membandingkan hubungan panjangberat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang.00 0.Y ) Tabel 4.2411 ) = 3.353908 36.003637 0.981769 2.5.472860 2.004498 0.20 31.75 29.MANIK Tabel 3.08** F ( 0.069406/ 0.069406 0.02 _ Remark : x = ( X . Covariance analysis for comparing monthly length-weight relationship of Decapterus russelli in Likupang Bay waters.003773 = 93. Table 3.00 9.30 31.001894 0.592393 1.005133 0.867311 1.750743 9.57 29.00 0.003773 0.509766 424.347029 10.20 9.490418 15.83 58.70 35.204701 2406 2411 5 8.353908/ 0.84157 2416 5 Fitted mean value Comparation between : . Table 4.84 59.01.99 1. Variasi faktor kondisi bulanan Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang.280749 5.097772 0.769539 0.104187 6.80** F ( 0.613814 0.445195 0.687695 45. Deviation from regression Σx 2 Month df Σy 2 Σxy df SS MS May Jun Jul Aug Sep Oct 236 378 493 705 337 263 0.105377 13.087886 0.003637 = 19.98 72 . Mean weight ( gram ) Month Observed value Calculated value CF May Jun Jul Aug Sep Oct 31.004152 Within Pooled Residual Total 2417 2412 20. The variations of monthly condition factors of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters.961916 23.5.098375 19.376826 4.38 31.004126 0.980056 4.182774 122.034447 1.091570 68.069552 64.02 1.slope : F = 0.36 0.01.154962 7.

Dr. Pen.I. Drs. 10 (3) : 241 . Cetengraulis mysticetus in the Gulf of Panama. Per. EDDY YUSRON.B dan D. W. Per. M. Semoga ALLAH SWT membalas semuanya dan selalu memberikan rahmatNya. Bogor: 112 hal. S dan M. Pola pertumbuhan ikan layang ( Decapterus russelli ) di perairan sekitar Teluk Likupang selama pengamatan umumnya allometrik positif ( b > 3 ). Indonesia I (3) : 1 – 10 BAYLIFF. 1979.H. NUGROHO (1995). S. PERSANTUNAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung. EFFENDI. Ini berarti bahwa sebagian besar contoh yang diukur dalam kondisi baik. Jur. 2. Hasil analisa kovarian menunjukkan bahwa antar koefisien regresi berbeda nyata. AZNAM AZIZ.Laut (76) : 44 . BADRUDIN 1993. Jur. Kepada Bapak Dr. Amin. Variasi temporal faktor kondisi ikan layang bulanan selama penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Length – weight relationship of the anchoveta.259. Terima kasih yang tak terhingga penulis mengucapkan kepada Ibu Prof. Yayasan Dewi Sri. dengan kata lain pertambahan berat lebih cepat dari pada panjangnya.HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG. Metode biologi perikanan. sehingga hubungan – hubungan panjang – berat bulanan tidak dapat digabung. BUSTAMAN. Aspek reproduksi ikan layang deles (Decapterus macrosoma) dan siro (Amblygaster sirm) sebagai pertimbangan dalam pengelolaannya di Laut Jawa. 1966. SRI JUWANA selaku Pemimpin Redaksi OLDI atas koreksi akhir dan saran – sarannya dan perkenannya menerbitkan tulisan ini. Pengusahaan ikan layang (Decapterus sp) di perairan Maluku – Irian Jaya.49. 3. Msi atas saran dan bantuannya. I-ATTC. Pen. DAFTAR PUSTAKA ATMAJA. APU penulis juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas koreksi akhir dan saran – sarannya. SULAWESI UTARA KESIMPULAN 1. 73 .

A.M. HARIATI. ) Contributions to tropical fisheries biology. Tech.44. 101/1. Ithaca and London : 349 pp. Laut ( 73 ) : 35 . FAO Fish.L PALOMARES and D. 191: 382 pp. J. Edisi kedua. STEEL. SPARRE. Pen. Pap. YOUNGS 1981. G. MANIK. Jur.S.G. E.H and W. 1975. URSIN and S. In : VENEMA. WIDODO.128. VENEMA 1989. CHRISTENSEN. FAO Fish. 2005. barunajaya.D dan J. FAO Fish. 74 . & PAULY. A.Sulawesi Utara.6. Per. 1988. 389 : 308 – 323. RICKER. Res. PAULY 1986. Jur. I. Computation and interpretation of biological statistics of fish populations. Hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan layang ( Decapterus russelli ) dari perairan Maluku Utara. Computers programs for fish stock assessment application for the HP 41 CV calculator. Tech. VAKILY. Can. ZAMRONI 2005. W. com/dwld/docs/20080903122 –MAK2 42. Aspek biologi dan eksploitasi sumberdaya perikanan ikan layang Decapterus russelli dan D. Suatu pendekatan biometrik. Hubungan panjang – berat dan factor kondisi ikan lemuru.D. MERTA.PDF). Population biology of Russell’s scad ( Decapterus russelli ) in the Java sea.M. TAUFIK dan A. LUASUNAUNG. Per. S.H.E.. Jur. 2004. Makalah disajikan dalam prosiding seminar Riptek kelautan nasional BPPT ( http : // www.: 255 pp.MANIK EVERHART. M. Introduction to tropical fish stock assessment.(306/1) :337 pp. Part 1 – Manual. Bd.C.( eds. D. 1993.II ( 1 ) : 1. J.C. Indonesia 11 (2) : 47 – 56. Bull. a division of Cornell University Press. Gramedia Pustaka Utama: 748 hal. macrosoma di Teluk Ambon. 1853 dari perairan Selat Bali. Sardinella lemuru BLEEKER. Beberapa aspek reproduksi ikan layang ( Decapterus russelli ) dan ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) di perairan Selat Malaka Indonesia. Principles of fishery science. Pap. Indonesia.. Roma. N. T. J. Pen. Prinsip dan prosedur statistika. Jurnal Ilmiah Sorihi 4 (1) : 113 . TORRIE 1991. 2003. Rep. Per. SYAHAILATUA. Fak. W. Pendugaan musim malalugis biru (Decapterus macarellus ) di perairan sekitar Likupang. ICLARM. 2ndEdition Comstock Publishing Associates. P. Fish. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful