Anda di halaman 1dari 14

PENGERTIAN XBRL

XBRL adalah sebuah laporan keuangan yang berbasis teknologi informasi. XBRL masih merupakan suatu bahasa pemrograman yang masih sejenis dengan XML (eXtended Markup Language). XBRL digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem pelaporan secara elektronik. XBRL bukanlah sebuah perangkat lunak atau aplikasi pengolahan laporan keuangan.

KELEBIHAN XBRL
1.

2.
3. 4. 5.

MENGURANGI BIAYA PENYEDIAAN INFORMASI YANG CEPAT INFORMASI YANG DIBERIKAN LEBIH AKURAT MUDAH DIGUNAKAN OLEH SIAPA SAJA FLEKSIBILITAS YANG TINGGI

MANFAAT XBRL
Manfaat XBRL ini ditinjau dari orang menggunakan dan terlibat XBRL, yaitu: a. Bagi entitas pelaporan keuangan perusahaan b. Bagi akuntan dan konsultan c. Agregator data d. Analis dan pengguna lainnya e. Regulator f. Pengembang perangkat lunak yang atau

STRUKTUR BAHASA XBRL


TAKSONOMI Taksonomi XBRL adalah deskripsi standar untuk menyajikan informasi bisnis dan laporan akuntansi. Dalam taksonomi XBRL terdiri dari dua bagian yaitu skema dan linkbase. Taksonomi disusun dengan mengacu pada Financial Reporting Taxonomy Architecture (FRTA). FRTA disusun oleh XBRL International dengan didasarkan atas standardisasi dan spesifikasi teknologi semantik yang dikeluarkan oleh W3C ( XBRL International , Inc, 2005 Hoffman dan Watson 2010). Taksonomi XBRl juga didasarkan pada standar akuntansi atau regulasi tertentu yang mengatur penyampaian informasi keuangan.
1.

STRUKTUR BAHASA XBRL (CONT)


2. INSTANS XBRL Dokumen yang berisikan data yang ditandai dengan taksonomi XBRL besarta konsepnya seperti konteks, unit pengukuran taksonomi dan komentar yang disusun dengan mengunakan sintaks bahasa markup XBRL disebut sebagai dokumen instans XBRL. Penyususnan dokumen instans XBRL harus sesuai dengan Financial Reporting Instances standards ( FRIS ).

CARA KERJA XBRL


Penggunaan XBRl dilakukan dengan memberikan tag pada tiap data yang ada di laporan keuangan. tag ini akan menyebabkan tiap date memiliki nilai guna yang lebih optomal. Secara teknis laporan keuangan yang tersaji dalam bentuk print out adalah data yang dapat dibaca oleh manusia, teteapi komputer memerlukan data yang terstruktur dalam penyajian datanya agar dapat dibaca oleh bahasa mesin. Inilah yang menjadi dasar dibentuknya XBRL.

STUDI KASUS
Berry Petroleum Company adalah perusahaan energi independen yang bergerak dalam pengembangan, produksi, eksploitasi akuisisi, dan eksplorasi minyak mentah dan gas alam. Publik sejak tahun 1987, operasi utama Berry berada di tiga sumur minyak terbesar di Amerika Serikat. Berry petroleum sudah menggunakan XBRL sebagai bentuk pelaporan keuangannya sejak 30 Juni 2010. Ini adalah tahun ketiga pelaporan Berry Petroleum menggunakan XBRL. Berikut adalah bentuk laporan keuangan Berry petroleum dalam bentuk XBRL. Berikut adalah bentuk laporab keuangan Berry Petroleum company dalam bentuk XBRL

STUDI KASUS (CONT.)


Berikut adalah bentuk laporan keuangan Berry Petroleum tetang pembagian laba per lembar saham. Pada gambar tersebut terlihat data yang lengkap dan jelas tentang pembeutan laporan pembagian laba persaham.

STUDI KASUS (CONT.)


Berikut gambar neraca Berry Petroleum.

STUDI KASUS (CONT.)


TAKSONOMI BERRY PETROLEUM COMPANY.

STUDI KASUS (CONT.)


Pengkodean dalam membuat laporan keuangan versi XBRL.

SIMPULAN
XBRL adalah salah satu bentuk pekembangan dari dunia akuntansi. Kebutuhan akan laporan keuangan yang praktis, akurat, efisien, cepat, dan hemat. Inilah alasan dari dibuatnya sistem XBRL. XBRL adalah sebuah bahasa elektronik yang digunakan untuk laporan keuangan. XBRL bertujuan untuk mempermudah pelaporan keuangan dan memudahkan pengguna laporan keuangan dalam mencari data dan menganalisanya. XBRL bukanlah software ataupun aplikasi keuangan. Dengan menggunakan XBRL perusahaan dapat berbagai manfaat. perusahaan dapat mengurangi biaya pelaporan keuangan, dapat memepercepat pembuatan pelaporan keuangan. Mempermudah pengguna laopran keuangan mencari dan menganalisanya.

SARAN
BAPEPAM sebagai lembaga yang mengawasi kinerja keuangan perusahaan, sebaiknya mulai mengkaji penggunaan XBRL sebagai standar pelapran keuangan perusahaan yang ada di Indonesia. BAPEPAM dapat bekerja sama dangan lembaga lembaga lain yang juga memerlukan laporan keuangan dalam kinerjanya, seperti BI dan IDX. Lembaga lembaga tersebut dapat bekerja sama dalam melakukan penelitian untuk penerapan XBRL di Indonesia. BAPEPAM dan IDX bekerja sama dalam penelitian, infrastruktur dan mekanisme pelaporannya. BI dan lembaga - lembaga lain yang terlibat seperti IAI dan instansi pendidikan yang terkait dapat membuat taksonomi. Sehingga penerapan XBRL di Indonesia semakin cepat. Namun perlu juga sosialisasi agar pengguna juga mengerti penggunaannya.