Anda di halaman 1dari 22

PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES STRUKTUR REL KERETA API

KELOMPOK 2
M.RIFKI AULIA.R ANDRI KURNIA BAYU ARIANTO PANJI ADINO (0807132872) (0807135520) (0907121130) (0907132967)

PENDAHULU LATAR AN BELAKANG


Kereta api adalah salah satu jenis metode transportasi darat, dimana kereta bergerak di atas 1 set rel paralel yang lebih dikenal dengan rel kereta api. Rel menerima secara beban secara langsung dan menyalurkannya kepada bantalan tanpa menimbulkan defleksi yang berarti pada bagian rel itu sendiri.

Oleh sebab itu, desain material rel harus dapat berfungsi menahan gaya akibat pergerakan dan beban kereta api.

PENDAHULU TUJUAN AN DAN MANFAAT


TUJUAN Mengetahui fungsi, bentuk, dimensi, bagian, proses produksi dan material komponen rel. Mengetahui klasifikasi dan ukuran rel yang digunakan di Indonesia. Mengetahui perencanaan / desain komponen rel. MANFAAT Menambah wawasan tentang pemilihan bahan dan proses komponen rel.

TEORI DASAR
Pemilihan bahan dan proses harus optimal dalam teknis dan ekonomis.
TEKNIS
balok rel yang digunakan harus dapat menahan beban dari kereta api dan memiliki umur yang panjang.

EKONOMIS
pemilihan material yang tepat agar balok rel dapat dibuat dengan biaya sekecil mungkin namun tidak mengurangi kekuatannya.

JENIS JENIS REL

DOUBLE HEADED RAIL

GROOVED RAIL / REL ALUR

KONDISI KERJA

1. Gaya Vertikal; Q yang menyebabkan terjadinya defleksi dan merupakan indikator untuk penentuan kualitas rel. 2. Gaya Lateral (transversal); Y gaya sentrifugal (ketika rangkaian kereta api berada di lengkung horizontal), gerakan ular rangkaian (snake motion) dan ketidak rataan geometrik rel yang bekerja pada titik yang sama dengan gaya vertikal 3. Gaya Longitudinal; T diakibatkan oleh perubahan suhu pada rel/pemuaian.

GAMBAR KOMPONEN

KLASIFIKASI REL DI INDONESIA


Tipe R2/ R25 R3/ R33 R14/ R41 R14A/ R42 R50 UIC 54/ R54 R60 Berat (kg/m) 25,74 33,40 41,52 42,18 50,40 54,40 60,34 Tinggi (mm) 110 134 138 138 153 159 172 Lebar Kaki (mm) 90 105 110 110 127 140 150 Lebar Kepala (mm) 53 58 68 68,5 63,8 70 74,3 Tebal Badan (mm) 10 11 13,5 13,5 15 16 16,5 Panjang Standar/ normal (m) 6,80-10,20 11,90-13,60 11,90-13,60-17,00 13,60-17,00 17,00 18,00/24,00

Peraturan Dinas 10 tahun 1986. Penamaan tipe rel adalah berat (dalam kilogram, kg) per setiap 1 meter panjangnya, misal : tipe R54 berarti rel memiliki berat sekitar 54 kg untuk setiap 1 meter panjangnya.

PROSES PRODUKSI REL


Steelmaking (pembuatan logam)
Bahan baku berupa besi scrap (bekas) kemudian dimasukkan ke dalam tungku untuk dilebur. Lalu diberikan penambahan unsur kimia paduan seperti karbon, mangan, silikon, fosfor dan sulfur untuk menambah kekuatan baja. Hasil dari proses ini berupa baja setengah jadi berprofil bloom (berpenampang persegi Rolling (pengerolan) dengan dimensi < 150 x150 mm). Bloom dipanaskan kembali pada tungku gas dan diteruskan ke alat rol kemudian menghasilkan besi dengan profil yang di inginkan. Umumnya besi tersebut dipotong lagi sesuai dengan standar panjang rel yang digunakan.

METODOLOGI

Pemilihan Bahan Rel Kereta Api Penentuan Batasan Batasan (Constraints) Analisa Constraints

Penentuan Indeks Material


Seleksi Material (Material Chart Properties) Add your text in here Material Yang Digunakan

PEMBAHASAN
Fungsi Batasan Objektif Variabel bebas lintasan kereta api menahan beban kereta api panjang ditentukan, L profil penampang R60, minimumkan massa, m minimumkan harga, Cm pemilihan material

Di generalisasikan bahwa struktur rel adalah balok yang dijepit pada kedua ujungnya dan memiliki beban yang terdistribusi (karena beban pada struktur rel adalah beban dinamik). I=

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
Faktor Geometri Faktor bentuk / geometri tingkat ke efesienan dari suatu material dari beban yang diberikan pada bentuk yang berbeda

=7

dimana; I = momen inersia; rel R60 = 3055 cm4 A= luas penampang; rel R60 = 73,7 cm2

Yang artinya adalah penampang rel R60 mampu menahan defleksi dari beban bending 7 kali dibandingkan dengan penampang solid/persegi dengan luas yang sama.

PEMBAHASAN

Dengan mensubtitusikan nilai kekuatan yield dan persentasi penambahan panjang dari tabel diatas didapat nilai E = 57,3 MPa. Maka m 57 MPa

KESIMPULAN

Dengan mensubtitusikan nilai kekuatan yield dan persentasi penambahan panjang dari tabel diatas didapat nilai E = 57,3 MPa. Maka m 57 MPa

KESIMPULAN
Material teringan untuk batasan kekakuan.
Material Density (kg/m^3) Young Modulus (GPa)

High carbon steel

7800-7900

200 -215

Low alloy steel

7800-7900

205-217

Nickel-based superalloys

7750-8650

150-245

Stainless steel

7600-8100

189-210

Tungsten alloys

1,78 x 104 1,96 x 104

310-380

KESIMPULAN

KESIMPULAN
Material termurah untuk batasan kekakuan.
Material Price (IDR) Young Modulus (GPa)

High carbon steel

4.381-7.885

200 -215

Low alloy steel

4.381-11.390

205-217

Nickel-based superalloys

87.610 262.800

150-245

Stainless steel

26.280 105.100

189-210

Tungsten alloys

140.200 262.800

310-380

KESIMPULAN

KESIMPULAN
Material teringan untuk batasan kekuatan.
Material Density (kg/m^3) Strength (GPa)

High carbon steel

7800-7900

550 - 1640

Low alloy steel

7800-7900

550 - 1760

Nickel-based superalloys

7750-8650

400 - 2100

Stainless steel

7600-8100

480 - 2240

Tungsten alloys

1,78 x 104 1,96 x 104

720. - 3000

KESIMPULAN

TERIMA KASIH