LAPORAN KASUS PPOK

Oleh : M. Yudhi Hardiyansah Pembimbing : dr. Moh. Fadiel Sp.PD

A. IDENTITAS PASIEN
 Nama

: Tn. EK  Umur : 59 tahun  Jenis Kelamin : Laki-laki  Pekerjaan : Buruh harian lepas  Alamat : Kawali, Ciamis  Agama : Islam  No. RM : 333522  Tanggal Masuk RS : 13 Agustus 2013  Jam Masuk RS : 15.00 WIB

B. ANAMNESIS
 Keluhan

Utama : Sesak nafas Penyakit Sekarang : Sejak 1 hari SMRS pasien merasa sesak napas, dirasakan terus menerus, sesak napas dirasakan semakin berat ketika berjalan dan berkurang saat istirahat. Sesak nafas tidak disertai bunyi mengi atau dipengaruhi cuaca. pasien juga mengeluh batuk yang sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu, batuk kadang-kadang mengeluarkan dahak kental berwarna putih.

 Riwayat

Keluhan bengkak pada kaki disangkal, pasien juga tidak mengeluh sering terbangun dari tidur karena sesak malam hari. Penderita biasa tidur dengan 1-2 bantal. ` Sesak nafas pernah dirasakan oleh penderita pertama kali satu bulan sebelum masuk rumah sakit. Sesak nafas dirasakan hilang timbul yang dirasakan muncul ketika beraktivitas dan hilang jika istirahat. Keluhan disertai batuk berdahak yang muncul sewaktu-waktu. Pasien menyangkal sesak disebabkan oleh cuaca dingin Pasien tidak mengeluh mual dan muntah, nafsu makan biasa. BAB dan BAK tidak ada keluhan.

asma. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat penyakit jantung. darah tinggi dan kencing manis disangkal.  Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga dengan keluhan serupa  Riwayat Pengobatan : Pasien mengaku pernah di asap melalui sungkup untuk sesaknya . penyakit ginjal.

 Riwayat Habituasi : Pasien seorang perokok aktif. pasien berhenti merokok 10 tahun yang lalu. pasien mengatakan ke tempat kerjanya sehari-hari naik sepeda tidak memakai masker dengan lalu lintas yang padat. pasien merokok sejak usia 18 tahun ± 3 batang perhari. .

7 °C .C. PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan umum  Kesadaran  Tanda Vital  Tekanan darah  Nadi  Pernapasan  Suhu : Tampak sakit sedang : Comppasien mentis : 110 / 70 mmHg : 84 x / menit : 26 x / menit : 36.

reflek cahaya (+/+).STATUS GENERALIS  Kepala   : Bentuk kepala : Normocephali. Rambut : rambut tidak rontok. simetris. . distribusi merata. ptosis (-/-) Konjungtiva : anemis (-/-) Sclera : ikterik (-/-) Pupil : bulat isokor. hitam.  Mata     : Palpebra : edema (-/-).

deformitas (-/-).  Mulut dan Faring : Bibir sianosis (-). lidah kotor (-). tonsil T1-T1. nyeri tekan (-/-)  Hidung : Nafas cuping hidung (-/-). sekret (-/-). . deviasi septum (-). faring tidak hiperemis. Telinga : Otore (-/-).

. retraksi interkpasientalis (-)  Palpasi : nyeri tekan (-). jejas (-). krepitasi (-). dan axilla. infra clavicula. retraksi supraklavikular (-). simetris. tidak teraba pembesaran KGB supra clavicula.Leher :  Trakhea : Deviasi trakea (-)  KGB : Tidak teraba pembesaran  Kelenjar Tiroid : Tidak membesar  JVP : Tidak meningkat Thorax :  Inspeksi : bentuk dada normal.

Wheezing (+)/(+) . Wheezing (+)/(+) • Suara nafas dasar vesikuler kanan = kiri •Ronkhi (+)/(+).PARU-PARU Pulmo Inspeksi Anterior • Bentuk dada normal • Retraksi intercostal (-/-) Posterior • Bentuk scapula normal Palpasi • Taktil fremitus kanan = kiri • Taktil fremitus kanan = kiri Perkusi • Sonor kanan = kiri • Sonor kanan = kiri Auskultasi • Suara nafas dasar vesikuler kanan = kiri •Ronkhi (+)/(+).

Jantung :     Inspeksi : iktus cordis tidak terlihat Palpasi : iktus cordis teraba di ICS V LMCS Perkusi :  Batas atas sela iga II garis parasternal dextra  Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra  Batas jantung kiri sela iga IV garis midclavicula sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler. murmur (-). gallop (-) .

benjolan (-). Hepar.  Auskultasi : Bising usus (+) normal  Palpasi : Supel. sikatriks (-). lien dan ginjal tidak teraba pembesaran.  Perkusi : Timapani di seluruh kuadran abdomen .Abdomen :  Inspeksi : Rata. simetris.

CRT < 2” . kekuatan otot 5/5. Ekstremitas : Superior • Akral hangat. udem (-). udem (-). sianosis (-). sianosis (-). kekuatan otot 5/5. CRT < 2” Inferior • Akral hangat.

000 / uL 70-200 141 . HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG  Laboratorium (13/8/2013) Hasil Pemeriksaan 14.000 / uL Pemeriksaan Hemoglobin Hematokrit Jumlah Leukpasienit Jumlah Trombpasienit GDS 257.000 /uL 150.100/ uL Nilai Normal 14-18 g/dL 40-50 % 5000-10.D.6 % 6.000-350.1 g/dL 40.

 Pemeriksaan Radiologi (13/8/2013) Thorak foto Kesan: Paru dan jantung tampak normal .

 . batuk kadang-kadang mengeluarkan dahak kental berwarna putih. RESUME Sejak 1 hari SMRS pasien merasa sesak napas.E. dirasakan terus menerus.  Sesak nafas pernah dirasakan oleh penderita pertama kali satu bulan sebelum masuk rumah sakit. sesak napas dirasakan semakin berat ketika berjalan dan berkurang saat istirahat.  pasien juga mengeluh batuk yang sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.

pasien berhenti merokok 10 tahun yang lalu. pasien mengatakan ke tempat kerjanya sehari-hari naik sepeda tidak memakai masker dengan lalu lintas yang padat.  Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya ronkhi (+)/(+).Pasien seorang perokok aktif. pasien merokok sejak usia 18 tahun ± 3 batang perhari. wheezing (+)/(+) pada kedua lapang paru  .

F. DIAGNOSA BANDING  Penyakit Paru Obstruktif Kronik  CHF  Asma Bronkhial G. DIAGNOSIS KERJA  Penyakit Paru Obstruktif Kronik .

USULAN PEMERIKSAAN Spirometri  EKG  .H.

 TERAPI IVFD d 5% + Aminophilin drip 10 tpm  Nebulizer combivent  Nairet syr 3xc1  Dexamethason 3x1 J. PROGNOSIS Quo ad vitam  Quo ad functionam  : Dubia ad bonam : Dubia ad malam .I.

whezing +/+ Assesment PPOK Planning •IVFD D 5% + aminophilin drip 10 tpm •Nebulizer combivent •Nairet syr 3xc1 •Dexamethason 3x1 . FOLLOW UP Tanggal 13/08/13 Subjective •Sesak nafas •batuk kering Objective Kesadaran : CM TD : 120/80 mmHg N: 80 x/i R : 23 x/i T : 36.5 oC Ronki +/+.K.

4 oC Ronki +/+. whezing +/+ Assesment PPOK Planning •IVFD D 5% + aminophilin drip 10 tpm •Nebulizer combivent •Nairet syr 3xc1 •Dexamethason 3x1 •Flumuicil 2x1 tab •Levofloxacin 500mg 1x1 .Tanggal 14/08/13 Subjective •Sesak nafas •batuk kering Objective Kesadaran : CM TD : 110/80 mmHg N : 72 x/i R : 23 x/i T : 36.

Tanggal 15/08/13 Subjective •Sesak nafas •batuk kering Objective Kesadaran : CM TD : 120/90 mmHg N : 84 x/i R : 23 x/i T : 36 oC Ronki +/+. whezing +/+ Asessment PPOK Planning •IVFD D 5% + aminophilin drip 10 tpm •Nebulizer combivent •Nairet syr 3xc1 •Dexamethason 3x1 •Flumuicil 2x1 tab •Levofloxacin 500mg 1x1 .

Tanggal 16/08/13 Subjective batuk kering Objective Kesadaran : CM TD: 110/70 mmHg N : 80 x/i R : 23 x/i T : 36 oC Ronki +/+ Asessment PPOK Planning •Nairet syr 3xc1 •Flumuicil 2x1 tab •Levofloxacin 500mg 1x1 .

TINJAUAN PUSTAKA PPOK .

bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang beracun/berbahaya. .DEFINISI  Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel.

3. 6. 2.FAKTOR RISIKO 1. Asap rokok Polusi udara Stres oksidatif Gen Tumbuh kembang paru Sosial ekonomi . 4. 5.

2003) .PATOGENESIS Patogenesis PPOK (dikutip dari PDPI.

terengah-engah Hilang timbul dan mungkin tidak berdahak Setiap batuk kronik berdahak dapat mengindikasikan PPOK Asap rokok. sukar bernafas. . asap dapur  Pertimbangkan PPOK dan lakukan uji spirometri. jika salah satu indikator ini ada pada individu di atas usia 40 tahun. bahan kimia di tempat kerja. debu.DIAGNOSIS Gejala Sesak Keterangan     Progresif (sesak bertambah berat seiring bertambahnya waktu) Bertambah berat dengan aktivitas Persisten (menetap sepanjang hari) Pasien mengeluh berupa “perlu usaha untuk bernafas”  Batuk Kronik Batuk kronik berdahak Riwayat terpajan faktor risiko Berat.

GAMBARAN KLINIS Anamnesis  Riwayat merokok atau bekas perokok  Riwayat terpajan zat iritan di tempat kerja  Riwayat penyakit emfisema pada keluarga  Terdapat faktor predisposisi pada masa bayi/anak. lingkungan asap rokok dan polusi udara  Batuk berulang dengan atau tanpa dahak  Sesak dengan atau tanpa bunyi mengi . misal BBLR. infeksi saluran napas berulang.

Pemeriksaan Fisis  PPOK dini umumnya tidak ada kelainan  Inspeksi        Pursed-lips breathing (mulut setengah terkatup/mencucu) Barrel Chest (diameter antero-posterior dan transversal sebanding) Penggunaan otot bantu napas Hipertrofi otot bantu napas Pelebaran sela iga Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis di leher dan edema tungkai Penampilan pink puffer atau blue bloater .

hepar terdorong ke bawah  Perkusi   Auskultasi Suara napas vesikuler normal atau melemah  Terdapat ronki atau mengi pada waktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa  Ekspirasi memanjang  Bunyi jantung terdengar jauh  . sela iga melebar Pada emfisema hipersonor dan batas jantung mengecil. Palpasi  Pada emfisema fremitus melemah. letak diafragma rendah.

pasien kurus. kulit kemerahan dan pernapasan pursed-lips breathing Khas pada bronkitis kronik. Sikap bernapas dengan mulut mencucu dan ekspirasi yang memanjang. pasien gemuk sianosis. Sikap ini sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan retensi CO2 yang terjadi pada gagal napas kronik. Pink Puffer  Khas pada emfisema. sianosis sentral dan perifer.  Blue Bloater   Pursed-lips breathing  . edema tungkai dan ronki basah di basal paru.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Spirometri  Uji Bronkodilator  Laboratorium Darah  Radiologi  .

Penurunan aktivitas. Pada derajat ini kualitas hidup pasien memburuk dan jika eksaserbasi dapat mengancam jiwa VEP1/KVP < 70% VEP1 < 30% prediksi atau VEP1 < 50% prediksi disertai gagal napas kronik . Derajat III : PPOK berat Gejala sesak lebih berat.KLASIFIKASI Derajat Klinis Gejala Klinis Faal Paru Normal (batuk. rasa lelah dan VEP1/KVP < 70% serangan eksaserbasi semakin sering dan berdampak pada 30% < VEP < 50% prediksi kualitas hidup pasien Derajat IV : PPOK sangat berat Gejala di atas ditambah tanda-tanda gagal napas atau gagal jantung kanan dan ketrgantungan oksigen. Pada derajat ini 50% < VEP1 < 80 % prediksi biasanya pasien mulai memeriksakan kesehatannya. produksi sputum) Derajat I : PPOK ringan Gejala batuk kronik dan produksi sputum ada tetapi tidak VEP1/KVP < 70% sering. Pada derajta ini pasien sering tidak menyadari faal VEP1 ≥ 80% prediksi paru mulai menurun Derajat II : PPOK sedang Gejala sesak mulai dirasakan saat aktivitas dan kadang VEP1/KVP < 70% ditemukan gejala batuk dan produksi sputum.

pajanan kerja Dipertimbangkan pemberian vaksinansi influenza Tambahkan bronkodilator kerja pendek (bila diperlukan)   Berikan pengobatan rutin dengan satu atau lebih bronkodilator kerja lama Tambahkan rehabilitasi fisis  Tambahkan inhalasi glukokortikosteroid jika terjadi eksaserbasi berulang-ulang  Tambahkan pemberian oksigen jangka panjang jika terjadi gagal napas kronik  Lakukan operasi bila diperlukan .PENATALAKSANAAN SECARA UMUM DERAJAT I VEP1/KVP < 70% DERAJAT II VEP1/KVP < 70% DERAJAT III VEP1/KVP ≤ 70% DERAJAT IV VEP1/KVP < 70 % VEP1 ≥ 80% prediksi    50% < VEP1 < 8% prediksi 30% ≤ VEP1 ≤ 50% prediksi VEP1 < 30% prediksi Hindari faktor risiko : Berhenti merokok.

PROGNOSIS  Bila sudah terdapat hipoksemia.  . prognosis biasanya kurang memuaskan dan mortalitas pada 2 ½ tahun kurang lebih 50%.

KOMPLIKASI  Gagal napas   Gagal napas kronik Gagal napas akut pada gagal napas kronik Infeksi berulang  Kor pulmonale  .

TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful