Anda di halaman 1dari 51

PEMANFAATAN HASIL LITBANGYASA BPPT DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN

Dr. Tatang A. Taufik Deputi Kepala BPPT Bidang PKT BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

APEC UNTHINKABLE WEEK 2013


Sosialisasi Kebijakan Perniagaan dan Kewirausahaan Nasional FORUM PATENT PROMOTOR

Bali, 3 Oktober 2013

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDEKATAN PENGUATAN SISTEM INOVASI

BEBERAPA CONTOH IMPLEMENTASI OLEH BPPT

PENUTUP

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDEKATAN PENGUATAN SISTEM INOVASI

BEBERAPA CONTOH IMPLEMENTASI OLEH BPPT

PENUTUP

PERAN DAN LAYANAN TEKNOLOGI BPPT


PERAN
Pengkajian dan Penerapan Teknologi

PELAYANAN TEKNOLOGI
1. Rekomendasi
2. Advokasi 3. Alih Teknologi 4. Konsultansi 5. MSTQ 6. Jasa Operasi

VALUE PROPOSITIONS
Kesejahteraan, Kemandirian, Peradaban Tech State of the Art

Intermediasi

Technology
Clearing House Pengkajian Audit Teknologi

Daya Saing

7. Percontohan (Pilot Project) 8. Pilot Plant 9. Prototype 10. Survey 11. Rujukan Teknis (Technical Reference) 12. Audit Teknologi 13. PPBT

Bidang Prioritas BPPT :

Solusi Teknologi

Kemandirian

1. Tekn. Pangan 2. Tekn. Kesehatan & Obat 3. Tekn. Energi 4. Tekn. Kebumian & Lngkungan 5. Tekn. Kebencanaan (Disaster Early Warning & Mitigation Technology) 6. Tekn. Material Maju 7. TIK 8. Tekn. Transportasi 9. Tekn. Hankam 10.Tekn. Manufaktur 11.Sistem Inovasi

Catatan : PPBT : Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

INDIKASI KONTRIBUSI PENGETAHUAN/TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI:


PERTUMBUHAN TFP PROVINSI (RATA-RATA 2001-2008) DI 6 KORIDOR EKONOMI

TFP : Total Factor Productivity Sumber : Hasil Perhitungan BPPT, 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TFP DI SETIAP KORIDOR EKONOMI DAN INDONESIA


RATA-RATA 2002-2010:

MENUJU PEMBANGUNAN INDONESIA BERBASIS PENGETAHUAN 2025


UU No. 17/2007 (RPJPN) & Perpres 32/2011 (MP3EI)

INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR Negara Maju & Kekuatan 12 Besar Dunia
EKONOMI BERBASIS PENGETAHUAN MASYARAKAT BERBASIS PENGETAHUAN

PENGUATAN SISTEM INOVASI


Isu-isu Kontekstual
Kecenderungan dan Tantangan Universal Globalisasi Kemajuan Iptek, Inovasi

Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Faktor-faktor Lokalitas

Lingkungan Nasional Lingkungan Regional Lingkungan Global

TANTANGAN : PEMBANGUNAN BERBASIS PENGETAHUAN


Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa

Knowledge Economy Daya Saing dan Kohesi Sosial; Kebutuhan Dasar; Kedaulatan

Knowledge Society

POTENSI EKONOMI

1. 2. 3. 4.

SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil Infrastruktur komunikasi yang dinamis Sistem inovasi yang efektif Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung

MELALUI KORIDOR EKONOMI

KONEKTIVITAS NASIONAL

MP3EI

KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL

1. 2. 3. 4. 5.

Sistem informasi dan komunikasi Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi Sistem inovasi yang efektif Modal sosial Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat 6. Rejim kebijakan yang kondusif

Sistem Inovasi

Kecenderungan dan Tantangan Universal Globalisasi Kemajuan Iptek, Inovasi

Isu-isu Kontekstual
Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Faktor-faktor Lokalitas

PENGUATAN SISTEM INOVASI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN

Mewujudkan tujuan pembangunan semakin memerlukan pembangunan (nasional & daerah) yang lebih cerdas & bijaksana berbasis pengetahuan (knowledge-based development ~ knowledge-based economy & knowledgebased society) Perkembangan inovasi terobosan signifikan bagi percepatan dan perluasan pembangunan Proses dinamis & berkelanjutan : IPTEKIN ~ perkembangan inovasi, difusi & pembelajaran Penguatan sistemis & sistematis IPTEKIN : Penguatan Sistem Inovasi (PSI) Tujuan PSI : mendukung pembangunan yang progresif & berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

ARAH PROGRAM BPPT Meningkatkan kontribusi teknologi dan inovasi hijau/bersih (green/clean technology & innovation) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (green/sustainable development); Kerangka : Penguatan sistem inovasi (PSI) dengan tujuan utama mendukung pembangunan yang progresif & berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan; Orientasi PSI : memperkuat daya dukung & jejaring IPTEKIN untuk
1. peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar & kepentingan publik; 2. peningkatan daya saing & penguatan kohesi sosial; serta 3. penguatan kemandirian Bangsa & NKRI.

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDEKATAN PENGUATAN SISTEM INOVASI

BEBERAPA CONTOH IMPLEMENTASI OLEH BPPT

PENUTUP

BERAGAM INOVASI, KESALINGTERKAITAN & EFEK RIAK PENGUATAN

PEMBELAJARAN

DIFUSI

INOVASI

ORIENTASI PENGUATAN SISTEM INOVASI DALAM PEMBANGUNAN (NASIONAL & DAERAH)

Kebutuhan Dasar & Perlindungan Masyarakat


(Basic Needs, Protection/ Security - Public Interests)

Penguatan Sistem Inovasi


Untuk percepatan pembangunan (nasional & daerah) yang lebih berbasis pengetahuan/ teknologi pertumbuhan tinggi & berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan

Daya Saing & Kohesi Sosial


(Enabling & Strengthening : Nilai Tambah - Produktivitas)

Kepentingan Kedaulatan Negara (Sovereignity Kemandirian, Hankam)

KERANGKA STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

Visi & Misi Pembangunan Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai Perkembangan Global

Elemen Penguatan Sistem

Flagship Programs

AGENDA POKOK PENGUATAN SISTEM INOVASI DI INDONESIA


1 6 2

Kerangka Kebijakan Inovasi : Heksagon


5 4 3

1. Mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis. 2. Memperkuat kelembagaan dan daya dukung iptek/litbangyasa dan mengembangkan kemampuan absorpsi oleh industri, khususnya UKM. 3. Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, praktik baik/terbaik dan/atau hasil litbangyasa serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi. 4. Mendorong budaya inovasi. 5. Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri nasional dan daerah. 6. Penyelarasan dengan perkembangan global.

INISIATIF (PRAKARSA) STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

1.

2. 3. 4. 5.

Penguatan Sistem Inovasi Daerah : sebagai wahana untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkembangan kreativitas-keinovasian di tingkat daerah, di mana penguatan sistem inovasi daerah merupakan bagian integral dari penguatan sistem inovasi nasional. Pengembangan Klaster Industri : sebagai wahana untuk mengembangkan potensi kolektif terbaik kewilayahan dan meningkatkan daya saing industrial. Pengembangan Jaringan Inovasi : sebagai wahana membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor utama, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran. Pengembangan Teknoprener : sebagai wahana modernisasi bisnis/ekonomi & sosial, serta mengembangkan budaya inovasi. Penguatan Pilai-pilar Tematik SI : sebagai wahana memperbaiki elemen-elemen penguatan sistem yang bersifat tematik dan kontekstual.

MEKANISME TRANSAKSI (PELAYANAN TEKNOLOGI & DIFUSI) 1. Jual-beli konvensional (termasuk misalnya jasa sewa penggunaan fasilitas, jasa pengujian yang telah baku, dan sebagainya). 2. Jual-beli dengan value added fee (termasuk misalnya kombinasi pemanfaatan fasilitas dan keahlian/expertise tertentu; penyediaan faktor produksi yang memiliki keunggulan). 3. Lisensi. 4. Kontrak kerjasama:
Sharing pembiayaan (dan/atau sumber daya lain) untuk kolaborasi litbangyasa Waivers & Elections: Waivers: pemerintah (pemberi biaya) menyerahkan haknya atas aset intelektual yang diperoleh kepada pihak pengguna secara luas. Elections: pemerintah (pemberi biaya) menyerahkan haknya atas aset intelektual yang diperoleh kepada pihak pengguna tertentu yang dinilai berhak menurut peraturan perundangan yang berlaku, seperti misalnya organisasi pemerintah lain atau organisasi nirlaba. Kontrak litbangyasa independen ataupun sponsored R&D agreement. Turn-key project, BOT, dan sejenisnya. Marketing and Distribution Agreement.

MEKANISME TRANSAKSI (PELAYANAN TEKNOLOGI & DIFUSI) (lanjutan)

5. Pengembangan perusahaan baru (start-up company) dengan:


Lisensi. Joint venture atau equity transactions yang melibatkan lembaga penyedia teknologi. Spin-off unit atau personil lembaga penyedia teknologi. Penyediaan fasilitas inkubator teknologi/bisnis.

6. Material Transfer Agreements. 7. Kombinasi sebagian atau seluruhnya.

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDEKATAN PENGUATAN SISTEM INOVASI

BEBERAPA CONTOH IMPLEMENTASI OLEH BPPT

PENUTUP

CONTOH PENGUATAN SISTEM INOVASI DI DAERAH OTONOM

Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai Perkembangan Global

CONTOH PENGUATAN SISTEM INOVASI DI DAERAH OTONOM : Penguatan Sistem Inovasi Kota Pekalongan
Penguatan SID Jaringan Inovasi

Pengembangan Teknoprener Klaster Industri Batik

CONTOH PENGEMBANGAN JARINGAN INOVASI : TEKNOPOLITAN PELALAWAN - RIAU


Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

Peta Illustrasi Pengembangan Pola Ruang Teknopolitan Pelalawan.

Industri
Perkantoran Pengelola

Sport Center
Research & Devt

Pendidikan Tinggi

Main Gate Teknopolitan Perumahan Pekerja Jasa & Komersial

KERANGKA STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

Visi & Misi Pembangunan Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai Perkembangan Global

INOVASI & MODERNISASI SUMBER PERKEMBANGAN EKONOMI


Perbaikan Bisnis yang Ada (Existing)
Keterkaitan
Pengetahuan & Kompetensi

Faktor keunggulan lokalitas Pembelajaran, termasuk


Litbangyasa

Siklus yang Makin Menguat (Dari vicious cycle menjadi virtuous cycle)
Penyediaan pengetahuan/ teknologi

PI UMKM

Rantai Nilai Inovasi & Difusi


Interaksi & Keterkaitan

Daya Saing yang Lebih Tinggi

Rantai Nilai Produksi


ROI yang Lebih Tinggi

Investasi untuk Inovasi

Investasi Dari Luar

Pengembangan Bisnis Baru


PJPB (BDSP) : Penyedia Jasa Pengembangan Bisnis (Business Development Service Provider) Inkubator : Inkubator bisnis berbasis teknologi

Investasi (&
perdagangan)

Ke Luar

HUBUNGAN ANTARA BPPT DENGAN PUSAT INOVASI UMKM (PI UMKM)


Pusat Inovasi memiliki suatu fungsi antarmuka yang bisa dibentuk dari: Peningkatan lembaga yang telah ada (mis. Litbangyasa, perguruan tinggi, dll.); dan/atau Pembentukan organisasi yang baru.
PI UMKM PI UMKM PI UMKM Pemda setempat Lembaga Terkait Center of Excellence (Competence)

Entitas Lain

BPPT & Mitra


PI UMKM PI UMKM UMKM PI UMKM PI UMKM PI UMKM

Lembaga Litbangyasa

SI : Sistem Inovasi KI : Klaster Industri

Stakeholders Kunci

Lembaga Pembiayaan

PUSAT INOVASI

PUSAT INOVASI (PI) adalah suatu organisasi atau unit organisasi yang berfungsi sebagai simpul, hub atau gateway dari jaringan kemitraan yang memberikan jasa layanan terpadu untuk menumbuhkembangkan UMKM inovatif. sebagai salah satu ujung tombak aktivitas litbangyasa yang bermuara pada dampak ekonomi, sosial & budaya (inovasi & kewirausahaan, difusi & pembelajaran)

Bentuk : 1. PI-UMKM BDSP (Penyedia Jasa Pengembangan Bisnis) UMKM Inovatif 2. PI-UMKM Inkubator Teknoprener Baru/Pemula (UMKM Inovatif Baru/Pemula)

PELAYANAN MINIMUM SEBAGAI PI PI (PI UMKM) wajib memberikan layanan terpadu di bidang : 1. Jasa Layanan Berbasis Teknologi/Pengetahuan (mis. : desain, prototyping, pengujian, inkubasi bisnis berbasis teknologi, pengembangan bisnis, dsb.) 2. Pengembangan SDM UMKM. 3. Intermediasi/Jejaring Bisnis UMKM. 4. Fasilitasi Akses Pembiayaan.
Catatan : 1 & 2 : pelayanan teknis dari kompetensi inti PI UMKM 3 & 4 : peran intermediasi/fasilitasi PI UMKM

MEMBANGUN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY)


4 Iayanan

+++

PI Rp +

UKM atau Calon


UKM Inovatif

APBN/D, CSR, Lisensi, BH, dsb...

PENGEMBANGAN TEKNOPRENER DI PERGURUAN TINGGI: PERGESERAN PERAN PERGURUAN TINGGI

Pengembangan Iptek

KNOWLEDGE POOL

Solusi Pembangunan

Pengembangan SDM

PERCONTOHAN 1. Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT 2. FAKULTAS TEKNIK UNS ~ Kurikulum Teknoprener & Pusat Inovasi 3. Beberapa PI berbentuk Inkubator Bisnis & BDSP di Perguruan Tinggi dan Daerah Otonom:
Koridor Ekonomi (KE) Sumatera : Kab. Pelalawan Riau; KE Jawa : Kota Cimahi Jabar; Kota Pekalongan Jateng; KE Kalimantan : Kab. Kapuas Hulu Kalbar; KE Bali-NT : Kab. Bangli Bali.

4. Gerakan Nasional : GIN (GERBANG INDAH NUSANTARA)


Jaringan GIN Daerah Otonom Relawan Indonesia Berinovasi

PENGEMBANGAN 1 : AMEDIC

Products : Neonatal Care Medical Fridge Hospital Furniture Disposal Medical Clinic in Container Engineering Design service in equipment customization

PENGEMBANGAN 2 : SALAM BERKAH SEJAHTERA, PT.

KERANGKA STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

Visi & Misi Pembangunan Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai Perkembangan Global

PENDAFTARAN HKI OLEH BPPT


18 16 14 12 13 17 18 16

12
10 8 6 4 2 0 2 2 7

9 6

10

10

9 6 4

PATEN

DESAIN
HAK CIPTA MEREK

4 2 1 11 1999 2000 2001 2002 2003

6 4 3

11 2004 2005 2006 2007

22

2010

1996

1997

1998

2008

2009

2011

Paten = 143; Desain = 18; Hak Cipta = 10; Merek = 9


Per : 14 Desember 2012
36

2012

HKI BPPT TERLINDUNGI


20 18 16 14 12 14 10 7 3 4 1 1 PATEN DESAIN HAK CIPTA MEREK 20

17

10
8 6 4 2 0

2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

{Paten = 72; Desain Industri = 12; Hak Cipta = 4; Merek = 5}


Per : 14 Desember 2012 37

CONTOH TEKNOLOGI AGROINDUSTRI DAN BIOTEKNOLOGI


Pemanfaatan mikroorganisme untuk menyuburkan lahan serta pengendalian hama dan penyakit

Akumulasi penggunaan pupuk kimia menyebabkan kerusakan lahan sehingga penggunaan pupuk menjadi semakin boros. Pestisida kimia juga menimbulkan cemaran lahan.
Mikroba penambat nitrogen, pengurai fosfat dan pengurai sampah organik dapat digunakan untuk biofertilizer. Mikroba penghasil enzim yang toksin bagi hama dapat digunakan sebagai biopestisida. Mikroba pengurai organochlorin dapat digunakan untuk meremediasi lahan tercemar pestisida kimia. Mikroba dalam rumen dikembangkan untuk probiotik.

Biodecomposer, Organic fertilizer, Biofertilizer, Bioremediant, Biopesticide, Biocontrol and Probiotics.

38

CONTOH TEKNOLOGI KESEHATAN


TEKNOLOGI PRODUKSI EKSTRAK TERSTANDAR
Kerjasama antara KEMENKES BPPT PT. INDOFARMA
BPPT telah melakukan kegiatan teknologi produksi ekstrak terstandar untuk 5 jenis tanaman obat pada skala pilot. *Kemenkes BPPT - PT. Indofarma dalam rangka mendorong program nasional pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT), Saintifikasi Jamu dan berkembangnya industri ekstrak nasional. Sambiloto Pegagan Temu lawak Jahe merah

Kencur

* Implementasi triple helix ABG : BPPT Indofarma Kementerian Kesehatan

Merupakan pencapaian misi BPPT : 1. perekayasaan teknologi untuk peningkatan daya saing industri 2. perekayasaan teknologi untuk peningkatan pelayanan publik instansi pemerintah

CONTOH TEKNOLOGI ENERGI BERSIH


PLTP 3 MW KAMOJANG (PTKKE)

Pilot Plant telah dibangun (Fabrikasi, kontruksi & instalasi). Individual test seluruh komponen dan steam flushing perpipaan & separator/demister Persiapan Pengujian dan Sistem Instrumentasi/Kontrol dalam tahap akhir penyelesaian.

DEMO PLANT SMART MICROGRID SI P. SUMBA UNTUK INTEGRASI ENERGI TERBARUKAN Demo Plant telah dibangun, dioperasikan, dan diresmikan oleh Menristek RI pada 2 Mei 2012 Diadopsi PT. PLN untuk peningkatan kapasitas dan kehandalan pembangkit Energi Terbarukan di dalam sistem kelistrikan
SISTEM MICROGRID PULAU SUMBA

SISTEM PV

SISTEM KENDALI (EMS)

40

CONTOH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


PERISALAH (PTIK)

Transformasi Perisalah ke Cloud

Demo Perisalah oleh Meneg BUMN

CONTOH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PEMILU ELEKTRONIK

CONTOH TEKNOLOGI MANUFAKTUR: REVITALISASI INDUSTRI PUPUK NASIONAL Program Pupuk SRF (Pupuk Berimbang)
Inovasi & Pengembangan teknologi produksi
Selesainya pilot project 10.000 tpy Optimasi proses dan peralatan Integrasi SRF dan pupuk mineral Mitra : PT. Pupuk Kujang Cikampek

Industrialisasi dan Advokasi

Kerjasama PT.Pupuk Kaltim Pendampingan Teknis Pendirian Pabrik PKT-V

Forum Team Kerja Industrialisasi (Dalam rangka mendapatkan SNI dan rekomendasi pupuk SRF) Kemenperind Kementan Asosiasi Pupuk Nasional Industri pupuk Sosialisasi Internasional : Negara D8
PENDAMPINGAN KUALITAS PERALATAN & DESAIN CRITICAL EQUIPMENT PADA UREA PLANT PABRIK PUPUK PKT -V
PERAN DESIGN INSTITUTE DALAM MEMBERI SOLUSI TERHADAP PENINGKATAN TKDN

Kerjasama dg Bantaeng Pabrik SRF Skala 10.000 TPY

Pabrik Pupuk PKT-V


43

CONTOH TEKNOLOGI PERTAHANAN DAN KEAMANAN


PUNA WULUNG BPPT AKAN MASUK JAJARAN SQUADRON TNI AU
Tahun 2012 merupakan sejarah bagi kegiatan pengembangan teknologi PUNA BPPT dengan mulai beralihnya proses pengembangan Puna dari teknologi development ke pemanfaatan hasil teknologi. Demo flight di Halim Perdana Kusumah pada tanggal 11 Oktober 2012 berhasil sukses diikuti dengan keputusan Menhan agar PUNA-BPPT segera digunakan untuk memperkuat skuadron PTTA TNI AU di Kalimantan. Bapak Presiden RI mendengarkan penjelasan tentang Puna Wulung (Saat setelah demo flight )

44

CONTOH TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Bencana Kebakaran, Banjir, dan Kekeringandi Riau, Sumsel, Kalteng, Jabar, Jakarta, Soroako Mitra: BNPB, Pemda, TNI AU, TNI AD, PLN, Jasa Tirta PNBP: Rp 15, 6 miliar

Pemasangan Tsunameter Kabel di Pameungpeuk, Jabar

45

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDEKATAN PENGUATAN SISTEM INOVASI

BEBERAPA CONTOH IMPLEMENTASI OLEH BPPT

PENUTUP

BEBERAPA ISU POTENSIAL KEBIJAKAN


1. Keterbatasan media yang mendukung formasi kemitraan IPTEKIN. 2. Perbedaan/kesenjangan karakteristik spesifik para pihak (aktor) kemitraan IPTEKIN. a. Perbedaan/kesenjangan budaya. Budaya peneliti/perekayasa di perguruan tinggi (lembaga litbangyasa) yang umumnya lebih mengedepankan pertimbangan akademis dan kepentingan umum biasanya menjadi penghambat dalam berhubungan dengan pelaku dari kalangan bisnis yang lebih mengutamakan segi kepraktisan dan kemanfaatan nyata bagi bisnis, serta kerahasiaan bisnisnya untuk dapat bersaing. b. Perbedaan/kesenjangan manajemen. Demikian halnya gaya manajemen yang lebih mengikuti hirarki birokrasi sering tidak sejalan dengan manajemen bisnis yang memerlukan pola pengambilan keputusan yang serba cepat. c. Perbedaan/kesenjangan orientasi dan prioritas tujuan organisasi. Perbedaan orientasi dan prioritas tujuan masing-masing pihak yang bermitra juga sering menjadi penghambat efektifitas dan kelancaran dalam praktik kemitraan IPTEKIN. 3. Keterbatasan yang terkait dengan cara pandang (mindset), sikap, perilaku, dan kemampuan pelaku. 4. Keterbatasan sumber daya.

BEBERAPA ISU POTENSIAL KEBIJAKAN (lanjutan)


5. Keterbatasan investasi bagi aktivitas inovatif dalam pasar. 6. Kelemahan insentif: a. Lemahnya insentif dalam sistem inovasi nasional bagi para pihak, yang berkaitan dengan banyak faktor seperti misalnya kultur dalam masyarakat yang kurang saling percaya, kondisi pasar, regulasi (misalnya perpajakan) dan lainnya, yang akhirnya turut mempengaruhi kurang/belum berkembangnya perilaku sosial bagi kemajuan inovasi yang diharapkan, termasuk kehendak berkolaborasi antara industri dan perguruan tinggi atau lembaga litbangyasa. b. Insentif organisasi/kelembagaan pelaku. Struktur pengakuan/penghargaan di masing-masing (atau salah satu) pihak yang bermitra sering kurang/tidak memberikan insentif yang efektif bagi pengakuan/penghargaan dan/atau imbalan atas keberhasilan kemitraan IPTEKIN. 7. Hak kepemilikan (proprietary rights). 8. Eksternalitas positif dari kemitraan IPTEKIN yang berkembang.

INOVASI SEMAKIN PENTING DALAM PENCIPTAAN/PENINGKATAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED)


Ukuran Kesejahteraan yang diciptakan oleh entitas bisnis (perusahaan)
Nilai lain Keuntungan Depresiasi Nilai Tambah (Value Added) Nilai Output (Produk Barang dan/atau Jasa) Pajak Bunga

Penjualan (Sales)

Biaya Tenaga Kerja Biaya Kemitraan Biaya-biaya: Pembelian Biaya lain

Catatan : lihat model BSC

Aset Tangible (mis. Kapital Tetap)

Aset Intangible (mis. Knowledge, Kapasitas Inovasi)

Semakin Penting

TETAPI . . . : TANTANGAN TERKAIT ASET INTELEKTUAL (HKI) DI LEMBAGA PEMERINTAH DAN/ATAU SDM IPTEKIN BERSTATUS PNS

1. Kepemilikan 2. Kelembagaan & Mekanisme Anggaran - Model bisnis ~ termasuk pelinsesian & royalty fee 3. Apresiasi bagi inventor (aktor IPTEKIN) : a. reward/insentif, b. pengakuan (acknowledgement), dsb. 4. Pembiayaan & pemeliharaan HKI 5. Aksesibiltas, afordabilitas & outreach difusi hasil litbangyasa, termasuk HKI kadaluarsa.

Gerakan Membangun Sistem Inovasi, Daya Saing dan Kohesi Sosial di seluruh Wilayah Nusantara

Salam Inovasi Indonesia

Terima Kasih
DB PKT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung II BPPT, Lt 13 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-316 9441 Fax. (021)-319 24127 Gedung Pusat Inovasi & Bisnis Teknologi BPPT Kawasan PUSPIPTEK Tangerang Selatan Telp. (021)-7579 1349 Fax. (021)-7579 1348 http://www.bppt.go.id http://portal.gin.web.id