Anda di halaman 1dari 80

CONTOH IMPLEMENTASI PENGUATAN SISTEM INOVASI DI BEBERAPA KABUPATEN/KOTA

Dr. Tatang A. Taufik Deputi Kepala BPPT Bidang PKT BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Workshop DRN - DRD Penguatan Sumberdaya , Kelembagaan , dan Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Untuk Peningkatan Daya Saing dan Kemandirian Bangsa Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, 4 Desember 2013

OUTLINE

PENDAHULUAN

BEBERAPA CONTOH

CATATAN PENUTUP

OUTLINE

PENDAHULUAN

BEBERAPA CONTOH

CATATAN PENUTUP

APA ITU PENGUATAN SISTEM INOVASI

Sistem inovasi : suatu kesatuan (lembaga, SDM, infra & suprastrukur, jejaring, proses/interaksi) yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi, difusi, dan proses pembelajaran Penguatan sistem inovasi : membenahi sistem (holistik, serentak, isu-isu sistemik) secara bersistem : a. Dari perspektif kebijakan, langkah perbaikan perlu diarahkan untuk membenahi isu-isu kelemahan atau kegagalan sistemik (systemic failures); b. Strategi kebijakan perlu dikembangkan sebagai suatu kesatuan kerangka kebijakan inovasi/KKI (innovation policy framework).

FUNGSI UTAMA SISTEM INOVASI


1. Menguasai, mengembangkan dan meningkatkan pendayagunaan IPTEKIN (termasuk aktivitas penelitian, pengembangan dan perekayasaan/litbangyasa). 2. Memandu arah bagi para penyedia dan pengguna serta pemangku kepentingan IPTEKIN lainnya, agar semakin mampu mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya secara sinergis. 3. Memperkuat/mengembangkan pasokan sumber daya, yaitu modal/kapital, kompetensi dan sumber daya lainnya. 4. Memfasilitasi penciptaan/pengembangan eksternalitas yang positif. 5. Memfasilitasi formasi dan pengembangan pasar.

MENGKAJI ISU SISTEMIK SISTEM INOVASI : CONTOH MENGENALI ISU KEBIJAKAN Smith (2000) :
1. 2. 3. 4. Technology (vendor) locked-in Kelembagaan Infrastruktur Transisi.

Edquist (2001) :
1. 2. 3. 4. Fungsi-fungsi Organisasi/lembaga Kelembagaan/kebijakan Interaksi atau keterkaitan antar elemen.

Arnold dan Boekholt (2002) :


1. 2. 3. 4. Kapabilitas Lembaga Jaringan Framework.

ISU POKOK KEBIJAKAN INOVASI


Isu Kebijakan 2 serta Absopsi oleh Industri
Kelembagaan & Daya Dukung Iptek

Interaksi & Pelayanan

Fokus & Keterpaduan Rantai Nilai

Permintaan (Demand)
Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara)

Sistem Politik Pemerintahan Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT

Sistem Pendidikan dan Litbangyasa


Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah

Sistem Industri
Perusahaan Besar

Intermediaries
Lembaga Litbangyasa Brokers

UKM Matang/ Mapan

Global

PPBT Supra- dan Infrastruktur Khusus


HKI dan Informasi

Standar dan Norma

Dukungan Inovasi dan Bisnis

Perbankan Modal Ventura

Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota

Kebijakan Ekonomi Kebijakan ekonomi makro Kebijakan moneter Kebijakan fiskal Kebijakan pajak Kebijakan perdagangan Kebijakan persaingan Kebijakan Keuangan Kebijakan Promosi & Investasi Kebijakan Pendidikan Infrastruktur Umum/ Dasar SDA dan Lingkungan Budaya Sikap dan nilai Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan Mobilitas dan interaksi

Kebijakan Industri/ Sektoral

Isu Kebijakan

Lingkungan / Kerangka Umum

4 Budaya Inovasi

Keselarasan dengan Tantangan Global

ISU SISTEMIK YANG PERLU DIBENAHI : KATA KUNCI


1 6 2

Kerangka Kebijakan Inovasi : Heksagon


5 4 3

1. IKLIM/LINGKUNGAN (bagi inovasi dan bisnis). 2. PENYEDIA (SUPPLY) & PENGGUNA (DEMAND). 3. KETERKAITAN/INTERAKSI, JARINGAN, PELAYANAN. 4. BUDAYA KREATIF-INOVATIF. 5. FOKUS - KETERPADUAN, KOORDINASI KOHERENSI. 6. DINAMIKA GLOBAL.

PENTINGNYA KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI


RPJMN 2010-2014, 4.3.2 : Arah Pembangunan Iptek 2010 2014 : Kunci keberhasilan implementasi penguatan sistem inovasi di suatu negara adalah koherensi kebijakan inovasi dalam dimensi antarsektor dan lintas sektor; intertemporal (antarwaktu); dan nasional-daerah (interteritorial), daerah-daerah, dan internasional. Dalam perspektif hubungan nasional-daerah, koherensi kebijakan inovasi dalam penguatan SIN di Indonesia perlu dibangun melalui kerangka kebijakan inovasi (innovation policy framework) yang sejalan, dengan sasaran dan milestones terukur, serta komitmen sumberdaya yang memadai baik pada tataran pembangunan nasional maupun daerah sebagai platform bersama. Yang ditegaskan adalah Arah Kebijakan Iptek .

STRATEGI MULTIDIMENSI PSI


1. LOKALITAS TERITORIAL ~ keragaman daerah, kewilayahan, keruangan, geografis, sosio kultural, sistem pemerintahan ekosistem daerah bagi perkembangan kreativitas-keinovasian di daerah 2. INDUSTRIAL ~ keragaman & karakteristik industri daya saing industrial & industri berpotensi unggul 3. PENGETAHUAN ~ jaringan inovasi (hubungan, kemitraan, dinamika interaksi) dinamika perkembangan, aliran & pemanfaatan pengetahuan 4. AKTOR INOVASI ~ teknoprener penguatan bisnis inovatif & modernisasi/revitalisasi bisnis (ekonomi) 5. KONTEKS KHUSUS pilar-pilar tematik spesifik yang relevan (kontekstual) & urgen.

KERANGKA STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

Visi & Misi Pembangunan Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai Perkembangan Global

Elemen Penguatan Sistem

Flagship Programs

OUTLINE

PENDAHULUAN

BEBERAPA CONTOH

CATATAN PENUTUP

MITRA DAERAH KERJASAMA : Kabupaten/Kota


Kontinental Kepulauan Khusus: Perbatasan

Khusus: Tertinggal

2 1 9

11

6
5 7 8 10

KE SUMATERA : 1.Kab. Pelalawan 2.Kab. Kep. Anambas 3.Kota Pagaralam

KE JAWA : 4. Kota Tangsel 5. Kota Cimahi 6. Kota Pekalongan 7. Kab. Banyumas 8. Kab. Ngawi

KE KALIMANTAN : 9. Kab. Kapuas Hulu

KE BALI-NT : 10. Kab. Bangli

KE SULAWESI : 11. Kab. Bantaeng

Keseluruhan kerjasama dengan daerah otonom 90

KORIDOR EKONOMI SUMATERA : KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU

VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN PELALAWAN


VISI PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG : TERWUJUDNYA KABUPATEN PELALAWAN YANG MAJU DAN SEJAHTERA MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN YANG DIDUKUNG OLEH PERTANIAN YANG UNGGUL DAN INDUSTRI YANG TANGGUH DALAM MASYARAKAT YANG BERADAB, BERIMAN, BERTAQWA DAN BERBUDAYA MELAYU TAHUN 2030

VISI 2011-2016 : PEMBAHARUAN MENUJU KEMANDIRIAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT KABUPATEN PELALAWAN

PRAKARSA PELALAWAN ~ P20/20


Input

2%
Investasi

Mencapai 2% rasio Litbang/PDRB (GERD/GDP)

5
Proses
Program Prioritas Daerah

Penguatan sistem inovasi daerah Pengembangan klaster industri unggulan daerah Pengembangan jaringan inovasi Pengembangan teknoprener Pengembangan pilar-pilar tematik

6
Kerangka Kebijakan Inovasi

Mengembangkan iklim yang kondusif bagi inovasi dan bisnis Memperkuat kelembagaan dan daya dukung iIPTEKIN dan mengembangkan kemampuan absorpsi oleh industri, khususnya UKM Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi Mendorong budaya inovasi Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi Penyelarasan dengan perkembangan global

Kinerja

Menjadi salah satu dari 20 kabupaten paling kompetitif di Indonesia tahun 2020

CONTOH PILAR PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH

Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

PENYELARASAN PSI DALAM KERANGKA RPJMD Mempertimbangkan Permendagri No. 54/2010


MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN

DAMPAK

MISI 7 Penguatan Sistem Inovasi

STRATEGI

PRAKARSA STRATEGIS (5)

OUTCOME

KEBIJAKAN UMUM

KKI HEKSAGON (6)

OUTPUT

Penambahan Misi Baru


Misi 7 : Memperkuat sistem inovasi untuk mendukung percepatan kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing daerah

PROGRAM

KEGIATAN

MATRIKS PROGRAM & KEGIATAN SKPD

OUTPUT KEGIATAN INPUT

CONTOH PSID KABUPATEN PELALAWAN


Revisi RPJPD Revisi dokumen RPJMD dan RPJPD serta penyusunan roadmap PSI : penambahan misi pembangunan dalam RPJMD (PSI sebagai misi baru ~ Misi 7 : Memperkuat sistem inovasi untuk mendukung percepatan kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing daerah) Penataan perijinan Perencanaan Ruang Publik Kreatif AKNP (mahasiswanya memperoleh bea siswa dari perusahaan swasta di daerah) Introduksi SMK incorporated Partisipasi Relawan Indonesia Berinovasi Pelalawan Kerjasama antardaerah (dengan daerah sekitar) Kerjasama internasional. Catatan : Pemkab Pelalawan dinilai sebagai salah satu nominee dari 25 pemerintah daerah yang inovatif (IGA 2013 Kemendagri).

CONTOH PILAR PENGEMBANGAN KLASTER INDUTSRI UNGGULAN DAERAH

Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

POLICY/ TECHNICAL ASSISTANCE DALAM PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH: Klaster Industri Sawit di Kab.Pelalawan
Pendampingan pengembangan klaster industri sawit di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau bertujuan untuk mendukung program hilirisasi industri sawit. Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan: (i) inisiasi dan prakarsa pengembangan dengan pemerintah Kabupaten Pelalawan, (ii) penyusunan kerangka dan agenda pengembangan, (iii) perumusan strategi dan implikasi kebijakan, (iv) pemantauan dan evaluasi

Output yang telah dihasilkan hingga tahun 2013 adalah : (i) rumusan kebijakan pengembangan klaster industri kelapa sawit (masukan untuk revisi RPJMD, RPJPD), (ii) membentuk komite/ pokja Klaster Industri Kelapa Sawit, (iii) prakarsa awal difusi teknologi integrasi ternak sapi di lahan sawit (kerjasama dengan Kedeputian Teknologi Agroindustri & Bioteknologi BPPT), (iv) identifikasi peningkatan kemampuan teknologi petani sawit tentang sistem integrasi ternak sapi di lahan sawit, antara lain penguasaan teknologi pakan, pupuk organic cair/ padat, pengemasan, biogas.

ATRAKSI SURFING PROFESIONAL DI WISATA BONO

POLICY/TECHNICAL ASSISTANCE DALAM PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH : Klaster Industri Pariwisata Bono di Pelalawan-Riau
BPPT melakukan pendampingan pengembangan klaster industri Pariwisata Bono di Kab. Pelalawan

Pada pemetaan awal teridentifikasi beberapa pelaku usaha


pariwisata meliputi: travel agent, transportasi air dan darat, penginapan dan homestay, serta pengrajin cendera mata. .

Pada pengembangan klaster industri telah diupayakan kolaborasi dan sinergi


program baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain dengan Kemenparekraf.

Pendampingan telah mencapai tahap Inisiatif Awal/ Prakarsa Pengembangan


dan Penyusunan Agenda Pengembangan

CONTOH PENGEMBANGAN JARINGAN INOVASI : TEKNOPOLITAN PELALAWAN - RIAU


Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

CONTOH PJI KABUPATEN PELALAWAN : TEKNOPOLITAN PELALAWAN Masterplan Teknopolitan Pelalawan Kajian lingkungan hidup strategis Ijin prinsip penggunaan lahan kawasan (Menhut) KPI Potensial MP3EI Penyelarasan RTRW Kelembagaan pengelola kawasan Prototipe animasi kawasan Masterplan STTP Penyiapan SDM STTP (beasiswa di UTM) Pendaftaran 3 paten oleh tim pengajar STTP Penyiapan perencanaan zoning code/regulation (2014) Sosialisasi teknopolitan & telecenter Inisiasi portal PSI Pelalawan Kerjasama internasional pengembangan teknopolitan.

CONTOH JARINGAN INOVASI : TEKNOPOLITAN PELALAWAN


KABUPATEN PELALAWAN - PROVINSI RIAU

Area of 3,754 ha.


Industries Offices

Sport Center
Research & Devt

University Main Gate Housing

Services & Commercials

New smart & green city

Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (STTP)

CONTOH PENGEMBANGAN TEKNOPRENER PELALAWAN

Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

CONTOH PRAKARSA PUSAT INOVASI


Pengembangan 16 (2009) & 19 (2010) PI-UMKM yang berfungsi sebagai simpul dari jaringan kemitraan yang memberikan jasa layanan sebagai lembaga intermediasi untuk menumbuhkembangkan UMKM inovatif. Advisory /konsultansi, memberikan bantuan & pendampingan daerah mitra. Sebagian besar tidak berkelanjutan ~ ekosistem tidak mendukung. Penyesuaian pola pendekatan.
Center of Excellence (Competence)
Lembaga Terkait

PI PI
BPPT & Mitra

PI
Pemda setempat

Entitas Lain

PI PI PI

PI
UMKM
Lembaga Litbangyasa

PI

Stakeholders Kunci

Lembaga Pembiayaan

PERAN PUSAT INOVASI DALAM MODERNISASI & MEMBANGUN KEUNGGULAN (DAYA SAING) BISNIS DAN INDUSTRI/EKONOMI
Produk
(Barang dan/atau Jasa) SDM Kompetensi Spesialisasi

Pusat Inovasi

Bisnis/Organisasi ~ Mikro

Himpunan SDM & Entitas Organisasi Hubungan - Jaringan - Interaksi Kolaborasi - Sinergi

SISTEM INOVASI - KLASTER INDUSTRI ~ Meso

Faktor Lokalitas & Konteks Global DAERAH/NEGARA ~ SISTEM INOVASI ~ Makro

CONTOH PENGEMBANGAN TEKNOPRENER PELALAWAN


Pembentukan tim pengelola Pusat Inovasi (Inkubator Bisnis) Capacity building tim pengelola inkubator setempat Talent scouting : Technopreneurship camp Penyiapan Pusat Inovasi di Teknopolitan Skema insentif pembiayaan untuk tahun 2014 sudah dialokasikan.

Pelalawan

TECHNOPRENEURSHIP CAMP

Menko Ekonomi

UNS Serang

Ka BPPT di PUSPIPTEK Kapuas Hulu

Total peserta : 2013 : 789 orang 2011 - 2013 : 2097

Proses inkubasi : Pelalawan : 10 Kaphul : 5 Pekalongan : 5 Bangli : 15 BIT : 3 ( 1 Cimahi; 1 Bandung)

Pelalawan

CONTOH PENGEMBANGAN PILAR TEMATIK PELALAWAN

Visi & Misi Pembangunan Daerah Tema Besar

Kerangka Kebijakan Inovasi


Kerangka Umum

Tema Inisiatif Strategis

SID

Klaster Jaringan Teknoprener Pilar-pilar Industri Inovasi Tematik

Kelembagaan, Daya Dukung, Kap. Absorpsi Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan Budaya Inovasi

Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai


Perkembangan Global

CONTOH PENGEMBANGAN PILAR TEMATIK PELALAWAN

Orientasi Green Innovation Development (GID) : TIK (EDevelopment), energi, transportasi, air bersih, lingkungan Kerjasama dengan PT Telkom Audit/evaluasi TIK Penyediaan energi listrik 15 MW (PLTMG Langgam Power) : meningkatkan elektrifikasi (dari elektrifikasi 21 % 38%), sekaligus mendorong penyediaan energi bersih dari pemanfaatan sumber daya lokal Penghematan oleh PLN Rp. 7 milyar/bulan. Bagaimana proses perjuangannya : baca KOMPAS, 24 November 2013.

KORIDOR EKONOMI JAWA : KOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH

PRESTASI KOTA PEKALONGAN 2013 KH Dewantara Award (Penerapan TIK untuk Pendidikan) Kemendikbud Kota Percontohan Penerapan e-Gov Berbasis Teknologi Open Source Kemenristek Rekor Dunia MURI, Kategori Pemda Terbanyak Mengembangkan dan Memanfaatkan Aplikasi OSS Yayasan MURI Juara I Nasional Pos Layanan Teknologi (Posyantek) Kemendagri & Kemenristek Salah satu nominee Pemda Inovatif IGA Award 2013.

PENYELARASAN PSI DALAM KERANGKA RPJMD Mempertimbangkan Permendagri No. 54/2010


MISI 1 TUJUAN 1 SASARAN INDIKATOR

TUJUAN X

SASARAN

DAMPAK

Penguatan Sistem Inovasi

STRATEGI

PRAKARSA STRATEGIS (5)

OUTCOME

KEBIJAKAN UMUM

KKI HEKSAGON (6)

OUTPUT

Penambahan Tujuan Baru


Tujuan 3 : Meningkatkan potensi ekonomi daerah berbasis sistem inovasi

PROGRAM

KEGIATAN

MATRIKS PROGRAM & KEGIATAN SKPD

OUTPUT KEGIATAN INPUT

CONTOH PENGUATAN SISTEM INOVASI DI DAERAH OTONOM : Penguatan Sistem Inovasi Kota Pekalongan
Penguatan SID Jaringan Inovasi (Teknopolitan Batik)

Pengembangan Teknoprener Klaster Industri Batik Pusat Inovasi (BICC)

PSI Kota Pekalongan: Capaian Pilar PSID


Review RPJPD, Naskah Akademik dan Rancangan Perda Perubahan RPJPD. DPRD agendakan Konsultasi Publik Revisi RPJPD (10/12/2013). Penyusunan Rekomendasi perbaikan Perijinan Bisnis dan Investasi Kota Pekalongan.

Revisi/Perubahan RPJMD telah di-Perdakan (Perda Kota Pekalongan No. 1 Tahun 2013). Adopsi PSI dengan menambah Tujuan dari Misi-1, dengan arah kebijakan 6 KKI dan strategi 5 Pilar.

konsep Ruang publik kreatif (creativecultural centres) Kota Pekalongan dan Rencana Pengembangan

PSI Kota Pekalongan: Capaian Pilar PSID


Diskusi Relawan Muda Berinovasi Kota Pekalongan (19/09/2013)

GERBANG INDAH NUSANTARA


WORKSHOP RELAWAN & DEKLARASI 2013 DI PEKALONGAN

PSI Kota Pekalongan: Capaian Pilar PSID


Forum Kerjasama Pusat-Daerah: Workshop Praktik Baik Kebijakan Inovatif di Daerah Otonom (20/09/2013)

Menko bidang Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan), Walikota Pekalongan Basyir Ahmad (kiri), meresmikan Web Gerbang Indah Nusantara (GIN) atau gerakan membangun sistem inovasi daya saing dan kohesi sosial di seluruh wilayah Nusantara (20/09/2013)

Menko bidang Perekonomian Hatta Rajasa (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Workshop Praktik Baik Kebijakan Inovatif di Daerah di Pekalongan (20/9).

POLICY/TECHNICAL ASSISTANCE DALAM PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH : Klaster Industri Batik di Kota Pekalongan
Pendampingan pengembangan klaster industri di Kota Pekalongan dilakukan pada Industri Batik. Teridentifikasi sekitar 630an pelaku usaha batik dengan melibatkan 10.000 tenaga (pengrajin, pengusaha).

Kapasitas produksi per tahun 910.524 ton per tahun. Agenda utama yang telah dirumuskan untuk pengembangan
klaster adalah : (1) Mempertahankan batik sebagai warisan budaya (90% menggunakan bahan alami), (2) ) Menumbuhkan jumlah pelaku usaha batik, (3) Menjadikan batik sebagai pengungkit perekonomian wilayah dan berwawasan lingkungan

Lembaga-pendukung yang terlibat berkolaborasi dan bersinergi program


dalam kegiatan ini baik langsung maupun tidak langsung antara lain: Museum Batik, Balai Batik, Dishubparbud, BAPPEDA, KLH, FEDEP, Kop Batik, Trading House, Unikal

Pendampingan telah mencapai tahap Inisiatif Awal/ Prakarsa


Pengembangan dan Penyusunan Agenda Pengembangan

Tahun 2014 akan dilakukan kerjasama riset pengembangan pewarna


alami untuk produksi batik dengan TAB-BPPT, Unikal

CAPAIAN JARINGAN INOVASI KOTA PEKALONGAN 1. Teknopolitan Batik Kota Pekalongan : penataan ulang fungsifungsi kawasan kota menuju kota kreatif / smart & green city. 2. Konsep Teknopolitan Batik Kota Pekalongan telah disepakati, dengan ikon Batik Innovation & Cultural Center (BICC), yang akan dipusatkan di Kawasan Jatayu. 3. Rekomendasi kebutuhan teknologi pada industri inti batik sudah dianalisis. 4. Telah dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas manajemen pengetahuan dan TIK pada industri inti batik. 5. Rekomendasi implementasi open method of coordination (OMC)/metode koordinasi terbuka (MKT). 6. Rekomendasi strategi peningkatan penggunaan pewarna alami pada produk batik Kota Pekalongan. 7. Prototipe animasi Kawasan Teknopolitan Batik.

PUSAT INOVASI (BICC) : SINERGI MASTERPLAN GOR JATAYU (DINAS PARIWISATA) DENGAN KONSEP TEKNOPOLITAN BATIK

PENGEMBANGAN TEKNOPRENER KOTA PEKALONGAN

Pusat Inovasi Inkubator (Dinsosnakertrans) sudah mulai berjalan Skema insentif pembiayaan dari Pemkot sudah tersedia Gedung PI Inkubator sudah tersedia Seleksi Tenant untuk 2013 telah terlaksana Pusat Inovasi BDSP dalam tahap persiapan di bawah Disperindagkop UKM Workshop calon pengelola PI BDSP sudah terlaksana BIT dan PI Inkubator Pekalongan melakukan inkubasi tenant bersama untuk produk mesin pelorot malam batik yang sudah sampai uji produksi dan penjajagan pendaftaran paten.

CAPAIAN E-GOV 2013 : REKOR MURI IMPLEMENTASI OSS


Total aplikasi : 18 buah Telah mendapatkan rekor MURI (02/10/2013) untuk implementasi OSS terbanyak level pemerintah daerah, yang terdiri atas aplikasi:
SIM RAL - Perencanaan, Akuntansi & Keuangan SIM RENJA - Rencana Kerja SIM LEPPK - Laporan Evaluasi, Program & Kegiatan SIM RS - Rumah Sakit SIM PUS - Puskesmas SIM Gaji PNS SIM PDPKM-RASKIN - Pengembangan Database Pemantauan Kemasyarakatan-Pembagian Raskin SIM PEG - Pegawai SIM E-SURAT ONLINE - Pengelolaan Surat SIM SISKUM - Hukum & Perundang-undangan SIM DALMENTEL - Monitoring Pengendalian Menara Tekkom SIM Monitoring Jaringan BATIK-NET SIM PADU - Pelayanan Perijinan Terpadu SIM DOKUM - Dokumen SIM E-FGD - Focused Group Disscussion DIGILIB - Digital Library SERUNI -Rujukan Online SIM PATDA - Pendapatan Daerah

OUTLINE

PENDAHULUAN

BEBERAPA CONTOH

CATATAN PENUTUP

INDIKASI KHAS DAERAH YANG MEMPEROLEH DUKUNGAN KEMITRAAN TINGGI DAN BANTUAN TEKNIS INTENSIF

Komitmen tinggi Kepala Daerah Tim birokrasi daerah yang mendukung Penyesuaian agenda PSI dalam dokumen formal perencanaan daerah (RPJMD; dan RPJPD untuk daerah tertentu) Local champions, semangat & kesungguhan tim setempat untuk membawa perubahan signifikan Kelengkapan agenda aksi elemen KKI dalam kelima pilar PSI Partisipasi masyarakat setempat relatif tinggi Leadership . . . leadership . . . leadership.

MEMBANGUN BUDAYA INOVASI


I. Strategi jangka panjang : sistem pendidikan dan pelatihan (pembelajaran) II. Strategi jangka pendek menengah :
1. Kembangkan ekosistem yang mendukung 2. Ciptakan kisah-kisah sukses
a. Mendorong kelompok-kelompok masyarakat (mis. usia muda, perempuan, dsb.) b. Memperkuat modal sosial berkreasi-berinovasi dalam kelompokkelompok penting/berpengaruh c. Memotivasi dan mengembangkan panduan d. Mulai dari hal-hal (yang seolah nampak) kecil, tetapi dapat menjadi titik masuk mengubah kebiasaan menjadi sikap dan tindakan yang terbuka terhadap hal-hal baru dan tindakan-tindakan pembaruan

3. 4. 5. 6.

Contohkan dari diri, lingkungan & lembaga sendiri Role model (model panutan). Insentif Apresiasi.

USULAN
1. Perbaikan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan IPTEKIN. 2. PSI atau pengembangan, penguasaan, dan pendayagunaan IPTEKIN secara bersistem menjadi URUSAN PEMERINTAH (termasuk urusan Pemerintah Daerah). 3. Affirmative actions untuk peningkatan investasi IPTEKIN :
a. Anggaran pemerintah (APBN/APBD) b. Dana non pemerintah, termasuk CSR c. Pemerintah yang pro-produk IPTEKIN nasional dan pro-bisnis inovatif nasional (terutama untuk menembus barrier to entry).

4. Peningkatan intensitas agenda IPTEKIN :


a. Daerah-daerah otonom di 6 (enam) koridor ekonomi, khususnya di luar Jawa b. Kelompok usia muda c. Kelompok perempuan d. Reverse brain drain SDM IPTEKIN.

PSI : MEMBAWA PEMBANGUNAN DAERAH YANG PROGRESIF & BERKUALITAS, INKLUSIF, DAN BERKELANJUTAN

. . . dalam keselarasan kita maju . . .

Penguatan IPTEKIN Sistem Untuk Inovasi Semua

Gerakan Membangun Sistem Inovasi, Daya Saing dan Kohesi Sosial di seluruh Wilayah Nusantara

Salam Inovasi Indonesia

Terima Kasih
DB PKT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung II BPPT, Lt 13 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-316 9441 Fax. (021)-319 24127 Gedung Pusat Inovasi & Bisnis Teknologi BPPT Kawasan PUSPIPTEK Tangerang Selatan Telp. (021)-7579 1349 Fax. (021)-7579 1348 http://www.bppt.go.id http://portal.gin.web.id

BAHAN E-FILE DAN TAUTAN (LINKS)


Portal BPPT http://www.bppt.go.id Portal GIN http://portal.gin.web.id Blog Pribadi http://tatang-taufik.blogspot.id http://sistem-inovasi.blogspot.id http://klaster-industri.blogspot.id Bahan di Scribd http://www.scribd.com/profiles/show/2109230tatang-taufik?from_badge_profile_btn=1 Bahan di Slideshare http://www.slideshare.net/tatang.taufik Media Sosial :
Halaman https://www.facebook.com/pages/Gerbang-IndahNusantara/130807376983575 Group https://www.facebook.com/groups/268855611500/

Video http://www.youtube.com/user/GINBPPT

MENUJU PEMBANGUNAN INDONESIA BERBASIS PENGETAHUAN 2025


UU No. 17/2007 (RPJPN) & Perpres 32/2011 (MP3EI)

INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR Negara Maju & Kekuatan 12 Besar Dunia
EKONOMI BERBASIS PENGETAHUAN MASYARAKAT BERBASIS PENGETAHUAN

PENGUATAN SISTEM INOVASI


Isu-isu Kontekstual
Kecenderungan dan Tantangan Universal Globalisasi Kemajuan Iptek, Inovasi

Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Faktor-faktor Lokalitas

Lingkungan Nasional Lingkungan Regional Lingkungan Global

TANTANGAN : PEMBANGUNAN BERBASIS PENGETAHUAN


Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa

Knowledge Economy

Knowledge Society

Daya Saing dan Kohesi Sosial; Kebutuhan Dasar; Kedaulatan

POTENSI EKONOMI

1. 2. 3. 4.

SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil Infrastruktur komunikasi yang dinamis Sistem inovasi yang efektif Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung

MELALUI KORIDOR EKONOMI

KONEKTIVITAS NASIONAL

MP3EI

KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL

1. 2. 3. 4. 5.

Sistem informasi dan komunikasi Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi Sistem inovasi yang efektif Modal sosial Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat 6. Rejim kebijakan yang kondusif

Sistem Inovasi

Kecenderungan dan Tantangan Universal Globalisasi Kemajuan Iptek, Inovasi

Isu-isu Kontekstual
Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Faktor-faktor Lokalitas

PENGUATAN SISTEM INOVASI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN

Mewujudkan tujuan pembangunan semakin memerlukan pembangunan (nasional & daerah) yang lebih cerdas & bijaksana berbasis pengetahuan (knowledge-based development ~ knowledge-based economy & knowledgebased society) Kelemahan sistemis (systemic failures) ~ ekosistem BPPT berpartisipasi dalam penguatan sistemis & sistematis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi (IPTEKIN) : Penguatan Sistem Inovasi (PSI) perkembangan inovasi, difusi & pembelajaran

Tujuan PSI : mendukung pembangunan yang progresif & berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

ARAH PROGRAM IPTEKIN Memperkuat basis IPTEKIN dan meningkatkan kontribusi IPTEKIN hijau/bersih (green/clean technology & innovation) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (green/sustainable development); Orientasi PSI : memperkuat daya dukung & jejaring IPTEKIN untuk 1. peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar & kepentingan publik; 2. peningkatan daya saing & penguatan kohesi sosial; serta 3. penguatan kemandirian Bangsa & NKRI.

ORIENTASI PENGUATAN SISTEM INOVASI DALAM PEMBANGUNAN (NASIONAL & DAERAH)

Kebutuhan Dasar & Perlindungan Masyarakat


(Basic Needs, Protection/ Security - Public Interests)

Penguatan Sistem Inovasi


Untuk percepatan pembangunan (nasional & daerah) yang lebih berbasis pengetahuan/ teknologi pertumbuhan tinggi & berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan

Daya Saing & Kohesi Sosial


(Enabling & Strengthening : Nilai Tambah - Produktivitas)

Kepentingan Kedaulatan Negara (Sovereignity Kemandirian)

PERAN DAN LAYANAN TEKNOLOGI BPPT


PERAN
Pengkajian dan Penerapan Teknologi

PELAYANAN TEKNOLOGI
1. Rekomendasi

VALUE PROPOSITIONS
Kesejahteraan, Kemandirian, Peradaban Tech State of the Art

Intermediasi

2. Advokasi
3. Alih Teknologi 4. Konsultansi 5. MSTQ 6. Jasa Operasi

Technology
Clearing House Pengkajian Audit Teknologi

Daya Saing

7. Percontohan (Pilot Project) 8. Pilot Plant 9. Prototype 10. Survey 11. Rujukan Teknis (Technical Reference) 12. Audit Teknologi 13. PPBT

Bidang Prioritas BPPT :

Solusi Teknologi

Kemandirian

1. Tekn. Pangan 2. Tekn. Kesehatan & Obat 3. Tekn. Energi 4. Tekn. Kebumian & Lngkungan 5. Tekn. Kebencanaan (Disaster Early Warning & Mitigation Technology) 6. Tekn. Material Maju 7. TIK 8. Tekn. Transportasi 9. Tekn. Hankam 10.Tekn. Manufaktur 11.Sistem Inovasi

Catatan : PPBT : Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

INDIKASI KONTRIBUSI PENGETAHUAN/TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI:


PERTUMBUHAN TFP PROVINSI (RATA-RATA 2001-2008) DI 6 KORIDOR EKONOMI

TFP : Total Factor Productivity Sumber : Hasil Perhitungan BPPT, 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TFP DI SETIAP KORIDOR EKONOMI DAN INDONESIA


RATA-RATA 2002-2010:

BERAGAM INOVASI, KESALINGTERKAITAN & EFEK RIAK PENGUATAN

PEMBELAJARAN

DIFUSI

INOVASI

SUBSISTEM & KETERKAITAN MULTIDIMENSI SISTEM INOVASI


Sistem Inovasi Nasional
Klaster Industri 1 Klaster Industri 3

industrial cluster-wise Subnational Innovation System


Region-wise Sub-national Innovation System

SID

SID

Sektor I

Sector-wise Sub-national Innovation System Klaster Industri:

Daerah A

Daerah C

Sektor II

Klaster Industri 1-Z Klaster Industri 3-B Klaster Industri 2-C

Sektor III
SID : Sistem Inovasi Daerah.

Klaster Industri 1-A

DINAMIKA INTERAKSI TRIPLE HELIX SISTEM INOVASI


Pemerintah

Akademia

Industri

Pemerintah mendominasi lingkaran/spiral lainnya Koordinasi birokratis top-down Mentalitas proyek besar Industri: national champion Perguruan tinggi: terutama berperan sebagai lembaga pengajaran

Tri-literal network dan Organisasi Hybrid


Hubungan/interaksi antar kelembagaan dalam pusaran spiral sebagai proses transisi tanpa akhir dan dinamis

Perguruan tinggi : melaksanakan riset dasar dan penyediaan SDM


Industri : perusahaan terhubungkan oleh pasar Pemerintah : dibatasi pada penanggulangan kegagalan pasar

Pemerintah

Litbangyasa & PT

Akademia

Industri

Mentalitas individualistik Unit-unit antarmuka (interface) pada garis batas yang ketat.

Pemerintah

Bisnis

Sumber : Disesuaikan seperlunya dari Etzkowitz dan Leydesdorff (2000).

SIN, SID, KI, JI = PENDEKATAN SISTEM

Industri Terkait

Industri Pemasok

Industri Inti

Pembeli

Industri Pendukung

Lembaga pendukung

KEUNGGULAN (DAYA SAING)

Beragam definisi ~ perbedaan keberterimaan (acceptability) oleh berbagai kalangan (misalnya akademisi, praktisi, pembuat kebijakan). PORTER (1990): There is NO ACCEPTED DEFINITION OF COMPETITIVENESS. Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it. Pembedaan pada beragam tingkatan:
Perusahaan (mikro) : definisi yang paling jelas. Industri (meso) : walaupun beragam, umumnya dapat dipahami: pergeseran perspektif pendekatan sektoral pendekatan klaster industri. Ekonomi (makro) : dipandang sangat penting, walaupun masih sarat perdebatan dan kritik (latar belakang teori).
Kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya) Kemampuan suatu industri (agregasi perusahaan ~ sektoral klaster industri) menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dari industri pesaing asingnya Kemampuan/daya tarik (attractiveness); kemampuan membentuk/menawarkan lingkungan paling produktif bagi bisnis, menarik talented people, investasi, dan mobile factors lain, dsb.; dan Kinerja berkelanjutan.

Negara / Daerah

Mikro ~ Perusahaan Memiliki pengertian yang berbeda, tetapi saling berkaitan

Meso ~ Industri

Makro ~ Ekonomi Konteks Telaahan (Perbandingan) / Dimensi Teritorial / Spasial

Tingkatan Analisis / Dimensi Sektoral

Rujukan : a.l. Porter & McFetridge (1995)

MEMBANGUN KEUNGGULAN (DAYA SAING)


Produk
(Barang dan/atau Jasa) SDM Kompetensi Spesialisasi

Bisnis/Organisasi ~ Mikro

Himpunan SDM & Entitas Organisasi Hubungan - Jaringan - Interaksi Kolaborasi - Sinergi

SISTEM INOVASI - KLASTER INDUSTRI ~ Meso

Faktor Lokalitas & Konteks Global DAERAH/NEGARA ~ SISTEM INOVASI ~ Makro

INISIATIF (PRAKARSA) STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI

1.

2. 3. 4. 5.

Penguatan Sistem Inovasi Daerah : sebagai wahana untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkembangan kreativitas-keinovasian di tingkat daerah, di mana penguatan sistem inovasi daerah merupakan bagian integral dari penguatan sistem inovasi nasional. Pengembangan Klaster Industri : sebagai wahana untuk mengembangkan potensi kolektif terbaik kewilayahan dan meningkatkan daya saing industrial. Pengembangan Jaringan Inovasi : sebagai wahana membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor utama, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran. Pengembangan Teknoprener : sebagai wahana modernisasi bisnis/ekonomi & sosial, serta mengembangkan budaya inovasi. Penguatan Pilai-pilar Tematik SI : sebagai wahana memperbaiki elemen-elemen penguatan sistem yang bersifat tematik dan kontekstual.

PENTINGNYA KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI


RPJMN 2010-2014, 4.3.2 : Arah Pembangunan Iptek 2010 2014 : Kunci keberhasilan implementasi penguatan sistem inovasi di suatu negara adalah koherensi kebijakan inovasi dalam dimensi antarsektor dan lintas sektor; intertemporal (antarwaktu); dan nasional-daerah (interteritorial), daerah-daerah, dan internasional. Dalam perspektif hubungan nasional-daerah, koherensi kebijakan inovasi dalam penguatan SIN di Indonesia perlu dibangun melalui kerangka kebijakan inovasi (innovation policy framework) yang sejalan, dengan sasaran dan milestones terukur, serta komitmen sumberdaya yang memadai baik pada tataran pembangunan nasional maupun daerah sebagai platform bersama. Yang ditegaskan adalah Arah Kebijakan Iptek .

PENTINGNYA KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI


Kepmenristek RI No. 193/M/Kp/IV/2010 tentang Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2010 2014 : Kunci keberhasilan implementasi SINas di suatu negara adalah koherensi kebijakan inovasi dalam dimensi antarsektor dan lintas sektor; intertemporal (antar waktu); dan nasional-daerah (inter teritorial), daerah-daerah, dan internasional. Dalam perspektif hubungan nasional-daerah, koherensi kebijakan inovasi dalam penguatan SINas di Indonesia perlu dibangun melalui kerangka kebijakan inovasi (innovation policy framework) yang sejalan, dengan sasaran dan milestones terukur, serta komitmen sumberdaya yang memadai pada tataran nasional maupun daerah sebagai common platform. Yang ditegaskan adalah Arah Kebijakan Iptek .

AGENDA POKOK PENGUATAN SISTEM INOVASI DI INDONESIA


1 6 2

Kerangka Kebijakan Inovasi : Heksagon


5 4 3

1. Mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis. 2. Memperkuat dan daya dukung ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN)/atau penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbangyasa) serta kemampuan absorpsi industri, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 3. Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi. 4. Mendorong budaya inovasi. 5. Menumbuhkembangkan/ memperkuat keterpaduan (koherensi) pemajuan sistem inovasi di daerah. 6. Penyelarasan dengan perkembangan global.

ILUSTRASI KETERKAITAN PROGRAM DALAM KONTEKS PERCONTOHAN DI DAERAH

Pengembangan Teknoprener

Pengembangan Jaringan Inovasi

Pengembangan Klaster Industri Unggulan Daerah

Penguatan Sistem Inovasi Daerah & Pengembangan Tematik

KERANGKA GENERIK UNTUK MEMBANGUN KEMITRAAN


Penguatan Sistem Inovasi
Roadmap PSID; RINA RIDA; Sub-national RIS; International RIS Tekno-ekonomi; Mamin; Obat bahan alam; TIK/Elektronika; Barang modal; Alat angkut Teknometer; Teknopolitan; HR Mobility; Knowledge Management; NCE Kurikulum di Pendidikan Tinggi; Pusat Inovasi; Insentif pemerintah; Pendanaan inovasi;

Aktivitas pada Tataran Nasional

NA & RUU Sistem Pengkajian & Audit Teknologi; Climate Change; Biosecurity; Ren. Energy; Oceans; Biotech

Contoh

Kota/Daerah Cerdas --- Smart & Green Cities (Regions)

Aktivitas pada Tataran Daerah

Ekosistem Inovasi daerah; Region-to-region partnerships

Ekowisata; Industri kreatif; Sawit

Teknopolitan/ Technopark

Pusat Inovasi (mis., inkubator bisnis)

Green/Clean Tech.: E-Dev Air Infrastruktural (mis. Energi listrik)

Contoh

Penguatan Sistem Inovasi Daerah

Pilar-pilar Penguatan Sistem Inovasi (Flagship Programs)

Audit Teknologi & Pengembangan Tematik

Pengembangan Jaringan Inovasi

Pengembangan Klaster Industri

Pengembangan Teknoprener

LAIN-LAIN

Industri Pemasok
Peralatan Pembatikan

Klaster Industri Batik (KIB) Kota Pekalongan


Industri Terkait

Aksesori garmen

Zat warna Sutera lokal Sulawesi, Garut, Jepara, pekalongan

Industri pariwisata

Industri kerajinan

Klaster industri perikanan dan kelautan

Industri makanan olahan

Pembeli Industri Inti


Industri kain batik cap dan tulis

Sutera roll China


Kapas Afrika, US, Prwkrta Wax Hongaria & Lokal ATBM

Industri Pendukung

Industri kain batik cap Pengolah limbah

Industri kain batik tulis Poltek batik Perusahaan kargo


Ind mesin jahit China

Lokal, nasional dan internasional

ATBM Pkl

Alat tenun China Perusahaan listrik Universitas Pekalongan

Jasa transportasi Kospin Jasa

Perusahaan Packaging Bank BUMN SMK Batik

Pasar Grosir Sentra Batik di Kota Pekalongan Jakarta, Surabaya, Semarang dll Mitra binaan BUMN BPEN

Museum Batik Kantor ketahanan pangan Balai Batik Yogya Kop. Batik (PPIP) Paguyuban pecinta batik

Lembaga Pendukung
FEDEP Kan Perindag PKL Din. Pertanian, peternakan dan kelautan (DPPK) Dit Bina Pasar Indag Trading House Dishubparbud HaKI Perindag

KLH BAPPEDA

KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT

POLICY/TECHNICAL ASSISTANCE DALAM PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH: Klaster Industri Animasi & Film di Cimahi
Pendampingan pengembangan klaster industri di Cimahi dilakukan pada Industri Animasi & Film. Pemetaan awal teridentifikasi sekitar 60an pelaku usaha animasi dan film sebagai industri inti, tergabung dalam komunitas Cimahi Creative Association.

Pemkot Cimahi menfasilitasi aktivitas bisnis komunitas ini di


gedung BITC Baros.

Agenda utama yang telah dirumuskan untuk pengembangan


klaster adalah : (1) penyediaan sarana produksi, (2) peningkatan kemampuan SDM yang mampu bersaing di pasar, (3) menumbuhkan jumlah pelaku usaha animasi & film.

Lembaga-pendukung yang terlibat berkolaborasi dan bersinergi program dalam


kegiatan ini baik langsung maupun tidak langsung antara lain: Kemenristek, Kemenperind, Kemenpora, Kemendiknas, Kemeninfo, ITB, Institut Kesenian Jakarta.

Pendampingan telah mencapai tahap Inisiatif Awal/ Prakarsa Pengembangan dan


Penyusunan Agenda Pengembangan

Rantai Nilai Klaster Industri Sari Raos Kab.Blitar

Hasil survei rantai nilai pada klaster industri pangan olahan Sari Raos Kab. Blitar teridentifikasi bahwa sebagai sebagian besar hasil produksi MOCAF (Modified Cassava Flour) dari klaster ini diekspor keluar daerah karena belum mampu dimanfaatkan oleh para pengrajin pangan olahan setempat.

Difasilitasi program insentif dari Kementerian Ristek, pada tahun 2012 telah dilakukan pelatihan kepada pada para pengrajin makanan di Kab. Blitar untuk mampu megolah MOCAF menjadi berbagai jenis makanan yang memiliki nilai ekonomis

POLICY/TECHNICAL ASSISTANCE DALAM PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH: Klaster Industri Minyak Atsiri, Produk Kelapa & Pangan di Kab.Blitar Klaster industri yang dikembangkan di Kab.Blitar: (1) Minyak Atsiri Java Atsiri menghasilkan produk minyak atsiri dari bahan baku lokal, seperti: cengkeh, nilam dan kenanga, (2) Produk Berbasis Kelapa Manggar Sari memproduksi produk-produk kreatif dari bahan baku pohon kelapa, (3) Pangan Olahan Berbahan Baku Lokal Sari Raos memproduksi pangan dari bahan baku tepung cassava premium/ Mocaf yang potensial sebagai substitusi gandum dan beras.

Pengembangan klaster di Kabupaten Blitar telah diawali sejak tahun 2009 melalui program Putri Kencana dari Pemkab Blitar. Saat ini pengembangan klaster telah mencapai tahap implementasi. Lembaga pendukung yang terlibat berkolaborasi dan bersinergi program dalam pengembangan klaster industri di daerah ini antara lain: Kementerian Ristek, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

CONTOH KLASTER INDUSTRI SARI RAOS MAKANAN BAHAN BAKU LOKAL KABUPATEN BLITAR

Kelompok Tani memproduksi chips ubikayu bahan baku tepung cassava premium/ MOCAF

Penepungan chips ubikayu di pabrik tepung cassava premium PT.CSS

Desain Logo dan Kemasan oleh Univ Negeri Malang untuk produk-produk Klaster Industri Sari Raos

Produk-produk Klaster Industri Sari Raos