Anda di halaman 1dari 57

I.

9 KERJA PARALEL
Untuk melayani beban listrik, untuk rumah
tangga, industri, dan pemerintahan, maka
biasanya generator dioperasikan secara paralel.
Kerja paralel adakalanya dilakukan antara
generator dengan catu daya jaringan listrik
(PLN).
Pengoperasian paralel dimaksudkan sebagai
upaya melaksanakan kontinuitas pelayanan.
Untuk memparalel dua catu daya, ada
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,
yakni:
LANJUT
1. Harga sesaat ggl ke dua generator harus sama
besarannya, dan bertentangan dalam arah. Atau
harga sesaat ggl generator harus sama dalam
besarannya dan bertentangan dalam arah dengan
harga efektif tegangan jala-jala.
2. Frekwensi kedua generator atau generator dengan
jala-jala harus sama.
3. Fasa kedua generator harus sama dan
bertentangan setiap saat.
4. Urutan fasa kedua generator harus sama.

Ketika dua catu daya yang diparalel teleh
benar-benar sinkron, maka besarnya tegangan
terminalnya akan tepat sama dan berlawanan
arah, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah
:
LANJUT
Gambar diagram fasor generator
terhubung paralel
Ea1
Ea2
1
2
u
o
Ea1
Is
ER
Ea2
1
2
u
o
Ea1
Is
ER
Ea2
(a)
(b)
(c)
Gambar (a) memperlihatkan ggl
E
a1
=E
a2
, sehingga resultan gglnya
sama dengan nol, sehingga tidak
ada aliran arus sirkulasi
Jika generator ke 2 mengalami
perubahan kecepatan, maka E
a2

akan jatuh kembali (vektor
berputar berlawanan arah jarum
jam) sejauh o, seperti ditunjukkan
pagambar (b). Walaupun besar
gglnya sama besar, tetapi resultan
gglnya ER yang akan
menyebabkan mengalirnya arus
sinkronisasi yang besarnya :


s
R
s
Z
E
I =
LANJUT
Dimana Z
s
adalah impedansi sinkron kumparan fasa
kedua generator (atau dari satu generator, jika
dihubungkan ke jala-jala tak berhingga).
Arus Is terbelakang terhadap E
R
dengan sudut u,
dengan u = tan
-1
(X
s
/R
a
).
Arus Is membangkitkan arus pembangkitan pada
generator-1 dan arus motoring pada generator-2.
Arus sinkronisasi ini cenderung ( sebagai pembangkit)
dan mempercepat putaran generator-2 (sebagai motor),
agar keduanya kembali sinkron.
Dengan cara yang sama, jika E
a2
cenderung mendahului
fasanya sebesar o, maka Is menjadi arus pembangkit
untuk generator-2 yang cenderung untuk
memperlambat, dan menjadi arus motoring pada
generator-1, yang cenderung mempercepat.
LANJUT
Hingga setiap kecenderungan
keluar dari keadaan sinkron
akan menyebabkan timbulnya
arus sinkronisasi yang juga
menghasilkan kopel sinkron,
agar dengan cepat keadaan
dapat kembali keadaan
sinkron.
Arus Is akan meningkatkan
arus beban pada saat
generator dibebani.
Adapun penurunan rumus
daya sinkron, dapat dijelaskan
pada diagram fasor daya
sinkronisasi

u
o
E
s
Is Ia
I
a
x
R
a
I
a

X
s
I
a

Z
s
Ea
Ea
0
o
V
Gbr diagram fasor penurunan
daya sinkronisasi
LANJUT
Dari gbr fasor penurunan daya sinkron dapat diperoleh arus beban
( ) ( ) | | | |
( ) ( )
(

=
=
Z Z =
Z
Z Z
=

=
u u o u u o
u u u o u o
u u o
u
o
sin
Zs
V
sin
Zs
Ea
j cos
Zs
V
cos
Zs
Ea
I
sin j cos
Zs
V
sin j cos
Zs
Ea
I
Zs
V
Zs
Ea
Zs
V Ea
Zs
V Ea
I
0
0
Besarnya daya sinkron diberikan:
( ) | | fasa per cos V cos Ea
Zs
Ea
P o u u =
Untuk beberapa alasan, sudut o berubah menjadi (o o), karena V
dijaga konstan, akibat perubahan o, penambahan ggl, yaitu E
s
=
2.E
a
sin(o/2) akan dihasilkan, yang akan mempengaruhi besarnya
arus sinkron:

LANJUT
Daya internalnya menjadi;
( ) | | o o u u + = cos V cos E
Z
E
' P
a
s
a
( ) | |
( ) ( )
(

+ + + =
+ = =
o u
o
o u o
o o u u
cos sin sin sin
Z
V E
P
cos V cos E
Z
E
' P P P
s
a
s
a
s
a
s
2
2
2
Perbedaan antara P dan P memberikan daya sinkronisasi.
Pada kasus sinkronisasi generator kondisi tanpa beban tegangan
rel (busbar) konstan, untuk operasi normal, Ea sama dengan V (Ea
berimpit dengan V, sehingga o=0), maka sin(u+o)=sin u.
( ) ( )
(

+ = u
o
u o cos sin sin sin
Z
V
P
s
s
2
2
2
2
LANJUT
Untuk keberhasilan operasi paralel, semua pembangkit harus
mempunyai frekwensi sama besar.
Jika penggerak mula pada generator tidak dapat menjaga kecepatan
rotasi yang tetap, operasi sinkron dari sejumlah generator tidak
mungkin tercapai.
Jadi generator-generator tersebut tidak dapat menjaga kondisi
sinkron, maka secarta otomatis akan timbul torsi sinkronisasi. Torsi
ini akan menimbulkan keadaan osilasi atau ayunan (swing).
Setiap generator sinkron mempunyai periode waktu natural dari
osilasi beban.
Banyak penyebab terjadinya ayunan fasa pada generator, diantara
terjadinya variasi beban.
Jika periode waktu osilasi ini berimpit dengan perioda waktu natural
generator, maka amplitudo osilasi sangat besar, sehingga
mengayunkan mesin kelaur dari keadaan sinkron.
Waktu osilasi beban untuk generator tanpa kumparan peredam:
( ) ik det
T
t
1
2t =
LANJUT
Dengan T adalah kopel sinkronisasi generator sistem 3
fasa yang besarnya:
s
T T = 3
Dengan T
s
adalah kopel sinkronisasi generator yang
besarnya
s
s
s
N
P
T
t 2
=
LANJUT
Sebuah generator 3 fasa terhubung bintang
memiliki daya nominal 3.000 kVA, 6 kutup,
bekerja pada jala-jala tak hingga 6.000V,50Hz.
Tentukan daya dan kopel sinkron per satu
derajat mekanik perpindahannya.
1. Untuk keadaan tanpa beban dengan penguat
diseting sehingga memiliki tegangan 6.000V pada
rangkaian terbuka.
2. Untuk keadaan beban penuh pada faktor daya 0,8
terbelakang.
Dimana resistansi jangkar sebesar 0,01 pu dan
reaktansi sinkron 1,20 pu.
CONTOH
LANJUT
Penyelesaian
listrik mekanik , mekanik radian
P
0 0 0 0
3 1 3 1
2
6
2
= = = = o
Sudut torka
Generator 3 fasa terhubung Y S = 300kVA, f = 50 Hz. V
= 6.000V, p = 6 kutub, Ra = 0,01pu, dan Xs = 1,20pu
( )
( ) ( )
rpm
P
f
Ns
, ,
.
Xs dan , ,
.
Ra
;
S
V
Z
dasar
dasar L
dasar ph
1000
6
50 120 120
44 1 20 1
10 3
000 6
12 0 01 0
10 3
000 6
6
2
6
2
2
=

= =
O =

= O =

=
=

LANJUT
1. Daya sinkronisasi dan torka sinkronisasi kondisi tanpa
beban adalah
( ) ( )
( ) ( )
mekanik radian / f asa / W . P
, cos sin , sin sin
, ,
.
P
cos sin sin sin
Z
V
P
rad , atau
, atau rad ,
,
,
tan
Ra
Xs
tan
s
s
s
s

620 43
52 89
2
3
2 52 89 3
4 14 12 0
3
000 6
2
2
052 0 3
52 89 5625 1
12 0
4 14
0
0
2 0 0
2 2
2
2
2
0
0 1 1
=
(

+
+
|
|
.
|

\
|
=
(

+ =
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=

u
o
u o
o
u
LANJUT
Torka sinkronisasi kondisi tanpa beban adalah
( )
( ) mekanik radian / f asa / meter Newton , T
.
T
N
P
T
meter Newton
N
P
atau
N
P P
T
s
s
s
s
s
s
s
s
s
s
s
s
=

= =
54 416
1000 2
620 43 60
2
60
2
60
60
2
t
t
t
t
e
LANJUT
2. Daya dan torka sinkronisasi pada keadaan beban penuh faktor daya
terbelakang 0,8.
Tegangan yang dibangkitkan generator pada saat sinkronisasi adalah
( ) ( )
0
05 5 9 755 3
796 331 2 741 3 796 331 16 277 464 3
6 0 8 0 4 14 12 0 7 288 464 3
, , . E
, j , . , j , . E
, j , , j , , . Z I V E
s
s
s s
Z =
+ = + + =
+ + + = + =
Daya dan torka sinkronisasi pada keadaan beban penuh faktor daya
terbelakang 0,8.
( ) ( )
( ) ( )
W . P
, , cos sin , , sin sin
, ,
. , .
P
cos sin sin sin
Z
V E
P
s
s
s
a
s
068 47
05 5 52 89
2
3
2 05 5 52 89 3
4 14 12 0
464 3 9 755 3
2
2
0
0
2 0 0 0
2 2
2
=
(

+ + +
+

=
(

+ + + = o u
o
o u o
LANJUT
Torka sinkronisasi pada keadaan beban penuh faktor
daya terbelakang 0,8.
meter Newton ,
. P
T
s
s
s
=

= = 5 449
1000 2
068 47 60
t e
LANJUT
Sebuah generator 3 fasa terhubung bintang
memiliki daya nominal 4.000 kVA, 6 kutup,
bekerja pada jala-jala tak hingga 5.000V,50Hz.
Tentukan daya dan kopel sinkron per satu
derajat mekanik perpindahannya.
1. Untuk keadaan tanpa beban dengan
penguat diseting sehingga memiliki
tegangan 4.000V pada rangkaian terbuka.
2. Untuk keadaan beban penuh pada faktor
daya 0,8 terbelakang.
Dimana resistansi jangkar sebesar 0,02 pu dan
reaktansi sinkron 1,40 pu.
PRAKTEK
I.10. Prosedur Pelaksanaan Kerja Paralel
Dengan menganggap suatu generator akan diparalelkan
dengan generator lain yang telah lebih dulu beroperasi
atau dengan suatu jaringan listrik yangtelah dipasok oleh
beberapa generator yang dikelola oleh perusahaan
listrik.
Untuk menghubungkan perlu dilakukan suatu prosedur
yang tepat, agar proses memparalelkan generator dapat
berhasil dengan tepat dan baik.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
Mula-mula generator diputar oleh penggerak mula
mendekati putaran sinkronnya, lalu penguatan arus
eksitasi diatur hingga tegangan terminal generator sama
dengan jaringan listrik atau dengan generator yang telah
terlebih dahulu beroperasi.
Pastikan frekwensi dan urutan fasa kedua tegangan
(generator dan jala-jala) harus sama.
LANJUT
Untuk alat deteksi frekwensi
dan ururan fasa kedua sistem
pembangkit dapat digunakan
Metode Lampu Sinkronisasi.
Metode Lampu sinkronisasi
menggunakan tiga lampu yang
dihubungkan sistem gelap
terang.
Jika rangkaian untuk paralel itu
benar (urutan fasa sama) maka
lampu L1,L2, dan L3 akan
terang gelap dengan frekwensi
fL-fg.
Sehingga apabila ketiga lampu
sudah tidak berkedip ( L2 dan
L3 terang )berarti fL= fg, dan
lampu L1 padam berarti
tegangan generator B sama
tegangan generator A
Generator
B
Generator
A
Beban
Listrik
L1
L2
L3
V
fL
fg
Gambar Metode dengan
menggunakan lampu
sinkronisasi generator
LANJUT
Untuk mengetahui bahwa fasa kedua tegangan
pada generator B sama dengan generator A ,
dapat dilihat dari lampu L1,L2, dan L3 yang
untuk hubungan diatas L1 akan mati, dan L2,
dan L3 menyala sama terang.
Frekwensi generator diatur oleh penggerak
mula, sedang besar tegangan diatur oleh
penguat medan.
Jika rangkaian paralel itu salah (urutan fasa
tidak sama) maka lampu L1, L2, dan L3 akan
hidup-mati bergantian dengan frekwensi fL+fg.
I.11. Kerja Paralel Antar Generator
Pembagian beban generator yang bekerja paralel
dipengaruhi oleh dua hal; yaitu besarnya daya masuk
pada penggerak mula dan pengubahan arus
eksitasinya

1. Efek pengubahan eksitasi
Misal generator A dan generator B bekerja paralel dan
masing-masing memasok arus sebesar I, sehingga
total arus beban yang dipasok sebesar 2I.
Kemudian penguatan GA dinaikkan, sehingga Ea > Eb
yang berakibat mengalirnya arus sirkulasi:
s
B A
s
Z
E E
I
2

=
LANJUT
Gambar Skema rangkaian Paralel Generator
EA
EB
IA
IB
IS
IS
GA
GB
IA = IB = I
2I
2I
Dengan catatan Z
A
=Z
B
, sehingga Z
A
+Z
B
= 2Zs.
Arus Is ini mempengaruhi arus beban pada GA dan GB secara
vektoris, sehingga besarnya arus GA sebesar Ia dengan faktor daya
cos
A
dan arus GB sebesar Ib dengan faktor daya cos
B
.
LANJUT
Perubahan ini hampir tidak berpengaruh pada besarnya
daya reaktif beban, namun berpengaruh pada
perubahan daya reaktif yang dipikul oleh generator.
Berikut ini gambar segitiga daya akibat perubahan
penguatan pada generator yang bekerja paralel;
A
S
B
Qbeban
Pbeban
GA
GB
Kondisi 1
PA = PB = Pbeban
A = B
A
S
B
Qbeban
Pbeban
GA
GB
Kondisi 2
PA
PB
PB
PA
Gambar Segitiga daya generator yang terhubung paralel akibat efek
pengubahan eksitasi
LANJUT
Pada kondisi 1 beban yang dipikul G
A
dan G
B
sama
besarnya, namun ketika penguatan G
A
dinaikkan, maka
cos
A
meningkat dan mengakibatkan besarnya daya
reaktif yang ditanggung G
A
menurun, yang berakibat G
B

menanggung limpahan daya reaktif G
A
dan cos
B

menjadi menurun.

2. Efek pengubahan Gavernor
Jika penguatan ke dua generator yang diparalel dijaga
tetap, dan misalkan penagturan gavernor generator A
dinaikkan, maka kecepatan generator A tidak dapat
melebihi kecepatan (over run) generator B, sebagai
kompensasinya, maka generator A akan menanggung
beban (P
A
) lebih besar dari beban (P
B
) yang ditanggung
oleh generator B
LANJUT
A
S
B
Qbeban
Pbeban
GA
GB
Kondisi 1
PA = PB = Pbeban
A = B
A
S
B
Qbeban
Pbeban
GA
GB
Kondisi 2
PA
PB
PB
PA
Gambar Segitiga daya generator yang terhubung paralel akibat efek
pengubahan eksitasi
SOAL
Dua generator yang identik 6.600V, 3 fasa bekerja
paralel dengan tegangan tetap dab frekwensi jala-jala.
Tiap mesin memiliki resistansi dan reaktansi ekivalen
sebesar 0,05 ohm dan 0,5 ohm, dan memasok beban
total (10.000 kW) pada faktor daya 0,8 terbelakang,
kedua mesin diberi penguatan yang sama. Jika
penguatan salah satu diatur hingga arus jangkar sebesar
438 Ampere dan pasokan uap ke turbin tidak diubah.

Tentukan
Arus jangkar,
Gaya gerak listrik (ggl)
Faktor daya generatot yang lainnya
LANJUT
Dik: 2 buah genarator 3 fasa , V
= 6.600V, Ra1 = Ra2 = 0,05
ohm, Xs1 = Xs2 = 0,5ohm

Kondisi 1:
P1 = P2 = 1000/2 = 5.000kW,
pf1 = pf2 = 0,8(lag)

Kondisi 2:
Ia1 = 438 A
Dit: I
A2 ,
E
A2
dan fp
2

( ) 6 0 8 0
47 093 1
8 0 600 6 3
10 000 10
3
1
3
, cos sin sin maka , , cos
A , .
, .
.
cos V
P
I
b
= = =
=


= =



XS1
RA1
EA1
XS2
RA2
EA2
XB
RB
zB
IA1
IA2
Ib
Gambar : Rangkaian
Ekivalen Dua buah genarator
diparalelkan

LANJUT
Arus beban Ib dapat dibagi menjadi arus komponen
aktif dan reaktif, seperti halnya dengan daya listrik, dan
dapat digambarkan segitiga berikut:
36,87
0
36,87
0
437,39 A
437,39 A
3
2
8
,
0
4

A
3
2
8
,
0
4

A
I
A
1

=

5
4
6
,
4
7

A
I
A
2

=

5
4
6
,
4
7

A
Mesin 1
Mesin 2
Kondisi 1
K
o
m
p
o
n
e
n

r
e
a
k
t
i
f
Komponen aktif
3,02
0
437,39 A
437,39 A
23,108 A
6
3
2
,
9
7

A
IA1 = 438 A
I
A
2

=

7
6
9
,
3
9

A
Mesin 1
Mesin 2
Kondisi 2
K
o
m
p
o
n
e
n

r
e
a
k
t
i
f
Komponen aktif
55,39
0
Ib = 1.207,39 A
Ib = 1.207,39 A
Gbr Segitiga daya
LANJUT
Arus komponen aktif:
I
b
.cos = 1.093,47x0,8 = 874,78A = 437,39A/mesin
Arus komponen reaktif :
I
b
.sin = 1.093,47x0,6 = 656,08A = 328,04/mesin
Arus yang dipasok tiap mesin =1.093,47/2 A = 546,735A

Pada kondisi 2:
Pasokan uap (pengaturan governor) tetap arus aktif kedua mesin
tidak berubah.
Penguatan berubah perubahan pada arus reaktif.
Arus mesin I dari 546,735 A menjadi 438 A.
Arus komponen reaktif =
Arus kompoenen reaktif generator-2 = 656,08-23-23,108 = 632,972A
Arus jangkar pada generator 2 :

A , , 108 23 39 437 438
2 2
=
LANJUT
V , .
.
V
,
,
,
sin
,
,
,
cos
A , , , I
ph
A
5 810 3
3
600 6
823 0
392 769
972 632
568 0
392 769
39 437
392 769 972 632 39 437
2
2
2 2
2
= =
= =
= =
= + =

Tegangan gaya gerak listrik :


V , . V , . E
V , . E
) , , , , . ( ) , , , , . ( E
) X I sin V ( ) R I cos V ( E
) L ( A
A
A
A A ph A A ph A
346 193 7 080 153 4 3
080 153 4
5 0 392 769 823 0 5 810 3 05 0 392 769 568 0 5 810 3
2
2
2 2
2
2
2 2 2
2
2 2 2 2
= =
=
+ + + =
+ + + =
PRAKTEK
Dua generator yang identik 5.600V, 3 fasa bekerja
paralel dengan tegangan tetap dan frekwensi jala-jala.
Tiap mesin memiliki resistansi dan reaktansi ekivalen
sebesar 0,04 ohm dan 0,3 ohm, dan memasok beban
total (8.000 kW) pada faktor daya 0,8 terbelakang, kedua
mesin diberi penguatan yang sama. Jika penguatan
salah satu diatur hingga arus jangkar sebesar 385
Ampere dan pasokan uap ke turbin tidak diubah.

Tentukan
Arus jangkar,
Gaya gerak listrik (ggl)
Faktor daya generatot yang lainnya
CONTOH SOAL
Dua unit generator bekerja paralel memikul beba-beban sebagai
berikut:
Beban penerangan 450 kW
Beban peralatan listrik di unit produksi 1.200kW dengan faktor daya
0,9 lag
Beban peralatan listrik dibengkel 800kW dengan faktor daya 0,8 lag
Beban peralatan laboratorium 500kW dengan faktor daya 0,95 lead.
Jika salah satu generator memasok daya 1.750kW pada faktor daya
0,9 lag.
Hitunglah daya aktif dan faktor daya yang dipasok oleh mesin
lainnya.

CONTOH SOAL
Dua unit generator bekerja paralel memikul beba-beban sebagai
berikut:
Beban penerangan 450 kW
Beban peralatan listrik di unit produksi 1.200kW dengan faktor daya
0,9 lag
Beban peralatan listrik dibengkel 800kW dengan faktor daya 0,8 lag
Beban peralatan laboratorium 500kW dengan faktor daya 0,95 lead.
Jika salah satu generator memasok daya 1.750kW pada faktor daya
0,9 lag.
Hitunglah daya aktif dan faktor daya yang dipasok oleh mesin
lainnya.

LANJUT
Dik: Dua unitgenerator bekerja parale

P
1
= 450kW cos
1
=1
P
2
=1.200kW cos
2
=0,9 lag
P
3
= 800kW cos
3
=0,8 lag
P
4
=1.200kW cos
4
=0,95 lead
P
A
=1.750kW cos
A
=0,9 lag

Ditanya:
Daya generator B dan faktor daya pada generator B

Penyelesaian
P
T
= P
A
+P
B
= P
1
+P
2
+P
3
+P
4
Q
T
= Q
A
+Q
B
= Q
1
+Q
2
+Q
3
+Q
4
Q = P tan .
LANJUT
P
T
= (450+1.200+800+500)kW = 2.950kW
P
B
= P
T
-P
A
= 2.950kW-1.750kW = 1.200kW
Q
1
= P
1
tan
1
= P
1
tan(cos
-1

1
) = 450 tan(cos
-1
1) = 0 kVAR
Q
2
= P
2
tan
2
= P
2
tan(cos
-1

2
) = 1.200 tan(cos
-1
0,9) = 581,19 kVAR
Q
3
= P
3
tan
3
= P
3
tan(cos
-1

3
) = 800 tan(cos
-1
0,8) = 600 kVAR
Q
4
= P
4
tan
4
= P
4
tan(cos
-1

4
) = 500 tan(cos
-1
0,95) = -164,34 kVAR
Q
T
= (0+581,19+600-164,34) kVAR =1.016,85 kVAR
Q
A
= P
A
tan
A
= P
A
tan(cos
-1

A
)= 1.750 tan(cos
-1
0,9)=847,56kVAR
Q
B
= Q
T
- Q
A
= 1.016,85 kVAR - 847,56kVAR =169,29kVAR
Cos
B
= Cos(tan
-1

B
) = Cos(tan
-1
Q
B
/P
B
) = Cos(tan
-1
169,29/1.200) =
0,99lag

Adapaun daya reaktif dan faktor daya yang dipasok mesin lain
sebesar 1.200kW dan faktor daya 0,99 terbelakang
PRAKTEK
Dua unit generator bekerja paralel memikul beba-beban sebagai
berikut:
Beban penerangan 9000 kW
Beban peralatan listrik di unit produksi 2.200kW dengan faktor daya
0,8 lag
Beban peralatan listrik dibengkel 1.100 kW dengan faktor daya 0,8
lag
Beban peralatan laboratorium 600kW dengan faktor daya 0,9 lead.
Jika salah satu generator memasok daya 2.850kW pada faktor daya
0,9 lag.
Hitunglah daya aktif dan faktor daya yang dipasok oleh mesin
lainnya.

I.12. PLAT NAMA
Hal-hal yang tertera pada plat nama generator;
1. Merk dagang generator (general electric, Meidensha,
ABB).
2. Sistem fasa listrik.
3. Daya semu generator dinyatakan kVA. Besar daya
nominal didasarkan daya semu.
4. Frekwensi yang diaplikasikan pada generator
(umumnya 50 Hz atau 60 Hz). Pada dasarnya
generator pada frekwensi 50Hz dapat dioperasikan
pada sistem 60 Hz dan sebaliknya, asalkan
diperhitungkan batas fluks maksimum yang dapat
dicapai oleh generator yang bersabgkutan.
Sebagaimana diketahui E
A
= k|e.ini akan
mempengaruhi besarnya EA maksimum yang diizinkan
dan berubah ketika kecepatan putarnya berubah.
LANJUT
Misalnya generator dengan frekwensi nominal
60 Hz dioperasikan pada frekwensi 50 Hz,
maka besarnya ggl yang dibangkitkan sekitar
50/60 tegangan nominalnya atau sebesar
83,3% tagangan nominalnya.
5. Nomor identifikasi generator
6. Tanggal pembuatan
7. Standar teknis, mengacu spesifikasi teknis,
IEC,NEMA, dan sebagainya.
8. Besarnya ggl dalam satuan Volt
9. Arus medan penguat dalam satuan Ampere.
Arus medan ini yang menentukan maksimum
panas pada kumparan medan yang diizinkan
(P
tp
= I
f
2
R
f
).
LANJUT
Karena E
A
=k|e, secara tidak langsung besarnya If akan
berpengaruh pada besarnya nilai EA maksimum yang
diizinkan.
Adapun pengaruh pencapaian I
f-maks
dan E
A-maks
ini
diterjemahkan secara langsung sebagai nilai minimum
dari faktor daya yang diizinkan, ketika generator
beroperasi dalam kondisi beban penuh (sesuai nilai
nominalnya) sesuai dengan formula dibawah ini;

( ) ( )
2 2
A A A A A
X I sin V R I cos V E + + =
Tanda Plus (+) digunakan untuk faktor daya terbelakang
(lag)
Tanda Minus (-) digunakan untuk faktor daya mendahului
(lead)
LANJUT
Pada gambar diagram fasor generator yang beroperasi
pada nilai ggl nominal dan arus jangkar nominalnya,
dengan faktor daya yang berubah-ubah.
Gambar ini menunjukkan faktor daya dengan dusut apit
vektor
I
A1
V
ph
, I
A2
V
ph,
I
A3
V
ph,
menghasilkan nilai E
A
< E
A-
maks
(E
A1
, E
A2
, dan E
A3
), sehingga masih dalam batas
diizinkan.
Sedangkan pada faktor daya dengan sudut apit I
A4
V
ph

,menghasilkan nilai E
A4
> E
A-maks
(yang akan
menyebabkan kumparan medanya terbakar.

LANJUT
Gambar Bagaimana arus medan penguat membatasi
besranya faktor daya nonimal generator
EA2
IA2
IA3(nominal)
(nominal)
IA4
X
EA3(nominal)
EA4
IA1
EA1
O
Batas jXsIA maksimum
(lingkaran dengan jari-jari
jXsIA dengan pusat
lingkaran di titik X
Batas EA maksimum
(lingkaran dengan jari-jari
EA2 dengan pusat
lingkaran di titik O
Kondisi : Vph tetap
IA tetap
bervariasi
Vph
LANJUT
10. Faktor daya atau cos , seperti telah dijelaskan
digambar ( ) bahwa pengoperasian generator pada
kondisi beban penuh tidak boleh memiliki faktor daya
yang lebih rendah (lebih terbelakang/lagging) dari pada
yang tertera dipelat namanya (nilai nominal), kecuali
bila generator dioperasikan dalam keadaan dibawah
nilai nominalnya, akan menghasilkan arus jangkar I
A

yang juga lebih kecil daripada nilai nominalnya.
( ) maks ph A al min no ph al min no
I V S

= 3
( ) maks L A al min no L al min no
I V S

= 3
..6
..6
LANJUT
Sehingga jatuh tegangan I
A
. X
s
< I
A
.X
s-maks
, yang
berakibat E
A
< E
A-maks
, walaupun cos < cos
nonimal
,
maka kumparan medan tetap masih aman dari bahaya
panas lebih (overheating).
11. Kelas Isolasi.
Menurut standar IEC kelas isolasi kumparan sinkron
adalah:
Kelas A : suhu maksimum diizinkan 60
0
C diatas
temperatur ruangan.
Kelas B : suhu maksimum diizinkan 80
0
C diatas
temperatur ruangan.
Kelas F : suhu maksimum diizinkan 105
0
C diatas
temperatur ruangan.
Kelas H : suhu maksimum diizinkan 125
0
C diatas
temperatur ruangan.
LANJUT
12. Faktor pelayanan (service factor).
Faktor pelayanan ini didefinisikan sebagai
perbandingan antara kemampuan aktual
dengan kemampuan nominalnya.
Contoh faktor pelayanan sebesar 1,2 ini berarti
bahwa genarator dapat dioperasikan
maksimum pada beban 120% dari nilai
nominlanya tanpa resiko dapat merusak.
I.13. Kurva Kemampuan Generator
Dengan memperhitungkan faktor pemanasan pada
kumparan jangkar dan kumparan medan dari suatu
generator, maka harus diketahui secara tepat batas
kemampuan operasi dari generator itu sendiri, sehingga
generator dapat dioperasikan dalam keadaan optimum
dan tingkat keandalan yang tinggi.
Keputusan yang diambil untuk menentukan batas
maksimum kemampuatan generator adalah didasarkan
pada perhitungan didalam kurva kemampuan
generator(generator capability), yaitu kemampuan
generator sinkron yang digambarkan sebagai daya
kompleks S = P+jQ, seperti yang terlihat pada gambar
berikut:
LANJUT
Gambar Kurva kemampuan generator sinkron
Q (kVAR)
P (kW)
O
X
3V ph
2
Xs
Batas daya
maksimum
penggerak mula
Daerah aman
operasi generator
Batas maksimum
arus jangkar
Batas maksimum
arus medan
LANJUT
Kurva kemampuan
generator ini diturunkan dari
diagran fasor jatuh tegangan
pada generator itu sendiri.
Misalkan generator bekerja
pada faktor daya
terbelakang sebesar , maka
diagram fasor jatuh
tegangannya adalah seperti
pada gambar disamping

IA1
Vph
E
A
I
A
X
S

A O
B
[Volt]
[Volt]
Gambar Diagram fasor jatuh
tegangan pada generator
sinkron
LANJUT
Jatuh tegangan Pada:

Sisi aktif : V
x
= I
A .
X
s.
cos
P = 3.V
ph.
I
A.
cos.
Sisi reaktif : V
y
= I
A.
X
s.
Sin
P = 3.V
ph.
I
A.
Sin .
Sisi Semu: V
r
= I
A.
Xs
Sedangkan panjang vektor
E
A
= D
E
= 3E
A.
V
ph
/ Xs
(Jari-jari lingkaran arus medan maksimum)
Panjang vektor
X = -3V
2
ph
/ Xs (merupakan titik tengah lingkaran arus
medan maksimum)
LANJUT

Apabila diagram fasor
jatuh tegangan tersebut
direpresentasikan
kembali sebagai
diagram fasor daya 3
fasa ( dengan faktor
perkalian (3Vph/Xs)
maka dapat diwakilkan
pada gambar disamping

IA1
Vph
D
E

A O
B
[kVAR]
P
[kW]
Q
S
3Vph
XS
Gambar Diagram fasor daya
listrik pada generator sinkron
LANJUT
Pemanasan pada kumparan staor seperti
telah diketahui adalah dipengaruhi oleh
besarnya arus jangkar I
A
, dimana I
A

sebanding S, dengan V
ph
konstan.
Pemanasan pada kumparan medan
dipengaruhi oleh besranya arus medan If
dimana: If sebanding E
A
atau If sebanding D
E
.
Sedangkan batasan daya penggerak mula :

=
rugi rugi mak in mak out
P P P
Contoh
Sebuah generator 3 fasa, 380 V, 4 kutub
dengan kapasitas nominal 625 kVA pada faktor
daya 0,8 terbelakang.
Generator tersebut memiliki reaktansi jangkar
per fasa 0,00491 ohm.
Generator ini dihububgkan dengan mesin diesel
dengan kapasitas 840 daya kuda, dan memiliki
rugi inti sebesar ,2 kW, rugi mekanik 3,9 kW,
rugi tahanan jangkar 13,3 kW, rugi buta 2,4kW,
serta rugi tahanan medan 5,24kW.
Gambarkan kurva kemampuan generator
tersebut, termasuk batas daya penggerak
mulanya
Jawaban
Diketahui;
Generator 3 fasa , VL=380V, f=50Hz, p=4 kutub,
S = 625kVA, pf=0,8 lag, Xs=0,00491ohm/fasa.
Pin maks=840 dk, Pi=4,2kW, Pa&g=3,8kW,
Ptj=13,3kW, Pb=2,4 kW, dan Ptp=5,24kW
Ditanya;
Kurva kemampuan generator dan Daya
keluaran maksimum.
LANJUT
kVAR , .
,
,
X
V
X
A ,
, V
S
I
V ,
V
V
s
ph
ph
maks A
L
ph
85 408 29
00491 0
39 219 3 3
603 949
39 219 3
10 625
3
39 219
3
380
3
2 2
3
=

=
=


= =
= = =

( )
V , , , j ,
, , ,
, , , ,
, cos , , j ,
I jX V E
A s ph A
0
0 0
0 0 0
1 0
96 0 20 222 73 3 188 222
13 53 663 4 0 39 219
87 36 603 949 90 00491 0 0 39 219
8 0 603 949 00491 0 0 39 219
Z = + =
Z + Z =
Z Z + Z =
Z + Z =
+ =

LANJUT
Jari-jari lingkaran arus medan maksimum adalah panjang
vektor E
A
atau D
E

kVAR , .
,
, ,
X
V E
D E
s
ph A
E A
2 785 29
00491 0
39 219 20 222 3
3
=

=

=
Daya keluaran maksimum adalah P
out-maks

( ) ( )
kW , kW , kW , P
kW , , , , , kW , P
P P P P P P P P P
maks out
maks out
tp b tj g & a i maks in
i
rug maks in maks out
6 597 04 29 64 626
24 5 4 2 3 13 9 3 2 4 746 0 840
= =
=
= =


LANJUT
Dapatkan generator tersebut memasok arus sebesar
950 A pada faktor daya 0,6 terbelakang.

kW , , , Q
sin I V Q
aktif Re Daya
kW , , , P
cos I V P
Aktif Daya
A ph
A ph
209 500 8 0 950 39 219 3
3
157 375 6 0 950 39 219 3
3
= =
=
= =
=

LANJUT
Besar daya reaktif maksimum yang dapat dipasok oleh
generator
( ) kVAR , kVAR , . , . X D Q
E
35 376 85 408 29 2 785 29 = = =
Q (kVAR)
P (kW)
O
Batas daya
maksimum
penggerak mula
625 kVA
Batas
maksimum
arus medan
500 400
597,6kW
376,35 kVAR
Batas
maksimum
arus jangkar
300 200 100 600
400
500
600
300
200
100
Gambar kurva kemampuan generator sinkron
LANJUT
Gambar kurva kemampuan generator sinkron
Q (kVAR)
P (kW)
O
Pout-maks
X = -29.408,85 kVAR
10.000
8.000
597,6kW
6.000
4.000 2.000
12.000
8.000
10.000
5.000
2.000
100
-5.000
-10.000
-15.000
-20.000
-25.000
-30.000
DE = -29.785,2 kVAR
Batas IA-maks
625 kVA
PRAKTEK
Sebuah generator 3 fasa, 380 V, 6 kutub
dengan kapasitas nominal 500 kVA pada faktor
daya 0,8 terbelakang.
Generator tersebut memiliki reaktansi jangkar
per fasa 0,003 ohm.
Generator ini dihububgkan dengan mesin diesel
dengan kapasitas 640 daya kuda, dan memiliki
rugi inti sebesar ,1,5 kW, rugi mekanik 2,9 kW,
rugi tahanan jangkar 12,1 kW, rugi buta 1,8 kW,
serta rugi tahanan medan 3,34 kW.
Gambarkan kurva kemampuan generator
tersebut, termasuk batas daya penggerak
mulanya