Anda di halaman 1dari 34

TATALAKSANA DEHIDRASI

OLEH :
PATRICIA FELIANI SITOHANG 09-114
RIZKY ARYA WIDI MAZA LUFI 09-121

DEFINISI
Dehidrasi mengacu pada kehilangan cairan
tubuh, dengan atau tanpa garam dalam tingkat
yang lebih tinggi dimana tubuh tidak dapat
menggantinya.

(J Am Med Dir Assoc 2008; 9: 292301)

The Types of
Dehydration
http://web2.aabu.
edu.jo/tool/cours
e_file/lec_notes/1
001221_dehydrat
ion.pdf

Berdasarkan tosinitas/ kadar cairan yang


hilang
1. Dehidrasi hipertonik yaitu berkurangnya cairan berupa hilangnya
air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik). Dehidrasi
hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium serum (lebih dari
145 mmol/liter) dan peningkatan osmolalitas efektif serum (lebih dari
285 mosmol/liter).
2. Dehidrasi isotonik atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah
yang sama. Dehidrasi isotonik ditandai dengan normalnya kadar
natrium serum (135-145 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum
(270-285 mosmol/liter)
3. Dehidrasi hipotonik hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada
air. Dehidrasi hipotonik ditandai dengan rendahnya kadar natrium
serum (kurang dari 135 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum
(kurang dari 270 mosmol/liter.
A.Price,Sylvia.M.Wilson,Lorraine.2006.PATOFISIOLOGI Konsep Klinis
Proses-Proses Penyakit.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

ETIOLOGI
Perubahan keinginan minum karena penuaan
Alkohol dan kafein
Exercising
Berada dalam cuaca panas
Demam, infeksi, muntah dan diare
Tidak mampu memproduksi cairan karena gangguan

medis

PATOFISIOLOGI
A.Price,Sylvia.M.Wilson,Lorraine.2006.PATOFISIOLOGI Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Dehidrasi primer
cairan ekstraseluler
mengandung natrium
dan chlor berlebihan

Hipertoni

Oligouria

water depletion,ion natrium


dan chlor ikut menghilang
dengan cairan tubuh

terjadi reabsorsi ion


melalui tubulus ginjal yang
berlebihan

air akan keluar dari


sel
Hipofisis
mengeluarkan
hormon diuretik

dehidrasi
intraseluler

HAUS

GEJALA KLINIS
Orthostasis

Penurunan turgor kulit (subklavia dan lengan

bawah)
Takikardia
Mukosa mulut kering
Penurunan tingkat kesadaran
http://web2.aabu.edu.jo/tool/course_file/lec_notes
/1001221_dehydration.pdf

Derajat Dehidrasi
Dehidrasi Ringan:

Kehilangan cairan: 40-50 ml/kg BB


Gejala klinis:

Keadaan umum: haus, sadar, gelisah

Nadi, respirasi, tekanan darah, turgor,

mata, urine: Normal.


Mukosa: basah

Dehidrasi Sedang
Kehilangan cairan: 60-90 ml/kg BB
Gejala klinis:
Keadaan umum: Haus dan gelisah
Nadi: cepat dan kecil
Respirasi: agak cepat

Tekanan darah: normal/turun


Turgor: kurang,
Mata: cekung
Mukosa: kering
Urinasi: kurang

Dehidrasi Berat:
Kehilangan cairan: 100-120 ml/kg BB
Gejala klinis:
Keadaan umum: ngantuk, lemah, koma
Nadi: tidak teraba
Respirasi: cepat dan dalam

Tekanan darah: <80 mmHg/tak terukur


Turgor: kurang sekali
Mata: cekung sekali
Mukosa: kering sekali
Urinasi: tidak ada

SKOR MENURUT WHO


YANG DINILAI

SKOR 1

SKOR 2

SKOR 3

KEADAAN
UMUM

BAIK

LESU / HAUS

GELISAH,
LEMAS,
MENGANTUK,
HINGGA SYOK

MATA

BIASA

CEKUNG

SANGAT
CEKUNG

MULUT

BIASA

KERING

SANGAT
KERING

PERNAPASAN

< 30 X / MENIT

30-40 X / MENIT

> 40 X / MENIT

TURGOR

BAIK

KURANG

BURUK

NADI

< 120 X / MENIT

120-140 X /
MENIT

> 140 X / MENIT

Skor: 6
: tanpa dehidrasi
7 12 : dehidrasi ringan-sedang
13
: dehidrasi berat

TATALAKSANA
Terapi cairan parenteral
Jenis larutan intravena
Cairan isotonis
Osmolalitasnya sama dengan serum NaCl 0,9%, RL,

sebagai rumatan di awal, tapi tidak boleh jadi rumatan


rutin. Untuk memperbaiki kekurangan Na+. jika
dicampur dengan dekstrose akan menjadi hipertonik.
Digunakan pada kasus: luka bakar
Cairan hipotonis
Jika dicampur dekstrose jadi hipertonik. Contoh: NaCl
0,45%
Cairan hipertonis
Hanya digunakan saat kondisi kritis. Contoh: NaCl 0,3
%

KEBUTUHAN CAIRAN
Masukan + keluaran orang dewasa per 24 jam
Cairan oral: 1100-1400 mL
Urin: 1200-1500 mL
Air dalam makanan: 800-1000 mL

Feses: 100-200 mL
Air hasil metabolism: 300 mL
Paru: 400 mL
Kulit: 500-600 mL
Total: 2200-2700 mL
Total: 2200-2700 mL

KEHILANGAN CAIRAN
NORMAL

IWL (paru 400 ml/hari dan kulit 600 ml/hari)

Standar kehilangan IWL

Neonatus

: 30 ml/kgBB/hari

Bayi

: 50-60 ml/kgBB/hari

Anak

: 40 ml/kgBB/hari

Remaja

: 30 ml/kgBB/hari

Dewasa

: 20 ml/kgBB/hari

Feses 100 ml/hari

Produksi urin ( > 0,5 1 ml/kgBB/jam)

Standar volume urin

Neonatus

: 10-90 ml/kgBB/hari

Bayi

: 80-90 ml/kgBB/hari

Anak

: 50 ml/kgBB/hari

Remaja

: 40 ml/kgBB/hari

Dewasa

: 30 ml/kgBB/hari

Menghitung kebutuhan cairan/hari


Metode 1:

Kebutuhan cairan/hari= BB x 25-35 mL


*25 mL/kgpasien CHF; 30 mL/kgrata-rata

orang dewasa; 35 mL/kgpasien infeksi/ luka


kebutuhan elektrolit
Sodium (Na)
: 2-3 mEq/100 mL H2O/
hari
Potassium (K) : 1-2 mEq/100 mL H2O/ hari
Chloride (Cl)
: 2-3 mEq/100 mL H2O/ hari

Metode 2:

10 kg pertama

: kalikan dengan 100 mL cairan


10 kg berikutnya: kalikan dengan 50 mL cairan
Setiap tambahan/ kg: kalikan 15 mL cairan

Metode 3:

1 mL/kcal intake= ml cairan yang dibutuhkan per hari


Metode 4:
(kg BB-20) x 15 + 1500=mL/hari

Metode 5:
Dewasa normal

:30-35 mL/kg BB
Dewasa berusia 55-75 tahun : 30 mL/kg BB
Dewasa berusia > 75 tahun : 25 mL/kg BB

TERAPI CAIRAN
Resusitasi mengganti kehilangan akut.

Penggantian deficit kristaloid dan atau koloid.


Rumatan memasok kebutuhan harian. Kebutuhan
harian kristaloid.
Kebutuhan cairan rumatan:
10 kg pertama

4 ml/kg/jam
10-20 kg berikutnya
tambahkan 2 ml/kg/jam
Di atas 20 kg
tambahkan 1 ml/kg/jam

Kebutuhan normal cairan untuk pemeliharaan

fungsi tubuh adalah 30-50 ml/kg/hari atau 1,72,5 ml/kg/jam.


Dehidrasi ringan sampai sedang jumlah
kebutuhan cairan yang diestimasi selama 4-8
jam pertama (dengan asumsi fungsi
kardiopulmoner dan produksi urin baik).

Dilakukan dengan infus cairan poliionik, misalnya

cairan Ringer laktat dengan kecepatan sekitar dua


atau tiga kali kecepatan normal pemasukan cairan
untuk pemeliharaan fungsi tubuh (3,4-7,5 ml/kg/jam)
sampai setengah kehilangan cairan diganti
Cairan yang masih tersisa diberikan secara lebih
perlahan selama 16-20 jam berikutnya dengan infus
IV dengan kecepatan 1,5-2,0 kali kecepatan normal
pemasukan cairan untuk pemeliharaan fungsi tubuh
perjam (2,5-5,0 ml/kg/jam)
Setelah kehilangan cairan diganti dan kehilangan
cairan secara abnormal tidak lagi terjadi, kecepatan
terapi cairan dapat dikurangi (1,7-2,5 ml/kg/jam)

Terapi cairan secara IV dengan cepat dilakukan pada

pasien yang mengalami syok.


Melihat tanda-tanda overhidrasi, dan jika tanda-tanda
tersebut teramati, kecepatan terapi cairan diperlambat
atau dihentikan bila perlu.
Tanda-tanda terapi cairan yang terlalu cepat adalah
pasien tampak gelisah, menggigil, takikardia, keluar
leleran serus dari hidung, takipnea, rales basah,
batuk, mata menonjol, muntah, dan diare.

SYOK
Syok adalah suatu kondisi gawat darurat
yang memerlukan penanganan segera dan
intensif untuk menyelamatkan jiwa pasien.

Tanda tanda syok :


nadi cepat dan halus (> 112 per menit)

menurunnya tekanan darah (diastolik < 60)


pernafasan cepat (respirasi > 32 per menit)
pucat (terutama pada konjungtiva palpebra,

telapak tangan, bibir)


berkeringat, gelisah, apatis/bingung atau
pingsan/tidak sadar

Penanganan awal
Periksa tanda vital
Bebaskan jalan nafas
Tinggikan tungkai

Catatan
Bila hingga langkah akhir tersebut di atas, ternyata
tidak tersedia
peralatan dan cairan infus serta medikamentosa yang
diperlukan,
siapkan pasien untuk dirujuk ke fasilitas rujukan
terdekat

Elemen-elemen penting dalam stabilisasi


pasien untuk dirujuk adalah :
Penatalaksanaan jalan nafas, pernafasan
dan sirkulasi
Mengendalikan perdarahan
Penggantian cairan yang hilang
Penatalaksanaan nyeri

Terapi Cairan
Untuk pemberian cairan infus, perhatikan :
jumlah cairan yang akan diberikan
lamanya pemberian per unit cairan
ukuran atau diameter tabung dan kecepatan
tetesan.

Tatalaksana Elektrolit
Hiponatremia

Definisi : kadar Na+ serum di bawah normal (< 135

mEq/L)
Jumlah Na (mEq) = [125 mEq/L Na serum aktual (mEq/L)]

x TBW (dalam liter)


TBW (Total Body Water) = 0,6 x BB (dalam kg)
Larutan pengganti bisa berupa NaCl 3% atau 5% (masingmasing mengandung 0,51 mEq/ml dan 0,86 mEq/ml)
Pada pasien dengan ekspansi cairan ekstrasel, mungkin
dperlukan diuretik
Hiponatremia bisa dikoreksi dengan NaCl hipertonik (3%)
dengan kecepatan kira-kira 1 mL/kg per jam.

Hipernatremia
Definisi : Na+ serum di atas normal (>145 mEq/L)
Hipernatremia dengan deplesi volume harus diatasi dengan

pemberian normal saline sampai hemodinamik stabil.


Selanjutnya defisit air bisa dikoreksi dengan Dekstrosa 5% atau
NaCl hipotonik.
Hipernatremia dengan kelebihan volume diatasi dengan diuresis,
atau jika perlu dengan dialisis. Kemudian Dekstrosa 5% diberikan
untuk mengganti defisit air.
Defisit air tubuh ditaksir sbb:
Defisit = air tubuh (TBW) yang dikehendaki (liter) air tubuh
skrg
Air tubuh yg dikehendaki = (Na serum yg diukur) x (air tubuh
skrg/Na serum normal)
Air tubuh sekarang = 0,6 x BB sekarang (kg)
Separuh dari defisit air yang dihitung harus diberikan dalam 24

Hipokalemia
Definisi : kadar K+ serum di bawah normal (< 3,5

mEq/L)
Terapi oral. Suplementasi K+ (20 mEq KCl) harus

diberikan pada awal terapi diuretik. Cek ulang


kadar K+ 2 sampai 4 minggu setelah
suplementasi dimulai.
Terapi intravena harus digunakan untuk
hipokalemia berat dan pada pasien yang tidak
tahan dengan suplementasi oral. Dengan
kecepatan pemberian sbb:
Jika kadar K+ serum > 2,4 mEq/L dan tidak ada kelainan

EKG, K+ bisa diberikan dengan kecepatan 0 sampai 20


mEq/jam dengan pemberian maksimum 200 mEq per
hari.
Pada anak 0,5-1 mEq/kgBB/dosis dalam 1 jam. Dosis

Hiperkalemia
Definisi: kadar K+ serum di atas normal (> 5,5

mEq/L)
Tatalaksana hiperkalemia
Pemantauan EKG kontinyu dianjurkan jika ada
kelainan EKG atau jika kalium serum > 7 mEq/L
Kalsium glukonat dapat diberikan iv sebagai 10 ml
larutan 10% selama 10 menit untuk menstabilkan
myocard dan sistem konduksi jantung
Natrium bikarbonat membuat darah menjadi alkali
dan menyebabkan kalium berpindah dari ekstra ke
intraseluler. Bic nat diberikan sebanyak 40 sampai
150 mEq NaHCO3 iv selama 30 menit atau sebagai
bolus iv pada kedaruratan

Insulin menyebabkan perpindahan kalium dari

cairan ekstraseluler ke intraseluler. 5 sampai


10 unit regular insulin sebaiknya diberikan
dengan 1 ampul glukosa 50% iv selama 5
menit
Dialisis mungkin dibutuhkan pada kasus
hiperkalemia berat dan refrakter
Pembatasan kalium diindikasikan pada
stadium lanjut gagal ginjal (GFR < 15
ml/menit)