Anda di halaman 1dari 25

Kateterisasi Urine

ALYSSA FAIRUDZ SHIBA, S.KED


ANDRIAN RIVANDA, S.KED
JOSE ADELINA PUTRI, S.KED

PERSEPTOR:
DR. SAUT HUTAGALUNG, SP.U
KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

Kateterisasi Urin
Definisi

tindakan medis dengan cara memasukkan kateter ke


dalam kandung kemih melalui uretra yang bertujuan
membantu memenuhi kebutuhan eliminasi dan
sebagai pengambilan bahan pemeriksaan.
Kateterisasi dilakukan dengan memasukan selang
plastik atau karet melalui uretra ke dalam kandung
kemih

KATETERISASI

Kateterisasi Uretral

Kateterisasi
Suprapubik

Indikasi-Kontraindikasi
Indikasi Kateterisasi Uretra
kebutuhan
pengukuran yang
akurat dari output
urin pada pasien
kritis/ intraoperatif

Prosedur pre-operatif
untuk pembedahan
tertentu/pembedahan
urologi

Antisipasi
pembedahan yang
berlangsung lama

Untuk memungkinkan
irigasi kandung kemih

Manajemen dari
inkotinensia yang sulit
dikoreksi

prosedur imobilisasi
yang lama (contohnya
kelainan toraks atau
lumbar yang tidak
stabil, trauma
multipel seperti
trauma pelvis)

Mempertahankan
aliran urin yang
kontinyu bagi pasien
dengan kesulitan
berkemih karena
kelainan neurogenik

Untuk membantu
penyembuhan dari
luka terbuka sacral
atau perianal pada
pasien inkotinensia

Retensi urin akut dan


atau kronis

Kontraindikasi Kateterisasi Uretra


Prostatitis Akut

Susp. Trauma uretra

Indikasi berdasarkan Durasi


Long Term (>14 hari)

Short Term (<14 hari)

Bladder outlet obstruction (BOO) pada

pasien yang belum bisa menjalani operasi


Retensi kronik, sebagai hasil dari trauma
neurologis atau penyakit dimana kateterisasi
sementara tidak memungkinkan
Pasien lemah, lumpuh atau koma yang
mengalami kerusakan kulit atau ulkus
terinfeksi
Kasus-kasus dimana pasien memaksa
prosedur ini setelah mendiskusikan
resikonya

Selama prosedur pembedahan dan

perawatan post-operasi
Untuk monitoring menetap output urin
pada penyakit akut
Untuk meredakan retensi urin akut atau
kronik
Instilasi dari obat secara langsung ke
kandung kemih

Indikasi Kateterisasi Suprapubik

Jenis-Jenis Kateter
One Way Cathether

Kateter hanya memiliki satu saluran untuk drainase,


tidak memiliki balon. Tidak dimaksudkan menetap
pada VU, tetapi untuk:
-intermiten
-mengobati striktur uretra
-instilasi obat ke VU
-Urodinamik
-kateterisasi suprapubik
balon

Two Way Cathether

Kateter dengan 2 jalur, 1 jalur untuk mengalirkan


urin dan 1 jalur untuk mengembangkan balon
fiksasi agar kateter menetap di VU

Three Way Cathether

Kateter tiga jalur tersedia dengan 3 saluran untuk


memfasilitasi irigasi kandung kemih terus menerus.
Kateter ini digunakan setelah operasi urologi atau dalam
kasus perdarahan dari kandung kemih. Jalur irigasi
diperlukan untuk mengalirkan gumpalan darah

Kateter dengan suhu sensor terintegrasi

Kateter ini adalah kateter khusus yang kadang-kadang


digunakan dalam perawatan intensif dan selama
prosedur pembedahan tertentu.Kateter ini memiliki
sensor di dekat ujung, untuk mengukur suhu urine di
kandung kemih

Kateter Suprapubik

Kateter suprapubik adalah sebuah alternatif untuk


kateter uretra dan ini dimasukkan dalam prosedur
pembedahan kandung kemih, sering di bawah anestesi
lokal. Contohnya:

Kateter Foley dengan Balon

Kateter tanpa balon; membutuhkan jahitan untuk


mengamankan di tempatnya.

Kateter dengan Ujung Terbuka; tidak memiliki


mata tapi ujung terbuka dengan panduan kawat

Material/Bahan Kateter
PTFE
(Polytetraflu
oroethylene)

Lateks
Silikon
Hydrog
elCoated
Nitrofurazon
coated
catheter

SilverCoated
Siliconecoated/silicon
elastomercoated

Ukuran Kateter dan Balon Kateter

Anak: 6-10
Dewasa:

a. Ukuran 10 ( untuk urin jernih, tanpa debris, tanpa pasir


(enkrustasi)
b. Ukuran 12-14 (untuk urin jernih, tanpa debris, tanpa pasir dan
tanpa hematuria)
c. Ukuran 16 (Untuk urin keruh, hematuria ringan dengan atau
tanpa bekuan darah kecil, tanpa atau dengan pasir/ kristal ringan,
tanpa atau dengan debris ringan
d. Ukuran 18 (Untuk urin berpasir yang berat, debris ringan
sampai berat dan dengan hematuria dan bekuan darah berukuran
sedang)
e. Ukuran 20-24 (Digunakan untuk hematuria berat)

Ukuran kateter ditandai pada channel inflasi dengan


kode warna.

Panjang Kateter

Standar ukuran kateter pria berukuran panjang 41-45


cm dan sebenarnya bisa digunakan untuk wanita dan
pria, tetapi pada wanita ukurannya dapat lebih
pendek, 25 cm dan lebih nyaman untuk beberapa
wanita

Ukuran Balon Kateter dan Pengisian

Beberapa perusahan merekomendasikan pengisian


balon dengan cairan Aqueous glyceryn 10%. Selain
rekomendasi dari perusahan tersebut tidak ada data
studi tersedia tentang kontra pemberian gliserin pada
balon dengan kateter silikon. Beberapa perusahaan
kateter menyediakan jarum suntik yang diiisi air steril
atau gliserin 10% pada kemasannya.

Ukuran balon pada kateter dewasa : 5-15 ml, 10 ml

untuk penggunaan standar


Ukuran balon pada kateter hematuria : 15-30 ml

Tindakan Pemasangan Kateter

1. Identifikasi pasien
2. Jelaskan prosedur kepada pasien
3. Tarik tirai tempat tidur dan atur posisi
a. Pasien anak/pasien sadar butuh bantuan
b. Pasien dewasa/wanita : posisi dorsal recumbent dengan
lutut fleksi c. Pasien dewasa/ laki-laki: Posisi supine dan
kaki abduksi
4. Pasang urin bag
5. Pasang perlak atau alas pada klien
6. Tuangkan cairan antiseptic
7. Sediakan spuit isi aquadest

8. Cuci tangan dengan cara furbringer


9. Pasang sarung tangan
10. Lakukan vulva/perineum hygiene
11. Buka set kateter dan berikan jelly di ujung kateter
12. Masukkan kateter sampai urin mengalir
13. Ketika urin mengalir, pindahkan tangan yang tidak
dominant dari labia atau dari penis ke kateter.
14. Jika menggunakan indwelling kateter, isi balon
kemudian tarik kateter 2,5 cm
15. Fiksasi kateter
16. Bantu pasien pada posisi yang nyaman
17. Kumpulkan dan buang alat-alat yang sekali pakai,
bersihkan alat-alat yang bukan sekali pakai
18. Cuci tangan

Komplikasi Pemasangan Kateter

Catheter Associated Urinary Tract Infection

(CAUTI)
Definisi: bakteriuria atau funguria dengan jumlah
lebih dari 103 CFU/MI.
Bakteriuria sendiri sebenarnya adalah fitur universal
urinalisis dan tidak membutuhkan terapi jika bersifat
asimptomatik. Kateter
suprapubik lebih jarang
menimbulkan infeksi simptomatik dibandingkan
kateter uretra dan lebih menjadi pilihan pada
beberapa pasien.

Epididimitis

Kondisi ini menyebabkan nyeri dan pembengkakan


dan selalu unilateral serta beronset akut.
Pada pasien lanjut usia, epididimitis biasanya
disebabkan patogen urin yang umum. Epididimitis
sebagai komplikasi kateterisasi bisa secara signifikan
ditemukan pada pasien dengan kateter indwelling
(menetap) dibandingkan pada pemakaian kateter
intermiten.

Trauma Iatrogenik

Trauma iatrogenik melalui kateterisasi uretral dapat


terjadi dari formasi pasase yang salah, biasanya pada
level leher kandung kemih atau prostat, striktur uretra
atau pada trauma potongan dengan disrupsi sfingter
pada wanita.

Trauma iatrogenik bisa dikurangi dengan utilisasi USG


untuk memastikan rute yang bebas hambatan dari
kulit ke kandung kemih.
Trauma juga bisa dicegah dengan memastikan bahwa
setidaknya ada 300 ml urin pada kandung kemih.

Thankyou
For Your Attention!