Anda di halaman 1dari 36

REFERAT RADIOLOGI

OSTEOMIELITIS

Pembimbing : dr. Pherena Amalia R., Sp. Rad

Oleh : Dwi Arum Agustiastuti 08-181

DEFINISI
Osteomielitis = ( osteo + mielitis ) adalah radang tulang
yang disebabkan oleh organisme piogenik, walaupun
berbagai organ infeksi lain juga dapat menyebabkannya.

Klasifikasi Osteomielitis

Sub akut
Akut

Kronis

Osteomielitis Hematogen
Akut

Osteomielitis hematogen akut merupakan infeksi tulang


dan sumsum tulang akut yang disebabkan oleh bakteri
piogen yang berasal dari fokus ditempat lain dan
beredar melalui sirkulasi darah.

Sering ditemukan pada anak-anak dan sangat jarang


pada dewasa.

Etiologi

Sebanyak 90 % disebabkan oleh Stafilokokus aureus


hemolitikus
Pada anak umur dibawah 4 tahun sebanyak 50 %
disebabkan oleh Hemofilus influenza.
Organisme lain seperti B. Colli, B. Aerogenus kapsulata,
Pneumokokus, Salmonella tifosa, Pseudomonas
aerogenus, Proteus mirabilis, Brucella, dan bakteri
anaerobik yaitu Bakteroides fragilis

Faktor Predisposisi

Umur
Jenis kelamin
Trauma
Lokasi : di daerah metafisis
Nutrisi

Patologi
Terdapat dua cara, yaitu:
1. Penyebaran Umum
Melalui sirkulasi darah
Melalui embolus infeksi

2. Penyebaran Lokal
Subperiosteal abses

Selulitis
Penyebaran ke dalam sendi
Penyebaran ke medula sekitarnya sehingga sistem sirkulasi
terganggu maka terjadi kematian tulang lokal dengan
terbentuknya tulang mati disebut sekuestrum.

Skematis perjalanan penyakit


osteomielitis

Gambaran Klinis

Gejala gejala umum timbul akibat bakterimia dan


septikemia berupa panas tinggi, malaise serta nafsu
makan yang berkurang.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya:
Nyeri tekan
Gangguan pergerakan sendi oleh karena pembengkakan
sendi dan gangguan akan bertambah berat bila terjadi
spasme lokal.

Pemeriksaan Radiologis

Pemeriksaan foto polos dalam sepuluh hari pertama,


tidak ditemukan kelainan radiologik yang berarti dan
mungkin hanya ditemukan pembengkakan jaringan
lunak.

Gambar 1. Proyeksi lateral pada


tibia terlihat gambaran sklerotik
di diametafisis tibia

Gambar 2. Proyeksi AP pada


tibia terlihat gambaran sklerotik
di lateral diametafisis tibia.

Gambar 3. Tampak destruksi tulang


pada tibia dengan pembentukan
tulang subperiosteal

Pengobatan

Pemberian antibiotik
Antibiotik diberikan selama 3-6 minggu dengan melihat
keadaan umum dan laju endap darah penderita. Antibiotik
tetap diberikan hingga 2 minggu setelah laju endap darah
normal.
Istirahat dan pemberian analgesik
Apabila setelah 24 jam pengobatan lokal dan sistemik
antibiotik gagal ( tidak ada perbaikan), maka dapat
dipertimbangkan drainase bedah.

Gambar 5. skematis drainase bedah. Sebuah kateter


dimasukkan kedalam tabung pengisap ( suction )
yang lebih besar. Antibiotik dimasukkan melalui
kateter dan diisap melalui suction.

Osteomielitis Hematogen
Subakut

Gejala osteomielitis hematogen subakut lebih


ringan oleh karena organisme penyebabnya kurang
purulen dan penderita lebih resisten.

Etiologi

Osteomielitis hematogen subakut biasanya disebabkan


oleh Stafilokokus aureus dan umumnya berlokasi
dibagian distal femur dan proksimal tibia.

Patologi

Biasanya terdapat kavitas dengan batas tegas pada


tulang kanselosa dan mengandung cairan seropurulen.
Kavitas dilingkari oleh jaringan granulasi yang terdiri
atas sel sel inflamasi akut dan kronik dan biasanya
terdapat penebalan trabekula.

Gambaran Klinis

Atrofi otot,
Nyeri lokal selama beberapa minggu atau
mungkin berbulan bulan.,

Sedikit pembengkakan,
Dapat pula penderita menjadi pincang.

Pemeriksaan Radiologis

Gambar 6. radiologik dari abses Brodie yang dapat ditemukan


pada osteomielitis sub akut/kronik. Pada gambar terlihat
kavitas yang dikelilingi oleh daerah sclerosis.

Pengobatan

Antibiotik berspektrum luas selama 6 minggu dengan


dosis yang adekuat.

Osteomielitis Kronis

Osteomielitis kronis umumnya merupakan


lanjutan dari osteomielitis akut yang tidak
terdiagnosis atau tidak diobati dengan
baik. Osteomielitis kronis juga dapat
terjadi setelah fraktur terbuka atau
setelah tindakan operasi pada tulang.

Etiologi

Bakteri penyebab osteomielitis kronis


terutama oleh stafilokokus aureus ( 75
%), atau E.colli, Proteus atau
Pseudomonas.

Patologi
Infeksi Tulang
Sekuestrum
Hambatan resolusi dan penyembuhan spontan pada tulang
Mencegah terjadinya penutupan kloaka (pada tulang) dan
sinus (pada kulit)
Destruksi
terlihat pada
foto rontgen
Sklerosis tulang

Gambaran Klinis

Cairan keluar dari luka/sinus setelah operasi yang


bersifat menahun. Riwayat fraktur terbuka atau
osteomielitis pada penderita.
Demam

Nyeri lokal yang hilang timbul


Pemeriksaan fisik: sinus, fistel atau sikatriks,

Pemeriksaan Radiologis

Gambar 7. Proyeksi AP wrist terlihat gambaran lesi


osteolitik dan sclerosis extensive dibagian distal metafisis
pada radius

Gambar 8. Osteomielitis lanjut pada


seluruh tibia dan fibula kanan. Ditandai
dengan adanya gambaran sekuestrum
(panah).

CT dan MRI untuk


membuat rencana
pengobatan dan untuk
melihat sejauh mana
kerusakan tulang
terjadi

Pengobatan
1. Pemberian antibiotik
Ditujukan untuk:
Mencegah penyebaran infeksi pada tulang sehat
Mengontrol eksaserbasi akut

2. Tindakan operatif
Ditujukan untuk:
Mengeluarkan seluruh jaringan nekrotik, selanjutnya
dilakukan drainase.
Sebagai dekompresi pada tulang dan memudahkan
antibiotik mencapai sasaran dan mencegah penyebaran.

Osteomielitis pda tulang lain:


Tengkorak
Osteomielitis pada tulang tengkorak akibat perluasan
infeksi di kulit kepala atau sinusitis frontalis.
Proses destruksi bisa setempat atau difus.
Reaksi periosteal biasanya tidak ada atau sedikit.

Gambaran CT-SCAN kepala pada pasien dengan


osteomielitos tuberkulosis.

Mandibula

Akibat komplikasi fraktur, abses gigi, atau ekstraksi gigi.

Infeksi osteomielitis juga dapat menyebabkan fraktur


pada mulut.
Infeksi terjadi melalui kanal yang paling sering diikuti
higiene oral yang buru dan kerusakan gigi.

Pelvis
Paling sering terjadi
pada bagian sayap ilium
dan dapat meluas ke
sendi sakroiliaka.
Pada foto terlihat
gambaran destruksi
tulang yang luas,
bentuk tak teratur,
sekuester yang
multipel, sekloris pada
tepi lesi.
Klinis: abses dan fistula.

Tulang belakang
Organisme mencapai
badan vertebra yang
memiliki perfusi yang
baik melalui arteri
tulang belakang dan
menyebar dengan cepat
dari ujung pelat
(terdapat sinusoid yang
besar) ke ruang diskus
dan kemudian ke badan
vertebra sehingga
terjadi infeksi

Diagnosa Banding
Osteosarkoma
Tulang yang sering
terkena: femur distal,
tibia proksimal, humerus
proksimal, dan pelvis.

Biasanya mengenai
metafisis

Gambaran radiologik:

tampak destruksi
tulang

Reaksi periosteal
berupa garis-garis
tegak (Sunray
appearance)

Segitiga
(Codmans
triangle)

Sarkoma Ewing
Gambaran radiologik:
Tampak lesi
destruksi yang
bersifat infiltrat
Tampak reaksi
periosteal, sebagai
garis-garis yang
berlapis-lapis
menyerupai kulit
bawang (onion
peel appearance).
Tumor membesar
dengan cepat,
beberapa minggu
tampak destruksi
tulang yang luas.