Anda di halaman 1dari 20

Oleh

1. Agustina Intan Permadasari


( A.102.09.003 )
2. Devia Puspitasari
( A.102.09.013 )
3. Latifah Istiqomah
( A.102.09.026 )
4. Maria Regina Sagita P.M.
(A.102.09.029 )
5. Mila Dwi Apriliani
( A.102.09.031 )

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

DEKONTAMINASI

DESINFEKSI

STERILISASI

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

Deko
ntam
inasi

Suatu proses untuk menghilangkan /


memusnahkan mikroorganisme dan
kotoran yang melekat pada peralatan
medis / objek, sehingga aman untuk
penanganan selanjutnya.

Bahan - bahan

Larutan klorin 0,5 % dan 0,1 %.


Etil 70 %
Alkohol
Bahan Fenolik atau karbol 0,5 % 3 %.

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

TUJUAN DEKONTAMINASI

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

TEKNIK DEKONTAMINASI
1. Pembersihan
Suatu proses untuk menghilangkan
kotoran yang terlihat / tidak
terlihat pada peralatan medis
menggunakan air mengalir,
sehingga kotoran / bahan organik
hilang dari permukaan.
2. Desinfeksi
3. Sterilisasi
September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

Suatu proses perlakuan terhadap


bahan atau barang dimana pada
akhir
proses
tidak
dapat
ditunjukkan
adanya
mikroorganisme hidup pada bahan
atau
barang
tersebut
(DepkesRI,2002)
memusnahkan semua bentuk kehidupan
mikroorganisme patogen termasuk spora,
yang mungkin telah ada pada peralatan
kedokteran dan perawatan yang dipakai.

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

TUJUAN

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

STERILISASI FISIK
PEMANASAN KERING

1. Pemijaran
Digunakan untuk sterilisasi
benda-benda dari logam,
kaca dan porselen selama 20
detik.

September 14, 2015

2. Udara panas kering (oven)


Digunakan untuk bahan tahan
panas, misalnya logam, gelas,
minyak, serbuk, talc dan
lemak.
Suhu 160 180C dan waktu
selama 1,5 2 jam

K3 - AAKNAS SKA

STERILISASI FISIK
PEMANASAN BASAH
1. Uap bertekanan (Autoclav)

Sterilisasi dengan uap bertekanan, dapat membunuh semua


jenis mikroorganisme, termasuk spora yang resisten
Suhu 121C, waktu 90 menit dan tekanan 15psi
Digunakan untuk sterilisasi media, sediaan injeksi dan suspensi,
serta plastik dan karet.

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

10

Lanjutan

4. Pasteurisasi

Digunakan
2. Pendidihan
Digunakan untuk
untuk sterilisasi
sterilisasi jarum spuit,
susu
penutup karet dan alat
bedah.
Suhu 63C
Suhu 100C waktu
selama 30 menit
20 menit.
Bentuk vegetatif mati
3. Tyndalisasi
namun spora masih
bertahan.
Dilakukan

September 14, 2015

selama 3
hari
berturut
turut
K3 - AAKNAS SKA

11

STERILISASI FISIK
PENYINARAN
1.

September 14, 2015

Radiasi sinar UV
: 100-400 nm, optimal : 254 nm
Digunakan untuk sterilisasi ruang operasi
dengan cara sterilisasi udara (air
sterilization).
Bersumber dari lampu uap merkuri

K3 - AAKNAS SKA

12

Lanjutan

2.

Radiasi sinar gamma


Bersumber dari Co60 dan Cs137
Dosis efektifnya adalah 2,5 Mrad
Untuk mensterilkan alat kedokteran dan alat yang
terbuat dari logam, karet, dan bahan sintetis seperti
polietilen.

3. Radiasi sinar X
Mempunyai daya penetrasi lebih besar dari sinar UV
4. Radiasi sinar katoda
Untuk mensterilkan hama pada suhu kamar dan barangarang.

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

13

STERILISASI KIMIA

Menggunakan bahan-bahan kimia yang


dapat membunuh mikroorganisme
dengan dosis tertentu

Yang harus diperhatikan dalam


memilih bahan kimia

Contohnya :

Alkohol,
Halogen, Klorin

Fenol,
Peroksida

Ges Etilen
Oksida

Sifat bahan yang akan diberi


perlakuan
Tipe mikroorganisme
Keadaan lingkungan

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

14

Desinfe
ktan

Bahan kimia yang digunakan untuk


desinfeksi yang mencegah terjadinya infeksi
atau pencemaran jasad renik seperti bakteri
dan virus, juga untuk membunuh atau
menurunkan jumlah mikroorganisme atau
kuman penyakit lainnya. (Imbang, 2009).

Membunuh organisme organisme patogen


dengan cara fisik atau kimia dilakukan terhadap
benda mati

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

Desinfeksi

15

Hal hal yang diperhatikan dalam memilih desinfektan

( Dinah gould, 2005 )


September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

16

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bekerja dengan cepat pada suhu kamar.


Berspektrum luas.
Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, ph,
temperatur, dan kelembaban.
Tidak toksik dan korosif pada hewan dan manusia.
Tidak bau, tidak meninggalkan noda.
Stabil, mudah digunakan, dan ekonomis.

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

17

KESIMPULAN
Dekontaminasi adalah langkah pertama dalam
menghilangkan kotoran yang tampak maupun
tak tampak pada peralatan yang
terkontaminasi yang dapat dilanjutkan dengan
desinfeksi maupun sterilisasi
Sterilisasi

Desinfeksi

Kotoran

Hilang

Hilang

Bakteri

Hilang

Hilang

Spora

Hilang

Tidak

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

18

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, IV, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta.
Block, Seymour S, eds. 2001. Disinfection, Sterilizaion, and Preservation. 5th ed.
USA: Lippincott Williams & Wilkins
Dwidjoseputro. 2005. Dasar-dasar mikrobiologi. Djambatan : Malang
Gould, Dinah. 2003. Mikrobiologi terapan untuk perawat. jakarta : EGC
http://jurnal-sdm.com/2009/10/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3.html
Imbang Dwi Rahayu. 2006. Tindakan-tindakan Pencegahan Penyakit. Malang
Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi farmasi. Erlangga, Jakarta
Purnawijayanti, hiasinta. 2001. Sanitasi higienie dan keselamatan kerja dalam
pengolahan makanan. Yogjakarata : kanisius
Rahman, Latifah dan Natsir Djide. 2009. Sediaan Farmasi Steril. Makassar :
Lembaga Penerbitan Unhas
Saifuddin, 2005. Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan
Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Tim Dosen Mikrobiologi. 2011. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Palu : FMIPA
UNTAD
Ulya ulfa . 2009. Daya hambat pembersih dapur terhadap pertumbuhan salmonella
thypi secara in vitro. Theses, Universitas Muhammadiyah Semarang.
Depkes RI. 2009. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterile Supply
Department/CSSD) di Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI.
Volk, W.A. dan Wheeler, M.F. 1988. Mikrobiologi Dasar. Jakarta : Penerbit Erlangga
September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

19

September 14, 2015

K3 - AAKNAS SKA

20