Anda di halaman 1dari 23

PERSALINAN DAN

PELAHIRAN NORMAL

Pelahiran adalah periode dari awitan kontraksi uterus yang


regular sampai ekspulsi plasenta.

Persalinan adalah proses terjadinya pelahiran secara normal.


Persalinan normal : Bayi lahir melalui vagina dengan letak
belakang kepala / ubun-ubun kecil, tanpa memakai alat /
pertolongan istimewa, serta tidak melukai ibu maupun bayi
(kecuali episiotomi)

LETAK JANIN

PRESENTASI JANIN

SIKAP JANIN

POSISI JANIN

DIAGNOSIS PRESENTASI DAN POSISI JANIN


Palpasi abdomen pemeriksaan leopold manuver
Pemeriksaan vagina
Auskultasi
Sonografi (beberapa kasus)

LEOPOLD MANUVER

PEMERIKSAAN DALAM
Dilakukan sebaiknya setiap 4 jam selama kala I
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Warna cairan amnion Dilatasi serviks Penurunan kepala
Jika serviks belum membuka pada pemeriksaan dalam
pertama, mungkin diagnosis in partu belum dapat ditegakkan

PERSALINAN DITENTUKAN OLEH 3 FAKTOR


UTAMA
Power

: His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan


mengejan ibu.

Passage : Keadaan jalan lahir


Passanger : Keadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin,
ada/tidak kelainan anatomik mayor)
Dengan adanya keseimbangan / kesesuaian antara faktor-faktor
tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung

HIS
His adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding

uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri dimana tuba


falopii memasuki dinding uterus, awal gelombang tersebut
didapat dari 'pacemaker' yang terdapat di dinding uterus
daerah tersebut.

Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan

normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah


kanalis servikalis jalan lahir yang membuka, untuk mendorong
isi uterus ke luar.

Terjadinya his, akibat :

1.
2.
3.

Kerja hormon oksitosin


Regangan dinding uterus oleh isi konsepsi
Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang
tertekan massa konsepsi.

His yang baik dan ideal meliputi :


1. Kontraksi simultan simetris di seluruh uterus
2. Kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus
3. Terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi.

4. Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his


5. Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang
mengandung serabut otot,akan tertarik keatas oleh retraksi
otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar
(cervical effacement). Ostium uteri eksternum dan internum
pun akan terbuka.

KARAKTERISIK PERSALINAN NORMAL

KALA I

Peristiwa penting pada kala I :


1. Keluar lendir darah (bloody show) -> lepasnya mucous plug,
terbukanya vaskular pembuluh darah serviks, pergeseran
antara selaput ketuban dgn dinding dalam uterus
2. Ostium uteri internum dan eksternum terbuka -> serviks
menipis dan mendatar
3. Selaput ketuban pecah spontan
4. Pada primi ( 20 jam) 20 jam), pada multi ( multi ( 14 jam)

KALA II
Peristiwa penting pada kala II :
1. Bagian terb h awa janin turun hingga dasar panggul
2. Ibu timbul perasaan perasaan ingin mengedan mengedan yang makin
berat
3. Perineum meregang dan anus membuka
4. Kepala dilahirkan lebih dahulu, dgn suboksiput di bawah simfisis,
selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan
5. Mungkin diperlukan episiotomi
6. Pada primi 1,5 jam, 1,5 jam, pada multi 0,5 jam

MEKANISME
PERSALINAN
DENGAN
PRESENTASI
OKSIPUT
ANTERIOR

KALA III

KALA IV
Observasi hingga 2 jam post partum
Hal-hal yang diperhatikan :
Vital sign ibu dalam batas normal
Kontraksi uterus baik
Perdarahan per vaginam < 500 cc
Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap
Kandung kemih harus kosong
Luka-luka di perineum harus dirawat
Resume keadaan keadaan ibu dan janin