Anda di halaman 1dari 66

ELEMEN BALOK TIPE BERNOULLI

Derajat kebebasan : 2
1. Peralihan vertikal arah y (vi)
2. Rotasi sudut arah sumbu z (i)
y,v
fm2,2
fm1,1 EI
x,u

L
fy1,v1 fy2,v2
Sumbu elemen adalah sumbu lokal x.
Pada kedua derajat kebebasan tersebut bekerja gaya geser fy dan
momen lentur fm , dan keduanya dinamakan gaya nodal elemen
I. KATILI 1
Definisi Umum Balok
Balok : dimensi bh lebih kecil dari pada L, dimana bh adalah
penampang balok dan L adalah panjang balok.
Beban bekerja tegak lurus kepada sistem sumbu balok.

Elemen balok memiliki karakteristik material konstan seperti momen


nersia I, modulus elastisitas E, dan panjang L.

L
b I. KATILI 2
Teori Balok
Bernoully - Euller - Navier
ASUMSI Theori Balok BERNOULLI:
Semua beban/ perletakan bekerja pada sumbu balok
dimana tegangan yang dialami balok diabaikan.
Syarat : L/h 20 .
Penampang balok tidak mengalami perubahan saat diberi
beban.

I. KATILI 3
KARAKTERISTIK ELEMEN BALOK

Keseimbangan
Balok haruslah dalam keseimbangan di bawah bekerjanya 4 gaya nodal
yang merupakan perkalian keempat derajat kebebasan nodal (matriks
kekakuan di atas).
Terlihat bahwa gaya fy1 dan fy2 sama besar tetapi berlawanan arah.
Maka keseimbangan dalam arah tegak lurus balok terpenuhi.

Matriks singular
Karena baris I dan III dalam matriks kekakuan [k] hanya berbeda tanda,
maka disebut matriks singular. Tidak ada invers untuk matriks [k], dan
konsekuensinya tidak ada solusi sebelum kondisi batas diberikan.

I. KATILI 4
BALOK SIMETRIS DAN ANTISIMETRIS

Kondisi simetris ialah kondisi balok yang apabila dibagi menjadi 2 sama
besar, maka bagian kiri akan memiliki dimensi struktur dan beban yang
sama dengan bagian kanan.

Kondisi Antisimetris adalah suatu kondisi balok yang jika dibagi dua
sama besar, maka bagian kiri dan bagian kanan tidak akan memiliki
dimensi atau beban yang sama.

Catatan: Kondisi simetris memberikan keuntungan, karena dapat


memungkinkan terjadinya pengurangan bilangan derajat kebebasan (n)
saat proses solusi.

I. KATILI 5
v1)0d0x101n2n03x20ana12 4
v
((xxa
)xx a P
1 a 2 x ax
23
34 a x 1 x
x
2
xP
3 a

a
1
2
3
a
n
Melihat dari teori balok yang digunakan, solusi dari persamaan diatas
adalah sebuah fungsi polinomial pangkat tiga dari x,

01232a
v 2 1 L L
2 L3 34
I. KATILI 6
a
v(x)
234
a
1
N
L
13
v1122
L
0
3
2L
3
L
(x)NNvv1N 0
L3 2 30L
(2((xx))13xxL)32xL2N
v
0
L 2
2 v
(2xL23xL3x)N



v
v
1
1
2
a
t
u
an
(NNxN
P 1

)12((xx))
u n u
vx2L22xL2Lx23Lx23n
Dalam bentuk inverse menjadi,

Substitusi solusi untuk{an}pada pers. 4 kedalam pers.2 menghasilkan:

Di mana fungsi bentuk:


1
I. KATILI 7
Fungsi Peralihan
Jika harga x bervariasi dari 0 sampai L , maka dihasilkan 4 kurva seperti di bawah
ini :
* Shape Functions dari Nv1 adalah :
apabila v1=1; 1= v2= 2= 0 v1=1
* Shape Functions dari Nv1 adalah :
apabila v2 =1; v1 = 1= 2= 0 v2=1
* Shape Functions dari Nv1 adalah :
apabila 1=1; v1 = v2= 2= 0 1=1
* Shape Functions dari Nv1 adalah :
apabila 2 =1; v1= 1= v2= 0
2 =1

I. KATILI 8

0
un
ed
i
m
a
n
:

e
e
i

n
te
PERSAMAAN KEKAKUAN

x
t.
..p
e
r
s
.1

Persamaan kekakuan elemen untuk
menggunakan teorema castigliano yaitu:


int
I20xdx
1ELL
I20
1E v
dx dx
<un> adalah variabel nodal :<un> = <v1 1 v2 2>
balok dapat dihasilkan dengan

eext adalah energi external elemen: eext = :<un> {fn}dan(fn)=< fy1 fm1 fy2 fm2>

2 2
ext adalah energi internal elemen atau energi regangan elemen (strain energy)

Energi internal lentur untuk balok model Bernoulli dengan penampang sama
adalah :

I. KATILI 9

xd
n
:m
d
dia
2 v
x
2

B

an:B b
2
v

bx

u

n
2
N u
n

B
b

,6x(x
)
B
b
N

1
,
u
n
(
x
)
x
N
v(
2
,
xx
)
N

2
,
x(
x
)
Kurvatur dapatdiperoleh dengan memasukkan persamaan peralihan
vertikal (4.6), sebagai berikut :

v
1
Dan:
Nv
,N1x
(
x
)

(
x
)
v2,xL 6 L

2
2L
1
2
1
2xx
L
3
3NN
1,
x(
x
)
(
x
)



4
L

2
2,xLLx
6
L
x
6
2
2
I. KATILI 10
Dimana :


Lint
ffm
1
ym
1
unE
k
I
y2
E
L

u
n
1
2
6
L
kEI0BbBbdxL361L262L162L462LV2
2
1
I3
6
6
4
2
6

L
4
L

L
1
6
6L
1
26
L
1
2
2
22
L6
L

1
6

2
L

6

L2

6L4
6
I. KATILI
L
2
2



V
1
V
2



Dengan demikian diperoleh persamaan kekakuan elemen :



V
1
Dengan memasukkan persamaan 3-6 kedalam pers. 2 diperoleh:

2
11
PERSAMAAN KEKAKUAN ELEMEN BALOK DENGAN BEBAN
BEKERJA DI ANTARA NODAL ELEMEN

f n k u n f n BNE
12 6 12 6
2
f y1 L2 L L L v1 f y1
BNE
6 6
f 2 1 f
m1 EI L
4
L
m1
L 12 6 12 6
f y2 2 v2 f y2
f m 2 L2 L

L L
2 f m 2
6 6
2 4
L L

I. KATILI 12
BEBAN TERBAGI RATA BEKERJA DI ANTARA NODAL
ELEMEN

1
fo L
f y1
BNE 2
1
f f ol
2

f n
BNE
m1


12
1


f y2 fo L
f m 2 2
1
f ol 2
12

I. KATILI 13
PERSAMAAN UNTUK GAYA
DALAM T DAN M
Perhitungan gaya dalam momen lentur dapat dilakukan
dengan menggunakan persamaan gaya dalam dan Pers.
(10), yaitu:
M ( x) EI EI (-v, xx ) EI Bb un
v1

EI 1
6 L -12 x 4 L2 - 6 Lx -6 L 12 x 2 L2 - 6 Lx
L3 v2
2
v1

EI
T M , x EI , x EI -v, xxx EI Bb ,x un 3 -12 -6 L 12 -6 L 1
L v2
I. KATILI
2 14
Perhitungan gaya dalam elemen pada nodal 1 dan 2 dapat
diperoleh dengan memasukkan nilai x=0 untuk T1 dan M1 dan
x=L untuk T2 dan M2 pada persamaan di atas, yaitu:
T1 12 6L 12 6L v1
M 6L 4L2 6L 2L2 1
EI
3
1
(18)
T2 L 12 6L 12 6L v2
M2
6L 2L2 6L 4L2 2

I. KATILI 15
PERSAMAAN UNTUK GAYA DALAM
LINTANG DAN MOMEN
Perhitungan gaya dalam elemen dapat dilakukan bila derajat
kebebasan elemen sudah diketahui.

T1 12 6 L 12 6 L V1
M 2
1 EI 6 L 4 L 6 L 2 L 1
2

3
2T L 12 6 L 12 6 L V2
M 2 2
2
2
6 L 2 L 6 L 4 L

Bila terdapat beban yang bekerja di antara nodal elemen, maka


perhitungan gaya dalam elemen :
GDE
T1 12 6 L 12 6 L V1 T1
M 2 L2 1 M 1
EI 6 L 4 L 6 L
2
1
3
T2 L 12 6 L 12
6 L V2 T2
M 2
6 L 2 LI. KATILI
2
6L 4 L2 2 M 2
16
I. KATILI 17
PERNGERTIAN TANDA GAYA DALAM

Ti
+
T1 -T i -Ti

dx dx

Mi Mi -M i -M i

dx dx +

Keterangan :
T = GayaLintang
M = Momen

I. KATILI 18
Model Struktur Balok 5

E = 2x108 kN/m2
I = 10-4 m4

I. KATILI 19
Penyelesaian Soal
Persamaan Kekakuan Elemen :
f y1 12 30 12 30 v1
f 30 100 30 50
m1 1
Elemen 1-2 : 160

f y 2
12 30 12 30 v 2
f m 2 2
30 50 30 100
f y2 12 30 12 30 v2
f
m2 30 100 30 50 2
Elemen 2-3 : 160
f y3 12 30 12 30 v3
f m 3
30 50 30 100 3
f y3 12 30 12
30 v3 25
f
m3
30
100 30 50 3 20.833
Elemen 3-4 : 160
f y4 12 30 12 30 v4 25
f m 4
30 50 30 100 4 20.833
I. KATILI 20
Persamaan Kekakuan Struktur diperoleh dari gabungan
persamaan kekakuan elemen :

Fy1 R y1 12 30 12 30 0 0 0 0 v1 0
Fm1 0 30 100 30 50
0 0 0 0 1
Fy 2 R y 2 12 30 24 0 12 30 0 0 v2 0

Fm 2 500 30 50 0 200 30 50 0 0 2
160

Fy 3 R y 3 25 0 0 12 30 24 0 12 30 v 0
3
Fm 3 20.833 0 0 30 50 0 200 30 50 3
0
Fy 4 R y 4 25 0 0 0 12 30 12 30 4 v 0

Fm 4 Rm 4 20.833 0
0 0 0 0 30 50 30 100 4

Solusi persamaan untuk d.k. tidak nol :


0 100 100 0 1 1 9.515

500 160 50 200 50 2
2 19.03 .10
3
rad
20.833 0 50 200 4.107
3 3
I. KATILI 21
Gaya Dalam Elemen dapat dihitung sebagai berikut :
T1 30 30 45.67 kN
M 100 50 9.515 0 kN .m
1 3
Elemen 1-2 : 160 .10
T2 30 30 19.03 45. 67 kN
M 2 228.37 kN .m
50 100

T2 30 30 71.63 kN
M 100 50 19.03 271.63 kN .m
2
160
3
Elemen 2-3 : .10
T3 30 30 4.107 71. 63 kN
M 3 86.54 kN .m
50 100

T3 30 25 44.71 kN
M 100 20.833 86.54 kN .m
3
Elemen 3-4 : 160 4.107.10
3

T4 30 25 5 . 29 kN
M 4 20.833 12.02 kN .m
50

I. KATILI 22
Hasil Perhitungan Manual

Peralihan :
1 9.515
3

2 19 .03 .10 rad
4.107
3
Gaya Dalam :
Ti 45.67 71.63 44.71 kN
M
i 0
271.63 86.54
kN .m

T
j 45 . 67 71.63 5 . 29 kN
M j 228.37 86.54 12.02 kN .m
i j 1 2 2 3 3 4

I. KATILI 23
Hasil Perhitungan Program
UI-FEAP
Peralihan :
node 1 displ 2 displ
1 0.000000E+00 9.515224E-03
2 0.000000E+00 -1.903045E-02
3 0.000000E+00 4.106571E-03
4 0.000000E+00 0.000000E+00

Gaya Dalam :
====================================================================
| Elmt | node i | node j | shear i | shear j | moment i | moment j |
+------+--------+--------+---------+---------+----------+----------+
| 1 | 1 | 2 | 45.67 | 45.67 | .00 | 228.37 |
| 2 | 2 | 3 | 71.63 | 71.63 | -271.63 | 86.54 |
| 3 | 3 | 4 | -44.71 | 5.29 | 86.54 | -12.02 |
====================================================================

I. KATILI 24
Balok
Contoh soal :

>> I. KATILI 25
Balok 2
Kondisi perletakan : v1 = v2 = 0
Kondisi simetri : 2 = 0

Persamaan kekakuan elemen :

Elemen1 2 :
fy1 12 6l 126l v1 6
fm 2
1 EI 6l
2
4l 6l 2l 1 foL
L

3
fy2 L 12 6l 12 6l v2 12 6

fm2 6l 2
2l 6l 2
4l 2 L

<< >> I. KATILI 26


Persamaan kekakuan struktur :

Balok 3
Fm1
foL2

12
foL 4L 2
6L 6L 2l 2
1
Fy1 Ry1 v1 0
2 EI 6 L 12 12 6 L
3 v2 0
foL L 6L 12 12 6L
Fy2 Ry2 2
2 2 2 0
2l 6L 6L 4L

foL2
Fm2 Rm2
12
fo 8 kn/m L 5m
E 2.105 kN/m2 I 3,125.103 m4
foL2 L foL3
PeralihanNodal: 1 0,0333m
>> 12 4EI 48EI

27
<< I. KATILI
Balok 4
Gaya nodal elemen :
Elemen1 2 :
fy1 6 6 3 15
fm1 foL3 0
EI 4L foL L foL 0
2 kN
fy2 L 6 48EI 12 6 8 5 5
fm2 L L 5
2L

Reaksi perletakan :
Ry1 6 3 6 3 15 kN
25 kN
EI foL foL foL
Ry2 6
48EI 6 5
Rm2 2
L 2L 12 L 8 L 25 kNm

<< >> I. KATILI 28


Balok 5
Gaya dalam elemen :

Elemen1 2 :

T1 6L 6 3

2
M1 EI 4L foL3 foL L foL 0

T2 3
L 6L 48EI 12 6 8 5
M2 2 L L
2L
15 kN

0 kNm

25 kN
25 kNm
<< >> I. KATILI 29
Balok 6
Perbandingan perhitungan manual dengan SAP

REAKSI PERLETAKAN :
Ry1 Ry2 Ry3
MANUAL 15 50 15
SAP 2000 15,03 49,94 15,03

GAYA DALAM
ELEMEN T1 M1 T2 M2
MANUAL 1 -15 0 25 -25
SAP 2000 1 -15.03 0 24.95 -24.97

<< I. KATILI 30
fo = -4 KN/m1
EI
s1 2
Rm1 1 L
2 3

2EI EI
EI
s1
L3
R y1 R y3
L=6m L=6m

E = 2,1.105 KN/m2
I = 1/12 0,3 0,63 = 5,4.10-3 m4
EI = 1134 KNm2
Hitung :
Pers. Matriks Kekakuan Elemen Setelah Kondisi Batas
Pers. Matriks Kekakuan Struktur Setelah Kondisi Batas
DoF Yang Tidak Nol
Gaya Dalam Elemen
Reaksi Perletakan
I. KATILI 31
Diagram Gaya Dalam
Pengaruh dari kedua pegas adalah
menghasilkan gaya perlawanan
s1V2 dan momen perlawanan s23
sebagai tambahan beban luar yang
ada terhadap struktur balok.

DoF nol adalah V1 = 1 = V3 = 0

DoF tidak Nol adalah V2 , 2 , 3

I. KATILI 32
PERSAMAAN MATRIKS
KEKAKUAN ELEMEN

I. KATILI 33
PERSAMAAN UMUM MATRIKS KEKAKUAN
ELEMEN DENGAN BEBAN TERBAGI RATA

-fo
f L2 f o L2
o
2
12 1 EI 12

fo L fo L

2 2

fo L

2
f m1 12 6L 12 6L V1 2
f f L
4 L2 6L 2 L2 o
y1 EI 6 L 1 12
3
f L
f y 2
L 12 6L 12 6L V2 o
f m2 2 2
6L 2 L2 6L 4 L2
f o L2
12
BNE
I. KATILI 34
Persamaan Matriks Kekakuan Elemen 1-2
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Elemen Pada DoF 0

fo L

f y2 2 EI 12 6L V 2 2
f 3 6L 2
m2 L 4 L2 2 fo L
12 BNE
f y2 2 1134 12 36 V 2 12
f 36
m2 6 3
154
2 12 BNE

f y2 126 378 V 2 12
f
m2 378 1512 2 12 BNE
I. KATILI 35
Persamaan Matriks Kekakuan Elemen 1-2
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Elemen Pada DoF = 0

fo L

f y1 2 EI 12 6L V 2 2
6L 2
f
m1 L 3
2 L2 2 o f L
12 BNE

f y1 2 1134 12 36 V 2 12
36 72
f
m1 6 3

2 12 BNE

f y1 126 378 V 2 12

f
m1 378 756
I. KATILI
2 12 BNE 36
Persamaan Matriks Kekakuan Elemen 2-3
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Elemen Pada DoF 0

BNE
f o L

f y 2
12 6 L V 2
V 2 12
6L 2 63 189 189
2 EI
6L 2 fo L
f
m2 3 4 L2 2 L 2 189 756 378 2 12
f m L 6L 2 L2 4 L2 3 122 189 378 756 3 12
3 fo L

12

f y2 12 36 36 V 2 12
1134
f m2 3 36 144 72 2 12
f 6 12
m3 36 72 144 3 BNE

f y2 63 189 189 V 2 12

f m2 189 756 378 2 12
f m3 189 378 I. 756 3
KATILI 12 37
BNE
Persamaan Matriks Kekakuan Elemen 2-3
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Elemen Pada DoF = 0

V2
EI fo L
f y3 3 12 6 L 6 L 2
L 2 BNE
3
V2
1134
f y3 3 12 36 36 2 12 BNE
6
3
V2

f y3 63 189 189 2 12 BNE

3
I. KATILI 38
PERSAMAAN MATRIKS
KEKAKUAN STRUKTUR

I. KATILI 39
Persamaan Matriks Kekakuan Struktur
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Struktur Pada DoF 0

Fy 0 63 126 s1 189 378 V 2


BNE
2 189 12
12
Fm2 0 189 378 756 1512 378 2 12 12
Fm 0 189 378 756 s2 3 12
3

24 194, 25 189 189 V2


0 189 2268 378 2
12 189 378 787,5 3

I. KATILI 40
Persamaan Matriks Kekakuan Struktur
Setelah Kondisi Batas

* Gaya Nodal Struktur Pada DoF = 0

Fy R y V 2 12
BNE
1 1 126 378 0
Fm1 Rm 1 378 756 0 2 12
Fy R y 63 189 189 3 12
3 3

I. KATILI 41
NILAI DoF yang TIDAK NOL

I. KATILI 42
Dengan melakukan perkalian invers terhadap
persamaan kekakuan struktur maka
dapat diperoleh besarnya nilai Dof tidak nol
Fy2 24 194.25 189 189 V2

Fm2 0 189 2268 378
2
F 12 189 378 787.5
m3 3

1
V2 194, 25 189 189 24 0, 25
2 189 2268 378 0 0, 036
3 189 378 787,5 12 0, 0921

I. KATILI 43
GAYA DALAM ELEMEN
Gaya dalam T, M pada setiap nodal untuk setiap nilai positif
atau negatif dan pengaruhnya terhadap elemen diferensial dx
adalah sebagai berikut :

Ti
dx dx

Mi
dx dx

I. KATILI 44
Gaya Dalam Elemen 1-2

T1 12 6 6 12
M 36 72 0.25 12
1 2 1134

T
2 63 12 36 0.036 12
M 2 12
36 144 GDE

T1 17,9 12 29,9

M 1 67,3 12 79,3
T 17,9 12 5,9
M2 40, 07
12 28, 07
2 GDE
I. KATILI 45
Gaya Dalam Elemen 2-3
f o L f o L

f L2 2 f L2 2
T2 12 6 L 12 6 L V 2 o 12 6 L 6 L o
EI 6 L V2
M 2 4 L2 6 L 2 L2 2
12
EI
3 6 L 4 L2 2L 2
T 3 12 6 L 6 L
V3 0 6 L 2 f12 L
M3 L 12
o
f L L 12 6 L
3 o
3 6 L 2 L2 6L 4 L2 3 2 6 L 2 L2 4 L2 2
2
fo L f o L2
12 12

T2 12 36 36 12
M 0.25
2 1134 36 144 72 12
3 0.036
T3 6 12 36 36 12
M 3 0.0921
36 72 144 12 GDE

T2 5,15 12 6,85

M 2 39, 65 12 27, 65
T 5,15 12 17,15
M3 8,8 12
3 GDE 3, 2
I. KATILI 46
REAKSI PERLETAKAN

I. KATILI 47
Besarnya Reaksi Perletakan Dapat Diperoleh
Dari Persamaan Gaya Nodal Struktur Pada
DoF = 0, dengan memasukan nilai V 2 , 2 , 3
dalam persamaan tersebut

Rm 1 1
2 3

Ry Ry
1 3
6m 6m

I. KATILI 48
R y
1 126 378 0 0, 25 12
29,9
Rm 1 378 756 0 0, 036
12 79,3
R y 63 189 189 0, 092 12 BNE
17,15

3

Dari perhitungan gaya dalam elemen, juga dapat di


simpulkan reaksi perletakanya sebagai berikut :

R y1 T1 29.9 KNm
Rm1 M 1 79.3 KNm
R y3 T3 17 .15 KN
I. KATILI 49
DIAGRAM GAYA DALAM

I. KATILI 50
DIAGRAM GAYA LINTANG

17.15
kN

-5.9 -6.85
kN kN
-29.9
kN

I. KATILI 51
DIAGRAM MOMEN LENTUR

79.3 kNm

3.2 kNm

-28.07 kNm
I. KATILI 52
SELESAI

I. KATILI 53
DATA BALOK DATA RANGKA
Abalok = 2 m2 Arangka = 2 x 10-3 m2

E = 2,1 x 105 kN/m2 E = 2,1 x 106 kN/m2


Ibalok = 0,667 m3
Berat Jenis = 2400 kg/m3 = 0,24 kN/m3 5
fo = BJ x A = 0,48 kN/m EA
EA
fo = -0,48 kN/m
10 m
EA
-100 kN EA

1 2 3 4 6 7 8

EI

4m 4m 8m 4m 4m

DIKETAHUI : 1. KONDISI BATAS : U1=V1=U8=V8=U5=V5=U2=U3=U6=U7=0


2. KONDISI SIMETRIS : U4=4=0

DITANYA : 1. DERAJAT KEBEBASAN TIDAK NOL


2. REAKSI PERLETAKKAN
I. KATILI 54
3. GAYA DALAM
* Karena struktur simetris, maka permodelannya dapat kita bagi dua untuk mempermudah perhitungan

EA
-100 kN
V4 10 m
V2 V3 EA

1 2 3 4

1 EI
2 3
fo = -0,48 kN/m
4m 4m 4m

I. KATILI 55
fo = -0,48 kN/m
MATRIKS YANG
5 DIAMBIL
1 1
f o L .0,48.4 0,96
2 2
f X 2 C2 CS C 2 CS U 2
EA -100 KN fY EA CS S 2 CS S 2 V2
-0,96 -0,96 f 2
U
10 m
X5 L25 C 2 CS C 2 CS
2 V5
EA V4 f CS S 2
CS S 5
Y5
V2 V3
2 4
1 3

1
2 3
EI fY2 199,979 V2
4m 4m 4m

I. KATILI 56
fo = -0,48 kN/m

5 MATRIKS YANG
1 1 DIAMBIL
f o L .0,48.4 0,96
2 2

EA -100 kN f X3 C2 CS C 2 CS U 3
10 m
fY EA CS S 2 CS S 2 V3
-0,96 -0,96
EA V4 f 3
U
X 5 L35 C 2 CS C 2 CS
2 V5
V2 V3 f
Y5 CS S 2
CS S 5
2 4
1 3
1 EI
fY3 336,173 V3
2 3
4m 4m 4m

I. KATILI 57
fo = -0,48 kN/m

1 1 MATRIKS YANG
f o L .0,48.4 0,96 DIAMBIL
2 2 5
1 1
f o L2 .0,48.4 2 0,64
12 12
EA
-100 kN fY1 12 6 L 12 6 L V1
f m EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 1
f 3 12 6 L 12 6 L
10 m 1
-0,96 EA V4 V2
Y2 L 2
f
m2 6 L 2 L2
6 L 4 L 2
V2 V3
1 2 3 4

1 -0,64 0,64 EI
2 3
4m 4m 4m

f m 140000 52500 70000 1 0,64


1
fY2 52500 26250 I.KATILI
52500 V 2 0,96
f m 70000 52500 140000 2 0,64 58
2
fo = -0,48 kN/m
MATRIKS YANG
1 1 DIAMBIL
f o L .0,48.4 0,96
2 2 5
1 1
f o L2 .0,48.4 2 0,64
12 12
EA
-100 kN fY2 12 6 L 23 12 6 L23 V2
10 m f m EI 6 L23 4 L23 6 L23 2 L223
2 2
-0,96 -0,96 EA V4 f 3 12 6 L
2
12 6 L23 V
Y3 L23 2
23
2 3
V2 V3 f
m3 6 L
23 2 L23 6 L23 4 L23 3
4
1 2 3
1 EI
2 -0,64 3 0,64
4m 4m 4m

fY2 26250 52500 26250 52500 V2


f m 0,96
52500 140000 52500 70000 2 0,64
f 26250 52500 26250 52500
2
V 0,96
Y3 52500 70000 52500 140000 3 0,64
f m3 3
I. KATILI 59
fo = -0,48 kN/m
MATRIKS YANG
1 1 DIAMBIL
f o L .0,48.4 0,96
2 2 5
1 1
f o L2 .0,48.4 2 0,64 -0,96
12 12
EA fY3 12 6 L 12 6 L V3
-100 kN f m EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 3
f 3 12 6 L 12 6 L
3
V4
10 m
Y4 L 2
-0,96 EA V4 f
m4 6 L 2 L2
6 L 4 L 4
V2 V3
2 4
1 3
1 EI
2 3 -0,64
4m 4m 4m

fY 26250 52500 26250 V 3 0,96


3
f m3 52500 140000 52500 3 0,64
fY 26250 52500 I.26250
KATILI
V4 0,96
4 60
fo = -0,48 kN/m

EA -100 kN
V4 10 m
V2 V3 EA

1 2 3 4

1 EI
2 3
4m 4m 4m

Fm1 0
140000 52500 70000 0 0 0 1 0, 64
BNE
FY2 0 V2
52500 26250 26250 199, 979 52500 52500 26250 52500 0 0, 96 0, 96
Fm2 0 70000 52500 52500 140000 14000 52500 70000 0 2 0, 64 0, 64
V 0, 96 0, 96
FY3 0 0 26250 52500 26250 26250 336,173 52500 52500 26250
0 52500 70000 52500 52500 140000 140000 52500 3 0, 64 0, 64
Fm3 0 V3
0 0 0 26250 52500 26250 4 0, 96
FY4 100
I. KATILI 61
Fm1 0 BNE
140000 52500 70000 0 0 0 1 0, 64
FY2 0 V2
52500 52699, 979 0 26250 52500 0 1, 92
Fm2 0 70000 0 280000 52500 70000 0 2 0
V 1, 92
FY3 0 0 26250 52500 52836,173 0 26250
0 52500 70000 0 280000 52500 3 0
Fm3 0 V3
FY4 100
0 0 0 26250 52500 26250 4 0, 96

1
V2
2
V
3
V3
4
I. KATILI 62
fo = -0,48 kN/m MATRIKS YANG
DIAMBIL
5
1 1
f o L .0,48.4 0,96
2 2

EA f X 2 C2 CS C 2 CS U 2
-100 kN fY EA
-0,96 -0,96 CS S 2 CS S 2 V2
10 m f 2
U
EA V4 X5 L C 2 CS C 2 CS
2 V5
V3
f
5
Y CS S 2
CS S 5
V2
2 4
1 3

1 f X 5 159,983
2 3
EI f 199,979 V2
Y5
4m 4m 4m

I. KATILI 63
fo = -0,48 kN/m
MATRIKS YANG
5 DIAMBIL
1 1
f o L .0,48.4 0,96
2 2

EA -100 kN f X3 C2 CS C 2 CS U 3
fY EA CS S 2 CS S 2 V3
-0,96 -0,96 10 m
f 3
U
EA V4 X5 L C 2 CS C 2 CS
2 V5
V2 V3 f
Y5 CS S 2
CS S 5
2 4
1 3
f X 5 134,469
1 EI f 336,173 V3
2 3
Y5
4m 4m 4m

FX 5 RX 5
F R
Y5 Y5
159,983 134, 469 V2 2,513
199,979 336,173 V3
I. KATILI 7,728 64
fo = -0,48 kN/m

1 1
f o L .0,48.4 0,96
2 2 5 MATRIKS YANG
1 1 DIAMBIL
f o L2 .0,48.4 2 0,64
12 12
EA
-100 kN
10 m fY1 12 6 L 12 6 L V1
-0,96 EA V4 f m
V3 EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 1
f
12 6 L V2
1
V2 3 12 6 L
1 2 Y2 L 6 L 2 L2 6 L 4 L2
3 4 f
2
m 2

1 -0,64 0,64 EI
2 3
4m 4m 4m

1 0,045 0,64

RY FY fY 52500
1 1 1
26250 52500 v2 0,023 0,96

I. KATILI
2 8,937.103 0,64 65
T1 12 6 L 12 6 L V1
M1 EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 1
T 3 12 6 L 12 6 L V
M2 L 2 2 2
2 6 L 2 L 6 L 4 L 2 N 25 199,979 V2

T2 12 6 L 12 6 L V2
M 2 EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 2
T 3 12 6 L 12 6 L V
M3 L 2 3
3
2
6 L 2 L 6 L 4 L 3 N 35 336,173 V3

T3 12 6 L 12 6 L V3
M 3 EI 6 L 4 L2 6 L 2 L2 3
T 3 12 6 L 12 6 L V
M4 L 4
4 6 L 2 L
2
6 L 4 L2 4
I. KATILI 66