Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN MATA :

FUNDUSKOPI

Pembimbing :
dr. Ramzi Amin Sp. M (K)

Siti Ratu Anisa Kurnia Kosasih


1510221019

Departemen Ilmu Penyakit Mata


RS Tk II Dr. AK Gani
Palembang
PENDAHULUAN
Mata merupakan salah satu organ yang vital bagi
individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Retina
mengandung reseptor yang berfungsi sebagai penerima
rangsang cahaya yang masuk ke mata. Saraf-saraf kecil
pada retina merasakan sinar dan mengirimkan
gelombang saraf kepada saraf optikus, yang akan
membawa gelombang saraf tersebut ke otak
Funduskopi adalah alat ayng memencarkan seberkas
sinar kedalam mata, memungkinkan dokter memeriksa
retina atau bagian belakang bola mata melalui pupil.
FUNDUSKOPI
Funduskopi ialah alat untuk melihat bagian
dalam mata atau fundus okuli.
Pemeriksaan funduskopi bertujuan untuk
menyinari bagian fundus okuli kemudian
bagian yang terang dalam fundus okuli dilihat
ANATOMI MATA
Konjungtiva Retina
Membrana limitans interna
Sklera
Lapisan serat saraf,
Kornea Lapisan sel ganglion
Iris Lapisan pleksiformis dalam
Lapisan pleksiformis luar
Corpus ciliare
Lapisan inti luar sel
Koroid fotoreseptor
Lensa Mambrana limitans eksterna
Lapisan fotoreseptor segmen
Vitreus dalam dan luar sel kerucut
Epithelium pigmen retina
FUNDUSKOPI
Funduskopi Direct Funduskopi Indirect
FUNDUSKOPI DIRECT
Funduskopi direct atau funduskopi langsung memberikan
gambaran monokular dengan pembesaran 15 kali.
Funduskopi direct menghasilkan gambaran diskus dan
struktur vaskular retina yang detail.
Pemeriksaan ini difokuskan untuk memperlihatkan
gambaran konjungtiva, kornea dan iris yang diperbesar.
Jarak pemeriksa dan pasien kira-kira 1-2 inch. Pada
pemeriksaan, apabila memeriksa pada mata kanan maka
pemeriksa juga menggunakan mata kanan untuk
memeriksa.
FUNDUSKOPI DIRECT
Jika pupil cukup melebar, ukuran titik cahaya yang
besar memberikan daerah penyinaran yang paling luas.
Untuk memperluas lapang pandang penglihatan maka
pasien dapat disuruh melirik ke samping ataupun ke
bawah dan ke atas
Seluruh pembuluh retina muncul dari diskus.
Pemeriksaan dengan funduskopi direct diskus dicari
dengan mengikuti salah satu cabang utama pembuluh.
teliti bentuk, ukuran dan warna diskus, ketajaman
tepinya dan ukuran bagian sentralnya yang pucat.
FUNDUSKOPI DIRECT
Cabang pembuluh darah retina mendekati dari segala
arah dan berhenti tepat dekat fovea.
Pembuluh retina utama diperiksa ke masing-masing
kuadran. Pembuluh vena terlihat lebih gelap dan
besar dibandingkan dengan arteri. Perhatikan warna,
kelokan dan kaliber pembuluh darah serta kelainan
yang mungkin terjadi
TEHNIK FUNDUSKOPI DIRECT
Mata kanan pasien dengan mata kanan pemeriksa, mata kiri
pasien dengan matakiri pemeriksa kecuali bila pasien dalam
keadaan tidur dapat dilakukan dari atas.
Mula-mula diputar roda lensa oftalmoskop sehingga
menunjukkan angka +12 D
Oftalmoskop diletakkan 10 cm dari mata pasien. Pada saat ini
fokus terletak padakornea atau pada lensa mata.
Bila ada kekeruhan pada kornea atau lensa mata akan terlihat
bayangan yanghitam pada dasar yang jingga.( oftalmoskop
jarak jauh)
Selanjutnya oftalmoskop lebih didekatkan pada mata pasien
dan roda lensaoftalmoskop diputar, sehingga roda lensa
menunjukkan angka mendekati nol.
TEHNIK FUNDUSKOPI DIRECT
Sinar difokuskan pada papil saraf optik.
Diperhatikan warna, tepi, dan pembuluh darah yang keluar
dari papil saraf optik.
Mata pasien diminta melihat sumber cahaya oftalmoskop
yang dipegang pemeriksa, dan pemeriksa dapat melihat
keadaan makula lutea pasien
Dilakukan pemeriksaan pada seluruh bagian retina.
FUNDUSKOPI INDIRECT
Oftalmoskopi indirek binokular merupakan teknik
oftalmoskopi yang memungkinkan pemeriksa untuk
mendapatkan bayangan 3 dimensi retina dengan
lapangan pandang yang lebih luas sampai ke retina
perifer.
Bayangan yang terbentuk akan ditangkap oleh lensa
kondensasi dan akan membentuk aerial image yang
akan terlihat oleh pemeriksa sebaga bayangan yang
nyata, terbalik
FUNDUSKOPI INDIRECT
Oftalmoskopi indirek binokular bisa dilakukan
dengan 2 cara sesuai dengan alat yang
digunakan yaitu :
head band oftalmoskopi indirek binokular
slit-lamp oftalmoskopi indirek binokular
Kekuatan lensa kondensasi yang dipakai
bervariasi dari +20D sampai dengan +120D
sesuai dengan tehnik yang di pakai.
KLASIFIKASI FUNDUSKOPI INDIRECT
Head-band Slit-lamp
HEAD BAND FUNDUSKOPI INDIRECT
Sekarang alat ini menjadi standar bagi dokter mata untuk
pemeriksaan segmen posterior. Pada head band
oftalmoskopi indirek binokular, sumber cahaya terdapat
pada alat yang dipasang di kepala pemeriksa.
Intensitas cahaya dapat diatur dan kemudian diarahkan ke
pupil pasien melalui lensa kondensasi sehingga segmen
posterior teriluminasi dan bayangan segment posterior
akan terbentuk.
Kekuatan lensa yang biasa dipakai pada oftalmoskopi
indirek binokular head band adalah lensa dengan kekuatan
14D, 20D, dan 40D.
Beda lapangan pandang lensa 14D, 20D dan 40D (berurut searah
jarum jam)
SLIT LAMP FUNDUSKOPI INDIRECT
Sumber cahaya pada tehnik ini berasal dari slit-lamp.
Lensa kondensasi yang digunakan adalah lensa
dengan kekuatan yang tinggi seperti lensa 60D, 78D,
dan 90D. Semakin besar kekuatan lensa maka jarak
antara lensa dan mata pasien semakin dekat
Oftalmoskopi Direk Oftalmoskopi Indirek

Perbesaran 15x 3x

Lapangan Pandang 2 diameter diskus 9 diameter diskus

Binokularitas Monokular Binokular

Bayangan Tegak Terbalik

Retina perifer Sulit Mudah

Indentasi sklera Tidak Ya

Lensa kondensasi Tidak Ya


GAMBARAN FUNDUSKOPI
Retinopati diabetik

Hipertensi Okuli
GAMBARAN FUNDUSKOPI
Papiledema

Glaukoma
TERIMA KASIH