PENGGOLONGAN ANION
Golongan sulfat :
SO42 - ,CO32 -, PO43 -, CrO42 -, C2O42 -, SO32 AsO43-
Golongan klorida/Halida :
Cl- , Br - , I- , SCN- , S 2
Golongan Nitrat :
NO3-, NO2- , ClO3-, C2H3O2-
Analisa anion adalah analisa yang bertujuan untuk
menganalisa adanya ion dalam sampel. Sifat-sifat anion ada 3
(tiga), yaitu sifat-sifat asam-basa, sifat redoks, dan
kesetimbangan larutan.
Identifikasi anion meliputi :
a. analisis pendahuluan
b. analisis anion dari zat asal
c. analisis anion dengan menggunakan larutan ekstra soda.
Uji pendahuluan awal analisis anion
berdasarkan pada :
sifat fisika seperti warna, bau, terbentuknya
gas, dan kelarutannya
ANALISIS ANION DARI ZAT ASAL
Jika zat asal larut dalam air panas, kation yg ditemukan adalah
Pb2+, maka kemungkinan anion juga ada yaitu Cl- karena PbCl2
larut dalam air panas.
Note : Tidak mungkin nitrat karena timbal nitrat mudah larut dalam
air dingin
ANALISIS ANION DENGAN MENGGUNAKAN
LARUTAN EKSTRAK SODA
Jika dalam pemeriksaan kation ditemukan kation logam, maka
pemeriksaan anion dilakukan dengan Larutan Ekstrak Soda
Larutan ekstrak soda dibuat dengan :
Memasak sampel dalam larutan Na2CO310 menit, lalu disaring.
Filtrat merupakan soda (ES).
PROSES YANG DIPAKAI DIBAGI KE DALAM :
Proses yang melibatkan identifikasi produk-
produk yang mudah menguap yang diperoleh
pada pengolahan dengan asam-asam :
Gas-gas dilepaskan dengan HCl encer / H2SO4 encer
Gas / uap dilepaskan dengan H2SO4 pekat
Proses yang tergantung pada reaksi-reaksi
dalam larutan
Reaksi pengendapan
Oksidasi dan reduksi dalam larutan
PROSES IDENTIFIKASI ANION
Anion yang membentuk gas bila diolah dengan HCl encer
atau H2SO4 encer meliputi karbonat, hidrogen karbonat
(bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida
dan sianat
Anion yang membentuk gas atau uap bila diolah dengan
H2SO4 pekat meliputi Sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit,
hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silikat,
heksafluoro silikat, salisilat, benzoat, suksinat, fluorida,
heksafluorosilikat, klorida, bromida, iodida, nitrat, klorat
(BAHAYA), perklorat, permanganat (BAHAYA), bromat, borat,
heksasionaferat (II), heksasionaferat (III), tiosianat, format,
asetat, oksalat, tartrat, dan sitrat.
PROSES IDENTIFIKASI ANION
Anion yang diperiksa dengan pengendapan meliputi Sulfat,
peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit,
kromat, dikromat, silikat, heksafluoro silikat, salisilat, benzoat
dan suksinat.
Anion yang diperiksa dengan reaksi redoksnya meliputi
Manganat, Permanganat, kromat dan dikromat
REAKSI KHAS TERHADAP ION
KARBONAT
1. Asam kuat. Dengan asam kuat akan menghasilkan gas CO2, reaksinya sbb:
CO32- + 2 H+ CO2 + H2O
CaCO3 + 2 H+ Ca2+ + CO2 + H2O
2. Barium klorida. Larutan yang mengandung karbonat akan menghasilkan
endapan putih dari BaCO3. Endapan ini larut di dalam larutan asam.
Ba2+ + CO32- BaCO3
3. Perak nitrat. Dengan hadirnya CO32-, dihasilkan endapan putih dari Ag2CO3,
yang bila dididihkan akan berubah menjadi Ag2O yangberwarna hitam.
4. Karbonat-fenolftalein. Larutan fenolftalein diubah menjadi merah jambu oleh
karbonat yang larut, dan dijadikan tak berwarna bikarbonat yang larut.
CO2 + CO32- + H2O 2HCO3-
REAKSI KHAS TERHADAP ION SULFAT
1.Barium klorida. Larutan yang mengandung sulfat akan
menghasilkan endapan putih dengan reagensi ini, BaSO4.
SO42- + Ba2+ BaSO4
2.Timbal nitrat. Endapan putih dari PbSO4 akan terbentuk
bila larutan yangmengandung Pb2+ dicampur dengan ion
sulfat. Timbal sulfat tidak larut dalam air, tetapi dalam NaOH
pekat atau ammonium asetat panas larut.
SO42- + Pb2+ PbSO4
3.Perak Nitrat, endapan kristalin putih perak sulfat, Ag2SO4
dari larutan pekat.
SO42- + 2Ag+ Ag2SO4
REAKSI KHAS TERHADAP ION KROMAT
1.Barium klorida. Penambahan larutan yang mengandung Ba2+ kedalam kromat
akan menghasilkan endapan kuning dari BaCrO4 yang larut di dalam asam kuat.
2 BaCrO4 + 2 H+ 2Ba2+ + Cr2O72- + H2O
2.Hidrogen Peroksida, dengan hadirnya asam, 3% H2O2 bereaksi dengan kromat
membentuk warna biru dari kromium peroksida, CrO5 , yang tidak stabil dan terurai
menjadi Cr3+
Cr2O72- + 4 H2O + 2 H+ 2 CrO5 + 5 H2O
3. Timbal nitrat. Penambahan reagen ini ke dalam larutan yang mengandung
CrO42- akan menghasilkan endapan kuning yang tidak larut dari PbCrO4, yang
mana endapan ini dapat bereaksi dengan larutan 6M NaOH:
PbCrO4 + 3 OH- Pb(OH)3- + CrO42-
4. Hidrogen Sulfida. Larutan suatu kromat yang asam direduksi oleh
reagensia ini menjadi larutan ion kromium (III) yang hijau, dengan disertai
pemisahan Belerang
2CrO42- + 3H2 + 10H+ 2Cr3+ + 3S + 8H2O
REAKSI KHAS TERHADAP ION FOSFAT
1.Ammonium molibdat. Dalam larutan asam nitrat panas, fosfat bereaksi
dengan ammonium molibdat membentuk endapan kuning dari ammonium
fosfomolibdat, (NH4)3PO4 . 12 MoO3 :
H2PO4- + 12 MoO42- + 3NH4+ + 22H+ (NH4)3PO4 .12MoO3 +12H2O
Endapan ini larut dengan kelebihan asam fosfat dan 6 M NaOH dan 6 M
NH3
2. Barium klorida. Bergantung pada pH, endapan putih yang tidak larut
dari
BaHPO4 atau Ba3(PO4)2 , bila barium dan larutan fosfat dicampur. Endapan
ini
larut didalam asam encer.
HPO42-+ Ba2- BaHPO4
HPO42- + 3Ba2+ + 2NH3 Ba3(PO4)2 + 2NH4+
REAKSI KHAS TERHADAP ION SULFIT
1. Kalium permanganat. Dalam larutan encer asam sulfat,
warna permanganatakan hilang oleh sulfit, dan sulfit berubah
menjadi sulfat dan MnO4- menjadi Mn2+.
5 H2SO3 + 2 MnO4- + H+ 5HSO4- + 2Mn2+ +3H2O
2. Hidrogen Peroksida. Di dalam larutan asam H2O2
mengoksidasi sulfit menjadi sulfat.
H2O2 + H2SO3 SO42 - + H2O + 2 H+
3.Asam klorida atau sulfat. Asam-asam non oksidator
menguraikan larutan sulfit atau garamnya dan menghasilkan
gas SO2
SO32 - +2 H+ H2SO3
SO32 - +2 H+ SO2 + H2O
REAKSI KHAS TERHADAP
ION OKSALAT
1.Barium atau kalsium klorida. Endapan putih dari BaC2O4. H2O atau
CaC2O4. H2O terbentuk pada penambahan reagen ini. Garam-garam ini
larut di dalam asam kuat. Senyawa-senyawa barium juga bereaksi dengan
asam asetat atau asam oksalat. Sebagian besar oksalat yang tidak larut
adalah CaC2O4. H2O, yang mana dapat diendapkan dari larutan asam
asetat .
2.Kalium Permanganat. Dalam larutan asam yang panas, warna ungu
dari ion MnO4- akan hilang oleh oksalat dan membentuk CO2 dan Mn2+:
5 H2C2O4 + 2 MnO4- + 6 H+ 2 Mn2++ 10 CO2 + 8 H2O