Anda di halaman 1dari 48

PERUBAHAN

SOSIAL
BUDAYA
Kelompok 4 :

Ardy Nur A.
Fanie Puspitasari M.
M. Galan J.
Sarah Shafa K.
Kompetensi Dasar

3.1 Mendeskripsikan perubahan sosial budaya pada


masyarakat.
Tujuan Pembelajaran

1. Mendeskripsikan proses perubahan sosial budaya.


2. Menyebutkan faktor-faktor perubahan sosial
budaya.
3. Memberikan contoh faktor internal & eksternal
yang memengaruhi perubahan sosial budaya.
1. Definisi Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah dampak munculnya unsur-unsur yang


dapat mengubah nilai, norma, dan kebudayaan masyarakat.
Perubahan tersebut ada yang diharapkan dan ada pula yang tidak
diharapkan. Misalnya, untuk menunjang penampilan, banyak artis
yang melakukan operasi plastik pada beberapa bagian tubuh,
seperti hidung. Semuanya dilakukan karena mereka ialah public
figure yang menjadi sorotan masyarakat. Perubahan yang tidak
diharapkan misalnya bencana alam.Perubahan dalam masyarakat
lebih rumit, karena di dalamnya melibatkan karakteristik individu
yang beragam. Jenis perubahannya, meliputi perubahan dalam
norma adat istiadat, sistem pemerintahan, sistem sosial, dan
politik.
Dengan demikian, perubahan sosial adalah suatu perubahan
menuju keadaan baru yang berbeda dengan keadaan sebelumnya.
Pengertian lain tentang perubahan sosial
dikemukakan beberapa ahli sosiologi berikut:

a. Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah segala


perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat
yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya
nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku.

b. Menurut Astrid Susanto, perubahan sosial adalah perubahan


masyarakat yang mengalami kemajuan dengan pola masyarakat
yang sesuai dan dapat menguasai kemajuan teknologi serta
menghindari bahaya degradasi (merosotnya) martabatnya.

c. Kingsley Davis mengartikan perubahan sosial sebagai


perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat
kapitalis menyebabkan perubahan dalam hubungan antara
buruh dan majikan.
2. Antara Perubahan Sosial dan Perubahan Budaya

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi


akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur yang ada dalam
kehidupan sosial. Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang
terjadi akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan.
Perbedaan Perubahan Sosial dan Perubahan Budaya menurut para
ahli ilmu sosial, Perubahan sosial merupakan bagian dari
perubahan budaya. Perubahan sosial merupakan perubahan dalam
segi hubungan sosial. Perubahan sosial, meliputi perubahan bentuk
perbedaan usia, tingkat kelahiran, dan penurunan rasa
kekeluargaan antar anggota masyarakat. Dalam perubahan budaya
menyangkut banyak aspek, seperti kesenian, ilmu pengetahuan,
teknologi, aturan-aturan hidup bergorganisasi, dan filsafat.
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan
kebudayaan yang terjadi di masyarakat saling
berkaitan. Perubahan sosial dan budaya pada
dasarnya memiliki aspek yang sama, yaitu
keduanya berkaitan dengan proses penerimaan
cara-cara baru dalam masyarakat untuk memenuhi
aneka kebutuhannya.
3. Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Ciri-ciri perubahan sosial, yaitu sebagai berikut :


a. Setiap masyarakat akan mengalami perubahan
secara berkesinambungan.
b. Perubahan yang terjadi diikuti perubahan
lembaga-lembaga kemasyarakatan yang lainnya.
c. Perubahan yang berlangsung cepat diikuti
timbulnya disorganisasi, akomodasi, dan
penyesuaian diri.
d. Perubahan sosial akan membawa perubahan pada
bidang material dan nonmaterial (ide).
Moore mengemukakan beberapa ciri perubahan
sosial, yaitu sebagai berikut :

a. Bagi masyarakat atau kebudayaan mana pun,


perubahan dapat berlangsung cepat atau berlaku
secara lambat.
b. Perubahan tidak bersifat sementara maupun terpisah
karena terjadi dalam rangkaian yang tidak terputus.
c. Perubahan sosial memiliki dampak ganda.
d. Isu-isu dan inovasi memengaruhi terjadinya
perubahan sosial.
e. Perubahan sosial memberi akibat suatu pengalaman
individu yang lebih luas.
4. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

a. Perubahan Cepat (Revolusi/Revolution)


Revolusi ditandai dengan berubahnya tatanan hidup
bermasyarakat. Misalnya, perubahan dalam bidang politik,
ekonomi, sosial, atau budaya. Perubahan secara cepat biasanya
bersifat direncanakan atau tidak direncanakan, dan dikehendaki
atau tidak dikehendaki.
Dalam perubahan sosial yang cepat, kemungkinan timbulnya sifat
anarkis atau tindakan kekerasan dapat terjadi.
Perubahan sosial yang cepat, harus memenuhi syarat-syarat, di
antaranya:
1) adanya pemimpin perubahan (leader of change);
2) timbulnya keinginan massa untuk berubah:
3) waktu yang tepat untuk melakukan perubahan.
Beberapa kejadian yang menyangkut revolusi ,
antara lain revolusi kemerdekaan Republik
Indonesia, revolusi biru (blue revolution), dan
revolusi hijau (green revolution).
Contoh perubahan cepat (revolution)
b. Perubahan lambat (evolusi/evolution)

Perubahan secara lambat adalah perubahan yang memerlukan


waktu yang cukup lama.

Perubahan sosial yang terjadi secara terus menerus, tetapi perlahan-


lahan tanpa direncanakan dinamakan perubahan sosial yang tidak
terencana. Ada pula perubahan sosial yang direncanakan atau
terencana. Istilah lain perubahan sosisal yang terencana yaitu social
engineering, social planning, dan change management.

Contoh perubahan sosial yang direncanakan adalah pembangunan.


Pembangunan merupakan proses mengalihkan pola pikir
masyarakat tradisional ke arah yang lebih maju. Perubahan sosial
yang tidak direncanakan sebagai dampak pembangunan adalah
urbanisasi. Dampak urbanisasi antara lain pengangguran dan
kemiskinan di daerah perkotaan.
Contoh perubahan lambat ( evolution)
5. Tingkat Pengaruh Perubahan Sosial

a. Pengaruh Besar pada Perubahan sosial


Tingkat perubahan ini berpengaruh pada perubahan sendi-sendi
kehidupan manusia. Sebagai negara agraris, sebagian besar rakyat
Indonesia hidup dari bidang pertanian. Akan tetapi, dengan
berkembangnya industri, telah mengubah arah tumpuan ekonomi ke
bidang industri. Perubahan masyarakat agraris ke masyarakat industri
memberikan pengaruh besar kepada kehidupan bermasyarakat.

Perubahan yang tampak terjadi pada pola hubungan antarsesama.


Misalnya, dalam kehidupan masyarakat agraris, pola-pola hubungan
kekerabatan seperti silaturahmi dan frekuensi tatap muka dapat dengan
mudah ditemukan. Namun, pada masyarakat industri setiap proses
hubungan antarindividu atau masyarakat lebih banyak didasarkan pada
pertimbangan untung-rugi bagi individu atau kelompok.
b. Pengaruh Kecil pada Perubahan sosial

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada


unsur-unsur struktur sosial budaya. Perubahan ini tidak
membawa pengaruh langsung bagi masyarakat. Misalnya,
mode rambut tidak akan membawa pengaruh yang berarti
bagi masyarakat secara keseluruhan.

Bentuk perubahan pada tingkatan ini hanya dilakukan


sekelompok orang dengan motif-motif tertentu. Motif
tersebut timbul karena adanya keinginan individu meniru dan
sama dengan orang lain.
Contoh barang yang berpengaruh besar dan kecil
pada perubahan sosial :

Perubahan berpengaruh
besar

Perubahan
berpengaruh kecil
6. Perencanaan Perubahan Sosial

a Perubahan yang Direncanakan (Planned change)


Perubahan yang direncanakan adalah bentuk perubahan yang
dirancang pihak-pihak tertentu yang akan mengadakan perubahan
(agent of change). Perubahan yang direncanakan sering disebut
dengan perencanaan sosial (social planning).

b. Perubahan yang tidak Direncanakan (Unplanned change)


Perubahan ini terjadi dengan sendirinya sebagai akibat dari suatu
kebijakan yang dijalankan. Bentuk perubahan yang terjadi dapat
berakibat positif, yaitu dapat menunjang pola perubahan tersebut atau
sebaliknya bernilai negatif, yaitu dapat merongrong perubahan yang
dilaksanakan.
Contoh perubahan yang direncanakan dan tidak
direncanakan
FAKTOR- FAKTOR
PERUBAHAN
SOSIAL BUDAYA
FAKTOR PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Perubahan sosial dapat berlangsung di semua


lapisan masyarakat, baik lapisan masyarakat atas
maupun lapisan masyarakat bawah. Pihak-pihak
yang akan mengadakan perubahan itu dinamakan
agent of change.
Faktor yang mendorong terjadinya perubahan
sosial budaya, di antara faktor yang berasal dari
dalam masyarakat atau faktor internal dan faktor
yang datang dari luar masyarakat atau faktor
eksternal.
1. Faktor Internal

a. Konflik Nilai
Nilai adalah segala sesuatu tentang hal yang baik dan buruk. Setiap
nilai suatu tatanan akan menghasilkan dua masalah, yaitu nilai
tersebut diterima dan diterapkan pada kehidupan masyarakat atau
ditolak yang menghasilkan konflik nilai.
Konflik nilai terjadi karena adanya pemahaman dan pengertian
baru terhadap sistem nilai yang terjadi dalam masyarakat. Hal
tersebut disebabkan, nilai-nilai lama yang menjadi acuan dan
diperjuangkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara tidak lagi relevan terhadap situasi yang berlaku
sekarang.
Konflik nilai sebagai salah satu penyebab perubahan sosial budaya
terjadi sepanjang sejarah kehidupan manusia dan bersifat
universal. Dalam hal ini, konflik nilai diartikan sebagai auto kritik
yang didasarkan pada penemuan baru melalui refleksi sosial
budaya oleh setiap pelaku sosial budaya yang bersangkutan.
Contoh Konflik Nilai
b. Faktor Demografi

Bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu kelompok


masyarakat berpengarauh langsung maupun tidak langsung
terhadap pola kehidupan masyarakat. Bertambahnya penduduk
secara langsung berpengaruh pada aspek ekonomi, misalnya
kepemilikan lahan dan persaingan pekerjaan. Masyarakat desa
yang melakukan urbanisasi ke kota, lambat laun akan menyerap
berbagai bentuk perubahan. Misalnya, dahulu masyarakat desa
hanya mengenal ubi jalar dan singkong sebagai makanan
tambahan selain nasi. Namun sekarang, mereka lebih senang
makanan siap saji. (fast food)
C. Penemuan penemuan baru
Penemuan baru dalam masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya
perubahan sosial. Penemuan penemuan baru dapat dibedakan atas tiga macam,
yaitu.
1) Penciptaan (invention), mengahasilkan benda, ide, dan pola-pola sosial baru
2) Penemuan (discovery), terjadi ketika manusia mempelajari hal naru dengan
metode baru
3) Difusi (diffusion), penyebaran budaya suatu masyarakat ke masyarakat lain

Beberapa pengaruh yang disebabkan penemuan-penemuan unsur baru, yaitu.


1) Penemuan baru menyebabkan perubahan pada bidang tertentu dan berpengaruh
ke bidang-bidang lainnya. Misalnya, penemuan radio menyebabkan perubahan
dalam bidang pendidikan, pemerintahan, pertanian, rekreasi, dan lainnya
2) Suatu penemuan baru menyebabkan perubahan-perubahan yang menjalar dari
suatu lembaga kemasyarakatan ke lembaga kemasyarakatan yang lainnya.
Misalnya, penemuan pesawat terbang membawa pengaruh terhadap metode
berperang antar negara adidaya (superpower) dan sebagainya
3) Beberapa jenis penemuan barun mengakibatkan satu jenis perubahan. Misalnya,
penemuan mobil, kereta api serta telepon menyebabkan banyak pusat-pusat
kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb
Contoh Penemuan Baru
d. Konflik dan Perubahan

Timbulnya konflik tidaklah selalu memberikan dampak


negatif. Jika dikelola dengan baik, konflik akan menjadi
sebuah kekuatan yang dapat mengembangkan
masyarakat.
Berubahnya sebuah tatanan kehidupan masyarakat
sebagai akibat timbulnya perubahan akan menghasilkan
reaksi yang berbeda. Masyarakat akan menerima
perubahan jika dengan perubahan tersebut kehidupan
sosialnya bertambah baik dan tidak melanggar adat
serta norma tradisional. Masyarakat akan menolak,
ketika perubahan tersebut tidak sesuai dengan nilai dan
norma perilaku yang berlaku.
Contoh Konflik & Perubahan
e. Ide dan Perubahan

Keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, tentu didorong


oleh pikiran berupa ide. Kemunculan ide menghasilkan sebuah
karya, ketika ide diwujudkan ke dalam sebuah bentuk atau
tindakan.
Setiap ide yang keluar tidak semuanya bersifat positif, tetapi
terkadang ide yang bersifat negatif. Ide tersebut dapan muncul
karena ditunjang oleh pendidikan. Dalam pendidikan pasti akan
menanamkan ide-ide yang dapat mengubah hidup seseorang.
f. Pertentangan Masyarakat

Perubahan sosial juga dapat terjadi karena adanya


pertentangan.pertentangan tersebut berupa
pertentangan antara individu dan kelompok
maupun antara kelompok dan kelompok.
g. Revolusi atau Pemberontakan

Setiap pribadi, sebagai pendukung masyarakat sosial


budaya merupakan perubahan itu sendiri. Dapat
dikatakan, setiap pribadi sekaligus merupakan
penggerak dan tujuan. Itu sebabnya, perubahan
sosial budaya dapat disebabkan oleh revolusi.
2. Faktor Eksternal

a. Peperangan
Peperangan dapat menyebabkan perubahan yang mendasar,
baik seluruh wujud budaya maupun seluruh unsur budaya.
Misalnya, kemenangan invasi Amerika Serikat (USA) menye
babkan Irak tidak berdaya. Budaya yang dibawa pasukan USA di
Irak sudah pasti akan membekas di masyarakat Irak.
b. Lingkungan Alam

Lingkungan alam adalah keadaan tanah, iklim, flora, dan fauna di sekitar
individu. Keserasian hubungan antara manusia dan alam dapat terjadi karena
kedudukan alam sebagai tempat hidup. Begitu pentingnya lingkungan alam
bagi manusia dibuk tikan dengan timbulnya reaksi jika lingkungan alam di
suatu tempat rusak.

Ada tujuh pokok makna lingkungan bagi manusia,


yaitu sebagai berikut:
1) manusia memiliki ikatan kuat dengan alam yang bersifat religius;
2) nilai estetika mendasari kecintaan manusia pada alam;
3) alam memberi kehidupan bagi manusia berupa penyediaan sandang,
pangan, dan papan;
4) alam dapat dijadikan teman bagi manusia, pada waktu mengalami
ancaman bencana;
5) alam menjadi sumber penghasil tanaman dan ternak;
6) alam bernilai bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan;
7) alam bernilai karena menjadi sumber kesehatan,keindahan, dan hiburan.
Pertambahan manusia di muka bumi lambat laun akan menyentuh
dan merusak alam. Semakin tinggi jumlah penduduk, semakin
tinggi pula tekanan terhadap alam. Oleh karena itu, terjadilah hal
yang kita kenal dengan perusakan alam.

Perubahan lingkungan alam dapat mendorong terjadinya


perubahan budaya. Misalnya, perubahan pola hidup berburu dan
mengumpulkan makanan berubah menjadi pola hidup bertani dan
menetap karena sumber alam berkurang atau terjadi bencana alam.

Perubahan alam juga dapat disebabkan campur angan manusia.


Perubahan tersebut mengakibatkan kegoncangan budaya di
kalangan petani yang kehilangan lahan untuk bertani. Mereka
terpaksa menjadi buruh pabrik atau mencari pekerjaan lainnya.
Lingkungan Alam
c. Pengaruh Budaya Masyarakat Lain

Dalam era globalisasi, pengaruh budaya dan masyarakat lain


tidak dapat dihindarkan. Pengaruh ini dapat terjadi secara
langsung maupun tidak langsung.
Kontak langsung dapat terjadi antara satu masyarakat dan
masyarakat lain atau antara individu dan individu. Proses
perubahan dalam kontak langsung, meliputi akulturasi,
asimilasi, dan difusi.
1. akulturasi

Soerjono Soekanto, memberikan definisi akulturasi sebagai


proses pertemuan unsur-unsur dan berbagai kebudayaan
yang berbeda yang diikuti dengan percampuran unsur-
unsur tersebut. Misalnya, proses percampuran dua budaya
atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.

Hasil proses akulturasi budaya lebih didasarkan pada


kekuatan setiap budaya. Semakin kuat suatu budaya,
semakin cepat memengaruhi budaya lainnya. Salah satu
contoh menarik dari proses akulturasi di Indonesia adalah
yang terjadi di daerah transmigrasi.
Contoh Akulturasi
2. asimilasi

Asimilasi adalah suatu proses penyesuaian atau peleburan


sifat-sifat asli yang dimiliki suatu masyarakat dengan latar
belakang budaya yang berbeda. Proses asimilasi berlangsung
secara intensif dalam kurun waktu yang cukup lama.
Akibatnya, unsur-unsur dan wujud setiap budaya lebur
menjadi unsur dan wujud budaya yang lebih dinamis.

Asimilasi berbeda dengan akulturasi. Dalam akulturasi, setiap


budaya masih memiliki identitas konkret. Adapun dalam
asimilasi, identitas budaya asli yang mengalami kontak
budaya lebur menjadi unsur dan wujud budaya baru. Proses
asimilasi dapat berjalan cepat atau lambat, bergantung pada
berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut, antara lain toleransi,
ekonomi, simpati, dan perkawinan campuran.
Contoh Asimilasi
a) Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai, membiarkan,


dan memberikan hak berkembang atas suatu
pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan,
kebiasaan, dan pola tingkah laku) yang berbeda
dengan pendirian sendiri. Kerukunan dalam
masyarakat dapat terwujud karena ada sikap
toleransi.
b) Ekonomi

Kedudukan ekonomi dalam suatu sistem sosial dapat


memengaruhi jalannya asimilasi. Jika dalam suatu
masyarakat terdapat kelompok ekonomi yang
menguasai kehidupan ekonomi kelompok lain,
asimilasi menjadi sulit dijalankan.
c) Simpati

Simpati adalah keterlibatan perasaan satu kelompok


sosial budaya kepada kelompok sosial budaya
lainnya. Di dalamnya terkandung aspek kepedulian
dan keikutsertaan merasakan perasaan kelompok
masyarakat lain, yaitu perasaan senang, sedih,
bangga, dan bahagia.
d) Perkawinan Campuran

Perkawinan campuran (ras, suku, dan agama)


memungkinkan berkembangnya asimilasi dalam
seluruh wujud dan unsur budaya. Dalam negara
yang majemuk, seperti Indonesia, peran perkawinan
campuran dalam proses asimilasi budaya
berpengaruh besar.
3 Difusi

Difusi adalah proses penyebaran atau perembesan unsur budaya dari


seseorang kepada orang lain, dan dari suatu kelompok masyarakat ke
kelompok masyarakat lainnya. Salah satu prinsip difusi, yaitu jika tidak terjadi
perubahan, unsur-unsur kebudayaan yang ada akan diambil masyarakat yang
paling dekat. Difusi mengandung tiga proses yang dapat dibedabedakan,
yaitu:
a) proses penyajian unsur baru kepada suatu masyarakat;
b) penerimaan unsur baru;
c) proses interaksi.

Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinyanperubahan sosial. Faktor


pendorongnya yaitu kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang
maju, sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan kuat untuk maju,
toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang, sistem pelapisan
masyarakat yang terbuka, keadaan masyarakat yang majemuk, ketidakpuasan
masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, dan orientasi hidup
ke masa depan.
Contoh Difusi