Anda di halaman 1dari 20

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang
membentuk organisasi sosial yang bersifat kompleks. Dalam organisasi
sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berfungsi
sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan berinteraksi dalam
kehidupan bermasyarakat.
Para ahli filsafat, sejarah, ekonomi dan para sosiologi telah
mencoba untuk merumuskan prinsip-prinsip atau hukum-hukum
perubahan-perubahan sosial. Banyak yang berpendapat bahwa
kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala wajar yang
timbul dari pergaulan hidup manusia. Adapula yang berpendapat bahwa
kecenderungan terjadinya perubahan sosial manusia. Adapula yang
berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan
dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat
seperti misalnya perubahan dalam bentuk unsur-unsur geografis, biologis,
ekonomis, atau kebudayaan. Kemudian adapula yang berpendapat bahwa
perubahan-perubahan sosial berupa pendidik-non pendidik.
Kita juga mengenal perubahan penduduk. Perubahan itu sendiri
merupakan suatu perubahan sosial. Disamping itu perubahan penduduk
juga merupakan faktor penyebab timbulnya perubahan sosial dan budaya.
Bilamana suatu daerah baru telah dipadati penduduk, maka kadar keramah
tamahannya pun akan menurun, kelompok sekunder akan bertambah
jumlahnya, struktur kebudayaan akan menjadi lebih rumit, dan masih
banyak lagi perubahan yang akan terjadi. Masyarakat yang keadaannya
stabil, mungkin akan mampu menolak perubahan, tetapi masyarakat yang
jumlah penduduknya meningkat cepat, akan dengan cepat terimbas
perubahan walaupun secara cepat atau lambat.
2

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami


perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan
hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah
kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat turut
mempengaruhi kehidupan masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi dalam
berbagai bidang kehidupan, tingkah laku termasuk pada hidupnya.
Didalam masyarakat akan terlihat dengan jelas masyarakat yang mendapat
pengaruh perubahan sosial budaya dan masyarakat yang tidak mendapat
pengaruh.Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai
sosial norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga
kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan
wewenang interaksi sosial.

Para sosiolog mengklasifikasikan masyarakat statis dan masyarakat


dinamis, masyarakat statis dimaksudkan masyarakat yang sedikit sekali
yang mengalami perubahan dan berjalan lamabat. Masyarakat yang
dinamais adalah masyarakat- masyarakat yang mengalami berbagai
perubahan secara cepat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada dunia
dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar
dengan cepat kebagian-bagian dunia lain dengan komunikasi yang
modren.
3

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun Rumusan Masalah sebagai berikut :
 Bagaimana perubahan social Budaya dalam masyarakat?
 Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perubahan sosial dan
budaya dalam masyarakat ?
 Apa saja dampak dari perubahan sosial dan budaya dalam
masyarakat ?

C. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini adalah :
 Sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah ISBD
 Mengembangkan sikap kritis terhadap pengaruh perubahan social

budaya.

 Sebagai salah satu tugas dari mata kuliah ISBD serta melatih
kreativitas Mahasiswa dalam membuat karya ilmiah dalam hal ini
makalah.
 Untuk memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai masalah
perubahan social yang terjadi sekarang serta dampak dari
perubahan social itu.
4

BAB II
LANDASAN TEORI

1. Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan


yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu
masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya. Unsur-unsur yang
termasuk ke dalam sistem sosial adalah nilai-nilai, sikap-sikap dan pola
perilakunya diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Selain itu
Kingsley davis mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan yang
terjadi pada struktur dan fungsi masyarakat.
2. William F Ogburn berusaha memberikan pengertian tertentu, walau tidak
memberi definisi tentang perubahan-perubahan sosial. Dia mengemukakan
ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur
kebudayaan baik material maupun yang immaterial, yang ditekankan
adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-
unsur immaterial.
3. Bruce J. Cohen menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan
struktur sosial dalam organisasi sosial sehingga syarat dalam perubahan itu
adalah sistem sosial, perubahan hidup dalam nilai sosial dan budaya
masyarakat (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar: terjemaahan).
4. Roucek dan Warren mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan

dalam proses sosial atau dalam struktur masyarakat (dalam buku

Sociology).

5. Max Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah

perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidak

sesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings).


5

6. W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah

perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu

lama (dalam buku Sociology in Changing World).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan struktur

dan fungsi sosialnya. Oleh karena itu, perubahan sosial berkaitan erat

dengan perubahan kebudayaan dan sering kali perubahan sosial berakibat

pada perubahan budaya. Jika pengertian perubahan sosial telah diuraikan

di atas maka apakah yang dimaksud dengan perubahan sosial budaya itu?

Berikut ini pengertian perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh.


6

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses
pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi
pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk
mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan
masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu
masyarakat yang mengalami perubahan yang lebih cepat bila
dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat
berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak
menampakkan adanya suatu perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-
perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping itu
ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan perubahan
yang berlangsung dengan cepat.
Pengertian perubahan sosial adalah perubahan perubahan yang terjadi
pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur
dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor
lingkung an, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis,
serta berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada
lembaga kemasyarakatannya.

Contoh Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial


Pada hakikatnya, perubahan sosial dalam masyarakat dapat dibedakan
ke dalam beberapa bentuk. Untuk mengetahuinya, mari kita simak
bersama uraian berikut ini.
1. Perubahan Lambat (Evolusi)
Perubahan secara lambat atau evolusi memerlukan waktu yang
lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil
yang saling mengikuti dengan lambat. Pada evolusi, perubahan terjadi
7

dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Masyarakat


hanya berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan, dan kondisi
baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
2. Perubahan Cepat (Revolusi)
Perubahan yang berlangsung secara cepat dinamakan dengan
revolusi. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan
terlebih dahulu maupun tanpa direncanakan. Selain itu dapat
dijalankan tanpa kekerasan maupun dengan kekerasan. Ukuran
kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun
dapat memakan waktu lama. Suatu revolusi dapat juga berlangsung
dengan didahului suatu pemberontakan.
Secara sosiologis, persyaratan berikut ini harus dipenuhi agar suatu
revolusi dapat tercapai.
a. Harus ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan
perubahan..
b. Ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu
memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
c. Pemimpin harus dapat menampung keinginan atau aspirasi dari rakyat
untuk kemudian merumuskan aspirasi tersebut menjadi suatu program
kerja.
d. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat
oleh masyarakat dan dilengkapi oleh suatu ideologi tertentu.
e. Harus ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi, yaitu
saat di mana keadaan sudah tepat dan baik untuk mengadakan suatu
gerakan.
3. Perubahan Kecil
Pada zaman dahulu, kaum perempuan di Indonesia setiap harinya
mengenakan baju kebaya. Seiring dengan perkembangan zaman dan
perubahan mode, model pakaian yang mereka kenakanpun mengalami
perubahan. Ada yang memakai rok panjang, rok mini, celana panjang,
8

kaos, dan lainlain. Contoh tersebut merupakan suatu bentuk perubahan


kecil.
4. Perubahan Besar
Perubahan besar adalah suatu perubahan yang berpengaruh
terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, seperti dalam sistem
kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan, dan stratifikasi
masyarakat. Contohnya kepadatan penduduk di Pulau Jawa telah
melahirkan berbagai perubahan, seperti semakin sempitnya lahan,
terjadinya banyak pengangguran tersamar di desa-desa, dan lainnya.
5. Perubahan yang Dikehendaki
Perubahan ini merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang
telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak
mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihak pihak ini dinamakan
agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang
mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dalam
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Cara-cara untuk memengaruhi masyarakat adalah dengan rekayasa
sosial ( social engineering ), yaitu dengan sistem yang teratur dan
direncanakan terlebih dahulu. Cara ini sering pula dinamakan
perencanaan sosial ( social planning ). Contohnya, lahirnya undang-
undang pemilu yang merubah tata cara pemilihan presiden dan wakil
presiden di Indonesia. Saat ini rakyat memilihnya secara langsung.
6. Perubahan Struktural
Perubahan struktural adalah perubahan yang sangat mendasar
yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat.
Contohnya perubahan sistem pemerintahan dari monarkhi ke sistem
pemerintahan republik.
7. Perubahan Proses
Perubahan proses adalah perubahan yang sifatnya tidak mendasar.
Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan
sebelumnya. Contohnya, perubahan kurikulum dalam pendidikan.
9

Sifatnya menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang terdapat


dalam perangkat atau dalam pelaksanaan kurikulum sebelumnya.
B. Pengertian Perubahan Kebudayaan
Perubahan sosial budaya adalah perubahan pada kebudayaan atau
kebiasaan pada masyarakat. Perubahan sosial budaya dipengaruhi oleh
faktor dari luar masyarakat (dari masyarakat lain). Perubahan sosial
budaya bisa merubah struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua
aspek lainnya. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu anggota
masyarakat atau seluruh lapisan masyarakat.
Contoh Perubahan Kebudayaan Di Masyaraka
1. Pakaian
Perubahan mode pakaian pada masyarakat bisa saja terjadi. Dahulu
semua masyarakat menggunakan pakaian adat khasnya. Namun,
seiring dengan kemajuan dari perkembangan masyarakat tersebut
membuat sedikit demi sedikit anggota masyarakat mulai meninggalkan
pakaian adatnya dan menggunakan pakaian yang menjadi trend di
daerah itu.
2. Kesenian
Kesenian bisa saja berubah atau tergantikan seiring perkembangan
zaman. Saat ini, banyak kesenian di Indonesia yang mulai punah
karena anak bangsa tidak suka dengan kesenian tersebut. Bahkan
mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan alasan trendy.
Namun, masih banyak kesenian populer Indonesia yang masih bisa
bertahan sampai sekarang.
3. Bahasa Daerah
Indonesia memiliki banyak sekali bahasa daerah. Namun, banyak juga
bahasa yang mulai punah. Itu mungkin disebabkan karena mereka
lebih berminat untuk menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa
Inggris dibandingkan bahasa daerahnya sendiri. Itu mungkin karena
bahasa tersebut jangkauan komunikasinya lebih luas dibandingkan
10

bahasa daerahnya yang cenderung hanya dimengerti oleh anggota


masyarakat di daerah tersebut.
4. Masuknya Budaya Barat
Budaya di Indonesia telah banyak tercampur dengan budaya asing. Itu
mungkin disebakan karena kebudayaan itu lebih menyenangkan
dibandingkan budayanya sendiri. Seperti budaya hari Valentine dan
pesta ulang tahun. Sebenarnya budaya asli Indonesia telah memiliki
budaya yang mirip dengan budaya tadi. Namun, budaya tersebut
terkadang dianggap kurang meriah. Contoh perubahan besar lainnya
adalah penggunaan komputer dan alat-alat teknologi sebagai pengganti
buku untuk mencari tugas. Hal itu disebabkan oleh kemudahan
menggunakan alat-alat teknologi tersebut.
5. Cara Berkomunikasi
Perubahan pada cara berkomunikasi bisa terjadi. Beberapa tahun lalu
kita masih menggunakan surat untuk berkomunikasi jarak jauh dan
sekarang, dengan menggunakan jejaring sosial atau alat komunikasi,
seseorang bisa berkomunikasi dengan cepat dan praktis.

C. Akibat atau dampak perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi


dalam masyarakat.
1. Pemberontakan atau revolusi
Revolusi ataupun pemberontakan merupakan faktor yang dapat
menyebabkan perubahan-perubahan sosial budaya yang besar. Contoh
:revolusi kemerdekaan Indonesia
2. Aksi Protes dan Demonstrasi
Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan
manusia. Hal itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan
pandangan yang mungkin berbeda. Protes dapat terjadi apabila suatu hal
menimpa kepentingan individu atau kelompok secara langsung sebagai
akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. Akibatnya,
11

individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan


penyelesaian.

Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau
masyarakat terhadap suatu kekuasaan. Protes dapat pula terjadi secara tidak
langsung sebagai rasa solidaritas antar sesama karena kesewenang-
wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain.

3. Kriminalitas

Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi


setiap orang untuk berubah, tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap
orang ke arah yang dicita-citakan. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan
sosial berdasarkan kekayaan, pengetahuan, perilaku, ataupun pergaulan.
Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau kelompok ke arah
tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang
tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya.

4. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem


administrasi yang bersih dan berwibawa, bebas dari segala korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Masalah korupsi menyangkut berbagai aspek sosial dan
budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto) mengatakan bahwa korupsi
adalah masalah budaya.

5. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu


masyarakat. Hal itu karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan
masyarakat Oleh karena itu, kenakalan remaja disebut sebagai masalah
sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan gejolak kehidupan yang
disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat, seperti
pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan
pendidikan keluarga menjadi berkurang.
12

Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibatkan


berkembangnya sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat
mengakibatkan masyarakat lebih menyerahkan setiap permasalahan kepada
yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan unsur budaya
lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.

D. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaan

Faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya bukanlah


merupakan faktor yang tunggal, tetapi menyangkut hal yang
kompleks.banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam
masyarakat. Soeryono Soekanto menyebutkan adanya faktor internal dan
eksternal yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam masyarakat.
1. Faktor internal

a. Perubahan jumlah penduduk

Bertambahnya jumlah penduduk yang sangat cepat di pulau jawa,


menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakatnya,
terutama tentang hal yang menyangkut lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Lembaga sistem hak milik atas tanah mengalami perubahan-perubahan.
Orang mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah,
bagi hasil, dan sebagainya, yang sebelumnya tidak dikenal. Sebaliknya,
berkurangnya penduduk disebabkan karena berpindahnya penduduk dari
desa ke kota atau dari satu daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi).
Perpindahan penduduk tersebut mangakibatkan kekosongan misalnya
dalam bidang pembagian kerja atau stratifikasi sosial yang selanjutnya
dapat memperngaruhi lembaga-lembaga kemasyrakatan.
b. Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan juga dapat menjadi penyebab terjadinya
perubahan pada masyarakat meliputi beberapa hal berikut.
1) Discovery adalah suatu penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa
alat atau gagasan yang diciptakan oleh seorang individu maupun
serangkaian individu dalam suatu masyarkat.
13

Contoh: penemuan listrik, diesel, lokomotif, dan lain-lain.


2) Invention adalah discovery yang telah diakui, diterima, dan diterapkan
oleh masyarakat. Jadi, invention merupakan bentuk pengembangan dari
discovery. Contoh: mobil, kreta api, dan lain-lain.
3) Inovasi artinya suatu penemuan baru apabila unsur atau alat baru
yang ditemukan tersebut sudah menyebar ke bagian-bagian
masyarakat dan dikenal serta dimanfaatkan secara luas oleh
masyarakat. Jadi, pada saat penemuan menjadi invention, proses
inovasi belum selesai.
Beberapa faktor yang mendorong terjadinya penemuan baru antara
lain sebagai berikut:
1. Kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan dalam
kebudayaannya.
2. Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan.
3. Perangsang untuk aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat
c. Teknologi
Teknologi dapat mempengaruhi perkembangan masyarakat yaitu
dapat mempengaruhi sebagian dari pikiran dan perilaku manusia yang
akan membawa perubahan sosial budaya dalam kehidupannya. Contoh:
teknologi dalam industri tekstil dapat mempengaruhi cara berpakaian
serta mode atau gaya berpakaian manusia, teknologi komunikasi seperti
dalam bentuk tayangan telivisi, jika tidak dapat diadaptasi dengan baik
secara langsung dapat mengubah pola kehidupan sehari-hari
masyarakat, misalnya gaya hidup, kekerasan, dan lainya.
d. Pertentangan (conflict)
Sebagai proses sosial, pertentangan (conflict) merupakan proses
disosiatif, namun selalu berakibat negatif. Pertentangan atau konflik
dalam masyarakat dapat berupa hal-hal berikut:
1) Pertentangan antara individu di dalam masyarakat
2) Pertentangan antar kelompok di dalam masyarakat
3) Pertentangan antara individu dengan kelompok di dalam masyarakat.
14

4) Pertentangan antar generasi di dalam masyarakat


Sebenarnya, hubungan antara pertentangan dengan perubahan sosial
budaya bersifat timbal balik, yaitu pertentangan di suatu masyarakat
dapat memungkinkan terjadinya perubahan sosial budaya, dan
sebaliknya perubahan sosial budaya di dalam masyarakat dapat
memungkinkan terjadinya pertentangan.
e. Keterbukaan masyarakat
Sifat masyarakat yang terbuka mempermudah masyarakat tersebut
untuk menerima unsur-unsur baru atau menyerapnya dalam kehidupan
sosial dan budayanya. Oleh karena itu, masyarakat yang bersifat terbuka
akan mempermudah terjadinya perubahan-perubahan sosial maupun
budaya. Contoh : melalui pendidikan, seorang anak buruh bangunan
dapat menjadi seorang dokter atau insinyur, sehingga dapat mengubah
kondisi keluarganya, yakni mengangkat keluarganya untuk memiliki
kehidupan sosial dan budaya yang lebih baik.

2. Faktor Eksternal
a. Lingkungan alam (lingkungan fisik)
Perubahan lingkungan alam fisik (bukan karena faktor manusia) dapat
membawa perubahan pada kehidupan sosial budaya suatu masyarakat.
Bencana alam yang dahsyat dapat mengubah struktur sosial budaya
masyarakat setempat. Contoh banjir dan gempa. Gempa dan gelombang
tsunami yang memporak porandakan Aceh, menyebabkan beberapa
penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan dievakuasi atau
akhirnya pindah ke dataran tinggi sehingga beralih profesi sebagai petani
dan mencoba untuk menekuni pertanian di daerah tersebut
b. Peperangan
Perang menyebabkan pada banyak aspek. Pihak yang menang pada
umumnya berupaya menerapkan norma-norma dan nilai-nilai yang dianggap
paling benar oleh masyarakat mereka. Contoh : perang antara Amerika dan
sekutu terhadap Irak. Amerika dan sekutu sebagai pihak yang menang,
15

berupaya mempengaruhi sistem politik, sosial , dan budaya Iraq. Hal ini
menyebabkan perubahan pemerintahan Iraq termasuk perubahan kehidupan
sosial negara Iraq seperti emansipasi kaum perempuan Iraq.
c. Kontak kebudayaan dengan masyarakat lain
Kontak kebudayaan antar masyarakat akan menyebabkan pengaruh
positif dan negatif. Contoh: kontak kebudayaan Indonesia dengan
kebudayaa barat (Eropa). Pengaruh positif yang di dapat oleh masyarakat
Indonesia antara lain berupa transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Adapun pengaruh negatif yang diperoleh bangsa Indonesia dapat berupa
sikap sekelompok anak muda di dalam masyarakat Indonesia yang kebarat-
baratan (westernis).

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya


Faktor-faktor pendorong perubahan sosial budaya sebagai berikut.
1) Kontak dengan Budaya Lain
Kontak merupakan proses penyampaian informasi tentang ide,
keyakinan, dan hasil-hasil budaya. Adanya kontak dengan budaya lain
menjadikan satu kebudayaan bertemu dan saling bertukar informasi.
Misalnya kontak dagang antara pedagang nusantara dengan pedagang
India, Arab, dan Barat. Kebudayaan mereka saling mempengaruhi
yang akhirnya membawa perubahan sosial budaya. Oleh karena itu,
seringnya melakukan kontak dengan budaya lain akan mempercepat
laju perubahan sosial budaya.
2) Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Tidak adanya apresiasi terhadap karya orang lain menjadikan
seseorang enggan untuk berkarya. Namun, akan berbeda jika setiap
orang menghargai hasil karya orang lain. Setiap orang akan berlomba-
lomba menciptakan suatu karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karya-karya inilah yang mendorong munculnya perubahan sosial
budaya. Penemuan pesawat terbang mengilhami Prof. Dr. Ing.B.J.
Habibie untuk mendirikan pabrik pesawat di Bandung.
16

3) Sistem Pendidikan yang Maju


Pendidikan mengajarkan seseorang untuk berpikir ilmiah dan
objektif. Dengan kemampuan tersebut, seseorang dapat menilai bentuk
kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan serta kebudayaan yang tidak
sesuai dengan perkembangan zaman. Berbekal pengetahuan itu
seseorang melakukan perubahan pada kebudayaan jika dirasa perlu.
Oleh karena itu, sistem pendidikan tinggi mampu mendorong
munculnya perubahan sosial budaya.
4) Keinginan untuk Maju
Tidak ada seorang pun yang puas dengan keadaan sekarang. Mereka
umumnya menginginkan sesuatu yang lebih baik dari keadaan saat ini.
Oleh karena itu, orang akan melakukan berbagai upaya guna melakukan
perubahan hidup yang tentunya ke arah kemajuan. Misalnya seorang
pelajar mengikuti kursus komputer untuk menambah pengetahuan dan
keterampilan komputer.
5) Sikap Mudah Menerima Hal-Hal Baru
Suatu perubahan akan berdampak besar jika setiap orang menerima
perubahan tersebut. Keadaan ini menjadi berbeda jika tidak ada seorang
pun yang menanggapi perubahan tersebut. Perubahan akan berlalu begitu
saja tanpa ada masyarakat yang mengikutinya. Oleh karena itu, sikap
mudah menerima hal-hal baru mendorong terjadinya perubahan sosial
budaya di masyarakat.
.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya sebagai berikut.
1) Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Masyarakat yang kurang berhubungan dengan masyarakat lain
mengalami perubahan yang lamban. Hal ini dikarenakan masyarakat
tersebut tidak mengetahui perkembangan masyarakat lain yang dapat
memperkaya kebudayaan sendiri. Mereka terkukung dalam kebudayaan
17

mereka dan polapola pemikiran yang masih sederhana. Contohnya suku-


suku bangsa yang masih tinggal di pedalaman.
2) Masyarakat yang Bersikap Tradisional
Umumnya masyarakat tradisional memegang kuat adat istiadat yang
ada. Mereka menolak segala hal baru yang berkenaan dengan kehidupan
sosial. Adat dan kebiasaan diagung-agungkan. Sikap ini menghambat
masyarakat tersebut untuk maju.
3) Pendidikan yang Rendah
Masyarakat yang berpendidikan rendah umumnya tidak dapat
menerima hal-hal baru. Pola pikir dan cara pandang mereka masih bersifat
sederhana. Mereka umumnya enggan mengikuti gerak perubahan yang ada.
Artinya, masyarakat statis dan tidak mengalami perubahan yang berarti.
4) Prasangka Buruk terhadap Unsur Budaya Asing
Sikap demikian sering dijumpai pada masyarakat yang pernah dijajah
oleh bangsa asing. Pengalaman-pengalaman tempo dahulu menyebabkan
mereka senantiasa berprasangka buruk terhadap budaya asing. Akibatnya,
mereka menolak segala hal baru terutama berasal dari bangsa asing,
walaupun akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
5) Adat atau kebiasaan
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota
masyarakat di dalam memenuhi segala kebutuhan pokoknya. Apabila
kemudian ternyata pola-pola perilaku tersebut efektif lagi didalam
memenuhi kebutuhan pokok, krisis akan muncul. Mungkin adat atau
kebiasaan yang mencakup bidang kepercayaan, system mata pencaharian,
pembuatan rumah, cara berpakaian tertentu, begitu kokoh sehingga sukar
untuk di rubah.
18

BAB IV
P E N UT U P
A. KESIMPULAN
Perubahan tidak saja menggoyahkan budaya yang berlaku, dan
merusak nilai-nilai dan kebiasaan yang dihormati, tetapi tidak
menimbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Bahkan inovasi
tambahanpun dapat mempengaruhi unsur-unsur budaya lainnya. Teknologi
modern menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sebagaimana disinggung
pada sebelumnya, sampai batas-batas tertentu semua unsur baru merusak
budaya yang berlaku. Jika suatu kebudayaan yang segenap unsur dan
institusinya selaras serta terintegrasi secara baik mengalami perubahan
pada salah satu unsurnya, maka hal tersebut akan mengacaukan ketahanan
kebudayaaan. Karena kebudayaan mencapai aspek yang saling berkaitan,
maka pada umumnya kita akan merasa lebih mudah menerima serangkaian
perubahan yang saling berkaitan dari pada menerima serangkaian
perubahan yang saling berkaitan daripada menerima perubahan terpisah
dalam suatu waktu tertentu. Dan dalam masyarakat yang kacau para
anggotanya, yang mengalami hambatan dalam menemukan sistem perilaku
yang cocok, akhirnya ikut menjadi perilaku yang rapuh. Manakala mereka
telah putus harapan untuk menemukan cara hidup yang baik dan telah
berhenti berupaya, maka mereka dikatakan telah kehilangan semangat
hidup (demoralized). Meskipun perubahan kadangkala membawa
kepahitan, namun penolakan tersebut bisa saja mengakibatkan kepahitan
yang lebih parah, karena perubahan tidak terlepas dari keuntungan dan
kerugian. Contoh keuntungan adalah dengan perubahan masyarakat yang
terisolir menjadi lebih maju dan tidak terbelakang, modernisasi dan lain-
lain.
Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial,
norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, susunan lembaga
19

kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan


wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.
Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak zaman
dahulu.Namun dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan
dengan sangat cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang
menghadapinya.Perubahan-perubahan mana sering berjalan secara
konstan.Ia tersebut memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi
karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus,
walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi
unsur-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan.

B. Kritik dan Saran


Makalah yang kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu kami berharap kepada pembaca agar dapat dapat memberikan
kritik dan saran konstruktif kepada kami untuk perbaikan makalah agar
lebih bagus lagi.
20

DAFTAR PUSTAKA

- Makalah tentang Perubahan Sosial Budaya


Prof. DR. Soerjono Soekanto, SH, MA ,
(1990) .Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:
Rajawali pers.
- Tim Absi Guru, (2007). IPS Terpadu untuk SMP
Kelas 3 . Jakarta: Erlangga
- Wismuliani, Endar dkk, 2009, IPS : untuk SMP
dan MTs Kelas IX, Jakarta : Pusat perbukuan
- Departemen Pendidikan Nasional, h. 57 – 67.
- http://gurumuda.com/
- (http://belajarpsikologi.com/pengertian-
perubahan-sosial/ )
- http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial