Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 9

pankreatitis

akut kronik
Beberapa teori mengatakan bahwa agen toksik, seperti alkohol atau
obat obat dapat mengubah mekanisme pankreas dalam
mensekresi enzim, sehingga menyebabkan aktivasi premature.
Teori lain mengatakan bahwa refluks isi abdomen yang mengandung
enzim teraktivasi memasuki duktus pankreas dan menyebabkan
peradangan
Obstruksi pada duktus billiaris dapat menyebabkan peningkatan
tekanan dan pecahnya duktus pankretik, aktivasi enzim enzim
eksokrin pankreas atau refluks empedu dan getah duodenum ke
dalam pankreas.
Semakin banyak sel pankreatik yang rusak, semakin banyak pula
enzim pencernaan yang dilepaskan menyebabkan siklus berulang
terhadap kerusakan pankreas. Enzim enzim utama yang telah
ditemukan untuk bertanggung jawab dalam proses otodigestif
adalah tripsinogen, fosfolipase A, dan elastase.
Pulmonari
Atelektasis, Syndrom gagal pernapasan akut
Kardiovaskular
Syok hipotensif, Depresi miocardial (MDK)
Ginjal
Gagal ginjal akut,
Hematologi
Koagulasi intravaskular diseminata, Metabolik, Hipokalsemia, Metabolik
asidosis
Gastrointestinal
Pseudokis pankreatik, Abses pankreas,Perdarahan gastrointestinal
Lain : pankreatitis kronik dan kanker pankreas
Pengkajian
Fokus pada karakteristik nyeri abdomen (PQRST),ketegangan
muskuler, dan bising usus
Status cairan dan nutrisi
Riwayat kes. Lalu (batu empedu, alkoholisme, masalah
gastrointestinal)
Status emosional
Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi, edema, distensi
pada pankreas dan iritasi peritoneum.
Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan rasa nyeri
akut, infiltrat paru, efusi pleura dan atelektasis.
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan penurunan asupan makanan dan
peningkatan kebutuhan metabolisme.
kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan status
nutrisi yang buruk, tirah baring dan luka akibat operasi serta
pemasangan drain yang lebih dari satu.
Ny.X berusia 37 tahun, Berat Badan 54 kg, Tinggi Badan 160 cm dibawa ke unit
gawat darurat dengan keluhan sakit hebat pada epigastrium yang muncul secara
tiba tiba dan semakin lama semakin hebat. Nyeri ini menyebar ke punggung,
perut, yang menjalar ke daerah abdomen bagian bawah. Pada pemeriksaan
didapatkan Tekanan Darah 80/60 mmHg; Nadi 132 x/menit, RR 30 x/menit, Suhu
38,5C, lemah, mual, dan beberapa kali muntah, kulit dingin, abdomen tegang,
teraba massa pada area epigastrium, nyeri tekan (+), turgor turun, mukosa mulut
kering, Pada pemeriksaan lebih lanjut didapatkan pH darah 7,3; PO2 65 mmHg;
PCO2 37 mmHg; HCO3 15 mEq/L, serum amilase dan serum lipase meningkat,
leukositosis, dan oliguri. Pada pemeriksaan USG didapatkan cholelitiasis yang
disertai pankreatitis. Klien harus segera dilakukan pembedahan dan setelah
dilakukan pembedahan ia mendapat pengobatan beberapa antibiotik, satu
anbiotika untuk gram positif, satu antibiotika untuk gram negatif, dan satu gram
antibiotika untuk bakteri anaerob. Harga antibiotikanya sangat mahal sehingga
keluarga klien perlu meminjam uang untuk membelinya karena antibiotika yang
diberikan adalah antibiotika paten.